Guru Geografi: Kependudukan - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 13

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Proyeksi penduduk merupakan metode hitung prediksi jumlah penduduk di masa depan berdaarkan kondisi saat ini dengna kondisi sebelumnya. Mengapa diperlukan proyeksi penduduk?. 

Karena dengan menghitung prediksi tersebut maka pemerintah bisa membuat rancangan dan strategi pembangunan sesuai dengan prediksi kondisi yang sekiranya akan terjadi di masa depan. 

Baca juga:
Klasifikasi iklim Koopen dan cirinya
Ciri tanah laterit dan penggunaannya

Model yang banyak digunakan saat ini untuk menghitung proyeksi penduduk adalah dengan model matematika geometrik dan aritmatik. Faktor utama dari adanya dinamika populasi penduduk adalah kelahiran, kematian dan migrasi. Gambar: eoi.es
Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik
Proyeksi Penduduk Dunia
Rumus Proyeksi Penduduk Aritmatik
Dalam metode proyeksi ini, asumsinya adalah angka pertumbuhan penduduk dalam durasi waktu tertentu tetap konstan. Misalnya kenaikan populasi 20% di tahun 2010 akan sama 20% pada tahun 2020 juga. Dalam metode ini kita mengasumsikan garis lurus hubungan antara populasi dengan waktu. Baca juga: Simbol dan warna peta

Pt = P + b.t

Keterangan
Pt = Proyeksi penduduk di masa depan
P  =  Penduduk tahun awal
b  = angka pertumbuhan penduduk tahunan
t   = waktu/periode

Rumus Proyeksi Penduduk Geometrik
Dalam metode proyeksi ini, pertumbuhan penduduk diasumsikan mengikuti deret geometri. Pertumbuhan diasumsikan konstan untuk jangka waktu tertentu.

Pn = Po (1+r)⒩

Pn  = Proyeksi penduduk tahun tertentu
Po  = Penduduk awal tahun
1    = konstanta
r     = angka pertumbuhan penduduk
n    = rentang tahun

Contoh kasus:
Di tahun 2000, jumlah populasi penduduk Bandung 20 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk tahunan 4%. Berapa proyeksi penduduk Bandung di tahun 2002?
Pn = Po (1+r)⒩
      = 20 juta (1+4 %)²
      = 20 juta (1+0.04)²
      = 21,632 juta

Proyeksi penduduk penting untuk jangka waktu singkat atau panjang dengan kondisi ekonomi statis. Saat ekonomi dinamis, kondisi sosial berubah, tatanan politik berubah maka proyeksi penduduk bisa berubah pula dan tidak akurat. 

Pravin Visaria telah membuktikan bahwa semua proyeksi tahun 1961 tentang India dan Pakistan salah. Artinya banyak faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan penduduk sebuah negara. Baca juga: Fenomena bonus demografi dan dampaknya
 
Jangan lupa dukung chanel guru geografi di youtube berikut ini!. Like dan share videonya ya!.

Jumat, Maret 10

Teori Malthus Tentang Kependudukan

Teori Malthus Tentang Kependudukan

Robert Thomas Malthus (1766-1834) merupakan tokoh peletak dasar ilmu kependudukan atau demografi. Sebagai bagian dari studi kependudukan, buku Malthus sangat monumental dalam perkembangan studi kependudukan. Karya Malthus yang paling terkenal adalah Principle of Population pada 1798.

Pada awalnya teori Malthus banyak dikagumi karena teori-teorinya sangat sesuai dengan pertumbuhan penduduk serta pertumbuhan makanan namun pada akhirnya teori Malthus mengundang kritik yang cukup tajam di kalangan para tokoh kependudukan karena ia kurang memerhatikan kemajuan dunia industri. 

Pemikran Malthus merumuskan dua postulat dalam perkembangan kehidupan manusia yaitu:
- Kebutuhan pangan dibutuhkan untuk hidup manusia.
- Kebutuhan nafsu seksual antar jenis kelamin dan akan tetap sepanjang masa.

Atas dasar anggapan dasar di atas, Malthus memprediksi jika tidak ada pengekangan yang ketat maka akan ada kecenderungan pertumbuhan penduduk akan lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan bahan pangan. 

Malthus memprediksi pertambahan penduduk seperti deret ukur sedangkan pertumbuhan bahan pangan seperti deret hitung. Baca juga: Teknik memperbesar dna memperkecil peta

Malthus dalam bukunya "essay on the Principle of population" mengemukakan beberapa proporsi tentang penduduk yaitu:
a. penduduk biasanya selalu mengalami kesulitan hidup.
b. penduduk sentantiasa akan bertambah banyak bila sarana kehidupan meningkat kecuali bila ada hambatan tertentu.
c. rintangan tersebut sangat berpengaruh pada sarana kehidupan.
Teori Malthus Tentang Kependudukan
Populasi Manusia Semakin Meningkat
Rintangan tersebut dapat dikelompokkan sebagai pengekangan moral, kejahatan dan kesengsaraan. Dua kategori rintangan hidup adalah:
a. Rintangan prefentif, merupakan rintangan yang bersifat sukarela seperti penundaan perkawinan, pencegahan kehamilan dan hubundan seks di luar nikah.
b. Rintangan positif, merupakan rintangan yang bersifat kelompok pada masyarakat seperti wabah penyakit, bencana alam, kelaparan dan perang.

Malthus dalam memprediksi pertumbuhan penduduk sangat dipengaruhi oleh sumber alam yang dapat menghidupi manusia. Dikhawatirkan bahwa suatu saat sumber daya alam tidak mampu memberikan kehidupan bagi manusia. Ia kurang memprediksi terhadap kemampuan manusia dalam mengembangkan ilmu dan teknologinya sehingga Malthus sering dikatakan aliran pesimistis.

Keuntungan Teori Malthus. Mengkaji teori Malthus dalam memprediksi pertumbuhan penduduk sebagai peringaran pada manusia bahwa manusia harus dapat menghemat penggunaan sumber daya alam dan memanfaatkannya dengan memerhatikan kelestarian agar hasil dominan dari sumber daya alam dapat ditingkatkan dengan menjaga kelestarian lingkungannya.

Kerugiannya Teori Malthus tidak memprediksi kemampuan manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penopang kehidupan. Dikhawatirkan manusia dengan kemampuan IPTEK manusia dapat mengolah bahan pangan dengan berbagai metode modern.

Selasa, Maret 7

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Jumlah manusia semakin hari semakin bertambah banyak, namun apakah pertambahan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia?. 
 
Hingga kini sudah banyak model pengukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup manusia. 

Kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai indikator yang umum digunakan dalam mengukur kualitas hidup manusia secara kuantitatif yaitu Human Development Index (HDI) dan Index Gini.
 
HDI atau Indeks Pembangunan Manusia adalah sebuah model statistik yang digunakan untuk mengukur angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi penduduk sebuah negara. 
 
HDI biasa digunakan untuk menggolongkan sebuah negara ke dalam negara maju, berkembang atau terbelakang. 

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015
Tahap-tahap pembentukkan fosil pada batuan

HDI juga digunakan untuk mengukur sejauhmana pengaruh kebijakan ekonomi terhadap peningkatan kualitas hidup suatu penduduk. HDI dapat menganalisa bagaimana dua negara dengan level pendapatan sama namun menghasilkan pembangunan manusia yang berbeda. 

Hal ini dapat menjadi kritik atas prioritas kebijakan pemerintah. Ada setidaknya tiga dimensi pembangunan manusia yang dapat diukur yaitu: Kesehatan, Pendidikan dan Standar Hidup. Gambar: economicshelp.org, blogs.lclark.edu
Peringkat HDI negara dunia
Dimensi kesehatan dinilai dengan harapan hidup saat lahir, dimensi pendidikan diukur dengan rata-rata tahun sekolah untuk penduduk dewasa berusia 25 tahun lebih serta tahun usia masuk sekolah pada tingkat anak-anak. 

Standar dimensi hidup diukur melalui pendapatan nasional bruto per kapita. Skor untuk tiga indeks HDI kemudian dikumpukan menjadi satu indeks komposit menggunakan rata-rata geometris. Baca juga: Konsep lokasi absolut dan relatif

Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2012, menunjukkan negara dengan HDI tertinggi dipegang oleh Norwegia dengan angka indeks 0.955 sementara Indonesia berada di peringkat 121 dengan skor 0.624. 

Jenis parameter lain untuk melihat perkembangan suatu negara adalah Indeks Gini. Indeks Gini merupakan pengukuran distribusi pendapatan penduduk suatu negara. Nominal angka berkisar antara 0 dan 1 didasarkan pada pendapatan bersih warga, membantu melihat kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin.

 Angka 0 menunjukkan kesetaraan sempurna sementara 1 menandakan kesenjangan sempurna. Perhitungan Indeks Gini dinyatakan dalam persentase yang disebut dengan Koefisien Gini. Baca juga: Zero population dan kemakmuran

Koefisien Gini sangat penting untuk menganalisa kemiskinan relatif dalam suatu negara . Negara kaya dan negara miskin bisa memiliki indeks Gini sama selama distribusi pendapatan negara mereka sama. 

Koefisien Gini sering digambarkan secara grafik sebagai daerah antara kurva Lorenz dan garis keseimbangan. Indeks Gini dunia pada tahun 2016 berada di angka 0.52 mengalami penurunan daripada awal tahun 2000 di angka 0.545. 

Negara-negara Eropa seperti Denmark, Slovenia dan Ukraina memiliki distribusi pendapatan yang merata dengan koefisien dibawah 0.25. 
Sebaran Index Gini di dunia

Kamis, Februari 16

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Penduduk dunia saat ini semakin pesat dan akan terus bertambah seiring majunya peradaban. Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah populasi dunia saat ini menyentuh angka 7 Milyar jiwa. 

Pencatatan mengenai pertumbuhan manusia mulai ada di tahun 1650 an. Menurut sejarahnya ada lima fase perkembangan populasi di dunia.
Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu
Pertumbuhan Penduduk Dunia Masa ke Masa
Periode 1650 - 1800
Pada masa ini diperkirakan populasi dunia sekitar 900 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 0.4% per tahun. Ciri pada periode ini antara lain: mulai berkembangnya teknik pertanian, pabrik-pabrik mulai dibangun dengan teknologi sederhana, sarana dan prasarana transportasi mulai dibangun dan kondisi politik negara-negara di dunia relatif stabil

Periode 1800 - 1850
Dalam masa ini, populasi duni tumbuh sekitar 33% dan ditandai dengan kejadian berikut: meningkatnya tatanan politik dan ekonomi negara, kesadaran akan lingkungan mulai membaik sehingga tingkat kesehatan meningkat, mulai dikembangkannya program keluarga berencana.

Periode 1850 - 1900
Fase ini memiliki ciri: mulai dilakukannya sensus penduduk di negara Eropa, peningkatan produktifitas manusia karena perkembangan IPTEK, fertilitas di berbagai negara mulai menurun.

Periode 1900 - 1930
Pada masa ini. Perang Dunia I berkecamuk dan pola perkembangan penduduk dunia dibagi kedalam 3 zona yaitu:
- wilayah Amerika Serikat dan Eropa Barat pertumbuhan populasi mulai terkendali.
- wilayah Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin dan Jepang, angka pertumbuhan penduduknya masih tinggi.
- wilayah diluar zona tadi pertumbuhan penduduknya tidak terkendali.

Periode 1930 - sekarang
Masa ini merupakan periode ledakan penduduk dunia. Mengapa demikian?. Berikut faktor nya:
- masa perang dunia berakhir
- pelayanan kesehatan pendidikan meningkat
- penemuan obat dan antibiotik
- teknologi semakin pesat berkembang
- tingkat kesejahteraan meningkat
- berbagai makanan minuman baru banyak ditemukan
 
Gambar: econosystemics.com

Minggu, Januari 29

Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registrasi

Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registrasi

Sumber data demografi adalah sensus, sistem registrasi kejadian vital, registrasi penduduk, survey terbatas dan survey penduduk berdasarkan sampel. 
 
Dari semua sumber data dmeografi, sensus merupakan sumber data yang sangat penting dan menyeluruh karena dengan data sensus penduduk akan diperoleh informasi yang sangat akurat dan berguna bagi berbagai kebijakan pemerintah.

Sensus penduduk secara nasional dan internasional dilakukan setiap 10 tahun sekali, ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang cukup valid sedangkan diantara sensus sering dilakukan survei berdasarkan kebutuhan atau dilakukan SUPAS (Sensus Penduduk Antar Sensus) dan biasanya dilakukan 5 tahun setelah senus dilakukan.
 
Sensus Penduduk
Sensus penduduk negara di dunai tidak sama waktu penyelenggaraannya, ini disebabkan oleh kondisi negara yang bersangkutan yang berkaitan dengan aspek keamanan, ketersediaan dana dan lainnya. 

Contoh, sensus penduduk pertama kali dilakukan di Kanada tahun 1666 di Quebec. Swedia memulai sensus pada 1749, AS tahun 1970 dan Inggris tahun 1801. Sensus yang dilakukan di Inggris membawa pengaruh ke Indonesia khususnya di Jawa yang turut melakukan sensus pada zaman kolonial yang dikenal dengan Sensus Raffles pda tahun 1905.

Sampai tahun 1953 di dunia yang melakukan sensus penduduk baru mencapai 41 negara dan baru pada 1960 90% negara di dunia melakukan sensus penduduk. Indonesia melakukan sensus penduduk pada tahun 1905 dengan maksud menentukan pembayaran pajak dari rakyat Indonesia ke pemerintah kolonial Belanda. Setelah itu sensus dilakukan 10 tahun sekali.

Sensus secara menyeluruh untuk negara Indonesia pada 1930 dengan metode de facto untuk kepentingan pembangunan dan kebijakan pemerintah Belanda. Setelah itu tidak ada lagi sensus sampai kemerdekaan dan dimulai lagi pada tahun 1960.
Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registra
Survey Penduduk
Survei Penduduk
Keterbatasan dana menjadi alasan utama untuk melakukann sensus secara berkesinambungan dan akurat sementara data kependudukan sangat dibutuhkan dengan cepat dan dengan tingkat validitas yang cukup tinggi maka survei penduduk dilakukan baik secara menyeluruh atau sampel. 

Sampel penduduk sering dilakukan sesuai dengan kebutuhan kebijakan dan pembangunan suatu negara seperti yang sering dilakukan pemerintah yaitu survey kepuasan pelayanan sosial, survey tempat tinggal dan lainnya.

Survei demografi bisa dikelompokkan ke dalam 3 tipe yaitu:
1. Survei betahap tunggal 
2. Survei betahap ganda
3. Survei bertipe kombinasi

Registrasi
Registrasi merupakan pencatatan penduduk yang dilakukan oleh petugas atau kesadaran sendiri penduduk untuk mencatatkan diri kepada petugas di kantor atau dinas yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Kelengkapan regstrasi penduduk di kantor yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelurahan sangat tergantung pada tingkat kesadaran penduduk untuk melakukan registrasi penduduk. Hal yang harus di registrasi oleh penduduk dengan kesadaran sendiri diantaranya:
1. Pembuatan KTP
2. Pembuatan Akta Kelahiran
3. Pembuatan Akta Kematian
4. Pembuatan Kartu Kuning
5. Pembuatan Akta Nikah
 
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia
 
Gambar: webblogkkn.unsyiah.ac.id

Rabu, Januari 25

Baby Boom Indonesia Tahun 1950an

Baby Boom Indonesia Tahun 1950an

Ada yang tahu jumlah penduduk Indonesia saat ini?. Angkanya sudah diatas 250 juta jiwa dan ini terus bertambah setiap tahun. 
 
Angka tersebut membuat Indonesia berada di rangking keempat dari jumlah populasi dunia dibawah Cina, India dan AS. Tapi tahukah kamu sejak kapan sih populasi di Indonesia itu melesat tajam?.

Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945, sebenarnya jumlah penduduk itu masih sangat jarang. Pertumbuhan penduduk mulai terjadi setelah kemerdekaan yatu tahun 1950 yang dikenal dengan istilah Baby Boom. Apa faktor penyebab Baby Boom tersebut?.

Pada tahun 1950an, tentu Indonesia sebagai sebuah negara baru berusia muda. Berbagai usaha untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain pun dilakukan. 
 
Jadi pada masa tersebut Indonesia fokus dalam upaya memertahankan kemerdekaan sehingga masalah kependudukan seperti menekan angka kelahiran belum menjadi prioritas. 

Justru kita lebih butuh pasukan alias bibit manusia Indonesia untuk menguatkan negara, bukan?. Keadaan politik masa itu juga masih belum baik ditambah invasi militer Belanda masih terjadi agar kemerdekaan Indonesia dibatalkan.

Faktor lainnya adalah soal ideologi. Masyarakat Indonesia masa itu masih tergolong tradisional yang menganggap banyak anak berarti banyak rezeki sehingga keluarga yang belum mapan pun masih terus menambah anak.
Baby Boom Indonesia Tahun 1950an
Pergerakan Populasi Indonesia
Lahan-lahan pada masa kemerdekaan masih sangat luas. Kebun-kebun terhampar dengan penduduk masih jarang. 
 
Kamu tanya kakek kamu di desa, punya lahan berapa hektar dari dulu?. Orang yang hidup jaman dulu tidak pusing memiliki lahan, beda halnya saat ini yang susah dan mahal. 

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia ternyata masih terjadi hingga saat ini namun hanya bisa diperkecil beberapa persen di angak 1,5-2% per tahun. 
 
Program KB di beberapa lokasi bisa berhasil namun di daerah lain belum tentu. Sebenarnya jika disebar ke semua pulua, jumlah lahan dengan penduduk saat ini masih mencukupi. 

Hanya saja penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di daerah padat seperti perkotaan, Jawa khususnya. Faktor ekonomi menjadi faktor utama dalam pola sebaran penduduk di Indonesia.

Itulah sebab Baby Boom terjadi di Indonesia dan pemerintah nampaknya harus mengatur petumbuhan dan persebaran penduduk agar merata. Ketimpangan akan terjadi jika jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan.
 
Baca juga: Rumus proyeksi penduduk

Gambar: tradingeconomics.com

Senin, Januari 23

Istilah-Istilah Mortalitas (Kematian)

Istilah-Istilah Mortalitas (Kematian)

Tinggi rendahnya tingkat mortalitas penduduk dalam suatu daerah tidak hanya memengaruhi pertumbuhan penduduk namun juga menjadi barometer dati kualitas kesehatan masyarakat itu sendiri.

Mortalitas adalah kejadian menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen. Hal ini dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Baca juga: Peta topgrafi, umum dan tematik

Peristiwa kematian dapat terjadi dalam rahim dan di luar rahim. Kejadian kematian di dalam rahim adalah sebagai berikut:
1. Abortus, yaitu kematian janin sampai minggu ke 16
2. Immatur, yaitu kematian janin antara umur kandungan lebih dari 16 minggu sampai dengan umur kandungan 28 minggu.
3. Prematur, yaitu kematian janin dalam kandungan lebih dari 16 minggu sampai dengan umur kandungan 28 minggu.
Istilah-Istilah Mortalitas (Kematian
Mortalitas = Kuburan
Selain kematian bayi di dalam rahim, kematian bayi pun dapat terjadi di luar rahim. Adapun kematian bayi di luar rahim diantaranya sebagai berikut:
1. Lahir mati, yaitu kematian bayi yang cukup masanya pada waktu keluar dari rahim namun tidak ada tanda-tanda kehidupan
2. Kematian baru lahir, yaitu kematian bayi sebelum berumur satu bulan tetapi kurang dari setahun.
3. Kematian bayi, yaitu kematian setelah bayi lahir hidup sehingga berumur kurang dari satu tahun.

Angka kematian bayi bisa ditekan dengan membiasakan pola hidup sehat selama kehamilan dan selalu cek dokter setiap sebulan sekali untuk melihat perkembangan anak. Indonesia saat ini masih berupaya menurunkan angka kematian bayi dengan berbagai program. 

Masyarakat perlu diberikan pendidikan tentang hidup sehat agar kesehatan ibu dan bayi senantiasa baik. Baca juga: Gerak semu harian dan tahunan matahari

Gambar: aos.iacpublishinglabs.com

Minggu, Desember 18

Piramida Penduduk Ekspansi, Stasioner dan Konstruktif

Piramida Penduduk Ekspansi, Stasioner dan Konstruktif

Pernah lihat piramida di Mesir?, bentuknya seperti apa?. Lalu apa bedanya dengan piramida penduduk?. 

Piramida penduduk merupakan sebuah grafik yang menunjukkan struktur penduduk suatu negara dilihat berdasarkan umur dan jenis kelamin. 

Rentang usia yang digunakan dari 0 - 64 ke atas dan dibuat dalam rentang interval usia 5 tahun. 

Fungsi piramida penduduk sangat vital bagi pembangunan manusia diantaranya:

1. dapat mengetahui gambaran umum penduduk suatu negara
2. dapat melihat perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan
3. untuk meramalkan pertumbuhan penduduk di masa depan
4. untuk merencanakan pembangunan sesuai data penduduk yang ada

Ada 3 jenis piramida penduduk yaitu ekspansi, stasioner dan konstruktif
Piramida Penduduk Ekspansi, Stasioner dan Konstruktif
Jensi Piramida Penduduk, pic: www.prb.org
Piramida Ekspansi
Piramida penduduk ekspansif digunakan untuk menggambarkan populasi penduduk yang dominan brada di usia muda dengan kelahiran tinggi. 

Piramida ini sering ditandai dengan bentuknya yang khas 'piramida segitiga', yang memiliki dasar yang luas dan atas sempit.

Piramida penduduk ekspansif menunjukkan persentase lebih besar dari penduduk di kelompok usia yang lebih muda. Piramida ini banya ditemui di negara-negara berkembang atau miskin. 

Angka kelahiran tinggi dan tidak diimbangi dengan tingkat kesehatan yang baik membuat persentase penduduk usia muda sangat banyak. B
 
Piramida Stasioner 
Piramida penduduk ini digunakan untuk menggambarkan populasi yang tidak tumbuh atau stagnan. Bentuknya dicirikan dengan persegi panjang, menampilkan persentase agak sama di seluruh kelompok umur yang lancip ke arah atas. 

Piramida ini menunjukkan karakteristik negara-negara maju dimana tingkat kelahiran rendah dan secara keseluruhan kualitas hidup yang tinggi. Ini diketahui dari jumlah penduduk di semua rentang usia tidak terlalu jauh. 

Baca juga:  
Konsep trickle down effect pembangunan
Indikator negara maju atau berkembang

Piramida Konstruktif
Piramida penduduk konstriktif digunakan untuk menggambarkan populasi yang didominasi  tua dan menyusut. Piramida konstriktif sering dapat terlihat seperti sarang lebah dan biasanya memiliki bentuk terbalik dengan grafik meruncing di bagian bawah. 

Piramida konstruktif memiliki persentase yang lebih kecil dari orang-orang di kelompok usia yang lebih muda dan biasanya karakteristik negara-negara dengan tingkat yang lebih tinggi dari pembangunan sosial dan ekonomi, di mana akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan perawatan kesehatan tersedia untuk sebagian besar penduduk

Produktifitas kerja tinggi membuat adanya perubahan pola pikir di kaum perempuan terutama. Mereka enggan menikah dan punya anak jika belum sukses. Hal ini sedang dialami oleh Jepang saat ini.  
 

Kamis, Desember 1

5 Faktor Kepadatan Penduduk

5 Faktor Kepadatan Penduduk

Coba kamu lihat di peta, apakah setiap wilayah memiliki kepadatan penduduk yang sama?. 

Tentu tidak, karena penyebaran penduduk tidak merata. Setiap penduduk tentu ingin hidup di daerah yang nyaman dan tentunya berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Coba lihat Jabodetabek yang sangat padat dibandingkan Papua misalnya. Berikut ini 5 faktor yang memengaruhi tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah:

Baca juga:
Mengenal formasi geologi pulau Jawa yang unik
5 Faktor Kepadatan Penduduk
Kota-kota di dunia semakin padat
pic:.tutorialspoint.com
1. Fisiografi 
Faktor fisik wilayah menjadi salah satu penentu manusia untuk tinggal di atasnya. Indikator fisiografis wilayah diantaranya tingkat elevasi, kesuburan tanah, iklim, ketersediaan air dan kondisi sumber daya. Pemusatan penduduk tentu lebih banyak di daerah dataran rendah dibandingkan dataran tinggi. 

Selain itu manusia juga sangat sulit bertahan di daerah yang jauh dari sumber air. Pengembangan pemukiman juga sangat cepat di daerah dengan elevasi datar sehingga mobilitas penduduk relatif semakin cepat dibanding dengan daerah dengan kontur berbukit dan elevasi tinggi.  
 

2. Ekonomi
Wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat seperti daerah industri akan menarik para pendatang lebih banyak. Dampaknya pemukiman semakin padat karena arus urbansiasi. Lihat saja Cikarang atau Bekasi yang dulunya daerah jarang penduduk kini menjadi daerah padat pemukiman karena banyak industri berkembang di sana.

3. Sosial Budaya
Pola pikir masyarakat yang berubah mengakibatkan kondisi fisiografi juga ikut berubah. Budaya konsumtif mengakibatkan pembangunan properti semakin pesat di berbagai tempat.  
 

4. Biologis
Pertumbuhan penduduk suatu daerah berbeda-beda sehingga ada daerah yang tingkat fertilitasnya tinggi sehingga kepadatannya akan berkembang pesat juga.

5. Tata Ruang
Pola pembangunan daerah yang tidak seimbang akan antara desa dan kota akan membuat ketimpangan antara desa kota semakin tinggi. Kota akan semakin padar sementara desa semakin ditinggalkan penduduknya pergi ke kota. 

Manusia tentunya mencari tempat bermukim yang dapat memudahkannya untuk hidup. Daerah dengan banyak sumber ekonomi lebih berpotensi untuk menciptakan kepadatan penduduk. Penyebaran titik kutub pertumbuhan perlu dilakukan agar penyebaran penduduk lebih merata. 

Baca juga: Pengertian Antroposfer

Rabu, November 30

Rumus Pertumbuhan Penduduk Alami dan Total

Rumus Pertumbuhan Penduduk Alami dan Total

Pertumbuhan atau dinamika penduduk merupakan fenomena perubahan penduduk yang dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi. 

Pertumbuhan penduduk dibagi menjadi dua yaitu pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total.

Baca juga:
Klasifikasi iklim koppen dan cirinya
Mengapa negara maju banyak berlokasi di lintang subtropis?
Pergerakan angin muson di Indonesia
Geografi negara Turki, rumah kebab
Benarkah jumlah pohona da 3 trilyun di dunia?
Pengertian biodiversitas hayati

a. Pertumbuhan penduduk alami merupakan selisih antara jumlah kelahiran dengan jumlah kematian. Rumusnya adalah sebagai berikut:

T = L - M
T = pertumbuhan penduduk alami
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian

b. Pertumbuhan penduduk total adalah memerhitungkan jumlah penduduk yang melakukan migrasi (imigrasi dan emigrasi). Rumusnya adalah sebagai berikut:
T = (L - M) + (I - E)
T = pertumbuhan penduduk total
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah penduduk masuk
E = jumlah penduduk keluar
Join my channel and subscribe!
Contoh penerapan
Berdasarkan data sensus penduduk Garut tahun 2013 diketahui bahwa jumlah kelahiran adalah 50.000 jiwa sementara kematian berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah penduduk yang masuk adalah 10.000 jiwa sementara yang keluar adalah 4.000 jiwa. Berapa pertumbuhan penduduk alami dan totalnya?

Jawab:
Ta = 50.000 - 30.000
    = 20.000 jiwa

Tt = (50.000 - 30.000) + (10.000 - 4.000)
    = 20.000 + 6.000
    = 26.000 jiwa 

Baca juga: 
Gunung api strato, shield dan cone 
Pengertian, contoh konsep lokasi absolut dan relatif
Pengertian garis Wallace dan Lydekker
Menghitung Kepadatan Penduduk Aritmatik dan Agraris

Menghitung Kepadatan Penduduk Aritmatik dan Agraris

Persebaran atau distribusi penduduk adalah hasil dari penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara. Distribusi penduduk diartikan juga sebagai pola penyebaran penduduk bermukim dan menetap dalam watu tertentu. 

Distribusi penduduk di permukaan bumi ini tidak merata tergantung beberapa faktor. Daerah yang memiliki populasi penduduk jarang hanya didiami oleh beberapa orang atau kelompok saja sedangkan daerah yang populasinya padat memiliki jumlah manusia yang banyak. 

Baca juga:
Beda GNP, GDP dan GNI
Pengeritan komposisi penduduk

Daerah yang populasi penduduknya sedikit merupakan daerah yang kurang memiliki daya dukung dalam mempermudah kehidupan manusia diatasnya seperti sumber air, cuaca, transportasi dan lainnya. Daerah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi merupakan daerah dengan daya dukung kehidupan yang memadai. 
Subscribe ya!
Join gurugeografi on youtube!!
Kepadatan penduduk terdiri atas kepadatan aritmatik dan kepadatan agraris.
a. Kepadatan penduduk aritmatik merupakan jumlah rata-rata penduduk yang menempati wilayah seluas 1 km². Rumus kepadatan arimatik adalah sebagai berikut:
b. Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah rata-rata petani yang menempati tiap satuan luas lahan pertanian. Rumus kepadatan agraris adalah sebagai berikut:
Contoh penerapan:
Diketahui berdasarkan data kependudukan Jawa Barat tahun 2010 jumlah penduduk adalah 1.000.000 jiwa dan luas wilayah Jawa Barat adalah 100.000 km². Berapakah angka kepadatan penduduknya?

Jawab:
Kepadatan penduduk =  1.000.000/100.000
                                  = 10 jiwa per km²

Diketahui berdasarkan data kependudukan Jawa Tengah tahun 2010 jumlah penduduk yang berprofesi sebagai petani adalah 4.000.000 jiwa dan luas wilayah pertanian adalah 100.000 km². Berapakah angka kepadatan penduduk agararisnya?

Jawab:   
Kepadatan agraris      =  4.000.000/100.000
                                  = 40 petani per km²

Baca juga: 
Jenis-jenis gumuk pasir yang mempesona
11 jenis awan baru menurut WMO 
 
Aspek Penting Geografi

Aspek Penting Geografi

Banyak aspek yang dipelajari dalam geografi dan jika dikelompokkan maka geografi terdiri dari dua aspek yaitu aspek fisik dan aspk non fisik. Aspek fisik berkaitan dengan gejala yang bersifat alamiah sedangkan aspek non fisik merupakan gejala yang merupakan hasil budaya manusia. 

Akan tetapi geografi lebih memfokuskan pada gejala manusia karena manusia merupakan mahluk yang dominan di bumi. Berikut ini contoh aspek penting geografi:
Aspek Penting Geografi
Migrasi Manusia, pic: www.infometrics.co.nz
1. Pemukiman penduduk, menekankan pada wilayah perkotaan dan pedesaan. Pedesaan merupakan wilayah tempat tinggal yang penduduknya hidup dari kegiatan agraris. Sementara perkotaan merupakan wilayah konsentrasi penduduk yang hidupnya bukan bertumpu pada kegiatan agraris namun pada industri dan jasa.

2. Persebaran penduduk, memetakan persebaran penduduk dengan jelas, biasanya dengan bantuan foto udara dan citra satelit. Dari data tersebut dapat diketahui penyebab suatu wilayah lebih padat atau kurang padat dibandingkan wilayah lainnya. Contoh hasil yang didapat adalah wilayah lembah penduduknya lebih banyak dibanding pegunungan dan wilayah kota lebih padat dibanding pedesaan.

3. Kepadatan penduduk dinyatakan dengan jumlah penduduk per luas wilayah. Selain itu kepadatan penduduk dapat dinyatakan dalam perbandingan jumlah orang per luas tanah pertanian dan perbandingan jumlah orang yang hidup dari pertanian per luas tanah garapan.

4. Perubahan penduduk disebut juga pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi.

5. Migrasi penduduk, disebut juga gerakan atau perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain untuk menetap seccara permanen atau sementara. Jenis migrasi diantaranya komuter atau penduduk di pinggiran kita yang pindah untuk bekerja di kota setiap hari.

Selasa, November 29

Model Transisi Demografi

Model Transisi Demografi

Pertumbuhan penduduk di dunia kususnya negara maju mengalami suatu proses transisi. Dimulai pada 1700-an di Eropa, sesuatu yang luar biasa terjadi yaitu angka kematian menurun.  

Dahulu Eropa adalah benua yang berada dalam masa kegelapan atau dark age. Penduduk belum memiliki pola pikir yang rasional seperti sekarang.
 
Selepas itu di abad pertengahan munculah renaisans yang mengubah total peradaban Eropa. Tekologi dan iptek mulai berkembang.
 
Dengan teknologi baru di bidang pertanian dan produksi, dan kemajuan dalam kesehatan dan sanitasi, sejumlah besar orang hidup melalui tahun-tahun remaja mereka, meningkatkan harapan hidup rata-rata dan menciptakan trend baru bagi pertumbuhan penduduk. Inilah yang dinamakan transisi penduduk atau transisi demografi.

Baca juga:
Contoh soal studi kasus geografi di UN
Letak astronomis dan pembagian waktu
Faktor perbedaan warna tanah
Model Transisi Demografi
Fase Transisi Demografi, pic: www.markedbyteachers.com
Perubahan mendadak ini dibuat pergeseran dalam memahami hubungan antara kelahiran dan kematian, yang sampai saat itu telah baik relatif sama, terlepas dari lokasi. Selama 300 tahun terakhir, demografi penduduk terus berkembang sebagai hasil dari hubungan antara tingkat kelahiran dan kematian dalam suatu negara. 

Observasi dan dokumentasi fenomena global ini telah menghasilkan suatu Model Transisi Demografi, yang membantu menjelaskan dan memahami perubahan demografi penduduk. Baca juga: Geografi negara Perancis

Sekilas Model Transisi Demografi
Transisi Demografi merupakan suatu grafik berdasarkan tren populasi historis dua karakteristik demografi - angka kelahiran dan angka kematian - yang menunjukkan bahwa jumlah siklus laju pertumbuhan penduduk suatu negara melalui tahapan sebagai negara yang sedang berkembang dalam sisi ekonomi.

Setiap tahap ditandai dengan hubungan khusus antara angka kelahiran (jumlah kelahiran per tahun per seribu orang) dan tingkat kematian (jumlah kematian tahunan per seribu orang). Dalam model ini, sebuah negara akan maju dari waktu ke waktu dari satu tahap ke tahap berikutnya sebagai dampak dari kekuatan sosial dan ekonomi tertentu pada tingkat kelahiran dan kematian. 

Setiap negara dapat ditempatkan dalam fase transisi, tapi tidak setiap fase dilalui oleh setiap negara. Sebagai contoh, saat ini tidak ada negara di Tahap 1, juga tidak ada negara di Tahap 5, tapi potensi tetap ada di masa depan. Baca juga: Nilai kultural bangsa Indonesia

5 Fase Transisi Demografi
Dalam Tahap 1, yang diterapkan untuk sebagian besar negara dunia sebelum Revolusi Industri, baik tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang tinggi. Akibatnya, ukuran populasi tetap cukup konstan tetapi dapat memiliki kejadian utama seperti perang atau pandemi penyakit.

Dalam Tahap 2, pengenalan obat modern menurunkan angka kematian, terutama di kalangan anak-anak, sementara tingkat kelahiran tetap tinggi; hasilnya adalah pertumbuhan penduduk yang cepat. Banyak dari negara-negara berkembang saat ini di Tahap 2. Baca juga: Jenis-jenis lingkungan hidup

Pada Tahap 3, tingkat kelahiran secara bertahap menurun, biasanya sebagai akibat dari kondisi ekonomi membaik, peningkatan status perempuan, dan pengenalan kontrasepsi. Pertumbuhan penduduk yang terus terjadi, tetapi pada tingkat yang lebih rendah. Sebagian besar negara-negara berkembang di Tahap 3.

Pada Tahap 4, tingkat kelahiran dan kematian keduanya rendah, menstabilkan populasi. Negara-negara ini cenderung memiliki ekonomi kuat, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, kesehatan yang lebih baik, proporsi yang lebih tinggi dari perempuan yang bekerja, dan tingkat kesuburan stagnan sekitar dua anak per wanita. Sebagian besar negara-negara maju dalam Tahap 4. Baca juga: Zero population dan kemakmuran

Kemungkinan Tahap 5 akan mencakup negara-negara di mana tingkat kesuburan telah jatuh jauh di bawah tingkat penggantian (2 anak) dan penduduk lanjut usia lebih besar daripada populasi muda seperti Jepang, Jerman dan Italia. Indonesia sekarang berada di mana ya?.


Baca juga:
Kumpulan rumus hitung bab peta dan pemetaan 
Fenomena permafrost, tanah membeku  
 

Minggu, November 27

3 Indikator Kualitas Hidup Manusia

3 Indikator Kualitas Hidup Manusia

Dalam hidup ini tentu manusia ingin punya segala hal mulai dari uang, rumah, pendidikan dan lainnya. Indikator yang digunkan untuk mengukur kualitas hidup manusia minimal ada 3 yaitu:

Baca juga:
Contoh soal studi kasus geografi di UN
Potensi fisik Indonesia kaitannya dengan pembangunan

1. Kesehatan
Kesehatan merupakan aset manusia yang paling berharga dan merupakan kebutuhan dasar yang paling penting. Tingkat kesehatan manusia dipengaruhi oleh faktor berikut:
a. Fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis dan fasilitas sosial lainnya.
b. Tingkat kesadaran penduduknya akan pentingnya kesehatan seperti lingkungan yang sehat dan makanan yang bergizi.

Indikator tingkat kesehatan penduduk di suatu negara dapat dilihat dari angka kematian kasar, angka kematian bayi dan anak-anak, serta rasio/usia harapan hidup. Penduduk yang sejahtera rata-rata memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibanding yang tidak sejahtera. Tingkat kesehatan di negara berkembang masih belum sebaik di negara maju.
3 Indikator Kualitas Hidup Manusia
Indikator Kualitas Hidup, 
pic:http://alternative-doctor.com
2. Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat berdampak pada kualitas atau kesejahteraan hidupnya. Penduduk yang berpendidikan tingi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan profesi dengan penghasilan lebih layak, lebih memahami arti kesehatan dan lebih matang dalam kesehatan mental psikologi. Dengan demikian pendidikan merupakan aset hidup manusia dan penting untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

Baca juga: 
Jenis-Jenis Proyeksi Peta 
Sistem klasifikasi tanah menurut IPB

3. Profesi dan Pendapatan
Tingkat pendidikan sangat berkorelasi dengan kualitas tenaga kerja. Tenaga kerja yang berpendidikan dan memiliki skill mumpuni akan mendapatkan posisi yang bagus di lingkungan kerjanya. 

Penduduk yang memiliki jenjang pendidikan tinggi lebih berkesempatan lebih besar untuk memilih pekerjaan yang baik dibanding penduduk yang tidak memiliki pendidikan tinggi. Memang ada para pengusaha yang berhasil hanya dengan bermodal ijash SMA/SMP bahkan SD sekalipun. 

Namun tentunya di era globalisasi saat ini, pendidikan yang baik menjadi modal utama dalam berbisnis, tidak seperti zaman dahulu. Pendidikan tinggi identik dengan penghasilan yang tinggi pula. 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close