News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kependudukan. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 21

Pengertian Bonus Demografi dan Dampaknya

Pengertian Bonus Demografi dan Dampaknya

Apa kamu rasakan jika mendapatkan bonus uang atau hadiah misalnya?. Tentu merasa senang bukan?. Tapi bagaimana jika bonus tersebut dalam wujud yang lain. 

Kali ini kita akan sedikit membahas tentang bonus demografi. Bonus demografi ialah suatu istilah kependudukan untuk menggambarkan melimpahnya penduduk usia produktif.

Menurut data sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 230 juta lebih. Dengan melihat struktur piramida penduduk Indonesia saat ini maka pemerintah memberikan suatu istilah yang dinamakan bonus demografi. 

Banyaknya jumlah penduduk produktif ini pada dasarnya merupakan modal dasar bagi pembangunan Indonesia secara kuantitas. Baca juga: Pola musim ujan dan kemarau Indonesia

Dirahapkan potensi-potensi terbaik dari penduduk Indonesia bisa dioptimalkan untuk menyongsong tahun emas 2045 atau hari kemerdekaan Indonesia ke 100. Kita harus optimis dapat menjadi negara maju di tahun 2045. 

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya bonus demografi ini benar-benar menjadi bonus yang menguntungkan bukan merugikan.
Bonus Demografi Ancaman Indonesia
Pemerataan penduduk di Indonesia belum tercapai
Kuantitas harus diimbangi dengan kualitas dan persebaran yang merata. Saat ini pembangunan di luar Jawa sudah mulai dikebut dan tidak berpusat di Jawa saja. Hal ini tentu akan mendorong lahirnya pusat pertumbuhan baru. 

Penduduk diharapkan tidak hanya mengincar Jakarta dan sekitarnya sebagai tempat mencari kehidupan dan penghidupan. 

Mentalitas penduduk yang merugikan juga harus dihilangkan seperti buang sampah sembarangan, hujat menghujat, korupsi dan lainnya. Kualitas sumber daya manusia adalah yang terpenting dalam percepatan pembangunan wilayah di Indonesia.

Pendidikan yang baik dan merata di semua daerah menjadi prioritas untuk membangun sumber daya yang unggul dan handal di semua daerah. Baca juga: Teknik interpretasi citra inderaja

Menurut Bank Dunia, saat ini Indonesia sudah memasuki era negara Industri jadi beberapa tahun yang akan datang pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sejajar dengan Cina, India dan Amerika. 

Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia hingga saat ini belum dimaksimalkan dengan baik untuk pembangunan. Banyak sumber daya terbarukan yang belum dikelola seperti panas bumi atau angin misalnya. 

Padahal Indonesia punya barisan gunung api terbanyak di dunia dan hal ini menjadi sumber energi yang sangat besar. 

Ketergantungan produk impor juga masih menjadi tantangan pemerintah. Kemandirian negara masih terus dicoba ditingkatkan agar tidak terlalu banyak mengimpor dari negara luar. Produk-produk kreatif harus banyak dimunculkan untuk meningkatkan daya saing dengna negara lain. 

Selasa, Maret 21

Rumus Hitung Sex Ratio dan Dependency Ratio

Rumus Hitung Sex Ratio dan Dependency Ratio

Dalam pelajaran geografi, menghitung sex ratio dan dependency ratio adalah satu materi penting di kelas XI.
 
Sex ratio merupakan angka yang menunjukkan perbandingan jumlah lakik-laki  dengan perempuan dalam suatu wilayah. 

Sementara dependency ratio merupakan angka yang menunjukkan beban ketergantungan penduduk usia produktif terhadap penduduk usia non produktif di satu wilayah.
 
Data yang dibutuhkan untuk menghitung sex ratio dan dependency ratio adalah jumlah penduduk per rentang usia dan jenis kelamin. 
 
SR dan DR ini dapat digunakan untuk menganalisa struktur penduduk suatu wilayah sehingga bida dibuat untuk merencanakan kebijakan di masa depan.  
 
Rumus Sex Ratio
Contoh kasus:
Di Kabupaten Culamega jumlah penduduk laki-laki berjumlah 500.000 jiwa sementara jumlah penduduk perempuan 400.000 jiwa. Berapakah Sex Ratio di daerah tersebut?

500.000 x 100 = 125, artinya ada 125 laki-laki per 100 perempuan.
400.000
Rumus Dependency Ratio
 
Di Kota Depok diketahui jumlah penduduk usia 0-14 tahun adalah 10.000 jiwa, penduduk usia 15-64 tahun adalah 20.000 jiwa dan penduduk diatas 64 tahun 5.000 jiwa. Berapakah angka ketergantungannya?

10.000 + 5.000 x 100 = 75
      20.000 

Jadi setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 75 orang penduduk non produktif.

Senin, Maret 13

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Proyeksi penduduk merupakan metode hitung prediksi jumlah penduduk di masa depan berdaarkan kondisi saat ini dengna kondisi sebelumnya. Mengapa diperlukan proyeksi penduduk?. 

Karena dengan menghitung prediksi tersebut maka pemerintah bisa membuat rancangan dan strategi pembangunan sesuai dengan prediksi kondisi yang sekiranya akan terjadi di masa depan. 

Baca juga:
Klasifikasi iklim Koopen dan cirinya
Ciri tanah laterit dan penggunaannya

Model yang banyak digunakan saat ini untuk menghitung proyeksi penduduk adalah dengan model matematika geometrik dan aritmatik. Faktor utama dari adanya dinamika populasi penduduk adalah kelahiran, kematian dan migrasi. Gambar: eoi.es
Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik
Proyeksi Penduduk Dunia
Rumus Proyeksi Penduduk Aritmatik
Dalam metode proyeksi ini, asumsinya adalah angka pertumbuhan penduduk dalam durasi waktu tertentu tetap konstan. Misalnya kenaikan populasi 20% di tahun 2010 akan sama 20% pada tahun 2020 juga. Dalam metode ini kita mengasumsikan garis lurus hubungan antara populasi dengan waktu. Baca juga: Simbol dan warna peta

Pt = P + b.t

Keterangan
Pt = Proyeksi penduduk di masa depan
P  =  Penduduk tahun awal
b  = angka pertumbuhan penduduk tahunan
t   = waktu/periode

Rumus Proyeksi Penduduk Geometrik
Dalam metode proyeksi ini, pertumbuhan penduduk diasumsikan mengikuti deret geometri. Pertumbuhan diasumsikan konstan untuk jangka waktu tertentu.

Pn = Po (1+r)⒩

Pn  = Proyeksi penduduk tahun tertentu
Po  = Penduduk awal tahun
1    = konstanta
r     = angka pertumbuhan penduduk
n    = rentang tahun

Contoh kasus:
Di tahun 2000, jumlah populasi penduduk Bandung 20 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk tahunan 4%. Berapa proyeksi penduduk Bandung di tahun 2002?
Pn = Po (1+r)⒩
      = 20 juta (1+4 %)²
      = 20 juta (1+0.04)²
      = 21,632 juta

Proyeksi penduduk penting untuk jangka waktu singkat atau panjang dengan kondisi ekonomi statis. Saat ekonomi dinamis, kondisi sosial berubah, tatanan politik berubah maka proyeksi penduduk bisa berubah pula dan tidak akurat. 

Pravin Visaria telah membuktikan bahwa semua proyeksi tahun 1961 tentang India dan Pakistan salah. Artinya banyak faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan penduduk sebuah negara. Baca juga: Fenomena bonus demografi dan dampaknya
 
Jangan lupa dukung chanel guru geografi di youtube berikut ini!. Like dan share videonya ya!.

Jumat, Maret 10

Teori Malthus Tentang Kependudukan

Teori Malthus Tentang Kependudukan

Robert Thomas Malthus (1766-1834) merupakan tokoh peletak dasar ilmu kependudukan atau demografi. Sebagai bagian dari studi kependudukan, buku Malthus sangat monumental dalam perkembangan studi kependudukan. Karya Malthus yang paling terkenal adalah Principle of Population pada 1798.

Pada awalnya teori Malthus banyak dikagumi karena teori-teorinya sangat sesuai dengan pertumbuhan penduduk serta pertumbuhan makanan namun pada akhirnya teori Malthus mengundang kritik yang cukup tajam di kalangan para tokoh kependudukan karena ia kurang memerhatikan kemajuan dunia industri. 

Pemikran Malthus merumuskan dua postulat dalam perkembangan kehidupan manusia yaitu:
- Kebutuhan pangan dibutuhkan untuk hidup manusia.
- Kebutuhan nafsu seksual antar jenis kelamin dan akan tetap sepanjang masa.

Atas dasar anggapan dasar di atas, Malthus memprediksi jika tidak ada pengekangan yang ketat maka akan ada kecenderungan pertumbuhan penduduk akan lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan bahan pangan. 

Malthus memprediksi pertambahan penduduk seperti deret ukur sedangkan pertumbuhan bahan pangan seperti deret hitung. Baca juga: Teknik memperbesar dna memperkecil peta

Malthus dalam bukunya "essay on the Principle of population" mengemukakan beberapa proporsi tentang penduduk yaitu:
a. penduduk biasanya selalu mengalami kesulitan hidup.
b. penduduk sentantiasa akan bertambah banyak bila sarana kehidupan meningkat kecuali bila ada hambatan tertentu.
c. rintangan tersebut sangat berpengaruh pada sarana kehidupan.
Teori Malthus Tentang Kependudukan
Populasi Manusia Semakin Meningkat
Rintangan tersebut dapat dikelompokkan sebagai pengekangan moral, kejahatan dan kesengsaraan. Dua kategori rintangan hidup adalah:
a. Rintangan prefentif, merupakan rintangan yang bersifat sukarela seperti penundaan perkawinan, pencegahan kehamilan dan hubundan seks di luar nikah.
b. Rintangan positif, merupakan rintangan yang bersifat kelompok pada masyarakat seperti wabah penyakit, bencana alam, kelaparan dan perang.

Malthus dalam memprediksi pertumbuhan penduduk sangat dipengaruhi oleh sumber alam yang dapat menghidupi manusia. Dikhawatirkan bahwa suatu saat sumber daya alam tidak mampu memberikan kehidupan bagi manusia. Ia kurang memprediksi terhadap kemampuan manusia dalam mengembangkan ilmu dan teknologinya sehingga Malthus sering dikatakan aliran pesimistis.

Keuntungan Teori Malthus. Mengkaji teori Malthus dalam memprediksi pertumbuhan penduduk sebagai peringaran pada manusia bahwa manusia harus dapat menghemat penggunaan sumber daya alam dan memanfaatkannya dengan memerhatikan kelestarian agar hasil dominan dari sumber daya alam dapat ditingkatkan dengan menjaga kelestarian lingkungannya.

Kerugiannya Teori Malthus tidak memprediksi kemampuan manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penopang kehidupan. Dikhawatirkan manusia dengan kemampuan IPTEK manusia dapat mengolah bahan pangan dengan berbagai metode modern.

Selasa, Maret 7

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Jumlah manusia semakin hari semakin bertambah banyak, namun apakah pertambahan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia?. 
 
Hingga kini sudah banyak model pengukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup manusia. 

Kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai indikator yang umum digunakan dalam mengukur kualitas hidup manusia secara kuantitatif yaitu Human Development Index (HDI) dan Index Gini.
 
HDI atau Indeks Pembangunan Manusia adalah sebuah model statistik yang digunakan untuk mengukur angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi penduduk sebuah negara. 
 
HDI biasa digunakan untuk menggolongkan sebuah negara ke dalam negara maju, berkembang atau terbelakang. 

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015
Tahap-tahap pembentukkan fosil pada batuan

HDI juga digunakan untuk mengukur sejauhmana pengaruh kebijakan ekonomi terhadap peningkatan kualitas hidup suatu penduduk. HDI dapat menganalisa bagaimana dua negara dengan level pendapatan sama namun menghasilkan pembangunan manusia yang berbeda. 

Hal ini dapat menjadi kritik atas prioritas kebijakan pemerintah. Ada setidaknya tiga dimensi pembangunan manusia yang dapat diukur yaitu: Kesehatan, Pendidikan dan Standar Hidup. Gambar: economicshelp.org, blogs.lclark.edu
Peringkat HDI negara dunia
Dimensi kesehatan dinilai dengan harapan hidup saat lahir, dimensi pendidikan diukur dengan rata-rata tahun sekolah untuk penduduk dewasa berusia 25 tahun lebih serta tahun usia masuk sekolah pada tingkat anak-anak. 

Standar dimensi hidup diukur melalui pendapatan nasional bruto per kapita. Skor untuk tiga indeks HDI kemudian dikumpukan menjadi satu indeks komposit menggunakan rata-rata geometris. Baca juga: Konsep lokasi absolut dan relatif

Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2012, menunjukkan negara dengan HDI tertinggi dipegang oleh Norwegia dengan angka indeks 0.955 sementara Indonesia berada di peringkat 121 dengan skor 0.624. 

Jenis parameter lain untuk melihat perkembangan suatu negara adalah Indeks Gini. Indeks Gini merupakan pengukuran distribusi pendapatan penduduk suatu negara. Nominal angka berkisar antara 0 dan 1 didasarkan pada pendapatan bersih warga, membantu melihat kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin.

 Angka 0 menunjukkan kesetaraan sempurna sementara 1 menandakan kesenjangan sempurna. Perhitungan Indeks Gini dinyatakan dalam persentase yang disebut dengan Koefisien Gini. Baca juga: Zero population dan kemakmuran

Koefisien Gini sangat penting untuk menganalisa kemiskinan relatif dalam suatu negara . Negara kaya dan negara miskin bisa memiliki indeks Gini sama selama distribusi pendapatan negara mereka sama. 

Koefisien Gini sering digambarkan secara grafik sebagai daerah antara kurva Lorenz dan garis keseimbangan. Indeks Gini dunia pada tahun 2016 berada di angka 0.52 mengalami penurunan daripada awal tahun 2000 di angka 0.545. 

Negara-negara Eropa seperti Denmark, Slovenia dan Ukraina memiliki distribusi pendapatan yang merata dengan koefisien dibawah 0.25. 
Sebaran Index Gini di dunia

Kamis, Februari 16

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Penduduk dunia saat ini semakin pesat dan akan terus bertambah seiring majunya peradaban. Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah populasi dunia saat ini menyentuh angka 7 Milyar jiwa. 

Pencatatan mengenai pertumbuhan manusia mulai ada di tahun 1650 an. Menurut sejarahnya ada lima fase perkembangan populasi di dunia.
Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu
Pertumbuhan Penduduk Dunia Masa ke Masa
Periode 1650 - 1800
Pada masa ini diperkirakan populasi dunia sekitar 900 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 0.4% per tahun. Ciri pada periode ini antara lain: mulai berkembangnya teknik pertanian, pabrik-pabrik mulai dibangun dengan teknologi sederhana, sarana dan prasarana transportasi mulai dibangun dan kondisi politik negara-negara di dunia relatif stabil

Periode 1800 - 1850
Dalam masa ini, populasi duni tumbuh sekitar 33% dan ditandai dengan kejadian berikut: meningkatnya tatanan politik dan ekonomi negara, kesadaran akan lingkungan mulai membaik sehingga tingkat kesehatan meningkat, mulai dikembangkannya program keluarga berencana.

Periode 1850 - 1900
Fase ini memiliki ciri: mulai dilakukannya sensus penduduk di negara Eropa, peningkatan produktifitas manusia karena perkembangan IPTEK, fertilitas di berbagai negara mulai menurun.

Periode 1900 - 1930
Pada masa ini. Perang Dunia I berkecamuk dan pola perkembangan penduduk dunia dibagi kedalam 3 zona yaitu:
- wilayah Amerika Serikat dan Eropa Barat pertumbuhan populasi mulai terkendali.
- wilayah Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin dan Jepang, angka pertumbuhan penduduknya masih tinggi.
- wilayah diluar zona tadi pertumbuhan penduduknya tidak terkendali.

Periode 1930 - sekarang
Masa ini merupakan periode ledakan penduduk dunia. Mengapa demikian?. Berikut faktor nya:
- masa perang dunia berakhir
- pelayanan kesehatan pendidikan meningkat
- penemuan obat dan antibiotik
- teknologi semakin pesat berkembang
- tingkat kesejahteraan meningkat
- berbagai makanan minuman baru banyak ditemukan
 
Gambar: econosystemics.com

Minggu, Januari 29

Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registrasi

Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registrasi

Sumber data demografi adalah sensus, sistem registrasi kejadian vital, registrasi penduduk, survey terbatas dan survey penduduk berdasarkan sampel. 
 
Dari semua sumber data dmeografi, sensus merupakan sumber data yang sangat penting dan menyeluruh karena dengan data sensus penduduk akan diperoleh informasi yang sangat akurat dan berguna bagi berbagai kebijakan pemerintah.

Sensus penduduk secara nasional dan internasional dilakukan setiap 10 tahun sekali, ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang cukup valid sedangkan diantara sensus sering dilakukan survei berdasarkan kebutuhan atau dilakukan SUPAS (Sensus Penduduk Antar Sensus) dan biasanya dilakukan 5 tahun setelah senus dilakukan.
 
Sensus Penduduk
Sensus penduduk negara di dunai tidak sama waktu penyelenggaraannya, ini disebabkan oleh kondisi negara yang bersangkutan yang berkaitan dengan aspek keamanan, ketersediaan dana dan lainnya. 

Contoh, sensus penduduk pertama kali dilakukan di Kanada tahun 1666 di Quebec. Swedia memulai sensus pada 1749, AS tahun 1970 dan Inggris tahun 1801. Sensus yang dilakukan di Inggris membawa pengaruh ke Indonesia khususnya di Jawa yang turut melakukan sensus pada zaman kolonial yang dikenal dengan Sensus Raffles pda tahun 1905.

Sampai tahun 1953 di dunia yang melakukan sensus penduduk baru mencapai 41 negara dan baru pada 1960 90% negara di dunia melakukan sensus penduduk. Indonesia melakukan sensus penduduk pada tahun 1905 dengan maksud menentukan pembayaran pajak dari rakyat Indonesia ke pemerintah kolonial Belanda. Setelah itu sensus dilakukan 10 tahun sekali.

Sensus secara menyeluruh untuk negara Indonesia pada 1930 dengan metode de facto untuk kepentingan pembangunan dan kebijakan pemerintah Belanda. Setelah itu tidak ada lagi sensus sampai kemerdekaan dan dimulai lagi pada tahun 1960.
Sumber Data Demografi: Sensus, Survey dan Registra
Survey Penduduk
Survei Penduduk
Keterbatasan dana menjadi alasan utama untuk melakukann sensus secara berkesinambungan dan akurat sementara data kependudukan sangat dibutuhkan dengan cepat dan dengan tingkat validitas yang cukup tinggi maka survei penduduk dilakukan baik secara menyeluruh atau sampel. 

Sampel penduduk sering dilakukan sesuai dengan kebutuhan kebijakan dan pembangunan suatu negara seperti yang sering dilakukan pemerintah yaitu survey kepuasan pelayanan sosial, survey tempat tinggal dan lainnya.

Survei demografi bisa dikelompokkan ke dalam 3 tipe yaitu:
1. Survei betahap tunggal 
2. Survei betahap ganda
3. Survei bertipe kombinasi

Registrasi
Registrasi merupakan pencatatan penduduk yang dilakukan oleh petugas atau kesadaran sendiri penduduk untuk mencatatkan diri kepada petugas di kantor atau dinas yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Kelengkapan regstrasi penduduk di kantor yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelurahan sangat tergantung pada tingkat kesadaran penduduk untuk melakukan registrasi penduduk. Hal yang harus di registrasi oleh penduduk dengan kesadaran sendiri diantaranya:
1. Pembuatan KTP
2. Pembuatan Akta Kelahiran
3. Pembuatan Akta Kematian
4. Pembuatan Kartu Kuning
5. Pembuatan Akta Nikah
 
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia
 
Gambar: webblogkkn.unsyiah.ac.id

Rabu, Januari 25

Baby Boom Indonesia Tahun 1950an

Baby Boom Indonesia Tahun 1950an

Ada yang tahu jumlah penduduk Indonesia saat ini?. Angkanya sudah diatas 250 juta jiwa dan ini terus bertambah setiap tahun. 
 
Angka tersebut membuat Indonesia berada di rangking keempat dari jumlah populasi dunia dibawah Cina, India dan AS. Tapi tahukah kamu sejak kapan sih populasi di Indonesia itu melesat tajam?.

Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945, sebenarnya jumlah penduduk itu masih sangat jarang. Pertumbuhan penduduk mulai terjadi setelah kemerdekaan yatu tahun 1950 yang dikenal dengan istilah Baby Boom. Apa faktor penyebab Baby Boom tersebut?.

Pada tahun 1950an, tentu Indonesia sebagai sebuah negara baru berusia muda. Berbagai usaha untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain pun dilakukan. 
 
Jadi pada masa tersebut Indonesia fokus dalam upaya memertahankan kemerdekaan sehingga masalah kependudukan seperti menekan angka kelahiran belum menjadi prioritas. 

Justru kita lebih butuh pasukan alias bibit manusia Indonesia untuk menguatkan negara, bukan?. Keadaan politik masa itu juga masih belum baik ditambah invasi militer Belanda masih terjadi agar kemerdekaan Indonesia dibatalkan.

Faktor lainnya adalah soal ideologi. Masyarakat Indonesia masa itu masih tergolong tradisional yang menganggap banyak anak berarti banyak rezeki sehingga keluarga yang belum mapan pun masih terus menambah anak.
Baby Boom Indonesia Tahun 1950an
Pergerakan Populasi Indonesia
Lahan-lahan pada masa kemerdekaan masih sangat luas. Kebun-kebun terhampar dengan penduduk masih jarang. 
 
Kamu tanya kakek kamu di desa, punya lahan berapa hektar dari dulu?. Orang yang hidup jaman dulu tidak pusing memiliki lahan, beda halnya saat ini yang susah dan mahal. 

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia ternyata masih terjadi hingga saat ini namun hanya bisa diperkecil beberapa persen di angak 1,5-2% per tahun. 
 
Program KB di beberapa lokasi bisa berhasil namun di daerah lain belum tentu. Sebenarnya jika disebar ke semua pulua, jumlah lahan dengan penduduk saat ini masih mencukupi. 

Hanya saja penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di daerah padat seperti perkotaan, Jawa khususnya. Faktor ekonomi menjadi faktor utama dalam pola sebaran penduduk di Indonesia.

Itulah sebab Baby Boom terjadi di Indonesia dan pemerintah nampaknya harus mengatur petumbuhan dan persebaran penduduk agar merata. Ketimpangan akan terjadi jika jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan.
 
Baca juga: Rumus proyeksi penduduk

Gambar: tradingeconomics.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close