Guru Geografi: Konsep Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 21

Konsep Geografi Terkait Fenomena Virus Covid 19

Konsep Geografi Terkait Fenomena Virus Covid 19

Pandemi virus Covid 19 atau corona sudah satu tahun lebih melanda dunia dan membuat aktivitas manusia terbatas. Virus ini pertamakali terdeteksi di Wuhan Cina dan dalam beberapa hitungan hari, minggu dan bulan sudah cepat menyebar ke seluruh dunia.

Lantas kenapa sih virus Covid ini gak selesai-selesai, malah muncul varian-varian aneh sehingga penyebarannya malah makin parah?.

Mungkin fenomena ini bisa dianalisa dalam perspektif konsep geografi. Apa saja analisa geografis yang mempengaruhi virus Covid ini cepat menyebar?.

1. Interaksi
Pertama, virus covid ini berkaitan erat dengan konsep interaksi dalam ruang. Di era globalisasi seperti sekarang semua negara melakukan interaksi yang cepat seperti kegiatan ekspor-impor, pertukaran pekerja, event olahraga, wisata dan lainnya.
 
Interaksi dalam ruang inilah yang menyebabkan virus cepat berpindah dari satu manusia ke manusia lainnya dalam lintas regional. Interaksi wilayah itu sangat penting di era globalisasi seperti saat ini, namun dalam hal wabah virus, peningkatan interaksi wilayah ini sama dengan mempercepat dan memperluas penyebaran virus.

Jaman dahulu seperti di jaman nabi misalnya, untuk melockdown suatu wilayah tentu sangat mudah karena pintu masuk kota paling cuma satu atau dua. Sekarang melockdown wilayah memang agak susah apalagi negara kepulauan yang pintu masuknya bisa bandara, pelabuhan dan darat.

2. Aglomerasi
Yang kedua adalah aglomerasi atau pemusatan kegiatan yang menyebabkan virus Covid ini cepat menyebar. Manusia apalagi rakyat Indonesia itu gak betah lama-lama sendiri, lebih senang berkumpul, ngopi, nongkrong dll.

Inilah yang membuat penyebaran virus cepat dan tidak terkendali. Beberapa kegiatan yang menimbulkan aglomerasi seperti pasar, hajatan, rapat adalah sebab transmisi virus. Aglomerasi membuat jarak antar individu menjadi dekat sehingga virus cepat berpindah lokasi.
Covid terkait globalisasi
3. Pola
Pola penyebaran virus Covid di beberapa negara berbeda-beda, di Indonesia sendiri pola sebaran virus kini memasuki puncak kedua. Apakah hal ini pengaruh perubahan musim atau apa kita orang awan kurang mengetahui detail perilaku virus tersebut.

Dengan memahami pola puncak sebaran virus, mungkin kita bisa memprediksi kapan virus ini akan turun dan naik lagi di kemudian hari untuk menentukan kebijakan yang tepat. Perencanaan yang baik akan membuat pengendalian virus semakin baik pula dan tidak memakan banyak korban.

Selasa, Februari 9

10 Konsep Geografi dan Penerapan Dalam Kehidupan

10 Konsep Geografi dan Penerapan Dalam Kehidupan

Dalam memahami sebuah ilmu tentunya kita memerlukan konsep-konsep penting yang ada di dalamnya. Sama halnya dengan geografi yang merupakan ilmu yang komprehensif.

Geografi pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geogsfer ditinjau dari sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan (Ikatan Geograf Indonesia).

Ahli geografi Indonesia sudah merumuskan 10 konsep dasar geografi yang dapat dijadikan pedoman dalam memahami dan mengkaji fenomena geosfer.

1. Konsep Lokasi
Lokasi terbagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut dilihat dari posisi astronomis lintang dan bujur atau bisa juga posisi alamat yang pasti.

Contoh penerapan konsep lokasi absolut:
- Indonesia terletak diantara 6 ⁰LU - 11⁰ LS dan 95⁰BT - 141⁰BT.
- Rumah saya terletak di Jl. Bakung 12 Kelurahan Sambirejo.

Lokasi relatif adalah lokasi yang dilihat dari sisi keadaan lingkungan sekitar, oleh sebab itu disebut relatif.

Contoh penerapan konsep lokasi relatif:
- Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua.
- Rumah saya dekat ke stasiun tapi jauh ke bandara.

2. Konsep Jarak
Jarak pada dasarnya adalah panjang lintasan antara dua objek. Dalam geografi terdapat dua konsep jarak yaitu jarak absolut dan jarak relatif.

Jarak absolut adalah jarak yang diukur dengan satuan panjang matematis, contohnya: Saya mudik dari Jakarta ke Bandung menempuh jarak 200 km.

Jarak relatif adalah jarak yang diukur oleh satuan waktu tempuh, contohnya: Saya mudik dari Bandung ke Banjar dengan kereta api menempuh jarak 3 jam perjalanan.

3. Keterjangkauan
Kondisi geografis permukaan bumi berbeda-beda sehingga keterjangkauan tempat berbeda-beda. Contoh penerapan konsep keterjangkauan: Pengiriman bantuan logistik untuk korban banjir di Manado terhambat karena jembatan penghubung yang terputus.

4. Morfologi
Morfologi dapat diartikan sebagai bentuk atau relief permukaan bumi yang dihasilkan dari pengaruh gaya endogen dan eksogen. Contoh penerapan konsep morfologi: Kota Bandung berada di wilayah dataran tinggi dengan rata-rata ketinggian 500 mdpl.

5. Pola
Pola adalah suatu susunan bentuk objek di permukaan bumi yang bisa berupa pola alam atau pola budaya (hasil aktifitas manusia). Contoh konsep pola adalah: Pemukiman Kampung Naga cenderung memusat di suatu lembah.

6. Aglomerasi
Aglomerasi adalah gejala pemusatan kegiatan dalam ruang permukaan bumi yang biasanya diakibatkan oleh aktifitas manusia. Contohnya penerapan konsep aglomerasi: Kantor-kantor pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya berada di Kecamatan Singaparna.
 
7. Interaksi
Interaksi adalah hubungan timbal balik antar wilayah di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya permintaan dan penawaran. Interaksi wilayah dipengaruhi faktor perbedaan sumber daya alam dan kebijakan politik.

Contoh penerapan konsep interaksi:
- Indonesia mengekspor batubara ke Jepang dan Jepang mengekspor alat elektronik ke Indonesia.
- Desa mengirim bahan makanan ke kota.

8. Nilai Guna
Nilai guna suatu lokasi atau tempat di permukaan bumi bersifat relatif. Manusia bisa mengurangi nilai guna suatu lokasi atau bisa juga menambah nilai guna tempat dengan rekayasa teknologi.
 
Contoh penerapan konspe nilai guna:
-  Pulau Bali menjadi destinasi wisata kelas dunia karena keindahan alam dan budayanya.
-  Bekas tambang tebing breksi di Yogyakarta dipugar untuk dijadikan tempat wisata.

9. Diferensiasi
Diferensiasi adalah perbedaan antara wilayah di permukaan bumi. Perbedaan wilayah disebabkan oleh faktor pembentuk ruang yang berbeda. 

Contoh penerapan konsep diferensiasi area:
- Kota Bandung berada di dataran tinggi sementara kota Cirebon berada di dataran rendah.
- Wilayah Indonesia beriklim tropis sementara wilayah Jepang beriklim sedang.
 
10. Asosiasi 
Asosiasi adalah keterkaitan elemen-elemen pembentuk ruang. Keterkaitan ruang ini membuat suatu wilayah memiliki ciri khas tertentu. Keterkaitan ini bisa antara kondisi fisik dengan fisik atau kondisi fisik dengan sosial.

Contoh konsep asosiasi:
- Indonesia berada di zona ring of fire Pasifik sehingga rawan bencana geologi.
- Wilayah Dieng berada di dataran tinggi sehingga masyarakatnya cenderung berprofesi sebagai petani sayuran.

Penerapan konsep geografi

Kamis, November 19

Pendekatan Keruangan (Spasial) Khas Geografi

Pendekatan Keruangan (Spasial) Khas Geografi

Kalau kita belajar geografi pasti akan ketemu dengan istilah pendekatan keruangan atau spatial approach. Banyak siswa yang seringkali bingung bagaimana cara memahami pendekatan khas geografi tersebut.

Jadi pada geografi terpadu, untuk mendekati dan memahami berbagai permasalahan geosfer maka dibutuhkan suatu pendekatan. 

Dalam geografi yang dimaksud pendekatan adalah cara pandang tentang sebuah fenomena, fakta atau masalah atau suatu cara mengembangkan kebijakan dalam memanfaatkan ruang dan wilayah.

Dalam geografi dikenal 3 pendekatan yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Kita akan bahas dulu tentang pendekatan keruangan.

Pendekatan keruangan adalah pendekatan khas geografi. Pendekatan keruangan harus berdasarkan pada prinsip yang berlaku yaitu distribusi, interelasi dan deskripsi.

Pendekatan keruangan terbagi menjadi pendekatan topik, aktifitas manusia dan pendekatan regional.

1. Pendekatan Topik
Jika kita melakukan suatu studi geografi maka kita bisa memulai dari topik utama yang menjadi perhatian kita. Kita dapat memilih fenomena pada tiap lapisan geosfer. 

Ambil contoh kita akan melakukan studi antroposfer terkait kepadatan penduduk. Maka yang menjadi perhatian kita adalah tentang hal-hal yang bisa dikaji seputar kepadatan penduduk.

Kita bisa mengungkap faktor, sebaran, interelasi kepadatan penduduk terhadap fenomena lainnya. Hal in menunjukkan bahwa kita bisa mengupas dan mengkaji fenomena kepadatan penduduk secara mendalam.

Bagian penting dalam pendekatan topik dalam geografi adalah tidak boleh dilepaskan kaitan antara ruang dengan topik yang akan kita dekati dan analisa. Keberadaan faktor manusia dan keadaan lingkungan fisik tidak bisa dipisahkan.

Dengan berlandaskan keruangan, kita bisa mengungkapkan fenomena kepadatan penduduk pada suatu wilayah dan bisa dibandingkan dengan gejala serupa di wilayah lainnya.
Memahami ruang untuk beraktifitas
2. Pendekatan Aktifitas Manusia
Pendekatan keruangan yang kedua diarahkan pada aktifitas manusia. Pertanyaan utama pada pendekatan ini adalah berkeaitan dengan kegiatan penduduk pada suatu wilayah yang bersangkutan.

Manusia adalah mahluk dominan dalam ekosistem. Kita bisa mengkaji sebaran aktifitas manusia dan interelasinya dengan berbagai kondisi dalam ruang seperti kesuburan tanah, hidrologi, transportasi, budaya, ekonomi, tata guna lahan dan lainnya.

Jadi manusia menjadi pusat aktifitas di permukaan bumi. Aktifitas tersebut akan memicu perubahan struktur ruang yang telah ada atau bahkan manusia dapat merusak struktur ruang yang telah dibangun sebelumnya oleh gaya endogen dan eksogen.
 
3. Pendekatan Regional
Region adalah elemen penting pada geografi. Dalam studi geografi pendekatan regional mengacu pada wadah atau ruang fenomena tersebut terjadi.

Akan ada batas-batas wilayah yang menjadi perhatian terkait sebuah fenomena, misalkan kepadatan penduduk. Wilayah-wilayah kepadatan penduduk tinggi atau rendah dapat dilihat sebarannya.

Berdasarkan sebarannya maka kita bisa mengungkapkan sebab terjadinya kepadatan penduduk di wilayah yang bersangkutan. Selanjutnya kita bisa mengungkap interelasi dan interaksi antara kepdatan penduduk dengan gejala lain pada wilayah yang sama.

Analisa keruangan pada dasarnya mempelajari perbedaan lokasi berkaitan dengan sifat penting elemen pembentuk ruang.

Ahli geografi akan menanyakan faktor-faktor yang menguasai pola persebaran dan bagaimana pola tersebut dapat dirubah agar sebarannya lebih efisien dan wajar. Pada pendekatan keruangan hal yang harus diperhatikan adalah:

1. penyebaran penggunaan ruang yang telah ada
2. penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai keperluan yang telah dirancang.

Selasa, Oktober 13

15 Pengertian, Hakikat dan Makna Geografi

15 Pengertian, Hakikat dan Makna Geografi

Jika kita mencari pengertian geografi di internet maka sudah pasti akan banyak sekali pendapat ahli-ahli terkait geografi.
 
Darimana mereka bisa merumuskan pengertian geografi itu sendiri?. Tentu dari pengalaman yang mereka pelajari dan rasakan selama berinteraksi dengan ruang permukaan bumi.
 
Menurut  Frank Debenham, jarang seseorang menjadi seorang Geograf  atau ahli geografi dan   memahami Geografi pada usia  muda. Perlu pengkajian yang lama untuk menjadi seorang geograf handal.
 
Jadi jika kalian ingin menjadi geograf maka harus terus mempelajari ruang bumi ini hingga mendapatkan suatu kesimpulan yang utuh.
Pendapat geografi menurut ahli

Berikut ini beberapa batasan pengertian geografi menurut berbagai ahli terkemuka:
1. Erastothenes (270-194 SM)
Geografi  adalah  Penulisan  tentang  bumi  (writing  about  the  earth).  Batasan  tersebut  masih  sangat  kabur  artinya,  karena  penulisan    atau    pencitraan    yang    dimaksudkan    terutama    berkaitan  dengan  apa  yang  dilihat  di  luar  Horizon  (permukaan  bumi) semata.

2. Frank Debenham
“Geography  is  the  philosophy  of  Place”. Pendapat ini menjelaskan pengertian  Geografi  lebih  mendalam  lagi  maknanya  karena  telah  dihubungkan  dengan  tanggapan  manusia  terhadap  cara  memandang lingkungan tempat tinggalnya dan diberi arti filosofi yang memerlukan tanggapan tersendiri.

3. Karl Ritter
Geografi  adalah  Studi  tentang  daerah  yang  berbeda-beda  di  atas  permukaan  bumi  (different  areal)  dalam  keragamannya. Lebih jelas lagi bahwa yang menjadi objek dan tujuan Geografi yaitu diferensiasi areal dalam keragamannya.

4. De Jong
Geografi  adalah  ilmu  yang  berbeda-beda  dalam  hubungan  keruangan  (korologi)  dan  telah  mengelompokkan  fenomena sebagai  objek  geografi,  yaitu  gejala  permukaan  bumi  yang  berbeda (areal differentiation).

5. Ferdinand Von Richthofen
Geografi  adalah  lukisan  gejala  dan  sifat-sifat  permukaan  bumi  dan    penduduknya    yang    disusun   berdasarkan   letak   dan   menjelaskan  terjadinya  hubungan  timbal  balik  gejala  dan  sifat  tersebut.

6. John Hanrath
Geografi   adalah   pengetahuan   yang   menyelidiki   persebaran   gejala-gejala  fisik  biologis  pada  ruang  bumi,  sebab  dan  akibat  persebaran  tersebut  dan  dan  gejalanya  menurut  ukuran  nilai  motif  dimana  hasilnya  dapat  diperbandingkan.

7. R Hartshorne
Dalam bukunya  yang  berjudul  “Perspectives on the Nature of Geography, Hartshorne mengungkapkan “Geography is a study of dwelling  place of man”   (1959). Dalam buku ini juga dijelaskan bahwa Geografi  berkepentingan  untuk  memberikan deskripsi yang teliti, beraturan dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi.

8. James E Preston
Geografi adalah ilmu  yang berhubungan   dengan   interelasi   manusia dan lingkungannya. Pada batasan ini telah dipusatkan pada lingkungan manusia yang lebih ditekankan pada terjadinya interelasi.

9. Elsworth Huntington
Geografi adalah  studi tentang  alam  dan  persebarannya  serta  relasi antara lingkungan alam dengan kualitas/  aktifitas  manusia.

10. E. A. Ackerman
Geografi lebih mengarah pada terjadinya proses interaksi antara aktifitas   manusia   dengan   lingkungan  alamiahnya  di   ruang   permukaan bumi. 
 
11. Ad Hoc Commitee on Geograf 
Geografi   mencari   kejelasan   bagaimana  tatalaku  subsistem  lingkungan  fisis  di  permukaan  bumi    dan    bagaimana    manusia    menyebarkan    dirinya    di    permukaan    bumi    dalam    kaitannya    dengan    faktor    fisis    lingkungan  dan  dengan  manusia  lainnya.

12. E.J Taaffe
Geografi berkepentingan memberikan kepada   manusia   deskripsi   yang   teratur   tentang   bumi....   (bagaimana  pun)  penekanan  kontemporernya  pada  geografi  sebagai  studi  mengenai  organisasi  keruangan  yang  dinyatakan  sebagai   pola   dan   proses.
 
13. M. Yeates
Geografi merupakan suatu  ilmu  yang  memperhatikan  perkembangan  rasional  dan  lokasi  dari    berbagai  sifat  (yang  beraneka  ragam) di permukaan  bumi.

14. Peter Hagget
Geografi  terutama  terarah  pada  (a)  Sistem  ekologi  dan  (b)  Sistem  keruangan.  Sistem  ekologi  berkaitan  dengan  manusia  dan  lingkungannya  sedang  sistem  keruangan  berkaitan  dengan  hubungan  antar  wilayah  dalam  hubungan  timbal  balik  yang  kompleks  dari  gerakan  pertukaran.

15. Semlok Semarang 1988
Geografi   adalah   Ilmu   yang   mempelajari   persamaan   dan   perbedaan    fenomena    Geosfer    dengan  sudut  pandang  kelingkungan atau  kewilayahan  dalam  konteks  keruangan.

Nah dari semua definisi geografi diatas tentu setiap ahli punya pandangan dan arha masing-masing dalam menentukan fokus kajian geografi. Secara  ringkas,  uraian  pengertian   Geografi di atas walau   tampak  berbeda  namun  memperlihatkan satu kesamaan dalam memandang Geografi yaitu ilmu  ini  mendeskripsikan  lingkungan  tempat  hidup  manusia  dan  relasi  timbal  balik  antara  manusia  dengan  lingkungannya  atau  berkenaan dengan ruang dan hubungan antar ruang.

Sumber:
Geografi Sebuah Pengantar. Iwan Hermawan

Sabtu, Agustus 31

Ruang Lingkup, Pengertian Geografi Beserta Tokohnya

Ruang Lingkup, Pengertian Geografi Beserta Tokohnya

Geografi pada dasarnya adalah ilmu tentang penggambaran bumi. Penggambaran ini bisa dipetakan atau dideskripsikan saja.

Ada banyak pengertian geografi yang disampaikan oleh berbagai macam tokoh geografi terkemukan baik nasional maupun dunia. 

Geografi telah berkembang sejak era peradaban manusia di bumi. Tulisan atau gambar-gambar hasil kreasi manusia purba di gua adalah contoh manusia telah mampu menggambarkan keadaan alamnya meskipun belum mengenal tulisan. Berikut ini daftar pengertian geografi.
Pengertian geografi berbagai hali
1.    Seminar dan Lokakarya Ikatan Geograf  Indonesia 1988: 
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
2.    Depdikbud 1989: 

Geografi merupakan suatu ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
3.    Prof. Bintarto: 

Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan.
4.    I Made Sandy: 

Geografi adalah ilmu yang berusaha menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi.
5.    Drs. N. Daldjoeni: 

Geografi yaitu uraian tentang bumi dengan segenap isinya yakni manusia ditambah dengan dunia hewan dan dunia tumbuh-tumbuhan.
6.    Ferdinand von Richthofen 1833 – 1905: 

Geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala dan sifat pemukaan bumi dan penduduknya, disusun menurut letaknya, menerangkan baik tentang terdapatnya gejala – gejala dan sifat – sifat itu.
7.    Harthsorne

 Geografi adalah sebuah ilmu yang menampilkan realitas deferensiasi muka bumi seperti apa adanya, tidak hanya dalam arti perbedaan – perbedaan dalam hal tertentu tetapi juga dalam arti kombinasi keseluruhan fenomena di setiap tempat, yang berbeda dari keadaanya di tempat lain.
8. James Fairgrive (1966)
Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.

9. Frank Debenham (1950)
Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.

10. Bisri Mustofa (2007) 
Geografi adalah ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.
11. Herioso Setiyono (1996) 

Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horisontal dipermukaan bumi.
12. Preston E. James

Geografi merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan, hal ini karena bidang ilmu pengetahuan selalu di mulai dari keadaan muka bumi yang kemudian beralih pada studi ilmu pengetahuan masing-masing.
13.  Claudius Ptolomaeus
Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
14. Eratosthenes
Geografi berasal dari kata geo artinya bumi dan graphein artinya gambar. Geografi adalah penggambaran tentang bumi.

Itulah beberapa pengertian/definisi geografi dari berbagai ahli terkemuka. Sudah tahu persamaan dan perbedaannya kan?. Jangan lupa like dan share blognya ya!.

Sabtu, Juli 13

Pengertian, Makna, Contoh 10 Konsep Dasar Geografi

Pengertian, Makna, Contoh 10 Konsep Dasar Geografi

Halo teman-teman sebangsa dan setanah air, gimana nih tahun ajaran baru sudah dimulai aja nih. 

Khusus kamu siswa SMA IPS kelas 10 tentunya pasti akan mulai belajar geografi kan?. 

Nah salah satu materi dasar geografi adalah 10 konsep geografi yang wajib dikuasai.

Konsep geografi adalah istilah yang mengandung makna geografi di dalamnya. Kalau kamu belajar math misalnya kamu akan menemukan istilah bilangan bulat, ganjil, genap, prima dan lainnya kan?. 

Itu adalah konsep matematika, kalau di geografi berbeda karena ada 10 konsep dasar geografi yang utama. Yuk kita cek di bawah ini penjelasannya.

1. Konsep Lokasi 
Lokasi adalah konsep paling utama alias nomor 1 dari geografi. Jadi jika kamu bicara geografi maka hal pertama yang pasti dibahas adalah lokasi, ngerti kan?. Lokasi dibagi menjadi lokasi absolut dan lokasi relatif. 

Lokasi absolut dilihat dari letak astronomis lintang dan bujur sementara lokasi relatif dilihat dari kondisi lingkungan sekitar. Contoh fenomena konsep lokasi absolut dan relatif ada di bawah

Lokasi absolut: Indonesia terletak di 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT
Lokasi relatif : Rumah saya dekat ke stasiun KRL namun jauh ke pusat perbelanjaan (rumah kamu belum tentu kaya gitu kan)
Peta sebagai alat bantu geografi
2. Konsep Jarak
Jarak adalah panjang lintasan diantara dua lokasi atau lebih. Jarak terbagi menjadi jarak relatif dan jarak absolut. 

Jarak absolut dihitung dengan satuan panjang sementara jarak relatif dihitung dengan satuan waktu. Contoh fenomena konsep jarak absolut dan relatif ada di bawah

Jarak absolut: Saya pergi ke sekolah dari rumah menempuh jarak 5 km
Jarak relatif: Saya mudik dari Jakarta ke Cirebon menempuh perjalanan 6 jam dengan bis

3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya satu lokasi diakses dan dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah dan sarana prasarana transportasi. Contoh fenomena konsep keterjangkauan ada di bawah

Pengiriman bantuan logistik korban gempa Palu terhambat karena kondisi jalan rusak parah dan terputusnya jembatan penghubung.

4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk permukaan bumi yang dikontrol oleh gaya endogen dan eksogen. Ada banyak sekali variasi morfologi permukaan bumi kita mulai dari dataran tinggi, gunung api, lembah, sinklin, dan lainnya. Contoh fenomena konsep morfologi ada di bawah

Wilayah Kabupaten Wonosobo ada pada ketinggian rata-rata 800 mdpl.
Kabupaten Indramayu berada di wilayah dataran rendah dan potensial sebagai lumbung padi dan minapolitan.

5. Pola
Pola adalah susunan suatu gejala/fenomena geosfer di permukaan bumi. Pola bisa terbentuk alami atau dibangun sendiri oleh manusia. Contoh fenomena konsep pola ada di bawah ini

Pemukiman di daerah dataran rendah yang subur cenderung mengelompok.
Petani desa Ngadirejo memiliki pola tanam padi-bawang-padi dalam satu tahun.

6. Nilai Guna
Suatu lokasi di permukaan bumi ini pasti memiliki fungsi alias nilai guna masing-masing. Contoh fenomena konsep nilai guna ada di bawah ini

Pegunungan Sewu Gunung Kidul ditetapkan sebagai geopark oleh UNESCO dan menjadi laboratorium geologi kelas dunia.

7. Aglomerasi
Aglomerasi adalah gejalan pemusatan suatu aktivitas terutama aktivitas ekonomi pada permukaan bumi. Contoh fenomena konsep aglomerasi ada di bawah

Pemerintah membangun kawasan industri di sekitaran Cikarang, Bekasi, Karawang untuk mendongkrak produksi dan meningkatkan efisiensi.

8. Interaksi
Interaksi dalam geografi adalah hubungan timbal balik antar wilayah dikarenakan adanya perbedaan sumberdaya. Perbedaan sumberdaya ini membuat wilayah berinteraksi barter barang dan jasa satu sama lain. Interaksi wilayah yang intens akan menghasilkan interdependensi atau ketergantungan. Contoh fenomena konsep interaksi ada di bawah

Desa mengirim beras ke wilayah perkotaan dan perkotaan mengirim barang elektronik ke desa.

9. Perbedaan Wilayah
Wilayah-wilayah di permukaan bumi ini bervariasi dan tidak sama satu sama lain sehingga dapat dibedakan baik dari sisi fisik maupun sosialnya. Contoh fenomena konsep perbedaan wilayah ada di bawah.

Kota Jogja terletak di daerah dataran rendah sementara kota Malang terletak di dataran tinggi.
Indonesia berada di wilayah tropis sementara Jepang berada di wilayah subtropis.

10. Keterkaitan ruang
Keterkaitan ruang atau asosiasi adalah adanya hubungan logis diantara elemen-elemen pembentuk ruang tersebut. Contoh fenomena konsep asosiasi ada di bawah

Wilayah Indonesia terletak di batas subduksi lempeng sehingga banyak muncul gunung api.
Kota Brebes berada di daerah dataran rendah sehingga mayoritas masyarakatnya bertani bawang. 

Gimana udah mulai ada pencerahan kan?. Selanjutnya coba kamu buat sendiri kalimat-kalimat yang menyatakan 10 konsep geografi tadi tapi jangan sama dengan punya saya, pasti bisa. Jangan lupa share ya kalau bermanfaat! 

Baca juga: Rangkuman bab hakikat geografi lengkap

Rabu, Mei 2

Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi

Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi

Sebelumnya kita sudah belajar 3 konsep geografi yaitu lokasi, jarak dan keterjangkauan. Kali ini kita akan coba bahas tentang tentang konsep morfologi. 

Morfologi dalam geografi adalah bentuk permukaan bumi. Bentuk permukaan bumi ini bervariasi sekali guys dan terus berkembang dari masa ke masa.

Ada dua tenaga yang membuat morfologi permukaan bumi ini bisa bermacam-macam yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen ini bersifat membangun struktur permukaan bumi. Yang termasuk tenaga endogen adalah vulkanisme, tektonisme dan seisme. 

Sebenarnya semua fenomena tadi berasal dari aktivitas magma. Vulkanisme menghasilkan beberapa morfologi seperti kaldera, gunung api, batolit dan lakolit. 

Tektonisme berkaitan dengan gerakan lempeng tektonik dan terbagi menjadi orogenesa dan epirogenesa. Baca juga: Contoh, pengertian konsep pola

Orogenesa adalah proses pembentukkan pegunungan sememtara epirogenesa adalah proses pembentukan daratan benua. Seisme berkaitan dengan gempa yang bisa menyebabkan kerusakan di atas permukaan bumi. 

Gempa yang paling kuat adalah gempa tektonik. Gempa tektonik banyak terjadi di batas lempeng konvergen atau di zona subduksi.
Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi
Kawah meteorit hasil tumbukan benda asing
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar dan bersifat merusak atau merombak struktur yang telah ada. Yang termasuk tenaga eksogen adalah erosi, sedimentasi, pelapukan dan tenaga ekstaterestrial. 

Penyebab erosi bisa oleh bantuan air, angin, es dan gravitasi. Erosi ini adalah upaya bumi untuk menyeimbangkan diri sehingga kita membutuhkan erosi. Erosi membuat permukaan bumi semakin bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Hasil aktivitas eksogen diantaranya meander, delta, batu jamur, tombolo, morena dan gumuk pasir. Tenaga ekstraterestrial adalah tenaga yang bersumber dari benda asing seperti meteor. 

Meteor yang mengantam bumi akan menghasilkan cekungan seperti kawah Arizona di Amerika Serikat. Baca juga: Contoh konsep aglomerasi

Jadi kesimpulannya morfologi permukaan bumi bervariasi. Dalam soal UN contoh kalimat yang menyatakan konsep morfologi adalah sebagai berikut:
- Wilayah Bandung didominasi dataran tinggi.
- Gunung Ciremai berada di ketinggian 3.500 mdpl.

Baca juga: Rangkuman bab hakikat, konsep geografi

Gambar: disini

Jumat, Desember 8

Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama

Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama

Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok sistematis dan sejarah filsafat. Filsafat sistematis bertujuan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. Di dalamnya meliputi logika, metodologi, epistemologi, filsafat ilmu, etika, estetika,

 metafisika, teologi, filsafat manusia dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah, filsafat hukum, filsafat komunikasi dan lainnya. Adapun sejarah filsafat adalah bagian yang berupaya meninjau pemikiran filsafat masa ke masa meliputi filsafat Yunani, India, Cina dan Islam.

Berikut ini pengertian cabang-cabang filsafat yang utama:
1. Logika
Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan  pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. 

Dengan mempelajari logika diharapkan dapat menerapkan asas bernalar sehingga dapat menarik kesimpulan dengan tepat. Persoalan-persoalan logika antara lain apa yang dimaksud pengertian?. Apa yang dimaksud dengan penyimpulan?. 

Apa aturan-aturan untuk dapat menyimpulkan secara lurus?. Sebutkan pembagian silogisme?. Sebutkan pembagian sesat pikir?.

2. Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang  membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan dan kesahihan pengetahuan. Adapun filsafat ilmu mempelajari tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. 

Dengan belajar epistemologi dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan antara pengetahuan dan ilmu serta mengetahui dan menggunakan metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengethui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. 

Persoalan dalam epistemologi adalah bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu?. Darimana pengetahuan itu dapat diperoleh?. Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai?. Apa perbedaan antara pengetahuan apriori dengan pengetahuan a posteriori?.
Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama
Pohon cabang filsafat

3. Etika
Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitannya dengan baik dan buruk. Dengan berlajar etika diharapkan dapat membedakan istilah yang sering muncul seperti etika, norma, dan moral. 

Di sisi lain, dapat mengetahui dan memahami juga tingkah laku apa yang baik menurut teori tertent dan sikap yang baik sesuatu dengan kaidah-kaidah etika. Jadi objek material etika adalah tingkah laku atau perilaku manusia, yang dilakukan secara sadar dan bebas. 

Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral atau tidak bermoral dari tingkah laku tersebut. Berbagai persoalan dalam etika diantaranya adalah apa yang dimaksud baik dan buruk secara moral?. 

Apa syarat-syarat sesuatu perbuatan dikatakan baik secara moral?. Bagaimanakah hubungan antara kebebasan kehendak dengan perbuatan susila?. Apa yang dimaksud dengan kesadaran moral?. Bagaimanakah peranan hati nurani dalam setiap perbuatan manusia?.

4. Estetika
Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan. 

Dengan belajar estetika diharapkan dapat membedakan antara estetika filsafat dengan estetika ilmiah, berbagai teori keindahan, pengertian seni, penggolongan seni, nilai seni, aliran dalm seni dan teori penciptaan dalam seni. 

Persoalan estetika antara lain apakah keindahan itu?. Keindahan itu bersifat objektif atau subjektif?. Apa yang merupakan ukuran keindahan?. Apa peranan dalam kehidupan manusia dan bagaimana kaitan keindahan dengan kebenaran?.

5. Metafisika
Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Metafisika membicarakan sesuatu dibalik yang nampak. Dengan belajar metafisika orang akan mengenal Tuhannya dan mengetahui berbagai aliran dalam metafisika. 

Persoalan metafisika dibagi ke dalam tiga macam yaitu ontologi, kosmologi dan antropologi. Persoalan ontologis antara lain apa yang dimaksud dengan ada, keberadaan atau eksistensi itu?. Apa sifat dasar kenyataan atau keberadaan?. 

Persoalan kosmologis bertalian dengan asal mula, perkembangan dan struktur atau susunan alam seperti jenis keteraturan apa yang ada di alam?. Apa hakikat hubungan sebab dan akibat?. Apakah ruang dan waktu itu?. 

Persoalan antropologi seperti bagaimana terjadi hubungan badan dan jiwa?. Apa yang dimaksud kesadaran?. Manusia itu mahluk bebas atau tidak?.

Gambar: disini

Kamis, November 2

Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi

Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi

Studi geografi pada dasarnya mengkaji benda, gejala, masalah kehidupan dalam ruang yang menyangkut lokasi, penyebaran dan interaksinya satu sama lain. 

Dalam hal ini yang dimaksud dengan ruang adalah bagian permukaan bumi yang disebut geosfer. Wujud ruang permukaan bumi berbentuk 3 dimensi, bentangnya berupa daratan dan perairan sedangkan ke arah vertikal berupa lapisan udara. 

Dalam ruang ini benda-benda dan gejalanya terjadi dan tinggal. Berkaitan dengan benda, gejala dan masalah kehidupan tersebut kita dapat mengartikan bahwa semua hal tersebut ada dalam ruang yang disebut permukaan bumi.

Kembali pada definisi ruang, Norris dan Harring menyatakan bahwa "terrestrial space refers to the three dimensional area centered on the earth's surface in which all material things are contained". 

Ruang yang tiga dimensi di permukaan bumi kita ini bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya (areal differentiation). Perbedaan areal tadi selain sesuai dengan kondisi fisiknya, juga sebagai akibat interelasi dan interaksi  yang terjadi dalam ruang yang bersangkutan. 

Suatu kawasan pemukiman, kwasan industri, pedesaan, perkotaan dapat dinyatakan sebagai ruang. Pengkajian ruang ddengna pendekatan keruangan merupakan salah satu ciri khas geografi.

Salah satu ciri lain geografi adalah pengkajian tentang region yaitu suatu ruang di permukaan bumi yang memiliki kenampakan dan ciri khas. Di dalam region ini terjadi interaksi keruangan yang memberikan ciri tertentu kepada ruang atau region itu. Lalu apa definisi region itu?.
Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi
Perbedaan region desa dan kota
Hagget mengartikan "regions occupy a central position in geography". Artinya kedudukan region sangat sentral sehingga pengkajian yang tidak dalam konteks region bukan disebut geografi. 

Lebih lanjut Murphey mengemukakan bahwa suatu region punya kesatuan ruang yang memperlihatkan unsur umum, dapat dinyatakan sebagai suatu area yang sedikit banyak memperlihatkan karakter penyebaran dan antar hubungan yang homogen.

Karakteristik dan homogenitas ini merupakan hasil penyebaran, antar hubungan dan interaksi unsur-unsur geografi yang ada dalam runag atau region yang berlangsung. 

Contohnya kita dapat melihat region pemukiman, pertanian, industri, nelayan dan lainnya. Karakteristik region tadi merupakan hasil distribusi, interelasi dan interaksi cuaca, iklim, tanah, hidrografi, relief, populasi, budaya dan lainnya. 

Perbedaan karakter region yang bersangkutan merupakan hasil perpaduan integral unsur-unsur geografi yang ada dalam ruang atau region tadi. Artinya region itu berada dalam ruang permukaan bumi, terkotak-kotak oleh suatu ciri khas.  

Baca juga: Rumus Titik Henti Reilly
Gambar: disini

Rabu, September 20

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Dalam geografi selalu kata 'ruang' menjadi suatu kata wajib dipahami dan menjadi bahasan utama geografi. Sebenarnya apa sih ruang itu?. 

Apakah ruang itu abstrak atau riil?. Jika abstrak apakah hanya ada dalam khayalan atau bisa lebih konkrit dari itu, sedangkan kalau riil maka ruang itu punya batas yang jelas dan ciri-ciri yang berbeda antara ruang satu dengan ruang lainnya. 

Baca juga:
Rumus hitung episentrum gempa 
Indikator negara maju dan berkembang

Ruang (space) bisa berarti sangat sempit namun juga bisa sangat luas. Kita bisa membayangkan bahwa ruang hanya sesuatu yang hampa namun memakan tempat atau yang terbayang hanya isi yang ada pada ruang tersebut. 

Semua benda membutuhkan ruang  sehingga salah satu ciri membedakan benda adalah luas ruang yang dibutukan oleh benda tersebut.

Dengan demikian ruang adalah tempat untuk suatu benda/kegiatan atau bila kosong bisa diisi oleh benda/kegiatan.
Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi
Ruang adalah identitas geografi
Dalam hal ini kata 'tempat' adalah berdimensi tiga dan kata benda/kegiaran berarti semua tak terbatas. Kegunaan ruang menjadi terbatas bila diberi ciri/karakter tambahan. 

Contohnya ruang kelas berarti berisi benda atau kegiatan yag berkaitan dengan kegiatan kelas, ruang tamu berisi benda untuk menerima tamu, ruang tidur berisi benda untuk keperluan tidur dll. Tanpa ruang maka benda tidak akan ada disana. 

Baca juga:
6 Unsur cuaca dan iklim
5 Faktor kepadatan penduduk

Kamus Random House menulis space; a particular extent of surface. Artinya ruang dapat diartikan sebagai tempat berdimensi tiga tanpa konotasi yang tegas atas batas dan lokasinya yang dapat menampung atau ditunjukan untuk menampung benda apa saja.

Sebenarnya ada tiga kata yang sering bisa dipertukarkan yaitu ruang, tempat atau lokasi. Dari ketiga istilah itu ruang adalah yang bersifat umum, tidak terikat oleh isi maupun lokasi. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Tempat atau place sering kali dikaitkan dengan keberadaan suatu benda/kegiatan yang telah ada atau sering ada disitu. Lokasi terkait dengan posisi apabila di permukaan bumi bisa ditentukan bujur dan lintangnya. 

Lokasi sering terkait dengan pemberian nama atau karakter atau sesuatu tempat sehingga dapat dibedakan lokasi satu dengan lainnya. Karena ruang dapat menyangkut apa saja yang membutuhkan tempat maka harus ada batasan tentang ruang yang jelas. 

Dalam hal ini ruang akan dikembangkan sebagai wilayah.  

Gambar: disini

Senin, September 11

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Geografi merupakan ilmu yang menjelaskan semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi dengan sudut pandang region.

Tentunya ilmu apapun di dunia ini pokok pikirannya semua dalam Al Quran. Salah satu nilai geografi adalah nilai Ketuhanan, yaitu mengajarkan kita akan kebesaran Tuhan akan segala ciptaannya.

Kita sebagai manusia harus bijak dalam mengelola anugerahNya. Berikut ini beberapa ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan Materi Geografi dan bisa disampaikan kepada siswa di kelas. Saya tambahkan nanti dilain waktu, sementara ini dulu.
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
Gunung api sumber rezeki bagi manusia src: costaricaexperts
1. Q.S An Nahl 15. Tentang Gunung Api dan Gempa Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [16:15] Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

2.  Q.S An Nahl 11. Tentang Biodiversitas dan Cuaca
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[16:11] Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

3. Q. S As-Sajadah 4. Tentang Penciptaan Alam Semesta
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [32:4] Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy1189. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at1190.

 4. Q.S. Al-Fajr 21. Tentang Gempa
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi


[89:21] Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, 
5. Q.S An-Nuur 34. Tentang Awan
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[24:43] Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 
6.  Q. S An-Naba 8. Tentang Antroposfer
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[78:8] dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan
7.  Q. S An-Naba 10. Tentang Pergantian Siang Malam
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[78:10] dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
8.  Q. S An-Naziat 31 Tentang Mata Air 
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:31] Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya

9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Rotasi Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[79:29] dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

10.  9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Bumi Bulat
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (hamparan dalam bahasa arab = bulat telur)

Kamis, Juli 27

Objek Formal dan Material Geografi

Objek Formal dan Material Geografi

Dalam kompetensi dasar geografi di tingkat SMA, seorang siswa harus bisa memahami tentang konsep-konsep dasar geografi. 

Salah satu bagian yang harus dipahami siswa adalah objek formal dan objek material. Objek formal geografi pada dasarnya merupakan cara pandang geografi terhadap gejala/fenomena di permukaan bumi. Objek formal geografi meliputi 3 aspek yaitu:

1. Pola sebaran fenomena tertentu di permukaan bumi. Contohnya kabut asap kebakaran lahan gambut di Banjarmasin menyebar hingga Palangkaraya.
2. Keterkaitan atau hubungan antar sesama gejala di tersebur. Contohnya kebakaran lahan gambut terkait musim kemarau panjang dan morfologi daerah Banjarmasin.
3. Perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut. Kabut asap disebabkan oleh adanya pembukaan lahan baru di daerah gambut oleh manusia.
Berdasarkan cara pandang geografi maka muncul pertanyaan pokok geografi untuk mengkaji sebuah fenomena yaitu 5W + 1H.
1. What : Apa yang terjadi?
2. Where: Dimana fenomena itu terjadi?
3. When : Kapan fenomena itu terjadi?
4. Why : Mengapa fenomena itu terjadi?
5. Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut?
6. How : Bagaimana kronologi kejadian tersebut?
Objek studi geografi adalah geosfer
Objek material geografi adalah geosfer atau lapisan bumi. Materi adalah semua hal yang bisa dipegang, disentuh dan dirasa oleh panca indera kita. Geosfer terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. 

Semua fenomena di setiap lapisan tersebut merupakan objek materi geografi. Baca juga: Memahami bentang alam struktural
Contoh gejala di tiap lapisan:
Atmosfer: pelangi, tornado, angin
Litosfer: gempa, vulkanisme, tumbukan lempeng
Hidrosfer: danau, tsunami, arus laut
Biosfer: simbiosis, ekosistem, rantai makanan
Antroposfer: urbanisasi, kelahiran, kematian, ledakan penduduk

Jadi kesimpulannya objek materi adalah objek kajian dalam wujud benda sementara objek formal adalah cara pandang terhadap materi tersebut. 

Cara pandang atau pendekatan geografi ada 3 yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Baca juga: Perbedaan 3 Pendekatan Geografi
Gambar: disini

Sabtu, Mei 13

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Saat ini perkembangan dunia semakin menuntut seseorang untuk berfikir kreatif dalam hidupnya. 
 
Tidak ada yang praktis untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Hal tersebut berdampak pada model pendidikan juga di sekolah. 

Kini sekolah-sekolah mencoba untuk menerapkan model pemecahan masalah yang lebih jitu dalam mengerjakan soal. 
 
Kenapa hal tersebut dilakukan?. Tujuannya adalah untuk membiasakan anak menganalisa sebuah persoalan sejak masih remaja dan puncaknya saat ia dewasa ia sudah punya bekal bagaimana memutuskan suatu masalah dengan metode ilmiah.

Inilah yang dinamakan High Order Thinking Skills (HOTS). HOTS mulai diperkenalkan akhir-akhir ini karena dunia semakin penuh problematika. Problematika tersebut tidak bisa hanya dipecahkan lewat satu langkah saja namun perlu beberapa tahapan.
 
Baca juga: Hots..Soal AKM Geografi + Kunci

Inilah yang diadopsi oleh sistem pendidikan untuk memfasilitasi anak agar dapat berkembang sesuai zaman. Level kognitif dalam soal HOTS ini berkisar antara C3 sampai C6.

Pada dasarnya soal HOTS bisa dijawab, namun siswa harus memahami beberapa konsep untuk menemukan jawabannya. Membuat soal HOTS memang perlu latihan dan sulit sekali. Lebih sulit membuat soalnya dibanding menjawabnya. 

Soal HOTS juga harus kontekstual artinya kekinian. Tidak boleh mencatumkan fenomena masa lalu dalam soal tipe HOTS. 
 
Saya juga baru belajar tentang pembuatan soal HOTS ini melalui MGMP Geografi Bekasi yang rutin digelar.  

Selanjutnya saya akan berikan contoh soal HOTS geografi sebagai gambaran saja, kalau masih belum sempurna silahkan dikoreksi. Katanya tidak semua materi bisa dijadikan soal HOTS tapi penjelasan mengenai hal itu saya belum dapatkan. 

Contoh soal HOTS Geografi

1. Pada tanggal 21 Juni 2017, Bejo berencana berangkat bekerja ke Negara Perancis. Kemudian ia berencana kembali ke Indonesia pada 30 September 2017. Saat kembali ke Indonesia, sedang musim apakah di Perancis?
a. panas
b. gugur
c. semi
d. kemarau
e. dingin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas anak setidaknya harus punya kemampuan memahami konsep:
1. revolusi bumi
2. gerak semu tahunan matahari
3. posisi Negara Perancis di dunia

Jawabannya adalah musim gugur.

2. Menurut data sensus penduduk, struktur penduduk Indonsesia adalah sebagai berikut:
Piramida Penduduk Indonesia
Menurut piramida di atas, maka kebijakan kependudukan paling utama yang harus diperhatikan pemerintah adalah ....
a. membuat program bantuan langsung tunai
b. mencanangkan urbanisasi
c. membangun sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan
d. mengirim TKI ke luar negeri
e. membuat kartu bebas miskin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas maka siswa harus memahami konsep:
1. piramida penduduk
2. ciri piramida penduduk
3. kualitas dan kuantitas penduduk
4. kondisi Negara Indonesia saat ini

Jawaban paling tepat adalah c.

3. Perhatikan gambar pembesaran peta di bawah ini!

Memperbesar peta
Pernyataan yang sesuai dengan gambar di atas adalah ....
a. skala peta 1 lebih besar dari skala peta 2
b. kenampakan peta 1 lebih detail dibanding peta 2
c. simbol peta 2 lebih banyak dari peta 1
d. kenampakan peta 2 lebih detail dibanding peta 1
e. tidak ada perubahan sama sekali

Alasa: untuk menjawab soal di atas anak harus memahami:
1. konsep skala peta
2. unsur-unsur peta
3. teknik memperbesar dan memperkecil peta

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang