Guru Geografi: Konsep Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan

Senin, April 24

Perbedaan Lokasi Absolut dan Relatif

Perbedaan Lokasi Absolut dan Relatif

Lokasi atau location sangat penting dalam geografi. Tapi tahukah kamu ada istilah lokasi absolut dan lokasi relatif?. 

Apa perbedaan keduanya?. Dalam postingan ini kita akan bahas perbedaan kedua konsep geografi tersebut. 

Ketika orang mendengar dan memikirkan tentang geografi, mereka cenderung akan menjawab peta, negara dan kota, bukan?. Tapi itu bukan inti dari geografi. 

Geografi adalah ilmu yang melihat kondisi fenomena di permukaan bumi dan mempelajari ciri-ciri fisiknya, bagaimana manusia memengaruhi kondisi ruang permukaan bumi dan bagaimana kondisi permukaan bumi memengaruhi perilaku manusia. Sangat dalam sekali bukan?

Baca juga:
Emang geografi itu sulit ya?
Fenomena aspek  fisik dan non fisik

Saat geografi tidak bicara tentang negara atau peta, lokasi masih menjadi bagian utama dari geografi. Setiap topik atau bahasan yang dipelajari dalam geografi maka referensinya pasti berdasarkan konsep lokasi. 

Contohnya bagaimana usaha/bisnis lokal terpengaruh oleh pembangunan jalan baru, maka bagian studi yang mungkin lebih penting adalah melihat lokasi jalan raya dibandingkan lokasi bisnis nya. 

Jika kamu menjelaskan bagaimana gunung api terbentuk di permukaan bumi, maka kamu akan melihat lokasi gunung api tersebut dan kaitannya dengan zona subduksi lempeng tektonik. Lokasi berkaitan baik itu dengan kenampakan fisik maupun kenampakan manusia.
Lokasi dalah kunci utama geografi
Lokasi relatif
Lokasi relatif adalah posisi suatu tempat yang dibandingkan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Contohnya kota Bandung lebih dekat menuju Jakarta sementara lebih jauh ke Semarang. 

Atau saat kamu ditanya "di wilayah mana kamu tinggal?", kamu menjawab "di pantai timur Pangandaran". Jawaban kamu adalah berdasar pada lokasi relatif. 

Baca juga: 
Memahami pendekatan keruangan
Cara menjawab soal konsep geografi

Lokasi absolut
Lokasi absolut menggambarkan posisi suatu tempat yang pasti dan tidak pernah berubah. Lokasi ini berdasarkan sistem koordinat. Sistem koordinat yang paling umum adalah dengan lintang dan bujur.

Tidak masalah apakah anda sekarang ada di Jakarta atau di Surabaya, garis bujur dan garis lintang daerah manapun tetap sama. Garis bujur membagi lokasi tempat di belahan bumi timur dan barat sementara garis lintang untuk membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. 

Titik pangkal garis bujur 0⁰ melewati kota Greenwich di Inggris dan garis pangkal garis lintang adalah ekuator. Contoh lokasi absolut adalah lokasi Danau Maracaibo di Venezuela adalah 9,80⁰ LU dan 71,56⁰ BB.

Gambar: miter.mit.edu

Selasa, April 18

Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika

Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika

Konsep geografi adalah bagain penting dalam memahami fenomena di permukaan bumi. Konsep geografi membantu kita melihat suatu gejala-gejala yang terjadi dalam suatu ruang. 

Asosiasi Geograf Amerika menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 konsep utama geografi yaitu lokasi, tempat, hubungan timbal balik, gerakan dan wilayah.

1. Lokasi
Lokasi atau location adalah konsep nomor satu dalam geografi. Lokasi menunjukkan posisi suatu benda, tempat, atau suatu fenomena di permukaan bumi. Jadi, lokasi merupakan kata kunci utama dalam geografi. 

Dalam kehidupan, kita selalu berkutat dengan lokasi. Dimana lokasi kerja?, dimana alamat rumah?, dimana sekolah? dan lainnya. Baca juga: Indonesia sebagai negara kepulauan

Lokasi dibagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan lokasi yang ditunjukkan berdasarkan garis astronomis atau alamat. Dengan demikian lokasi absolut adalah selalu pasti. Indonesia ada diantara 6 LU - 11 LS atau rumah saya berada di Jl. Mawar No. 5 Kecamatan Jatiasih. 

Lokasi relatif merupakan lokasi yang didasarkan atas situasi lingkungan disekitarnya. Kondisi ini bisa dilihat dari sisi fisik, ekonomi, sosial, budaya atau lainnya. 

Contohnya: Indonesia berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia sementara secara lautan berada diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. B

2. Tempat
Tempat atau place memperlihatkan karakter fisikal atau sosial suatu wilayah. Tempat merupakan gabungan antara komponen fisik (iklim, cuaca, tanah, udara dll) dan manusia yang hidup di dalamnya. 

Nama tempat dapat mencerminkan identitas daerah tersebut. Nama tempat sesuai konsensus seperti gunung atau gurun, tentu kita sudah bisa mengenalinya secara umum. 

Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan dan sebagainya. 

Tempat dapat menginformasikan suatu pengertian tentang bentuk lahan dan aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti Puncak (pemetik teh), Dieng (petani kentang) dan sebagainya.  

Suatu tempat juga dapat dibedakan dari lainnya dari segi ideologi, agama, bahasa dan aktivitas politik. Tempat dapat menunjukkan Brand image atau sense of place.

Dalam mengkaji suatu tempat kita dapat melihatnya dari dua aspek yaitu site dan situasi. Site berkaitan dengan kondisi internal daerah tersebut seperti iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya dan segala sumberdaya yang terkandung di dalamnya. 


Situasi adalah kondisi eksternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Contoh Kota Bandung, mempunyai kondisi internal iklimnya sejuk, morfologi dataran tinggi, jenis tanah vulkanis, kehidupan flora dan fauna tertentu  jumlah  penduduk, kepadatan, gaya hidup, mata pencaharian, perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kebudayaannya tertentu  pula yang berbeda dengan daerah lain seperti Bekasi, Majalengka, Cirebon, Surabaya dan sebagainya.


Kondisi eksternal Bandung, berarti kita melihat fungsi dan peranan Bandung bagi daerah sekitarnya mulai dari yang paling dekat sampai yang terjauh, seperti halnya Bandung Raya, Ibukota Jawa Barat, sampai perannya dalam Konferensi Asia Afrika. 

Melalui tempat, dapat dilihat perannya dan fungsinya baik secara lokal, regional, nasional maupun global (internasional). Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio
Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika
5 Konsep Geografi
3. Hubungan Timbal Balik
Setiap fenomena di permukaan bumi ini pada dasarnya merupakan hasil dari hubungan timbal balik atau relationship antara berbagai faktor baik itu fisik maupun non fisik. Contoh hubungan antar komponen fisik yaitu ketinggian dengan iklim mikro, kemiringan bukit dengan laju erosi dan jenis batuan dengan jenis tanah.

 Sementara hubungan antara komponen fisik dengan non fisik diantarnya daerah pantai akan dihuni nelayan sehingga menjadi desa nelayan. 

Hubungan timbal balik yang intens dakan menghasilkan ketergantungan atau interdependesi. Contohnya antara desa dengan kota. Pasokan bahan pangan sebagian besar berasal dari desa. Jika panen gagal maka kota akan kehabisan stok dan menyebabkan inflasi harga kebutuhan pokok. 

4. Gerakan
Gerakan atau movement mencerminkan adanya perpindahan objek di atas permukaan bumi. Contoh paling mudah adalah pergerakan awan di langit, pergerakan angin atau aliran sungai. Gerakan alami tersebut dapat dijadikan pedoman untuk melihat gejala yang akan timbul kemudian. 

Sementara gerakan manusia dapat dilihat dari hilir mudiknya penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Kemacetan merupakan salah satu dampak gerakan yang tidak terakomodasi dengan baik.  Pergerakan manusia banyak didasari berbagai faktor mulai dari faktor mencari penghidupan atau keluar dari daerah berbahaya (perang) seperti yang terjadi di Timur Tengah. 

5. Wilayah
Wilayah atau region adalah tema khusus geografi. Untuk memudahkan pemahaman maka muncullah studi pewilayahan. Pewilayahan adalah kegiatan mengelompokkan karakter daerah yang memiliki kesamaan ciri. 

Daerah gurun memiliki ciri gersang curah hujan minim dan berpasir, daerah metropolitan memiliki ciri penduduk diatas 1 juta, daerah tropis memiliki ciri curah hujan tinggi dan lainnya. 

Dengan demikian permukaan bumi ini terbagi menjadi zona-zona tertentu yang dapat dipisahkan berdasarkan kriteria pewilayahan itu sendiri.

Gambar: s2.thingpic.com

Selasa, Maret 28

Kewajiban Guru Geografi Indonesia

Kewajiban Guru Geografi Indonesia

Saat ini geografi menjadi disiplin ilmu penting dalam kehidupan manusia. Tentunya untuk mendukung keadaan tersebut, peranan guru geografi yang handal mutlak harus dipenuhi agar proses belajar mengajar geografi dapat disajikan dengan baik dan mudah dipahami siswa serta siswa memiliki pola pikir kritis dan kreatif dalam hidupnya. Inilah kewajiban guru geografi yang memang sangat menantang di era modern seperti saat ini.

Supaya proses pembelajaran di kelas dapat mencapai target dan tujuan yang telah ditentukan, seorang guru wajib melakukan kegiatan berikut: Gambar: sunjournal.com
Kewajiban Guru Geografi Indonesia
Melukis Globe di Buah Labu
1. Menyeleksi beragam sumber pengajaran yang akan disajikan kepada siswa. Tujuannya agar sumber pembelajaran yang digunakan sesuai dengan materi atau topik bahasan yang akan diberikan di kelas. Diharapkan guru selalu update dan mencari fenomena geosfer yang aktual dan menarik.

2. Menyesuaikan materi yang akan disampaikan sesuai dengan level atau tingkat perkembangan anak. Tujuannya agar materi yang disampaikan dapat dicerna dan diterima oleh anak dengan baik dan mudah. Carilah materi yang tidak terlalu berat karena untuk anak SMA, level yang diminta paling tinggi adalah analisa. 

3. Menguasai Materi Geografi. Hal ini berkaitan dengan tugas yang dia emban sebagai pengampu mata pelajarna geografi. Tanpa penguasan amteri yang baik, maka seorang guru geografi tidak dapat melakukan pengajaran dengan baik di kelas.

 Guru harus membaca terlebih dahulu isi kurikulum geografi di silabus atau SKL. Setelah itu ia harus mencari materi-materi terbaik yang akan disampaikan kepada siswa.

4. Menguasai Tujuan Pengajaran Geografi. Penguasaan akan tujuan pengajaran sangat diperlukan oleh seorang guru karena tanpa penguasaan tujuan pengajaran maka seorang guru tidak akan mampu menyampaikan berbagai macam materi geografi secara runtut dan terperinci yang berakibat pada tidak tercapainya tujuan pengajaran.

5. Memetakan Perkembangan Taraf Berpikir Anak. Perkembangan usia dan mental siswa perlu diperhatikan dan dipetakan oleh guru. Hal ini berguna untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi yang akan diajarkan dengan kemampuan siswa tersebut. Ada anak yang cepat menyerap materi dan ada juga yang lambat. Guru harus bisa mengakomodasi semua kebutuhan anak tersebut.
Geografi Manusia dan Cabang Ilmunya

Geografi Manusia dan Cabang Ilmunya

Geografi manusia merupakan cabang geografi yang bidang kajiananya adalah aspek aspek keruangan gejala di permukaan bumi dengan manusia sebagai objek pokok studinya. Objek pokok studi geografi manusia mencakup aspek kependudukan, aspek aktifitas yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial dan budayanya. 

Berdasarkan pendekatan topik dan struktural dalam melakukan studi aspek kemanusiaan maka geografi manusia dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu yaitu:

1. Geografi Penduduk
Geografi Penduduk merupakan cabang dari geografi manusia yang objek kajiannya adalah aspek keruagan penduduk. Objek studi ini mencakup penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin, perbandingan manusia dengan luas lahan dan sebagainya.

Dalam geografi penduduk, manusia dipelajari sebagai penghuni suatu ruang atau wilayah, dianalisa kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan wilayah yang dihuni, dianalisa perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan yang dihuni, dianalisa penyebaran dan densitasnya dari satu wilayah ke wilayah lain dengan memerhatikan faktor lingkungan geografi yang memengaruhinya serta dianalisa pertumbuhannya sesuai dengan wilayah yang ditempati dan lainnya. 

Dengan kata lain aspek keruangan yang berkaitan dengan manusia sebagai penduduk suatu wilayah menjadi bahan interpretasi dan analisa studi Geografi Penduduk. Baca juga: Peta topografi, tematik dan umum

2. Geografi Ekonomi
Geografi Eknomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya merupakan struktur keruangan aktifitas ekonomi manusia penghuni wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama kajiannya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia. Dari sini lahirlah berbagai teori seperti Central Place Theory, Location Theory, Teori Kutub Pertumbuhan dan lainnya.
Geografi Manusia dan Cabang Ilmunya
Mobilitas Penduduk di Bangladesh
3. Geografi Politik
Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan dan kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional pemerintahan atau kenegaraan di permukaan bumi. Pada geograif politik, lingkungan geografi dijadikan dasar bagi perkembangan dan hubungan kenegaraan.

Bidang kajian geografi meliputi aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional dan internasional. Secara ruang lingkup, geografi politk sangat luas karena meliputi empat bidang kajian yaitu geografi, sejarah, politk dan hubungan internasional. Baca juga: Sebaran jenis tanah Indonesia

4. Geografi Pemukiman
Geografi Pemukiman merupakan kajian geografi berkenaan dengan perkembangan pemukiman di suatu wilayah di permukaan bumi. Bahasan yang dibahas pada Geografi Pemukiman yaitu bilamana suatu wilayah mulai dihuni manusia, bagaimana perkembangan pemukiman tersebut hingga membentuk pola tertentu, dan faktor yang memengaruhi perkembangannya. 

Kajian geografi pemukiman sangat erat hubungannya dengan sejarah dan perekonomian suatu wilayah. Bidang kajian utama geografi pemukiman adalah sebaran dan relasi keruangan pemukiman itu sendiri.

5. Geografi Sosial
Geografi Sosial merupakan cabang geografi manusia dengan kajian utama yaitu karakteristik penduduk, organisasi sosial, unsur kebudayaan dan kebudayaan. Kajiannya juga bisa didampingi dengan sosiologi dan antropologi. Pemukiman, ras, bahasa dan keperayaan dapat dimasukkan dalam bidang kajian geografi sosial. 
Sumber: Geografi Sebuah Pengantar, Iwan Hermawan. 9dirty.com

Minggu, Maret 26

Objek Formal Geografi dan Penjelasannya

Objek Formal Geografi dan Penjelasannya

Objek formal geografi merupakan metode pendekatan yang digunakan dalam menganalisa suatu masalah yang dilakukan dengan konteks keruangan. 

Para ahli geografi Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Geograf Indonesia telah sepakat mengenai penentuan objek formal geografi. 

Adapun metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek yaitu aspek keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan (regional) dan waktu (temporal).
Objek Formal Geografi dan Artinya
Perubahan lanskap karena mencairnya gletser
1. Aspek Keruangan
Geografi mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi "nilai" suatu tempat dari berbagai sisi kepentingan. Berdasarkan kondisi tersebut kita kemudian mempelajari lokasi, jarak, keterjangkauan dan sebagainya.

2. Aspek Kelingkungan
Geografi mempelajari suatu tempat atau ruang dalam kaitannya dengan kondisi tempat atau ruang tersebut beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah. 

Komponen-komponen tersebut terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Keduanya berinteraksi membentuk satu sistem kehidupan di dalam satu ruang permukaan bumi.

3. Aspek Kewilayahan
Geografi mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah dengan ciri khasnya masing-masing. Berdasarkan kekhasan yang dimiliki suatu wilayah muncul pewilayahan atau regionalisasi seperti kawasan gurun, kawasan Arktik, kawasan ASEAN, kawasan neotropik dan lainnya.

4. Aspek Waktu
Geografi mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periode waktu atau perkembangan dan perubahan permukaan bumi dari waktu ke waktu. Misalnya perkembangan kota dari tahun ke tahun, perkembangan kemunduran garis pantai, perkembangan penyusutan gletser di kutub dan lainnya.  

Baca juga: Potensi air tanah permukaan
Gambar: share.america.gov

Rabu, Maret 22

Letak Strategis Indonesia dan Pengaruhnya

Letak Strategis Indonesia dan Pengaruhnya

Geografi pada dasarnya adalah ilmu yang membahas tentang lokasi. Oleh sebab itu di konsep geografi IGI, lokasi ada di urutan pertama. Dari lokasi inilah nanti berkembang berbagai macam analisa hingga dapat dijabarkan secara rinci. 

Kali ini kita aka bahasa tentang lokasi Indonesia dari berbagai sudut pandang. Baca juga: Morfologi perairan Indonesia

Letak Astronomi
Letak astronomi berkaitan dengan posisi garis lintang dan garis bujur. Indonesia ada diantara 6 LU - 11 LS dan 90 BT - 141 BT. Lalu apa yang didapatkan dari angka tadi?. Dengan memerhatikan letak astronomis tersebut maka bisa dideskripsikan tentang:
- seberapa panjang dan lebar wilayah kepulauan Indonesia.
- dari letak astronomi tadi, dapat disimpulkan Indonesia berada di wilayah iklim tropis dengan dua jenis musim, yaitu penghujan dan kemarau. Letak astronomis tersebut juga membuat Indonesia bebas dari jalur siklon tropis yang bisa merusak seperti Topan Haiyan di Filipina. 
- dengan curah hujan tinggi, Indonesia menjadi salah satu paru-paru dunia karena banyak terdapat hutan hujan tropis. Baca juga: Mau tau fakta tentang black hole?

Letak Geologi
Berkaitan dengan posisi lempeng tektonik. Indonesia berada di batas pertemuan empat lempeng aktif yaitu Eurasia, Indo-Australia, Pasifik dan Filipina. Dampak dari letak geologis Indonesia adalah:
- banyak ditemukan deposit mineral tambang bernilai tinggi.
- morfologi yang beranekaragam karena aktifitas lipatan pegunungan dan vulkanisme.
- banyak terjadi bencana geologi seperti gunung meletus, longsor dan tsunami.
Letak Strategis Indonesia dan Pengaruhnya
Indonesia terletak di cincin api Pasifik
Letak Geografis
Berkaitan dengan posisi Indonesia dengan negara lain, daratan dan lautan. Indonesia ada diantara dua benua besar yaitu Asia dan Australia dan berada diantara Samudera Pasifik dan Hindia. Dampaknya adalah: 
- menjadi jalur lintas perdagangan potensial dunia.
- terwujudnya kerjasama regional seperti ASEAN dan APEC.
- banyak terdapat sumber daya kelautan.
- sebagai jalur transit ekonomi dunia.

Letak Sosio Kultural
Berkaitan dengan kondisi peradaban negara kita yang berdampak pada:
- Indonesia sebagai negara maritim dan agraris.
- sebagai tempat lahirnya peradaban tinggi di dunia.
- negara multikultur di dunia.

Letak Ekonomi
Indonesia menjadi pintu lintas perdagangan dunia karena berada di antara dua daratan dan dua samudera. Hal ini berdampak pada:
- pesatnya industri pariwisata.
- banyaknya investasi asing yang masuk.
- kegiatan ekspor semakin berkembang pesat.
Gambar: norfolkvolcano.files.wordpress

Kamis, Maret 9

Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan

Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan

Banyak sekali siswa bahkan guru geografi lain yang menanyakan tentang perbedaan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan.

Memang untuk memahami ketiga pendekatan geografi ini lumayan susah untuk pemula tapi nanti akan terbiasa kalau banyak baca.

Saya disini hanya mencoba untuk memberikan sedikit perspektif saya saja tentang tiga pendekatan geografi tersebut secara singkat. 

Tentunya ulasan tentang materi ini tidak akan selesai karena guru lain atau ahli lain pasti punya perspektif tersendiri. Siswa seringkali kesulitan untuk menjawab soal pendekatan geografi di Ujian Nasional.

Pendekatan keruangan atau spasial merupakan pendekatan utama dari geografi. Pendekatan ini pada dasarnya melihat sebuah kejadian dari faktor keruangan yang lebih bersifat alamiah. Di beberapa buku ada yang membahas tentang aspek pendekatan keruangan itu terdiri dari pendekatan topik, aktifitas manusia, dan lainnya. 

Tapi saya akan menghapus dulu hal tersebut karena nanti akan bertabrakan dengan pendekatan kelingkungan sehingga menambah rumit penjelasan. Pendekatan keruangan ini akan melihat sebuah fenomena dari sifat asli ruang tersebut atau faktor-faktor yang terbentuk secara alami. 

Baca juga:
Kumpulan rumus hitung geografi bab peta 
Faktor penyebab Indonesia kaya barang tambang

Contoh pendekatan keruangan seperti : Beberapa bulan lalu terjadi gempa tektonik di Pidie Aceh Jaya. Setelah ditelusuri, gempa tersebut berasal dari pergerakan patahan aktif sesar Semangko. 

Nah disini kita lihat bahwa di Aceh terdapat fenomena sesar atau patahan yang berasal dari gaya tektonik Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo Australia. 

Hal ini termasuk faktor alami atau keruangan. Kan tidak mungkin patahan Semangko dibuat manusia, hal tersebut merupakan mekanisme alam. Inilah maksud pendekatan keruangan.

Pendekatan kelingkungan atau ekologi merupakan pendekatan tambahan dari ilmu ekologi. Kenapa ekologi jadi ikut-ikutan nimbrung dalam geografi?. 

Karena perubahan struktur ruang di permukaan bumi saat ini banyak diakibatkan oleh interaksi antara manusia dengan lingkungannya. 

Dulu daerah Bekasi adalah rawa, namun sekarang menjadi kota. Tentu ruang alami Bekasi dirubah oleh manusia. Contoh pendekatan kelingkungan lain seperti ini: Banjir di Padang disebabkan oleh penggundulan hutan di daerah hulu sehingga air tidak punya resapan alami dari vegetasi. 

Disini kita lihat bahwa banjir disebabkan adanya interaksi manusia dengan lingkungan yaitu menggunduli hutan. Hal tersebut yang memicu banjir. Baca juga: Soal HOTS geografi yang gokil
Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan
Jakarta dilintasi lebih dari 10 sungai
Pendekatan kewilayahan atau reional adalah pendekatan yang melihat fenomena dari lebih dari satu wilayah atau ada yang menyebut kombinasi antara keruangan dan kelingkungan. Saya hanya memberikan contoh saja untuk mempermudahnya. 

Contoh pendekatan kompleks wilayah: Banjir Jakarta sering terjadi sepanjang tahun, hal ini diakibatkan Jakarta berada di daerah dataran rendah dan menjadi limpasan dari aliran air dari tiga daerah seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi. 

Artinya banjir di Jakarta bukan hanya karena faktor keruangan Jakarta yang berada di daerah dataran rendah namun ada wilayah lain yang berperan yaitu Bogor dan Bekasi. 

Artinya ada kombinasi beberapa wilayah yang menyumbang terhadap terjadinya banjir di Jakarta. Jadi menurut saya inilah contoh pendekatan kewilayahan. Baca juga: Konsep geografi menurut Peter Hagget

Penjelasan tentang pendekatan geografi di atas hanya perspektif saya saja dan mungkin pemahaman orang lain bisa berbeda. Jadi dibutuhkan suatu diskusi bersama untuk menentukan kata kunci membedakan tiga pendekatan geografi tersebut. 

Baca juga: Rangkuman bab konsep, hakikat geografi lengkap 

Minggu, Maret 5

Konsep Geografi Getrude Whipple dan Penjelasannya

Konsep Geografi Getrude Whipple dan Penjelasannya

Untuk memahami berbagai fenomena geosfer, maka seorang geograf harus memiliki pemahaman dasar mengenai konsep geografi. Konsep geografi adalah suatu istilah-istilah yang mengandung makna yang bersifat geografi di dalamnya. 

Kalau dalam ilmu matematika kamu akan mengenal konsep bilangan bulat, primer, pecahan dan lainnya. Kalau di geografi, konsep-konsep tersebut bermacam-macam.

Ikatan Geograf Indonesia merumuskan konsep geografi ada 10 sementara itu berbagai ahli lain juga mencoba memberikan penjelasan tentang konsep geografi. Getrude Whipple adalah seorang geograf yang punya sumbangsih besar dalam geografi terkait konsep geografi. Ada lima konsep geografi yang disampaikan oleh Getrude Whipple yaitu:

The Earth as a Planet
Konsep ini menjelaskan bahwa bumi adalah salah satu bagian dari anggota tata surya. Bumi punya karakteristik unik dibanding planet lainnya di alam semesta yaitu kemampuannya untuk mendukung kehidupan. 

Semua unsur yang mendukung terciptanya kehidupan telah ada di bumi mulai dari oksigen, air, tanah, batuan dan lainnya. Belum ada planet lain yang punya keunikan dan kemampuan untuk mendukung kehidupan selain bumi.

Varied Ways of Living
Sebagai sebuah planet kehidupan, bumi tentu memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Mulai dari daerah tandus di gurun, daerah lembab di hutan hujan hingga daerah dingin di kutub dan dasar samudera yang gelap dan dalam, akan ditemukan bentuk kehidupan. 

Keberagaman bentuk permukaan bumi menyebabkan terjadinya adaptasi mahluk untuk bertahan hidup. Manusia yang hidup di daerah dekat kutub akan punya cara tersendiri untuk bertahan hidup dan berbeda dengan manusia yang hidup di daerah hutan tropis pedalaman atau di daerah gurun pasir.
Konsep Geografi Getrude Whipple dan Penjelasannya
Lokasi adalah konsep utama geografi
Varied Natural Region
Sejak bumi ini lahir, perubahan-perubahan terus terjadi oleh gaya endogen dan eksogen. Dari yang awalnya bola panas, bumi berkembang menjadi planet dingin dengan berbagai variasi kenampakan mulai dari dataran tinggi, dataran rendah, rawa, dan lainnya. Gaya endogen dan eksogen telah menghasilkan kreasi bentukan-bentukan khas di planet bumi.

The Significance of  Region to Man
Region atau wilayah di bumi ini bervariasi dan punya keunikan masing-masing. Sejak manusia pertama turun ke bumi, maka wilayah memerankan peranan penting dalam penyebaran berbagai jenis peradaban. Berbagai peradaban manusia berkembang sesuai denga karakteristik wilayahnya. 

Contohnya Peradaban Mesir berkembang di daerah lembah sungai Nil, sementara peradaban Mesopotamia berkembang di dekat Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Wilayah memerankan peran penting bagi perkembangan kehidupan manusia diatasnya.

The Importance of Location in Understanding World Affairs
Lokasi merupakan konsep awal dari geografi. Dengan memahami lokasi tertentu maka nantinya akan diperoleh informasi tentang mengapa sesuatu dapat terjadi disana. Mengapa tsunami dapat menerjang Aceh?. 

Mengapa tornado banyak terbentuk di Amerika Serikat?. Mengapa pulau Jawa subur?. Semua dapat dijawab dengan memahami dulu lokasi terjadinya suatu fenomena. 

Gambar: maps.maphill.com

Jumat, Februari 24

Pendekatan Kelingkungan/Ekologi dan Contoh Fenomenanya

Pendekatan Kelingkungan/Ekologi dan Contoh Fenomenanya

Setiap objek ilmu pengetahuan pada dasarnya sama yaitu fenomena di permukaan bumi dan yang membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya adalah metode pendekatannya (approach).  

Permukaan bumi ini banyak dibangun oleh gaya alami seperti gaya endogen dan gaya eksogen seperti gunung api, pantai, sungai, danau dan lainnya. 

Baca juga:
Klasifikasi iklim Koppen dan cirinya
Permafrost, fenomena tanah membeku

Akan tetapi kehadiran manusia dalam ruang permukaan bumi mampu merubah struktur permukaan bumi itu sendiri. Dalam hal ini akan terjadi ini interaksi antara manusia dengan lingkungan. 

Interaksi manusia dengna lingkungan ini dapat dianalisa dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Geografi pada dasarnya merupakan ilmu antroposentris yaitu melihat manusia dalam dua sisi yaitu imanen dan transenden. 

Imanen artinya manusia mejadi bagian dari unsur alam itu sendiri sama halnya seperti hewan dan tumbuhan. Sementara transenden artinya manusia punya tanggung jawab lebih dari mahluk lainnya karena manusia dibekali akal pikiran. 

Setiap perlakukan terhadap alam harus dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir dampak negatif di kemudian hari.
Pendekatan Kelingkungan
Pemukiman Kumuh Merusak Kondisi Lingkungan
Dalam ekologi dikenal konsep "man ecological dominant" artinya manusia mendominasi alam atua lingkungan. Perkembangan peradaban manusia membuat lingkungan berubah drastis dan berdampak pada bencana atau kerusakan yang muncul seperti polusi, pencemaran, longsor, banjir dan lainnya.

Contoh pendekatan kelingkungan dalam kajian geografi adalah sebagai berikut:
Longsor merupakan suatu gerakan tanah yang terjadi menuruni lereng secara cepat. Pada dasarnya longsor biasa terjadi bila curah hujan tinggi.
 
Faktor alami seperti struktur tanah yang kurang baik dengan kemiringan lereng yang curam bisa menjadi faktor terjadinya longsor saat musim hujan tiba. Jika ini yang terjadi maka bukan pendekatan lingkungan yang digunakan karena faktor alami ruang yang bekerja (tidak ada aktifitas manusia yang memicu).

Beda halnya jika terjadi longsor, namun ini terjadi karena daerah lereng bukit misalnya dibuat lahan pertanian dan tanaman keras dihilangkan. Ini tentu menambah batas kritis lereng. Saat hujan terjadi maka longsor akan terjadi karena diawali aktifitas manusia pada lereng tersebut. 

Inilah yang dinamakan pendekatan kelingkungan. Artinya setiap fenomena dalam ruang bisa dikaji secara alamiah dan dengan melihat interaksi manusia di dalamnya.  
 
Baca juga: Perbedaan geografi dan geologi

Gambar: Republika

Rabu, Februari 22

Pendekatan Kompleks Wilayah dan Contoh Fenomenanya

Pendekatan Kompleks Wilayah dan Contoh Fenomenanya

Pendekatan kompleks wilayah (regional complex) merupakan salah satu metode pendekatan dalam mengkaji fenomena geosfer. Sebelumnya ada dua pendekatan geografi yaitu pendekatan keruangan dan kelingkungan. Untuk memahami definisi pendekatan kompleks wilayah atau kewilayahan memang agak sulit dan perlu beberapa kali kajian. 

Pendekatan kompleks wilayah merupakan cara melihat sebuah gejala dengan melihat kondisi beberapa ruang (wilayah) yang terkait. Contoh penerapannya seperti ini:

Setiap tahun, wilayah Jakarta dan sekitarnya pasti dilanda banjir saat puncak musim penghujan tiba. Mengapa tiap tahun Jakarta selalu banjir?. Nah disinilah pendekatan kompleks wilayah digunakan. 

Jika dianalisa lebih jauh mendalam komperhensif, banjir di Jakarta itu bukan hanya akibat faktor keruangan Jakarta saja yang bermasalah. Namun ada peran daerah lain yang menyumbang limpasan air menuju Jakarta. Baca juga: Perbedaan El Nino dan La Nina

Kita lihat daerah tetangga Jakarta mulai dari Bogor, Bekasi dan Tangerang. Bogor merupakan daerah dataran tinggi dan menjadi hulu sungai Ciliwung yang mengalir ke Jakarta. Artinya jika di daerah hulu hujan besar maka limpasan air akan turun ke Ciliwung dan sampai ke Jakarta.
Pendekatan Kompleks Wilayah dan Contoh Fenomenanya
Jakarta pusat pembuangan air dari tiga pegunungan
Bogor merupakan daerah dataran tinggi dan pusat pembentukan hujan. Jadi secara alami, jik daerha hulu hujan maka air akan turun ke daerah yang lebih rendah, dan menuju ke muara (dalam hal ini Jakarta). Jadi jangan heran kalau di berita sering dibahas tentang istilah "banjir kiriman dari Bogor".

Coba kalau aliran dari Bogor tidak melewati Jakarta, mungkin banjir bisa dikurangi. Jadi disini adal peran wilayah lain yaitu Bogor sebagai pemicu banjir di Jakarta. Jadi ini dinamakan pendekatan kompleks wilayah. Kalau mau masalah banjir selesai cepat ala simsalabim, saya rasa mustahil. 

Jakarta secara ruang, turun topografi nya setiap tahun, sementara daerah Bogor daerah resapan air mulai berkurang. Kombinasi ini pastinya akan mendatangkan bencana. Perlu ada kerjasama antara regional untuk menyelesaikan masalah banjir. 

Buang sampah sembarangan, bangun rumah pinggir sungai, selokan mampet dll menjadi bagian penting juga bagi terciptanya banjir. Jadi kita seringkali meminta pemerintah menyelesaikan banjir, padahal kita sendiri masyarakat yang membuat banjir itu sendiri. Baca juga: Sudah siap UN?, baca dulu trik dan tipsnya disini

Mengatasi banjir di Jakarta perlu pendekatam holistik. Tata ruang nya diperbaiki, pola pikir manusia nya juga harus direset. Sekolah tinggi-tinggi tapi masih buang sampah, ya percuma juga. Percuma nilai bagus di raport dan ijasah kalau masih buang sampah sembarangan.

Selasa, Februari 21

Perbedaan Geografi dan Geologi

Perbedaan Geografi dan Geologi

Dua ilmu ini pada dasarnya mempelajari tentang Bumi, namun ada perbedaan mendasar antara geografi dan geologi. Sebagai bagian awal, mari kita lihat dua kata awal pembentuknya.

Geo merupakan bumi sementara grafi artinya gambaran, sementara logi artinya ilmu atau studi. Oleh karena itu geografi adalah studi tentang kenampakan bumi sementara geologi adalah studi tentang bagian dalam bumi.

Lalu apa lagi perbedaan antara geografi dan geologi?. Banyak, namun lebih mudah untuk melihat geografi dan geologi secara terpisah agar dapat memahami kajian masing-masing ilmu.

Apa itu Geografi?
Geografi adalah bidang studi yang berkaitan dengan kenampakan bumi misalnya laut, pegunungan dan negara-negara di bumi. Seorang mahasiswa geografi lebih lanjut akan mempelajari bagaimana permukaan bumi ini dibedakan, bagaimana faktor kepadatan penduduk, sebaran vegetasi, industri dan tata guna lahan misalnya. 

Untuk membuat studi ini lebih mudah dikaji maka geografi dibagi menjadi dua cabang utama yaitu:
- Geografi manusia
- Geografi fisik

Bagaimanapun, geografi dapat dikalsifikasikan ke banyak cabang yang mewakili faktor pembentuk bumi dan lingkungan. Contohnya manusia, geografi fisik dan geografi regional.

Geografi manusia melihat hubungan manusia dan pengaruhnya terhadap perubahan lingkungan bumi. Ini mencakup kepadatan penduduk, sebaran bahasa, politik, agama dan hasil budaya lainnya seperti rumah adat.

Faktor penting geografi manusia termasuk ketergantungan manusia terhadap lingkungan dan bagaimana manusia memodifikasi dan beradaptasi dengan lingkungan. Fenomena migrasi, perubahan pola pemukiman dan perang menjadi bagian dari studi geografi manusia.
Perbedaan Geografi dan Geologi
Kepadatan kota Jakarta
Geografi fisik berkaitan dengan karakteristik fisik bumi, seperti permukaan air, iklim, tanah, sebaran bioma dan fauna. Berbagai bentukkan hasil budaya manusia juga masuk di dalamnya seperti pesawahan, jembatan, perkotaan dan pedesaan.

Geografi regional melihat perbedaan wilayah atau region di permukaan bumi menggunakan ebrbagai faktor untuk menentukan perbedaan dan persamaan wilayah. 

Perbandingan itu didasarkan pada karakteristik tertentu seperti jenis tanah, pegunungan, vegetasi, sumber daya alam dan iklim. Geografi regional membantu untuk membagi bumi menjadi berbagai daerah utama sesuai dengan kesamaan mereka.

Apa itu Geologi?
Geologi adalah ilmu yang berkaitan dengan bagaimana bumi ini terbentuk. Kajiannya fokus pada sejarah fisik bumi, kondisi fisik, kimia dan biologi yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi pada bumi ini. Objek kajian geologi seperti batuan, mineral, tanah, cekungan laut, fosil dan gunung api.
Perbedaan Geografi dan Geologi
Lava erupsi Maona Loa
Geologi mempelajari pula fondasi permukaan bumi yang terkait dengan lempeng tektonik  dan gerakannnya sehingga merubah struktur kulit bumi dair waktu ke waktu. Hal ini juga terkait dengan gempa, tsunami dan keajaiban alam dunia. Seorang mahasiswa geologi akan mempelajari hal berikut:
- bagaiman bumi tercipta?
- bagaima proses-proses yang terjadi di bumi?
- mengapa bumi ini dinamis?
- bagaimana melihat struktur penyusun bumi?
- bagaimana bentuk benua di masa lalu dan masa depan?

Singkatnya perbedaan geografi dan geologi adalah:
- geografi berkaitan dengan fenomena di permukaan bumi
- geologi lebih melihat apa yang terjadi di dalam bumi dan pengaruhnya bagi permukaan bumi. Baca juga: Potensi air tanah dangkal dan dalam
Gambar: hilo.hawaii.edu, tempo

Sabtu, Februari 18

Teori Difusi Ekspansi dan Relokasi

Teori Difusi Ekspansi dan Relokasi

Geografi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari gejala di permukaan bumi dari sisi sebarannya. Analisa tersebut dinamakan analisa keruangan. Analisa atau Pendekatan keruangan pada dasarnya melihat perbedaan lokasi satu sama lain dan faktor elemen pembentuk ruang di dalamnya. 

Seorang geograf akan menanyakan faktor-faktor yang menguasai pola sebaran suatu fenomena dan bagaimana fenomena itu dapat diubah atau dimodifikasi agar sebarannya lebih efisen dan tertata. 

Contoh teori yang beririsan dengan pendekatan keruangan adalah Teori Difusi. Teori Difusi ini diklasifikasikan ke dalam dua tipe yaitu Difusi Ekspansi dan Difusi Relokasi.

Difusi Ekspansi merupakan proses penyebaran informasi materi atau lain sebagainya dari satu daerah ke daerah lain oleh suatu populasi. Pada proses ini informasi dan gejala akan disebarkan ke berbagai lokasi dan bisa saja efeknya lebih besar di daerah lain. Ini memungkinkan terjadinya penambahan populasi baru di daerah lain. 
Teori Difusi Ekspansi dan Relokasi
Warga Jatigede Direlokasi karena proyek waduk
Contoh nyata dari teori ini ajakan untuk menggunakan KB yang dimulai dari sebuah populasi di desa A. Kemudian selang beberapa bulan, warga desa B yang berdekatan mengikuti program tersebut. Difusi Ekspansi terbagi lagi menjadi dua kategori yaitu Difusi Menjalar dan Difusi Kaskade.

Difusi Menjalar, merupakan penjalaran yang terbentuk karena pengaruh kontak langsung antar manusia atua antar daerah seperti penyebaran wabah penyakit kulit melalui kontak fisik. Difusi Kaskade merupakan penjalaran dengan beberapa tahap atau tingkatan. 

Artinya penyampaian informasi berjenjang dari tingkat atas hingga bawah misalnya. Seperti tadi penyampaian pentingnya program KB dimulai dari tingakt Propinsi lalu ke tingkat Kabupaten, lalu ke Desa dan sampailah ke masyarakat.

Difusi Relokasi merupakan suatu fenomena pemindahan sebuah fenomena dari satu lokasi ke lokasi lain karena sebab tertentu. Contohnya adalah transmigrasi bedol desa di Jatigede karena desa akan dijadikan waduk raksasa. 

Gambar: Kompas

Selasa, Januari 24

Fungsi Pembelajaran Geografi di Sekolah

Fungsi Pembelajaran Geografi di Sekolah

Setiap ilmu di bumi ini pastinya punya fungsi masing-masing dan berguna bagi kehidupan. Geografi sebagai disiplin ilmu juga punya fungsi yang tak kalah penting dengan ilmu lainnya. Geografi telah berkembang sejak zaman peradaban Yunani kuno, dari sekedar mitologi lalu migrasi manusia membuat berbagai wilayah di bumi ini dikenali.

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini juga membuat geografi menjadi semakin canggih dalam memahami gejala geosfer. Berikut ini beberapa fungsi penting geografi dan mengapa ilmu tersebut harus diajarkan di sekolah:

1. Mengasah Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial atau keruangan merupakan suatu kemampuan untuk mengenali, mengorgansasikan, dan memanfaatkan ruang untuk kesejahteraan manusia. Kecerdasan ini perlu agar manusia tidak salah dalam mengelola ruang. 

Banyak tragedi dan bencana saat ini terjadi karena kemampuan analisa keruangan pemimpinnya tidak baik. Daerah bibir sungai yang seharusnya merupakan daerah untuk laju air, malah dihuni manusia dengan dalih tidak ada lagi pilihan. 

Saat banjir terjadi yang disalahkan pemerintahnya. Sudah pemerintah salah tidak mengatur pola pemukiman, penduduknya juga salah tidak punya kecerdasan spasial dalam menempati ruang. 

Tidak semua ruang permukaan bumi dapat dihuni dengan layak meskipun bisa diaatasi dengan rekayasa teknologi. Ada batas kritis tertentu sehingga kita harus mengenali dan memahaminya.
Fungsi Pembelajaran Geografi di Sekolah
Pemukiman kumuh muncul karena kurangnya kecerdasan dan kesadaran spasial
2. Mempertebal rasa cinta tanah air
Berbagai potensi geografis Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan belajar memahami sebaran potensi tersebut, geografi berfungsi untuk menancapkan rasa cinta tanah air pada siswa. 

Siswa akan sadar akan kemegahan Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara. Berbekal ilmu itulah diharapkan nanti anak didik kita dapat menjadi pemimpin yang amanah dalam mengelola segala hal yang ada di bumi pertiwi.

3. Menambah wawasan geografis dan cinta lingkungan
Geografi mempelajari semua hal yang ada di permukaan bumi. Aspek fisik dan sosial masuk dalam radar geografi. Dengan demikian anak semakin banyak memiliki wawasan tentang ciptaan Tuhan dan harus bisa menjaganya dengan baik. Anak diajak untuk memiliki etika lingkungan yang baik agar dapat hidup berdampingan.

Itulah beberapa fungsi pembelajaran geografi di sekolah, jadi jangan malas belajar geografi ya!. Gambar: news.xinhuanet.com

Senin, Januari 23

Soal Prinsip Geografi dan Cara Menjawabnya

Soal Prinsip Geografi dan Cara Menjawabnya

Konsep dan Pendekatan sudah, sekarang kita akan coba bahas bagaimana cara menentukan jawaban soal tentang prinsip geografi. Prinsip geografi ada 4 yaitu penyebaran, interelasi, deskripsi dan korologi. 

Dalam soal UN saya menemukan bahwa jawaban relatif hanya antara 3 yaitu penyebaran, interelasi dan deskripsi. Sementara prinsip korologi jarang ditemukan. Contohnya adalah sebagai berikut: 

Baca juga: 
Tips mudah menghadapi Ujian Nasional
Contoh soal ulangan bab konsep geografi dan jawabannya 
Contoh 1
1. Pada tanggal 4 Januari 2010 terjadi kejadian tanah bergerak atau soil creep di Taraju Tasikmalaya. Tanah tersebut bergerak disebabkan oleh hujan lebat dalam sehari yang mengakibatkan struktur tanah menjadi jenuh air dan labil. Prinsip geografi yang terdapat dalam paragraf tadi adalah.....
a. distribusi
b. interelasi
c. deskripsi
d. korologi
e. penyebaran

Jawaban yang tepat adalah b. interelasi karena disana menerangkan bahwa tanah bergerak dipicu oleh hujan lebat. Ini menandakan adanya hubungan sebab akibat.
 
Soal Prinsip Geografi dan Cara Menjawabnya
Tsunami dipicu gempa bawah laut (interelasi)
Contoh 2
2. Di pagi hari, masyarakat Bandung mulai beraktifitas. Ada yang ke sekolah, ke pasar, ke kantor dan tempat lain. Prinsip geografi yang terdapat dalam paragraf tadi adalah.....
a. distribusi
b. interelasi
c. deskripsi
d. korologi
e. penjelasan

Jawaban yang tepat adalah a. distribusi karena disana memerlihatkan adanya sebaran tempat/lokasi kegiatan penduduk (asar, kantor, sekolah)

Contoh 3
3. Gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 memporak-porandakan kota Aceh dan sekitarnya. Tercatat 100.000 jiwa meninggal dunia dan 50.000 lainnya hilang terbawa arus laut. Prinsip geografi yang terdapat dalam paragraf tadi adalah.....
a. distribusi
b. interelasi
c. deskripsi
d. korologi
e. penjelasan

Jawaban yang tepat adalah c. deskripsi karena disana ada data statistik/angka.

Jadi kalau menurut saya kata kunci untuk menjawab soal prinsip geografi adalah sebagai berikut:
a. penyeabran (ada arah/sebaran lokasi/titik) 
b. interelasi (ada hubungan sebab akibat)

Minggu, Januari 22

Soal Pendekatan Geografi dan Cara Menjawabnya

Soal Pendekatan Geografi dan Cara Menjawabnya

Jika tadi saya sudah jelaskan tentang cara menjawab soal konsep geografi, kali ini saya akan coba membahas cara menjawab soal pendekatan geografi di Ujian Nasional Geografi. Pendekatan geografi ini masuk dalam kategori soal HOT atau high order thinking.  

Seperti biasa nantinya akan disediakan sebuah paragraf dan siswa akan diminta untuk menentukan pendekatan geografi yang tepat. Contohnya seperti ini

1. Musim kemarau panjang di Indonesia tahun 2015 memaksa petani merugi. Fenomena ini terjadi karena adanya El Nino di Samudera Pasifik bagian timur. Pendekatan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah....
a. pendekatan keruangan
b. pendekatan kelingkungan
c. pendekatan kewilayahan
d. pendekatan kompleks wilayah
e. pendekatan distribusi

Jawaban yang tepat adalah a. pendekatan keruangan, karena fenomena El Nino adalah peristiwa alamiah dan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. 
Soal Pendekatan Geografi dan Cara Menjawabnya
Longsor bisa terjadi karena faktor alami dan manusia
Contoh 2

2. Bulan Mei 2015 terjadi longsor di Banjarnegara dan mengakibatkan satu desa hancur. Peristiwa tersebut diakibatkan oleh banyaknya penggundulan di wilayah bukit. Pendekatan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah.....
a. pendekatan keruangan
b. pendekatan kelingkungan
c. pendekatan kewilayahan
d. pendekatan kompleks wilayah
e. pendekatan distribusi

Jawaban yang tepat adalah b. pendekatan kelingkungan karena di dalam kalimat disebutkan bahwa longsor dipicu oleh ulah manusia yaitu penggundulan atau deforestasi. 

Jadi yang membedakan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan adalah prosesnya. Jadi kalau menurut saya, siswa harus melihat kalimat di soal untuk menentukan jawaban. 

Jika melihat kenyataan sih, bisa saja longsor harus ditinjau dari pendekatan kompleks wilayah karena ada daerah yang memang struktur tanahnya rapuh ditambah aktifitas manusianya yang merusak lingkungan.
Saya jarang menemukan soal geografi yang menuliskan paragraf yang menyebutkan adanya kombinasi faktor alamiah dan faktor manusia. 

Namun bukan tidak mungkin dua faktor tersebut bisa dicantumkan oleh pembuat soal, kan bukan saya yang buat soal UN. Baca juga: Kumpulan rumus hitung geografi materi peta

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close