Guru Geografi: Konsep Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Geografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 2

Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi

Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi

Studi geografi pada dasarnya mengkaji benda, gejala, masalah kehidupan dalam ruang yang menyangkut lokasi, penyebaran dan interaksinya satu sama lain. 

Dalam hal ini yang dimaksud dengan ruang adalah bagian permukaan bumi yang disebut geosfer. Wujud ruang permukaan bumi berbentuk 3 dimensi, bentangnya berupa daratan dan perairan sedangkan ke arah vertikal berupa lapisan udara. 

Dalam ruang ini benda-benda dan gejalanya terjadi dan tinggal. Berkaitan dengan benda, gejala dan masalah kehidupan tersebut kita dapat mengartikan bahwa semua hal tersebut ada dalam ruang yang disebut permukaan bumi.

Kembali pada definisi ruang, Norris dan Harring menyatakan bahwa "terrestrial space refers to the three dimensional area centered on the earth's surface in which all material things are contained". 

Ruang yang tiga dimensi di permukaan bumi kita ini bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya (areal differentiation). Perbedaan areal tadi selain sesuai dengan kondisi fisiknya, juga sebagai akibat interelasi dan interaksi  yang terjadi dalam ruang yang bersangkutan. 

Suatu kawasan pemukiman, kwasan industri, pedesaan, perkotaan dapat dinyatakan sebagai ruang. Pengkajian ruang ddengna pendekatan keruangan merupakan salah satu ciri khas geografi.

Salah satu ciri lain geografi adalah pengkajian tentang region yaitu suatu ruang di permukaan bumi yang memiliki kenampakan dan ciri khas. Di dalam region ini terjadi interaksi keruangan yang memberikan ciri tertentu kepada ruang atau region itu. Lalu apa definisi region itu?.
Konsep Ruang dan Region Dalam Geografi
Perbedaan region desa dan kota
Hagget mengartikan "regions occupy a central position in geography". Artinya kedudukan region sangat sentral sehingga pengkajian yang tidak dalam konteks region bukan disebut geografi. 

Lebih lanjut Murphey mengemukakan bahwa suatu region punya kesatuan ruang yang memperlihatkan unsur umum, dapat dinyatakan sebagai suatu area yang sedikit banyak memperlihatkan karakter penyebaran dan antar hubungan yang homogen.

Karakteristik dan homogenitas ini merupakan hasil penyebaran, antar hubungan dan interaksi unsur-unsur geografi yang ada dalam runag atau region yang berlangsung. 

Contohnya kita dapat melihat region pemukiman, pertanian, industri, nelayan dan lainnya. Karakteristik region tadi merupakan hasil distribusi, interelasi dan interaksi cuaca, iklim, tanah, hidrografi, relief, populasi, budaya dan lainnya. 

Perbedaan karakter region yang bersangkutan merupakan hasil perpaduan integral unsur-unsur geografi yang ada dalam ruang atau region tadi. Artinya region itu berada dalam ruang permukaan bumi, terkotak-kotak oleh suatu ciri khas.  

Baca juga: Rumus Titik Henti Reilly
Gambar: disini

Rabu, September 20

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Dalam geografi selalu kata 'ruang' menjadi suatu kata wajib dipahami dan menjadi bahasan utama geografi. Sebenarnya apa sih ruang itu?. 

Apakah ruang itu abstrak atau riil?. Jika abstrak apakah hanya ada dalam khayalan atau bisa lebih konkrit dari itu, sedangkan kalau riil maka ruang itu punya batas yang jelas dan ciri-ciri yang berbeda antara ruang satu dengan ruang lainnya. 

Baca juga:
Rumus hitung episentrum gempa 
Indikator negara maju dan berkembang

Ruang (space) bisa berarti sangat sempit namun juga bisa sangat luas. Kita bisa membayangkan bahwa ruang hanya sesuatu yang hampa namun memakan tempat atau yang terbayang hanya isi yang ada pada ruang tersebut. 

Semua benda membutuhkan ruang  sehingga salah satu ciri membedakan benda adalah luas ruang yang dibutukan oleh benda tersebut.

Dengan demikian ruang adalah tempat untuk suatu benda/kegiatan atau bila kosong bisa diisi oleh benda/kegiatan.
Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi
Ruang adalah identitas geografi
Dalam hal ini kata 'tempat' adalah berdimensi tiga dan kata benda/kegiaran berarti semua tak terbatas. Kegunaan ruang menjadi terbatas bila diberi ciri/karakter tambahan. 

Contohnya ruang kelas berarti berisi benda atau kegiatan yag berkaitan dengan kegiatan kelas, ruang tamu berisi benda untuk menerima tamu, ruang tidur berisi benda untuk keperluan tidur dll. Tanpa ruang maka benda tidak akan ada disana. 

Baca juga:
6 Unsur cuaca dan iklim
5 Faktor kepadatan penduduk

Kamus Random House menulis space; a particular extent of surface. Artinya ruang dapat diartikan sebagai tempat berdimensi tiga tanpa konotasi yang tegas atas batas dan lokasinya yang dapat menampung atau ditunjukan untuk menampung benda apa saja.

Sebenarnya ada tiga kata yang sering bisa dipertukarkan yaitu ruang, tempat atau lokasi. Dari ketiga istilah itu ruang adalah yang bersifat umum, tidak terikat oleh isi maupun lokasi. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Tempat atau place sering kali dikaitkan dengan keberadaan suatu benda/kegiatan yang telah ada atau sering ada disitu. Lokasi terkait dengan posisi apabila di permukaan bumi bisa ditentukan bujur dan lintangnya. 

Lokasi sering terkait dengan pemberian nama atau karakter atau sesuatu tempat sehingga dapat dibedakan lokasi satu dengan lainnya. Karena ruang dapat menyangkut apa saja yang membutuhkan tempat maka harus ada batasan tentang ruang yang jelas. 

Dalam hal ini ruang akan dikembangkan sebagai wilayah.  

Gambar: disini

Senin, September 11

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Geografi merupakan ilmu yang menjelaskan semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi dengan sudut pandang region.

Tentunya ilmu apapun di dunia ini pokok pikirannya semua dalam Al Quran. Salah satu nilai geografi adalah nilai Ketuhanan, yaitu mengajarkan kita akan kebesaran Tuhan akan segala ciptaannya.

Kita sebagai manusia harus bijak dalam mengelola anugerahNya. Berikut ini beberapa ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan Materi Geografi dan bisa disampaikan kepada siswa di kelas. Saya tambahkan nanti dilain waktu, sementara ini dulu.
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
Gunung api sumber rezeki bagi manusia src: costaricaexperts
1. Q.S An Nahl 15. Tentang Gunung Api dan Gempa Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [16:15] Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

2.  Q.S An Nahl 11. Tentang Biodiversitas dan Cuaca
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[16:11] Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

3. Q. S As-Sajadah 4. Tentang Penciptaan Alam Semesta
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [32:4] Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy1189. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at1190.

 4. Q.S. Al-Fajr 21. Tentang Gempa
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi


[89:21] Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, 
5. Q.S An-Nuur 34. Tentang Awan
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[24:43] Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 
6.  Q. S An-Naba 8. Tentang Antroposfer
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[78:8] dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan
7.  Q. S An-Naba 10. Tentang Pergantian Siang Malam
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[78:10] dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
8.  Q. S An-Naziat 31 Tentang Mata Air 
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:31] Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya

9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Rotasi Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[79:29] dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

10.  9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Bumi Bulat
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (hamparan dalam bahasa arab = bulat telur)

Kamis, Juli 27

Objek Formal dan Material Geografi

Objek Formal dan Material Geografi

Dalam kompetensi dasar geografi di tingkat SMA, seorang siswa harus bisa memahami tentang konsep-konsep dasar geografi. 

Salah satu bagian yang harus dipahami siswa adalah objek formal dan objek material. Objek formal geografi pada dasarnya merupakan cara pandang geografi terhadap gejala/fenomena di permukaan bumi. Objek formal geografi meliputi 3 aspek yaitu:

1. Pola sebaran fenomena tertentu di permukaan bumi. Contohnya kabut asap kebakaran lahan gambut di Banjarmasin menyebar hingga Palangkaraya.
2. Keterkaitan atau hubungan antar sesama gejala di tersebur. Contohnya kebakaran lahan gambut terkait musim kemarau panjang dan morfologi daerah Banjarmasin.
3. Perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut. Kabut asap disebabkan oleh adanya pembukaan lahan baru di daerah gambut oleh manusia.
Berdasarkan cara pandang geografi maka muncul pertanyaan pokok geografi untuk mengkaji sebuah fenomena yaitu 5W + 1H.
1. What : Apa yang terjadi?
2. Where: Dimana fenomena itu terjadi?
3. When : Kapan fenomena itu terjadi?
4. Why : Mengapa fenomena itu terjadi?
5. Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut?
6. How : Bagaimana kronologi kejadian tersebut?
Objek studi geografi adalah geosfer
Objek material geografi adalah geosfer atau lapisan bumi. Materi adalah semua hal yang bisa dipegang, disentuh dan dirasa oleh panca indera kita. Geosfer terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. 

Semua fenomena di setiap lapisan tersebut merupakan objek materi geografi. Baca juga: Memahami bentang alam struktural
Contoh gejala di tiap lapisan:
Atmosfer: pelangi, tornado, angin
Litosfer: gempa, vulkanisme, tumbukan lempeng
Hidrosfer: danau, tsunami, arus laut
Biosfer: simbiosis, ekosistem, rantai makanan
Antroposfer: urbanisasi, kelahiran, kematian, ledakan penduduk

Jadi kesimpulannya objek materi adalah objek kajian dalam wujud benda sementara objek formal adalah cara pandang terhadap materi tersebut. 

Cara pandang atau pendekatan geografi ada 3 yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Baca juga: Perbedaan 3 Pendekatan Geografi
Gambar: disini

Sabtu, Mei 13

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Saat ini perkembangan dunia semakin menuntut seseorang untuk berfikir kreatif dalam hidupnya. 
 
Tidak ada yang praktis untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Hal tersebut berdampak pada model pendidikan juga di sekolah. 

Kini sekolah-sekolah mencoba untuk menerapkan model pemecahan masalah yang lebih jitu dalam mengerjakan soal. 
 
Kenapa hal tersebut dilakukan?. Tujuannya adalah untuk membiasakan anak menganalisa sebuah persoalan sejak masih remaja dan puncaknya saat ia dewasa ia sudah punya bekal bagaimana memutuskan suatu masalah dengan metode ilmiah.

Inilah yang dinamakan High Order Thinking Skills (HOTS). HOTS mulai diperkenalkan akhir-akhir ini karena dunia semakin penuh problematika. Problematika tersebut tidak bisa hanya dipecahkan lewat satu langkah saja namun perlu beberapa tahapan.
 
Baca juga: Hots..Soal AKM Geografi + Kunci

Inilah yang diadopsi oleh sistem pendidikan untuk memfasilitasi anak agar dapat berkembang sesuai zaman. Level kognitif dalam soal HOTS ini berkisar antara C3 sampai C6.

Pada dasarnya soal HOTS bisa dijawab, namun siswa harus memahami beberapa konsep untuk menemukan jawabannya. Membuat soal HOTS memang perlu latihan dan sulit sekali. Lebih sulit membuat soalnya dibanding menjawabnya. 

Soal HOTS juga harus kontekstual artinya kekinian. Tidak boleh mencatumkan fenomena masa lalu dalam soal tipe HOTS. 
 
Saya juga baru belajar tentang pembuatan soal HOTS ini melalui MGMP Geografi Bekasi yang rutin digelar.  

Selanjutnya saya akan berikan contoh soal HOTS geografi sebagai gambaran saja, kalau masih belum sempurna silahkan dikoreksi. Katanya tidak semua materi bisa dijadikan soal HOTS tapi penjelasan mengenai hal itu saya belum dapatkan. 

Contoh soal HOTS Geografi

1. Pada tanggal 21 Juni 2017, Bejo berencana berangkat bekerja ke Negara Perancis. Kemudian ia berencana kembali ke Indonesia pada 30 September 2017. Saat kembali ke Indonesia, sedang musim apakah di Perancis?
a. panas
b. gugur
c. semi
d. kemarau
e. dingin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas anak setidaknya harus punya kemampuan memahami konsep:
1. revolusi bumi
2. gerak semu tahunan matahari
3. posisi Negara Perancis di dunia

Jawabannya adalah musim gugur.

2. Menurut data sensus penduduk, struktur penduduk Indonsesia adalah sebagai berikut:
Piramida Penduduk Indonesia
Menurut piramida di atas, maka kebijakan kependudukan paling utama yang harus diperhatikan pemerintah adalah ....
a. membuat program bantuan langsung tunai
b. mencanangkan urbanisasi
c. membangun sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan
d. mengirim TKI ke luar negeri
e. membuat kartu bebas miskin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas maka siswa harus memahami konsep:
1. piramida penduduk
2. ciri piramida penduduk
3. kualitas dan kuantitas penduduk
4. kondisi Negara Indonesia saat ini

Jawaban paling tepat adalah c.

3. Perhatikan gambar pembesaran peta di bawah ini!

Memperbesar peta
Pernyataan yang sesuai dengan gambar di atas adalah ....
a. skala peta 1 lebih besar dari skala peta 2
b. kenampakan peta 1 lebih detail dibanding peta 2
c. simbol peta 2 lebih banyak dari peta 1
d. kenampakan peta 2 lebih detail dibanding peta 1
e. tidak ada perubahan sama sekali

Alasa: untuk menjawab soal di atas anak harus memahami:
1. konsep skala peta
2. unsur-unsur peta
3. teknik memperbesar dan memperkecil peta

Senin, April 24

Perbedaan Lokasi Absolut dan Relatif

Perbedaan Lokasi Absolut dan Relatif

Lokasi atau location sangat penting dalam geografi. Tapi tahukah kamu ada istilah lokasi absolut dan lokasi relatif?. 

Apa perbedaan keduanya?. Dalam postingan ini kita akan bahas perbedaan kedua konsep geografi tersebut. 

Ketika orang mendengar dan memikirkan tentang geografi, mereka cenderung akan menjawab peta, negara dan kota, bukan?. Tapi itu bukan inti dari geografi. 

Geografi adalah ilmu yang melihat kondisi fenomena di permukaan bumi dan mempelajari ciri-ciri fisiknya, bagaimana manusia memengaruhi kondisi ruang permukaan bumi dan bagaimana kondisi permukaan bumi memengaruhi perilaku manusia. Sangat dalam sekali bukan?

Baca juga:
Emang geografi itu sulit ya?
Fenomena aspek  fisik dan non fisik

Saat geografi tidak bicara tentang negara atau peta, lokasi masih menjadi bagian utama dari geografi. Setiap topik atau bahasan yang dipelajari dalam geografi maka referensinya pasti berdasarkan konsep lokasi. 

Contohnya bagaimana usaha/bisnis lokal terpengaruh oleh pembangunan jalan baru, maka bagian studi yang mungkin lebih penting adalah melihat lokasi jalan raya dibandingkan lokasi bisnis nya. 

Jika kamu menjelaskan bagaimana gunung api terbentuk di permukaan bumi, maka kamu akan melihat lokasi gunung api tersebut dan kaitannya dengan zona subduksi lempeng tektonik. Lokasi berkaitan baik itu dengan kenampakan fisik maupun kenampakan manusia.
Lokasi dalah kunci utama geografi
Lokasi relatif
Lokasi relatif adalah posisi suatu tempat yang dibandingkan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Contohnya kota Bandung lebih dekat menuju Jakarta sementara lebih jauh ke Semarang. 

Atau saat kamu ditanya "di wilayah mana kamu tinggal?", kamu menjawab "di pantai timur Pangandaran". Jawaban kamu adalah berdasar pada lokasi relatif. 

Baca juga: 
Memahami pendekatan keruangan
Cara menjawab soal konsep geografi

Lokasi absolut
Lokasi absolut menggambarkan posisi suatu tempat yang pasti dan tidak pernah berubah. Lokasi ini berdasarkan sistem koordinat. Sistem koordinat yang paling umum adalah dengan lintang dan bujur.

Tidak masalah apakah anda sekarang ada di Jakarta atau di Surabaya, garis bujur dan garis lintang daerah manapun tetap sama. Garis bujur membagi lokasi tempat di belahan bumi timur dan barat sementara garis lintang untuk membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. 

Titik pangkal garis bujur 0⁰ melewati kota Greenwich di Inggris dan garis pangkal garis lintang adalah ekuator. Contoh lokasi absolut adalah lokasi Danau Maracaibo di Venezuela adalah 9,80⁰ LU dan 71,56⁰ BB.

Gambar: miter.mit.edu

Selasa, April 18

Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika

Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika

Konsep geografi adalah bagain penting dalam memahami fenomena di permukaan bumi. Konsep geografi membantu kita melihat suatu gejala-gejala yang terjadi dalam suatu ruang. 

Asosiasi Geograf Amerika menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 konsep utama geografi yaitu lokasi, tempat, hubungan timbal balik, gerakan dan wilayah.

1. Lokasi
Lokasi atau location adalah konsep nomor satu dalam geografi. Lokasi menunjukkan posisi suatu benda, tempat, atau suatu fenomena di permukaan bumi. Jadi, lokasi merupakan kata kunci utama dalam geografi. 

Dalam kehidupan, kita selalu berkutat dengan lokasi. Dimana lokasi kerja?, dimana alamat rumah?, dimana sekolah? dan lainnya. Baca juga: Indonesia sebagai negara kepulauan

Lokasi dibagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan lokasi yang ditunjukkan berdasarkan garis astronomis atau alamat. Dengan demikian lokasi absolut adalah selalu pasti. Indonesia ada diantara 6 LU - 11 LS atau rumah saya berada di Jl. Mawar No. 5 Kecamatan Jatiasih. 

Lokasi relatif merupakan lokasi yang didasarkan atas situasi lingkungan disekitarnya. Kondisi ini bisa dilihat dari sisi fisik, ekonomi, sosial, budaya atau lainnya. 

Contohnya: Indonesia berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia sementara secara lautan berada diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. B

2. Tempat
Tempat atau place memperlihatkan karakter fisikal atau sosial suatu wilayah. Tempat merupakan gabungan antara komponen fisik (iklim, cuaca, tanah, udara dll) dan manusia yang hidup di dalamnya. 

Nama tempat dapat mencerminkan identitas daerah tersebut. Nama tempat sesuai konsensus seperti gunung atau gurun, tentu kita sudah bisa mengenalinya secara umum. 

Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan dan sebagainya. 

Tempat dapat menginformasikan suatu pengertian tentang bentuk lahan dan aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti Puncak (pemetik teh), Dieng (petani kentang) dan sebagainya.  

Suatu tempat juga dapat dibedakan dari lainnya dari segi ideologi, agama, bahasa dan aktivitas politik. Tempat dapat menunjukkan Brand image atau sense of place.

Dalam mengkaji suatu tempat kita dapat melihatnya dari dua aspek yaitu site dan situasi. Site berkaitan dengan kondisi internal daerah tersebut seperti iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya dan segala sumberdaya yang terkandung di dalamnya. 


Situasi adalah kondisi eksternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Contoh Kota Bandung, mempunyai kondisi internal iklimnya sejuk, morfologi dataran tinggi, jenis tanah vulkanis, kehidupan flora dan fauna tertentu  jumlah  penduduk, kepadatan, gaya hidup, mata pencaharian, perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kebudayaannya tertentu  pula yang berbeda dengan daerah lain seperti Bekasi, Majalengka, Cirebon, Surabaya dan sebagainya.


Kondisi eksternal Bandung, berarti kita melihat fungsi dan peranan Bandung bagi daerah sekitarnya mulai dari yang paling dekat sampai yang terjauh, seperti halnya Bandung Raya, Ibukota Jawa Barat, sampai perannya dalam Konferensi Asia Afrika. 

Melalui tempat, dapat dilihat perannya dan fungsinya baik secara lokal, regional, nasional maupun global (internasional). Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio
Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika
5 Konsep Geografi
3. Hubungan Timbal Balik
Setiap fenomena di permukaan bumi ini pada dasarnya merupakan hasil dari hubungan timbal balik atau relationship antara berbagai faktor baik itu fisik maupun non fisik. Contoh hubungan antar komponen fisik yaitu ketinggian dengan iklim mikro, kemiringan bukit dengan laju erosi dan jenis batuan dengan jenis tanah.

 Sementara hubungan antara komponen fisik dengan non fisik diantarnya daerah pantai akan dihuni nelayan sehingga menjadi desa nelayan. 

Hubungan timbal balik yang intens dakan menghasilkan ketergantungan atau interdependesi. Contohnya antara desa dengan kota. Pasokan bahan pangan sebagian besar berasal dari desa. Jika panen gagal maka kota akan kehabisan stok dan menyebabkan inflasi harga kebutuhan pokok. 

4. Gerakan
Gerakan atau movement mencerminkan adanya perpindahan objek di atas permukaan bumi. Contoh paling mudah adalah pergerakan awan di langit, pergerakan angin atau aliran sungai. Gerakan alami tersebut dapat dijadikan pedoman untuk melihat gejala yang akan timbul kemudian. 

Sementara gerakan manusia dapat dilihat dari hilir mudiknya penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Kemacetan merupakan salah satu dampak gerakan yang tidak terakomodasi dengan baik.  Pergerakan manusia banyak didasari berbagai faktor mulai dari faktor mencari penghidupan atau keluar dari daerah berbahaya (perang) seperti yang terjadi di Timur Tengah. 

5. Wilayah
Wilayah atau region adalah tema khusus geografi. Untuk memudahkan pemahaman maka muncullah studi pewilayahan. Pewilayahan adalah kegiatan mengelompokkan karakter daerah yang memiliki kesamaan ciri. 

Daerah gurun memiliki ciri gersang curah hujan minim dan berpasir, daerah metropolitan memiliki ciri penduduk diatas 1 juta, daerah tropis memiliki ciri curah hujan tinggi dan lainnya. 

Dengan demikian permukaan bumi ini terbagi menjadi zona-zona tertentu yang dapat dipisahkan berdasarkan kriteria pewilayahan itu sendiri.

Gambar: s2.thingpic.com

Selasa, Maret 28

Kewajiban Guru Geografi Indonesia

Kewajiban Guru Geografi Indonesia

Saat ini geografi menjadi disiplin ilmu penting dalam kehidupan manusia. Tentunya untuk mendukung keadaan tersebut, peranan guru geografi yang handal mutlak harus dipenuhi agar proses belajar mengajar geografi dapat disajikan dengan baik dan mudah dipahami siswa serta siswa memiliki pola pikir kritis dan kreatif dalam hidupnya. Inilah kewajiban guru geografi yang memang sangat menantang di era modern seperti saat ini.

Supaya proses pembelajaran di kelas dapat mencapai target dan tujuan yang telah ditentukan, seorang guru wajib melakukan kegiatan berikut: Gambar: sunjournal.com
Kewajiban Guru Geografi Indonesia
Melukis Globe di Buah Labu
1. Menyeleksi beragam sumber pengajaran yang akan disajikan kepada siswa. Tujuannya agar sumber pembelajaran yang digunakan sesuai dengan materi atau topik bahasan yang akan diberikan di kelas. Diharapkan guru selalu update dan mencari fenomena geosfer yang aktual dan menarik.

2. Menyesuaikan materi yang akan disampaikan sesuai dengan level atau tingkat perkembangan anak. Tujuannya agar materi yang disampaikan dapat dicerna dan diterima oleh anak dengan baik dan mudah. Carilah materi yang tidak terlalu berat karena untuk anak SMA, level yang diminta paling tinggi adalah analisa. 

3. Menguasai Materi Geografi. Hal ini berkaitan dengan tugas yang dia emban sebagai pengampu mata pelajarna geografi. Tanpa penguasan amteri yang baik, maka seorang guru geografi tidak dapat melakukan pengajaran dengan baik di kelas.

 Guru harus membaca terlebih dahulu isi kurikulum geografi di silabus atau SKL. Setelah itu ia harus mencari materi-materi terbaik yang akan disampaikan kepada siswa.

4. Menguasai Tujuan Pengajaran Geografi. Penguasaan akan tujuan pengajaran sangat diperlukan oleh seorang guru karena tanpa penguasaan tujuan pengajaran maka seorang guru tidak akan mampu menyampaikan berbagai macam materi geografi secara runtut dan terperinci yang berakibat pada tidak tercapainya tujuan pengajaran.

5. Memetakan Perkembangan Taraf Berpikir Anak. Perkembangan usia dan mental siswa perlu diperhatikan dan dipetakan oleh guru. Hal ini berguna untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi yang akan diajarkan dengan kemampuan siswa tersebut. Ada anak yang cepat menyerap materi dan ada juga yang lambat. Guru harus bisa mengakomodasi semua kebutuhan anak tersebut.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close