Guru Geografi: Kurikulum Merdeka | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Merdeka. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 25

Capaian Pembelajaran (CA) Geografi Fase F Kelas 11

Capaian Pembelajaran (CA) Geografi Fase F Kelas 11


Setelah sebelumnya kita melihat capaian pembelajaran geografi fase E, maka kini kita akan lihat capaian belajaran di fase F kelas 11.

Capaian Pembelajaran Umum
Pada akhir fase F peserta didik mampu mengembangkan pertanyaan tentang karakteristik wilayah dengan aktivitas tertentu akibat perubahan fisik dan sosial, berupa Posisi Strategis, Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia, Kebencanaan dan Lingkungan Hidup, Kewilayahan dan Pembangunan, serta Kerjasama antar Wilayah, mampu mengolah informasi karakteristik wilayah, mampu menganalisis aktivitas tertentu akibat perubahan fisik dan sosial berdasarkan pengamatan terencana dengan memanfatkan penggunaan peta, melalui pengamatan, kegiatan penelitian sederhana, mampu memprediksi perubahan kondisi alam dan sosial, dan mampu memaparkan hasil penelitian/projek tentang wilayah berupa keunggulan posisi strategis, sumber daya alam ataupun kebencanaan wilayah di Indonesia dengan memanfaatkan peta (tabel, data, dan lain-lain) dan pemanfaatan teknologi SIG, mampu memprediksi ide solusi perkembangan wilayah, posisi strategis, sumber daya, dan kebencanaan di Indonesia. 

Peserta didik mampu menganalisa perkembangan desa kota dalam konteks perkembangan wilayah dan kerjasama antar wilayah dalam bentuk projek terencana, mampu menganalisa data spasial dan numerik yang diperoleh dari berbagai metode tentang pengaruh pengembangan wilayah Indonesia dan kerjasama dengan negara-negara di sekitar atau dunia. Peserta didik mampu mengevaluasi fakta kerjasama antar wilayah dan menyajikannya dalam sebuah laporan sederhana. 

Capaian Pembelarajan Per Elemen

Pemahaman Geografi
Pada akhir fase, peserta didik terampil dalam membaca dan menuliskan tentang Posisi Strategis, Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia, Kebencanaan dan Lingkungan Hidup, Kewilayahan dan Pembangunan, serta Kerjasama antar Wilayah. Peserta didik mampu menyampaikan mengomunikasikan ide antar mereka, dan mampu bekerja secara kelompok atau pun mandiri dengan alat bantu hasil produk sendiri berupa peta atau alat pembelajaran.

Keterampilan Proses
Pada akhir fase, peserta didik mampu mengidentifikasi, memahami, mengolah dan menganalisis, serta mengevaluasi secara keruangan tentang Posisi Strategis, Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia, Kebencanaan dan Lingkungan Hidup, Kewilayahan dan Pembangunan, serta Kerjasama antar Wilayah, memaparkan ide, dan memublikasikannya.

Sabtu, Juli 23

Capaian Pembelajaran (CA) Geografi Fase E Kelas 10

Capaian Pembelajaran (CA) Geografi Fase E Kelas 10


Dalam kurikulum merdeka ada perubahan istilah yang terkait kegiatan pembelajaran, salah satunya adalah Capaian Pembelajaran (CA). Capaian pembelajaran (learning outcomes) adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar. 

Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap,
keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja. Istilah capaian pembelajaran kerapkali digunakan bergantian dengan kompetensi, meskipun memiliki pengertian yang berbeda dari segi ruang lingkup pendekatannya. Allan dalam Butcher (2006) menjelaskan bahwa banyak terminologi digunakan untuk menjelaskan educational intent, di antaranya adalah; learning outcomes; teaching objectives;
competencies; behavioural objectives; goals; dan aims.

Berikut ini capaian pembelajaran geografi fase E dalam kurikulum merdeka yang dilansir dari kemedikbud.go.id.

Capaian Pembelajaran Umum
Di Akhir fase E, peserta didik mampu memahami Konsep Dasar Ilmu Geografi, Peta/Penginderaan jauh/GIS, Penelitian Geografi, dan Fenomena Geosfer, mampu mencari/mengolah informasi tentang keberagaman wilayah secara fisik dan sosial, mampu menganalisa wilayah berdasarkan ilmu pengetahuan dasar geografi, karakter fisik dan sosial wilayah (lokasi, keunikan, distribusi, persamaan dan perbedaan, dan lain-lain). Peserta didik mampu menguraikan permasalahan yang timbul dalam fenomena geosfer yang terjadi dan memberikan ide solusi terbaik untuk menghadapinya. Peserta didik mampu mengomunikasikan/ memublikasikan hasil penelitian dalam berbagai media.

Capaian Pembelajaran per Elemen

Pemahaman Geografi
Pada akhir fase, peserta didik terampil dalam membaca dan menuliskan tentang Konsep Dasar Ilmu Geografi, Peta, Penelitian Geografi dan Fenomena Geosfer. Peserta didik mampu menyampaikan, mengomunikasikan ide antar mereka, dan mampu bekerja secara kelompok atau pun mandiri dengan alat bantu hasil produk sendiri berupa peta atau alat pembelajaran lainnya.

Keterampilan Proses
Pada akhir fase, peserta didik mampu mengidentifikasi, memahami, berpikir kritis, dan menganalisa secara keruangan tentang Konsep Dasar Ilmu Geografi, Peta, Penelitian Geografi dan Lingkungan Geosfer, memaparkan ide, dan memublikasikannya di kelas atau pun media lain.
Rasional, Tujuan, Karakteristik Mata Pelajaran Geografi Kurikulum Merdeka

Rasional, Tujuan, Karakteristik Mata Pelajaran Geografi Kurikulum Merdeka


Kali ini kita akan melihat seperti apa karakteristik mata pelajaran geografi pada kurikulum merdeka. Setiap guru geografi wajib paham agar mampu merancang tujuan pembelajaran dengan baik nantinya.

Rasional
Sains membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomena alam semesta yang terjadi. Keingintahuan ini dapat memacu peserta didik untuk memahami bagaimana alam semesta bekerja melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat dipertanggung jawabkan. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan rekayasa sehingga tercipta teknologi yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dunia secara berkelanjutan. 

Prinsip-prinsip dasar metodologi ilmiah dalam pembelajaran sains akan melatih sikap ilmiah yang melahirkan kebijakan dalam diri peserta didik. Hal ini sesuai dengan konsep Pelajar Pancasila tentang Bernalar kritis.

Geografi adalah salah satu cabang dari sains, yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secara fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

Sementara Seminar dan lokakarya peningkatan kualitas pengajaran geografi pada tahun 1988, mendefinisikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Belajar ilmu geografi pada dasarnya dituntut untuk dapat meneliti, menganalisis, menjelaskan, dan melukiskan tentang berbagai relasi antara manusia dengan alam sekitarnya.

Geografi mempunyai objek kajian seluruh apa yang terdapat di permukaan bumi meliputi litosfer, pedosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. Melalui geografi manusia mempelajari hubungan kausal berbagai gejala dan peristiwa di permukaan bumi. Belajar geografi membantu setiap orang untuk memahami kompleksitas dunia.

 Konsep dari geografi adalah menghubungkan topik-topik/fenomena/gejala alam dan sosial menjadi suatu ide yang menolong setiap individu mengenal dirinya pada wilayah tempat tinggalnya dalam skala lokal, nasional, regional hingga global yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjawab tantangan dan masalah yang terjadi di sekitar maupun di luar wilayahnya.

Bidang ilmu geografi pada dasarnya mempelajari berbagai komponen fisik muka bumi, makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan manusia) di atas muka bumi, ditinjau dari persamaan dan perbedaan dalam perspektif keruangan yang terbentuk akibat proses interaksi dan interrelasinya. Untuk mempermudah mempelajarinya, berbagai persoalan keruangan (spatial problems) dirumuskan dalam rangkaian pertanyaan : Apa jenis fenomenanya? Kapan terjadinya? Di mana fenomena tersebut terjadi? Bagaimana dan kenapa fenomena tersebut terjadi di daerah tersebut dan tidak terjadi di daerah lainnya?

Melalui pemahaman kewilayahan, geografi menanamkan rasa cinta lingkungan dan cinta tanah air. Mempelajari geografi mengajak setiap individu menjaga dan melestarikan lingkungan sehingga dapat hidup selaras dengan alam, dapat beradaptasi dengan perubahan alam dan mengupayakan pencegahan secara individu dan komunitas dari ancaman bencana yang diakibatkan oleh alam (mitigasi bencana). Mempelajari geografi akan mengenalkan batas-batas wilayahnya (laut, udara, darat) termasuk di dalamnya potensi alam, sumber daya alam seperti potensi tanah, wisata, tambang, dan sebagainya maupun potensi sosial seperti kemajemukan sosial yang menciptakan kreativitas untuk mengembangkan potensi wilayahnya, juga semangat mempertahankan wilayahnya dari ancaman luar.

Secara teoritis, dalam menelaah suatu persoalan keruangan, geografi memiliki tiga pendekatan utama yaitu (1) analisis spasial, (2) analisis ekologis dan (3) analisis komplek regional sebagai gabungan dari pendekatan (1) dan (2). Pendekatan ke tiga merupakan cara yang lebih tepat digunakan untuk menelaah fenomena geografis yang memiliki tingkat kerumitan tinggi karena banyaknya variabel pengaruh dan dalam lingkup multi dimensi (ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan). Salah satu contoh adalah telaah tentang pengembangan wilayah, analisa kebencanaan dan lainnya.

Geografi sebagai mata pelajaran di persekolahan menjadi sangat penting yang dapat memberikan sumbangsih dalam mengatasi permasalahan lokal regional maupun dunia, serta membentuk warga negara yang bertanggung-jawab dan berkontribusi pada permasalahan bangsa dan dunia. Indonesia dengan hampir 5 juta km2 luas wilayah, dengan ribuan budaya, potensi sumber daya berlimpah, perbedaan ruang wilayah, dan penduduk yang besar, pasti perlu memahami sekali. Anugerah Tuhan yang maha Esa harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai bekal kelangsungan hidup bangsa ini dan masyarakat dunia. Sesuai dengan konsep Pelajar Pancasila Berkebhinekaan global. Karakteristik keilmuan geografi sungguh tepat menjadi salah satu mata pelajaran yang diberikan dari pendidikan tingkat dasar, menengah hingga tinggi.

Sebagaimana bidang ilmu lain, ilmu geografi juga memiliki alat ukur keruangan seperti jarak antar dua tempat, baik dalam satuan panjang, satuan nilai ekonomi dan satuan waktu, dan satuan luas (biasanya diekspresikan dalam bidang datar) dalam hektar atau km2, hasil perhitungan jumlah obyek, baik berdiri sendiri maupun dalam satuan luas (kepadatan) atau dalam satuan ratio. Di samping disajikan dalam bentuk diagram, tabel atau gambar profil, sarana penyajian informasi geografi paling efektif adalah dalam bentuk data spasial karena sebuah data spasial dapat memberikan penjelasan fenomena geografis dalam perspektif keruangan. Oleh karena keterbatasan media penyajian ruang muka bumi ke dalam bidang datar maka sebuah data spasial mensyaratkan adanya skala data spasial.

Tujuan Belajar Geografi
Mata Pelajaran Geografi bertujuan agar peserta didik :
 1. Memahami wilayah tempat tinggal dan lingkungan sekitar (karakteristik, keunikan, persamaan–perbedaan wilayah)
 2. Memahami proses yang memengaruhi lingkungan fisik dan sosial.
 3. Memahami interaksi antar faktor/gejala fisik alam dan manusia yang berdampak bagi kehidupan.
 4. Kemampuan menggunakan dan memahami data dan informasi geografis
 5. Mengenal cara mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam di lingkungan tempat tinggal dan negaranya.
 6. Mampu menganalisa secara spasial fenomena geografi dalam kehidupan sehari-hari dan menarik manfaatnya

Karakteristik Mata Pelajaran Geografi
Mata pelajaran Geografi berorientasi pada penguatan keilmuan wawasan kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengedepankan pembentukan karakter merencanakan, berpikir dan bertindak secara terukur memahami anugerah Tuhan yang memberikan banyak kelebihan dan ragam perbedaan wilayah pada negeri ini.

Sabtu, Juli 9

Contoh Rancangan Program Kegiatan MPLS SMA 3 Hari

Contoh Rancangan Program Kegiatan MPLS SMA 3 Hari


Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS akan segera dilaksanakan mengingat tahun ajaran baru sudah di depan mata.

MPLS adalah kegiatan awal sekolah dan harus berkesan bagi siswa terutama siswa baru. Disinila perlunya kerjasama guru dan siswa mendesain acara MPLS agar menarik dan menyenangkan.

Berikut ini contoh agenda MPLS SMA yang bisa menjadi acuan bagi sekolah. Selamat kembali sekolah dan tetap semangat mencari ilmu menuai prestasi.

Setiap kegiatan bisa dijeda dengan istirahat atau fun game/ice breaking sesuai dengan kreatifitas bapak/ibu di sekolah atau OSISnya. 

Untuk program kegiatan juga silahkan dimodifikasi saja sesuai karakter sekolah masing-masing. Contoh kegiatan MPLS SMA di bawah ini hanya sebagai acuan saja dan bukan format baku pemerintah.
 
Hari Kegiatan Rincian Kegiatan PIC
Pertama Upacara Pembukaan Semua siswa baru dikumpulkan untuk upacara pembukaan singkat, dipimpin Kepala Sekolah Kepsek
Wawasan Visi Misi Sekolah Penyampaian visi, misi sekolah oleh kepala sekolah Kepsek
Pengenalan Guru dan Staf Sekolah Perkenalan semua stakeholder sekolah kepada siswa (guru, staf, penjaga sekolah dll) Kepsek
Wawasan Wiyata Mandala Penyampaian materi wawasan wiyata mandala oleh waka kesiswaan Kesiswaan
Kedua Wawasan Kurikulum Penyampaian kurikulum sekolah, agenda kegiatan lomba dll dan strategi belajar Kurikulum
Penguatan Pendidikan Karakter Pancasila Pentingnya memahami Pancasila bagi siswa Kesiswaan
Pengenalan OSIS Perkenalan OSIS dan Program Kerjanya Kesiswaan
Bahaya Perundungan Penyampaian materi tentang bahaya perundungan di sekolah BK
Ketiga Pembagian Kelas Siswa baru dibagi sesuai kelasnya, dan setiap kelas memiliki satu pendamping kakak kelas (OSIS) Kesiswaan + OSIS
Tour Sekolah Siswa baru secara bergantian dikenalkan lingkungan sekolah (ruangguru, WC, kantin dll), dijadwal per kelas agar waktunya efisien Kesiswaan + OSIS
Kesan dan Pesan Siswa baru diminta membuat kesan dan pesan selama MPLS dan harapan ke depan Kesiswaan + OSIS
Talent Show dan Penutupan Setiap kelas diminta perwakilan untuk unjuk kemampuan di depan siswa baru, hasil terbaik akan mendapat hadiah Kesiswaan + OSIS + Kepsek

Itulah contoh program kerja MPLS SMA selama 3 hari, semoga bermanfaat. Silahkan share dengan ketik tombol share di bawah. Jangan sungkan ya.
Perbedaan Dasar Asesmen Formatif dan Sumatif

Perbedaan Dasar Asesmen Formatif dan Sumatif


Halo pendidik Indonesia, kali yuk kita bahas tentang perbedaan asesmen formatif dan sumatif pada kurikulum merdeka. Pastinya sudah banyak yang share di grup medsos kalian mengenai dua konsep tersebut.

Pada dasarnya asesmen itu adalah penilaian ya teman-teman. Kita lihat dulu konsep asesmen formatif dan sumatif berikut ini.

ASESMEN FORMATIF

Asesmen Formatif adalah metode evaluasi yang dilakukan untuk evaluasi proses pemahaman murid, kebutuhan pembelajaran dan kemajuan akademik selama pembelajaran.

Asesmen formatif memantau pembelajaran murid dan memberikan umpan balik yang berkala dan berkelanjutan.

Bagi murid, asesmen formatif berfungsi membantu murid mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu dikembangkan.

Bagi guru dan sekolah, asesmen formatif berfungsi memberikan informasi mengenai tantangan apa saja yang dihadapi murid dalam proses pembelajaran projek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan.

Asesmen formatif dapat diberikan oleh guru, teman atau diri sendiri.

ASESMEN SUMATIF

Asesmen Sumatif adalah metode evaluasi yang dilakukan di akhir pembelajaran.

Asesmen sumatif seringkali memiliki taruhan tinggi karena berpengaruh terhadap nilai akhir murid sehingga sering diprioritaskan murid daripada asesmen formatif.

Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini dapat digunakan untuk mengukur perkembangan murid untuk memandu guru dan sekolah merancang aktivitas mereka untuk projek berikutnya.

MANFAAT ASESMEN FORMATIF
Bagi Guru
1. mengawasi pembelajaran siswa
2. memastikan perkembangan siswa
3. mengecek pemahaman siswa

Bagi Siswa
1. mengevaluasi pembelajaran sendiri
2. membangun pengetahuan
3. mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
4. meningkatkan kemampuan

MANFAAT ASESMEN SUMATIF
Bagi Guru
1. mengukur capaian pembelajaran siswa di akhir sesi kegiatan belajar
2. meningkatkan pengajaran dan pembelajaran selanjutnya

Bagi Siswa
1. memahami performa di akhir unit pembelajaran
2. memahami apakah siswa sudah memenuhi capaian belajar di akhir unit pembelajaran

Pada intinya, asesmen formatif dan sumatif merupakan cara menilai kualitas pembelajaran murid. Kita bisa melakukan evaluasi dan melakukan umpan balik agar rancangan pembelajaran selanjutnya lebih baik. 

Bentuk-bentuk asesmen formatif dan sumatif bervariasi, simak di artikel selanjutnya: BENTUK ASESMEN BELAJAR

Jumat, Juli 8

Proyek Kreatif Geografi: Membuat dan Menganalisis Peta Persebaran Fenomena di MS Excel 2019

Proyek Kreatif Geografi: Membuat dan Menganalisis Peta Persebaran Fenomena di MS Excel 2019


Halo teman-teman, kali ini saya akan berikan contoh kegiatan proyek geografi kurikulum merdeka yang bisa dilakukan di kelas. Pembelajaran berbasis proyek ini sedang booming di era kurikulum merdeka.

Pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu ciri khas dari kurikulum merdeka. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) adalah pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar (Barell, Baron dan Grant dalam Bender, 2012).

Perlu diingat bahwa tujuan atau goal dari pembelajaran proyek tidak hanya harus menghasilkan karya yang wah. Pembelajaran proyek merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang terstruktur dimana siswa dapat memahami sebuah masalah kemudian memecahkan masalah tersebut.

Saya sendiri coba cari-cari di youtube dan ketemu salah satu kegiatan yang bisa dilakukan siswa dalam pembelajaran geografi yaitu membuat peta persebaran fenomena dengan menggunakan MS Excel 2019.

Jadi nantinya siswa akan diminta mencari data suatu fenomena misalkan persebaran jumlah keluarga pra sejahtera di kecamatan X atau provinsi atau Indonesia, terserah bapak ibu guru. Data tersebut kemudian akan dirubah menjadi sebuah peta persebaran secara otomatis gaes, gak perlu lagi gambar-gambar lama di kertas.

Hanya dengan menggunakan Excel 2019 kita sekarang bisa membuat peta persebaran dengan sekali klik saja. Yang penting laptop kalian mumpuni dan punya koneksi internet stabil.

Setelah hasilnya keluar maka nanti peta tersebut bisa ditampilkan di depan kelas dan dianalis bersama-sama lalu didiskusikan. Ada banyak fenomena persebaran yang bisa dianalisi dan ini menjadi salah satu kegiatan yang menarik dan bisa dicoba.

Untuk tutorial cara membuat peta persebaran otomatis, silahkan cek di bawah ini. Atau nanti boleh lihat di tautan youtube Guru Geografi (on progress).

1. Cari data suatu fenomena (usahkan data nyata kontekstual), misalnya anda pergi ke BPS, Kelurahan, Kecamatan dll. Ini mendorong siswa agar mampu mencari data secara ilmiah.
2. Buka MS Excel 2019, kalau belum punya silahkan download versi terbaru ya.
3. Isikan data ke kolom di Excel, contohnya di bawah ini. Ini hanya contoh saja ya, jadi gak banyak tapi bisa mewakili.
Proyek geografi kreatif

4. Setelah itu blok semua data yang tadi sudah di ketik dan klik Insert lalu pilih Map, nah ini nanti otomatis data akan diubah ke peta. Ingat nama provinsi harus jelas, gak boleh di singkat karena terhubung online. Jadi kalau misal sama dengan nama di luar negeri nanti bisa berantakan.
Membuat peta persebaran
Merubah data menjadi peta persebaran

Dengan melihat hasil di atas kita sudah bisa belajar tentang bagaimana penggunaan simbol kuantitatif pada peta, gejala persebaran, analisis ruang dan lainnya. Silahkan boleh dicoba di kelas. Jangan lupa share postingan ini ke teman guru lain di grup medsos ya!.

Jadi secara singkat alur Project Based Learningnya secara singkat bisa seperti berikut: (silahkan modif saja sesuai keadaan di sekolah). 

Penulis: Agnas Setiawan, Guru Geografi SMA Unity School Kota Bekasi🙏


MINGGU KEGIATAN REMARK
1 Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen lalu menentukan tujuan dan timeline projek. Guru dan siswa menentukan jenis fenomena geosfer yang akan dibuat peta persebaran dan dianalisis.
2 Siswa pergi mengunjungi tempat observasi dan mencari data yang dibutuhkan terkait persebaran fenomena (misalnya data jumlah angka putus sekolah di kecamatan A). Bisa juga dengan mencari data di web BPS atau lainnya asal valid dan bukan asal data alias hoax.
3 Siswa secara berkelompok mencoba merubah data statistik hasil observasi lapangan menjadi peta persebaran di MS Excel 2019 lalu dianalisis menggunakan prinsip dan pendekatan geografi atau teori geografi yang relevan. Hasil kerja ditulis dalam bentuk esai/laporan singkat di MS Word
4 Setiap kelompok mempresentasikan hasil telaah, diskusi dan analisis dari peta persebaran terebut untuk ditanggapi di kelas dan menghasilkan suatu gambaran fenomena dan contoh solusinya

Kamis, Juli 7

Download Buku Ajar Geografi SMA Guru dan Siswa Kurikulum Merdeka

Download Buku Ajar Geografi SMA Guru dan Siswa Kurikulum Merdeka


Halo teman-teman guru, kali ini saya akan bagikan contoh buku geografi yang bisa digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran geografi era kurikulum merdeka.

Memang beda ya muatan isi mapel geografi pada kurikulum merdeka?. Sebenarnya gak jauh-jauh beda sih, hanya ada update saja.

Kita harus memahami dulu tujuan pembelajaran geografi dalam kurikulum merdeka sebelum mendesain pembelajaran kepada siswa. Silahkan cek tujuan pembelajaran geografi di tautan berikut: Tujuan Pembelajaran Geografi Kurikulum Merdeka

Balik lagi ke buku geografi SMA kurikulum merdeka teman-teman nih, kita semua tahu bahwa semua ilmu itu bersifat tentatif artinya terus mengalami perubahan dan perkembangan seiring berubahnya zaman.

Nah sama juga dengan geografi yang setiap tahun tentu akan mengalami berbagai peristiwa atau fenomena yang perlu menjadi perhatian guru dan siswa.

Dengan begitu konten pada buku, modul atau bahan ajar pun akan selalu update, kontekstual dan tidak kuno. 

Apakah kita hanya berpatokan pada sumber buku ini saja pemirsa?. Tentu tidak, anda sebagai guru bisa mengeksplor sendiri materi lain bahkan membuat buku sendiri, modul, bahan ajar sendiri untuk kelas dan sekolah masing-masing.

Jadi buku dari kemdikbud ini bisa digunakan sebagai acuan dan landasan agar kita bisa membuat sendiri buku geografi sesuai dengan keinginan kita dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah penulisan buku yang benar. 

Berikut ini buku geografi kurikulum merdeka yang bisa didownload pada tautan di bawah. Silahkan di share sebanyaknya ke grup medsos. Salam berbagi.

No JUDUL Link Tautan
1 BUKU IPS BS KELAS 10 Download
2 BUKU IPS BG KELAS 10 Download
3 BUKU GEOGRAFI BS KELAS 11 Download
4 BUKU MURID GEOGRAFI KELAS 11 BAB  3 Download
5 BUKU MURID GEOGRAFI KELAS 11 BAB  2 Download
6 BUKU MURID GEOGRAFI KELAS 11 BAB 1 Download
7 BUKU GURU GEOGRAFI KELAS 11 BAB 4 Download
8 BUKU GURU GEOGRAFI KELAS 11 BAB 3 Download
9 BUKU GURU GEOGRAFI KELAS 11 BAB 2 Download
10 BUKU GURU GEOGRAFI KELAS 11 BAB ! Download
Buku Saku Juknis Pedoman MPLS Tahun Ajaran 2022/2023

Buku Saku Juknis Pedoman MPLS Tahun Ajaran 2022/2023


Awal tahun ajaran baru segera dimulai dan pastinya sekolah sudah sibuk menyiapkan perangkat/juknis dan program MPLS masing-masing.

MPLS adalah singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Jadi MPLS itu adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah. Tujuan MPLS dalam rangka memperkenalkan para siswa baru pada semua hal yang berhubungan dengan sekolah. Perkenalan tersebut bukan hanya sebatas antar murid baru saja atau dengan kakak kelas serta guru namun juga pada komponen lainnya, meliputi pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan.

Lalu apa tujuan dari MPLS itu sendiri?. Berikut tujuan dan manfaat dari MPLS:
1. Mengenali potensi diri siswa baru;
2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
4. Mengembangkan interaksi positif antar- siswa dan warga sekolah lainnya;
5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keaneka-ragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujud- kan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Ruang Lingkup Materi MPLS terdiri dari:
1. Wawasan Wiyata Mandala;
2. Kegiatan Kesiswaan, baik itu Intra-kurikuler, seperti OSIS ataupun Ekstra-kurikuler, seperti Kepramukaan, UKS, Seni, Olahraga, dan lain-lain;
3. Pendidikan Karakter;
4. Cara Belajar Efektif;
5. Pengenalan Budaya Lokal.

Masa MPLS berlaku selama 3 hari pada minggu awal pertama tahun pelajaran. 

Dalam pelaksanaannya, MPLS dilaksanakan oleh guru dan dibantu oleh siswa (OSIS/MPK). Jika belum ada OSIS/MPK maka boleh dibantu siswa yang memiliki kepribadian baik, riwayat prestasi akademik baik dan memiliki sifat kepemimpinan dan keteladanan yang baik.

Untuk lebih jelasnya terkait juknis MPLS sekolah tahun ini silahkan download di bawah.

Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close