Guru Geografi: Materi Kelas 10 | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Senin, September 11

Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Sungai adalah massa air tawar yang mengalir secara almiah mengikuti alur suatu lembah yang akhirnya bermuara di danau atau laut. 

Sungai-sungai di permukaan bumi ini sangat banyak sekali dan apat dikategorikan berdasarkan kriteria tertentu. Menurut sumber airnya, sungai dibagi menjadi berikut:

1. Sungai yang bersumber dari mata air.
Sungai ini biasanya ada di daerah yang memiliki curah hujan sepanjang tahun dan daerah alirannya tertutup vegetasi yang cukup lebat atau rapat. 

Sebagian besar sungai di Indonesia merupakan sungai yang berasal dari mata air contohnya Sungai Mahakam, Kapuas, Memberamo, Ciliwung dan Bengawan Solo.

2. Sungai yang bersumber dari air hujan.
Sungai ini terdapat di daerah dengan curah hujan musiman dan bervegetasi jarang sampai tidak sama sekali. Jika tidak ada hujan maka aliran sungai mengering contohnya sungai yang ada di daerah Nusa Tenggara.

3. Sungai yang berasal dari gletser
Sungai ini banyak terdapat di daerah lintang tinggi atau daerah dataran tinggi. Di Indonesia sungai gletser ada di Papua yaitu Memberamo dan Digul sebagai akibat dari mencairnya es di Puncak Jaya Wijaya.

4. Sungai yang berasal dari berbagai macam sumber air.
Sungai tipe ini lebih banyak tersebar di permukaan bumi. Airnya bersumber dari mata air atau pencairan es, kemudian ditambah dari air hujan yang turun sepanjang tahun atau musiman.
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Sungai gletser di Greenland

Menurut letak alirannya, sungai dibedakan menjadi 3 macam ayitu:
1. Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan.
2. Sungai yang seluruhnya mengalir di bawah permukaan tanah seperti di daerah kapur.
3. Sungai yang sebagian alirannya di permukaan dan sebagian lagi di bawah permukaan tanah. 

Menurut kestabilan kondisi airnya, sungai dibedakan menjadi sungai perenial, intermitten dan ephemeral.
1. Sungai perenial adalah sungai yang kondisi airnya stabil alias permanen. Sungai ini selalu punya air yang cukup walaupun sedang kemarau. Sungai ini banyak terdapat di Papua, Kalimantan dan Sumatera.
2. Sungai intermitten atau episodik adalah sungai yang airnya hanya ada pada musim penghujan dan saat kemarau menghilang. Di gurun pasir dikenal sebagai wadi.
3. Sungai ephemeral adalah sungai yang sama dengan intermitten hanya berair pada saat musim hujan namun ketikamusim huan debit airnya tidak sebesar yang diperkirakan contohnya di Nusa Tenggara.

Menurut proses geologinya sundai dibedakan menjadi berikut:
1. Sungai Influent, yaitu sungai yang memasok air tanah.
2. Sungai effluent, merupakan sungai yang alirannya berasal dari air ranah.
3. Sungai intermittent, merupakan sungai yang terputus dan hanya ada saat musim hujan tiba (musiman). 
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Wadi di gurun pasir
Menurut arah alirannya terhadap struktur batuan, tipe sungai dibedakan menjadi:
1. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya mengikuti kemiringan batuan.
2. Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sejajar dengan lapisan batuan. 
3. Sungai obsekuen, yaitu sungai yanga rah alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan.
4. Sungai resekuen, yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen dan arah alirannya masuk ke sungai subsekuen.
5. Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya miring terhadap sungai konsekuen.

Gambar: disini, disini

Minggu, Agustus 27

Lapisan Ionosfer dan Fungsinya

Lapisan Ionosfer dan Fungsinya

Ionosfer terletak pada ketinggian antara 80 - 450 km di atas permukaan bumi. Jadi ionosfer masih berada dalam lingkungan atmosfer. 

Bagian utama ionosfer terdapat di dalam lapisan termosfer. Bagian bawah ionosfer terletak di bawah mesopause.

Sinar matahari mengandung berbagai macam gelombang mulai dari ultraviolet, infrared, sinar gamma hingga sinar x. Sinar gamma, sinar X dan ultraviolet diserap oleh molekul-molekul dan atom-atom nitrogen serta oksigen. 

Pada saat penyerapan itu, nitrogen dan oksigen kehilangan elektron sehingga menjadi molekul dan atom bermuatan listrik positif yang dinamakan ion. Proses ini dinamakan ionisasi atau pengionan. Pada proses ionisasi terjadi ion positif dan elektron yang bermuatan listrik negatif.

Sebenarnya proses ionisasi sudah dimulai pada ketinggian 1.000 hingga 50 km. Makin dekat ke permukaan bumi, kekuatan radiasi penyebab ionisasi makin mengecil.


 Maka dari itu di bawah 50 km tidak ada ionisasi karena radiasi penyebabnya sudah habis. Diatas 1.000 km dari permukaan bumi, ionisasi boleh dikatakan tidak ada karena sangat kecilnya massa jenis udara.

Elektron-elektron yang dilepaskan dalam proses ionisasi mungkin bertumbukkan dengan ion-ion lain. Maka dari itu menghasilkan molekul-molekul atau atom-atom netral. Proses ini disebut rekombinasi.

Jadi, proses ionisasi ini menghasilkan elektorn-elektorn bebas, namun proses rekombinasi menguranginya. Beberapa saat kemudian akan terjadi keseimbangan antara ionisasi dan rekombinasi. Dalam keseimbangan ini konsentrasi atau jumlah elektron-elektorn tiap cm3 akan tetap sama.

Berdasarkan konsentrasi elektron yang berbeda-bdan ini, maka ionosfer dapat dibagi ke dalam berbagai lapisan yaitu D, E, F1 dan F2. Lapisan-lapisan ini tidak punya batas yang tegas. Perubahan konsentrasi elektron antara lapisan-lapisan itu tidak melonjak namun kontinyu.
Lapisan Ionosfer dan Fungsinya
Lapisan ionosfer
Variasi Ionosfer
Pembentukan ionosfer disebabkan oleh radiasi matahari sehingga besarnya ionisasi bergantung pada intensitas radiasi matahari. Pada saat fajar mulai terbit, proses ionisasi dimulai. 

Makin tinggi matahari maka makin besar intensitas sinarnya sehingga ionisasi semakin besar. Setelah tengah hari, intensitas matahari mulai berkurang maka jumlah ionisasi berkurang pula.

Berubahnya ionisasi dari pagi hingga sore diikuti dengan keseimbangan baru antara ionisasi dan rekombinasi. Jadi besarnya konsentrasi elektron dan ion di dalam ionosfer mengikuti kedudukan matahari.

Pada bagian bawah ionosfer, yaitu lapisan D, E dan F1, konsentrasi elektron tertinggi terjadi pada sekitar tengah hari. Dalam bagian ini ionisasi tidak terjadi pada malam hari. Ionisasi dibagian ini dalam musim panas lebih besar dibanding saat musim dingin.

Pada bagian atas ionosfer, yaitu lapisan E konsentrasi elektron tertinggi terjadi pada tengah hari juga. Hanya saja variasinya tidak teratur. Kosentrasi elektron terdapat juga pada malam hari. 

Konsentrasi elektron tertinggi terjadi dalam musim dingin. Gejala tersebut dapat terjadi karena lambatnya proses rekombinasi dalam lapisan tersebut.

Kaitan Ionosfer dengan Radio
Ionosfer memiliki peranan penting dalam hubungan radio. Ionosfer punya sifat dapat memantulkan gelombang radio. 

Setelah mengalami pemantulan berkali-kali di ionosfer dan pada permukaan bumi maka gelombang radio dapat mencapai lokasi yang jauh. Itu sebabnya kita dapat mendengarkan siaran radio. dari pemancar yang letaknya jauh dari kita. 

Gelombang-gelombang radio yang dapat dipancarkan oleh pemancar radio dikelompokkan dalam 3 jenis:
1. Gelombang panjang, panjangnya 30.000 - 1.000 m
2. Gelombang menengah, panjangnya 1.000 - 200 m 
3. Gelombang pendek, panjangnya 200 - 10 m

Gelombang panjang pada siang hari dipantulkan antara lapisan D dan permukaan bumi. Malam hari lapisan D hilang. Pantulan yang terjadi antara lapisan E dan permukaan bumi namun lemah, tidak teratur dan hanya bersifat lokal.

Gelombang menengah dipantulkan pada lapisan-lapisan D atau E. Gelombang pendek antara 200 - 50 m dapat dipantulkan oleh lapisan F1. Sementara gelombang pendek antara 50  dan 10 m dipantulkan pada gelombang F2.

Bila gelombang pendek yang lebih kecil dari 50 m jatuh tegak lurus pada lapisan ionosfer, tidak dipantulkan namun diteruskan. Hanya yang jatuh miring pada ionosfer, dipantulkan. Gelombang-gelombang ini akan sampai ke permukaan bumi pada jarak yang jauh dar pemancarnya.

Pemancar memancarkan juga gelombang yang sejajar dengan permukaan bumi yang disebut gelombang tanah. Tipe gelombang ini cepat diserap, sehingg tidak dapat mencapai tempat yang jauh. 

Jadi di sekitar pemancar terdapat daerah yang dapat menangkap gelombang langsung atau gelombang tanah, namun pada ada daerah yang lokasinya jauh dari pemancar tidak dapat dicapai oleh gelombang radio tersebut. Daerah ini dinamakan daerah sunyi.

Untuk hubungan jarak jauh digunakan panjang gelombang yang panjangnya sekitar 20 m. Gelombang-gelombang radio dipancarkan sebagai berkas yang sempit dalam arah mendatar. 

Antena rumah dibuat secara khusus untuk dapat memancarkannya. Gelombang-gelombang itu setelah dipantulkan berulang kali antara F2 dan permukaan bumi dapat mencapai bagian lain dari bola bumi. Baca juga: Pola pemukiman desa

Panjang gelombang televisi jauh lebih kecil lagi. Gelombang ini menembus seluruh ionosfer pada semua arah. Gelombang televisi tidak dipantulkan oleh ionosfer oleh sebab itu hanya dapat ditangkap dalam daerah yang terbatas di sekitar pemancar.

Gangguan Ionosfer
Gangguan-gangguan pada matahari dapat menyebabkan ionosfer terganggu pula. Ada dua tipe gangguan yaitu gangguan dadakan dan badai ionosfer. Gangguan ionosfer dadakan terjadi tiba-tiba antara 15-30 menit durasinya. 

Gangguan ini meliputi seluruh lapisan muka bumi yang pada saat itu disinari matahari. Gangguan lain yaitu badai ionosfer, terjadi pada siang dan malam hari dan durasinya lebih lama bisa berjam-jam atau ebrhari-hari. Kedua tipe gangguan ionosfer itu mengganggu penerimaan sinyal radio. 
Gambar: disini

Senin, Agustus 21

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah dan menempati rongga-rongga tanah. Apakah semua wilayah daratan di dunia memiliki air tanah?. 

Tentu tidak, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan air tanah. Volume rongga-ronga batuan atau tanah dinamakan porositas,
sementara kemampuan batuan/tanah untuk melepaskan kembali air dinamakan permeabilitas. 

Besar kecilnya jumlah air yang dapat tersimpan dalam tanah tergantung pada volume rongga batuan/tanah. Cabang ilmu hidrologi yang khusus mempelajari air tanah disebut Geohidrologi.

Baca juga:
Struktur vertikal hutan hujan tropis 
Perbedaan mess, butte dan plateu

Sumber utama dan terbesar pengisi air tanah dalam jumlah kecil antara lain:
a. Air connate yaitu air yang tersimpan di dalam batuan sedimen sejak batuan tersebut berada di bawah permukaan laut hingga terangkat menjadi daratan.
b. Air juvenil yaitu air yang naik dari magma karena gas-gas dibebaskan melalui mata air panas.
c. Air meteorik yaitu air yang berasal dari atmosfir yang terbawa oleh meteor yang jatuh di bumi.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Mata air di tengah hutan
Berdasarkan kedudukan air tanah dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Air tanah Dangkal/Air tanah bebas/Air tanah freatis yaitu air yang berada pada suatu lapisan batuan/tanah, yang bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air dan bagian atasnya dibatasi oleh lapisan tidak kedap air.

b. Air tanah Dalam/Air tanah Tertekan/Air tanah Pizometri yaitu air yang berada di dalam tanah dan terletak antara dua lapisan batuan kedap air. 


Terdapatnya air tanah tertekan biasanya jauh berada di bawah permukaan tanah, dengan kedalaman sampai mencapai ratusan meter, sehingga untuk pengambilannya sering menggunakan pompa air yang berkekuatan besar. 

Akan tetapi tidak jarang air tanah ini ditemukan dalam bentuk air tanah artesis, bahkan kadang-kadang muncul sebagai mata air.

Air yang berada di permukaan tanah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian jenuh dan bagian tidak jenuh. 


Pada bagian jenuh seluruh rongga/pori-pori tanah terisi oleh air, sedangkan pada bagian tidak jenuh tidak semua rongga/pori-pori tanah terisi air, tetapi hanya sebagian yang terisi oleh air dan sebagian lain terisi udara.

Kebesaran Tuhan yang telah menciptakan air dengan berbagai bentuk hendaknya menjadikan manusia pandai mensyukuri dan menjaga keberadaan dan kualitas dengan sebaik-baiknya. 

Di Indonesia air tanah ditemukan hampir di seluruh wilayah daratan yang ada. Akan tetapi jumlah/potensinya tidak sama dan bervariasi menurut kondisi lahan dan curah hujan. 

Pada lahan dataran yang sifat tanahnya porus dan tebal, serta curah hujan tinggi cenderung memiliki potensi airtanah yang besar. Sebaliknya lahan yang bergelombang, berbukit, dan berpegunungan, serta sifat tanahnya kurang porus, tipis, dan curah hujan kecil akan cenderung memiliki potensi airtanah kecil.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Bagan vertikal air tanah
Rakyat Indonesia hendaknya bersyukur karena Tuhan menganugerahkan air tanah yang memiliki manfaat sangat besar sebagai penopang utama kehidupan. Hingga saat ini sebagian besar rakyat Indonesia masih menggunakan air tanah sebagai sumber air minum. 

Hal ini terjadi karena selain murah (tidak perlu membeli air), ditinjau dari segi lokasinya sangat menguntungkan karena relatif terdapat secara merata di berbagai wilayah, sehingga penduduk tidak perlu mengusahakan transportasi untuk mengangkut air bersih.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum (domestik) baik oleh penduduk maupun sebagai bahan baku air minum PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), ternyata di beberapa tempat air tanah sudah dimanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti industri dan pertanian yang banyak memanfaatkan air tanah dalam/tertekan.


Dalam hal ini para industriawan dan petani dengan menggunakan bor menggali air tanah secara langsung dan dimanfaatkan untuk kepentingan masing-masing. 

Gambar: disini, disini

Baca juga:
Karakteristik ekosistem rawa basah
Perbedaan sensus, survey dan registrasi penduduk
Ukuran satuan jarak astronomi

Jumat, Agustus 18

Animasi Pembentukan Hujan Konvektif, Frontal dan Orografis

Animasi Pembentukan Hujan Konvektif, Frontal dan Orografis

Animasi Pembentukan Hujan Konveksi, Frontal dan Zenital - Hujan merupakan fenomena alami di atmosfer. Pembentukan hujan di bumi ini sangat erat kaitannya dengan siklus air. 

Menurut genesanya, hujan terbagi menjadi hujan konveksi, hujan frontal dan hujan orografis. Hujan konvektif merupakan hujan yang diakibatkan oleh pertemuan dua massa udara yang naik dan menghasilkan hujan. 

Hujan seperti ini biasa terjadi di sore hari karena pemanasan di siang hari. Baca juga: Jenis-jenis front cuaca

Animasi Pembentukan Hujan Konvektif, Frontal dan Orografis
Hujan frontal diakibatkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda yaitu hangat dan dingin. Pertemuan dua massa udara ini menghasilkan suatu bidang batas yang dinamakna fornt. Nah, hujan terjadi di sepanjang batas front ini.

Baca juga:
Karakteristik daerah doldrum itu apa?
Pengertian konsep dasar geografi

Hujan orografis merupakan hujan yang terjadi di lereng pegunungan. Udara dari daratan naik menuju puncak dan terhalang gunung. Awan hujan terbentuk di sisi gunung dan hujan terjadi. 

Sisi gunung lainnya menjadi daerah bayang hujan dan sering terjadi angin fohn. Untuk lebih memahaminya silahkan pelajari animasi di bawah ini:

Sumber: disini

Kamis, Agustus 17

Animasi Gempa Bumi Tektonik

Animasi Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi atau earthquake merupaka fenomena getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Gempa bumi yang paling sering terjadi adalah gempa bumi tektonik.

 Gempa tektonik merupakan gempa yang dihasilkan oleh adanya pergerakan atau tumbukan lempeng tektonik. 
Animasi Gempa Bumi Tektonik

Gempa tektonik banyak terjadi di daerah batas tumbukan lempeng seperti Indonesia. Getaran yang dihasilkan gempa ini bisa sangat kecil hingga sangat besar dan menimbulkan bencana dahsyat. 

Tsunami di Aceh tahun 2004 diawali oleh gempa di dasar laut. Daerah-daerah yang berada di zona bahaya gempa harus mewaspadai ancaman ini. Masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana yang tepat. Gambar: disini

Untuk melihat proses terjadinya gempa, bisa dilihat pada animasi flash di bawah. 
Sumber: Roving Genius Yt

Sabtu, Agustus 5

Konsep Geografi Menurut Peter Hagget

Konsep Geografi Menurut Peter Hagget

Konsep geografi adalah istilah-istilah yang mengandung makna geografi di dalamnya. Ada banyak ahli yang sudah mengemukakan konsep geografi dan salah satunya adalah Peter Hagget. 

Hagget adalah seorang geografer kebangsaan Inggris yang berfokus pada kajian kota dan regionalisasi. 

Menurutnya ada setidaknya 5 konsep geografi yang diangap sebagai dasar untuk mempelajari semua fenomena dalam ruang. Baca juga: Fenomena rotasi dan revousi bumi
Konsep Geografi Menurut Peter Hagget
Lanskap terasering Panyaweuyan
1. Areal Differentiation
Konsep pertama ini memiliki makna perbedaan karakter tiap wilayah atua region. Bumi ini memiliki permukaan yang bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Perbedaan wilayah ini menjadi suatu keunikan tersendiri dan merupakan anugerah dari Tuhan. 

Kita bisa menganalisa mengapa di daerah sana ada batubara sedangkan disini tidak ada. Mengapa di Eropa ada 4 musim sedangkan di Indonesia tidak?. Itu adalah akibat dari diferensiasi area.

Baca juga:
Ini lho cara tampilkan fitur 3D view di google map!
Aspek geografi itu apa saja ya?

2. Landscape
Landscape adalah bentang alam. Bentang alam di muka bumi ini bermacam-macam mulai dari pegunungan, bukit, rawa, lembah dan lainnya. Berbagai lanskap ini menjadi suatu keindahan dan saranan penelitian untuk mengungkap bagaimana proses dan sebaran bentang alam tersebut. 

Mengapa gurun tidak bisa terbentuk di Indonesia?. Mengapa ada laut di pedalaman benua?. Mengapa ada gunung api di tengah laut dan lainnya. 

3. Man Environment
Konsep ini berkaitan dengan manusia yang mengendalikan lingkungan. Manusia sebagai mahluk yang dominan di permukaan bumi ini sudah banyak merusak bentang alam alami dan membuat bentang baru. 

Hutan yang tadinya hijau kini sudah banyak yang hilang dan berubah fungsi. 

4. Distribusi Ruang
Geografi pasti mempelajari tentang distribusi atau sebaran fenomena dalam ruang. Sebaran fenomena dalam ruang permukaan bumi tidak merata. 

Hal ini membuat keragaman-keragaman fisik maupun budaya yang menjadi sebuah keunikan bumi sebagai sebuah planet. 

5. Geometrik
Geografi mencoba mengukur segala sesuatu dalam ruang. Ingat kita punya peta sebagai alat bantu memahami distribusi fenomena spasial. Peta dibuat dari metode pengukuran-pengukuran yang sangat kompleks.

Pengukuran lainnya diantaranya curah hujan, letak astronomis, kedalaman lautan, skala gempa dan lainnya.  
 

Jumat, Juli 28

Pengertian Konsep Dasar Geografi

Pengertian Konsep Dasar Geografi

Memahami konsep dasar geografi untuk anak SMA memang cukup menguras pikiran. Konsep geografi pada dasarnya adalah istilah dasar yang mengandung makna geografi.

Emang ada berapa sih jumlah konsep geografi itu. Di Indonesia saat ini dikenal 10 konsep dasar geografi. 

Sepuluh konsep tersebut disahkan oleh Ikatan Geograf Indonesia tahun 1988. Dalam level SMA, kalian minimal harus bisa membuat kalimat yang menyatakan salah satu konsep geografi atau menyimpulkan konsep geografi yang tepat dari sebuath paragraf. 

Berikut penjelasan contoh kalimat konsep geografi IGI. Baca juga: Pendekatan geografi dan penjelasannya

a. Konsep Lokasi
- Lokasi absolut = kata kunci "letak astronomis"
Indonesia terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT.
- Lokasi relatif = kata kunci "letak lingkungan sekitar"
Rumah saya jauh dari dari stasiun namun dekat ke sekolah, sementara rumah pacar saya dekat ke stasiun namun jauh ke sekolah. 

Baca juga: faktor infiltrasi air tanah

b. Konsep Jarak
- Jarak absolut = kata kunci "ukuran panjang"
Saya menempuh jarak ke pasar sejauh 5 km dari rumah.
- Jarak relatif = kata kunci "ukuran waktu"
Libur lebaran kemarin, saya pergi mudik ke Jogja menempuh perjalanan 6 jam dengan menggunakan KA Argo Wilis.

c. Konsep Keterjangkauan = kata kunci "mudah tidaknya akses suatu lokasi"
Harga BBM di Mimika sangat mahal karena kondisi jalan di sana tidak memadai. Penyaluran BBM harus menggunakan jalur udara yang relatif mahal.

d. Konsep Morfologi = kata kunci "bentuk relief wilayah"
Kota Bandung berada pada ketinggian antara 500-700 mdpl sehingga suhunya sejuk.

e. Konsep Pola = kata kunci "susunan suatu objek"
Sungai Bengawan Solo memiliki bentuk yang berkelok-kelok seperti cabang pohon.
Pengertian Konsep Dasar Geografi
Lokasi adalah konsep utama geografi
f. Konsep Interaksi = kata kunci "saling ketergantungan"
Desa mengirim bahan pangan ke kota sementara kota mengirim barang elektronik ke desa.

g. Konsep Nilai guna = kata kunci "nilai manfaat lokasi"
Pegunungan Sewu memiliki kenampakan yang unik berupa dasar laut purba sehingga banyak digunakan sebagai lokasi Ekowisata.

h. Konsep Aglomerasi = kata kunci "pemusatan kegiatan ekonomi"
Pabrik elektronik banyak dibangun di wilayah Cikarang Bekasi"

i. Konsep Diferensiasi = kata kunci "perbedaan antar wilayah"
Wilayah gurun Sahara memiliki iklim kering sementara wilayah hutan gugur memiliki iklim sedang.

j. Konsep Asosiasi = kata kunci "keterkaitan dalam satu lokasi"
Suku Bajau tinggal di daerah pantai sehingga mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Untuk lebih memahaminya, kamu boleh membuat contoh kalimat sendiri. Tidak usah sama dengan punya saya di atas. Semakin sering mencoba maka kamu akan semakin cepat paham. Gambar: disini

Baca juga:
Cara menjawab soal konsep geografi di UN

Kamis, Juli 27

Objek Formal dan Material Geografi

Objek Formal dan Material Geografi

Dalam kompetensi dasar geografi di tingkat SMA, seorang siswa harus bisa memahami tentang konsep-konsep dasar geografi. 

Salah satu bagian yang harus dipahami siswa adalah objek formal dan objek material. Objek formal geografi pada dasarnya merupakan cara pandang geografi terhadap gejala/fenomena di permukaan bumi. Objek formal geografi meliputi 3 aspek yaitu:

1. Pola sebaran fenomena tertentu di permukaan bumi. Contohnya kabut asap kebakaran lahan gambut di Banjarmasin menyebar hingga Palangkaraya.
2. Keterkaitan atau hubungan antar sesama gejala di tersebur. Contohnya kebakaran lahan gambut terkait musim kemarau panjang dan morfologi daerah Banjarmasin.
3. Perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut. Kabut asap disebabkan oleh adanya pembukaan lahan baru di daerah gambut oleh manusia.
Berdasarkan cara pandang geografi maka muncul pertanyaan pokok geografi untuk mengkaji sebuah fenomena yaitu 5W + 1H.
1. What : Apa yang terjadi?
2. Where: Dimana fenomena itu terjadi?
3. When : Kapan fenomena itu terjadi?
4. Why : Mengapa fenomena itu terjadi?
5. Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut?
6. How : Bagaimana kronologi kejadian tersebut?
Objek studi geografi adalah geosfer
Objek material geografi adalah geosfer atau lapisan bumi. Materi adalah semua hal yang bisa dipegang, disentuh dan dirasa oleh panca indera kita. Geosfer terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. 

Semua fenomena di setiap lapisan tersebut merupakan objek materi geografi. Baca juga: Memahami bentang alam struktural
Contoh gejala di tiap lapisan:
Atmosfer: pelangi, tornado, angin
Litosfer: gempa, vulkanisme, tumbukan lempeng
Hidrosfer: danau, tsunami, arus laut
Biosfer: simbiosis, ekosistem, rantai makanan
Antroposfer: urbanisasi, kelahiran, kematian, ledakan penduduk

Jadi kesimpulannya objek materi adalah objek kajian dalam wujud benda sementara objek formal adalah cara pandang terhadap materi tersebut. 

Cara pandang atau pendekatan geografi ada 3 yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Baca juga: Perbedaan 3 Pendekatan Geografi
Gambar: disini

Jumat, Juli 21

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer merupakan lapisan air yang menutupi cekungan di permukaan Bumi. Hidrosfer meliputi 71% permukaan Bumi yang berwujud dalam bentuk lautan, teluk, danau dan lainnya. 

Perairan terbuka yang luas dinamakan Samudera sementara yang lebih sempit dinamakan lautan. 

Lautan memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bumi. Salah satu fenomena yang umum dijumpai adalah arus laut. 

Arus laut merupakan pergerakan air laut dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mendapatkan kesetimbangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan arus laut terbentuk yaitu:
Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi
Peta Arus Laut
1. Pergerakan angin
Angin bergerak teratur di atas permukaan lautan dengan arah tertentu. Jadi sistem angin merupakan penyebab utama arus laut. 

Dalam sirkulasi angin global, arus laut mengalir dari timur ke barat sedangkan bagian barat sirkulasi global, arus bergerak dari barat ke timur. Baca juga: Dampak pencemaran bagi ekosistem

2. Perbedaan suhu
Suhu di permukaan laut di berbagai wilayah lintang berbeda-beda. Suhu yang hangat di khatulistiwa dan daerah tropis menyebabkan air menjadi lebih hangat yang nantinya menyebabkan air mengalami perluasan volume. 

Dengan demikian air menjadi lebih ringan dan densitasnya menurun. Namun di daerah lintang tinggi suhunya relatif rendah sehingga beratnya berkurang. 

Air di wilayah khatulistiwa yang hangat dan ringan bergerak sebagai arus hangat sementara arus dingin turun dari kutub menunju khatulistiwa yang kosong.

3. Salinitas
Kerapatan air laut tergantung dari kadar garamnya. Air menjadi lebih ringan jika kadar garamya menurun sementara menjadi lebih berat jika kadar berat jika kadar garamnya meningkat. 

Air yang ringan mengalir sebagai arus permukaan sementara air yang berat mengalir sebagai arus dalam. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

4. Perbedaan evaporasi
Kebanyakan penguapan terjadi di wilayah panas hasilnya adalah permukaan laut semakin menurun. Sementara air yang lebih dingin di sekelilingnya mengalir ke wilayah yang panas tadi untuk menjaga keseimbangan volume air laut.

5. Kedalaman
Perairan dangkal akan menyebabkan air menghangat dan ringan dengan sangat cepat. Oleh sebab itu air bergerak di permukaan sementara air dingin di bawah akan naik ke atas mengisi volume air yang hilang.

6. Rotasi bumi
Bumi bergerak dari barat ke timur dan hasilnya adalah, arus laut  akan berbelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan.

7. Lokasi daratan
Daratan akan membelokan arus lautan yang datang dan menghasilkan arus baru. Contohnya Arus khatulistiwa selatan di Atlantik terbagi menjadi dua cabang karena menabrak pantai timur Brazil. 

Gambar: disini

Minggu, Juli 16

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Alam semesta merupakan sebuah ruang yang sangat luas dan didalamnya terdapat berbagai macam komponen mulai dari materi gelap, energi gelap, galaksi, bintang, planet dan masih banyak lagi. 

Bagaimana alam semesta ini bisa tercipta?. Apakah manusia bisa menjelaskan teori terbentuknya alam semesta?. Baca juga: Unsur kehidupan masyarakat desa

Dalam dunia sains, ilmuwan sering melakukan pemodelan untuk menjelaskan tentang suatu fenomena fisis yang riilnya tidak bisa terjangkau oelh indera penglihatan karena dimensi fenomena itu sangat kecil atau sangat besar. 

Ambil contoh model atom dalam fisika, dimana pemodelan atom seperti sebuah inti yang dikelilingi elektron-elektron. Model ini bisa diterima hingga kini dan sangat penting untuk penelitian lanjutan. 

Jarang sekali sebuah model yang diajukan ilmuwan langsung mapan namun bisa gugur atau mengalami penyempurnaan disesuaikan dengan data empiris melalui riset. 

Jika model ini diterima secara umum dan terbukti keabsahannya maka meningkat menjadi "teori". 

Baca juga:
Ciri sistem klasifikasi iklim Koppen
Perbedaan lokasi absolut dan relatif

Begitupula tentang alam semesta, dari dulu manusia berlomba mencari model dan teori tentang proses terbentuknya alam semesta. Akan tetapi hingga saat ini ada setidaknya 2 teori yang sering diperdebatkan yaitu Big Bang dan Keadaan Tetap.

Teori Big Bang
Big Bang merupakan suatu teori yang menjelaskan bahwa alam semesta itu mengalami permulaan alias tidak serta merta ada. Big Bang menjelaskan alam semesta muncul dari ketiadaan. 

Menurut teori standar, alam semesta ini melompat menjadi ada sebagai "singularitas" sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Singularitas merupakan sebuah zona yang menantang pemahaman manusia tentang fisika. Ilmuwan memprakirakan singularitas ada pada sebuah lubang hitam atau black hole.

 Black hole merupakan suatu daerah bertekanan gravitasi sangat masif dimana materi yang masuk ke dalamnya tidak akan pernah kembali lagi. Zona seperti ini dinamakan zona kepadatan tak terbatas atau singularitas. 

Alam semesta ini diperkirakan berasal dari satu titik yang sangat kecil, panas, padat alias bervolume nol. Darimana titik itu muncul?. Kita tidak tahu, mungkin hanya Tuhan yang tahu. Baca juga: Memahami reaksi bowen pada batuan
Ilustrasi Big Bang
Sesaat setelah ledakan, material lalu meluas, mendingin membentuk berbagai manifestasi seperti galaksi, planet, bintang, komet dan lainnya. Bukti teori Big Bang adalah adanya temuan objek di lam semesta semakin menjauh. 

Hal ini menandakan adanya pengembangan dari suatu titik di masa lalu. Pendukung teori ini adalah Stephen Hawking dan Einstein.

Teori Keadaan Tetap
Teori ini disebut juga Steady State, menjelaskan tentang alam semesta itu statis. Alam semesta selalu berkembang namun menjaga kepadatan rata-rata yang konstan, materi yang hilang akan digantikan materi baru. 

Menurut teori ini alam semesta tidak ada awal dan akhir, rata-rata kerapatan galaksi sama. Teori ini dikemukakan oleh Sir James Jeans tahun 1920 lalu direvisi terakhir oleh Sir Fred Hoyle. 

Pengamatan tahun 1950 telah membuktikan bahwa teori ini tidak bisa diterima dan Big Bang adalah teori yang disetujui hingga kini. 

Teori Keadaan Tetap menolak keberadaan Tuhan dan mengabaikan konsep penciptaan. 

Sumber gambar: disini

Kamis, Juli 13

Fenomena Aspek Fisik dan Non Fisik Geografi

Fenomena Aspek Fisik dan Non Fisik Geografi

Halo sahabat geografi semuanya, memasuki awal tahun ajaran baru di kelas 10 SMA tentunya akan berjumpa dengan geografi. Geografi merupakan ilmu yang komperhensif karena memadukan antar ailmu alam dengan sosial. 

Dalam materi awal geografi di SMA tentu bahasan pertama adalah seputar konsep geografi. Baca juga: Terbentuknya magma di perut bumi

Bab konsep geografi ini membahas seputar hal-hal mendasar yang harus dipahami dalam mempelajari geografi salah satunya adalah aspek geografi. Menurut Bintarto, geografi dibagi menjadi aspek fisik dan aspek non fisik. 

Aspek fisik terkait dengan semua fenomena yang terjadi secara alamiah sementara aspek non fisikal merupakan semua fenomena yang diakibatkan oleh adanya campur tangan manusia.

Lingkungan fisik
1. Topologi, mencakup semua hal terkait letak suatu wilayah, luasnya, bentuk, dan batas wilayah tersebut. Untuk melihat aspek topologi dibutuhkan alat bantu yaitu peta.
2. Abiotik, mencakup semua hal benda mati seperti cuaca, air, tanah, gunung api, iklim dan lainnya. Variabel tersebut membuat setiap wilayah memiliki keunikan masing-masing seperti Arab Saudi banyak gurun pasir sementara di Inggris banyak apdang rumput dan hutan gugur.
3. Biotik, mencakup semua hal terkait mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Ketiga mahluk hidup tersebut dilihat sisi sebaran dan relasinya dengan ruang di permukaan bumi.
Fenomena Aspek Fisik dan non Fisik Geografi
Pemukiman kumuh di Jakarta
Lingkungan non fisik
1. Sosial, mencakup kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan manusia seperti kelahiran, migrasi, hukum adat dan kematian.
2. Ekonomi, meliputi hal-hal seperti industri, perdagangan ekspor-impor dan lainnya. Banyak teori ruang yang berawal dar kegiatan ekonomi seperti Central Place dan Growth Pole.
3. Budaya, mencakup semua hal terkait cipta rasa dan karsa manusia dalam wujud  bahasa, kesenian, rumah adat hingaa pakaian adat. 
4. Politik, mencakup hal yang berkaitan dengan tata laksana pemerintahan daerah atau suatu negara.  
Contoh Soal Aspek Geografi:
Diketahui fenomena:
1. Pesawahan terasering Bali
2. Erupsi Sinabung
3. Perkebunan Sawit di Riau
4. Tsunami Aceh
5. Pemukiman kumuh di Jakarta
Yang termasuk aspek fisik geografi terdapat pada angka ....
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 2 dan 4
c. 2, 3 dan 5
d, 3, 4 dan 5
e, 2, 4 dan 5

Rabu, Mei 31

Pergerakan Angin Muson Di Indonesia

Pergerakan Angin Muson Di Indonesia

Indonesia terletak di khatulistiwa dan tersusun atas kepulauan yang dipisahkan oleh selatan dan laut-laut sempit. Hal ini berdampak pada pergerakan angin musiman (monsun).

Kondisi perairan dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan cuaca seperti angin yang sangat menentukan terjadinya gelombang dan arus permukaan. Angin sangat penting bagi kegiatan di wilayah perairan seperti berlayar namun angin juga bisa menimbulkan bencana. 

Baca juga:
Aliran energi dalam ekosistem
Strata hutan hujan tropis

Angin adalah salah satu unsur meteorologi yang penting dalam kelautan. Angin yang sangat kuat berupa badai sangat jarang ditemuka di Indonesia walaupun pengaruhnya dapat merambat ke Indonesia secara kecil. 

Hal ini dikarenakan adanya faktor Efek Coriolis yang menghasilkan wilayah doldrum atau tentang di kahtulistiwa. 

Badai siklom tropis sering muncul di Samudera lntang 10 derajat utara dan selatan namun akan menghilang atau berbelok saat mencapai khatulistiwa.

Pola angin yang berperan besar terhadap perubahan kondisi cuaca di Indonesia adalah angin musim atau monsun. 

Angin in terjadi karena adanya perbedaan pemanasan/pendinginan antara benua dengna laut luas di musim panas dan musim dingin. Secara umum, mekanisme angin muson adalah sebagai berikut:
Pergerakan Angin Muson Di Indonesia
Pola angin monsun melewati Indonesia

1. Di bulan Desember, Januari, Februari disebut angin musim barat atau west monsoon. Pada bulan ini belahan bumi utara sedang musim dingin dan di bumi selatan sedang musim panas. 

Pusat tekanan tinggi terjadi di atas daratan Asia dan sebaliknya di atas daratan Australia yaitu menjadi pusat tekanan rendah. Kondisi ini menyebabkan angin berhembus dari Asia menuju Australia. Angin ini membawa uap air banyak dan turun di Indonesia. 

2. Kondisi sebaliknya terjadi di bulan Juli-Agustus, yang disebut angin musim timur atau east monsoon. Kali ini angin berhembus dari Australia ke Asia.

3. Arah angin yang tidak menentu terjadi di bulan April-Mei yang biasa disebut sebagai angin musim peralihan atau pancaroba. Di bulan Oktober-Nopember terjadi musim pancaroba akhir tahun. 

Di musim ini biasanya banyak terjadi cuaca buruk seperti angin puting beliung. Cuaca kadang sangat ekstrim seperti munculnlya hujan es atau suhu yang sangat panas atua dingin sekali di malam hari. Baca juga: Objek studi geografi

Walaupun secara umum kondisi cuaca di Indonesia dapat digambarkan seperti diatas, namun jatuhnya musim penghujan dan kemarau di berbagai wilayah Indonesia berbeda-beda. Hal ini terkait beragam faktor mulai dari ketinggian, jarak ke pantai hingga kondisi vegetasi.

Selain angin musim, di pesisir pantai dapat ditemukan angin laut dan angin darat dalam skala kecil atau disebut juga angin lokal. 

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan intensitas pemanasan dan pendinginan antara daratan dan lautan saat siang dan malam hari. Baca juga: Sudah tahu gunung api lumpur Lusi?

Angin darat merupakan angin permukaan yang berhembus dari darat ke laut di malam hari. Biasanya mulai terjadi jam 5 sore hingga jam 7 malam. Sementara angin laut adalah angin yang berhembus dari laut ke darat dan biasa terjadi jam 9 pagi hingga jam 11 siang.

Gambar: victorfairen.wordpress.com

Selasa, Mei 23

Contoh Soal Ulangan Konsep Geografi

Contoh Soal Ulangan Konsep Geografi

Kompetensi dasar geografi pertama di kelas X adalah konsep geografi. Pemahaman konsep dasar geografi diperlukan untuk menjelaskan fenomena geosfer lebih jauh.

Berikut ini contoh soal ulangan konsep geografi yang pernah saya berikan:

Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Filsuf Yunani yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi dengan kata awal "geographia" adalah ....
a. Plato
b. Strabo
c. Aristoteles
d. Erasthosthenes
e. Marcopolo

2. Fenomena berikut terjadi di litosfer, kecuali ....
a. Aurora
b. Pembentukkan mineral emas
c. Tumbukkan lempeng
d. Gempa
e. Erupsi

3. Perhatikan gambar di bawah ini!

Kebakaran lahan banyak terjadi di daerah hutan gambut karena banyak perusahaan yang membuka lahan dengan cara dibakar. Pendekatan geografi yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah ....
a. kelingkukan
b. regional
c. keruangan
d. spasial
e. kewilayahan

4. Andi menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah sekitar 48 km. Konsep geografi yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah ….
a. jarak absolut
b. morfologi
c. lokasi absolut
d. pola
e. asosiasi

5. Kota Bogor terletak di daerah dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 500 m. Konsep geografi dalam paragraph tersebut adalah ….
a. jarak absolut
b. morfologi
c. lokasi absolut
d. pola
e. asosiasi

6. Gunung Sinabung mengalami erupsi bulan Mei 2017. Material piroklastik hasil letusan bergerak hingga mencapai Medan, Padang dan Aceh. Prinsip geografi yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah ....
a. keruangan
b. distribusi
c. interelasi
d. korologi
e. deskripsi

7. Paham aliran geografi yang menyatakan bahwa kehidupan manusia dikendalikan oleh kondisi alam dinamakan ....
a. fisis determinis
b. logografi
c. possibilisme
d. merkantilisme
e. ecological

8. Perhatikan fenomena berikut!
1. petani membajak sawah
2. tsunami Aceh
3. migrasi etnis Rohingnya ke Myamar
4. hujan es di Bandung
Yang termasuk aspek fisik geografi terdapat pada angka ....
a. 1 dan 2
b. 3 dan 4
c. 2 dan 4
d. 1 dan 4
e. 1 dan 3

9. Era dimana fenomena alam masih dianggap sebagai bagian dari mitos dewa-dewa yaitu ciri dari era ....
a. geografi klasik
b. geografi abad pertengahan
c. geografi modern
d. geografi mutakhir
e. geografi abad 19-20

10. Pabrik gula banyak dibangun di daerah Jawa Timur karena banyak terdapat perkebunan tebu disana. Konsep geografi yang sesuai adalah ....
a. lokasi
b. morfologi
c. nilai guna
d. jarak
e. aglomerasi

ESSAY
1. Buatlah kalimat yang menyatakan konsep geografi berikut!
- lokasi absolut
- nilai guna
- keterjangkauan
- diferensiasi area
- asosiasi
2. Jelaskan perbedaan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan?
3. Buatlah sebuah paragraf geografi yang berdasarkan prinsip korologi?
4. Jelaskan tentang objek material geografi?
5. Sebutkan minimal 3 fungsi pembelajaran geografi bagi kehidupan?

Gambar: media.viva.co.id


Senin, Mei 22

Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya

Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya

Aurora merupakan salah satu ilusi optik yang ada di atmosfer, tapi mengapa kita di Indonesia belum pernah melihatnya langsung?. 

Aurora merupakan iluminasi cahaya di atmosfer bagian atas pada daerah lintang tinggi. Di belahan bumi utara disebut Aurora Borealis dan di belahan bumi selatan disebut Aurora Australis.

Fenomena aurora disebabkan oleh interaksi partikel elektromagnetik (electron dan proton) angina matahari dengan atom atmosfer bagian atas. Interaksi semacam ini hanya terjadi di wilayah lintang tinggi pada zona berentuk oval yang mengelilingi kutub magnet bumi. 

Selama periode aktifitas matahari rendah, zona aurora bergeser ke arah kutub namun saat aktifitas angin matahari tinggi aurora kadang meluas ke garis lintang tengah. Baca juga: Gejala-gejala optik atmosfer

Contohnya aurora borealis terlihat di lintang 40 derajat di wilayah Amerika Serikat. Emisi aurora biasanya terjadi pada ketinggian 100 km namun bisa terjadi juga diantara 80 - 250 km di atas permukaan bumi.
Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya
Fenomena Aurora Borealis
Aurora dapat memiliki bentuk beraneka macam seperti tirai bercahaya, busur, garis dan kadang lengkungan. Busur seragam adalah bentuk aurora yang paling stabil dan bisa bertahan selama berjam-jam dengan variasi warna yang menakjubkan. 

Sinar kehijauan biasa menutupi sebagian puncak langit dengan gradAsi merah di atmosfer bagian bawah dan berangsur berdifusi menjadi sinar putih. 

Aurora menerima energy dari partikel yang bergerak antara matahari dan bumi sepanjang bidang magnet bumi dan berputar. Partikel digerakan oleh angin matahari lalu ditangkap oleh medan magnet bumi dan dibelokan ke kutub magnet bumi. 

Mereka lalu bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen, melepaskan electron dan meninggalkan ion dalam keadaan tereksitasi. 

Ion-ion ini memancarkan radiasi dalam berbagai panjang gelombang menciptakan warna khas merah atau biru kehijauan. Baca juga: Klasifikasi iklim Junghuhn

Selain di bumi planet lain di tata surya yang punya atmosfir dan medan magnet substansial adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Mereka dapat menghasilkan aurora dalam skaala besar. 

Aurora juga dapat diamati  di bulan Jupiter Io, dihasilkan oleh interaksi atmosfer Io dengan medan magnet kuat Jupiter. Jadi di Indonesia kamu tidak bisa melihat aurora, dan harus pergi ke daerah dekat lingkar kutub.

Gambar: 66.media.tumblr.com
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close