Guru Geografi: Materi Kelas 10 | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 21

5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia

5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara besar dan memiliki kekayaan fisik yang luar biasa. Kekayaan fisik ini merupakan anugerah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Berikut ini saya akan coba berikan gambaran tentang potensi fisik wilayah Indonesia. Letak geografis adalah letak suatu empat dibandingkan dengan posisi tempat lainnya di permukaan bumi. Indonesia terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. 

Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta diantara dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Potensi fisik Indonesia terdiri dari 5 aspek berikut:

a. Iklim di Indonesia
Secara garis besar, Indonesia memiliki karakteristik iklim tropis, iklim musim dan iklim laut. Dalam iklim koppen Indonesia punya Iklim Af, Aw, Am dan Ef. 
1. Iklim tropis 
Wilayah Indonesia terletak di jalur khatulistiwa sehingga Indonesia masuk iklim tropis dengan curah hujan dan intensitas penyinaran tinggi sepanjang tahun. 

Kelembaban udara Indonesia juga cenderung tinggi dengan tiga musim utama yaitu penghujan, pancaroba dan kemarau.
2. Iklim laut
Wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan sehingga kondisi iklimnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan laut. Penguapan air laut yang tinggi menjadikan udara lembap dan menyebabkan curah hujan tinggi karena banyak terbentuk hujan konvektif. 

Iklim laut mempengaruhi kehidupan manusia seperti bentuk rumah, mata pencaharian, pakaian hingga tata laku. Wilayah pesisir adalah wilayah paling terkena dampak iklim laut ini.
3. Iklim muson
Indonesia sangat dipengaruhi oleh angin muson yaitu muson barat dan muson timur. Angin muspn barat berhembus dari benua Asia ke benua Australia pada Oktober - April dan menyebabkan musim penghujan di barat Indonesia. 

Angin muson timur berhembus dari Australia ke Asia pada April - Oktober dan mengakibatkan musim hujan di timur dan kemarau di barat.

b. Angin di Indonesia
Angin merupakan udara yang berhembus dari daerah bertekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Ada beberapa jenis angin yang terjadi di Indonesia yaitu:
1. Angin muson adalah angin yang bertiup akrena perbedaan tekanan udara antara benua atau daratan dengan lautan.
2. Angin darat dan angin laut adalah angin yang bertiup dari dan menuju laut. Angin darat berhembus dari darat ke laut pada malam hari, biasa digunakan nelayan untuk mulai melaut. Angin laut berhembus dari laut ke darat pada siang hari dan dipakai nelayan untuk kembali ke darat setelah berlayar.
3. Angin gunung adalah angin yang berhembus dari puncak gunung ke lembah dan terjadi malam hari. Sementara angin lembah berhembus dari lembah ke gunung pada siang hari.
4. Angin fohn merupakan angin yang menuruni pegunungan dan bersifat panas dan kering. Nama angin fohn di Deli disebut Angin Bahorok, di Cirebon disebut Angin Kumbang, di Pasuruan dinamakan Angin Gending, di Maluku benama Angin Brubu, di Papua disebut Angin Wambrau.

c. Curah Hujan
Curah hujan di Indonesia relatif tinggi yaitu berkisar 2.000-3.000 mm/tahun. Darah yang menerima curah hujan kurang dari 1.000 mm adalah Nusa Tenggara dan di Sulawesi. Hujan paling besar turun di Kranggang dan Baturaden yaitu diatas 7.000 mm/tahun. 

Sebaliknya hujan paling sedikit turun di Lembah Palu dengan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Curah hujan yang besar merupakan aset bagi pertanian di Indonesia.
5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia
Ladang kentang di kaki Dieng
d. Bentang Alam
Beragam jenis bentang alam banyak terbentuk di Indonesia mulai dari bukit, gunung, teluk, rawa, tanjung dan lainnya. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya bentang alam ini adalah tenaga endogen dan eksogen. 

Variasi bentang alam merupakan salah satu faktor sebaran flora dan fauna. Selain itu kebudayaan masyarakat juga terbentuk dari bentang alam ini.

e. Tanah
Secara umum karakteristik tanah di Indonesia cocok untuk pertanian karena curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi. Tanah yang dijumpai di Indonesia diantaranya tanah vulkanik, tanah aluvial, tanah humus, tanah gambut, tanah laterit dan tanah kapur. 

Tanah vulkanik kaya mineral dan banyak digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Tanah aluvial di sisi sungai juga kaya akan mineral sehingga cocok untuk pertanian dan palawija. Tanah gambut tersebar di sumatera timur dan kalimantan selatan. 

Sementara tanah kapur banyak ditumbuhi kayu jati dan mahoni. Tanah Indonesia juga kaya akan sumber daya bahan galian di dalamnya mulai dari batubara, emas, perak, intan dan lainnya.

Gambar: disini

Selasa, Maret 13

Prinsip-Prinsip Geografi Dalam Kehidupan

Prinsip-Prinsip Geografi Dalam Kehidupan

Prinsip geografi menjadi dasar uraian, pengkajian, pengungkapan gejala dan masalah geografi. 

Ketika melakukan pendekatan terhadap objek gejala yang dipelajari, prinsip geografi harus selalu digunakan. 

Secara teoritis, prinsip-prinsip geografi terdiri atas prinsip distribusi, interelasi, deskripsi dan korologi. Berikut penjelasannya.

a. Prinsip Distribusi
Prinsip distribusi adalah suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang mencakup bentang alam, vegetasi, hewan dan manusia. 

Dengan memperhatikan dan menggambarkan sebaran fenomena dan fakta dalam ruang, pengkajian persoalan yang berkenaan dengan fenomena dan fakta keruangan dapat terarah dengan baik. 

Dengan menganalisa dan menggambarkan berbagai fenomena pada peta, hubungan antara gejala dapat terungkap secara menyeluruh dan dapat diramalkan di masa depan. Ciri khas pesebaran adalah adanya lokasi-lokasi yang disebutkan. 

Contoh kalimat prinsip persebaran: Di pagi hari masyarakat Jakarta mulai beraktifitas, ada yang ke pasar, kantor dan sekolah. Baca juga: Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup
Prinsip-Prinsip Geografi Dalam Kehidupan
Peta sebaran gunung api Indonesia
b. Prinsip Interelasi
Dasar kedua yang digunakan untuk menelaah dan mengkaji fenomena geosfer adalah dengan prinsip interelasi. Prinsip interelasi adalah suatu hubungan saling keterkaitan dalam ruang antara gejala yang satu dengan gejala lainnya. 

Setelah pola sebaran dan fakta geografi dalam ruang terlihat, hubungan antara faktor fisis dengan faktor manusia dapat terungkap. Setiap fenomena pasti akan terkait dengan fenomena lain. 

Contoh kalimat prinsip interelasi yaitu Erupsi Sinabung pada 2010 menyebabkan 4.000 lahan pertanian rusak parah. Baca juga: Potensi fisik dan non fisik desa

c. Prinsip Deskripsi
Prinsip deskripsi adalah penjelasan lebih jauh mengenai fenomena geosfer dalam bentuk penyajian seperti peta, grafik, tabel atau statistik. 

Deskripsi dalam geografi dapat menggunakan berbagai cara dan yang paling umum adalah dalam bentuk peta atau statistik. 

Contoh kalimat prinsip deskripsi adalah Tanah longsor di Brebes menyebabkan 4 orang tewas dan 5 orang hilang.

d. Prinsip korologi
Prinsip korologi adalah prinsip yang komprehensif karena menggabungkan ketiga prinsip geografi sebelumnya. Dalam meninjau gejala, dengan korologi kita bisa melihat lebih jelas dan utuh sebuah fenomena. 

Jadi pada dasarnya jika ingin mengkaji sebuah fenomena lebih dalam maka prinsip korologi adalah yang paling penting. Baca juga: Perbedaan oase dan wadi

Senin, Oktober 30

Vulkanisme dan Produknya

Vulkanisme dan Produknya

Apa jadinya kalau tidak ada gunung api di bumi ini?. Tidak akan ada daratan kalau tidak ada kegiatan vulkanisme di bumi ini. Vulkanisme merupakan kegiatan kegunungapian yang terjadin karena adanya penerobosan magma hingga mencapai permukaan bumi. 

Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut dengan letusan gunung api atau erupsi. Gunung api adalah gunung yang punya lubang kepundan tempat keluarnya magma. Jadi gunung api disebut volcano kalau gunung biasa disebut mountain. Baca juga: Soal Prinsip Geografi dan Jawabannya

Jika dilihat berdasarkan strukturnya, gunung api akan menghasilkan berbagai macam produk yang terdiri dari magma, kawah utama, kawah samping, pipa kawah dan kerucut parasit.
Vulkanisme dan Produknya
Vulkanisme dan Produknya
Magma
Merupakan bahan silikat cair pijar yang tersusun atas bahan padat, cair dan gas yang terdapat di dalam litosfer dengan suhu berkisar antara 900 - 1.200 derajat Celcius. Magma berada pada lapisan yang dinamakan dapur magma. 

Dapur magma ada yang dangkal dan ada yang dalam. Letusan besar biasanya berasal dari dapur magma dalam sementara letusan yang lebih kecil berasal dari dapur magma yang dangkal. Baca juga: Menghitung kelembaban relatif dan mutlak

Kawah Utama
Merupakan lubang erupsi dengan diameter hingga 2 km dan berada di bagian puncak gunung api. Kawah utama ini biasanya terisi air atau tidak sama sekali. Sumbat lava juga terdapat di kawah utama.

Pipa Kawah
Merupakan suatu lubang atau rekahan tergolong bidang lemah di kerak bumi, tempat magma menerobos dan naik ke atas permukaan bumi.

Kawah Samping
Merupakan lubang serupsi berdiameter kurang atau hingga 2 km yang berada di lereng gunung api hasil dari adanya penerobosan ke samping gunung api. Contohnya adalah Kawah Domas di Tangkubanperahu. Baca juga: Skala kekerasan batuan MOHS

Kawah Parasit
Merupakan kerucut yang terbentuk dari akumulasi material erupsi luar kawah utama yang ada di bagian gunung api dengan ukuran lebih kecil dari kerucut gunug api utamanya.

Leleran Lava
Merupakan magma yang keluar dari kerucut gunung api dan mengalir keluar gunung api. Baca juga: Bedanya Wadi dan Oasis

Abu Piroklastik
Merupakan bahan leas berupa batu, abu, pasir yang terlontar saat erupsi gunung api terjadi. Abu piroklastik ini juga sering isebut wedus gembel dan dapat bergerak dengan kecepatan ratusan km/jam.

Senin, Oktober 16

Memahami Gerak Semu Harian dan Tahunan Matahari

Memahami Gerak Semu Harian dan Tahunan Matahari

Halo kawan-kawan bagaimana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan tetap produktif. Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang apa itu gerak semu harian dan tahunan matahari. 

Coba kamu amati pagi hari dan lihat ke ufuk timur maka akan muncul matahari bukan?. Lalu semakin siang maka matahari akan semakin bergerak ke atas hingga puncaknya berada di atas kepala kita. 

Setelah siang, maka matahari akan bergerak kembali turun namun ke arah barat dan akhirnya menghilang di ufuk barat. Inilah yang dinamakan gerak semu harian matahari.

Dinamakan gerka semu karena seolah-olah matahari yang bergerak padahal sebenarnya bumi yang berotasi. Baca juga: Beda Ruang, Tempat dan Lokasi
Gerak semu harian matahari
Gerak semu tahunan matahari adalah gerakan peredaran matahari karena pengaruh revolusi bumi. Garis edar matahari ini antara 23,5 LU sampai 23,5 LS. Perbedaan titik jatuh matari diantara lintang tersebut akan berdampak pada variasi musim terutama di belahan bumi bagian utara dan selatan. 

Nah di K 13 ini anak harus bisa memahami tentang gerak semu harian dan tahunan matahari secara paripurna. Baca juga: Memahami prinsip geografi

Perbedaan musim sangat mencolok di daerah subtropis yaitu 
1. Spring
2. Summer
3. Autumm
4. Winter
Gerak semu tahunan matahari
Anak harus bisa menyimpulkan suatu musim di daerah tertentu kaitannya dengan gerak semu tahunan matahari. Makanya memahami revolusi bumi termasuk dalam kategori materi HOTS. Berarti siswa harus memahami:
1. Lokasi negara/daerah di bumi
2. Gerak semu tahunan dan tanggalnya
3. Perubahan musim sesuai tanggal  jatuhnya titik sinar matahari

Contoh soal dalam UN adalah sebagai berikut:

1. Pada tanggal 23 Januari, Mr. Asep pergi ke Belanda untuk melakukan riset penelitian. Saat tiba disana, disana sedang musim dingin. Pada tanggal 12 Mei ia berencana untuk kembali ke Indonesia. Ketika ia kembali ke Indonesia, sedang musim apakah di Belanda?
a. semi
b. panas
c. gugur
d. dingin
e. kemarau

Rabu, Oktober 11

Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis

Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis

Bulan merupakan satelit alami Bumi sehingga ia tentu bergerak mengitari bumi atau berevolusi. Ada beberapa fenomena yang terkait dengan pergerakan bulan ini yaitu perigee, apogee, sideris dan sinodis. 

Adapun gaya yang menyebabkan bulan bergerak mengitari bumi adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada bulan. Arah revolusi bulan adalah arah timur. 

Bidang orbit bulan membentuk sudut 5 derajat (inklinasi 5 derajat) terhadap ekliptika bumi. Inklinasi adalah sudut bidang orbit bumi terhadap bidang orbit benda langit lainnya.

Sambil berevolusi dengan arah timur mengitari bumi, bulan juga berotasi dengan arah timur terhadap posisinya sendiri. Gerak bulan yang ketiga tentu saja gerak bulan bersama planet bumi sebagai induknya mengitari matahari.

Mengapa muka bulan yang terlihat hanya sebagian saja alias tetap dari Bumi?
Kamu mengetahui periode revolusi bumi kira-kira 365,25 hari dan periode rotasinya kira-kira 24 jam. 

Karena periode revolusi dan periode rotasi bumi tidak sama, maka seandainya kamu memandang bumi dari mars maka muka bumi yang meghadap mars selalu bergantian. Namun bulan memiliki sifat unik karena periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya yaitu 27,3 hari. 

Artinya sat kali bulan mengitari bumi maka satu kali juga bulan mengitar bumi. Ini menyebabkan muka bulan yang menghadap kita selalu separuh bagian saja. Separuh bagian lainnya selalu membelakangi bumi.
Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis
Fase perubahan bulan
Apa itu perigee dan apogee?
Orbit bulan mengitari bumi tidaklah bulat sempurna namun elips yang hampir bulat. Ini menyebabkan jarak bulan dari bumi berubah sedikit selama bulan revolusi. Pada suatu masa bulan berada pada jarka paling dekat dengan bumi atau disebut perigee. 

Pada satu waktu, bulan juga berada paling jauh dengan bumi dan disebut apogee. Jarak paling dekat bulan dan umi adalah 384.400 km dan jarak paling jauh adalah 406.700 km.

Apa itu bulan sideris dan sinodis?
Ada dua macam periode rotasi bulan yaitu periode sideris dan sinodis. Periode sideris adalah periode rotasi bulan dengan mengacu ke suatu bintang jauh selain matahari. Satu bulan sideris kira-kira 27,3 hari. 

Periode sinodis adalah periode rotasi bulan dengan mengacu pada matahari. Satu bulan sinodis adalah selang waktu yang dipelrukan bulan untuk berevolusi 360 derajat mengitari matahari. Satu bulan sinodis atua komariah kira-kira 29,5 hari. Bulan sinodis adalah bulan berdasarkan perubahan fase bulan. Baca juga: Teori terbentuknya jagat raya

Gambar: disini

Selasa, Oktober 10

Fakta Tentang Permukaan Bulan

Fakta Tentang Permukaan Bulan

Sejak zaman dulu Bulan telah mempesonakan umat manusia. Ada yang mengibaratkan Bulan sebagai wajah wanita cantik, ada pula peribahasa bagai pungguk merindukan bulan.

Namun teknologi telah menguak bagaimana sejatinya bentuk bulan. Muka bulan yang menghadap ke bumi selalu sama kira-kira separuh bagian. Separuh bagian lagi selalu membelakangi bumi sehingga tidak pernah kita lihat. 

Saat bulan purnama kamu akan melihat bagian-bagian halus, datar dan agak gelap. Bagian ini disebut mare atau laut dalam bahasa latin karena dulu diperkirakan adalah samudera. Bidang gelap inilah yang kadang terkesan seperit bentuk wajah manusia.

Pada permukaan bulan terdapat ribuan kawah yang dihasilkan oleh hantaman meteor yang masuk ke permukaan bulan. Ini disebabkan bulan tidak punya atmosfer yang bisa menghancurkan batu meteor yang masuk ke bulan.
Permukaan bulan bopeng oleh hantaman meteor
Bulan punya garis tengah 350 km dan memiliki besar 1/4 Bumi. Jarak bumi ke bulan kira-kira 380.000 km. Mengapa oleh manusia, bulan tampak hampir sama besarnya dengan matahari?. Ini karena faktor jarak bulan yang lebih dekat dengan bumi. Bandingkan dengan jarak matahari yang mencapai 150 juta km dari bumi.

Bulan bersinar dan terlihat oleh kita terutama di malam hari. Bulan bercahaya karena mendapatkan pantulan dari matahari, jadi bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Bulan adalah satelit alami Bumi. 

Bulan bisa beredar dekat bumi karena pengaruh gravitasi bumi. Bulan memiliki gravitasi dan berpengaruh terhadap kehidupan di Bumi seperti gerhana dan pasang laut.

Gravitasi bulan kira-kira 1/6 kali gravitasi bumi dan jumlah ini terlalu lemah untuk dapat mengikat atmosfernya sehingga di bulan tidak tercipta atmosfer. Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya fenomena berikut:

1. Suhu permukaan bulan dapat berubah sangat cepat
Lapisan-lapisan atmosfer di bumi berfungsi menyaring dan mengatur sinar matahari yang mengenai dan yang dipantulkan oleh permukaan bumi, sehingga suhu di pemrukaan bumi tidak berubah dengan ekstrim. 

Karena di bulan tidak ada atmosfer maka suhu pada bagian yang terkena matahari bisa mencapai 100 derajat Celcius sementara suhu di bagian yang tidak kena matahari bisa mencapai -173 derajat Celcius.

2. Bunyi tidak dapat merambat di bulan
Untuk dapat merambat, gelombang bunyi memerlukan medium seperti udara. Karena di bulan tidak ada medium ini maka suara tidak dapat merambat disana. Ini menyebabkan bulan adalah tempat yang sangat sunyi.

3. Langit di bulan tampak hitam kelam
Langit di bumi tampak biru karena adanya debu-debu angkasa yang menghamburkan sinar matahari dan yang paling banyak dihamburkan adalah gelombang pendek warna biru. 

Bulan tidak punya atmosfer hingga mustahil terjadi penghamburan sinar. Ini menyebabkan tidak ada spektrum sinar matahari yang tercipta sehingga langit bulan selalu tampak gelap hitam kelam oleh pengamat di bumi.

4. Tidak mungkin ada kehidupan
Atmosfer bulan berfungsi mengatur siklus udara dan siklus air. Bulan tidak memilikii atmosfer sehingga di Bulan tidak tersedia udara dan air. Maka tidak mungkin ada kehidupan terbentuk secara alami kecuali ada rekayasa tingkat tinggi.
Gambar: disini

Rabu, September 27

Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi

Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi

Air merupakan komponen utama sebuah kehidupan di Bumi ini. Tanpa air maka tidak akan ada kehidupan sekompleks di planet ini. Air memiliki nama kimia H₂O dan merupakan senyawa yang sangat unik. 

Bentuk air terbesar adalah lautan kemudian dalam bentuk es. Jika semua bentukan es di bumi ini mencair maka permukaan air laut akan naik hingga 70 meter lho, gak kebayangkan nanti Jakarta bisa tenggelam tuh hinggga gedung pencakar langitnya.

Bumi sebenarnya merupakan planet terluar dari sistem orbit yang memiliki suhu yang cukup untuk menghasilkan air dalam wujud cair. 

Air punya struktur atom yang sangat sederhana. Struktur atom ini menyebabkan molekul air punya sifat unik sebagai berikut:
Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi
Air sumber kehidupan
1. Air memiliki panas spesifik tinggi.
Panas spesifik merupakan jumlah energi ayng diperlukan untuk mengubah suatu zat. Hal ini menyebabkan air menyerap energi panas lebih besar sebelum mengubah suhu air menjadi panas. 

Dengan kata lain air juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk melepaskan energi saat ingin mengubah wujud menjadi dingin. Sifat ini membuat iklim di bumi menjadi nyaman karena suhunya sedang dan membantu organisme untuk menyesuaikan suhu tubuh mereka dengan lebih baik.

2. Air memiliki ph netral yaitu 7 artinya bukan asam dan bukan basa.

3. Molekul air dalam bentuk cair berada di rentang suhu 0 - 100 derajat C. Posisi ini menjadikan air tersedia hampir di seluruh permukaan bumi.

4. Air lebih mudah menyerap panas dibanding cairan tipe lain selain merkuri. Fakta ini menyebabkan tubuh airyang luas seperti danau dan lautan memiliki profil suhu vertikal hampir seragam.

5. Molekul air di bumi memiliki bentuk 3 fisik yaitu padat, cair dan gas. Perubahan bentuk yang terjadi pada air memerlukan pertukaran energi yang tinggi baik untuk memanaskan maupun mendinginkan. 

Mekanisme ini memainkan peranan penting dalam penyebaran panas di atmosfer bumi. Jumlah panas yang dipindahkan ke atmosfer sekitar 3/4 nya terjadi melalui proses evaporasi, dan proses pengembunan air.
Gambar: disini

Jumat, September 22

Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia

Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia

Tanah merupakan bahan bentukan alam yang berasal dari pelapukan batuan atau zat organik lain. T

anah sangat penting bagi kehidupan di muka bumi ini karena tanpa tanah maka tumbuhan tidak bisa hidup, manusia tidak bisa membuat bangunan dan hewan tidak bisa membuat sarang dan berbagai hal lain. 

Ada banyak jenis tanah tersebar di Indonesia dengan masing-masing cirinya. Berikut ini ciri dan jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia:
1. Podzolik merah kuning
Ciri:
a. Berasal dari pelapukan batuan yang mengandung mineral kuarsa di iklim basah dengan curah hujan diatas 2.500 mm per tahun.
b. Sifat tanahnya basah jika kena air.
c. Banyak terdapat di pegunungan.
d. Cocok untuk kegiatan ladang, kebun, karet, kebun teh, kakao dan kopi.
Sebarannya di Nusa Tenggara, Jawa bagian pegunungan tengah.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Podzolik Merah Kuning
2. Organosol
Ciri:
a. Berasal dari bahan induk organik seperti gambut dan rumput rawa pada daerah iklim basah dengan curah hujan diatas 2.500 per tahun.
b. Sebagian besar masih tertutup gambut dan rawa.
c. Berlokasi di daerah pasang surut.
d. Kaya akan unsur hara dan mudah terbakar di musim kemarau.
Sebarannya di bagian timur Sumatera, Kalimantan bagian selatan dan pantai Papua selatan dan barat.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah organosol atau gambut
3. Aluvial
Ciri:
a. Berasal dari endapan lumpur sungai.
b. Sifat tanah subur.
c. Cocok untuk kegiatan pertanian
Sebaran di dataran rendah dekat sungai seperti Sumatera Timur, Pantura Jawa, Papua Selatan dan Kalimantan bagian selatan.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Aluvial
4. Kapur
Ciri:
a. Berasal dari pelapukan batuan kapur.
b. Sifat tanah kurang subur.
c. Cocok untuk pohon jati.
Sebaran di Gunung kidul, Kendeng, Blora, Sulawesi Selatan dan Tasikmalaya Selatan.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah kapur
5. Vulkanik
Ciri:
a. Berasal dari pelapukan batuan vulkanik yang mengendap di lereng/lembah.
b. Endapan abu gunung api disebut tuff.
c. Sifat tanah subur dan baik untuk pertanian.
Sebaran di daerah lereng gunung api seperti Jawa bagian tengah, Sumatera bagian tengah dan Bali.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Vulkanik
6. Pasir
Ciri:
a. Berasal dari pelapukan batu pasir.
b. Miskin unsur hara dan kadar air sedikit
c. Banyak terdapat di daerah pantai.
Sebaran di Sumatera Barat, Jawa Timur, Parangtritis dan Yogyakarta.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Pasir
7. Humus
Ciri:
a. Disebut juga bunga tanah
b. Berasal dari tumbuhan yang membusuk.
c. Sifat tanah subur.
d. Warna tanah hitam.
Sebaran di daerah yang banyak pegunungan/hutan.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Humus
8. Laterit
Ciri:
a. Banyak mengandung besi dan alumunium.
b. Usia batuan relatif tua.
c. Sifat tanah tidak subur.
d. Warna merah mudah dan cocok untuk bahan batu bata.
Sebaran di Pacitan atau dekat Pegunungan Kapur.
Gambar: disini
Ciri dan Jenis-Jenis Tanah di Indonesia
Tanah Laterit

Rabu, September 20

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi

Dalam geografi selalu kata 'ruang' menjadi suatu kata wajib dipahami dan menjadi bahasan utama geografi. Sebenarnya apa sih ruang itu?. 

Apakah ruang itu abstrak atau riil?. Jika abstrak apakah hanya ada dalam khayalan atau bisa lebih konkrit dari itu, sedangkan kalau riil maka ruang itu punya batas yang jelas dan ciri-ciri yang berbeda antara ruang satu dengan ruang lainnya. 

Baca juga:
Rumus hitung episentrum gempa 
Indikator negara maju dan berkembang

Ruang (space) bisa berarti sangat sempit namun juga bisa sangat luas. Kita bisa membayangkan bahwa ruang hanya sesuatu yang hampa namun memakan tempat atau yang terbayang hanya isi yang ada pada ruang tersebut. 

Semua benda membutuhkan ruang  sehingga salah satu ciri membedakan benda adalah luas ruang yang dibutukan oleh benda tersebut.

Dengan demikian ruang adalah tempat untuk suatu benda/kegiatan atau bila kosong bisa diisi oleh benda/kegiatan.
Perbedaan Ruang, Tempat dan Lokasi
Ruang adalah identitas geografi
Dalam hal ini kata 'tempat' adalah berdimensi tiga dan kata benda/kegiaran berarti semua tak terbatas. Kegunaan ruang menjadi terbatas bila diberi ciri/karakter tambahan. 

Contohnya ruang kelas berarti berisi benda atau kegiatan yag berkaitan dengan kegiatan kelas, ruang tamu berisi benda untuk menerima tamu, ruang tidur berisi benda untuk keperluan tidur dll. Tanpa ruang maka benda tidak akan ada disana. 

Baca juga:
6 Unsur cuaca dan iklim
5 Faktor kepadatan penduduk

Kamus Random House menulis space; a particular extent of surface. Artinya ruang dapat diartikan sebagai tempat berdimensi tiga tanpa konotasi yang tegas atas batas dan lokasinya yang dapat menampung atau ditunjukan untuk menampung benda apa saja.

Sebenarnya ada tiga kata yang sering bisa dipertukarkan yaitu ruang, tempat atau lokasi. Dari ketiga istilah itu ruang adalah yang bersifat umum, tidak terikat oleh isi maupun lokasi. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Tempat atau place sering kali dikaitkan dengan keberadaan suatu benda/kegiatan yang telah ada atau sering ada disitu. Lokasi terkait dengan posisi apabila di permukaan bumi bisa ditentukan bujur dan lintangnya. 

Lokasi sering terkait dengan pemberian nama atau karakter atau sesuatu tempat sehingga dapat dibedakan lokasi satu dengan lainnya. Karena ruang dapat menyangkut apa saja yang membutuhkan tempat maka harus ada batasan tentang ruang yang jelas. 

Dalam hal ini ruang akan dikembangkan sebagai wilayah.  

Gambar: disini

Selasa, September 19

Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya

Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya

Bumi ni sudah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu, namun bagaimana sebenarnya Tata Surya dan Bumi ini terbentuk. 

Ada beragam hipotesa tentang terjadinya bumi dan tata surya. Berikut ini 5 hipotesa tersebut:

1. Hipotesa Kabut
Hipotesa ini dinamakan juga solar nebula dan menjadi hipotesa paling tua dan terkenal. Hipotesis untuk dikemukakan oleh Imanuel Kant (1724-1804) seorang filsuf asal Jerman.

Menurutnya dahulu di jagat raya ini ada gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-lama menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi padat (planet dan satelitnya).

2. Hipotesa Planetesimal
Seorang ahli geologi dan ilmuwan Amerika bernama Thomas C. Chamberlain (1843-1928) melakukan penelitian yaitu The Origin of the Earth pada 1916. 

Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu bintang di alam semesta. Pada suatu masa, ada sebuah bintang yang mendekat dan berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. 

Akibatnya terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang. Sebagian dari massa matahari itu tertarik ke arah bintang. Pada saat bintang menjauh sebagian massa matahari jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi bertebaran di angkasa sekitar matahari. 

Materi yang bertebaran ini lah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet dan beredar di orbitnya.
Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya
Nebula di alam semesta src: pixabay
3. Hipotesa Pasang Surut Bintang
Pada 1917 sarjana Inggris, James Jeans (1877-1946) dan Herald Jeffries mengeluarkan hipotesa tidal James-Jeffries. 

Menurut hipotesa ini pada suatu saat sebuah bintang yang hampir sama besarnya dengan matahari melintas dekat matahari. Hal ini menimbulkan gaya pasang pada matahari. Pasang ini berbentuk seperti cerutu yang sangat besar. 

Bentuk cerutu yang sangat besar ini kemudian bergerak mengelilingi matahari dan mengalami perpecahan menjadi sejumlah butiran tetesan kecil. 

Butir-butir tetesan yang terbesar diantaranya karena daya tariknya dapat menarik butir-butir yang kecil sehingga akhirnya membentuk gumpalan sebesar planet yang ada sekarang.

4. Hipotesa Ledakan Bintang
Seorang astronom Inggris Fred Hoyle (1956) berpendapat kemungkinan matahari memiliki teman sebuah bintang lain yang pada mulanya berevolusi satu sama lain. 

Ada juga diantaranya yan memadat dan mungkin terjebak ke dalam orbit matahari. Banyak bintang yang meledak mennjadi supernova ditemukan oleh NASA. 

5. Hipotesa Kuiper
Astronom Gerard P. Kuiper (1905-1973) mengemukakan bahwa alam semesta tersusun atas formasi bintang-bintang. Menurut dia, dua pusat awan yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hidrogen. 

Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadart menjadi bintang tunggal yaitu matahari. Kejadian berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik dari massa yang lebih besar. 

Gaya ini menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah pecah menjadi awan lebih kecil lagi dan disbeut protoplanet. Setelah periode waktu yang lama protoplanet itu menjadi planet yan ada sekarang ini. 

Jika kedua awan itu punya ukuran yang sama maka akan membentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sering terjadi di alam semesta. 

Saat matahari memadat matahari akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energi matahari dipancarkan. 

Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih terang seperti hdrogen dan helium dari awan ayng menyelubungi protoplanet yang paling dekat matahari.

Jumat, September 15

Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng

Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng

Kabut merupakan butiran air dalam bentuk awan sederhana yang umurnya sangat pendek dan terdapat dekat permukaan tanah. 

Kabut terbentuk pada udara diatas tanah yang memiliki suhu dingin, sehingga menyebabkan udara di atasnya mencapai titik jenuh. 

Para ahli meteorologi memiliki penjelasan yang lebih mudah lagi tentang kabut, yaitu suatu keadaan di lingkungan sekitar permukaan bumi yang hanya memiliki jarak pandang di bawah 1 km. 
Baca juga: Faktor cuaca iklim suatu tempat
Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng
Kabut di pegunungan
Kabut dapat terbentuk melalui beberapa proses berikut:
a. Kabut radiasi atau kabut permukaan, yaitu kabut yang dihasilkan di dekat permukaan tanah yang bersuhu dingin. Tipe kabut ini biasanya cukup tipis dan terbentuk di sore menjelang malam hari. 

Saat matahari terbit, kabut ini berangsur-angsur hilang karena permukaan bumi mulai menyerap panas dari sinar matahari. Baca juga: Rumus kepadatan penduduk

b. Kabut lereng gunung, terbentuk saat udara bergerak menuju daerah yang lebih tinggi. Saat udara ditekan untuk naik, udara akan terhambat oleh bentuk lereng yang permukaannya bersuhu dingin sehingga suu udara menjadi dingin. 

Tipe kabut ini sering ditjumpai di daerah perbukitan dan pegunungan. Baca juga: Sebaran pola hujan di Indonesia

c. Kabut adveksi, yaitu kabut yang terbentuk saat udara mengalir di atas ebuah permukaan yag memiliki suhu berbeda. Udara adveksi yang hangat dapat menghasilkan kabut jika massa udara ini bergerak di atas permukaan yang dingin. 

Umumnya bentuk kabut ini menyerupai lapisan tipis yang memanjang karena titik jenuh terjadi di daerah pertemuan antara udara hangat dan dingin dan letaknya sedikit di atas permukaan tanah.

d. Kabut evaporasi, merupakan jenis tipe adveksi yang lebih khusus. Kabut ini terjadi saat kita mendapatkan udara dingin bergerak dan berada di atas permukaan air atau permukaan tanah yang hangat dan lembab. 

Dalam situasi ini kabut terbentuk karena udara hasil penguapan air yang masuk ke dalam udara dingin dan menjadi jenih. Tipe kabut ini juga disebut kabut uap atua asap laut. Baca juga: Kedudukan Planet di Tata Surya

e. Kabut frontal, adalah tipe kabut yang berhubungan dengan front cuaca khususnya front panas. Pada kondisi ini hujan yang turun dan masuk ke lapisan udara hangat diuapkan oleh lapisan ini sehingga dapat menambah jumlah uap air di atmosfer.

Kabut kemudian terbentuk saat jumlah air pada lapisan hangat mencapai titik jenuh. Baca juga: Cara menjawab soal konsep geografi tipe HOTS

Gambar: pixabay

Senin, September 11

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

Geografi merupakan ilmu yang menjelaskan semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi dengan sudut pandang region.

Tentunya ilmu apapun di dunia ini pokok pikirannya semua dalam Al Quran. Salah satu nilai geografi adalah nilai Ketuhanan, yaitu mengajarkan kita akan kebesaran Tuhan akan segala ciptaannya.

Kita sebagai manusia harus bijak dalam mengelola anugerahNya. Berikut ini beberapa ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan Materi Geografi dan bisa disampaikan kepada siswa di kelas. Saya tambahkan nanti dilain waktu, sementara ini dulu.
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
Gunung api sumber rezeki bagi manusia src: costaricaexperts
1. Q.S An Nahl 15. Tentang Gunung Api dan Gempa Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [16:15] Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

2.  Q.S An Nahl 11. Tentang Biodiversitas dan Cuaca
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[16:11] Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

3. Q. S As-Sajadah 4. Tentang Penciptaan Alam Semesta
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
 [32:4] Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy1189. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at1190.

 4. Q.S. Al-Fajr 21. Tentang Gempa
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi


[89:21] Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, 
5. Q.S An-Nuur 34. Tentang Awan
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[24:43] Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 
6.  Q. S An-Naba 8. Tentang Antroposfer
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[78:8] dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan
7.  Q. S An-Naba 10. Tentang Pergantian Siang Malam
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[78:10] dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
8.  Q. S An-Naziat 31 Tentang Mata Air 
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:31] Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya

9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Rotasi Bumi
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi
[79:29] dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

10.  9.  Q. S An-Naziat 29 Tentang Bumi Bulat
Ayat Al Quran Tentang Materi Geografi

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (hamparan dalam bahasa arab = bulat telur)
Peranan Cuaca Iklim Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peranan Cuaca Iklim Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kehidupan manusia sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan iklim. Ada penduduk yang pakaiannya tebal karena cuacanya dingin, ada yang rumahnya tinggi karena rawan banjir dan lainnya. 

Cuaca iklim dalam skala kecil pada dasarnya bisa dimodifikasi dengan teknologi namun secara global kita tidak bisa melawan cuaca dan iklim. 

Berikut ini beberapa peranan cuaca dan iklim dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga: Terbentuknya awan di langit

1. Bidang Pertanian
Indonesia adalah negara agraris karena sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup di sektor pertanian. Cuaca dan iklim menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam mengembangkan usahan pertanian. 

Budidaya tanaman tertentu sangat erat kaitannya dengan kondisi musim. Padi sangat baik ditanam di daerah bersuhu panas dengan curah hujan cukup. 

Sementara sayuran dan buah-buahan cocok di daerah dataran tinggi dengan suhu rendah yang intensitas hujan yang tidak tinggi dan tidak rendah. Baca juga: Soal SBMPTN 2014 Geografi dan jawabannya

Cuaca dan iklim juga berperan dalam usahan perkebunan dan perikanan. Umumnya para nelayan akan mengamati kondisi laut, arah angin dan cuaca sebelum pergi melaut.

Nelayan juga tahu kapan waktu ikan-ikan berkumpul di suatu titik dengan melihat kondisi cuaca dan perhitungan kalender turun-temurun. Gambar: disini
Petani bergantung pada cuaca iklim
2. Bidang Transportasi
Cuaca dan iklim berperan dalam kegiatan transportasi. Suhu udara, keceaptan angin, awan sangat mempengaruhi kelancaran penerbangan. 

Transportasi laut juga sangat bergantung pada kondisi cuaca iklim disekitarnya seperti badai, angin, gelombang dan arus laut. 

Mobilitas transportasi darat juga bisa terganggu jika kondisi cuaca buruk seperti badai salju dan banjir.

3. Bidang Telekomunikasi
Dalam bidang telekomunikasi, cuaca iklim dapat menyebabkan berbagai hal seperi  gangguan sinyal karena angin matahari. Pohon tumbang juga dapat memutus kabel telekomunikasi. 

Adanya ionosfer di atmosfer juga membantu manusia dalam mengirim sinyal radio. Baca juga: Faktor perubahan cuaca

4. Bidang Pariwisata
Di bidang pariwisata cuaca iklim berperan dalam berbagai kegiatan seperti musim liburan. Saat musim panas, banyak orang akan liburan musim panas ke pantai atau ke gunung untuk camping. Kegiatan berselancar di pantai juga sangat dipengaruhi oleh angin dan ombak yang baik.

5. Bidang Perdagangan
Di bidang perdagangan kita tentu sering melihat fenomena musim buah. Ada buah yang melimpah saat musim penghujan dan ada yang panen di musim kemarau. Hal tersebut mempengaruhi terhadap harga jual di pasaran. 

Jika musim hujan, buah mangga akan semakin mahal karena belum panen raya sementara saat musim kemarau harganya turun karena masuk panen raya.  

Baca juga: Bedanya tornado dan puting beliung
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close