Guru Geografi: Materi Kelas 10 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 15

Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS

Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS

Halo teman-teman, kali ini saya akan coba berikan cara mudah memahami materi konsep dasar geografi yang masuk dalam kategori soal HOTS. 

Konsep geografi menurut Ikatan Geograf Indonesia ada 10. Materi ini diajarkan di kelas X jenjang SMA dengan harapan siswa bisa memahami tentang dasar-dasar pengetahuan geografi. 

Banyak sekali siswa yang kesulitan memahami materi konsep geografi ini. Kali ini saya akan berikan cara cepat agar bisa memahami konsep geografi ini khususnya saat menjawab soal karena pastinya ada di soal UN.

Perlu dipahami bahwa memang hal paling sulit adalah dalam menemukan keyword alias kata kunci yang berkaitan dengan salah satu konsep geografi tersebut. Untuk menguasainya tidak ada jalan lain selain banyak berlatih membuat kalimat yang menyatakan salah satu konsep geografi lalu menjawab contoh-contoh soalnya.
Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS
Kata kunci tentang konsep geografi
1. Konsep Lokasi
Lokasi dibagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Kata kunci dari lokasi absolut adalah adanya angka astronomis atau alamat jelas. Sementara lokasi relatif adalah perbandingan kondisi disekelilingnya.

Contoh lokasi absolut: Indonesia ada di 6 LU - 11 LS.
Contoh lokasi relatif : Indonesia ada diantara dua benua dan dua samudera.

2. Konsep Jarak
Jarak dibagi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Kata kunci jarak absolut adalah satuan panjang sementara jarak relatif adalah satuan waktu.

Contoh jarak absolut: Saya mudik menempuh jarak 45 km dari Bekasi ke Karawang.
Contoh jarak relatif: Saya pergi dari rumah ke sekolah menempuh 20 menit perjalanan.

3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah kondisi mudah tidaknya suatu lokasi diakses. Aksesibilitas ini dipengaruhi kondisi fisik dan sarana prasarana transportasi.

Contoh keterjangkauan : Bantuan logistik korban Gempa Palu belum tersalurkan maksimal karena beberapa jalan penghubung putus diterjang tsunami.

4. Konsep Pola
Pola adalah susunan abstrak suatu fenomena. Susunan dalam ruang ini meliputi objek yang relatif banyak.

Contoh pola: Pemukiman di daerah Lembah Baliem cenderung memusat.

5. Konsep Morfologi
Morfologi adalah bentuk atau relief permukaan bumi. Keyword: dataran tinggi, dataran rendah, rawa, pegunungan, perbukitan dll. Selain itu kata kuncinya adalah ada angka ketinggian.

Contoh morfologi: Kota Bandung berada pada ketinggian 600 mdpl.

6. Nilai Guna
Nilai guna dalam hal ini adalah sebuah lokasi. Kata kuncinya ada manfaat dari lokasi tersebut.

Contoh nilai guna: Pulau Bali kaya akan budaya dan fenomena alam indah sehingga menjadi daya tarik wisata dunia.

7. Interaksi
Interaksi adalah hubungan timbal balik antar wilayah. Kata kuncinya adalah arus barang dan jasa antara dua wilayah.

Contoh interaksi wilayah: Indonesia mengekspor batubara ke Jepang dan mengimpor barang elektronik dari sana.

8. Aglomerasi
Aglomerasi adalah gejalan pemusatan kegiatan ekonomi dalam satu ruang. 

Contoh aglomerasi : Industri berat banyak dibangun di wilayah Karawang dan Bekasi.

9. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan wilayah di permukaan bumi. Kata kuncinya dalam kalimat ada 2 kondisi wilayah dibedakan.

Contoh diferensiasi : Sayuran cocok tumbuh di daerah dataran tinggi sementara palawija cocok tumbuh di dataran rendah.

10. Asosiasi
Asosiasi adalah keterkaitan logis antar elemen pembentuk ruang. 

Contoh asosiasi : Indonesia berada di daerah cincin api Pasifik sehinga banyak muncul gunung api aktif. (kata kunci : cincin api asosiasi dengan gunung api).
Wilayah kabupaten banjarnegara berada di wilayah dataran tinggi sehingga mayoritas penduduknya adalah petani sayuran. (kata kunci : daerah dataran tinggi asosiasi dengan mata pencaharian petani sayuran)

Ingat soal konsep geografi pasti muncul di UN dan USBN, pastikan kamu sering berlatih. Jangan lupa like dan share artikelnya ke teman-teman lain ya. 

Minggu, November 11

Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan

Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan

Air adalah sumber utama kehidupan di planet bumi dan tanpa zat tersebut maka sudah pasti tidak akan ditemukan yang namanya kehidupan, betul tidak?. 

Sebaran air di permukaan bumi ini bervariasi, ada yang di  sungai, danau, telaga, mata air, rawa, laut, hingga di antartika dan puncak pegunungan. 

Kehidupan manusia sangat dipengaruhi kondisi air, bahkan sejak dulu manusia selalu membangun pemukiman dekat sumber air. Hidrosfer adalah anugerah Tuhan bagi planet bumi.

Di daerah pedesaan bahkan di perkotaan, banyak penduduk yang memanfaatkan air sungai meskipun well orang kota sekarang sudah tidak peduli terhadap kelestarian air sungai. Berikut ini beberapa manfaat air sungai bagi kehidupan:

1. Sebagai sumber pengairan atau irigasi pertanian.
2. Tempat budidaya ikan untuk kebutuhan pangan.
3. Sumber air rumah tangga dan MCK.
4. Sarana transportasi baik manusia maupun barang dan jasa.
5. Sebagai tempat rekreasi dan olahraga seperti arum jeram.

Lalu bagaimana dengan pemanfaatan danau?. Danau sebagai penampung air juga banyak memiliki manfaat bagi kehidupan diantaranya:

1. Irigasi pertanian.
2. Perikanan darat, tempat berkembangbiak ikan keramba.
3. Pembangkit Listrik
4. Sarana rekreasi keluarga
5. Sumber air masyarakat saat musim kemarau

Begitu pentingnya danau bagi kehidupan maka kita harus menjaga dan melestarikan keberadaan danau. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian danau adalah:

1. Menjaga kelestarian DAS hulu
2. Membuat sabuk hijau di sekitar tepi danau
3. Melakukan konservasi tanah
4. Melarang pembuangan sampah ke danau
Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan
Waduk Jatigede
Lalu bagaimana dengan air telaga?. Telaga sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan telaga diantaranya:

1. Sumber air bersih
2. Sumber perikanan darat
3. Tempat rekreasi, pemancingan, rumah makan

Cara melestarikan telaga antara lain:
1. Konservasi tanah di sekitar telaga
2. Membuat sabuk hijau disekitar telaga
3. Tidak membuang sampah ke telaga

Lalu seperti apa pemanfaatan sumber daya air tanah bagi kehidupan?. Air tanah masuk melalui proses infiltrasi lalu mengisi sela-sela pori batuan di bawah tanah. Manfaat air tanah adalah:

1. Sumber air rumah tangga seperti minum, memasak, mencuci.
2. Sumber air untuk irigasi.
3. Sumber air untuk perindustrian.

Gambar: disini

Minggu, Oktober 28

Tenaga Endogen: Dampak Postif dan Negatif Bagi Kehidupan

Tenaga Endogen: Dampak Postif dan Negatif Bagi Kehidupan

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan berasal dari arus konveksi magma. 

Arus konveksi membuat kulit bumi mengalami dinamika dikarenakan berbagai fenomena seperti vulkanisme dan tektonisme. 

Gaya endogen membangun struktur permukaan bumi selama jutaan tahun sampai sekarang. Berikut ini dampak positif dan negatif dari tenaga endogen bagi kehidupan.

a. Dampak Positif
Coba kamu perhatikan, lokasi pertanian di Indonesia kebanyakan berada di Sumatera, Jawa, Bali dan sebagian Nusa Tenggara dan Maluku. Hal tersebut berkaitan dengan aktivitas gunung api yang berada di daerah tersebut. 

Gunung berapi muncul akibat kegiatan vulkanisme yang berasal dari gaya endogen. Dampak positif utama vulkanisme adalah menghasilkan daerah yang subur karena endapan abu vulkanik yang kaya material penyubur tanah. 

Wilayah di sekitar lereng gunung api merupakan wilayah subur dan kaya akan hasil pertanian seprti di lereng Merapi, Arjuna, Tangkubanperahu, Ciremai dan lainnya. Selain menghasilkan material tanah subur, gaya endogen juga berkontribusi terhadap hal berikut:

1. Kawasan tangkapan air hujan. Kawasan tangkapan air hujan adalah wilayah yang banyak menerima curah hujan dan mampu menyimpan serta mengeluarkannya di musim kemarau ke daerah yang lebih rendah berupa air tanah. 

Kawasan ini biasanya terletak pada daerah pegunungan atau daerah dataran tinggi dengan vegetasi tanaman besar. Tanah yang subur di kawasan tersebut merupakan hasil letusan gunung api yang mampu menjadi media tumbuh berkembangnya tanaman keras tersebut. 

2. Sumber bahan galian ekonomis. Gunung api membawa material-material tambang berharga dari dalam bumi seperti pasir, batu hingga intan dan emas. Coba kamu lihat di sekitar Merapi atau Galunggung di Tasikmalaya, banyak penambang pasir dan batu. 

Pasir Merapi dan Galunggung terkenal terbaik di Indonesia untuk bahan bangunan. Selain itu penambangan belerang juga banyak ditemukan seperti di Ijen Banyuwangi.

3. Sumber tenaga listrik. Air yang masuk ke dalam tanah dan mengalami kontak dengan batuan panas akan menghasilkan uap panas. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. 

Uap panas yang ditampung akan menghasilkan gaya tekan besar yang mampu menggerakan turbin pembangkit listrik. Contoh pemanfaatan uap panas ini ada di Dieng Jawa Tengah.

4. Habitat flora fauna. Keberadaan flora fauna di dunia tidak terlepas dari pengaruh gaya endogen. Proses pergerakan lempeng membuat hewan-hewan dan tumbuhan tersebar di beberapa benua.

 Selain itu perubahan struktur kulit bumi membuat habitat flora dan fauna bervariasi sehingga memunculkan kekhasan di beberapa lokasi.

5. Sarana wisata dan pendidikan. Hasil gaya endogen seperti gunung api bisa menjadi sarana wisata dan laboratorium alam.

Hasil-hasil pengangkatan seperti di Karangsambung Kebumen atau Pegunungan Karst Gunung Kidul menjadi lokasi tepat untuk kegiatan wisata dan penelitian di bidang geologi dan hayati.
Tenaga Endogen: Dampak Postif dan Negatif Bagi Kehidupan
Erupsi gunung api berbahaya bagi kehidupan
b. Dampak Negatif
1. Erupsi gunung api bisa menjadi berbahaya jika tidak dimitigasi dengan baik. Awan panas dan aliran lahar bisa merusak dan menghancurkan habitat di sekelilingnya. Awan panas mampu bergerak hingga kecepatan ratusan kilometer per jam dan berbahaya bagi kehidupan. 

2. Gempa bumi akibat pergerakan lempeng bisa menghancurkan bangunan di atas permukaan bumi. Selain itu gempa tektonik bisa memicu tsunami yang berbahaya. Terakhir tsunami terjadi di Palu dan menghancurkan kota dan mengubur satu desa akibat likuifaksi.

3. Gaya endogen juga bisa memicu pergerakan tanah di lereng perbukitan akibat kondisi yang terjal. Lipatan-lipatan pegunungan akibat gaya endogen di beberapa titik sangat rawan erosi dan pergerakan tanah. Hujan deras bisa memicu longsor dan berbahaya bagi kehidupan.

Baca juga: Soal hots bab pedosfer + jawaban

Minggu, Oktober 21

Contoh Dampak Positif dan Negatif Tenaga Eksogen Di Kehidupan

Contoh Dampak Positif dan Negatif Tenaga Eksogen Di Kehidupan

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi dan sifatnya adalah merombak atau merusak struktur yang telah dibangun oleh tenaga endogen. 

Tenaga endogen dan tenaga eksogen pada dasarnya saling melengkapi sehingga wujud permukaan bumi ini bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Contoh tenaga eksogen adalah erosi, pelapukan, sedimentasi dan masswasting. Berikut dampak positif dan negatif tenaga eksogen bagi kehidupan di bumi.

1. Dampak Positif
a. Merangsang kemunculnya habitat
Tenaga endogen seperti panas matahari sangat diperlukan oleh semua mahluk hidup. Tanpa matahari maka tidak akan ada mahluk hidup yang bisa bertahan hidup. 

Panas matahari dan hujan lalu cuaca lainnya akan membatu pelapukan batuan sehingga akan menghasilkan tanah yang merupakan komponen penting bagi munculnya sebuah habitat. 

b. Perluasan daratan
Gunung api berjasa dalam membangun sebuah struktur kulit bumi akan tetapi bentuknya dataran tinggi. 

Gaya eksogen seperti erosi akan membuat dataran tinggi menjadi lebih datar sehingga mengalami perluasan ke segala arah. Perluasan daratan ini bermanfaat bagi kehidupan dan manusia tentunya. Erosi akan membangun sebuah dataran rendah luas atua peneplain. Gambar: disini
 
Contoh Dampak Positif dan Negatif Tenaga Eksogen Di Kehidupan
Erosi dan sedimentasi mengendapkan lumpur di muara
c. Munculnya bahan galian ekonomi
Tenaga eksogen mempermudah manusia dalam mencari bahan-bahan galian ekonomi. Erosi dan pelapukan membuat lapisan kulit bumi yang terangkat akan mengelupas dan hilang. 

Akibat pengelupasan inilah bahan galian yang tadinya tidak terlihat dan sulit diambil bisa mudah didapatkan oleh manusia. Proses erosi menggerus lapisan kulit bumi yang keras sehingga bahan galian akan muncul dengan sendirinya ke permukaan.

d. Membantu penyebaran flora fauna
Angin dan air dapat membantu bibit-bibit tumbuhan tertentu untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga akan terbentuk sebaran-sebaran flora maupun fauna baru di lokasi lain. 

2. Dampak Negatif
a. Abrasi
Arus gelombang laut yang berkesinambungan di dinding pantai akan merubah bentuk pantai menggerus ke arah daratan. Selain itu abrasi akan membuat intrusi air laut ke air darat semakin besar sehingga sumur-sumur di pesisir akan cenderung asin. Selain itu bangunan akan cepat rusak jika tidak dibangun tanggul di bibir pantai.

b. Erosi longsor
Jika hujan lebat di lereng gunung maka erosi akan semakin meningkat sehingga kesuburan tanah akan menurun. Hal ini disebabkan unsur hara dalam tanah di bagian atas hilang tergerus erosi. Selain itu longsor juga dapat menelan korban jiwa jika terjadi secara masif dan tiba-tiba. Gambar: disini
Contoh Dampak Positif dan Negatif Tenaga Eksogen Di Kehidupan
Longsor berbahaya bagi kehidupan
c. Angin kencang merusak
Angin kencang seperti puting beliung dan tornado bisa merusak kehidupan diatas permukaan bumi. Tornado di Amerika misalnya bisa meluluhlantahkan satu kota dan menelan ribuan korban jiwa. Di Indonesia angin kencang jarang terjadi karena efek doldrum di khatulistiwa.

d. Panas matahari memicu kebakaran
Panas matahari di musim kemarau bisa memicu kebakaran lahan terutama di lahan sabana, stepa dan gambut. Udara kering memperparah kekeringan dan kebakaran di lahan-lahan. 

Selain itu panas matahari yang berlangsung lama bisa memicu kekeringan karena sumur air tanah yang mengering. Daerah rawan kebakaran lahan di Indonesia adalah di Sumatera dan Kalimantan. Artikel favorit: Perbedaan sudut inklinasi dan deklinasi

Jumat, Agustus 10

Download PPT Langkah Penelitian Geografi

Download PPT Langkah Penelitian Geografi

Hai teman-teman, di kesempatan kali ini saya akan membagikan contoh slide power point materi Langkah Penelitian Geografi. 

Di kurikulum 2013 ini, penelitian atau riset merupakan salah satu materi yang haru dikuasai siswa. Mengapa harus riset?. Saat ini berbagai macam persoalan hidup terus bertambah dan manusia dituntut untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara-cara ilmiah tentunya. 

Semua karya-karya monumental dan bermanfaat berawal dari adanya penelitian atau riset yang berkesinambungan.

Untuk itulah riset diperkenalkan sejak dini kepada siswa SMA khususnya agar mereka kelak bisa memahami konsep-konsep dasar riset dan pembuatan karya ilmiah. Dengan demikian mereka akan lebih mencintai dunia tersebut. 

Penemuan-penemuan baru adalah modal dasar bagi keberlangsungan dan keberlanjutan sebuah peradaban manusia. Jika dulu kita mengenal riset di kuliahan maka kini anak remaja harus sudah bisa mengenal hal-hal seperti makalah, judul penelitian, sampel, populasi, metode penelitian, analisa, daftar pustaka dan lainnya.

Berbagai fenomena geosfer semakin bervariasi dan riset-riset terbaru tentu akan semakin banyak untuk mengungkap sebab terjadinya sebuah fenomena sesuai dengan prinsip-prinsip hukum alam yang berlaku. 

Berikut ini contoh PPT materi Langkah Penelitian Geograf yang saya dapat dari salah satu penerbit buku nasional. Silahkan download di bawah ini.


Kamis, Agustus 9

Jenis Keterampilan Dasar Geografi Siswa

Jenis Keterampilan Dasar Geografi Siswa

Mempelajari geografi tentu akan banyak membahas tentang berbagai macam fenomena geosfer. 

Dalam kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk menjadi seorang pembelajar kreatif, aktif dan inovatif sesuai dengan tuntutan skill abad ke 21. Lalu apa saja keterampilan dasar geografi yang harus dikuasai siswa?.
Jenis Keterampilan Dasar Geografi Siswa
Gempa Lombok berkekuatan 7 skala richter
1. Observasi
Observasi merupakan kemampuan utama dalam memahami konsep geografi. Dengan panca indera kita akan melihat berbagai macam fenomena di geosfer. 

Perkembangan geografi pun dimulai dari adanya pengamatan dan dilanjutkan dengan penjelajahan ke penjuru bumi. Berbagai fenomena yang manusia lihat lalu direkam, dicatat dan dipelajari menjadi sebuah teori dan bahan pembuat kebijakan pembangunan.

2. Deskripsi
Kemampuan deskripsi adalah kemampuan menjelaskan gejala geosfer yang terdapat di permukaan bumi secara detail dan optimal sehingga orang lain bisa membaca dan menginterpetasikannya dengan baik. 

Di era digital ini sudah banyak aplikasi yang dapat memudahkan manusia melihat berbagai macam fenomena seperti aslinya mulai dari google earth, GIS, animasi dan lainnya.

3. Klasifikasi
Mengklasifikasi fenomena geosfer didasarkan atas syarat-syarat tertentu. Contoh klasifikasi jenis hujan, jenis tanah, bentuk gunung api, jenis migrasi dan lainnya. Klasifikasi ini memudahkan manusia dalam menggolongkan fenomena tersebut ke dalam satu tema umum yang sama.

4. Pemetaan
Seorang geograf sudah pasti wajib menguasai teknik dasar peta dan pemetaan. Semua fenomena geosfer bisa dipetakan mulai dari fenomena fisik hingga sosial. Kemampuan peta dan pemetaan adalah kombinasi antara kartografi dengan seni.

5. Analisa
Kemampuan analisa dalam geografi adalah kemampuan menganalisa hubungan interaksi dan interelasi antara gejala satu dengan gejala lain di permukaan bumi. Contohnya hubungan antara perilaku manusia dengan kemacetan di Jakarta

Senin, Juli 30

Pengaruh Lokasi Geologis Indonesia Bagi Kehidupan

Pengaruh Lokasi Geologis Indonesia Bagi Kehidupan

Lokasi geologis adalah lokasi yang didasarkan pada lempeng tektonik dunia. Indonesia berada diantara tiga lemepng tektonik aktif yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. 

Kondisi ini mengakibatkan Indonesia berada di cincin api pasifik. Deretan gunung api berjejer dari ujung Sumatera hingga Nusa Tenggara dan di utara Sulawesi dan Maluku. 

Menurut statusnya, gunung api di Indonesia terbagi ke dalam tiga tipe yaitu Gunung Api A, B dan C. Gunung api tipe A adalah gunung api yang tercatat meletus minimal satu kali sejak 1600. 

Gunung api tipe B adalah gunung api yang tidak tercatat meletus sejak tahun 1600. Gunung api tipe C adalah gunung api  yang tidak diketahui catatannya namun masih memperlihatkan gejala vulkanis seperti solfatar, fumarol. Saat ini gunung api yang sedang aktif tinggi di Indonesia adalah Sinabung dan Agung.

Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia, saat ini ada 127 gunung api aktif dan sebanyak 69 gunung diantaranya terus mendapat pantauan intensif karena aktivitas magma di dalamnya. 

Aktivitas lempeng tektonik dan magma juga mengakibatkan terbentuknya bijih-bijih mineral berharga seperti minyak, gas, emas, perak, tembaga sampai intan. Bahan galian tersebut merupakan modal pembangunan yang sangat berharga.
Pengaruh Lokasi Geologis Indonesia Bagi Kehidupan
Keindahan Gunung Rinjani di Lombok
Pergerakan aktif subduksi lempeng di Indonesia juga sering memicu gempa tektonik yang bisa berbahaya bagi kehidupan. Gempa di Aceh tahun 2004 yang memicu tsunami dan gempa di Yogyakarta tahun 2006 adalah contoh gempa tektonik yang memakan banyak korban jiwa. 

Mitigasi bencana geologi harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat karena kodrat Indonesia yang berada di daerah jalur rawan bencana geologi.

Jadi kondisi geologi Indonesia sangat berpengaruh bagi keberlangsungan kehidupan peradaban di atasnya. Kita sebagai masyarakat harus belajar memahami kondisi tersebut agar tidak kaget dengan fenomena yang terjadi. 

Desain rumah misalnya harus dibuat untuk meredam getaran gempa seperti rumah panggung. Rumah panggung adalah wujud kearifan lokal masyarakat di Indonesia tentang pengetahuan akan potensi gempa. Struktur panggung akan meminimalisir energi getaran gempa.

Kamis, Juni 14

Perbedaan Konsep, Prinsip, Pendekatan dan Aspek Geografi

Perbedaan Konsep, Prinsip, Pendekatan dan Aspek Geografi

Halo teman-teman sekalian, kali ini saya akan coba bagikan tentang cara memahami perbedaan antara konsep, prinsip, pendekatan dan aspek geografi. 

Empat sub materi ini pastinya akan kamu pelajari di bagian awal pelajaran geografi bukan?. Saya akan coba berikan tips singkat bagaimana memahami keempatnya dengan cepat. 

Yang paling penting sebenarnya adalah kamu bisa membuat kalimat atau melihat fenomena yang cocok dengan salah satu konsep, prinsip, pendekatan dan aspek geografi tersebut. Baik saya akan mulai dari konsep geografi dulu.
Perbedaan Konsep, Prinsip, Pendekatan dan Aspek Geografi
Konsep dasar geografi di kehidupan
1. Konsep Dasar Geografi
Konsep geografi itu kalau diartikan adalah suatu istilah yang menyatakan suatu makna geografi. 

Kalau misal konsep matematika ya berarti istilah itu menyatakan makna matematis, kalau konsep ekonomi ya istilah itu menyatakan konsep ekonomi. Jelas ga?. Oke gini ya, konsep geografi itu di Indonesia sudah disepakati oleh ahli goegrafi tahun 1988 yaitu ada 10 buah. Berikut ini penjelasannya.

a. Konsep Lokasi
Lokasi dibagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut patokannya garis astronomis atau posisi alamat kalau lokasi relatif adalah patokannya lingkungan sekitar. Berikut ini contoh kalimantnya.
- Lokasi absout = Indonesia terletak di 6 LU - 11 LS.
- Lokasi relatif = Rumah saya jauh ke pasar namun dekat ke stasiun kereta.

b. Konsep Jarak
Jarak dibagi dua juga yaitu jarak absolut dan relatif. Jarak absolut diukur satuan panjang sementara jarak realtif diukur satuan waktu. Berikut contoh kalimatnya.
- Jarak absolut = Saya pergi ke sekolah sejauh 5 km.
- Jarak relatif = Perjalanan mudik kemarin menempuh 8 jam perjalanan.

c. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan itu adalah aksesibilitas suatu lokasi. Contoh kalimatnya adalah:
- Penyaluran bantuan logistik korban gempa di Aceh terlambat karena kondisi jalan yang rusak dan jaduh di pedalaman.

d. Konsep Morfologi
Morfologi adalah bentuk fisik permukaan bumi. Contoh kalimatnya adalah:
- Kota Bandung mayoritas berada di wilayah perbukitan
- Ketinggian Gunugn Ciremai adalah 3.245 mdpl.

e. Konsep Pola
Pola adalah susunan suatu fenomena geosfer dalam ruang. Contoh kalimatnya adalah:
- Pemukiman di daerah pegunungan cenderung menyebar sementara di wilayah pantai cenderung memanjang.

f. Konsep Interaksi
Interaksi dalam geografi adalah hubungan timbal balik antar wilayah. Contoh kalimatnya adalah:
- Indonesia rutin mengekspor karet ke Jepang.

g. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan gejalan pemusatan kegiatan khususnya kegiatan ekonomi. Contoh kalimatnya adalah
- Pabrik berat banyak didirikan di Kawasan Industri Karawang Barat

h. Konsep Nilai Guna
Nilai guna adalah manfaat sebuah lokasi bagi kehidupan. Contoh kalimatnya adalah:
- Cagar Alam Pangandaran berfungsi melindungi berbagai spesies kera dan rusa.

i. Konsep Diferensiasi area
Diferensiasi area adalah perbedaan antara dua wilayah atau lebih. Jadi harus membandingkan minimal 2 wilayah. Contoh kalimatnya adalah:
- Wilayah Baturaden punya curah hujan tinggi sementara wilayah Mataram sangat rendah curah hujannya.

j. Konsep Asosiasi
Asosiasi merupakan keterkaitan logis yang ada dalam ruang. Contoh kalimatnya adalah:
- Daerah Puncak Bogor didominasi perkebunan teh sehingga banyak penduduk yang bermatapencaharian sebagai pemetik teh 

2. Prinsip Geografi
Prinsip geografi adalah pedoman yang selalu digunakan untuk mendeskripsikan fenomena geosfer. Ada 4 prinsip geografi yaitu distribusi, interelasi, deksripsi dan korologi.

a. Prinsip Distribusi
Distribusi artinya penyebaran. Artinya geografi selalu menjelaskan sebaran suatu fenomena geosfer. Contoh kalimatnya adalah:
- Di pagi hari penduduk Surabaya mulai beraktifitas, ada yang ke sekolah, kantor dan pasar.
- Gunung api di Indonesia terdapat di Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

b. Prinsip Interelasi
Interelasi artinya keterkaitan suatu gejala. Contoh kalimatnya adalah:
- Erupsi Merapi 2010 mengakibatkan satu desa hancur dan tidak bisa ditinggali lagi.

c. Prinsip Deskripsi
Deskripsi artinya geografi harus menggambarkan sebuah fenomena dalam beberapa cara seperti paragraf, data statistik, peta hingga diagram/animasi dan lainnya. Contoh kalimatnya adalah:
- Selama mudik lebaran kemarin tercatat terjadi 5.000 kasus kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 15.000 jiwa.

d. Prinsip Korologi
Korologi ini adalah gabung antar prinsip geografi sebelumnya. Artinya minimal kamu melibatkan 2 prinsip geografi saat membuat kalimatnya. 

3. Pendekatan Geografi
Pendekatan geografi adalah cara pandang dalam menganalisa sebuah fenomena. Pokonya ada 3 pendekatan geografi yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan.

a. Pendekatan keruangan
Pendekatan keruangan adalah melihat fenomena sebagai akibat dari interaksi antara elemen dalam ruang tersebut. Contoh kalimantnya.
- Hujan deras yang melanda Jakarta 2 hari ini diakibatkan oleh adanya Siklon Cempaka di Samudera Hindia. 
- Suhu rendah di atmosfer kota Bandung membuat hujan es terjadi Kamis sore kemarin.

b. Pendekatan kelingkungan
Pendekatan kelingkungan artinya gejala yang timbul dalam ruang itu karena dampak aktifitas manusia dalam kehidupan. Contoh kalimatnya adalah:
- Bau busuk di Sungai Ciliwung disebabkan oleh banyaknya sampah domestik dan limbah yang dibuang ke sungai oleh penduduk.

c. Pendekatan kewilayahan
Pendekatan kewilayahan adalah menilai suatu fenomena karena adanya pengaruh wilayah lain. Contoh kalimatnya adalah:
- Kemacetan di Jakarta pagi hari disebabkan oleh banyaknya kaum urban dari wilayah Bogo dan Bekasi yang bekerja di Jakarta.

4. Aspek Geografi
Ada 2 aspek geografi yaitu fisik dan non fisik. Fisik berkaitan dengan fenomena alam dan non fisik adalah fenomena campur tangan manusia. Contohnya adalah:
- Aspek fisik = Erupsi, Siklus air, Tornado, Kemarau
- Aspek non fisik = Pemukiman, urbanisasi, pesawahan, kota, kelahiran 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika bumi sebagai planet (lengkap)
 
Gambar: disini

Jumat, Mei 11

Contoh Soal Latihan Geografi: Prinsip Geografi

Contoh Soal Latihan Geografi: Prinsip Geografi

Halo teman-teman, kali ini kita akan coba berlatih pemahaman tentang soal prinsip geografi. 

Prinsip geografi ada empat yaitu penyebaran, interelasi, deskripsi dan korologi. Saya akan ulas duku secara singkat ya. 

Penyebaran artinya geografi pasti melihat sebaran suatu fenomena. Nama penyebaran pastinya ada lebih dari satu lokasi yang dilihat. 

Interelasi artinya adanya keterjaitan satu gejala dengan gejala yang lainnya. 

Deskripsi artinya fenomena geosfer dilihat dari berbagai macam cara seperti gambar, peta dan statistik. 

Korologi artinya gabungan minimal dua atau lebih dari prinsip-prinsip geografi sebelumnya. Silahkan coba jawab soal tentang prinsip geografi di bawah ini!.

Contoh soal geografi materi prinsip geografi:
1. Di pagi hari masyarakat kota Bantul mulai beraktifitas, ada yang ke kantor, sekolah dan ada yang ke pasar. Prinsip geografi dalam paragraf tersebut adalah .....
2. Kemacetan parah terjadi di Jl. Sudirman Thamrin di sore hari karena adanya bus transjakarta yang mengalami kebakaran sehingga membuat pengendara tidak bisa melintasi jalan. Prinsip geografi dalam paragraf tersebut adalah .....
3. Bencana longsor di Brebes awal tahun 2018 sangat dahsyat karena menghancurkan tiga desa yaitu Sudimukti, Jayabaya dan Kertamukti. Longsor disebabkan oleh hujan deras selama dua hari dan perbukitan yang sudah banyak gundul oleh penebangan liar. Prinsip geografi dalam paragraf tersebut adalah .....
4. Perhatikan peta di bawah ini!
Contoh Soal Latihan Geografi: Prinsip Geografi
Peta Indonesia
 Prinsip geografi yang dipakai adalah .....
5. Harga bahan pokok menjelang bulan puasa ini naik tajam. Hal ini karena banyak para spekulan yang menimbun barang untuk mengeruk keuntungan. Prinsip geografi dalam paragraf tersebut adalah .....
6. Urbanisasi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Perhatikan data berikut ini!.
Contoh Soal Latihan Geografi: Prinsip Geografi
Urbanisasi di Indonesia
Prinsip geografi yang dipakai adalah .....
7. Indonesia memiliki deposit bahan galian batubara yang besar diantaranya di Kalmantan Selatan, Bengkulu dan Kalimantan Tengah.
Prinsip geografi dalam paragraf tersebut adalah .....
Konsep Keterkaitan Keruangan Atau Asosiasi

Konsep Keterkaitan Keruangan Atau Asosiasi

Apakah kamu pernah bingung memahami konsep keterkaitan ruang atau asosiasi?. Saya akan beri tahu cara memahaminya.

Kali ini kita akan belajar tentang konsep geografi kesepuluh yaitu keterkaitan keruangan atau asosiasi. 

Keterkaitan keruangan adalah suatu hal yang mencirikan adanya hubungan yang logis dalam lingkungan atau lokasi dengan aspek atau hal lainnya. 

Ada kata logis disana artinya memang sesuatu tersebut dibangun sebagai akibat yang sudah pasti. Mari kita ambil contoh nyata alias ril.

Wilayah Kabupaten Wonosobo merupakan daerah dataran tinggi. Daerah tinggi merupakan daerah yang memiliki ketinggian diatas 700 mdpl sehingga memiliki ciri-ciri : suhu nya rendah, udaranya sejuk, tanahnya subur dan kondisi air baik. 

Nah faktor-faktor tadi menyebabkan di Wonosobo banyak penduduk yang berprofesi sebagai petani sayuran.

Coba kita lihat, disini ada keterkaitan antara wilayah Wonosobo dengan profesi penduduk yaitu petani. Ini logis, terkait karena faktor-faktor tadi. 

Daerah dataran tinggi pasti subur tanahnya dan masyarakat pasti akan memanfaatkannya untuk pertanian. Oke kita ambil contoh yang lain.
Konsep Keterkaitan Keruangan Atau Asosiasi
Hasil pertanian di Dieng Wonosobo
Wilayah Kabupaten Majalengka didominasi oleh wilayah perbukitan dengan tanah merah. Akibatnya Majalengka memiliki kerentanan fenomena tanah bergerak yang tinggi. 

Lihat disana ada fakta bahwa Majalengka berada di wilayah perbukitan sehingga rentan bencana tanah bergerak dan ini logis. 

Pastinya gak ada daerah perbukitan dan rawan tsunami bukan?. Oleh sebab itu konsep asosiasi atau keterkaitan keruangan adalah suatu hal logis mengenai adanya kaitan antara elemen pembentuk ruang.

Keterkaitan ini bisa aspek fisik dengan fisik lagi atau aspek fisik dengan sosial. Contoh asosiasi aspek fisik dengan fisik adalah Indonesia berada di zona subduksi lempeng maka pasti akan terkait dengan ring of fire.

Bagaimana, sudah paham atua masih gagal paham?. Ayo coba latihan membuat kalimat atau paragraf yang menyatakan konsep asosiasi supaya kamu semakin paham. 

Baca juga: Soal UNBK Prinsip Geografi + Trik Jawaban

Gambar: disini

Kamis, Mei 3

Contoh Konsep Geografi Interaksi Wilayah

Contoh Konsep Geografi Interaksi Wilayah

Belajar geografi tentu pastinya akan membahas tentang wilayah. Wilayah adalah suatu daerah yang punya kenampakan khas dan bisa dibedakan dengan wilayah lain. 

Ada banyak wilayah di permukaan bumi ini dan percaya atau tidak setiap wilayah ini berinteraksi satu sama lain lho!. 

Sama halnya seperti manusia, wilayah di permukaan bumi juga berinteraksi. Jadi interaksi wilayah adalah hubungan timbal balik antar wilayah. 

Mengapa bisa terjadi interaksi wilayah?. Kita bahas dalam artikel ini. Sebuah wilayah pastinya memiliki potensi baik potensi fisik maupun potensi non fisik. 

Potensi ini yang membuat wilayah bisa berkembang dengan adanya pembangunan wilayah. Lalu apa syarat terjadinya interaksi wilayah?. 

Minimal ada dua syarat interaksi yaitu adanya wilayah yang saling melengkapi karena perbedaan sumber daya dan adanya sarana prasarana penunjang. Baca juga: Contoh konsep aglomerasi
Contoh Konsep Geografi Interaksi Wilayah
Pembangunan sarana transportasi memperlancar interaksi wilayah
Interaksi wilayah membuat suatu wilayah bisa berkembang pesat namun bisa juga berkembang ke arah kehancuran. Interaksi yang terus menerus maka akan menghasilkan interdependensi atau ketergantungan. 

Ketergantungan mengakibatkan jika sedikit saja pasokan barang dan jasa berkurang maka akan terjadi permasalahan dalam wilayah tersebut. Interaksi wilayah semakin pesat seiring perkembangan teknologi transportasi dan telekomunikasi. 

Di masa lalu manusia bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan jalan kaki atau menggunakan hewan seperti kuda dan unta. Lambat laun peradaban manusia berkembang, lalu muncullah roda, mesin dan sekarang berbagai macam transportasi yang cepat dan efisien. 

Pergerakan barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lain semakin cepat membuat jarak dan waktu kini semakin tak berarti.

Saat ini pembangunan infrastruktur khususnya jalan semakin pesat di Indonesia dengan tujuan agar memperlancar arus mobilitas. 

Dampak yang akan diperoleh adalah lahirnya kutub-kutub pertumbuhan baru sehingga masyarakat tidak lagi berpusat untuk mencari kehidupan di kota besar yang padat seperti Jakarta dan sekitarnya. Baca juga: Contoh konsep geografi pola

Gambar: disini

Rabu, Mei 2

Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi

Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi

Sebelumnya kita sudah belajar 3 konsep geografi yaitu lokasi, jarak dan keterjangkauan. Kali ini kita akan coba bahas tentang tentang konsep morfologi. 

Morfologi dalam geografi adalah bentuk permukaan bumi. Bentuk permukaan bumi ini bervariasi sekali guys dan terus berkembang dari masa ke masa.

Ada dua tenaga yang membuat morfologi permukaan bumi ini bisa bermacam-macam yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen ini bersifat membangun struktur permukaan bumi. Yang termasuk tenaga endogen adalah vulkanisme, tektonisme dan seisme. 

Sebenarnya semua fenomena tadi berasal dari aktivitas magma. Vulkanisme menghasilkan beberapa morfologi seperti kaldera, gunung api, batolit dan lakolit. 

Tektonisme berkaitan dengan gerakan lempeng tektonik dan terbagi menjadi orogenesa dan epirogenesa. Baca juga: Contoh, pengertian konsep pola

Orogenesa adalah proses pembentukkan pegunungan sememtara epirogenesa adalah proses pembentukan daratan benua. Seisme berkaitan dengan gempa yang bisa menyebabkan kerusakan di atas permukaan bumi. 

Gempa yang paling kuat adalah gempa tektonik. Gempa tektonik banyak terjadi di batas lempeng konvergen atau di zona subduksi.
Contoh Konsep Geografi Morfologi atau Bentuk Muka Bumi
Kawah meteorit hasil tumbukan benda asing
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar dan bersifat merusak atau merombak struktur yang telah ada. Yang termasuk tenaga eksogen adalah erosi, sedimentasi, pelapukan dan tenaga ekstaterestrial. 

Penyebab erosi bisa oleh bantuan air, angin, es dan gravitasi. Erosi ini adalah upaya bumi untuk menyeimbangkan diri sehingga kita membutuhkan erosi. Erosi membuat permukaan bumi semakin bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Hasil aktivitas eksogen diantaranya meander, delta, batu jamur, tombolo, morena dan gumuk pasir. Tenaga ekstraterestrial adalah tenaga yang bersumber dari benda asing seperti meteor. 

Meteor yang mengantam bumi akan menghasilkan cekungan seperti kawah Arizona di Amerika Serikat. Baca juga: Contoh konsep aglomerasi

Jadi kesimpulannya morfologi permukaan bumi bervariasi. Dalam soal UN contoh kalimat yang menyatakan konsep morfologi adalah sebagai berikut:
- Wilayah Bandung didominasi dataran tinggi.
- Gunung Ciremai berada di ketinggian 3.500 mdpl.

Baca juga: Rangkuman bab hakikat, konsep geografi

Gambar: disini

Minggu, April 29

Contoh Konsep Geografi Jarak Absolut dan Relatif

Contoh Konsep Geografi Jarak Absolut dan Relatif

Sebelumnya saya sudah jelaskan tentang bagaimana memahami konsep lokasi. Kali ini saya akan lanjut membahas konsep geografi yang kedua yaitu jarak. 

Jarak adalah panjang lintasan antara dua tempat. Jarak juga terbagi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. 

Ada banyak tempat tersebat di permukaan bumi ini dan jarak antar tempat tersebut bervariasi. Baca juga: Konsep pola dalam geografi

Jarak absolut atau mutlak adalah jarak yang dihitung berdasarkan satuan panjang seperti km, m, cm dan lainnya. Bagaimana contoh kalimat yang menyatakan jarak absolut?. Mudah saja, lihat di bawah ini:

"Saya menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah sejauh 6 km"
Contoh Konsep Geografi Jarak Absolut dan Relatif
Jarak absolut dan relatif
Dalam kalimat di atas ada angka "6 km", itu adalah kata kunci untuk jarak absolut. Mudah bukan?. Oke lanjut lagi ke konsep jarak relatif. Baca juga: Contoh konsep aglomerasi

Jarak relatif adalah jarak atau panjang lintasan yang diukur dengan satu waktu tempuh guys. Jadi disini satuan yang digunakan adalah satu waktu seperti jam, menit atau detik. Contoh kalimat yang menyatakan konsep lokasi relatif bisa dilihat di bawah ini:

"Saat mudik lebaran kemarin, saya menempuh perjalanan dari Bekasi ke Semarang selama 7 jam perjalanan"

Dalam kalimat di atas terdapat kata "7 jam" dan itu sudah menyatakan konsep jarak relatif. Jarak relatif ini bisa berbeda-beda dan biasanya dipengaruhi faktor fisik wilayah dan aksesibilitas. 

Contohnya jarak absolut Jakarta-Bandung adalah 200 km tapi jarak relatif waktu tempuhnya berbeda-beda karena mungkin macet di jalan atau hujan atau lainnya. 

Bagaimana, sudah paham bukan sekarang tentang konsep jarak relatif?. Jangan lupa like dan follow blog saya dan subscribe channel gurugeografi di youtube untuk dapatkan pembahasan materi geografi dan soal UN/SBMPTN. 
Gambar: disini
Contoh Konsep Geografi Lokasi Absolut dan Relatif

Contoh Konsep Geografi Lokasi Absolut dan Relatif

Teman-teman sekalian dalam mempelajari geografi tentu kita akan menemukan berbagai macam istilah-istilah bukan?. 

Untuk mempermudah mempelajari istilah tersebut maka kalian harus memahami konsep geografi. Konsep geografi adalah suatu istilah yang menyatakan suatu fenomena dan bermakna geografi. 

Ikatan Geograf Indonesia sudah memutuskan terdapat 10 konsep geografi dan konsep pertama adalah lokasi. Ya, kali ini kita akan belajar tentang konsep lokasi terlebih dahulu. 

Baca juga: Rangkuman bab hakikat, konsep geografi

Belajar geografi maka hal pertama yang harus ketahui tentu adalah tentang lokasi. Lokasi ini terbagi dua yaitu lokasi absolut atau mutlak dan lokasi relatif. 

Lokasi absolut adalah lokasi yang berdasarkan posisi koordinat lintang dan bujur (astronomis). Garis lintang dan bujur merupakan garis imajiner yang dibuat untuk menentukan posisi atau lokasi suat objek dengan pasti. 

Konsep lokasi absolut juga bisa dilihat berdasarkan posisi objek menurut alamat pos. Jadi bagaimana cara membuat kalimat yang menyatakan konsep lokasi absolut?. Lihat di bawah ini contohnya:

" Indonesia terletak di 6 LU - 11 LS dan 95 Bt - 141 BT"
" Rumah saya beralamat di Jl. Bangau Blok D no 4 Kelurahan Cikarang Bekasi Utara"
Membedakan lokasi absolut dan relatif
Membedakan lokasi absolut dan relatif
Konsep lokasi yang kedua adalah lokasi relatif. Lokasi relatif ini dilihat berdasarkan kondisi lingkungan sekitarnya makanya disebut relatif. 

Jadi bagaimana sebuah objek dilihat berdasarkan segala sesuatu disekelilingnya. Contoh kalimat lokasi relatif bisa dilihat di bawah:

" Rumah saya jauh ke stasiun KRL namun dekat ke pasar "
" Indonesia berada diantara dua benua (Asia, Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia) "
" Saat upacara barisan kelas XI Sosial berada diantara kelas X Sains dan XII Sains "

Bagaimana, mudah bukan?. Jangan lupa terus berlatih ya membuat kalimat-kalimat yang menyatakan konsep lokasi. 

Di soal UN pasti ada soal ini dan kamu harus bisa menjawabnya. Jangan lupa like blog saya dan subscribe channel guru geografi di youtube untuk dapatkan pembahasan materi geografi lengkap. 

Baca juga: Kunci evaluasi erlangga bab konsep geografi

Kamis, April 26

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Oke teman-teman sekalian, kali ini gurugeografi akan memberikan kamu cara cepat untuk menghitung skala sebuah peta.

Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Khusus kali ini gurugeografi akan coba memberikan kamu cara cepat menghitung sebuah peta yang diperbesar atau diperkecil.

 Kalau kamu gunakan rumus tentu akan agak lama. Coba perhatikan peta di bawah ini
Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar
Memperbesar peta
Pada gambar di atas terlihat ada dua peta, yang pertama punya skala dan yang kedua gak ada skalanya. Nah biasanya kan di soal itu diminta untuk mencari skala Peta B. Bagaimana caranya biar cepat?. Begini.........

Lihat jarak titik P ke Q di peta pertama adalah 5 cm.
Lihat jarak titik P ke Q di peta kedua adalah 10 cm. 

Yang harus kamu lakukan adalah menghitung pembesarannya. Coba dari awalnya 5 cm ke 10 cm itu berapa kali (pengkalian). Tentu 2 kali bukan, alias 5 x 2 itu = 10. Nah setelah itu tinggal bagi aja skala peta A yang 100.000 dengan 2 jadi 100.000/2 = 50.000 cm. 

Karena jika suatu peta diperbesar maka skalanya dibagi dan kalau peta itu diperkecil maka skalanya dikalikan. 

Gimana mudah bukan?. Ayo berlatih yang banyak biar terbiasa. Jangan lupa subscribe channel gurugeografi di youtube ya dan like blog nya. Trims.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close