Guru Geografi: Materi Kelas 10 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 9

Jenis Iklim dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Jenis Iklim dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Iklim merupakan kondisi yang kompleks dari atmosfer. Kondisi yang kompleks tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur-unsur iklim. 

Masing-masing unsur iklim tersebut di setiap daerah berbeda-beda intensitasnya yang mana intensitas di setiap daerah ini salah satunya dipengaruhi oleh letak astronomis sehingga letak astronomis berpengaruh dalam menentukan corak iklim negara yang bersangkutan.

Ada 4 jenis iklim yang efeknya serba membatasi bagi tempat tinggal manusia serta perkembangan kekuasaan politiknya yaitu: iklim dingin, iklim tropika basah, iklim panas (sabana) dan iklim kering (stepa dan gurun).

1. Iklim Dingin: Tundra dan Taiga

Tundra dan Taiga
Zona iklim yang terlampau dingin yaitu terdapat di wilayah sekitar kutub dan di pengunungan tinggi. Pada umumnya tanah di daerah tersebut dingin beku karena tertutup oleh salju dan es. 

Hanya dibagian tepinya saja yang memberikan kemungkinan musim semi yang pendek bagi pertumbuhan jenis-jenis rumput dan lumut tipis. 

Wilayah padang lumut yang disebut tundra tidak dapat menampung penduduk banyak dan hanya dimanfaatkan untuk ternak rusa kutub.

Di samping wilayah tundra dikenal pula wilayah taiga, yang suhu udaranya tidak begitu ekstrem dinginnya. Musim dinginnya di tempat ini amat panjang sedangkan musim bagi kemungkinan tumbuhnya tanaman bahan pangan terlalu pendek. 


Penduduknya jarang. Hasil hutan dan tambang merupakan satu-satunya sumber ekonomi. Di situ dengan sendirinya tidak akan muncul pusat-pusat negara yang penting, meskipun memiliki kekayaan alam taiga.

2. Iklim Basah Tropika

Tropika adalah daerah di permukaan Bumi, yang secara geografis berada di sekitar ekuator, yaitu yang dibatasi oleh dua garis lintang 23. 5°LS dan 23. 5˚ LU: Garis Balik Utara (GBU, Tropic of Cancer) di utara dan Garis Balik Selatan (GBS, Tropic of Capricorn) di selatan. Tropis adalah bentuk ajektivanya. 

Area ini terletak di antara 23. 5° LU dan 23. 5° LS, dan mencakup seluruh bagian Bumi yang dalam setahun mengalami dua kali saat matahari tepat berada di atas kepala (di utara GBU dan di selatan GBS matahari tidak pernah mencapai ketinggian 90° atau tepat di atas kepala).
 

Tumbuhan dan hewan tropis adalah spesies yang hidup di daerah tropis tersebut. Istilah tropis juga kadang kala digunakan untuk menyebut tempat yang hangat dan lembap sepanjang tahun, walaupun tempat itu tidak terletak di antara dua garis balik.
Hujan basah tropik
Tumbuhan daerah tropis biasanya berdaun lebar dan hijau abadi (tidak menggugurkan daun), atau jika memiliki perilaku peluruh mereka tidak dipengaruhi oleh suhu atau durasi radiasi matahari melainkan oleh ketersediaan air di tanah. 

Wilayah tropis di seluruh dunia dikenal dalam biogeografi sebagai wilayah pantropis (”seluruh tropis”), untuk dipertentangkan dengan wilayah per benua, seperti Amerika tropis, atau Asia tropis.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada iklim tropis. Dengan curah hujan dan kelembapan relatif besar yang didukung tingginya kesuburan tanah, berpotensi besar untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara dengan kekuatan pada bidang agraris.

Walaupun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia masih termasuk ke dalam deretan negara miskin. Iklim di Indonesia merupakan salah satu faktor yang memengaruhi watak bangsa Indonesia. Berdasarkan letak geografisnya, Indonesia merupakan salah satu dari sekian yang bertempat tinggal di wilayah Tropis. 


Negara yang bertempat tinggal di wilayah Tropis juga bisa dikatakan negara yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki iklim seragam. Yang dimaksud iklim seragam di sini ialah iklimnya dingin saja atau panas saja. 

Kondisi iklim yang seperti itu sangat memengaruhi kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang meninggali daerah ini cenderung memiliki karakter yang berbeda dengan daerah yang berada di wilayah subtropis.

3. Iklim Panas: Sabana

Iklim panas merupakan unsur kedua yang fungsinya membatasi perkembangan politik. Zona iklim panas ini terdapat di sepanjang garis ekuator dan kawasan yang berbatasan dengan ke arah kutub.

Dataran-dataran rendah tropika di dunia udaranya selalu panas tetapi lembap. Sifatnya yang serba monoton ( panas dan lembap tanpa selingan) itulah yang menjadikan wilayah tersebut tidak baik untuk tempat tinggal manusia. 


Hujan yang turun sehari-hari dapat mencuci tanah (soil leaching) sehingga tidak subur bagi pertanian.
Padang sabana di Afrika
Udara yang terik serta lembap juga melemahkan tubuh manusia untuk bekerja keras, vitalitasnya lekas menurun drastis dalam berbagai usahanya. Hanya di daerah-daerah pantai dan lereng-lereng pegununggan saja, Karena pengaruh angin laut atau angin gunung yang suhunya dapat sedikit sejuk, disitu penduduk dapat menyelenggarakan kehidupannya yang layak.

Bagian kedua dari wilayah tropika adalah yang bermusim kering, ini lebih memberikan kemungkinan pada manusia. Musim kering fungsinya seperti mematahkan monotoni tropika. Disitu akal manusia dapat diasah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kondisi optimal secara klimatis bagi manusia di wilayah tropika kedua ini, berupa musim kemarau (kering) yang agak pendek, seperti di India, Srilanka, Jawa dan Kuba. Penduduk di tempat ini amat padat: dibandingkan dengan kawasan lain di bumi, justru paling padat. 

Hasil pertanian bahan pangan seperti padi dan jagung ditanam sebanyak-banyaknya. Namun makin ke pinggiran di mana musim keringanya lebih panjang dan curah hujannya cenderung langka, di situ muncul bentang alam berupa stepa dan sabana.

Wilayah-wilayah yang iklimnya terlalu terik menurut pengalaman sejarah, dapat menghambat munculnya perkembangan politik yang modern.

4. Iklim Kering: Stepa

Unsur keempat yang fungsinya menghambat perkembangan politik adalah kekeringan. Wilayah-wilayah dipermukaan bumi yang terdiri atas gurun-gurun dapat menyajikan penghidupan bagi manusia apabila dapat menyajikan air dalam jumlah yang cukup untuk mendukung usaha pertanian penduduk atau menyediakan sumber daya tambang yang dapat diolah.

Pada kawasan yang memiliki irigasi yang luas disitu dapat lahir suatu satu kesatuan politik yang penting. Wilayah yang memiliki saluran irigasi paling menguntungkan bagi lahirnya peradaban manusia, jika dibandingkan dengan wilayah tropika yang monoton panas iklimnya.

Stepa merupakan bagian dari wilayah beriklim kering (semi-arid). Penduduknya adalah kaum Nomad yang bertahan hidup beradad-abad di daerah beririgasi di antara stepa itu. Menurut sejarah perpindahan bangsa Nomad ke stepa-stepa itulah yang mendorong serbuan-serbuan masuk negara agraris.

Kondisi iklim kering (semi-arid) dalam sejarahnya, menghasilkan penduduk Nomaden yang serba positif mentalitasnya serta jasmaninya dan mampu menggerakkan munculnya kekuasaan penting setempat dan di wilayah sekitarnya yang jauh.

Padang stepa

Sabtu, November 9

Jenis Penelitian Menurut Tujuannya

Jenis Penelitian Menurut Tujuannya

Penelitian atau research adalah upaya pemecahan masalah dengan melakukan sebuah kegiatan penyelidikan hingga sampai pada analisa dan penarikan kesimpulan. 

Penelitian adalah cara manusia untuk mengetahui dan mengkaji permasalahan hidup. 

Di level SMA saat ini siswa sudah mulai dikenalkan dengan penelitian agar mereka terbiasa untuk melihat permasalahan hidup dan berupaya menyelesaikannya dengan menggunakan prosedur ilmiah.

Ada banyak hal di dunia ini yang disingkap melalui proses penelitian. Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dikategorikan sebagai berikut:
Jenis penelitian berdasarkan tujuannya
1)   Penelitian eksploratif
Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai gejala tertentu. Dapat pula bertujuan untuk memperoleh ide-ide baru mengenai suatu gejala (masih mencari-cari) dengan maksud untuk merumuskan hipotesis-hipotesis, karena belum ada referensi untuk mendeduksi hipotesis.

2)    Penelitian yang bersifat deskriptif
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat- sifat individu, keadaan, gejala atau hal-hal yang khusus dalam masyarakat dan deskripsi fenomena alam. Penelitian jenis ini dapat memiliki atau tidak hipotesis, tergantung dari ada tidaknya pengetahuan tentang masalah yang bersangkutan. 


Penelitian deskriptif yang biasa disebut juga dengan penelitian taksonomik (taxonomic research), dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai sesuatu fenomena atau kenyataan sosial.

3)    Penelitian yang bersifat menerangkan (explanatory research) 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis-hipotesis tentang adanya sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti. Hipotesis merupakan titik tolak langkah-langkah penelitian selanjutnya. 

Hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel; untuk mengetahui apakah sesuatu variabel berasosiai ataukah tidak dengan variabel lainnya; atau apakah sesuatu variabel disebabkan/dipengaruhi atau tidak oleh variabel lainnya (Faisal, 1999).

4)    Penelitian Eksperimen (Experimental Research)
Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk menguji hipotesis tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan variabel penelitian. Pelaksanaannya memerlukan konsep dan variabel yang jelas dan pengukuran yang cermat. 


Pada penelitian eksperimen peneliti secara sengaja memanipulasi suatu variabel (memunculkan atau tidak memunculkan sesuatu variabel) kemudian memeriksa efek atau pengaruh yang ditimbulkannya.

5)    Penelitian Tindakan (Action Research)
Dalam penelitian tindakan (action research) peneliti tidak hanya melakukan penelitian sampai pada kesimpulan mengenai hubungan antar variabel saja tetapi juga meneliti sampai action hubungan antar variabel. 


Ciri utama dari penelitian tindakan adalah tujuannya untuk memperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan.

Sumber: Modul Geografi Abad 21

Sabtu, Juli 13

Pengertian, Makna, Contoh 10 Konsep Dasar Geografi

Pengertian, Makna, Contoh 10 Konsep Dasar Geografi

Halo teman-teman sebangsa dan setanah air, gimana nih tahun ajaran baru sudah dimulai aja nih. 

Khusus kamu siswa SMA IPS kelas 10 tentunya pasti akan mulai belajar geografi kan?. 

Nah salah satu materi dasar geografi adalah 10 konsep geografi yang wajib dikuasai.

Konsep geografi adalah istilah yang mengandung makna geografi di dalamnya. Kalau kamu belajar math misalnya kamu akan menemukan istilah bilangan bulat, ganjil, genap, prima dan lainnya kan?. 

Itu adalah konsep matematika, kalau di geografi berbeda karena ada 10 konsep dasar geografi yang utama. Yuk kita cek di bawah ini penjelasannya.

1. Konsep Lokasi 
Lokasi adalah konsep paling utama alias nomor 1 dari geografi. Jadi jika kamu bicara geografi maka hal pertama yang pasti dibahas adalah lokasi, ngerti kan?. Lokasi dibagi menjadi lokasi absolut dan lokasi relatif. 

Lokasi absolut dilihat dari letak astronomis lintang dan bujur sementara lokasi relatif dilihat dari kondisi lingkungan sekitar. Contoh fenomena konsep lokasi absolut dan relatif ada di bawah

Lokasi absolut: Indonesia terletak di 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT
Lokasi relatif : Rumah saya dekat ke stasiun KRL namun jauh ke pusat perbelanjaan (rumah kamu belum tentu kaya gitu kan)
Peta sebagai alat bantu geografi
2. Konsep Jarak
Jarak adalah panjang lintasan diantara dua lokasi atau lebih. Jarak terbagi menjadi jarak relatif dan jarak absolut. 

Jarak absolut dihitung dengan satuan panjang sementara jarak relatif dihitung dengan satuan waktu. Contoh fenomena konsep jarak absolut dan relatif ada di bawah

Jarak absolut: Saya pergi ke sekolah dari rumah menempuh jarak 5 km
Jarak relatif: Saya mudik dari Jakarta ke Cirebon menempuh perjalanan 6 jam dengan bis

3. Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah mudah tidaknya satu lokasi diakses dan dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah dan sarana prasarana transportasi. Contoh fenomena konsep keterjangkauan ada di bawah

Pengiriman bantuan logistik korban gempa Palu terhambat karena kondisi jalan rusak parah dan terputusnya jembatan penghubung.

4. Morfologi
Morfologi adalah bentuk permukaan bumi yang dikontrol oleh gaya endogen dan eksogen. Ada banyak sekali variasi morfologi permukaan bumi kita mulai dari dataran tinggi, gunung api, lembah, sinklin, dan lainnya. Contoh fenomena konsep morfologi ada di bawah

Wilayah Kabupaten Wonosobo ada pada ketinggian rata-rata 800 mdpl.
Kabupaten Indramayu berada di wilayah dataran rendah dan potensial sebagai lumbung padi dan minapolitan.

5. Pola
Pola adalah susunan suatu gejala/fenomena geosfer di permukaan bumi. Pola bisa terbentuk alami atau dibangun sendiri oleh manusia. Contoh fenomena konsep pola ada di bawah ini

Pemukiman di daerah dataran rendah yang subur cenderung mengelompok.
Petani desa Ngadirejo memiliki pola tanam padi-bawang-padi dalam satu tahun.

6. Nilai Guna
Suatu lokasi di permukaan bumi ini pasti memiliki fungsi alias nilai guna masing-masing. Contoh fenomena konsep nilai guna ada di bawah ini

Pegunungan Sewu Gunung Kidul ditetapkan sebagai geopark oleh UNESCO dan menjadi laboratorium geologi kelas dunia.

7. Aglomerasi
Aglomerasi adalah gejalan pemusatan suatu aktivitas terutama aktivitas ekonomi pada permukaan bumi. Contoh fenomena konsep aglomerasi ada di bawah

Pemerintah membangun kawasan industri di sekitaran Cikarang, Bekasi, Karawang untuk mendongkrak produksi dan meningkatkan efisiensi.

8. Interaksi
Interaksi dalam geografi adalah hubungan timbal balik antar wilayah dikarenakan adanya perbedaan sumberdaya. Perbedaan sumberdaya ini membuat wilayah berinteraksi barter barang dan jasa satu sama lain. Interaksi wilayah yang intens akan menghasilkan interdependensi atau ketergantungan. Contoh fenomena konsep interaksi ada di bawah

Desa mengirim beras ke wilayah perkotaan dan perkotaan mengirim barang elektronik ke desa.

9. Perbedaan Wilayah
Wilayah-wilayah di permukaan bumi ini bervariasi dan tidak sama satu sama lain sehingga dapat dibedakan baik dari sisi fisik maupun sosialnya. Contoh fenomena konsep perbedaan wilayah ada di bawah.

Kota Jogja terletak di daerah dataran rendah sementara kota Malang terletak di dataran tinggi.
Indonesia berada di wilayah tropis sementara Jepang berada di wilayah subtropis.

10. Keterkaitan ruang
Keterkaitan ruang atau asosiasi adalah adanya hubungan logis diantara elemen-elemen pembentuk ruang tersebut. Contoh fenomena konsep asosiasi ada di bawah

Wilayah Indonesia terletak di batas subduksi lempeng sehingga banyak muncul gunung api.
Kota Brebes berada di daerah dataran rendah sehingga mayoritas masyarakatnya bertani bawang. 

Gimana udah mulai ada pencerahan kan?. Selanjutnya coba kamu buat sendiri kalimat-kalimat yang menyatakan 10 konsep geografi tadi tapi jangan sama dengan punya saya, pasti bisa. Jangan lupa share ya kalau bermanfaat! 

Baca juga: Rangkuman bab hakikat geografi lengkap

Kamis, Juni 20

Contoh Pendahuluan Karya Tulis Geografi

Contoh Pendahuluan Karya Tulis Geografi

Bagian pendahuluan dalam sebuah karya tulis adalah hal yang penting dan wajib dibuat dengan baik. 

Bagian pendahuluan memuat latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Jika pendahuluan disusun baik maka insaallah karya tulismu akan baik. 

Jadi jangan dibalik karena sulit sehingga membuat isi dulu, atau penutup lantas pendahuluan jadi di belakang. Wah itu sudah ngawurologi, jangan ya adik-adik. 

Berikut ini contoh bagian pendahuluan karya tulis geografi kelas pemenang olgenas 2014 dengan saya sendiri sebagai guru pembimbingnya.


Membuat pendahuluan karya ilmiah geografi

A.    LATAR BELAKANG 
Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah. Salah satu sumber daya alam yang terdapat di wilayah ini adalah rawa gambut. 

Rawa adalah tanah yang selalu tergenang air dan memiliki sirkulasi air yang buruk. Tanah gambut termasuk tanah tipe organosol yaitu tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan-bahan organik seperti tumbuhan rawa. 

Secara geologis gambut dapat terbentuk di lingkungan pengendapan yang berbeda-beda seperti dataran rendah, dataran tinggi atau pegunungan. Rawa gambut sejatinya merupakan salah satu lahan yang sangat potensial jika dimanfaatkan dengan baik dan benar. 

Gambut memiliki sifat rapuh dan mudah rusak oleh sebab itu lahan gambut harus diperlakukan secara arif agar tidak menimbulkan kerugian. Di Barito Kuala sendiri gambut banyak digunakan sebagai lahan pertanian khususnya sawah. 

Lahan rawa gambut sebenarnya memiliki potensi besar selain dijadikan sebagai lahan pertanian jika masyarakat dan pemerintah mampu bersinergi mendayagunakan sumber daya tersebut.

 Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2010 Indeks Pembangunan Manusia Barito Kuala menempati peringkat kedua terbawah diantara 13 Kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Hal ini tentunya menjadi sebuah kendala dalam proses pembangunan wilayah ini sehingga perlu dilakukan perubahan-perubahan  baik dari segi tata wilayah maupun pembangunan manusianya. Salah satu tata kelola wilayah yang harus diperhatikan tentunya adalah pemanfaatan rawa gambut yang merupakan potensi fisik terbesar di Barito Kuala.

Optimalisasi pemanfaatan rawa gambut di Barito Kuala perlu menjadi perhatian demi menyongsong ASEAN Community 2015. ASEAN Community atau Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah bentuk kerja sama negara-negara ASEAN dalam rangkan meningkatkan derajat negara-negara ASEAN di mata dunia. 

Indonesia sebagai negara terbesar baik dari segi wilayah dan jumlah sumber daya manusia di Asia Tenggara tentunya harus menjadi pioner diantara negara-negara ASEAN lainnya. Dengan latar belakang itulah penulis menulis karya tulis dengan judul “PEMANFAATAN RAWA GAMBUT SEBAGAI SUMBER DAYA LAHAN POTENSIAL DI KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN”.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana potensi dan pemanfaatan rawa gambut oleh masyarakat di Kabupaten Barito Kuala?
2.    Faktor-faktor apakah yang memengaruhi terhadap pola penggunaan rawa gambut di Kabupaten Barito Kuala?


C.    TUJUAN
Tujuan dari dibuatnya karya tulis ini antara lain:
1.    Untuk mengetahui bagaimana potensi dan pemanfaatan rawa gambut oleh masyarakat Barito Kuala secara garis besar.
2.    Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola penggunaan rawa gambut di Barito Kuala.


D.    MANFAAT
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan karya tulis ini antara lain;
1.    Bagi penulis: dapat menganalisis bagaimana pemanfaatan dan faktor-faktor yang memengaruhi pola penggunaan rawa gambut di Barito Kuala.
2.    Bagi umum: dapat dijadikan sumber informasi mengenai pemahaman tata cara pengolahan rawa gambut yang benar.


E.    METODE
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode studi literasi yang dapat berasal dari buku, majalah, web, jurnal hasil penelitian dan observasi.
Contoh Kata Pengantar Makalah Karya Tulis Geografi

Contoh Kata Pengantar Makalah Karya Tulis Geografi

Membuat karya tulis adalah salah satu kemapuan wajib seorang pelajar di jaman now. Berbagai macam permasalahan kehidupan bisa dipecahkan dengan adanya penelitian yang kemudian dipublikasikan lewat karya tulis. Membuat karya tulis geografi perlu bimbingan dan latihan tentunya. Kali ini saya berikan contoh kata pengantar karya tulis geografi singkat.

Kata pengantar adalah bagian karya tulis yang berada di halaman paling awal dan isinya adalah seperti sambutan. Penulis bisa menuliskan rasa syukur kemudian cuplikan tujuan ditulisnya makalah hingga penutup berupa saran atau kritik. Kata pengantar karya ilmiah tidak boleh panjang-panjang, cukup satu halaman saja.
Contoh kata pengantar makalah

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, wr. wb.


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Rawa Gambut Sebagai Sumber Daya Lahan Potensial di Barito Kuala Kalimantan Selatan” dapat diselesaikan tepat waktu. 

Karya Tulis ini dibuat untuk diikutsertakan dalam kegiatan Semarak Geografi 2014 di Universitas Negeri Yogyakarta. Isi dalam karya tulis ini menyangkut pola pemanfaatan lahan rawa gambut di Barito Kuala saat ini. Sebagai salah satu kategori kabupaten tertinggal di Indonesia Barito Kuala sejatinya memiliki sumber daya lahan potensial yaitu berupa rawa gambut yang jika digunakan dan dikelola dengan tepat akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat setempat. Pengotimalan sumber daya rawa gambut memerlukan percepatan demi menyongsong ASEAN Community 2015. Penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada guru geografi yaitu Bapak Agnas Setiawan, S. Pd. dan teman-teman yang telah membimbing dan mendukung selama pembuatan karya tulis ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga memerlukan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan kedepannya. Akhir kata saya ucapakan terimakasih. Wasalam

Wassalamualaikum wr.wb

Penulis

Kamis, Februari 7

Jenis Tanah Vulkanik Indonesia: Regosol dan Andosol

Jenis Tanah Vulkanik Indonesia: Regosol dan Andosol

Tanah merupakan elemen vital dalam kehidupan mahluk hidup di bumi. Tanah adalah bahan bentukkan alam hasil pelapukan batuan induk. 

Ada banyak sekali jenis tanah yang ada di dunia khususnya di Indonesia. Salah satu jenis tanah yang umum dijumpai di Indonesia adalah tanah vulkanik. 

Tanah vulkanik berasal dari hasil erupsi gunung api. 

Jenis tanah vulkanik diantaranya tanah regosol dan andosol. Secara umum tanah vulkanik bersifat subur karena mengandung unsur hara dan mineral yang baik. 

Sebaran tanah vulkanik ada di Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok dimana banyak terdapat gunung api disana. Bagaimana ciri-ciri kedua tanah tersebut?.

1. Tanah Regosol
Tanah regosol adalah tanah hasil erupsi gunung api yang berbutir kasar. Tanah ini berupa endapan aluvial yang sangat baru. Ciri fisik tanah regosol antara lain:
- memiliki butir kasar
- berwarna umum cokelat gelap dengan variasi merah kuning, cokelat kemerahan, kekuningan.
- tidak dijumpai adanya perlapisan/bedding

Ciri umum lain dari tanah regosol adalah rentan erosi, keasaman normal, gembur dan kemampuan penyerapaan air yang tinggi. Tanah regosol sangat baik untuk aktifitas pertanian seperti padi, kelapa, tebu, sayuran, tembakau, kopi. 
Jenis Tanah Vulkanik Indonesia: Regosol dan Andosol
Kiri ke kanan: Andosol dan regosol
2. Tanah Andosol
Tanah andosol terbentuk dari tephra oleh proses andosolisiasi dalam waktu relatif singkat di bawah berbagai iklim. 

Akan tetapi tidak semua tanah andosol berasal dari tephra dan tidak semua tephra berkembang jadi tanah andosol. Secara umum sifat fisik dari tanah andosol adalah sebagai berikut:
- memiliki berat isi rendah
- kandungan air tinggi
- ketersediaan air bagi tanaman sedang sampai rendah
- kandungan bahan organik tinggi
- daya menahan air tinggi
- total porositas rendah
- bersifat gembur dengan konsistensi kurang plastis dan tidak lekat

Dalam sistem klasifikasi tanah USDA, tanah andosol setara dengan ordo Andisol atau human mountain soils. 

Tanah andosol adalah salah satu tanah yang subur dan paling produktif dibandingkan tanah lain. Karenanya wilayah tanah ini punya daya tampung manusia sangat tinggi karena cocok untuk pertanian. 

Wada dan Aomine mengemukakan bahwa tanah andosol dapat mencapai kematangan  dalam rentang waktu 5.000 tahun sementara Yamada mengemukakan tanah ini dapat berkembang dalam waktu 500 - 1.500 tahun tergantung faktor-faktor pembentuk tanahnya seperti tipe abu vulkanik. Yang jelas tanah andosol sangat subur dan top markotop untuk pertanian.

Baca juga: Soal hots + jawaban bab pedosfer

Gambar: disini, disini

Kamis, November 15

Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS

Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS

Halo teman-teman, kali ini saya akan coba berikan cara mudah memahami materi konsep dasar geografi yang masuk dalam kategori soal HOTS. 

Konsep geografi menurut Ikatan Geograf Indonesia ada 10. Materi ini diajarkan di kelas X jenjang SMA dengan harapan siswa bisa memahami tentang dasar-dasar pengetahuan geografi. 

Banyak sekali siswa yang kesulitan memahami materi konsep geografi ini. Kali ini saya akan berikan cara cepat agar bisa memahami konsep geografi ini khususnya saat menjawab soal karena pastinya ada di soal UN.

Perlu dipahami bahwa memang hal paling sulit adalah dalam menemukan keyword alias kata kunci yang berkaitan dengan salah satu konsep geografi tersebut. Untuk menguasainya tidak ada jalan lain selain banyak berlatih membuat kalimat yang menyatakan salah satu konsep geografi lalu menjawab contoh-contoh soalnya.
Kata Kunci Jawaban 10 Konsep Geografi Tipe HOTS
Kata kunci tentang konsep geografi
1. Konsep Lokasi
Lokasi dibagi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Kata kunci dari lokasi absolut adalah adanya angka astronomis atau alamat jelas. Sementara lokasi relatif adalah perbandingan kondisi disekelilingnya.

Contoh lokasi absolut: Indonesia ada di 6 LU - 11 LS.
Contoh lokasi relatif : Indonesia ada diantara dua benua dan dua samudera.

2. Konsep Jarak
Jarak dibagi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Kata kunci jarak absolut adalah satuan panjang sementara jarak relatif adalah satuan waktu.

Contoh jarak absolut: Saya mudik menempuh jarak 45 km dari Bekasi ke Karawang.
Contoh jarak relatif: Saya pergi dari rumah ke sekolah menempuh 20 menit perjalanan.

3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan adalah kondisi mudah tidaknya suatu lokasi diakses. Aksesibilitas ini dipengaruhi kondisi fisik dan sarana prasarana transportasi.

Contoh keterjangkauan : Bantuan logistik korban Gempa Palu belum tersalurkan maksimal karena beberapa jalan penghubung putus diterjang tsunami.

4. Konsep Pola
Pola adalah susunan abstrak suatu fenomena. Susunan dalam ruang ini meliputi objek yang relatif banyak.

Contoh pola: Pemukiman di daerah Lembah Baliem cenderung memusat.

5. Konsep Morfologi
Morfologi adalah bentuk atau relief permukaan bumi. Keyword: dataran tinggi, dataran rendah, rawa, pegunungan, perbukitan dll. Selain itu kata kuncinya adalah ada angka ketinggian.

Contoh morfologi: Kota Bandung berada pada ketinggian 600 mdpl.

6. Nilai Guna
Nilai guna dalam hal ini adalah sebuah lokasi. Kata kuncinya ada manfaat dari lokasi tersebut.

Contoh nilai guna: Pulau Bali kaya akan budaya dan fenomena alam indah sehingga menjadi daya tarik wisata dunia.

7. Interaksi
Interaksi adalah hubungan timbal balik antar wilayah. Kata kuncinya adalah arus barang dan jasa antara dua wilayah.

Contoh interaksi wilayah: Indonesia mengekspor batubara ke Jepang dan mengimpor barang elektronik dari sana.

8. Aglomerasi
Aglomerasi adalah gejalan pemusatan kegiatan ekonomi dalam satu ruang. 

Contoh aglomerasi : Industri berat banyak dibangun di wilayah Karawang dan Bekasi.

9. Diferensiasi Area
Diferensiasi adalah perbedaan wilayah di permukaan bumi. Kata kuncinya dalam kalimat ada 2 kondisi wilayah dibedakan.

Contoh diferensiasi : Sayuran cocok tumbuh di daerah dataran tinggi sementara palawija cocok tumbuh di dataran rendah.

10. Asosiasi
Asosiasi adalah keterkaitan logis antar elemen pembentuk ruang. 

Contoh asosiasi : Indonesia berada di daerah cincin api Pasifik sehinga banyak muncul gunung api aktif. (kata kunci : cincin api asosiasi dengan gunung api).
Wilayah kabupaten banjarnegara berada di wilayah dataran tinggi sehingga mayoritas penduduknya adalah petani sayuran. (kata kunci : daerah dataran tinggi asosiasi dengan mata pencaharian petani sayuran)

Ingat soal konsep geografi pasti muncul di UN dan USBN, pastikan kamu sering berlatih. Jangan lupa like dan share artikelnya ke teman-teman lain ya. 

Minggu, November 11

Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan

Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan

Air adalah sumber utama kehidupan di planet bumi dan tanpa zat tersebut maka sudah pasti tidak akan ditemukan yang namanya kehidupan, betul tidak?. 

Sebaran air di permukaan bumi ini bervariasi, ada yang di  sungai, danau, telaga, mata air, rawa, laut, hingga di antartika dan puncak pegunungan. 

Kehidupan manusia sangat dipengaruhi kondisi air, bahkan sejak dulu manusia selalu membangun pemukiman dekat sumber air. Hidrosfer adalah anugerah Tuhan bagi planet bumi.

Di daerah pedesaan bahkan di perkotaan, banyak penduduk yang memanfaatkan air sungai meskipun well orang kota sekarang sudah tidak peduli terhadap kelestarian air sungai. Berikut ini beberapa manfaat air sungai bagi kehidupan:

1. Sebagai sumber pengairan atau irigasi pertanian.
2. Tempat budidaya ikan untuk kebutuhan pangan.
3. Sumber air rumah tangga dan MCK.
4. Sarana transportasi baik manusia maupun barang dan jasa.
5. Sebagai tempat rekreasi dan olahraga seperti arum jeram.

Lalu bagaimana dengan pemanfaatan danau?. Danau sebagai penampung air juga banyak memiliki manfaat bagi kehidupan diantaranya:

1. Irigasi pertanian.
2. Perikanan darat, tempat berkembangbiak ikan keramba.
3. Pembangkit Listrik
4. Sarana rekreasi keluarga
5. Sumber air masyarakat saat musim kemarau

Begitu pentingnya danau bagi kehidupan maka kita harus menjaga dan melestarikan keberadaan danau. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian danau adalah:

1. Menjaga kelestarian DAS hulu
2. Membuat sabuk hijau di sekitar tepi danau
3. Melakukan konservasi tanah
4. Melarang pembuangan sampah ke danau
Dampak Gejala Hidrosfer Terhadap Kehidupan
Waduk Jatigede
Lalu bagaimana dengan air telaga?. Telaga sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan telaga diantaranya:

1. Sumber air bersih
2. Sumber perikanan darat
3. Tempat rekreasi, pemancingan, rumah makan

Cara melestarikan telaga antara lain:
1. Konservasi tanah di sekitar telaga
2. Membuat sabuk hijau disekitar telaga
3. Tidak membuang sampah ke telaga

Lalu seperti apa pemanfaatan sumber daya air tanah bagi kehidupan?. Air tanah masuk melalui proses infiltrasi lalu mengisi sela-sela pori batuan di bawah tanah. Manfaat air tanah adalah:

1. Sumber air rumah tangga seperti minum, memasak, mencuci.
2. Sumber air untuk irigasi.
3. Sumber air untuk perindustrian.

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close