Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 28

Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah

Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah

Dalam pelajaran geografi tentunya istilah letak astronomis dan letak geografis sering muncul. Seringkali siswa bingung membedakan keduanya, nah di postingan ini kita coba akan berikan perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Letak astronomis dalah posisi suatu objek atau wilayah yang dilihat dari posisi koordinat lintang dan bujur. Garis koordinat adalah garis imajiner yang dibuat manusia supaya memudahkan navigasi atau perhitungan lokasi.

Garis lintang memiliki arah horisontal dengan titik nol di ekuator atau khatulistiwa. Lintang membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. Sementara itu garis bujur adalah garis yang memiliki arah vertikal dari kutub ke kutub. 

Titik pangkal nol bujur ada di kota Greenwich Inggris (GMT). Garis bujur membagi bumi menjadi belahan bumi barat dan timur. Indonesia berada di belahan bumi bagian timur.

Letak astronomis Indonesia adalah 6⁰ LU - 11⁰ LS dan 95 BT⁰ -141⁰ BT. Artinya Indoensia berada di wilayah tropis ekuator. Dampak dari lokasi astronomis Indonesia ini yang utama adalah jenis iklim Indonesia bertipe tropis.

Iklim tropis memiliki ciri curah hujan relatif tinggi sepanjang tahun, intensitas penyinaran tinggi, kelembaban tinggi dan memiliki dua musim. Hal ini berdampak pada aktifitas penduduk yang banyak bergerak di sektor agraris.


Letak astronomis Indonesia juga berpengaruh pada penentuan zona waktu yang dibagi menjadi 3 zona (WIB, WITA dan WIT). 

Letak geografis adalah posisi atau letak yang dilihat berdasarkan kondisi kenyataan atau fakta di lapangan. Letak geografi bersifat relatif contohnya secara geografis Indonesia berada diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia)

Kondisi ini menyebabkan Indonesia berada pada zona silang dunia dimana sangat potensial sebagai tempat transit perdagangan dunia. Selain itu lokasi yang diapit dua benua menyebabkan terjadinya pergerakan angin muson yang berhembus 6 bulan sekali dari Asia menuju Australia dan sebaliknya.

Ini berkaitan dengan fenomena perubahan datangnya musim penghujan dan kemarau di Indonesia. Selain itu lokasi geografis Indonesia yang berada diantara dua lautan besar menyebabkan terjadinya arus lintas Indonesia dari Pasifik menuju Hindia dan sebaliknya. Arlindo ini mengalir melewati perairan laut di tengah Indonesia.

Arlindo disebabkan oleh perbedaan tinggi muka air laut antara Pasifik dan Hindia, hal ini bergantung pada posisi matahari setiap bulannya. Para nelayan juga sering memanfaatkan jadwal Arlindo ini untuk menentukan waktu tangkapan ikan terbaik.

Itulah perbedaan mendasar antara letak astronomis dan geografis Indonesia beserta fenomena yang terjadi di dalamnya. Semoga sekarang udah paham ya!.

Minggu, Juli 25

Keuntungan dan Kerugian Pengaruh Letak Geografis Indonesia

Keuntungan dan Kerugian Pengaruh Letak Geografis Indonesia

Hai geographers, kali kita bahas seputar letak geografis Indonesia yuk!. Nah kalian tentu selama ini tinggal di Indonesia sudah paham bahwa kita adalah negara kepulauan yang besar.

Namun pastinya kalian mungkin ada yang belum paham mengenai pengaruh lokasi geografis negara kita terhadap kehidupan?. Jadi lokasi Indonesia itu strategis dilihat dari astronomis, geologis dan geografisnya. Kita bahas dahulu mengenai kondisi geografisnya.

Indonesia secara geografis adalah sebuah negara kepulauan di wilayah ekuator yang membentang dari pulau Weh di Aceh sampai pulau Liki di Papua dan dari pulau Miangas di Sulawesi Utara sampai pulau Rote di Nusa Tenggara timur.
 
Letak geografis adalah letak yang dilihat dari kenyataan atau fakta sesungguhnya di lapangan. Fakta lapangan ini bisa terlihat dari kondisi daratan dan perairan di sekitarnya.
 
Secara geografis, Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia dan samudera Hindia dan Pasifik. Pengaruh dari letak tersebutyang positif  diantaranya sebagai berikut:
Indonesia masuk segitiga terumbu karang dunia
1. Transit Perdagangan
Karena berada di wilayah strategis, maka Indonesia menjadi jalur transit perdagangan baik darat, laut dan udara. Sejak jaman dahulu nusantara menjadi salah satu lokasi transit kapal-kapal dari benua Eropa hingga masuknya penjajahan juga diawali dari transit seperti ini.

2. Angin Muson
Sirkulasi angin muson sangat dipengaruhi oleh kondisi pemanasan di wilayah Asia, Australia, PAsifik dan Hindia. Hal ini menyebabkan terjadinya pola angin muson setiap 6 bulan sekali melewati Indonesia.  

3. Keragaman Budaya
Keragaman budaya Indonesia tidak terlepas dari adanya akulturasi budaya lokal dengan budaya luar yang masuk dari Asia atau wilayah mikronesia di Pasifik. 
 
4. Segitiga Terumbu Karang
Indonesia mejadi salah satu wilayah segitiga terumbu karang dunia karena lokasinya yang berada di wilayah perairan hangat yang menjadi tempat terbaik terumbu karang untuk tumbuh.

5. ARLINDO
Arus Lintas Indonesia melintasi perairan Indonesia dan membawa banyak ikan-ikan yang sangat menguntungkan nelayan. Arus Arlindo terbentuk karena perbedaan tinggi muka air laut di Pasifik dan Hindia.

Itulah beberapa dampak yang ditimbulkan dari lokasi geografis Indonesia yang berada di jalur silang dunia. Lalu apa saja kerugian dari lokasi geografis Indonesia?.

Karena lokasi yang strategis ini, Indonesia sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dari luar dan dalam untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti perdagangan narkoba, pencurian ikan oleh nelayan asing, human trafficking, penyelundupan imigran hingga ancaman penyebaran terorisme.

Bentuk negara Indonesia yang kepulauan juga membuat pembangunan lebih sulit merata dan lebih terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu yang dianggap menguntungkan. 

Gambar: https://ars.els-cdn.com

Selasa, Januari 12

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Pada postingan sebelumnya saya sudah memberikan contoh masalah kuantitatif kependudukan Indonesia. Kali ini kita akan coba bahas tentang masalah kualitatifnya.

Masalah penduduk Indonesia yang bersifar kualitatif dapat diukur dengan indikator Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia.

Indeks Pembangunan Manusia diukur dengan 3 aspek utama yaitu ekonomi, standar kesehatan dan angka harapan hidup dan level pendidikan.

1. Ekonomi 
 
Dalam hal ekonomi, indikator yang bisa digunakan untuk melihat kualitas penduduk adalah dengan mengukur pendapatan per kapita per tahun.
 
Pendapatan per kapita Indonesia per tahun rata-rata masih berada di angka 3.800 US Dollar dan masih jauh jika dibandingkan negara maju yang bisa diatas 10.000 US Dollar.
 
Selain itu aspek lainnya adalah terkait angka pengangguran. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menjelaskan dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 60 ribu orang.
 
Lulusan SMK masih penyumbang pengangguran paling banyak yaitu 8,5%. Untuk mengatasi hal ini diperlukan penambahan sektor lapangan kerja dan pengembangan wirausaha mandiri.

Kabar baiknya, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini sudah tembus 3,1% dari total 260 juta penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa, angka itu melampaui standar internasional yaitu 2%.
 
Pengembangan usaha kecil menengah perlu terus digalakan ke seluruh masyarakat agar sektor informal semakin berkembang.

Di era ekonomi digital e-commerce saat ini pemerintah harus membangun ekosistem market online yang baik di masyarakat sehingga memudahkan pemasaran produk-produk yang dihasilkan di masyarakat.
Peta IPM Indonesia

 2. Kesehatan   

Dari aspek kesehatan ada beberapa aspek yang bisa diukur yaitu angka harapan hidup dan angka kematian bayi.

Negara maju memiliki angka harapan hidup diatas 70 tahun dan Indonesia saat ini sudah mencapai 71 tahun, masih berada di bawah Singapura 80 tahun dan Malaysia 75 tahun.
 
Angka harapan hidup ini didukung oleh kondisi penyediaan gizi, fasilitas kesehatan, layanan kesehatan, sanitasi dan kualitas lingkungan hidup.
 
Di Indonesia sendiri pemerintah terus menggenjot perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan di setiap wilayah hingga ke pelosok agar akses kesehatan masyarakat semakin baik.
 
Idealnya dalam satu kecamatan ada satu rumah sakit tipe A yang beroperasi agar tidak terjadi penumpukan pasien.
 
Dalam hal gizi, masyarakat perlu didorong untuk melakukan budaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, buah dan sayuran.
 
Angka harapan hidup Indonesia

3. Pendidikan

Kualitas pendidikan di Indonesia sangat terkait dengan peran guru dan fasilitas penunjang seperti gedung sekolah dan sarana prasarana pendukung lainnya.
 
Pendidikan juga berkaitan dengan daya literasi dan mentalitas penduduk Indonesia. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang artinya minat baca sangat rendah. 
 
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!. Ini perlu dibenahi jika ingin negara kita menjadi negara maju.

Daya literasi akan berperan penting dalam pengambilan keputusan seseorang sehingga tidak terjerumus pada sesuatu yang negatif termasuk berita hoax.

Pendidikan adalah aset masa depan yang utama dan sudah kewajiban pemerintah menyediakan akses pendidikan terbaik bagi masyarakat di seluruh nusantara.
 
Sebaran pengangguran di Indonesia

Rabu, Januari 6

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Manusia semakin hari semakin cepat bergerak di atas ruang permukaan bumi. Dari awalnya dengan menggunakan kaki kemudian sampai ditemukannya alat transportasi, manusia terus bergerak di bumi ini.

Pergerakan manusia di permukaan bumi dinamakan migrasi. Migrasi selalu dilakukan mahluk hidup di planet ini.

Tujuan manusia bermigrasi bermacam-macam dan kebanyakan adalah motif ekonomi. Di abad pertengahan, bangsa Eropa mulai menjelajah lautan dengan motif gold, glory dan gospel.

Motif ekonomi menjadi bagian dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat. Saat ini migrasi manusia semakin cepat dengan kecanggihan transportasi dan teknologi telekomunikasi.
 
 
Tujuan manusia bermigrasi antara lain ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.
1. Migrasi ekonomi adalah pergerakan penduduk untuk mencari pekerjaan atau penghidupan.
2. Migrasi sosial adalah pergerakan penduduk untuk mencari kualitas hidup lebih baik atau mendekat ke sanak keluarga.
3. Migrasi politik adalah pergerakan penduduk untuk menyelamatkan diri dari ancaman politik atau perang.
4. Migrasi lingkungan adalah pergerakan penduduk karena faktor bencana alam.
Migrasi penduduk
Migrasi dibagi menjadi migrasi internal dan migrasi eksternal.
1. Migrasi eksternal adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Ada 3 macam migrasi eksternal yaitu:
a. imigrasi adalah masuknya penduduk dari negara lain ke negara tujuan dengan motif menetap.
b. emigrasi adalah keluarnya penduduk dari negara asal ke negara tujuan dengan motif menetap.
c. remigrasi adalah proses kembalinya penduduk dari negara tujuan ke negara asalnya.

2. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu wilayah negara. Jenis migrasi internal antara lain:
a. urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan.
b. transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya.
c. ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa.
d. forensen adalah pergerakan penduduk desa ke kota tiap hari tapi tidak menetap.
e. komuter adalah pergerakan pekerja harian tanpa menetap untuk kepentingan tertentu (bekerja atau sekolah).

Migrasi terbesar dalam sejarah adalah apa yang disebut Migrasi Atlantik Besar dari Eropa ke Amerika Utara, gelombang besar pertama yang dimulai pada tahun 1840-an dengan pergerakan massa dari Irlandia dan Jerman. 
 
Pada tahun 1880-an gelombang kedua dan lebih besar bergerak dari Eropa timur dan selatan; antara 1880 dan 1910 sekitar 17 juta orang Eropa memasuki Amerika Serikat. Jumlah total orang Eropa yang mencapai Amerika Serikat berjumlah 37 juta antara tahun 1820 dan 1980.

Di Indonesia sendiri fenomena migrasi mulai marak sejak era orde baru dimana pembangunan pusat pertumbuan terutama di Jawa banyak dilakukan. Jakarta menjadi sasaran migrasi penduduk di Indonesia karena faktor ekonomi.

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Manusia adalah mahluk yang mendominasi di ruang permukaan bumi ini sejak turun ke planet biru ini. Penduduk bumi terus bertambah dari waktu ke waktu.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukan total populasi penduduk dunia saat ini 7,8 milyar penduduk yang tersebar di 5 benua.

Jumlah ini semakin hari semakin bertambah dan mengundang kekhawatiran akan ketidakseimbangan antara kapasitas ruang dengan populasi.

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian) dan migrasi (perpindahan).
 

Faktor Natalitas
Natalitas atau kelahiran penduduk mengakibatkan jumlah penduduk semakin bertambah pada suatu wilayah. Setiap negara memiliki angka kelahiran yang berbeda-beda.

Negara maju sudah mengarah pada zero population growth untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan menghindari ledakan populasi.

Ada faktor pro natalitas dan anti natalitas. Faktor pro natalitas seperti anggapan banyak anak banyak rezeki, ekonomi mantap, kesehatan dan gizi baik dan lingkungan yang baik serta sarpras kesehatan memadai.

Faktor anti natalitas seperti program KB, anggapan anak adalah beban, ekonomi sulit, kesehatan dan gizi buruk, lingkungan dan saran kesehatan baik. 
Populasi penduduk negara di dunia
Faktor Mortalitas
Mortalitas atau kematian penduduk mengakibatkan jumlah penduduk berkurang pada suatu wilayah. Ada faktor pro dan anti mortalitas.

Faktor pro mortalitas diantaranya kesehatan buruk, pandemi penyakit, perang, bencana alam, kecelakaan dan pembunuhan.

Faktor anti mortalitas diantaranya kesehatan baik, ekonomi memadai, sarana prasana kesehatan memadai, lingkungan yang sehat dan aman.

Faktor Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan tertentu. Biasanya tujuan utama migrasi adalah motof ekonomi. 

Bangsa Eropa telah bermigrasi ke seluruh dunia terutama menginvasi Amerika Utara, Afrika, Australia sejak zaman dahulu.

Motif migrasi masa lalu didukung oleh semangat gold, glory dan gospel. Imperialisme dan kolonialisme adalah motif utama migrasi bangsa Eropa.

Migrasi terbagi migrasi masuk dan migrasi keluar. Migrasi masuk membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah bertambah sementara migrasi keluar membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah berkurang.

Penduduk merupakan sumber daya utama pembangunan suatu negara. Negara yang mampu mengasah skill dan karakter penduduknya dengan baik akan menguasai dunia dengan cepat.
 
Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi kelahiran dan kematian sementara pertumbuhan penduduk total dipengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi.
 

Kamis, Desember 24

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Manusia merupakan salah satu mahluk penghuni planet bumi ini dan berkembang begitu pesat sejak awal kelahirannya. 
 
Manusia menjadi salah satu aspek kajian dalam geografi karena perilaku mereka menempati ruang dan seringkali merubah struktur ruang yang sudah ada dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. 
 
Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang. 
 
Objek material geografi yang bersifat fisik terdiri dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer dan yang bersifat sosial adalah antroposfer. 
 
Manusia dipisahkan menjadi satu lapisan khusus karena memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki pola-pola tertentu sama halnya seperti objek material yang bersifat fisik. 

Pola-pola kehidupan manusia di bumi ini dapat diukur berdasarkan aspek kuantitatif maupun kualitatif. Manusia yang hidup dan menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah dinamakan penduduk. 
 
Penduduk bumi semakin lama semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat dibarengi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
 
Menurut data Bank Dunia terbaru, djumlah populasi manusia di bumi saat ini mencapai angka 7 miliar jiwa dan paling banyak tersebar di benua Asia. Ilmu yang khusus mempelajari tentang dinamika penduduk dinamakan demografi.
Dinamika antroposfer
Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik). 
 
Artinya pertumbuhan manusia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sumberdaya alam. Kebutuhan manusia yang semakin lama semakin besar membuat ketersediaan pangan semakin hari semakin menipis dan seringkali mengakibatkan bencana seperti kemiskinan dan kelaparan di beberapa tempat. Dinamika penduduk dipengaruhi faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.

Malthus adalah ekonom Inggris abad 18 yang cukup terkenal di masanya. Dalam buku "An Essay on  the Principle of Population" ia berteori bahwa populasi manusia akan terus tumbuh sampai dihentikan oleh penyakit, kelaparan, perang atau bencana.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, para filsuf secara luas percaya bahwa kemanusiaan akan terus tumbuh dan condong ke arah utopisme. 
 
Malthus melawan keyakinan ini, dengan alasan bahwa segmen populasi umum selalu selalu miskin dan sengsara, yang secara efektif memperlambat pertumbuhan populasi.

Setelah mengamati kondisi di Inggris pada awal 1800-an, Malthus menulis "An Inquiry into the Nature and Progress of Rent" (1815) dan "Principles of Political Economy" (1820), di mana ia berpendapat bahwa lahan pertanian yang tersedia tidak cukup untuk memberi makan populasi dunia yang meningkat. 
 
Malthus secara khusus menyatakan bahwa populasi manusia meningkat secara geometris, sementara produksi pangan meningkat secara aritmatika. Dalam paradigma ini, manusia pada akhirnya tidak dapat menghasilkan makanan yang cukup untuk mempertahankan diri mereka sendiri.

Teori ini dikritik oleh para ekonom dan akhirnya dibantah. Bahkan ketika populasi manusia terus meningkat, perkembangan teknologi dan migrasi telah memastikan bahwa persentase orang yang hidup di bawah garis kemiskinan terus menurun. Selain itu, interkoneksi global merangsang aliran bantuan dari negara-negara kaya pangan ke daerah berkembang.

Minggu, Februari 16

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Letak geografis memiliki pengaruh terhadap keragaman kehidupan ekonomi, sosial dan budaya bagi suatu wilayah. 

Letak yang strategis akan memungkinkan penduduk di tempat tersebut berinteraksi dengan penduduk yang berasal dari wilayah yang lain. 

Indonesia dengan letak geografisnya menjadi jalur lintas pelayaran dan perdagangan dunia internasional, baik untuk transit maupun Indonesia sebagai daerah tujuannya.

 Melalui perdagangan tersebut terjadilah interaksi sosial antar bangsa yang pada gilirannya berpengaruh terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan budaya.

Agama-agama yang dianut oleh penduduk Indonesia seperti Hindu, Budha, Islam, dan Kristen adalah sebagai hasil interaksi antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain. 


Bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa nasional berkembang dari bahasa-bahasa daerah yang diperkaya dengan menyerap bahasa asing, terutama dari bangsa-bangsa yang sering berinteraksi dengan bangsa Indonesia. Baca juga: Kunci UTBK Geografi 2019

Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensinya sebagai wilayah yang posisinya strategis, maka dampaknya dari sisi ekonomi akan sangat menguntungkan. 


Potensi yang dimilikinya bisa dimanfaatkan, misalnya mengembangkan pelabuhan-pelabuhan transit untuk kapal-kapal dagang. Usaha ini telah dilakukan pemerintah, misalnya dengan mengembangkan pelabuhan Sabang yang berstatus sebagai pelabuhan pengembangan kawasan perdagangan bebas. 
Peninggalan Kebudayaan Tionghoa di Semarang
Pulau Sabang sangat strategis, karena terletak disebelah barat Singapura. Kapal-kapal yang berasal dari arah barat yang mengarungi Selat Malaka akan melewati Sabang terlebih dahulu sebelum sampai di Singapura. 

Posisi geografis Batam juga sangat strategis. Pulau ini berada pada jalur pelayaran international paling ramai di dunia dan hanya berjarak 17 km dari Singapura. 

Jika pemerintah berhasil mengembangkan kawasan ini, tentu akan memiliki kontribusi yang nyata bagi perkembangan perekonomian daerah tersebut.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan bentang wilayah yang sangat luas, dihuni oleh berbagai suku bangsa. Masing-masing suku bangsa pada umumnya memiliki bahasa dan tarian khas. 


Penduduk Pulau Jawa yang menjadi satu kesatuan wilayah daratan tidak hanya memiliki satu bahasa. Di Jawa barat terdapat suku Sunda di Jawa Barat dan suku Jawa di Jawa Tengah dan Jawa timur, masing-masing memiliki bahasa sendiri. 

Kedua suku juga memiliki jenis tarian dan musik dengan karakteristik tersendiri. Pulau Madura yang jaraknya sangat dekat dengan jawa Timur, bahasa yang dipakai penduduk di kedua wilayah sangat berbeda. Indonesia dengan ribuan pulau yang ada, dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mengembangkan budayanya masing-masing.

Keragaman budaya ini jika dapat dikembangkan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke suatu wilayah. 


Di Bali terdapat beberapa jenis tarian yang sangat diminati oleh wisatawan, seperti tari kecak, tari barong, dan lain-lain. Di Candi Prambanan Jawa tengah, pada waktu-waktu tertentu ada pertunjukan tari Ramayana yang banyak diminati wisatawan.

Letak geografis Indonesia selain memberikan dampak yang menguntungkan juga menyimpan potensi yang bisa merugikan. 


Banyaknya bangsa lain yang singgah atau berkunjung ke Indonesia akan membawa serta budaya yang dibawa dari negerinya. 

Jika budaya yang dibawa tersebut sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, pengaruhnya akan baik, yaitu memperkaya budaya bangsa, namun jika sebaliknya maka akibatnya akan sangat merugikan.

Bentuk Indonesia yang berupa kepulauan dan dikelilingi oleh samudera yang luas mempersulit keamanan wilayah. 


Pencurian kekayaan ikan di perairan Indonesia dapat dilakukan dari segala penjuru. Dengan garis pantai yang luar biasa panjangnya, wilayah indonesia sangat rawan terhadap penyelundupan barang-barang ilegal.

Baca juga: Soal PAS Geografi Kelas 11 Budaya Nasional + Kunci

Sabtu, Januari 4

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Dalam konsep poros maritim, Indonesia sejak zaman dahulu adalah wilayah yang menjadi transit perdagangan dunia. 

Itulah mengapa keragaman etnik di Indonesia sangat banyak karena banyaknya perkawinan silang antara etnik lokal dengan luar kepulauan.

Indonesia adalah negara yang punya peran posisi penting di dunia karena dari sisi geografis berada pada posisi silang strategis. 

Adapun secara secara sosial budaya Indonesia adalah bangsa majemuk. berikut ini posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia.

1. Terletak diantara dua benua besar yaitu Asia dan Australia dan diantara dua samudera besar yaitu Hindia dan Pasifik
Dampak dari posisi daratan dan lautan ini diantaranya Indonesia menjadi transit perdagangan sejak zaman dahulu. 

Kolonialisme juga bermula dari kecerdikan negara barat memahami kondisi negara kita yang dulunya adalah pusat pelabuhan terkemuka sehingga invasi mulai dilakukan dari perdagangan. 

Percampuran kebudayaan juga terjadi karena adanya posisi seperti ini, mulai dari budaya Arab, Persia, India, Cina, dan lainnya.

2. Dilewati garis ekuator dan memiliki iklim tropis basah
Posisi Indonesia secara klimatik ada di wilayah tropis khatulistiwa. Ciri khas wilayah tropis adalah adanya dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang diselingi pancaroba. 

Dampaknya adalah negara kita cocok untuk kegiatan pertanian lahan basah terutama dan budidaya perikanan karena bertipe kepulauan hangat.
Indonesia pusat peradaban dunia
3. Terletak di atas lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik
Kondisi geologi Indonesia berada di ring of fire Pasifik dan menjadi pertemuan dua jalur pegunungan muda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 

Dampaknya adalah negara kita kaya gunung api namun rentan bencana geologi seperti erupsi, gempa dan tsunami. Erupsi menjadikan mayoritas pulau di Indonesia subur karena material vulkanik.

4. Terletak di Dangkalan Sunda dan Sahul
Sebelum jaman es mencair era Pleistosen akhir, dahulu ada dua daratan besar yang kini telah terpisah. Sumatera, Jawa dan Kalimantan adalah satu daratan di masa lalu dan Papua Australia adalah satu daratan pula. 

Sejak es mencair kedua massa daratan terpisah dan menjadi laut dangkal. Dahulu fauna dari Asia dan Australia dapat bermigrasi bebas. Dampaknya fauna di Indonesia barat bertipe Asiatis sementara di timur bertipe Australis.

5. Banyak bahan galian dan sumber daya strategis
Kombinasi faktor cuaca, geologi dan lautan membuat Indonesia kaya sumber daya baik hayati maupun non hayati. Sebut saja minyak, gas, batubara, emas, timah, aspal, intan dan lainnya banyak tersebar di berbagai pulau. 

Sementara itu sumber daya hayati mulai dari flora, fauna banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

6. Banyak daerah subur 
Banyaknya gunung api dan sedimen dari erosi sungai membuat banyak wilayah di Indonesia sangat baik untuk kegiatan pertanian. Pertanian sawah, palawija, ladang banyak dibudidayakan masyarakat sejak zaman dahulu dan hingga kini masih dilakukan. 

Daerah lereng gunung api adalah daerah padat pemukiman sejak dahulu karena tanahnya subur.

7. Jumlah populasi besar nomor 4 dunia
Indonesia kini memiliki populasi lebih dari 250 juta penduduk dan sekarang sedang masuk tahap bonus demografi. Kondisi menjadikan sumber daya manusia Indonesia dari sisi jumlah sangat potensial untuk kegiatan pembangunan. 

Peningkatan keterampilan atau skill adalah kunci dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Selain itu kesehatan juga sangat penting agar manusia Indonesia mampu bersaing di percaturan global.

8. Garis pantai terpanjang dunia
Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Indonesia menempati posisi kedua dalam hal ini setelah Kanada.

Hal ini menjadikan negara kita memiliki potensi dalam bidang kelautan dan kepesisiran. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir harus mampu memaksimalkan potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun budaya maritim kuat dan berdaya saing global.

Selasa, Oktober 29

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Ada dua tenaga yang bahu membahu membangun permukaan bumi ini yaitu endogen dan eksogen. Kali ini khusus kita akan bahas tentang dampak tenaga endogen bagi kehidupan. 
 
Tenaga eksogen memiliki pengaruh yang menguntungkan tetapi sekaligus juga memiliki pengaruh yang merugikan.

Kita mulai dari komponen utama kehidupan seperti tanah Tanah itu merupakan media utama yang digunakan untuk bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya.Tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan baik mekanik, kimia maupun organik.

Jika tidak ada pelapukan maka sama artinya tidak akan ada tanah dan manusia akan kesulitan untuk bercocok tanam. 
 
Tak hanya  untuk kepentingan secara langsung untuk bercocok tanam atau bertani namun keberadaan tanah di permukaan bumi merupakan media untuk hidup tumbuhan. Hutan yang lebat dengan beraneka fauna yang hidup di atasnya adalah hasil dari adanya tanah.

Dalam dunia pertambangan, tenaga eksogen yang berupa pelapukan, pengikisan, dan pengendapan juga memiliki arti tersendiri. 
 
Jutaan meter kubik pasir dapat ditambang pada dasar-dasar sungai yang memudahkan manusia untuk menambangnya. Tambang  sekunder dari berbagai mineral berharga juga terbentuk karena adanya aktivitas tenaga eksogen.

Endapan timah di sepanjang sungai-sungai purba yang ada di Selat Karimata diendapkan ketika selat tersebut masih merupakan daratan di era sebelum es mencair. 
 
Sebaliknya, tenaga eksogen juga berakibat merugikan  bagi  manusia. Pengikisan  yang terjadi pada tanah akan menurunkan tingkat kesuburannya. Akibatnya tanah akan menjadi lahan kritis. Bencana alam yang disebabkan oleh tenaga eksogen juga banyak yang menimbulkan korban.

Banjir, angin topan, dan lain-lain merupakan bentuk tenaga eksogen yang merugikan bagi manusia. Manusia sebagai makluk yang istimewa, yaitu memiliki  akal  dan  fikiran yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan salah satu tenaga geologi. 
 
Kebutuhan hidup manusia terus meningkat baik kualitas  maupun kuantitasnya.  Hal ini menyebabkan semakin intensifnya manusia mengeksploitasi alam.

Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap kerak bumi. Pengolahan tanah untuk lahan pertanian dengan cara membajak atau mencangkul, menyebabkan tanah yang semula padat menjadi gembur dan tidak terkonsulidasi lagi. 
 
Di negara-negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk sangat tinggi mengakibatkan kebutuhan lahan pertanian kian mendesak. 

Hutan-hutan dibabat dan  lahan  pertanian  semakin merayap ke puncak-puncak gunung dengan lereng yang terjal.
 
Kegiatan di bidang pertanian tersebut di atas dapat mengakibatkan pelapukan dan pengikisan pada batuan yang dipercepat. Terlebih lagi jika penduduk dalam mengelola lahan tersebut tidak dibarengi dengan usaha-usaha konservasi.

Usaha penambangan mineral atau bahan-bahan yang di perlukan untuk kehidupan manusia terbesar dibeberapa daerah.Bahan-bahan tamabang ini terdapat pada kerak bumi dengan kedalaman yang sangat bervariasi, yaitu ada yang terdapat pada permukaan bumi tetapi ada juga yang mencapai kedalaman ribuan meter di dalam kerak bumi. 

Deposit batu bara dapat terletak dekat dengan permukaan bumi. Sehingga pengambilannya  dapat dilakukan dengan sistem tambang terbuka, yaitu membongkar lapisan batuan yang menutupinya. 
 
Sedangkan batu bara yang terletak jauh dari permukaan bumi, penambangannya dilakukan dengan membuat lubang-lubang pada lapisan batua

Akibatnya udara dengan berbagai gas yang dikandungnya dan juga air hujan dapat masuk kedalam lubang-lubang tambang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pelapukan batuan baik secara mekanik maupun kimia pada lubang-lubang tambang yang sebelumnya tidak pernah terjadi. 
 
Disamping itu, pembuatan lubang-lubang tambang akan menyebabkan terjadinya lapisan batuan baru di permukaan bumi yang berasal  dari  material-material  batuan hasil bongkaran.

Aktivitas manusia dalam penambangan bahan-bahan yang lain juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan permukaan bumi secara mencolok. 
 
Deposit minyak bumi yang terletak pada kedalaman 5 atau 6 kilometer dibawah permukaan bumi ditambang dengan pembuatan pompa-pompa. 
 
Aktifitas tambang merusak permukaan bumi
Pemerasan minyak bumi pada lapisan batuan dalam jumlah yang sangat besar dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada lapisan-lapisan batuan yang ada diatasnya. 
 
Penambangan emas, besi, tembaga, timah, bauksit, dan lain-lain, menyebabkan perombakan kerak bumi pada areal yang cukup luas. 
 
Batuan kapur yang oleh alam dibentuk ribuan tahun lamanya, dibongkar oleh manusia dalam waktu yang sangat singkat, yaitu untuk bahan mentah industri semen, usaha pembakaran kapur, pengerasan jalan, dan sebagainya.

Di kota-kota besar, manusia mendirikan bangunan-bangunan raksasa seperti pabrik dan gedung-gedung pencakar langit. Bangunan-bangunan ini memerlukan fondasi yang menerobos lapisan batuan yang cukup dalam. 
 
Disamping itu, untuk kepentingan transportasi manusia membangun jalan dengan membongkar bukit, menerobos gunung dan membuat terowongan-terowongan di bawah kota-kota besar atau bahkan dibawah dasar laut. 
 
Dalam situasi perang, manusia mempunyai aktivitas yang sangat merusak terhadap kerak bumi. Ledakan-ledakan roket, bom apalagi bom nuklir, akan mampu menghancurkan kerak bumi pada daerah yang sangat luas.

Untuk mememenuhi kebutuhan air dikota-kota besar, yaitu untuk keperluan rumah tangga dan industri, kadang-kadang menyebabkan terjadinya pemompaan air tanah secara berlebihan. 
 
Di kota-kota pantai, pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabakan terjadinya intrusi air laut yang semakin jauh ke darat.

Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang memberi warna yang sangat kompleks terhadap bentang alam ini. Limbah industri menyebabkan tanah, air dan atmosfer menjadi tercemar. 
 
Pengambilan terumbu karang di pantai dapat menyebabkan  aktivitas  abrasi semakin meningkat dan lain-lain. 
 
Aktivitas geologi oleh manusia nampaknya akan semakin intensif seiring dengan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya. 
 
Gaya eksogen yang diakibatkan oleh kreasi manusia ini oleh Sukandarrumidi (2014) disebut rekayasa antropogenik.

Minggu, Oktober 27

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Anda tentu suka bermain ke pantai bukan?. Nah jika ke pantai yang ada terumbu karang tentu akan lebih asyik lagi. 

Terumbu karang merupakan endapan neritis yang sangat penting.Terumbu karang dibentuk oleh binatang koral.

Indonesia adalah negara yang berada di sabuk cincin terumbu karang dunia lho!. 

Oleh karenanya negeri kita banyak terdapat terumbu karang yang cantik-cantik memesona dari Sabang sampai Merauke. Tidak semua laut bisa ditumuhi terumbu karang, karena ada syaratnya.

Eh ngomong-ngomong nih, terumbu itu bukan masuk tumbuhan lho melainkan hewan. Hewan yang berasal dari mahluk spons. Baru tahu ya!

Syarat hidup binatang ini adalah suhu air laut yang lebih dari 18 derajat C dan kedalaman kurang dari 40 meter, air laut jernih dan kadar garamnya normal. Karena itu termbu karang ini hanya di jumpai di perairan laut tropis.

Binatang koral tidak dapat hidup dalam air tawar atau payau, oleh karena itu terumbu karang tidak di temukan dekat muara sungai. 

Daerah perairan yang sekitarnya terdapat vulkan aktif yang sering mengadakan eksplosi juga tidak ditemukan adanya terumbu-terumbu karang.


Jenis pula terumbu karang
Perluasan koloni terumbu karang terutama menuju ke jurusan laut terbuka. Hal ini disebabkan makanan  binatang  koral diperoleh dari siraman ketika laut terbuka mengalami pasang dan surut. 

Pada pantai yang stabil, tebal terumbu karang tidak akan lebih dari 40 meter.
Terumbu karang dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

1)    Karang pantai (fringing reef) adalah terumbu karang yang menempel pada  pantai. Lebarnya berkisar antara be erapa meter sampai 1 km.
2)    Karang penghalang (barrier reef) adalah termbu karang terbentuk pada jarak tertentu dari pantai.
3)    Atol, adalah sebuah pulau yang terdiri dari terumbu karang berbentuk gelang yang di bagian dalamnya berupa laguna yang pada  umumnya  dangkal. Mengenai terbentuknya atol ini Darwin berpendapat bahwa pada mulanya koral membentuk termbu karang, pantai yang melingkari sebuah pulau. Pulau tersebut kemudian tenggelam, sementara itu binatang koral terus membangun rumahnya terbentuklah atol.
4)    Karang papan (platform reef), adalah terumbu karang yang datar dan sejajar dengan permukaan air laut.

Minggu, Mei 19

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Teman-teman sekarang tinggal di daerah mana sih di Indonesia? Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua atau mana?. 

Tentu kamu punya kebudayaan masing-masing kan di daerahmu sendiri yang unik. Kali ini kita akan belajar tentang apa itu kebudayaan lokal dan apa itu kebudayaan nasional. 

Untuk memberikan gambaran yang utuh terhadap budaya atau kebudayaan nasional, maka perlu memahami terlebih dahulu konsepsi tentang budaya. 

Secara Etimologi, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. 

Dengan demikian budaya atau kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya, yang berarti daya dari budi. 

Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Adapun kebudayaan menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan kehidupan suatu masyarakat. Masyarakat adalah orang-orang yang hidup dan beraktivitas bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. 

Demikian juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya”.
Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional
Kebudayaan Indonesia adalah anugerah
Untuk memahami bagaimana kebudayaan lokal dan kebudayaan nasinal, berikut diuraikan masing-masing jenis kebudayaan.
1.    Budaya Lokal
Budaya lokal adalah budaya yang hidup dan berkembang di daerah- daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa yang tinggal di seluruh wilayah Indonesia. 


Beragamnya budaya lokal yang terdapat di seluruh wilayah Iindonesia menjadi khasanah dan kekayaan bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu budaya lokal akan terus dibiarkan dan dilestarikan oleh masing- masing daerah atau suku bangsa sesuai dengan kondisi lingkungan baik fisik maupun lingkungan sosialnya.

Sebagai contoh budaya lokal antara lain, masih adanya tradisi “Selametan” yang diadakan dalam menandai proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia pada Suku Bangsa Jawa. 


Hal ini terlihat pada acara selametan menandai masa kehamilan tujuh bulan yang disebut Mitoni atau Tingkepan, selamatan orang yang sudah meninggal dan sebagainya. 

Selain itu acara ritual “Garebeg Suro” dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan ritual “Ngaben” bagi masyarakat Suku Bangsa Bali adalah contoh dari budaya lokal yang terdapat di wilayah nusantara.

Kebudayaan Lokal Indonesia meliputi semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak dan sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan Indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. 


Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. 

Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.

2.    Budaya Nasional
Disamping budaya lokal, terdapat pula budaya nasional. Koentjaraningrat mengatakan bahwa ”kebudayaan nasional” adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga. 


Identitas budaya ini yang menandai keberadaan budaya nasional dan menjadi pembeda terhadap budaya nasional negara lain. 

Dengan demikian, budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini. 

Budaya ini sebagai suatu karya yang dibanggakan dan memiliki kekhasan dari bangsa Indonesia dan merupakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat.

Berdasarkan Pasal 32 UUD 1945 kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. 


Kebudayaan bangsa merupakan perwujudan dari Budaya Nasional yang secara abstrak tertuang dalam system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia. 

Sedangkan perwujudan konkret dari budaya nasional adalah cara berbahasa, cara berperilaku, cara berpakaian, dan sistem peralatan untuk menjalani hidupnya.

Sifat khas yang dimaksudkan di dalam kebudayaan nasional dapat dimanifestasikan pada unsur budaya bahasa, kesenian, pakaian, dan upacara ritual. Sedangkan unsur kebudayaan lain bersifat universal tidak dapat memunculkan ciri khas, seperti teknologi, ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan religi/agama. 


Kebudayaan nasional sesungguhnya dapat berupa sumbangan dari kebudayaan lokal. Dari sumbangan beberapa kebudayaan lokal yang tergabung menjadi satu ciri khas dan kemudian menjadi kebudayaan nasional.

Budaya nasional pada realitasnya dapat ditemukan dan terlihat dalam berbagai wujud. Koentjaraningrat (2004) dalam Bukunya yang berjudul “Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan”, membagi kebudayaan menjadi 4 wujud, antara lain:
a.    Artifak/benda-benda fisik, yaitu semua hasil karya manusia yang bersifat konkret dan dapat diraba/difoto.
b.    Sistem tingkah laku berupa tindakan berpola dari manusia yang merupakan penggambaran wujud tingkah laku manusia yang bersifat konkret, dapat difoto dan difilmkan.
c.    Sistem budaya yaitu sistem gagasan yang menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan yang berada dalam alam pikiran tiap individu, sifatnya abstrak, tidak dapat difoto dan difilmkan, hanya dapat diketahui dan dipahami.
d.    Sistem gagasan yang ideologis yang menentukan sifat dan corak pikiran, cara berpikir, serta tingkah laku manusia. 


Sumber: Modul Pengembangan Karir Guru

Senin, Mei 6

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Halo gan, gimana nih udah tau kan kabar ada kapal laut Vietnam yang menabrak kapal perang RI di laut Natuna baru-baru ini. 

Aduh, gimana nih masa negara kita dikadalin gitu sih di perairan sendiri. Lalu kita harus gimana?. Apa kita tenggelamin aja kalau kata Bu Susi?. 

Tentang gak usah jauh-jauh dulu karena kita akan belajar tentang berbagai macam permasalahan tata kelola maritim Indonesia yang kompleks.

Tata kelola sumber daya kelautan di Indonesia hingga saat ini masih memiliki banyak permasalahan. 

Sebagai Negara maritim tentunya pemerintah harus berupaya meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan yang ada di Indonesia agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat. 

Isu strategis dan permasalahan umum yang menjadi kendala utama dalam mewujudkan kegiatan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia antara lain: 1) pengelolaan perikanan (fisheries management); 2) penegakan hukum (law enforcement); dan 3) pelaku usaha perikanan.

a.    Pengelolaan Perikanan (Fisheries Management)
 

Lemahnya sistem pengelolaan perikanan merupakan isu strategis dan masalah umum yang ada pada tata kelola perikanan di Indonesia. Indikasinya terlihat dari tidak meratanya tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah Indonesia. 

Contohnya untuk perikanan tangkap, banyak perairan laut di kawasan barat dan tengah Indonesia sudah menunjukkan gejala padat tangkap (overfishing). Sementara itu di kawasan timur Indonesia, tingkat pemanfaatan sumber daya ikan belum optimal atau masih underfishing. 

Dampak dari fenomena tersebut adalah adanya over exploitation di wilayah tangkapan tertentu. Nelayan umumnya menjadi miskin karena sulit mendapatkan ikan hasil tangkapan. 


Selain itu konflik antar nelayan juga sangat rawan terjadi. Di sisi lain daerah yang masih belum optimal tangkapan ikannya dibiarkan begitu saja dan banyak dimasuki oleh kapal nelayan illegal dari Negara lain. 
Peledakan kapal pencuri ikan di Indonesia
b.    Penegakan Hukum (Law Enforcement)
Kondisi penegakan hukum untuk sektor perikanan di Indonesia masih relatif belum terlalu kuat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini mengakibatkan kerugian Negara baik dari sisi ekonomi dan lingkungan, juga berdampak pada penegakan kedaulatan wilayah Negara sehingga rakyat Indonesia menjadi tidak berdaulat di negaranya sendiri. Contoh nyata adalah masih maraknya nelayan asing yang mencuri di perairan Indonesia dengan bebas.

c.    Pelaku Usaha Perikanan

Isu strategis lainnya adalah pelaku usaha perikanan yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan yang cukup handal tentang usaha perikanan yang berkelanjutan dan juga belum memiliki skala usaha yang layak. 


Akibatnya tidak sedikit pelaku usaha perikanan yang melakukan praktik usaha perikanan yang tidak berkelanjutan bahkan beberapa masih ada yang menggunakan alat tangkap atau bahan yang berbahaya bagi kelangsungan sumber daya ikan, lingkungan dan manusianya. 

Terlebih lagi ditambah dengan skala usaha ekonomi mereka yang belum layak, sehingga para pelaku usaha perikanan tersebut lebih cenderung untuk mengejar kuantitas produksi semata tanpa memperhatikan daya dukung ekosistemnya.
Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Sebagai negara yang terletak pada cross-position antara dua benua dan dua samudera maka Indonesia menawarkan pendekatan strategi kemaritiman berupa konsep Poros Maritim Dunia. 

Sejarah kemaritiman Indonesia membuktikan bahwa NKRI merupakan penjelmaan dari negara-bangsa maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit yang hidup pada adab ke 5 hingga pertengahan abad ke 14. 

Kesuksesan Sriwijaya dalam membangun ekspansi kekuasaan di Asia Tenggara dan Majapahit yang memiliki lima armada kapal perang terkuat pada zamannya menjadi sebuah titik balik sejarah kejayaan Indonesia di masa lampau.


Kejayaan tersebut akan coba dikembalikan kembali melalui sebuah cita-cita yaitu gagasan konsep Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. 


Fakta membuktikan bahwa 79% wilayah NKRI adalah lautan, 17.508 jumlah pulau, 99.000 km garis pantai dan 263 juta penduduk. Hal tersebut membuat Indonesia pantas menjadi poros kekuatan maritim dunia.

Kini melalui gagasan Presiden Joko Widodo, Indonesia tengah mewujudkan cita-cita tersebut menjadi poros maritim dunia. Poros maritim dunia yaitu sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan, perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada kemaritiman maritim. Ada lima pilar untuk mewujudkan gagasan Poros Maritim Dunia. 
Kronologi batas laut NKRI
1.    Budaya Maritim
Nilai jasa dan sumber daya laut Indonesia mencapai 2,5 triliun dollar Amerika tiap tahunnya. Artinya perairan Indonesia sangatlah potensial jika dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya. 


Hampir 40 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir dan pantai. Kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia kini ditentukan dengan tata kelola laut yang baik.

2.    Pengembangan Sumber Daya Laut
United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan perairan Indonesia merumakan rumah 76% terumbu karang dan 37% ikan karang dunia. Hasil laut Indonesia juga menyumbang 10% kebutuhan perikanan laut global. 


Komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan pangan terutama menempatkan nelayan sebagai tokoh atau pilar utama.

3.    Pembangunan Infrastruktur
Ribuan pulau di Indonesia terhubung oleh perairan dangkal maupun dalam. Kondisi ini harus didukung dengan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur yang handal. 


Hingga tahun 2018, Kementerian Perhubungan telah membangun dan mengembangkan 91 pelabuhan yang tersebar di 17 propinsi di Indonesia. 

Dari total 91 pelabuhan tersebut, 80 pelabuhan dibangun di wilayah timur dan 11 pelabuhan di dibangun di wilayah barat.

4.    Diplomasi Maritim
Diplomasi maritim dirancang agar mengurangi bahkan menghilangkan sumber konflik di wilayah perairan. Konflik perairan ini banyak dipicu oleh berbagai sebab seperti pencurian ikan, pelanggaran batas kedaulatan, sengketa wilayah, pembajakan hingga polusi. 


Diplomasi maritim dapat mempercepat penyelesaian sengketa perbatasan Indoneisa dengan 10 negara tetangga, menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dan mengamankan sumber daya alam di dalamnya.

5.    Pertahanan Maritim
Dibutuhkan armada militer yang kuat untuk menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas ini. Jika tidak didukung dengan pertahanan yang baik maka berbagai ancaman terus mengintai mulai dari pencurian ikan, narkoba, perdagangan manusia hingga adanya mata-mata asing.


Baca juga: Kunci ervaluasi erlangga bab dinamika biosfer 

Minggu, Mei 5

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca.

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda.

Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri.

Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur.

Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian.

Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya.

Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi.

1. Megaterm
Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia.

Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

2. Xerofita
Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah  hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid.

Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta.

3. Mesoterm
Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat.

Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm
Hutan pinus yang sejuk
4. Miroterm
Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus.

5. Hekistoterm
Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan.

Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.

Jumat, Mei 3

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Bioma taiga dominan berlokasi di wilayah antara subtropik dan daerah kutub seperti di Semenanjung Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. 

Bioma taiga bisa ditemukan juga pada wilayah pegunungan tinggi beriklim dingin. Bioma taiga merupakan bioma terluas di dunia dan hanya didominasi satu spesies pohon.

Ciri-Ciri Ekosistem Bioma Taiga
a. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Di musim panas suhu sangat tinggi sebaliknya di musim dingin suhu sangat rendah.
b. Pertumbuhan terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Flora Ekosistem Taiga
Karena keadaannya khusus ini mak ajenis vegetasi yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada bioma taiga adalah hanya tumbuhan tertentu saja. 

Oleh sebab itulah jenis vegetasi di hutan taiga tidak begitu banyak seperti halnya di hutan tropik. Ciri hutan taiga lainnya adalah vegetasi mengelompok dengan jenis yang sama.

Jenis tumbuhan yang hidup di hutan taiga adalah pohon jarum penghasil bahan kertas, korek api dan lainnya seperti konifer, spruce, alder, birch, juniper, cemara dll. 

Wilayah hutan tundra dan taiga dipisahkan garis yang dikenal sebagai batas pohon.
Hutan taiga di Siberia
Fauna Ekosistem Taiga
Dikarenakan jenis vegetasi yang merupakan produsen pada bioma ini minim maka jenis hewan yang mampu beradaptasi dengan bioma ini sedikit. 

Binatang khas taiga adalah moose dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten. 

Selain itu pada bioma taiga juga banyak burung yang senang bermigrasi saat musim gugur dan dingin.

Pada musim dingin beberapa hewan seperti bajing, beruang dan serangga tidur berhibernasi cukup lama. 

Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis sementara burung pemakan biji mencari biji konifer. 

Hewan seperti moose dan caribou tetap bertahan hidup. Lynx atau kucing buas dari Amerika Utara dan ajak berburu kelinci di hutan konifer sepanjang tahu.

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Minggu, Februari 17

Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur

Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur

Indonesia adalah negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia setelah Brasil, Zaire dan Kongo. 

Lokasinya yang berada di daerah tropik dengan morfologi kepulauan membuat Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan. 

Kita bisa melihat beragam spesies tumbuhan hidup dari dasar lautan hangat sampai puncak pegunungan. 

Keberadaan variasi jenis tumbuhan di suatu tempat sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan tanah. Selain itu faktor kersediaan air juga  sangat memengaruhi persebaran tumbuhan. 

Tumbuhan yang hidup di daerah kapur akan berbeda dengan tumbuhan yang hidup di daerah gambut misalnya. Tumbuhan yang hidup di daerah humid akan berbeda dengan yang hidup di daerah arid atau semi-arid.

Karena Indonesia berada di wilayah tropik dan banyak mendapatkan curah hujan maka negara kita kaya akan hutan hujan. Berdasarkan klasifikasi Koppen, hutan di wilayah Indonesia dibedakan menjadi 3 jenis yaitu.

a. Indonesia bagian barat
Wilayah Indonesia bagian barat masuk kategori iklim Af atau tropik basah. Ciri-ciri hutan hujan pada wilayah ini adalah:
- pohon berdaun lebat
- rata-rata ketinggian pohon 60 m
- banyak terdapat tumbuhan merambat
- banyak terdapat tumbuhan epifit

b. Indonesia bagian tengah
Wilayah Indonesia bagian tengah termasuk dalam wilayah iklim Am atau tropis sedang. Ciri -ciri hutan tropis sedang adalah
- ketinggian pohon lebih rendah dari hutan hujan
- daunnya gugur di musim kemarau
- tumbuhan bertunas di musim hujan
- vegetasi tidak terlalu bervariasi
Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur
Sabana tropik Flores
c. Indonesia bagian timur
Wilayah Indonesia bagian timur masuk kategori wilayah iklim Aw atau tropis kering. Di wilayah ini terdapat hutan sabana dengan ciri: terdapat padang rumput, semak belukar akasia, dan pohon-pohon rendah seperti lontar.

Berikut ini contoh jenis-jenis tubuhan khas tiap pulau di Indonesia
1. Sumatera
Beringin, bunga bangkai, bakau, anggrek, kayu meranti, pinus
2. Jawa
Akasia, pinus, jati, kina
3. Nusa Tenggara
Akasaia, cendana, rasamala, kayu putih
4. Bali
Cendana, bungur, burahol
5. Kalimantan
Kayu kamper, rotan, bambu, meranti, galam
6. Sulawesi
Anggrek putih, pinus, rotan, jati, agatis
7. Maluku
Kayu putih, kina, sagu, anggrek, kemiri, pala
8. Papua
Bakau, sagu dan anggrek.
Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close