Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 28

Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah

Cara Membedakan Letak Astronomis dan Letak Geografis Wilayah

Dalam pelajaran geografi tentunya istilah letak astronomis dan letak geografis sering muncul. Seringkali siswa bingung membedakan keduanya, nah di postingan ini kita coba akan berikan perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Letak astronomis dalah posisi suatu objek atau wilayah yang dilihat dari posisi koordinat lintang dan bujur. Garis koordinat adalah garis imajiner yang dibuat manusia supaya memudahkan navigasi atau perhitungan lokasi.

Garis lintang memiliki arah horisontal dengan titik nol di ekuator atau khatulistiwa. Lintang membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. Sementara itu garis bujur adalah garis yang memiliki arah vertikal dari kutub ke kutub. 

Titik pangkal nol bujur ada di kota Greenwich Inggris (GMT). Garis bujur membagi bumi menjadi belahan bumi barat dan timur. Indonesia berada di belahan bumi bagian timur.

Letak astronomis Indonesia adalah 6⁰ LU - 11⁰ LS dan 95 BT⁰ -141⁰ BT. Artinya Indoensia berada di wilayah tropis ekuator. Dampak dari lokasi astronomis Indonesia ini yang utama adalah jenis iklim Indonesia bertipe tropis.

Iklim tropis memiliki ciri curah hujan relatif tinggi sepanjang tahun, intensitas penyinaran tinggi, kelembaban tinggi dan memiliki dua musim. Hal ini berdampak pada aktifitas penduduk yang banyak bergerak di sektor agraris.


Letak astronomis Indonesia juga berpengaruh pada penentuan zona waktu yang dibagi menjadi 3 zona (WIB, WITA dan WIT). 

Letak geografis adalah posisi atau letak yang dilihat berdasarkan kondisi kenyataan atau fakta di lapangan. Letak geografi bersifat relatif contohnya secara geografis Indonesia berada diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan Hindia)

Kondisi ini menyebabkan Indonesia berada pada zona silang dunia dimana sangat potensial sebagai tempat transit perdagangan dunia. Selain itu lokasi yang diapit dua benua menyebabkan terjadinya pergerakan angin muson yang berhembus 6 bulan sekali dari Asia menuju Australia dan sebaliknya.

Ini berkaitan dengan fenomena perubahan datangnya musim penghujan dan kemarau di Indonesia. Selain itu lokasi geografis Indonesia yang berada diantara dua lautan besar menyebabkan terjadinya arus lintas Indonesia dari Pasifik menuju Hindia dan sebaliknya. Arlindo ini mengalir melewati perairan laut di tengah Indonesia.

Arlindo disebabkan oleh perbedaan tinggi muka air laut antara Pasifik dan Hindia, hal ini bergantung pada posisi matahari setiap bulannya. Para nelayan juga sering memanfaatkan jadwal Arlindo ini untuk menentukan waktu tangkapan ikan terbaik.

Itulah perbedaan mendasar antara letak astronomis dan geografis Indonesia beserta fenomena yang terjadi di dalamnya. Semoga sekarang udah paham ya!.

Minggu, Juli 25

Keuntungan dan Kerugian Pengaruh Letak Geografis Indonesia

Keuntungan dan Kerugian Pengaruh Letak Geografis Indonesia

Hai geographers, kali kita bahas seputar letak geografis Indonesia yuk!. Nah kalian tentu selama ini tinggal di Indonesia sudah paham bahwa kita adalah negara kepulauan yang besar.

Namun pastinya kalian mungkin ada yang belum paham mengenai pengaruh lokasi geografis negara kita terhadap kehidupan?. Jadi lokasi Indonesia itu strategis dilihat dari astronomis, geologis dan geografisnya. Kita bahas dahulu mengenai kondisi geografisnya.

Indonesia secara geografis adalah sebuah negara kepulauan di wilayah ekuator yang membentang dari pulau Weh di Aceh sampai pulau Liki di Papua dan dari pulau Miangas di Sulawesi Utara sampai pulau Rote di Nusa Tenggara timur.
 
Letak geografis adalah letak yang dilihat dari kenyataan atau fakta sesungguhnya di lapangan. Fakta lapangan ini bisa terlihat dari kondisi daratan dan perairan di sekitarnya.
 
Secara geografis, Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia dan samudera Hindia dan Pasifik. Pengaruh dari letak tersebutyang positif  diantaranya sebagai berikut:
Indonesia masuk segitiga terumbu karang dunia
1. Transit Perdagangan
Karena berada di wilayah strategis, maka Indonesia menjadi jalur transit perdagangan baik darat, laut dan udara. Sejak jaman dahulu nusantara menjadi salah satu lokasi transit kapal-kapal dari benua Eropa hingga masuknya penjajahan juga diawali dari transit seperti ini.

2. Angin Muson
Sirkulasi angin muson sangat dipengaruhi oleh kondisi pemanasan di wilayah Asia, Australia, PAsifik dan Hindia. Hal ini menyebabkan terjadinya pola angin muson setiap 6 bulan sekali melewati Indonesia.  

3. Keragaman Budaya
Keragaman budaya Indonesia tidak terlepas dari adanya akulturasi budaya lokal dengan budaya luar yang masuk dari Asia atau wilayah mikronesia di Pasifik. 
 
4. Segitiga Terumbu Karang
Indonesia mejadi salah satu wilayah segitiga terumbu karang dunia karena lokasinya yang berada di wilayah perairan hangat yang menjadi tempat terbaik terumbu karang untuk tumbuh.

5. ARLINDO
Arus Lintas Indonesia melintasi perairan Indonesia dan membawa banyak ikan-ikan yang sangat menguntungkan nelayan. Arus Arlindo terbentuk karena perbedaan tinggi muka air laut di Pasifik dan Hindia.

Itulah beberapa dampak yang ditimbulkan dari lokasi geografis Indonesia yang berada di jalur silang dunia. Lalu apa saja kerugian dari lokasi geografis Indonesia?.

Karena lokasi yang strategis ini, Indonesia sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dari luar dan dalam untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti perdagangan narkoba, pencurian ikan oleh nelayan asing, human trafficking, penyelundupan imigran hingga ancaman penyebaran terorisme.

Bentuk negara Indonesia yang kepulauan juga membuat pembangunan lebih sulit merata dan lebih terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu yang dianggap menguntungkan. 

Gambar: https://ars.els-cdn.com

Selasa, Januari 12

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Pada postingan sebelumnya saya sudah memberikan contoh masalah kuantitatif kependudukan Indonesia. Kali ini kita akan coba bahas tentang masalah kualitatifnya.

Masalah penduduk Indonesia yang bersifar kualitatif dapat diukur dengan indikator Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia.

Indeks Pembangunan Manusia diukur dengan 3 aspek utama yaitu ekonomi, standar kesehatan dan angka harapan hidup dan level pendidikan.

1. Ekonomi 
 
Dalam hal ekonomi, indikator yang bisa digunakan untuk melihat kualitas penduduk adalah dengan mengukur pendapatan per kapita per tahun.
 
Pendapatan per kapita Indonesia per tahun rata-rata masih berada di angka 3.800 US Dollar dan masih jauh jika dibandingkan negara maju yang bisa diatas 10.000 US Dollar.
 
Selain itu aspek lainnya adalah terkait angka pengangguran. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menjelaskan dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 60 ribu orang.
 
Lulusan SMK masih penyumbang pengangguran paling banyak yaitu 8,5%. Untuk mengatasi hal ini diperlukan penambahan sektor lapangan kerja dan pengembangan wirausaha mandiri.

Kabar baiknya, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini sudah tembus 3,1% dari total 260 juta penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa, angka itu melampaui standar internasional yaitu 2%.
 
Pengembangan usaha kecil menengah perlu terus digalakan ke seluruh masyarakat agar sektor informal semakin berkembang.

Di era ekonomi digital e-commerce saat ini pemerintah harus membangun ekosistem market online yang baik di masyarakat sehingga memudahkan pemasaran produk-produk yang dihasilkan di masyarakat.
Peta IPM Indonesia

 2. Kesehatan   

Dari aspek kesehatan ada beberapa aspek yang bisa diukur yaitu angka harapan hidup dan angka kematian bayi.

Negara maju memiliki angka harapan hidup diatas 70 tahun dan Indonesia saat ini sudah mencapai 71 tahun, masih berada di bawah Singapura 80 tahun dan Malaysia 75 tahun.
 
Angka harapan hidup ini didukung oleh kondisi penyediaan gizi, fasilitas kesehatan, layanan kesehatan, sanitasi dan kualitas lingkungan hidup.
 
Di Indonesia sendiri pemerintah terus menggenjot perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan di setiap wilayah hingga ke pelosok agar akses kesehatan masyarakat semakin baik.
 
Idealnya dalam satu kecamatan ada satu rumah sakit tipe A yang beroperasi agar tidak terjadi penumpukan pasien.
 
Dalam hal gizi, masyarakat perlu didorong untuk melakukan budaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, buah dan sayuran.
 
Angka harapan hidup Indonesia

3. Pendidikan

Kualitas pendidikan di Indonesia sangat terkait dengan peran guru dan fasilitas penunjang seperti gedung sekolah dan sarana prasarana pendukung lainnya.
 
Pendidikan juga berkaitan dengan daya literasi dan mentalitas penduduk Indonesia. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang artinya minat baca sangat rendah. 
 
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!. Ini perlu dibenahi jika ingin negara kita menjadi negara maju.

Daya literasi akan berperan penting dalam pengambilan keputusan seseorang sehingga tidak terjerumus pada sesuatu yang negatif termasuk berita hoax.

Pendidikan adalah aset masa depan yang utama dan sudah kewajiban pemerintah menyediakan akses pendidikan terbaik bagi masyarakat di seluruh nusantara.
 
Sebaran pengangguran di Indonesia

Rabu, Januari 6

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Manusia semakin hari semakin cepat bergerak di atas ruang permukaan bumi. Dari awalnya dengan menggunakan kaki kemudian sampai ditemukannya alat transportasi, manusia terus bergerak di bumi ini.

Pergerakan manusia di permukaan bumi dinamakan migrasi. Migrasi selalu dilakukan mahluk hidup di planet ini.

Tujuan manusia bermigrasi bermacam-macam dan kebanyakan adalah motif ekonomi. Di abad pertengahan, bangsa Eropa mulai menjelajah lautan dengan motif gold, glory dan gospel.

Motif ekonomi menjadi bagian dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat. Saat ini migrasi manusia semakin cepat dengan kecanggihan transportasi dan teknologi telekomunikasi.
 
 
Tujuan manusia bermigrasi antara lain ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.
1. Migrasi ekonomi adalah pergerakan penduduk untuk mencari pekerjaan atau penghidupan.
2. Migrasi sosial adalah pergerakan penduduk untuk mencari kualitas hidup lebih baik atau mendekat ke sanak keluarga.
3. Migrasi politik adalah pergerakan penduduk untuk menyelamatkan diri dari ancaman politik atau perang.
4. Migrasi lingkungan adalah pergerakan penduduk karena faktor bencana alam.
Migrasi penduduk
Migrasi dibagi menjadi migrasi internal dan migrasi eksternal.
1. Migrasi eksternal adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Ada 3 macam migrasi eksternal yaitu:
a. imigrasi adalah masuknya penduduk dari negara lain ke negara tujuan dengan motif menetap.
b. emigrasi adalah keluarnya penduduk dari negara asal ke negara tujuan dengan motif menetap.
c. remigrasi adalah proses kembalinya penduduk dari negara tujuan ke negara asalnya.

2. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu wilayah negara. Jenis migrasi internal antara lain:
a. urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan.
b. transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya.
c. ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa.
d. forensen adalah pergerakan penduduk desa ke kota tiap hari tapi tidak menetap.
e. komuter adalah pergerakan pekerja harian tanpa menetap untuk kepentingan tertentu (bekerja atau sekolah).

Migrasi terbesar dalam sejarah adalah apa yang disebut Migrasi Atlantik Besar dari Eropa ke Amerika Utara, gelombang besar pertama yang dimulai pada tahun 1840-an dengan pergerakan massa dari Irlandia dan Jerman. 
 
Pada tahun 1880-an gelombang kedua dan lebih besar bergerak dari Eropa timur dan selatan; antara 1880 dan 1910 sekitar 17 juta orang Eropa memasuki Amerika Serikat. Jumlah total orang Eropa yang mencapai Amerika Serikat berjumlah 37 juta antara tahun 1820 dan 1980.

Di Indonesia sendiri fenomena migrasi mulai marak sejak era orde baru dimana pembangunan pusat pertumbuan terutama di Jawa banyak dilakukan. Jakarta menjadi sasaran migrasi penduduk di Indonesia karena faktor ekonomi.

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Manusia adalah mahluk yang mendominasi di ruang permukaan bumi ini sejak turun ke planet biru ini. Penduduk bumi terus bertambah dari waktu ke waktu.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukan total populasi penduduk dunia saat ini 7,8 milyar penduduk yang tersebar di 5 benua.

Jumlah ini semakin hari semakin bertambah dan mengundang kekhawatiran akan ketidakseimbangan antara kapasitas ruang dengan populasi.

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian) dan migrasi (perpindahan).
 

Faktor Natalitas
Natalitas atau kelahiran penduduk mengakibatkan jumlah penduduk semakin bertambah pada suatu wilayah. Setiap negara memiliki angka kelahiran yang berbeda-beda.

Negara maju sudah mengarah pada zero population growth untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan menghindari ledakan populasi.

Ada faktor pro natalitas dan anti natalitas. Faktor pro natalitas seperti anggapan banyak anak banyak rezeki, ekonomi mantap, kesehatan dan gizi baik dan lingkungan yang baik serta sarpras kesehatan memadai.

Faktor anti natalitas seperti program KB, anggapan anak adalah beban, ekonomi sulit, kesehatan dan gizi buruk, lingkungan dan saran kesehatan baik. 
Populasi penduduk negara di dunia
Faktor Mortalitas
Mortalitas atau kematian penduduk mengakibatkan jumlah penduduk berkurang pada suatu wilayah. Ada faktor pro dan anti mortalitas.

Faktor pro mortalitas diantaranya kesehatan buruk, pandemi penyakit, perang, bencana alam, kecelakaan dan pembunuhan.

Faktor anti mortalitas diantaranya kesehatan baik, ekonomi memadai, sarana prasana kesehatan memadai, lingkungan yang sehat dan aman.

Faktor Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan tertentu. Biasanya tujuan utama migrasi adalah motof ekonomi. 

Bangsa Eropa telah bermigrasi ke seluruh dunia terutama menginvasi Amerika Utara, Afrika, Australia sejak zaman dahulu.

Motif migrasi masa lalu didukung oleh semangat gold, glory dan gospel. Imperialisme dan kolonialisme adalah motif utama migrasi bangsa Eropa.

Migrasi terbagi migrasi masuk dan migrasi keluar. Migrasi masuk membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah bertambah sementara migrasi keluar membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah berkurang.

Penduduk merupakan sumber daya utama pembangunan suatu negara. Negara yang mampu mengasah skill dan karakter penduduknya dengan baik akan menguasai dunia dengan cepat.
 
Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi kelahiran dan kematian sementara pertumbuhan penduduk total dipengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi.
 

Kamis, Desember 24

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Manusia merupakan salah satu mahluk penghuni planet bumi ini dan berkembang begitu pesat sejak awal kelahirannya. 
 
Manusia menjadi salah satu aspek kajian dalam geografi karena perilaku mereka menempati ruang dan seringkali merubah struktur ruang yang sudah ada dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. 
 
Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang. 
 
Objek material geografi yang bersifat fisik terdiri dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer dan yang bersifat sosial adalah antroposfer. 
 
Manusia dipisahkan menjadi satu lapisan khusus karena memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki pola-pola tertentu sama halnya seperti objek material yang bersifat fisik. 

Pola-pola kehidupan manusia di bumi ini dapat diukur berdasarkan aspek kuantitatif maupun kualitatif. Manusia yang hidup dan menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah dinamakan penduduk. 
 
Penduduk bumi semakin lama semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat dibarengi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
 
Menurut data Bank Dunia terbaru, djumlah populasi manusia di bumi saat ini mencapai angka 7 miliar jiwa dan paling banyak tersebar di benua Asia. Ilmu yang khusus mempelajari tentang dinamika penduduk dinamakan demografi.
Dinamika antroposfer
Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik). 
 
Artinya pertumbuhan manusia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sumberdaya alam. Kebutuhan manusia yang semakin lama semakin besar membuat ketersediaan pangan semakin hari semakin menipis dan seringkali mengakibatkan bencana seperti kemiskinan dan kelaparan di beberapa tempat. Dinamika penduduk dipengaruhi faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.

Malthus adalah ekonom Inggris abad 18 yang cukup terkenal di masanya. Dalam buku "An Essay on  the Principle of Population" ia berteori bahwa populasi manusia akan terus tumbuh sampai dihentikan oleh penyakit, kelaparan, perang atau bencana.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, para filsuf secara luas percaya bahwa kemanusiaan akan terus tumbuh dan condong ke arah utopisme. 
 
Malthus melawan keyakinan ini, dengan alasan bahwa segmen populasi umum selalu selalu miskin dan sengsara, yang secara efektif memperlambat pertumbuhan populasi.

Setelah mengamati kondisi di Inggris pada awal 1800-an, Malthus menulis "An Inquiry into the Nature and Progress of Rent" (1815) dan "Principles of Political Economy" (1820), di mana ia berpendapat bahwa lahan pertanian yang tersedia tidak cukup untuk memberi makan populasi dunia yang meningkat. 
 
Malthus secara khusus menyatakan bahwa populasi manusia meningkat secara geometris, sementara produksi pangan meningkat secara aritmatika. Dalam paradigma ini, manusia pada akhirnya tidak dapat menghasilkan makanan yang cukup untuk mempertahankan diri mereka sendiri.

Teori ini dikritik oleh para ekonom dan akhirnya dibantah. Bahkan ketika populasi manusia terus meningkat, perkembangan teknologi dan migrasi telah memastikan bahwa persentase orang yang hidup di bawah garis kemiskinan terus menurun. Selain itu, interkoneksi global merangsang aliran bantuan dari negara-negara kaya pangan ke daerah berkembang.

Minggu, Februari 16

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Letak geografis memiliki pengaruh terhadap keragaman kehidupan ekonomi, sosial dan budaya bagi suatu wilayah. 

Letak yang strategis akan memungkinkan penduduk di tempat tersebut berinteraksi dengan penduduk yang berasal dari wilayah yang lain. 

Indonesia dengan letak geografisnya menjadi jalur lintas pelayaran dan perdagangan dunia internasional, baik untuk transit maupun Indonesia sebagai daerah tujuannya.

 Melalui perdagangan tersebut terjadilah interaksi sosial antar bangsa yang pada gilirannya berpengaruh terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan budaya.

Agama-agama yang dianut oleh penduduk Indonesia seperti Hindu, Budha, Islam, dan Kristen adalah sebagai hasil interaksi antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain. 


Bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa nasional berkembang dari bahasa-bahasa daerah yang diperkaya dengan menyerap bahasa asing, terutama dari bangsa-bangsa yang sering berinteraksi dengan bangsa Indonesia. Baca juga: Kunci UTBK Geografi 2019

Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensinya sebagai wilayah yang posisinya strategis, maka dampaknya dari sisi ekonomi akan sangat menguntungkan. 


Potensi yang dimilikinya bisa dimanfaatkan, misalnya mengembangkan pelabuhan-pelabuhan transit untuk kapal-kapal dagang. Usaha ini telah dilakukan pemerintah, misalnya dengan mengembangkan pelabuhan Sabang yang berstatus sebagai pelabuhan pengembangan kawasan perdagangan bebas. 
Peninggalan Kebudayaan Tionghoa di Semarang
Pulau Sabang sangat strategis, karena terletak disebelah barat Singapura. Kapal-kapal yang berasal dari arah barat yang mengarungi Selat Malaka akan melewati Sabang terlebih dahulu sebelum sampai di Singapura. 

Posisi geografis Batam juga sangat strategis. Pulau ini berada pada jalur pelayaran international paling ramai di dunia dan hanya berjarak 17 km dari Singapura. 

Jika pemerintah berhasil mengembangkan kawasan ini, tentu akan memiliki kontribusi yang nyata bagi perkembangan perekonomian daerah tersebut.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan bentang wilayah yang sangat luas, dihuni oleh berbagai suku bangsa. Masing-masing suku bangsa pada umumnya memiliki bahasa dan tarian khas. 


Penduduk Pulau Jawa yang menjadi satu kesatuan wilayah daratan tidak hanya memiliki satu bahasa. Di Jawa barat terdapat suku Sunda di Jawa Barat dan suku Jawa di Jawa Tengah dan Jawa timur, masing-masing memiliki bahasa sendiri. 

Kedua suku juga memiliki jenis tarian dan musik dengan karakteristik tersendiri. Pulau Madura yang jaraknya sangat dekat dengan jawa Timur, bahasa yang dipakai penduduk di kedua wilayah sangat berbeda. Indonesia dengan ribuan pulau yang ada, dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mengembangkan budayanya masing-masing.

Keragaman budaya ini jika dapat dikembangkan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke suatu wilayah. 


Di Bali terdapat beberapa jenis tarian yang sangat diminati oleh wisatawan, seperti tari kecak, tari barong, dan lain-lain. Di Candi Prambanan Jawa tengah, pada waktu-waktu tertentu ada pertunjukan tari Ramayana yang banyak diminati wisatawan.

Letak geografis Indonesia selain memberikan dampak yang menguntungkan juga menyimpan potensi yang bisa merugikan. 


Banyaknya bangsa lain yang singgah atau berkunjung ke Indonesia akan membawa serta budaya yang dibawa dari negerinya. 

Jika budaya yang dibawa tersebut sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, pengaruhnya akan baik, yaitu memperkaya budaya bangsa, namun jika sebaliknya maka akibatnya akan sangat merugikan.

Bentuk Indonesia yang berupa kepulauan dan dikelilingi oleh samudera yang luas mempersulit keamanan wilayah. 


Pencurian kekayaan ikan di perairan Indonesia dapat dilakukan dari segala penjuru. Dengan garis pantai yang luar biasa panjangnya, wilayah indonesia sangat rawan terhadap penyelundupan barang-barang ilegal.

Baca juga: Soal PAS Geografi Kelas 11 Budaya Nasional + Kunci

Sabtu, Januari 4

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Dalam konsep poros maritim, Indonesia sejak zaman dahulu adalah wilayah yang menjadi transit perdagangan dunia. 

Itulah mengapa keragaman etnik di Indonesia sangat banyak karena banyaknya perkawinan silang antara etnik lokal dengan luar kepulauan.

Indonesia adalah negara yang punya peran posisi penting di dunia karena dari sisi geografis berada pada posisi silang strategis. 

Adapun secara secara sosial budaya Indonesia adalah bangsa majemuk. berikut ini posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia.

1. Terletak diantara dua benua besar yaitu Asia dan Australia dan diantara dua samudera besar yaitu Hindia dan Pasifik
Dampak dari posisi daratan dan lautan ini diantaranya Indonesia menjadi transit perdagangan sejak zaman dahulu. 

Kolonialisme juga bermula dari kecerdikan negara barat memahami kondisi negara kita yang dulunya adalah pusat pelabuhan terkemuka sehingga invasi mulai dilakukan dari perdagangan. 

Percampuran kebudayaan juga terjadi karena adanya posisi seperti ini, mulai dari budaya Arab, Persia, India, Cina, dan lainnya.

2. Dilewati garis ekuator dan memiliki iklim tropis basah
Posisi Indonesia secara klimatik ada di wilayah tropis khatulistiwa. Ciri khas wilayah tropis adalah adanya dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang diselingi pancaroba. 

Dampaknya adalah negara kita cocok untuk kegiatan pertanian lahan basah terutama dan budidaya perikanan karena bertipe kepulauan hangat.
Indonesia pusat peradaban dunia
3. Terletak di atas lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik
Kondisi geologi Indonesia berada di ring of fire Pasifik dan menjadi pertemuan dua jalur pegunungan muda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 

Dampaknya adalah negara kita kaya gunung api namun rentan bencana geologi seperti erupsi, gempa dan tsunami. Erupsi menjadikan mayoritas pulau di Indonesia subur karena material vulkanik.

4. Terletak di Dangkalan Sunda dan Sahul
Sebelum jaman es mencair era Pleistosen akhir, dahulu ada dua daratan besar yang kini telah terpisah. Sumatera, Jawa dan Kalimantan adalah satu daratan di masa lalu dan Papua Australia adalah satu daratan pula. 

Sejak es mencair kedua massa daratan terpisah dan menjadi laut dangkal. Dahulu fauna dari Asia dan Australia dapat bermigrasi bebas. Dampaknya fauna di Indonesia barat bertipe Asiatis sementara di timur bertipe Australis.

5. Banyak bahan galian dan sumber daya strategis
Kombinasi faktor cuaca, geologi dan lautan membuat Indonesia kaya sumber daya baik hayati maupun non hayati. Sebut saja minyak, gas, batubara, emas, timah, aspal, intan dan lainnya banyak tersebar di berbagai pulau. 

Sementara itu sumber daya hayati mulai dari flora, fauna banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

6. Banyak daerah subur 
Banyaknya gunung api dan sedimen dari erosi sungai membuat banyak wilayah di Indonesia sangat baik untuk kegiatan pertanian. Pertanian sawah, palawija, ladang banyak dibudidayakan masyarakat sejak zaman dahulu dan hingga kini masih dilakukan. 

Daerah lereng gunung api adalah daerah padat pemukiman sejak dahulu karena tanahnya subur.

7. Jumlah populasi besar nomor 4 dunia
Indonesia kini memiliki populasi lebih dari 250 juta penduduk dan sekarang sedang masuk tahap bonus demografi. Kondisi menjadikan sumber daya manusia Indonesia dari sisi jumlah sangat potensial untuk kegiatan pembangunan. 

Peningkatan keterampilan atau skill adalah kunci dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Selain itu kesehatan juga sangat penting agar manusia Indonesia mampu bersaing di percaturan global.

8. Garis pantai terpanjang dunia
Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Indonesia menempati posisi kedua dalam hal ini setelah Kanada.

Hal ini menjadikan negara kita memiliki potensi dalam bidang kelautan dan kepesisiran. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir harus mampu memaksimalkan potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun budaya maritim kuat dan berdaya saing global.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close