Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 12

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Permasalahan Kualitatif Penduduk Indonesia

Pada postingan sebelumnya saya sudah memberikan contoh masalah kuantitatif kependudukan Indonesia. Kali ini kita akan coba bahas tentang masalah kualitatifnya.

Masalah penduduk Indonesia yang bersifar kualitatif dapat diukur dengan indikator Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia.

Indeks Pembangunan Manusia diukur dengan 3 aspek utama yaitu ekonomi, standar kesehatan dan angka harapan hidup dan level pendidikan.

1. Ekonomi 
 
Dalam hal ekonomi, indikator yang bisa digunakan untuk melihat kualitas penduduk adalah dengan mengukur pendapatan per kapita per tahun.
 
Pendapatan per kapita Indonesia per tahun rata-rata masih berada di angka 3.800 US Dollar dan masih jauh jika dibandingkan negara maju yang bisa diatas 10.000 US Dollar.
 
Selain itu aspek lainnya adalah terkait angka pengangguran. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menjelaskan dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 60 ribu orang.
 
Lulusan SMK masih penyumbang pengangguran paling banyak yaitu 8,5%. Untuk mengatasi hal ini diperlukan penambahan sektor lapangan kerja dan pengembangan wirausaha mandiri.

Kabar baiknya, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini sudah tembus 3,1% dari total 260 juta penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa, angka itu melampaui standar internasional yaitu 2%.
 
Pengembangan usaha kecil menengah perlu terus digalakan ke seluruh masyarakat agar sektor informal semakin berkembang.

Di era ekonomi digital e-commerce saat ini pemerintah harus membangun ekosistem market online yang baik di masyarakat sehingga memudahkan pemasaran produk-produk yang dihasilkan di masyarakat.
Peta IPM Indonesia

 2. Kesehatan   

Dari aspek kesehatan ada beberapa aspek yang bisa diukur yaitu angka harapan hidup dan angka kematian bayi.

Negara maju memiliki angka harapan hidup diatas 70 tahun dan Indonesia saat ini sudah mencapai 71 tahun, masih berada di bawah Singapura 80 tahun dan Malaysia 75 tahun.
 
Angka harapan hidup ini didukung oleh kondisi penyediaan gizi, fasilitas kesehatan, layanan kesehatan, sanitasi dan kualitas lingkungan hidup.
 
Di Indonesia sendiri pemerintah terus menggenjot perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan di setiap wilayah hingga ke pelosok agar akses kesehatan masyarakat semakin baik.
 
Idealnya dalam satu kecamatan ada satu rumah sakit tipe A yang beroperasi agar tidak terjadi penumpukan pasien.
 
Dalam hal gizi, masyarakat perlu didorong untuk melakukan budaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, buah dan sayuran.
 
Angka harapan hidup Indonesia

3. Pendidikan

Kualitas pendidikan di Indonesia sangat terkait dengan peran guru dan fasilitas penunjang seperti gedung sekolah dan sarana prasarana pendukung lainnya.
 
Pendidikan juga berkaitan dengan daya literasi dan mentalitas penduduk Indonesia. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang artinya minat baca sangat rendah. 
 
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!. Ini perlu dibenahi jika ingin negara kita menjadi negara maju.

Daya literasi akan berperan penting dalam pengambilan keputusan seseorang sehingga tidak terjerumus pada sesuatu yang negatif termasuk berita hoax.

Pendidikan adalah aset masa depan yang utama dan sudah kewajiban pemerintah menyediakan akses pendidikan terbaik bagi masyarakat di seluruh nusantara.
 
Sebaran pengangguran di Indonesia

Rabu, Januari 6

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Jenis-Jenis Migrasi Internal dan Eksternal

Manusia semakin hari semakin cepat bergerak di atas ruang permukaan bumi. Dari awalnya dengan menggunakan kaki kemudian sampai ditemukannya alat transportasi, manusia terus bergerak di bumi ini.

Pergerakan manusia di permukaan bumi dinamakan migrasi. Migrasi selalu dilakukan mahluk hidup di planet ini.

Tujuan manusia bermigrasi bermacam-macam dan kebanyakan adalah motif ekonomi. Di abad pertengahan, bangsa Eropa mulai menjelajah lautan dengan motif gold, glory dan gospel.

Motif ekonomi menjadi bagian dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat. Saat ini migrasi manusia semakin cepat dengan kecanggihan transportasi dan teknologi telekomunikasi.
 
 
Tujuan manusia bermigrasi antara lain ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.
1. Migrasi ekonomi adalah pergerakan penduduk untuk mencari pekerjaan atau penghidupan.
2. Migrasi sosial adalah pergerakan penduduk untuk mencari kualitas hidup lebih baik atau mendekat ke sanak keluarga.
3. Migrasi politik adalah pergerakan penduduk untuk menyelamatkan diri dari ancaman politik atau perang.
4. Migrasi lingkungan adalah pergerakan penduduk karena faktor bencana alam.
Migrasi penduduk
Migrasi dibagi menjadi migrasi internal dan migrasi eksternal.
1. Migrasi eksternal adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Ada 3 macam migrasi eksternal yaitu:
a. imigrasi adalah masuknya penduduk dari negara lain ke negara tujuan dengan motif menetap.
b. emigrasi adalah keluarnya penduduk dari negara asal ke negara tujuan dengan motif menetap.
c. remigrasi adalah proses kembalinya penduduk dari negara tujuan ke negara asalnya.

2. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu wilayah negara. Jenis migrasi internal antara lain:
a. urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan.
b. transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya.
c. ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa.
d. forensen adalah pergerakan penduduk desa ke kota tiap hari tapi tidak menetap.
e. komuter adalah pergerakan pekerja harian tanpa menetap untuk kepentingan tertentu (bekerja atau sekolah).

Migrasi terbesar dalam sejarah adalah apa yang disebut Migrasi Atlantik Besar dari Eropa ke Amerika Utara, gelombang besar pertama yang dimulai pada tahun 1840-an dengan pergerakan massa dari Irlandia dan Jerman. 
 
Pada tahun 1880-an gelombang kedua dan lebih besar bergerak dari Eropa timur dan selatan; antara 1880 dan 1910 sekitar 17 juta orang Eropa memasuki Amerika Serikat. Jumlah total orang Eropa yang mencapai Amerika Serikat berjumlah 37 juta antara tahun 1820 dan 1980.

Di Indonesia sendiri fenomena migrasi mulai marak sejak era orde baru dimana pembangunan pusat pertumbuan terutama di Jawa banyak dilakukan. Jakarta menjadi sasaran migrasi penduduk di Indonesia karena faktor ekonomi.

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Dinamika Penduduk: Natalitas, Mortalitas, Migrasi

Manusia adalah mahluk yang mendominasi di ruang permukaan bumi ini sejak turun ke planet biru ini. Penduduk bumi terus bertambah dari waktu ke waktu.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukan total populasi penduduk dunia saat ini 7,8 milyar penduduk yang tersebar di 5 benua.

Jumlah ini semakin hari semakin bertambah dan mengundang kekhawatiran akan ketidakseimbangan antara kapasitas ruang dengan populasi.

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian) dan migrasi (perpindahan).
 

Faktor Natalitas
Natalitas atau kelahiran penduduk mengakibatkan jumlah penduduk semakin bertambah pada suatu wilayah. Setiap negara memiliki angka kelahiran yang berbeda-beda.

Negara maju sudah mengarah pada zero population growth untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan menghindari ledakan populasi.

Ada faktor pro natalitas dan anti natalitas. Faktor pro natalitas seperti anggapan banyak anak banyak rezeki, ekonomi mantap, kesehatan dan gizi baik dan lingkungan yang baik serta sarpras kesehatan memadai.

Faktor anti natalitas seperti program KB, anggapan anak adalah beban, ekonomi sulit, kesehatan dan gizi buruk, lingkungan dan saran kesehatan baik. 
Populasi penduduk negara di dunia
Faktor Mortalitas
Mortalitas atau kematian penduduk mengakibatkan jumlah penduduk berkurang pada suatu wilayah. Ada faktor pro dan anti mortalitas.

Faktor pro mortalitas diantaranya kesehatan buruk, pandemi penyakit, perang, bencana alam, kecelakaan dan pembunuhan.

Faktor anti mortalitas diantaranya kesehatan baik, ekonomi memadai, sarana prasana kesehatan memadai, lingkungan yang sehat dan aman.

Faktor Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan tertentu. Biasanya tujuan utama migrasi adalah motof ekonomi. 

Bangsa Eropa telah bermigrasi ke seluruh dunia terutama menginvasi Amerika Utara, Afrika, Australia sejak zaman dahulu.

Motif migrasi masa lalu didukung oleh semangat gold, glory dan gospel. Imperialisme dan kolonialisme adalah motif utama migrasi bangsa Eropa.

Migrasi terbagi migrasi masuk dan migrasi keluar. Migrasi masuk membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah bertambah sementara migrasi keluar membuat jumlah penduduk pada suatu wilayah berkurang.

Penduduk merupakan sumber daya utama pembangunan suatu negara. Negara yang mampu mengasah skill dan karakter penduduknya dengan baik akan menguasai dunia dengan cepat.
 
Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi kelahiran dan kematian sementara pertumbuhan penduduk total dipengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi.
 

Kamis, Desember 24

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Pengertian Antroposfer dan Teori Ekonomi Malthus

Manusia merupakan salah satu mahluk penghuni planet bumi ini dan berkembang begitu pesat sejak awal kelahirannya. 
 
Manusia menjadi salah satu aspek kajian dalam geografi karena perilaku mereka menempati ruang dan seringkali merubah struktur ruang yang sudah ada dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. 
 
Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang. 
 
Objek material geografi yang bersifat fisik terdiri dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer dan yang bersifat sosial adalah antroposfer. 
 
Manusia dipisahkan menjadi satu lapisan khusus karena memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki pola-pola tertentu sama halnya seperti objek material yang bersifat fisik. 

Pola-pola kehidupan manusia di bumi ini dapat diukur berdasarkan aspek kuantitatif maupun kualitatif. Manusia yang hidup dan menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah dinamakan penduduk. 
 
Penduduk bumi semakin lama semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat dibarengi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 
 
Menurut data Bank Dunia terbaru, djumlah populasi manusia di bumi saat ini mencapai angka 7 miliar jiwa dan paling banyak tersebar di benua Asia. Ilmu yang khusus mempelajari tentang dinamika penduduk dinamakan demografi.
Dinamika antroposfer
Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik). 
 
Artinya pertumbuhan manusia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sumberdaya alam. Kebutuhan manusia yang semakin lama semakin besar membuat ketersediaan pangan semakin hari semakin menipis dan seringkali mengakibatkan bencana seperti kemiskinan dan kelaparan di beberapa tempat. Dinamika penduduk dipengaruhi faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.

Malthus adalah ekonom Inggris abad 18 yang cukup terkenal di masanya. Dalam buku "An Essay on  the Principle of Population" ia berteori bahwa populasi manusia akan terus tumbuh sampai dihentikan oleh penyakit, kelaparan, perang atau bencana.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, para filsuf secara luas percaya bahwa kemanusiaan akan terus tumbuh dan condong ke arah utopisme. 
 
Malthus melawan keyakinan ini, dengan alasan bahwa segmen populasi umum selalu selalu miskin dan sengsara, yang secara efektif memperlambat pertumbuhan populasi.

Setelah mengamati kondisi di Inggris pada awal 1800-an, Malthus menulis "An Inquiry into the Nature and Progress of Rent" (1815) dan "Principles of Political Economy" (1820), di mana ia berpendapat bahwa lahan pertanian yang tersedia tidak cukup untuk memberi makan populasi dunia yang meningkat. 
 
Malthus secara khusus menyatakan bahwa populasi manusia meningkat secara geometris, sementara produksi pangan meningkat secara aritmatika. Dalam paradigma ini, manusia pada akhirnya tidak dapat menghasilkan makanan yang cukup untuk mempertahankan diri mereka sendiri.

Teori ini dikritik oleh para ekonom dan akhirnya dibantah. Bahkan ketika populasi manusia terus meningkat, perkembangan teknologi dan migrasi telah memastikan bahwa persentase orang yang hidup di bawah garis kemiskinan terus menurun. Selain itu, interkoneksi global merangsang aliran bantuan dari negara-negara kaya pangan ke daerah berkembang.

Minggu, Februari 16

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keragaman Budaya Nasional

Letak geografis memiliki pengaruh terhadap keragaman kehidupan ekonomi, sosial dan budaya bagi suatu wilayah. 

Letak yang strategis akan memungkinkan penduduk di tempat tersebut berinteraksi dengan penduduk yang berasal dari wilayah yang lain. 

Indonesia dengan letak geografisnya menjadi jalur lintas pelayaran dan perdagangan dunia internasional, baik untuk transit maupun Indonesia sebagai daerah tujuannya.

 Melalui perdagangan tersebut terjadilah interaksi sosial antar bangsa yang pada gilirannya berpengaruh terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan budaya.

Agama-agama yang dianut oleh penduduk Indonesia seperti Hindu, Budha, Islam, dan Kristen adalah sebagai hasil interaksi antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain. 


Bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa nasional berkembang dari bahasa-bahasa daerah yang diperkaya dengan menyerap bahasa asing, terutama dari bangsa-bangsa yang sering berinteraksi dengan bangsa Indonesia. Baca juga: Kunci UTBK Geografi 2019

Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensinya sebagai wilayah yang posisinya strategis, maka dampaknya dari sisi ekonomi akan sangat menguntungkan. 


Potensi yang dimilikinya bisa dimanfaatkan, misalnya mengembangkan pelabuhan-pelabuhan transit untuk kapal-kapal dagang. Usaha ini telah dilakukan pemerintah, misalnya dengan mengembangkan pelabuhan Sabang yang berstatus sebagai pelabuhan pengembangan kawasan perdagangan bebas. 
Peninggalan Kebudayaan Tionghoa di Semarang
Pulau Sabang sangat strategis, karena terletak disebelah barat Singapura. Kapal-kapal yang berasal dari arah barat yang mengarungi Selat Malaka akan melewati Sabang terlebih dahulu sebelum sampai di Singapura. 

Posisi geografis Batam juga sangat strategis. Pulau ini berada pada jalur pelayaran international paling ramai di dunia dan hanya berjarak 17 km dari Singapura. 

Jika pemerintah berhasil mengembangkan kawasan ini, tentu akan memiliki kontribusi yang nyata bagi perkembangan perekonomian daerah tersebut.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan bentang wilayah yang sangat luas, dihuni oleh berbagai suku bangsa. Masing-masing suku bangsa pada umumnya memiliki bahasa dan tarian khas. 


Penduduk Pulau Jawa yang menjadi satu kesatuan wilayah daratan tidak hanya memiliki satu bahasa. Di Jawa barat terdapat suku Sunda di Jawa Barat dan suku Jawa di Jawa Tengah dan Jawa timur, masing-masing memiliki bahasa sendiri. 

Kedua suku juga memiliki jenis tarian dan musik dengan karakteristik tersendiri. Pulau Madura yang jaraknya sangat dekat dengan jawa Timur, bahasa yang dipakai penduduk di kedua wilayah sangat berbeda. Indonesia dengan ribuan pulau yang ada, dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mengembangkan budayanya masing-masing.

Keragaman budaya ini jika dapat dikembangkan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke suatu wilayah. 


Di Bali terdapat beberapa jenis tarian yang sangat diminati oleh wisatawan, seperti tari kecak, tari barong, dan lain-lain. Di Candi Prambanan Jawa tengah, pada waktu-waktu tertentu ada pertunjukan tari Ramayana yang banyak diminati wisatawan.

Letak geografis Indonesia selain memberikan dampak yang menguntungkan juga menyimpan potensi yang bisa merugikan. 


Banyaknya bangsa lain yang singgah atau berkunjung ke Indonesia akan membawa serta budaya yang dibawa dari negerinya. 

Jika budaya yang dibawa tersebut sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, pengaruhnya akan baik, yaitu memperkaya budaya bangsa, namun jika sebaliknya maka akibatnya akan sangat merugikan.

Bentuk Indonesia yang berupa kepulauan dan dikelilingi oleh samudera yang luas mempersulit keamanan wilayah. 


Pencurian kekayaan ikan di perairan Indonesia dapat dilakukan dari segala penjuru. Dengan garis pantai yang luar biasa panjangnya, wilayah indonesia sangat rawan terhadap penyelundupan barang-barang ilegal.

Baca juga: Soal PAS Geografi Kelas 11 Budaya Nasional + Kunci

Sabtu, Januari 4

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Dalam konsep poros maritim, Indonesia sejak zaman dahulu adalah wilayah yang menjadi transit perdagangan dunia. 

Itulah mengapa keragaman etnik di Indonesia sangat banyak karena banyaknya perkawinan silang antara etnik lokal dengan luar kepulauan.

Indonesia adalah negara yang punya peran posisi penting di dunia karena dari sisi geografis berada pada posisi silang strategis. 

Adapun secara secara sosial budaya Indonesia adalah bangsa majemuk. berikut ini posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia.

1. Terletak diantara dua benua besar yaitu Asia dan Australia dan diantara dua samudera besar yaitu Hindia dan Pasifik
Dampak dari posisi daratan dan lautan ini diantaranya Indonesia menjadi transit perdagangan sejak zaman dahulu. 

Kolonialisme juga bermula dari kecerdikan negara barat memahami kondisi negara kita yang dulunya adalah pusat pelabuhan terkemuka sehingga invasi mulai dilakukan dari perdagangan. 

Percampuran kebudayaan juga terjadi karena adanya posisi seperti ini, mulai dari budaya Arab, Persia, India, Cina, dan lainnya.

2. Dilewati garis ekuator dan memiliki iklim tropis basah
Posisi Indonesia secara klimatik ada di wilayah tropis khatulistiwa. Ciri khas wilayah tropis adalah adanya dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang diselingi pancaroba. 

Dampaknya adalah negara kita cocok untuk kegiatan pertanian lahan basah terutama dan budidaya perikanan karena bertipe kepulauan hangat.
Indonesia pusat peradaban dunia
3. Terletak di atas lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik
Kondisi geologi Indonesia berada di ring of fire Pasifik dan menjadi pertemuan dua jalur pegunungan muda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 

Dampaknya adalah negara kita kaya gunung api namun rentan bencana geologi seperti erupsi, gempa dan tsunami. Erupsi menjadikan mayoritas pulau di Indonesia subur karena material vulkanik.

4. Terletak di Dangkalan Sunda dan Sahul
Sebelum jaman es mencair era Pleistosen akhir, dahulu ada dua daratan besar yang kini telah terpisah. Sumatera, Jawa dan Kalimantan adalah satu daratan di masa lalu dan Papua Australia adalah satu daratan pula. 

Sejak es mencair kedua massa daratan terpisah dan menjadi laut dangkal. Dahulu fauna dari Asia dan Australia dapat bermigrasi bebas. Dampaknya fauna di Indonesia barat bertipe Asiatis sementara di timur bertipe Australis.

5. Banyak bahan galian dan sumber daya strategis
Kombinasi faktor cuaca, geologi dan lautan membuat Indonesia kaya sumber daya baik hayati maupun non hayati. Sebut saja minyak, gas, batubara, emas, timah, aspal, intan dan lainnya banyak tersebar di berbagai pulau. 

Sementara itu sumber daya hayati mulai dari flora, fauna banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

6. Banyak daerah subur 
Banyaknya gunung api dan sedimen dari erosi sungai membuat banyak wilayah di Indonesia sangat baik untuk kegiatan pertanian. Pertanian sawah, palawija, ladang banyak dibudidayakan masyarakat sejak zaman dahulu dan hingga kini masih dilakukan. 

Daerah lereng gunung api adalah daerah padat pemukiman sejak dahulu karena tanahnya subur.

7. Jumlah populasi besar nomor 4 dunia
Indonesia kini memiliki populasi lebih dari 250 juta penduduk dan sekarang sedang masuk tahap bonus demografi. Kondisi menjadikan sumber daya manusia Indonesia dari sisi jumlah sangat potensial untuk kegiatan pembangunan. 

Peningkatan keterampilan atau skill adalah kunci dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Selain itu kesehatan juga sangat penting agar manusia Indonesia mampu bersaing di percaturan global.

8. Garis pantai terpanjang dunia
Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Indonesia menempati posisi kedua dalam hal ini setelah Kanada.

Hal ini menjadikan negara kita memiliki potensi dalam bidang kelautan dan kepesisiran. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir harus mampu memaksimalkan potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun budaya maritim kuat dan berdaya saing global.

Selasa, Oktober 29

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Ada dua tenaga yang bahu membahu membangun permukaan bumi ini yaitu endogen dan eksogen. Kali ini khusus kita akan bahas tentang dampak tenaga endogen bagi kehidupan. 
 
Tenaga eksogen memiliki pengaruh yang menguntungkan tetapi sekaligus juga memiliki pengaruh yang merugikan.

Kita mulai dari komponen utama kehidupan seperti tanah Tanah itu merupakan media utama yang digunakan untuk bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya.Tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan baik mekanik, kimia maupun organik.

Jika tidak ada pelapukan maka sama artinya tidak akan ada tanah dan manusia akan kesulitan untuk bercocok tanam. 
 
Tak hanya  untuk kepentingan secara langsung untuk bercocok tanam atau bertani namun keberadaan tanah di permukaan bumi merupakan media untuk hidup tumbuhan. Hutan yang lebat dengan beraneka fauna yang hidup di atasnya adalah hasil dari adanya tanah.

Dalam dunia pertambangan, tenaga eksogen yang berupa pelapukan, pengikisan, dan pengendapan juga memiliki arti tersendiri. 
 
Jutaan meter kubik pasir dapat ditambang pada dasar-dasar sungai yang memudahkan manusia untuk menambangnya. Tambang  sekunder dari berbagai mineral berharga juga terbentuk karena adanya aktivitas tenaga eksogen.

Endapan timah di sepanjang sungai-sungai purba yang ada di Selat Karimata diendapkan ketika selat tersebut masih merupakan daratan di era sebelum es mencair. 
 
Sebaliknya, tenaga eksogen juga berakibat merugikan  bagi  manusia. Pengikisan  yang terjadi pada tanah akan menurunkan tingkat kesuburannya. Akibatnya tanah akan menjadi lahan kritis. Bencana alam yang disebabkan oleh tenaga eksogen juga banyak yang menimbulkan korban.

Banjir, angin topan, dan lain-lain merupakan bentuk tenaga eksogen yang merugikan bagi manusia. Manusia sebagai makluk yang istimewa, yaitu memiliki  akal  dan  fikiran yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan salah satu tenaga geologi. 
 
Kebutuhan hidup manusia terus meningkat baik kualitas  maupun kuantitasnya.  Hal ini menyebabkan semakin intensifnya manusia mengeksploitasi alam.

Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap kerak bumi. Pengolahan tanah untuk lahan pertanian dengan cara membajak atau mencangkul, menyebabkan tanah yang semula padat menjadi gembur dan tidak terkonsulidasi lagi. 
 
Di negara-negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk sangat tinggi mengakibatkan kebutuhan lahan pertanian kian mendesak. 

Hutan-hutan dibabat dan  lahan  pertanian  semakin merayap ke puncak-puncak gunung dengan lereng yang terjal.
 
Kegiatan di bidang pertanian tersebut di atas dapat mengakibatkan pelapukan dan pengikisan pada batuan yang dipercepat. Terlebih lagi jika penduduk dalam mengelola lahan tersebut tidak dibarengi dengan usaha-usaha konservasi.

Usaha penambangan mineral atau bahan-bahan yang di perlukan untuk kehidupan manusia terbesar dibeberapa daerah.Bahan-bahan tamabang ini terdapat pada kerak bumi dengan kedalaman yang sangat bervariasi, yaitu ada yang terdapat pada permukaan bumi tetapi ada juga yang mencapai kedalaman ribuan meter di dalam kerak bumi. 

Deposit batu bara dapat terletak dekat dengan permukaan bumi. Sehingga pengambilannya  dapat dilakukan dengan sistem tambang terbuka, yaitu membongkar lapisan batuan yang menutupinya. 
 
Sedangkan batu bara yang terletak jauh dari permukaan bumi, penambangannya dilakukan dengan membuat lubang-lubang pada lapisan batua

Akibatnya udara dengan berbagai gas yang dikandungnya dan juga air hujan dapat masuk kedalam lubang-lubang tambang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pelapukan batuan baik secara mekanik maupun kimia pada lubang-lubang tambang yang sebelumnya tidak pernah terjadi. 
 
Disamping itu, pembuatan lubang-lubang tambang akan menyebabkan terjadinya lapisan batuan baru di permukaan bumi yang berasal  dari  material-material  batuan hasil bongkaran.

Aktivitas manusia dalam penambangan bahan-bahan yang lain juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan permukaan bumi secara mencolok. 
 
Deposit minyak bumi yang terletak pada kedalaman 5 atau 6 kilometer dibawah permukaan bumi ditambang dengan pembuatan pompa-pompa. 
 
Aktifitas tambang merusak permukaan bumi
Pemerasan minyak bumi pada lapisan batuan dalam jumlah yang sangat besar dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada lapisan-lapisan batuan yang ada diatasnya. 
 
Penambangan emas, besi, tembaga, timah, bauksit, dan lain-lain, menyebabkan perombakan kerak bumi pada areal yang cukup luas. 
 
Batuan kapur yang oleh alam dibentuk ribuan tahun lamanya, dibongkar oleh manusia dalam waktu yang sangat singkat, yaitu untuk bahan mentah industri semen, usaha pembakaran kapur, pengerasan jalan, dan sebagainya.

Di kota-kota besar, manusia mendirikan bangunan-bangunan raksasa seperti pabrik dan gedung-gedung pencakar langit. Bangunan-bangunan ini memerlukan fondasi yang menerobos lapisan batuan yang cukup dalam. 
 
Disamping itu, untuk kepentingan transportasi manusia membangun jalan dengan membongkar bukit, menerobos gunung dan membuat terowongan-terowongan di bawah kota-kota besar atau bahkan dibawah dasar laut. 
 
Dalam situasi perang, manusia mempunyai aktivitas yang sangat merusak terhadap kerak bumi. Ledakan-ledakan roket, bom apalagi bom nuklir, akan mampu menghancurkan kerak bumi pada daerah yang sangat luas.

Untuk mememenuhi kebutuhan air dikota-kota besar, yaitu untuk keperluan rumah tangga dan industri, kadang-kadang menyebabkan terjadinya pemompaan air tanah secara berlebihan. 
 
Di kota-kota pantai, pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabakan terjadinya intrusi air laut yang semakin jauh ke darat.

Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang memberi warna yang sangat kompleks terhadap bentang alam ini. Limbah industri menyebabkan tanah, air dan atmosfer menjadi tercemar. 
 
Pengambilan terumbu karang di pantai dapat menyebabkan  aktivitas  abrasi semakin meningkat dan lain-lain. 
 
Aktivitas geologi oleh manusia nampaknya akan semakin intensif seiring dengan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya. 
 
Gaya eksogen yang diakibatkan oleh kreasi manusia ini oleh Sukandarrumidi (2014) disebut rekayasa antropogenik.

Minggu, Oktober 27

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Anda tentu suka bermain ke pantai bukan?. Nah jika ke pantai yang ada terumbu karang tentu akan lebih asyik lagi. 

Terumbu karang merupakan endapan neritis yang sangat penting.Terumbu karang dibentuk oleh binatang koral.

Indonesia adalah negara yang berada di sabuk cincin terumbu karang dunia lho!. 

Oleh karenanya negeri kita banyak terdapat terumbu karang yang cantik-cantik memesona dari Sabang sampai Merauke. Tidak semua laut bisa ditumuhi terumbu karang, karena ada syaratnya.

Eh ngomong-ngomong nih, terumbu itu bukan masuk tumbuhan lho melainkan hewan. Hewan yang berasal dari mahluk spons. Baru tahu ya!

Syarat hidup binatang ini adalah suhu air laut yang lebih dari 18 derajat C dan kedalaman kurang dari 40 meter, air laut jernih dan kadar garamnya normal. Karena itu termbu karang ini hanya di jumpai di perairan laut tropis.

Binatang koral tidak dapat hidup dalam air tawar atau payau, oleh karena itu terumbu karang tidak di temukan dekat muara sungai. 

Daerah perairan yang sekitarnya terdapat vulkan aktif yang sering mengadakan eksplosi juga tidak ditemukan adanya terumbu-terumbu karang.


Jenis pula terumbu karang
Perluasan koloni terumbu karang terutama menuju ke jurusan laut terbuka. Hal ini disebabkan makanan  binatang  koral diperoleh dari siraman ketika laut terbuka mengalami pasang dan surut. 

Pada pantai yang stabil, tebal terumbu karang tidak akan lebih dari 40 meter.
Terumbu karang dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

1)    Karang pantai (fringing reef) adalah terumbu karang yang menempel pada  pantai. Lebarnya berkisar antara be erapa meter sampai 1 km.
2)    Karang penghalang (barrier reef) adalah termbu karang terbentuk pada jarak tertentu dari pantai.
3)    Atol, adalah sebuah pulau yang terdiri dari terumbu karang berbentuk gelang yang di bagian dalamnya berupa laguna yang pada  umumnya  dangkal. Mengenai terbentuknya atol ini Darwin berpendapat bahwa pada mulanya koral membentuk termbu karang, pantai yang melingkari sebuah pulau. Pulau tersebut kemudian tenggelam, sementara itu binatang koral terus membangun rumahnya terbentuklah atol.
4)    Karang papan (platform reef), adalah terumbu karang yang datar dan sejajar dengan permukaan air laut.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close