Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 21

Animasi Fenomena Transisi Demografi

Animasi Fenomena Transisi Demografi

Di kelas XI tentu kamu akan berjumpa dengan materi kependudukan bukan?. Salah satu fenomena yang pernah saya ajarkan di kelas adalah tentang fenomena transisi demografi. 

Transisi demografi merupakan sebuah fenomena perubahan struktur penduduk dari fertilitas dan mortalitas yang tinggi menuju fertilitas dan mortalitas yang rendah. 
Gambar: disini
Animasi Fenomena Transisi Demografi
Fenomena ini terjadi di wilayah Eropa dan menjadi salah satu faktor dinamika penduduk di sana. Ada 4 fase transisi demografi dimana tiap fase memiliki ciri masing-masing. 

Beberapa faktor memperngaruhi terhadap adanya perubahan laju strukutr penduduk tersebut. Untuk lebih memahaminya coba lihat animasinya di bawah ini. 

Kalau kamu menggunakan android, usahakan sudah terpasang flashnya karena jika tidak animasi tidak bisa muncul. 

Kalau di laptop maka animasi sudah pasti muncul asal adobe flash terinstal. Selamat belajar. Kalau masih bingung silahkan tanya di komentar saja ya.

Sumber: Mike Curta Yt

Selasa, Agustus 15

Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis

Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan atau rain forest merupakan salah satu bioma yang memainkan peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi ini. 

Hutan hujan merupakan sumber utama oksigen bumi dan Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah hutan hujan terbesar di dunia. Hutan hujan di Indonesia tersebar dari Sumatera, Kalimantan dan Papua. 

Hutan hujan memiliki struktur vertikal yang kompleks. Vegetasi di hutan hujan dibagi ke dalam 4 tingkatan atau strata dan setiap strata memiliki keunikan dan jenis flora fauna masing-masing. Berikut ini struktur vertikal hujan hujan tropis. Baca juga: Lipatan pegunungan di muka bumi
Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis
Zonasi hutan hujan
1. Emergents
Merupakan posisi tertinggi dari hutan hujan berupa pohon yang menjulang tinggi diantara kanopi-kanopi hutan. Pohon-pohon ini memiliki ketinggian hingga ratusan meter ke udara. Terdapat beberapa hewan yang hidup di tingkat ini seperti burung dan serangga.

2. Canopy
Merupakan pepohonan dengan ketinggian 80-100 kaki dan memiliki tajuk yang lebar. Pepohonan ini menjadi habitat dari berbagai macam kehidupan seperti serangga, burung, reptil-reptil, mamalia dan lainnya.

Baca juga:
Soal USBN geografi 2017 dan jawabannya
Perbedaan batuan beku intrusif dan ekstrusif

3. Understory
Tersusun atas pohon-pohon kerdil, tumbuhan merambat dan semak-semak. Wilayah ini tersebar diantara kaki kanopi dan menjadi rumah dari beberapa hewan seperti ular, musang, lebah dan lainnya. Rotan dan tumbuhan epifit seperti anggrek hidup di zona ini.

4. Forest Floor
Zona ini merupakan wilayah paling bawah dan banyak tersusun dari endapan dekomposisi. Lantai hutan hujan sangat kaya akan kehidupan terutama serangga. Hewan-hewan besar juga hidup disini. 

Suhu di bawah sangat lembab basah karena jarang ada sinar matahari. Berbagai jamur-jamuran, paku-pakuan dan tumbuhan pemangsa serangga hidup disini.

Itulah empat zonasi vertikal hutan hujan yang menjadi lingkungan alami dengan biodiversitas terbesar di dunia. Baca juga: Dampak letusan lokal dan global gunung api

Gambar: disini

Minggu, Agustus 13

Hambatan Penyebaran Flora Fauna

Hambatan Penyebaran Flora Fauna

Berbagai flora dan fauna tersebar secara tidak merata di permukaan bumi. Kenapa bisa tersebar seperti itu?.

Sebaran flora fauna ini bisa menjadi terhambat oleh adanya berbagai macam fenomena geosfer seperti gerakan lempeng, perubahan muka air laut pegunungan, pola aliran sungai dan cuaca iklim. Namun umumnya faktor penghambat penyebaran flora fauna diantaranya:
Hambatan Penyebaran Flora Fauna
Migrasi Banteng di Afrika
1. Kondisi iklim
Keadaan iklim suatu tempat sangat mempengaruhi terhadap persebaran flora dan fauna. Unsur iklim yang dapat menjadi penghambat dalam persebaran flora dan fauna antara lain suhu, kelembaban udara dan curah hujan. 

Jika suatu hewan atau tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis datang ke wilayah tropis di Indonesia, tentu tidak serta merta bisa beradaptasi dan tumbuh dengan baik disini.

2. Kondisi tanah
Kondisi tanah erat kaitannya dengan tumbuh kembang vegetasi tertentu. Tanah sebagai media tumbuh kembang tanaman tentu memiliki kondisi hara yang berbeda. Ada tanah yang kaya kandungai humus ada yang tidak, ada yang jenuh air ada yang kering. 

Kaktus tentu cocok hidup di daerah tandus namun jika ditaman di daerah gembur tentu akan berbeda ceritanya. Hewan-hewan juga banyak yang memanfaatkan tanah sebagai media hidupnya seperti cacing, tikus, hingga kalajengking. Baca juga: Ekosistem bioma air tawar

3. Kondisi geografis
Kondisi geografis berkaitan dengan landscape antau bentang alam seperti samudera, padang pasir, sungai, hingga pegunungan. 

Sebaran hewan dan tumbuhan akan tidak berjalan baik jika terhalang oleh bentang alam ekstrim tersebut. 

Dahulu kangguru bisa bermigrasi dari Australia ke Papua karena masih satu daratan, namun setelah paparan sahul tergenang saat es mencair maka kangguru tidak bisa lagi bermigrasi ke Papua. 

Kangguru yang tertinggal di Papua beradaptasi dengan lingkungan disana sehingga menjadi Wallaby dengan ukuran lebih kecil.

4. Kondisi biologi
Faktor biologis contohnya adalah habitat yang sudah tidak cocok ditinggali sehingga hewan cenderung bermigrasi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. 

Di Afrika sana, ada suatu waktu ketika hewan-hewan bermigrasi untuk mencari sumber air baru karena daerah asalnya kekeringan.  

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Gambar: disini

Rabu, Juli 26

Soal Mid Semester Geografi Bab Biosfer

Soal Mid Semester Geografi Bab Biosfer

Di kelas xi jenjang SMA, standar kompetensi geografi untuk kurikulum KTSP adalah mempelajari sebaran hewan tumbuhan dan dinamika kependudukan.  

Bagi yang membutuhkan contoh soal mid semester untuk semester 3, berikut contoh yang pernah saya berikan:

Standar Kompetensi
Menganalisis Fenomena Biosfer dan Antroposfer
Kompetensi Dasar
Menjelaskan pengertian fenomena biosfer
Menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memilih jawaban a, b, c, d atau e!

1. Fauna wilayah Indonesia Bagian Barat termasuk fauna tipe....
a. Australis
b. Panama
c. Ethiopian
d. Oriental
e. Paleartik

2. Di daratan Afrika, setiap musim panas tiba kawanan Zebra bermigrasi dari satu lembah ke tempat lain untuk mencari sumber air yang baru dan melanjutkan hidup. Fenomena migrasi hewan tersebut akibat faktor....

a. Cuaca dan iklim
b. Tanah
c. Tekanan populasi
d. Manusia
e. Geologis 

3. Bioma terluas di dunia adalah bioma....

a. Hutan hujan
b. Taiga
c. Gurun
d. Tundra
e. Sabana

4. Hewan berikut banyak dijumpai pada bioma hutan hujan, kecuali....

a. Ular hijau
b. Harimau
c. Monyet
d. Burung kakatua
e. Unta

5. Taman Nasional yang memiliki kenampakan khas seperti sabana di Afrika dan berada di Banyuwangi Jawa Timur adalah.....

a. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
b. Taman Nasional Gunung Leuser
c. Taman Nasional Lorentz
d. Taman Nasional Baluran
e. Taman Nasional Kayan Mentarang

6. Garis yang membatasi wilayah flora fauna Indonesia Barat dengan Indonesia Tengah dinamakan garis.....

a. Wallace
b. Weber
c. Wenger
d. Junghuhn
e. Ferguson

7. Perhatikan ciri-ciri berikut

· Rumput dapat mencapai ketinggian 3 meter lebih.
· Angin sangat kencang karena tidak ada pohon.
· Jenis hewan yang hidup diantaranya kelinci, antelop dan kuda.
· Musim panas yang hangat dan musim dingin yang ekstrim.
Bioma yang sesuai dengan ciri diatas adalah....
a. Bioma gurun
b. Bioma sabana
c. Bioma stepa
d. Bioma tundra
e. Bioma hutan gugur

8. Gurun pasir yang terdapat di benua Afrika adalah....

a. Gurun Victoria
b. Gurun Atacama
c. Gurun Patagonia
d. Gurun Namibia
e. Gurun Gobi

9. Yang termasuk hewan khas wilayah peralihan adalah....

a. Kakatua
b. Tarsius
c. Bekantan
d. Badak
e. Harimau Jawa

10. Berikut ini beberapa fungsi hutan bakau, kecuali....

a. Penahan abrasi air laut
b. Habitat biota air seperti udang, kepiting dan ikan kecil.
c. Penahan sedimen lumpur
d. Mencegah intrusi air laut ke dalam air tanah
e. Meningkatkan kadar CO2 di udara

 
11. Terumbu karang tumbuh dari hewan yang memiliki kemampuan menghasilkan zat kapur. Hewan tersebut disebut....

a. Alga
b. Polip
c. Pupil

d. Ubur-ubur
e. Ikan badut 

12. Perhatikan gambar flora di bawah ini! Gambar: disini
Soal Mid Semester Geografi Bab Biosfer
Pohon baobab
Flora di atas adalah pohon baobab yang sangat langka. Pohon tersebut berasal dari pulau....
a. Madagaskar
b. Galapagos
c. Tasman
d. Komodo
e. Irlandia

13. Salah satu fauna endemik Indonesia asli Kalimantan adalah....
a. beruang madu
b. bekantan
c. harimau
d. cenderawasih
e. komodo

14. Zona laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari dinamakan....
a. afotik
b. eufotik
c. abisal
d. batial
c. palung

15. Perhatikan kondisi fisik berikut:
- curah hujan 750-1.500 mm per tahun
- jarak tumbuhan relatif renggang
- tumbuhan menggugurkan daun di musim gugur
- contoh hewan berang-berang

Bioma yang sesuai dengna ciri di atas adalah....
a. taiga
b. hutan gugur
c. hutna hujan
d. gurun
e. tundra

16.  Sebaran tipe vegetasi Indonesia dari barat ke timur adalah....
a. sabana-hutan hujan-hutan musim
b. sabana-hutan musim-hutan hujan
c. hutan hujan-sabana-hutan musim
d. hutan hujan-hutan musim-sabana
e. hutan musim-hutan hujan-sabana

17. Jenis fauna:
1. gajah
2. banteng
3. komodo
4. babirusa
5. orangutan

Fauna asli Indonesia ditunjukkan oleh angka....
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 2 dan 5
c. 1, 3 dan 5
d. 2, 3 dan 4
e. 3, 4 dan 5

18. Walaby adalah salah satu fauna Papua. Walaby adalah tipe kangguru yang berasal dari Australia. Faktor penyebab walaby bisa muncul di Papua dipengaruhi oleh....
a. iklim
b. tanah
c. sejarah geologi
d. manusia
e. topografi

19. Taman Nasional Bunaken terletak di propinsi....
a. Maluku
b. Lampung
c. Banten
d. Sulawesi Utara
e. Papua

20. Gurun terluas di dunia adalah....
a. Sahara
b. Gobi
c. Patagonia
d. Victoria
e. Kalahari

ESSAY
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Buatlah sebuah rantai makanan ekosistem sawah!
2. Jelaskan ciri bioma tundra?
3. Sebutkan 3 hewan wilayah Indonesia tengah!
4. Sebutkan negara-negara yang termasuk zona fauna Neotropik!
5. Mengapa fauna Indonesia barat mirip dengan fauna Asia?
6. Sebutkan 5 Taman Nasional yang ada di Indonesia!
7. Mengapa topografi memengaruhi persebaran hewan dan tumbuhan?jelaskan!
8. Jelaskan beberapa kegiatan manusia yang dapat merusak kelangsungan hidup flora fauna!
9. Sebutkan beberapa komoditas flora Indonesia dan kegunaannya dalam kehidupan!

10. Mengapa rumput laut hanya tumbuh di perairan dengan kedalaman 0-200 m saja?

Selasa, Juli 18

Faktor-Faktor Pro Natalitas dan Anti Natalitas

Faktor-Faktor Pro Natalitas dan Anti Natalitas

Pada postingan sebelumnya, saya sudah memberikan penjelasan tentang faktor mortalitas. Kali ini saya akan berikan sedikit penjelasan tentang faktor natalitas. 
 
Natalitas atau kelahiran merupakan fenomena alami yang menyebabkan adanya pertambahan penduduk. 

Setiap daerah atau negara memiliki tingkat natalitas yang beda-beda. Indonesia saat ini memiliki angka pertumbuhan penduduk yang masih tinggi yaitu di atas 1% tiap tahunnya. 
 
 
Pertumbuhan penduduk sebuah negara dikatakan seimbang jika mencapai zero population growth. Ada faktor pro natalitas dan anti natalitas yaitu:

Faktor Pro Natalitas
1. Kawin Usia Muda
Banyaknya penduduk usia muda yang sudah menikah di usia yang masih remaja membuat angka kelahiran cenderung tinggi. Ini karena produktifitas pasangan khususnya wanita yang masih muda masih sangat baik. 
 
2. Anggapan Banyak Anak Banyak Rezeki
Di beberapa negara termasuk Indonesia, masih banyak anggapan tentang banyak anak banyak rezeki. Memang hal ini ada benarnya namun tentunya kondisi dunia yang semakin cepat berubah membuat anggapan ini harus mulai ditinggalkan. 
 
Anak juga harus terpenuhi semua kebutuhannya. Jangan sampai banyak anak namun orang tua tidak mampu menafkahi semua kebutuhan mereka sehingga nantinya tidak tumbuh menjadi anak yang sehat dan berkualitas.
 
3. Rasa Malu
Ada beberapa komunitas mungkin yang masih menganggap malu jika pada usia tertentu belum punya anak. Hal ini menjadi aib keluarga dan akan dikucilkan. Ini yang menyebabkan banyaknya pasangan yang cepat memiliki anak sebelum usia tua.
 
4. Tingkat Kesehatan dan Ekonomi
Jika seseorang sehat dan memiliki kondisi keuangan yang stabil tentu memiliki anak tidak akan menjadi masalah. Mereka tidak akan khawatir jika punya anak banyak karena dapat terjamin kebutuhan hidupnya.
 
5. Seks Bebas
Perilaku seks bebas di kalangan remaja dapat memicu adanya kelahiran tak terduga atau juga Married By Accident. 
Faktor-Faktor Pro Natalitas dan Anti Natalitas
Faktor Natalitas
Faktor Anti Natalitas
1. Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana merupakan program pemerintah yang bertujuan menekan angka kelahiran tiap keluarga. Dalam program ini maksimal satu keluarga hanya punya dua anak saja. 
 
2. Anggapan Anak Adalah Beban
Di tengah kondisi dunia yang makin hingar bingar, ada beberapa orang yang menganggap anak adalah beban. Mereka lebih memilih hidup sendiri dan tidak mau ada tanggungan.
 
3. Aturan Batasan Usia
Adanya batasan usia menikah membuat seseorang tidak dapat menikah dan memiliki anak sebelum mencapai batas usia yang ditentukan.
 
4. Kondisi Kesehatan dan Ekonomi
Ada beberapa pasangan yang memang tidak bisa memiliki anak karena kondisi tertentu. Hal ini tentu akan membuat angka fertilitas menurun. Sementara tingkat ekonomi yang rendah bisa membuat seseorang berfikir beberapa kali sebelum membuat anak.
 
5. Malas Menikah
Tuntutan hidup yang tinggi membuat seseorang bisa memiliki pemikiran untuk malas menikah. Di Jepang contohnya saat ini memiliki angka kelahiran yang negatif karena rutinitas kerja yang terlalu tinggi.

Itulah beberapa faktor pro dan anti natalitas penduduk. 
 
Jangan lupa dukung video youtube guru geografi berikut ini!.

Jumat, Juli 14

Peta Sebaran Fauna Indonesia Menurut Wallace

Peta Sebaran Fauna Indonesia Menurut Wallace

Sudah tidak diragukan lagi bahwa Indonesia adalah salah satu negara megadiversity di dunia ini. Megadiversity adalah sebutan untuk negara yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi di dunia. 

Mengapa Indonesia memiliki flora fauna yang beragam?. 

Ada beberapa faktor yang mendukung hal tersebut bisa terjadi. Pertama secara geologi Indonesia berada di di batas pertemuan 4 lempeng tektonik aktif dunia. Kedua Indonesia berada di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis basah sehingga curah hujan dan suhu tinggi.

Ketiga kondisi geomorfologi Indonesia bervariasi mulai dari perairan, lembah, gunung hingga rawa. Inilah yang menyebabkan Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brazil dan Zaire dalam hal keanekaragaman flora fauna. 

Sejak dahulu, banyak peneliti yang mencoba untuk mempelajari keanekaragaman hayati khusunya fauna di Indonesia, salah satunya adalah Alfred Russel Wallace. Wallace membagi Indonesia ke dalam 3 zonasi fauna yaitu Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Baca juga: Dampak pencemaran bagi lingkungan

Fauna Indonesia Barat
Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Ciri khas fauna Indonesia barat adalah memiliki karakter mirip fauna tipe Asia pada umumnya. Penyebabnya adalah dahulu daratan Indonesia bagian barat masih bersatu dengan daratan Asia. 

Saat zaman es akhir Pleistosen, daratan tersebut terpisah oleh air sehingga hewan tidak bisa bermigrasi kembali ke Asia. Daerah bekas daratan ini dinamakan Paparan Sunda. Oleh sebab itu antara pulau Sumatera, Jawa, Kalimatan dan Bali dipisahkan oleh laut yang relatif dangkal. 

Fauna khas Indonesia barat diantaranya Harimau Sumatera, Badak Jawa, Orang Utan, Gajah Sumatera, Banteng Jawa dan Bekantan.
Badak Cula Satu
Harimau Sumatera
Bekantan
Fauna Indonesia Tengah
Indonesia tengah meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara dan sebagian Maluku. Fauna Indonesia tengah disebut juga fauna peralihan atau fauna asli Indonesia. 

Indonesia tengah memiliki fauna unik yang tidak ada di daerah lain seperti Anoa, Tapir, Maleo, Tarsius, Komodo dan Kuda Sumbawa.
Tarsius
Komodo
Kuda Sumbawa
Fauna Indonesia Timur
Indonesia timur meliputi Papua, Maluku dan Kepulauan Banda. Fauna di timur ini bertipe Australia karena dulunya Papua merupakan satu daratan dengan Australia seeblum es mencair. 

Daerah bekas daratan ini dinamakan Paparan Sahulu dan kini dipisahkan oleh Laut Arafuru. Fauna khas Indonesia timur diantaranya Kasuari, Merak, Walaby, Cenderawasih dan Buaya.
Cenderawasih Papua
Walaby Papua
Burung Merak
Sumber dan Gambar: 

Kamis, Juli 13

Apa Saja Faktor-Faktor Pro Mortalitas dan Anti Mortalitas?

Apa Saja Faktor-Faktor Pro Mortalitas dan Anti Mortalitas?

Dinamika penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Kematian atau mortalitas merupakan fenomena yang pasti akan dialami oleh manusia. 

Mortalitas pada dasarnya akan membuat jumlah penduduk suatu daerah menjadi berkurang. Tingkat kematian tiap daerah atau negara berbeda-beda.

Ada faktor pro (pendukung) dan anti (penghambat) terjadinya kematian penduduk. Berikut ini beberapa faktor pro dan anti mortalitas:
 

Faktor Pro Mortalitas
1. Gaya hidup buruk
Gaya hidup sangat memengaruhi terhadap kualitas kesehatan seseorang. Gaya hidup yang buruk atau tidak sehat akan mempercepat seseorang untuk menemui ajalnya. Kurangnya asupan gizi, stress, buruknya sanitasi, jajan sembarangan tentu akan membuat seseorang rentan terhadap penyakit.  
 
2. Minimnya sarana prasarana kesehatan
Fasilitas kesehatan yang memadai dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan penduduknya.
 
 Kurangnya fasilitas kesehatan dan tenaga ahli sering membuat angka kematian meningkat. Daerah-daerah terpencil banyak menemui hambatan ini sehingga sering dijumpai kasus gizi buruk atau banyaknya angka kematian ibu dan bayi. 
 
3. Bencana alam
Bencana alam seperti gunung meletus, tsunami, longsor dan banjir sering menelan korban jiwa. Bencana tsunami di Aceh tahun 2004 saja membuat 500.000 jiwa melayang.
 
4. Kurangnya kesadaran kebersihan
Coba lihat di lingkungan sekitar anda apakah ada sampah berserakan di pinggir jalan, sungai atau tempat lainnya. 
 
Sampah tersebut menimbulkan bau busuk, mengundang lalat dan mahluk penyebar penyakit lain. Ini adalah kebiasaan masyarakat yang tidak sadar kebersihan yang mengundang mereka untuk lebih cepat mati.
 
5. Kecelakaan lalu lintas
Mobilitas menjadi salah satu faktor paling dominan yang menyebabkan meningkatnya kematian. Setiap hari pasti akan dijumpai berita kecelakaan lalu lintas di televisi. Ini diakibatkan oleh kecepatan berkendara yang tentunya akan berbahaya jika tidak hati-hati di jalan.
 
6. Perang
Perang merupakan salah satu sarana pemusnahan penduduk secara massal. Lihat saja di Suriah dan Irak, kota beserta penduduknya musnah dalam sekejap akibat perang.
Perang menghancurkan kehidupan manusia
Faktor Anti Mortalitas
1. Gaya hidup sehat
Hidup sehat, membiasakan makan makanan bergizi dan rajin berolahraga akan menambah panjang hidup anda. Makan sayuran dan buah-buahan akan membuat tubuh lebih sehat.
 
2. Fasilitas kesehatan memadai
Tersedianya sarana pendukung kesehatan yang memadai hingga tingkat desa akan membuat pelayanan kesehatan menjadi prima. Masyarakat bisa cepat berkonsultasi ke dokter jika ia sakit sehingga memercepat harapan sembuh.
 
3. Lingkungan bersih dan sehat
Lingkungan yang bersih dari sampah dan terhindar dari polusi akan membuat hidup kita nyaman. Kebersihan lingkungan menjadi bagian yang sangat penting untuk memperpanjang umur hidup seseorang.
 
4. Program penyuluhan kesehatan
Pendidikan kesehatan perlu diberikan pada masyarakat agar mereka memahami tentang tata cara hidup sehat. Dengan demikian mereka memiliki wawasan ilmu kesehatan yang cukup untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.  
 
 
Gambar: usnews.com
 
Jangan lupa dukung chanel guru geografi di youtube berikut ini!
 

Senin, Juni 12

4 Fase Perkembangan Kebudayaan Sunda

4 Fase Perkembangan Kebudayaan Sunda

Mendengar kata Sunda tentu sangat familiar sekali bukan?. Sunda identik dengan Jawa Barat, gadis-gadis cantik, ramah, sambal dan masih banyak lagi. 

Istilah Sunda sebenarnya digunakan dalam dua kriteria, yang pertama dalam arti manusia dan yang kedua adalah lingkungan sosial budaya. Dalam arti pertama, orang Sunda adalah orang yang mengaku dirinya dan diakui orang lain sebagai orang Sunda. 

Dalam pengertian kedua, orang Sunda adalah sekelompok orang yang dibesarkan dalam lingkungan sosial budaya Sunda. Ia mengamalkan dan mematuhi semua norma adat Sunda yang berlaku. Wujud lainnya bisa berupa pakaian, rumah, upacara keagamaan dan lainnya.

Sunda merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang mendiami sebagian besar Jawa Barat. Menurut sejarah perkembangan kebudayaannya, Sunda dibagi ke dalam 4 periode yaitu:
4 Fase Perkembangan Kebudayaan Sunda
Angklung, alat musik tradisional Sunda

1. Zaman Pra Sejarah (500.000 SM)
Pada zaman ini ditemukan fosil kapak genggam di Parigi Ciamis dan di Jampang Sukabumi. falkes dan microlith di sekitar Dago Bandung. Ini menandakan adanya bukti peradaban manusia disana. Sementara kepercayaan yang dianut adalah animisme atau dinamisme.

2. Zaman Purba (Hindu-Budha, 130-1.700 SM)
Era ini disebut zaman klasik karena banyak menyumbangkan kebudayaan Hindu Budha kuno. Wujud kebudayaan adalah adanya kerajaan kesenian adat dan kepercayaan baru. Berbagai prasasti batu tulis banyak dibuat di masa ini. Kerjaaan seperti Galuh, Padjajaran dan Tarumanegara muncul di masa ini.

3. Zaman Madya (Islam abad 15 SM)
Zaman ini dimulai saat adanya perintah Kesultanan Demak untuk menyerang Batavia yang dipimpin Fatahillah. Pada masa itu terbentuk dua kerajaan Islam yakni Kesultanan Cirebon dan Banten. Islam mulai masuk namun kepercayaan atau adat masa Hindu Budha kuno masih kental. 

4. Zaman Modern (kontak dengan Barat, setelah PD II)
Kebudayaan Sunda mulai dipengaruhi oleh pengaruh barat pada zaman kolonialisme. Budaya barat mulai masuk dan bercampur dengan kesenian tradisional. Pakaian-pakaian ala barat mulai dikombinasikan dengan pakaian adat Sunda. Rumah-rumah mulai berubah bentuk secara fisik. 

Selasa, Mei 30

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

Kalau kamu mau mendirikan sebuah industri di suatu tempat, apakah lantas kamu dapat langsung membangun begitu saja?. Tentu tidak dapat seperti itu karena semua ada tahapan-tahapannya. 

Salah satu tahapan yang wajib dilakukan pelaku industri/proyek adalah membuat dokumen AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL masuk ke Indonesia diawali dari adanya penetapan UU Lingkungan Hidup di Amerika Serikat pada tahun 1970. Baca juga: Penyebab Erosi Tanah

AMDAL pada dasarnya merupakan tuntutan masyarakat Amerika Serikat terkait kerusakan lingkungan yang muncul oleh kegiatan manusia seperti industri dan transportasi. 

Tuntutan itu semakin menguat hingga menimbulkan sikap menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi karena merusak keberlanjutan lingkungan. Di era tersebut, AS sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.

Di Negara berkembang, tingkat kesejahteraan dan taraf ekonomi masih rendah sehingga perlu meningkatkan kegiatan pembangunan di berbagai lini. Dampak dari pembangunan adalah akan adanya kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu. 

Sawah dirubah jadi jalan, kebun disulap jadi perumahan dan lainnya. AMDAL merupakan analisa tentang kondisi lingkungan yang akan terjadi jika sebuah proyek dilaksanakan.

Alasan dilakukan AMDAL
AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara sebagai berikut:
1. AMDAL harus dilakukan pada proyek pembangunan yang akan dilaksanakan karena UU dan peraturan pemerintah menetapkan demikian. Bila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya, mereka akan dianggap melanggar UU dan tidak akan diizinkan untuk melaksanakan proyek tersebut. 

Mereka juga dapat menerima hukuman atau sanksi yang cukup berat. Cara ini ditempuh agar pelaku proyek tidak mementingkan keuntungan semata tanpa melihat dampak langsung bagi lingkungan di kemudian hari.

2. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak mengalami degradasi akibat proyek pembangunan. Cara kedua ini merupakan cara ideal namun kesadaran ini tidak mudah ditanamkan pada para pelaku proyek. Baca juga: Mau tau bentuk-bentuk galaksi seperti apa?

Pertumbuhan manusia semakin pesat sehingga membutuhkan ruang yang semakin besar juga di permukaan bumi. Tuntuan kebutuhan akan memaksa manusia merusak lingkungan alami yang sudah ada sebelumnya. 

Dulu banyak hutan belantara, kini dirubah menjadi pemukiman, pabrik, jalan, sekolah dan lainnya. Ini adalah pilihan dan manusia harus mampu mempertimbangkannya dengan baik. Bagaimanapun, lingkungan memiliki daya dukung dan daya tampung masing-masing. 
AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan
Proyek Tol Cisumdawu menembus perbukitan Jawa Barat
Pihak-Pihak yang melakukan AMDAL
Pengendalian dampak lingkungan harus menggunakan batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk baku mutu dan merupakan tanggung jawab pemrakarsa proyek. 

Biaya kesehatan, kenyamanan, keselamatan bahkan biaya kerusakan sumber daya alam harus diperhatikan. Pembangunan dapat memberikan keuntungan seperti penyediaan lapangan kerja baru, fasilitas baru sehingga masyarakat pun wajib menjaga dan mengelola fasilitas tersebut. 

Pemilik modal atau proyek biasanya akan menyewa konsultan untuk melakukan studi AMDAL suatu proyek. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan AMDAL sering dilakukan dengan universitas terkemuka karena masih minimnya konsultan swasta yang mampu melakukan AMDAL dengan baik. 

Peran AMDAL bagi lingkungan
AMDAL diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari sebuah proyek bagi keberlanjutan lingkungan. 

Dampak-dampak tersebut nanti tertuang dalam sebuah dokumen dan harus dibuat solusi ke depannya agar pembangunan dapat berjalan namun keberlanjutan lingkungan pun dapat terjaga. 

Jika suatu proyek setelah dianalisa akan berdampak sangat besar bagi kerusakan lingkungan di kemudian hari maka harus dibatalkan atau dicari lokasi lainnya. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

Gambar: tribunnews

Senin, Mei 15

Perubahan Budaya dan Faktor Yang Memengaruhinya

Perubahan Budaya dan Faktor Yang Memengaruhinya

Kebudayaan pada dasarnya adalah akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Manusia telah berkembang sejak ia pertama kali menghuni bumi. Kebudayaan terus berubah dari waktu ke waktu karena berbagai faktor diantaranya. 

Dahulu orang berkirim pesan lewat surat, kini sudah ada email. Dulu membajak sawah pakai kerbau, sekarang pakai mesin. Teknologi informasi sangat berperan besar dalam perubahan kebudayaan manusia saat ini. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan:

1. Perubahan kondisi alam
Kehidupan manusia pada dasarnya karena adaptasi dengan lingkungan fisiknya. Orang yang tinggal di pegunungan tentu akan berbeda dengan yang tinggal di gurun gersang. Masyarakat di daerah pegunungan akan bermatapencaharian mayoritas petani sementara di daerah gurun pasir mungkin akan menggembala. 

Pakaian mereka pun akan berbeda satu sama lain. Perubahan kondisi lingkungan alam akan membuat kehidupan masyarakatnya pun berubah. Daerah pedesaan yang dulunya banyak lahan pertanian jika berubah menjadi daerah industri maka kehidupan masyarakatnya pun akan berubah. J

ika sebelumnya banyak yang pergi ke sawah atau lading maka kini akan berganti arah menuju pabrik. 

Baca juga:
Memahami bounce rate blog dan dampaknya 
Pilih bisnis blog CPC, Afiliasi atau CPM?

2. Adanya kontak dengan kelompok lain
Manusia cenderung berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Budaya yang dibawa oleh para migran ini akan mengalami kontak dengan budaya di tempat lain. Dulu masyarakat Indonesia banyak menganut agama Hindu lalu setela pedagang Arab masuk membawa dagangan budaya dan ajaran Islam maka penduduk Hindu perlahan menjadi Islam. Kebiasaan, pakaian dan makanannya pun akan mengikuti budaya dari Arab.

3. Adanya penemuan
Manusia selalu berfikir untuk menemukan hal baru dan menciptakan produk canggih setiap hari. Adanya penemuan ini akan berdampak pada perubahan gaya hidup manusia. Dulu saat saya kecil, setiap sore pasti bermain layangan di lapang. 

Kini sejak gadget merajalela, anak-anak lebih memilih bermain sendiri, tidak bersosialisasi dan hanya bermain handphone saja. Manusia sekarang lebih banyak bermain di dunia maya bukan dunia nyata. Baca juga: Mengatasi kipas laptop panas
Perubahan Budaya dan Faktor Yang Memengaruhinya
Layar monitor kini menjadi toko online
4. Adopsi elemen kebudayaan bangsa lain
Semua hal kini terkoneksi satu sama lain dengan internet. Orang bisa lebih cepat melihat perkembangan dunia lewat handphone atau laptop. Dengan demikian mereka bisa mencari tahu kebudayaan orang lain dan mencoba mengadopsinya. 

Contoh nyata adalah tata cara busana atau fashion. Zaman saya dulu terkenal celana cut bray ala Elvis sekarang dibalik menjadi bray cut. Nanti mungkin beberapa waktu ke depan jadi cut-cut. Baca juga: Cara mengatasi blog sepi visitor

5. Perubahan pandangan hidup karena realitas
Perubahan zaman memaksa manusia juga untuk mengikuti alur tersebut. Ini adalah realitas dan harus dilakukan jika tidak ingin terlihat primitive. Dulu kita berjualan di toko, warung atau supermarket. 

Kini kita bisa berjualan hanya dengan bermodal web atau toko online saja karena lebih praktis dan efisien. Manusia sudah tidak mau ribet pergi ke swalayan dan hanya dengan klik di gadget saja sudah bisa membeli barang. 

Berfikir realistis dan rasional adalah pola pikir yang memang harus dilakukan untuk bisa survive hidup. Baca juga: Jenis-jenis status sosial

Gambar: ecycle.com.

Rabu, Mei 10

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan merupakan bagian permukaan bumi yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik di atasnya. Tanah dan lahan seringkali disamakan namun pada prinsipnya berbeda. 

Lahan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seperti petanian, perkebunan hingga pemkiman. Ada dua jenis lahan yaitu lahan kritis dan lahan potensial.

Lahan kritis merupakan lahan yang tidak produktif. Andai dikelola, produktifitasnya akan sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi dan pengolahan. Ciri lahan kritis yaitu tandus, gundul dan miskin unsur hara. 

Faktor yang menyebabkan lahan kriris diantaranya sebagai berikut: 

1. Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sehingga tidak ada lapisan air tanah. Daerah ini banyak terjadi di daerah karst dan bayangan hujan.
2. Genangan air terus menerus seperti di daerah pantai atau rawa. Sirkulasi air buruk menyebabkan tanah menjadi asam.
3. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah lereng terjal, pegunungan perbukitan yang bertekstur tanah yang labil.
4. Penambangan bahan galian yang merusak lapisan tanah atas seperti batubara.
5. Pencemaran oleh polutan seprti pestisida dan limbah rumah tangga atau industri.
6. Pembekuan air yang biasanya terjadi di daerah lintang tinggi atau pegunungan tinggi.
7. Kebakaran lahan.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan kritis karena kekeringan panjang
Lahan kritis yang dibiarkan lama maka akan sulit dikembalikan seperti semula sehingga dapat mengancam kehidupan mahluk hidup di atasnya. Beberapa upaya untuk menganggulangi lahan kritis diantaranya adalah:
1. pembuatan terasering di daerah miring.
2. melakukan reboisasi di daerah gundul.
3. reklamasi lahan bekas tambang.
4. melakukan pengerukan sungai secara berkala.
5. pemupukan dengan pupuk organik.
6. tidak membuang sampah plastik ke tanah.
7. mengelola lahan sesuai peruntukannya dan kelas kemampuan lahan.
8. melestarikan Daerah Aliran Sungai.

Lahan potensial merupakan lahan yang belum dimanfaatkan tapi punya nilai ekonomi yang tinggi. Jika diolah secara tepat maka akan menghasilkan produk yang sangat tinggi. Lahan potensial memiliki tingkat kesuburan tinggi. 

Lahan potensial tersebar di daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan. Lahan di daerah pantai didominasi oleh tanah aluvial yang kaya mineral seperti di muara sungai. Delta-delta sungai merupakan daerah subur dan sering menjadi awal mula pusat kegiatan manusia seperti Delta Sungai Nil.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan potensial sangat produktif jika dikelola maksimal
Daerah dataran rendah jika curah hujan cukup bisa menjadi lahan subur dan cocok untuk pertanian. Saluran irigasi juga memainkan peranan penting dalam pengolahan lahan di dataran rendah. 

Lahan di daerah pegunungan banyak mendapat curah hujan dan endapan material dari erupsi sehingga sangat subur. Daerah pegunungan cocok untuk budidaya sayuran. Upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan potensial dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:
1. merencanakan pembangunan dengan asas pembangunan berkelanjutan.
2. membuat master plan perencanaan ruang sesuai kondisi lahan.
3. mengendalikan pembangunan pemukiman.
4. melakukan diversifikasi pertanian.

Gambar: digitalfilipina.com, cnbc.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close