Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Rabu, November 1

Sumber Daya Alam Pulau Sulawesi

Sumber Daya Alam Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi atua Celebes memiliki karakteristik berupa daratannya yang sempit berteluk kecuali di daerah tengah. Berbeda denan Jawa, Sumatera dan Kalimantan, Sulawesi berada di perairan laut dalam. 

Hal ini menjadi faktor sifat keruangan Sulawesi terutama sumber daya alamnya. Sulawesi memiliki daratan sempit berbukit-bukit dan masih 62%nya ditutupi hutan. Dengan demikian potensi sumber daya hutannya masih cukup tinggi.

Hasil hutan Sulawesi antara lain kayu dan rotan. Hasil hutan tadi diekspor melalui pelabuhan Makassar dan Bitung. Sumber daya nabati lainnya berasal dari perkebunan. Hasil perkebunan yang penting bagi Sulawesi yaitu kelapa, cengkeh dan pala. 

Luas perkebunan kelapa Sulawesi sekitar 21% dari luas areal perkebunan kelapa di Indonesia. Dataran rendah tidak begitu luas di Sulawesi dan banyak diusahakan untuk lahan sawah. Baca juga: Animasi gunung api strato, shield dan cone

Sumber daya air yang berarti di Sulawesi adalah danau dan rawa. Danau-danau ayng penting di Sulawesi yaitu Limbota, Tempe, Poso, Towuti dan Matana. Sumber daya utama yang diperoleh dari danau ini adalah ikan. 

Selain itu danau juga banyak dikembangkan sebagai objek wisata. Energi air untuk pembangkit listrik di Sulawesi belum dimanfaatkan secara banyak. Rawa-rawa di dataran rendah, selain menjadi sumber ikan juga dijadikan tambak dan pesawahan. Baca juga: Ragam pola aliran sungai
Sumber Daya Alam Pulau Sulawesi
Aspal Buton terkenal ke seluruh dunia
Bahan galian yang bernilai nasional dari Sulawesi adalah aspal yang ada di Buton. Sebagian besar aspal Indonesia berasal dari Buton. Buton terkenal sebagai penghasil aspal terbaik di dunia. Penambangan aspal ini dilakukan secara terbuka atau open cast mining. 

Baca juga:
Soal UN Geografi 2016 dan jawabannya
Sebaran Iklim Matahari

Bijih yang dikatakan langka dan hanya ada di Sulawesi adalah nikel. Bijih nikel banyak tersebar di Malili, Pegunungan Bulubalang, Soroako dan Kolaka. Nikel ini banyak diekspor ke Jepang sebagai bahan dasar industri. 

Selain bijih nikel, belerang juga banyak ditemukan di Sulawesi yaitu di Gunung Soputan dan Mahawu. Bahan galian yang menunjang pembangunan fisik di Sulawesi adalah batu andesit. Deposit andesit di Sulawesi tersebar di Minahasa, Bandungan, Gorontalo, Lilang, Noongan dan Makupa. 

Batu kapur juga banyak terbar di Tonasa, Bulu Tellue, Bantimala, Bolaang Mongondow, Gorontalo, Minahasa, Dumbe dan Isimu. Batu kapur selain menjadi bahan dasar semen juga sebagai bahan pengeras jalan, kapur tohor, bahan karbit, pemutih dan kaporot.

Bahan galian yang juga bermanfaat yaitu lempng. Lempung merupakan bahan dasar keramik atua gerabah, genting dan barang tahan api. 

Sebarannya di Maelang, Lolah, Bolaang Mongondow, Pidol, Bontimala, Bulutalue dan Pangkep. Magnesit dan pasir kuarsa juga banyak ditemukan di Sulawesi.  

Baca juga: Memahami soil horizon
Gambar: disini

Kamis, Oktober 5

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem banyak jenisnya di bumi ini dan salah satu yang terkecil adalah ekosistem pekarangan rumah. Apakah rumahmu punya pekarangan?. 

Kalau ada berarti rumahmu termasuk rumah yang sehat. Pekarangan adalah ekosistem darat yang paling dekat dengan penghuninya. 

Jika melihat fungsi dan struktur pekarangan, maka ekosistem ini memiliki potensi yang besar karena di pekarangan biasanya terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan dapat memberikan sumber karbohidrat, mineral, vitamin dan protein baik yang bersifat nabati atau hewani. Ini disebabkan di pekarangan biasanya banyak terdapat berbagai biota juga.

Pekarangan dapat diusahakan juga sebagai apotik hidup dan warung hidup. Artinya keanekaragaman yang tinggi itu bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, sayuran, buah, tanaman hias atau tanaman lainnya yang produktif. 

Setiap saat hasilnya dapat dipetik dalam keadaan segar untuk bumbu masak, obat atau untuk dimakan langsung. Ekosistem pekarangan juga dapat menjadi sarana menyalurkan hobi atau media pendidikan bagi penghuninya. 

Jelas bahwa pekarangan dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang bersifat estetika, fungsional dan pelestarian lingkungan.
Ekosistem Pekarangan Rumah
Pekarangan rumah yang produktif
Begitu banyak aspirasi bisa dituangkan dalam ruang pekarangan anda sehingga pekarangan dapat menjadi simbol status penghuninya juga. Ekosistem pekarangan masuk dalam kategori ekosistem buatan namun bisa cenderung stabil jika :

1. Permukaan pekarangan datar sehingga erosi minim
2. Tanaman di pekarangan beranekaragam dengan tajuk berlapis-lapis sehingga dapat menahan air hujan yang jatuh.
3. Terbentuknya iklim mikro yang lebih sejuk.
4. Pembentukan humus tidak terganggu dan terus mendapat bahan organik.
5. Dapat dilaksanakan daur ulang limbah rumah tangga.

Gambar: disini

Rabu, September 20

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Pantai merupakan bagian daratan yang berbatasan dengan laut dan masih dipengaruhi proses abrasi, sedimentasi dan pasang laut. 

Sementara pesisr adalah daratan di tepi laut yang tergenang saat air pasang naik dan kering saat air laut surut. 

Pesisir laut lebih luas dibandingkan pantai dimana bisa mencapai 1 km lebih. Lalu apa saja ekosistem yang berada di sekitar pantai dan laut?.

1. Hutan Mangrove
Hutan mangrove disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau dan hutan bakau. 

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropis yang hidup di sepanjang pantai atau muara sungai yang terpengaruh pasang laut. Hutan mangrove dapat tumbuh subur bila memnuhi syarat-syarat berikut:

a. Menghadap laut yang tenang dan tidak berarus kuat
b. Daerahnya landai dan datar
c. Memiliki muara sungai yang besar atau delta
d. Aliran sungai banyak mengandung lumpur
e. Suhu antara 20 -40 derajat Celcius
f. Salinitas 10 -30 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem hutan bakau
Hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting di wilayah pesisir karena punya fungsi ekologis dan ekonomis. 

Fungsi ekologi:
1. penyedian nutrien biota perairan
2. tempat berkembang biak berbagai macam ikan
3. penahan abrasi
4. penyerap limbah
5. pencegah intrusi air laut
6. penahan angin dan ombak besar

Fungsi ekonomi:
1. sebagai bahan bakar, bahan kertas, bahan bangunan
2. sebagai bahan pembuat perabotan rumah tangga
3. sebagai bahan pupuk

Sebaran hutan mangrove di Indonesia antara lain di Sumatera, Jawa dan Papua.

2. Terumbu Karang
Terumbu karang atau coral reef adalah ekosistem laut yang unik dan terdapat di seluruh dunia. Terumbu karang tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti Indonesia. 

Terumbu karang terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan organisme karang, alga berkapur dan organisme lainnya yang menghasilkan kalsium karbonat. Syarat hidup terumbu karang adalah sebagai berikut:

a. kedalaman laut maks 10 m dari permukaan laut
b. Suhu air 25-29 derajat Celcius
c. salinitas 30-35 ppt
d. sedimentasi sangat jarang bahkan tidak ada

Fungsi ekologi terumbu karang:
1. penyedia nutrien biota laut 
2. rumah berbagai biota laut

Fungsi ekonomis terumbu karang:
1. menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, algae, teripang dan mutiara
2. sebagai bahan bangunan dan industri dan kosmetik
3. bahan baku cinderamata dan perhiasan
Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem terumbu karang

3. Rumput Laut
Rumput laut merupakan vegetasi yang tumbuh di perairan yang punya substrat keras yang kokoh dan dapat melekat. Rumput laut hanya dapat hidup pada perairan yang masih mendapatkan sinar matahari. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang rumput laut adalah:
a. kejernihan air laut
b. suhu perairan sejuk
c. arus laut tidak begitu deras
d. kedalaman laut 20-30 m

Manfaat dari rumput laut diantaranya adalah:
1. pada bisang industri makanan, dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan agar-agar, lalapan, sayur, manisan dan kue.
2. pada bidang industri kosmetik, dapat dimanfaatkan untuk bahan baku sabun, krim, lotion dan sampo.
3. pada industri farmasi, digunakan untuk campuran tablet, salep dan kapsul obat-obatan.

Rumput Laut
4. Padang Lamun
Padang Lamun adalah tumbuhan berbunga yang mampu menyesuaikan diri untuk hidup di dasar laut. Pada lamun hidup di perairan laut dangkal berlumpur, agak berpasir lunak dan tebal. 

Padang lamun sering muncul di perairan laut antara hutan bakau dan terumbu karang. Syarat hidup lamun antara lain:
a. perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir sedimen
b. kedalaman tidak lebih dari 10 m
c. suhu 20-30 derajat Celcius
d. kecepatan arus lambat
e. salintitas 25-35 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Hamparan padang lamun

Fungsi ekosistem padang lamun diantaranya:
1. tempat berkembang biak ikan-ikan kecil dan udang
2. perangkap sedimen sehingga menghindari erosi
3. penyedia makanan bagi ikan disekitarnya
4. bahan pembuatan pupuk
5. bahan dasar kertas

Sebaran ekosistem padang lamun di Indonesia antara lain di Jawa bagian utara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sumber Gambar:   
https://www.fws.gov
pixabay

Selasa, September 19

Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis

Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan salah satu bioma yang tersebar di daerah khatulistiwa dan merupakan tipe vegetasi yang lebat. 

Hutan ini tersebar dari daerah dataran rendah hingga pegunungan yang punya curah hujan merata sepanjang tahun. Suhu udaranya antara 25-26 derjaat C dengan kanopi hujan yang rapat.

Kanopi adalah jenis hutan yang memiliki pohon tinggi. Hutan tropis punya kompleksitas kehidupan yang tinggi. Baca juga: Ekosistem bioma air tawar

Persebaran hutan hujan terdapat di Lembah Sungai Amazon yang meluas hingga ke Karibia, Teluk Meksiko, Kolombia dan Ekuador. 

Kemudian disepanjang khatulistiwa di Afrika Tengah, Afrika Barat sampai Afrika Timur dan Madagaskar, India, Sri Langka, Indonesia, Filipina dan Fiji. 

Jenis tumbuhan yang menghuni hutan hujan tropis antara lain pohon kayu berukuran besar dan tinggi, terna, tumbuhan pemanjat, efifit, tumbuhan pencekik, saprofit dan parasit.
Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis
Hutan tropis yang lembab
1. Pohon-Pohon Hutan
Jenis hutan ini punya ukuran tinggi yang disebut kanopi atau tajuk pohon, tajuk ini berlapis-lapis. Tajuk biasanya tidak beraturan, pohon tingkat tinggi (A) sering berjauhan dan jarang. 

Pohon tingkat B memiliki ketinggian 15-30 m. Pohon tingkat C biasanya lebih kecil dan kerdil dengan ketinggian 5-15 meter.

2. Terna
Jenis vegetasi ini terdapat di bagian hutan yang lapisanpohonnya jarang, tumbuhannya terdiri dari semak atau paku-pakuan. Tinggi terna tidak lebih dari 5 m dan ada di lokasi hutan yang terbuka atau di pinggir aliran sungai.
Strata hutan hujan
3. Tumbuhan Pemanjat
Tumbuhan pemanjat ini disebut juga liana. Tumbuhan ini membelit pohon sampai ke atas mencari matahari. Seperti kawat atau tail dan ukurannya setebal paha pria dewasa. Panjangnya dapat mencapai 200 m. 

Liana ini terkadang memanjat dari satu pohon ke pohon lain. Liana dapat dijumpai di pinggiran sungai yang merupakan flora khas tropis.

4. Efifit
Efifit merupakan vegetasi yang melekat atau menempel pada batang atau dahan pohon lain. Jenis tumbuhan ini tidak berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditempelinya. Efifit terdapat juga pada tumbuhan yang telah mati. 

Efifit ini merupakan tumbuhan yang umum dijumpai di daerah tropis. Contohnya anggrek, kadaka, algae, lumut kerak, lumut daun dan lumut hepar.
Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis
Raflessia Arnoldi
5. Tumbuhan Pencekik
Tumbuhan ini awalnya adalah efifit dengan akar menjulur ke bawah sampai ke tanah hingga tidak bergantung pada inangnya. Tumbuhan ini pada akhirnya membunuh pohon yang semula memberikan sumber makan seperi Piccus spp. 

6. Safrofit
Jenis tumbuhan ini mendapatkan sumber makanan dari pohon yang sudah mati. Tumbuhan ini terdapat pada lantai hutan yang banyak terdapat batang dan daun yang telah mati.

7. Parasit
Parasit terdiri atas dua jenis yaitu parasit akar yang tumbuh di atas akar seperti Rafflessia arnoldi. Kemudian hemiparasit atau setengah parasit yang tumbuh seperti efifit di atas pohon seperti benalu. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer lengkap

Gambar: disini, disini

Senin, September 18

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Lingkungan merupakan habitat yang dihuni oleh beranekaragam mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. 

Manusia dapat memanfaatkan hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, selain itu manusia menghirup oksigen untuk bernapas. Itu adalah sedikit manfaat lingkungan hidup bagi manusia. 

Manusia sangat bergantung pada lingkungan disekitarnya. Berikut ini beberapa manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia.

1. Udara digunakan untuk bernapas. Oksigen merupakan gas yang vital bagi kehidupan mahluk hidup. Tumbuhan memanfaatkan Karbon dioksida dalam proses fotosintesis.

2. Air digunakan untuk minum dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperi mandi, mencuci dan industri.

3. Bahan pangan untuk mahluk hidup. Lahan yang subur dan kaya nutrisi akan menghasilkan bahan pangan vital seperti padi, ketela, ubi, sayuran, buah-buahan untuk kelangsungan hidup manusia.

4. Hutan berfungsi mengatur keadaan udara dan air. Hutan dapat menyediakan oksigen yang melimpah dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu tidak terlalu panas. 

Hutan juga dapat mengatur tata air dan mencegah erosi. Saat musim hujan tidak akan ada banjir dan musim kemarau tidak kekeringan panjang. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan
Pemetik teh sedang beraktifitas
5. Bahan galian yang bila dimanfaatkan dapat meningkatkan pendapatan dan sebagai bahan baku industri. Emas digunakan untuk perhiasan, minyak bumi untuk bahan bakar, batubara untuk energi.

6. Sumber energi seperti angin, tenaga matahari, air, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

7. Lahan  dan tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi seperti pemukiman, perkotaan, dan lainnya.

8. Hewan dan tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber makanan.

9. Mikroorganisme berperan dalam mengurai sisa-sisa jasad hidup yang telah mati.

Gambar: disini
Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan hidup merupakan segala benda dan keadaan yang terdapat dalam ruang yang memengaruhi kehidupan mahluk hidup. 

Lingkungan hidup terdiri atas unsur biotik dan abiotik, serta unsur budaya. Keberadaan lingkungan hidup saat ini terancam seiring dengan melonjaknya populasi manusia berserta aktifitasnya yang merugikan.

a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik merupakan komponen dari mahluk hidup yang menghuni planet Bumi. Lingkungan biotik terdiri atas mikroorganisme seperti hewan, tumbuhan manusia, virus hingga bakteri. 

Secara khusus lingkungan biotik terbagi menjadi:
1. Produsen yaitu kelompok tumbuhan yang menghasilkan beragam bahan makanan bagi mahluk hidup lainnya.
2. Konsumen yaitu kelompok hewan dan manusia.
3. Pengurai yaitu kelompok mikroorganisme yang mengubah, merombak, menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati. Pengurai disebut juga dekomposer dan beberapa jenis diantaranya adalah jamur, bakteri dan cacing tanah.
Lingkungan Biotik dan Abiotik
Lingkungan bersih sangat nyaman ditinggali mahluk hidup
b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik merupakan lingkungan disekitar kehidupan yang terdiri atas mahluk tidak hidup dan berupa benda mati seperti batuan, tanah, mineral dan udara. Lingkungan abiotik disebut juga lingkungan anorganik. Baca juga: Faktor keterdapatan sumber daya alam

Ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan dinamakan ekologi. Istilah ekologi pertama kali dikemukkan oleh Ernest Haeckel pada 1860. 

Terdapat hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya dan dinamakan ekosistem. 

Ada banyak jenis ekosistem di bumi ini mulai dari kolam, sawah, gurun, hutan hujan hingga laut dalam. Tiap ekosistem punya kehidupan yang unik dan khas.

Manusia merupakan bagian dari sistem lingkungan dan kelangsungan hidup manusia sangat dipengaruhi oleh kelestarian ekosistemnya. Lingkungan dari bentuknya dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. Lingkungan alami, yaitu wilayah yang masih belum tersentuh manusia dan memiliki kompleksitas yang tinggi seperti hutan hujan dan laut dalam.
2. Lingkungan binaan, yaitu lingkungan yang sudah ada campur tangan manusia didalamnya seperti pantai yang dibangun kawasan wisata.
3. Lingkungan sosial/budaya, yaitu lingkungan yang merupakan hasil karya manusia dan didalamnya terdapat seperangkat aturan seperti keluarga, pemukiman, perkampungan dan perkotaan.

Rabu, September 13

Sensus, Registrasi dan Survei Penduduk

Sensus, Registrasi dan Survei Penduduk

Sumber data kependudukan sangat penting untuk memperoleh statistik tentang kondisi penduduk suatu negara. 

Sumber data kependudukan dalam proses pengumpulannya dapat digolongkan menjadi 3 yaitu sensus, registrasi penduduk, dan survei. 
 
Selain itu juga terdapat catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain dari instansi pemerintah. 

Baca juga:
Cara jawab soal prinsip geografi
Soal USBN Geografi 2017

Secara teoritis data registrasi penduduk lebih lengkap daripada sumber-sumber data yang lain, karena kemungkinan tercecernya pencatatan peristiwa-peristiwa kelahiran, kematian dan mobilitas penduduk sangat kecil. 

Namun demikian di negara-negara berkembang seperti juga Indonesia, data-data kependudukan dari hasil registrasi masih jauh dari level memuaskan. 

Hal ini disebabkan karena banyak kejadian-kejadian vital (seperti kelahiran dan kematian) yang tidak dicatatkan sebagaimana mestinya karena berbagai faktor eksternal. 

Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, menghimpun dan menyusun, serta menerbitkan data-data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah tertentu. 


Secara lebih terperinci keterangan-keterangan apa yang dikumpulkan tergantung pada kebutuhan dan kepentingan negara, keadaan keuangan dan kemampuan teknis pelaksanaanya, serta kesepakatan internasional yang bertujuan supaya mudah memperbandingkan hasil sensus antara negara yang satu dengan negara lainnya.

Agar hasil Sensus Penduduk dapat diperbandingkan antara beberapa negara, maka disepakati untuk melaksanakan Sensus Penduduk tiap 10 tahun sekali (decennial census) yaitu pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka nol. 

Pelaksanaan Sensus Penduduk tiap sepuluh tahun sekali dimulai pada tahun 1790. Mulai tahun 1940 ada beberapa negara yang melaksanakan Sensus Penduduk tiap 5 tahun sekali (quinquennial census) yaitu pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka nol, dan angka lima.
Sensus, Registrasi dan Survei Penduduk
Petugas sensus sedang mendata warga
Registrasi Penduduk
Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh petugas pemerintahan setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal (perpindahan/migrasi), dan pengangkatan anak (adopsi). 


Karena mencatat peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan kehidupan, maka disebut juga registrasi vital dan hasilnya disebut statistik vital. 

Registrasi ini berlangsung terus-menerus mengikuti kejadian atau peristiwa, karena itu statistik vital sesungguhnya memberikan gambaran mengenai perubahan yang terus menerus. 

Jadi berbeda dengan sensus dan survei yang menggambarkan karakteristik penduduk hanya pada suatu saat tertentu saja. Baca juga: Terbentuknya awan di langit

Karena mencatat bermacam-macam peristiwa, maka pencatatan penduduk ini dilakukan oleh badan-badan yang berbeda-beda. Di Indonesia, kelahiran dicatat oleh kantor pencatatan sipil dan kelurahan. 


Perkawinan dan perceraian dicatat oleh kantor Kementerian Agama dan pencatatan sipil. Sedang migrasi dicatat oleh Kementerian Kehakiman. 

 
Survei
Hasil Sensus Penduduk dan Registrasi Penduduk mempunyai keterbatasan. Keduanya hanya menyediakan data statistik kependudukan, dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku penduduk. 


Untuk mengatasi keterbatasan ini, perlu dilakukan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas namun informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam. Biasanya survei kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel.

Biro Pusat Statistik telah mengadakan survei-survei kependudukan, misalnya Survei Ekonomi Nasional, Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). 


Hasil dari survei ini melengkapi informasi yang didapat dari Sensus Penduduk dan Registrasi Penduduk. Survei pendduk juga sering dilakukan oleh pelaku industri untuk melihat perilaku konsumen di lapangan. 
 

Senin, September 11

Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya

Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya

Rawa adalah suatu daerah yang tergenang air, baik air tawar maupun payau. Rawa ada yang bersifat musiman ada yang permanen. 

awa biasanya memiliki topografi yang datar sehingga selalu tergenang oleh air. Ciri rawa adalah memiliki drainase yang buruk sehingga kadar asamnya tinggi. 

Air yang terdapat pada rawa biasanya berasal dari hujan, sungai atau laut. Rawa merupakan ekosistem yang unik karena terdiri atas tanah dan air. 

Vegetasi yang biasa terdapat di ekosistem rawa diantaranya mangrove dan hutan galam.

Di Indonesia adalah sekitar 33, 4 juta ha lahan rawa. Sekitar 60% atau 20 juta ha merupakan rawa pasang surut dan sisanya merupakan rawa bukan pasang surut. 

Lokasi rawa mayoritas tersebar di Kalimantan, Papua, Sumatera dan Sulawesi. Menurut lokasinya, rawa dibedakan atas rawa pasang surut dan rawa bukan pasang surut.

a. Rawa pasang surut, lokasinya terletak di pantai atau dekat pantai, di muara sungai atau dekat dengan muara sungai.
b. Rawa bukan pasang surut, merupakan rawa yang  lokasinya ada di pedalaman dan tidak dipengaruhi pasang laut namun dipengaruhi oleh banjir di bantarannya.
Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya
Rawa di Kalimantan
Menurut sejarah pembentukannya, ekosistem rawa dibedakan menjadi rawa abadi, rawa aliran sungai, rawa pantai dan rawa teluk.

a. Rawa abadi, merupakan rawa yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Rawa ini terbentuk oleh genangan air hujan atau air tanah yang tidak punya pelepasan. 

Air rawa tersebut sangat asam dan berwarna kemerahan karena mengandung unsur besi yang tinggi. Baca juga: Soal SBMPTN Geografi 2016

b. Rawa aliran sungai, terbentuk disekitar tanggul alam disepanjang pinggir aliran sungai. Pada saat banjir air akan melewati tanggul alam yang terbentuk dari material besar yang terbawa banjir.

Pada waktu air surut kebali, genangan air di luar tanggul itu tidak dapat kembali dan menggenangi daerah disekitarnya. Rawa ini bisa terbentuk pua pada proses pembentukkan oxbow lake atau danau tapal kuda.
Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya
Hutan rawa yang tegenang air
 c. Rawa pantai, lokasinya ada di muara sungai. Rawa ini terbentuk saat pasang naik air laut. Kejadian ini berlangsung dua kali dalam sehari dan saat air laut surut kembali maka permukaan air rawa tersebut rendah dan kembali naik saat pasang lagi.
d. Rawa teluk, terbentuk di sebuah teluk yang terbendung oleh bar atau endapan pasir di dasar laut. Karena pembendungan tersebut, maka dasar teluk menjadi semakin dangkal dan tertutup vegetasi pantai sehingga terbentuklah rawa pantai. Gambar: disini

Banyak manfaat dari ekosistem rawa diantaranya:
1. Sebagai cadangan air permukaan 
2. Mencegah banjir
3. Mencegah intrusi air laut
4. Habitat berbagai flora dan fauna 
5. Pembangkit listrik dengan modifikasi teknologi

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang