Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 19

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Teman-teman sekarang tinggal di daerah mana sih di Indonesia? Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua atau mana?. 

Tentu kamu punya kebudayaan masing-masing kan di daerahmu sendiri yang unik. Kali ini kita akan belajar tentang apa itu kebudayaan lokal dan apa itu kebudayaan nasional. 

Untuk memberikan gambaran yang utuh terhadap budaya atau kebudayaan nasional, maka perlu memahami terlebih dahulu konsepsi tentang budaya. 

Secara Etimologi, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. 

Dengan demikian budaya atau kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya, yang berarti daya dari budi. 

Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Adapun kebudayaan menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan kehidupan suatu masyarakat. Masyarakat adalah orang-orang yang hidup dan beraktivitas bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. 

Demikian juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya”.
Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional
Kebudayaan Indonesia adalah anugerah
Untuk memahami bagaimana kebudayaan lokal dan kebudayaan nasinal, berikut diuraikan masing-masing jenis kebudayaan.
1.    Budaya Lokal
Budaya lokal adalah budaya yang hidup dan berkembang di daerah- daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa yang tinggal di seluruh wilayah Indonesia. 


Beragamnya budaya lokal yang terdapat di seluruh wilayah Iindonesia menjadi khasanah dan kekayaan bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu budaya lokal akan terus dibiarkan dan dilestarikan oleh masing- masing daerah atau suku bangsa sesuai dengan kondisi lingkungan baik fisik maupun lingkungan sosialnya.

Sebagai contoh budaya lokal antara lain, masih adanya tradisi “Selametan” yang diadakan dalam menandai proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia pada Suku Bangsa Jawa. 


Hal ini terlihat pada acara selametan menandai masa kehamilan tujuh bulan yang disebut Mitoni atau Tingkepan, selamatan orang yang sudah meninggal dan sebagainya. 

Selain itu acara ritual “Garebeg Suro” dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan ritual “Ngaben” bagi masyarakat Suku Bangsa Bali adalah contoh dari budaya lokal yang terdapat di wilayah nusantara.

Kebudayaan Lokal Indonesia meliputi semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak dan sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan Indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. 


Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. 

Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.

2.    Budaya Nasional
Disamping budaya lokal, terdapat pula budaya nasional. Koentjaraningrat mengatakan bahwa ”kebudayaan nasional” adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga. 


Identitas budaya ini yang menandai keberadaan budaya nasional dan menjadi pembeda terhadap budaya nasional negara lain. 

Dengan demikian, budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini. 

Budaya ini sebagai suatu karya yang dibanggakan dan memiliki kekhasan dari bangsa Indonesia dan merupakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat.

Berdasarkan Pasal 32 UUD 1945 kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. 


Kebudayaan bangsa merupakan perwujudan dari Budaya Nasional yang secara abstrak tertuang dalam system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia. 

Sedangkan perwujudan konkret dari budaya nasional adalah cara berbahasa, cara berperilaku, cara berpakaian, dan sistem peralatan untuk menjalani hidupnya.

Sifat khas yang dimaksudkan di dalam kebudayaan nasional dapat dimanifestasikan pada unsur budaya bahasa, kesenian, pakaian, dan upacara ritual. Sedangkan unsur kebudayaan lain bersifat universal tidak dapat memunculkan ciri khas, seperti teknologi, ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan religi/agama. 


Kebudayaan nasional sesungguhnya dapat berupa sumbangan dari kebudayaan lokal. Dari sumbangan beberapa kebudayaan lokal yang tergabung menjadi satu ciri khas dan kemudian menjadi kebudayaan nasional.

Budaya nasional pada realitasnya dapat ditemukan dan terlihat dalam berbagai wujud. Koentjaraningrat (2004) dalam Bukunya yang berjudul “Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan”, membagi kebudayaan menjadi 4 wujud, antara lain:
a.    Artifak/benda-benda fisik, yaitu semua hasil karya manusia yang bersifat konkret dan dapat diraba/difoto.
b.    Sistem tingkah laku berupa tindakan berpola dari manusia yang merupakan penggambaran wujud tingkah laku manusia yang bersifat konkret, dapat difoto dan difilmkan.
c.    Sistem budaya yaitu sistem gagasan yang menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan yang berada dalam alam pikiran tiap individu, sifatnya abstrak, tidak dapat difoto dan difilmkan, hanya dapat diketahui dan dipahami.
d.    Sistem gagasan yang ideologis yang menentukan sifat dan corak pikiran, cara berpikir, serta tingkah laku manusia. 


Sumber: Modul Pengembangan Karir Guru

Senin, Mei 6

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Halo gan, gimana nih udah tau kan kabar ada kapal laut Vietnam yang menabrak kapal perang RI di laut Natuna baru-baru ini. 

Aduh, gimana nih masa negara kita dikadalin gitu sih di perairan sendiri. Lalu kita harus gimana?. Apa kita tenggelamin aja kalau kata Bu Susi?. 

Tentang gak usah jauh-jauh dulu karena kita akan belajar tentang berbagai macam permasalahan tata kelola maritim Indonesia yang kompleks.

Tata kelola sumber daya kelautan di Indonesia hingga saat ini masih memiliki banyak permasalahan. 

Sebagai Negara maritim tentunya pemerintah harus berupaya meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan yang ada di Indonesia agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat. 

Isu strategis dan permasalahan umum yang menjadi kendala utama dalam mewujudkan kegiatan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia antara lain: 1) pengelolaan perikanan (fisheries management); 2) penegakan hukum (law enforcement); dan 3) pelaku usaha perikanan.

a.    Pengelolaan Perikanan (Fisheries Management)
 

Lemahnya sistem pengelolaan perikanan merupakan isu strategis dan masalah umum yang ada pada tata kelola perikanan di Indonesia. Indikasinya terlihat dari tidak meratanya tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah Indonesia. 

Contohnya untuk perikanan tangkap, banyak perairan laut di kawasan barat dan tengah Indonesia sudah menunjukkan gejala padat tangkap (overfishing). Sementara itu di kawasan timur Indonesia, tingkat pemanfaatan sumber daya ikan belum optimal atau masih underfishing. 

Dampak dari fenomena tersebut adalah adanya over exploitation di wilayah tangkapan tertentu. Nelayan umumnya menjadi miskin karena sulit mendapatkan ikan hasil tangkapan. 


Selain itu konflik antar nelayan juga sangat rawan terjadi. Di sisi lain daerah yang masih belum optimal tangkapan ikannya dibiarkan begitu saja dan banyak dimasuki oleh kapal nelayan illegal dari Negara lain. 
Peledakan kapal pencuri ikan di Indonesia
b.    Penegakan Hukum (Law Enforcement)
Kondisi penegakan hukum untuk sektor perikanan di Indonesia masih relatif belum terlalu kuat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini mengakibatkan kerugian Negara baik dari sisi ekonomi dan lingkungan, juga berdampak pada penegakan kedaulatan wilayah Negara sehingga rakyat Indonesia menjadi tidak berdaulat di negaranya sendiri. Contoh nyata adalah masih maraknya nelayan asing yang mencuri di perairan Indonesia dengan bebas.

c.    Pelaku Usaha Perikanan

Isu strategis lainnya adalah pelaku usaha perikanan yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan yang cukup handal tentang usaha perikanan yang berkelanjutan dan juga belum memiliki skala usaha yang layak. 


Akibatnya tidak sedikit pelaku usaha perikanan yang melakukan praktik usaha perikanan yang tidak berkelanjutan bahkan beberapa masih ada yang menggunakan alat tangkap atau bahan yang berbahaya bagi kelangsungan sumber daya ikan, lingkungan dan manusianya. 

Terlebih lagi ditambah dengan skala usaha ekonomi mereka yang belum layak, sehingga para pelaku usaha perikanan tersebut lebih cenderung untuk mengejar kuantitas produksi semata tanpa memperhatikan daya dukung ekosistemnya.
Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Sebagai negara yang terletak pada cross-position antara dua benua dan dua samudera maka Indonesia menawarkan pendekatan strategi kemaritiman berupa konsep Poros Maritim Dunia. 

Sejarah kemaritiman Indonesia membuktikan bahwa NKRI merupakan penjelmaan dari negara-bangsa maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit yang hidup pada adab ke 5 hingga pertengahan abad ke 14. 

Kesuksesan Sriwijaya dalam membangun ekspansi kekuasaan di Asia Tenggara dan Majapahit yang memiliki lima armada kapal perang terkuat pada zamannya menjadi sebuah titik balik sejarah kejayaan Indonesia di masa lampau.

Kejayaan tersebut akan coba dikembalikan kembali melalui sebuah cita-cita yaitu gagasan konsep Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. 


Fakta membuktikan bahwa 79% wilayah NKRI adalah lautan, 17.508 jumlah pulau, 99.000 km garis pantai dan 263 juta penduduk. Hal tersebut membuat Indonesia pantas menjadi poros kekuatan maritim dunia.

Kini melalui gagasan Presiden Joko Widodo, Indonesia tengah mewujudkan cita-cita tersebut menjadi poros maritim dunia. Poros maritim dunia yaitu sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan, perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada kemaritiman maritim. Ada lima pilar untuk mewujudkan gagasan Poros Maritim Dunia. 
Kronologi batas laut NKRI
1.    Budaya Maritim
Nilai jasa dan sumber daya laut Indonesia mencapai 2,5 triliun dollar Amerika tiap tahunnya. Artinya perairan Indonesia sangatlah potensial jika dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya. 


Hampir 40 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir dan pantai. Kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia kini ditentukan dengan tata kelola laut yang baik.

2.    Pengembangan Sumber Daya Laut
United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan perairan Indonesia merumakan rumah 76% terumbu karang dan 37% ikan karang dunia. Hasil laut Indonesia juga menyumbang 10% kebutuhan perikanan laut global. 


Komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan pangan terutama menempatkan nelayan sebagai tokoh atau pilar utama.

3.    Pembangunan Infrastruktur
Ribuan pulau di Indonesia terhubung oleh perairan dangkal maupun dalam. Kondisi ini harus didukung dengan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur yang handal. 


Hingga tahun 2018, Kementerian Perhubungan telah membangun dan mengembangkan 91 pelabuhan yang tersebar di 17 propinsi di Indonesia. 

Dari total 91 pelabuhan tersebut, 80 pelabuhan dibangun di wilayah timur dan 11 pelabuhan di dibangun di wilayah barat.

4.    Diplomasi Maritim
Diplomasi maritim dirancang agar mengurangi bahkan menghilangkan sumber konflik di wilayah perairan. Konflik perairan ini banyak dipicu oleh berbagai sebab seperti pencurian ikan, pelanggaran batas kedaulatan, sengketa wilayah, pembajakan hingga polusi. 


Diplomasi maritim dapat mempercepat penyelesaian sengketa perbatasan Indoneisa dengan 10 negara tetangga, menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dan mengamankan sumber daya alam di dalamnya.

5.    Pertahanan Maritim
Dibutuhkan armada militer yang kuat untuk menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas ini. Jika tidak didukung dengan pertahanan yang baik maka berbagai ancaman terus mengintai mulai dari pencurian ikan, narkoba, perdagangan manusia hingga adanya mata-mata asing.


Baca juga: Kunci ervaluasi erlangga bab dinamika biosfer 

Minggu, Mei 5

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca.

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda.

Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri.

Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur.

Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian.

Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya.

Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi.

1. Megaterm
Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia.

Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

2. Xerofita
Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah  hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid.

Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta.

3. Mesoterm
Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat.

Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm
Hutan pinus yang sejuk
4. Miroterm
Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus.

5. Hekistoterm
Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan.

Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.

Jumat, Mei 3

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Bioma taiga dominan berlokasi di wilayah antara subtropik dan daerah kutub seperti di Semenanjung Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. 

Bioma taiga bisa ditemukan juga pada wilayah pegunungan tinggi beriklim dingin. Bioma taiga merupakan bioma terluas di dunia dan hanya didominasi satu spesies pohon.

Ciri-Ciri Ekosistem Bioma Taiga
a. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Di musim panas suhu sangat tinggi sebaliknya di musim dingin suhu sangat rendah.
b. Pertumbuhan terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Flora Ekosistem Taiga
Karena keadaannya khusus ini mak ajenis vegetasi yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada bioma taiga adalah hanya tumbuhan tertentu saja. 

Oleh sebab itulah jenis vegetasi di hutan taiga tidak begitu banyak seperti halnya di hutan tropik. Ciri hutan taiga lainnya adalah vegetasi mengelompok dengan jenis yang sama.

Jenis tumbuhan yang hidup di hutan taiga adalah pohon jarum penghasil bahan kertas, korek api dan lainnya seperti konifer, spruce, alder, birch, juniper, cemara dll. 

Wilayah hutan tundra dan taiga dipisahkan garis yang dikenal sebagai batas pohon.
Hutan taiga di Siberia
Fauna Ekosistem Taiga
Dikarenakan jenis vegetasi yang merupakan produsen pada bioma ini minim maka jenis hewan yang mampu beradaptasi dengan bioma ini sedikit. 

Binatang khas taiga adalah moose dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten. 

Selain itu pada bioma taiga juga banyak burung yang senang bermigrasi saat musim gugur dan dingin.

Pada musim dingin beberapa hewan seperti bajing, beruang dan serangga tidur berhibernasi cukup lama. 

Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis sementara burung pemakan biji mencari biji konifer. 

Hewan seperti moose dan caribou tetap bertahan hidup. Lynx atau kucing buas dari Amerika Utara dan ajak berburu kelinci di hutan konifer sepanjang tahu.

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Minggu, Februari 17

Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur

Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur

Indonesia adalah negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia setelah Brasil, Zaire dan Kongo. 

Lokasinya yang berada di daerah tropik dengan morfologi kepulauan membuat Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan. 

Kita bisa melihat beragam spesies tumbuhan hidup dari dasar lautan hangat sampai puncak pegunungan. 

Keberadaan variasi jenis tumbuhan di suatu tempat sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan tanah. Selain itu faktor kersediaan air juga  sangat memengaruhi persebaran tumbuhan. 

Tumbuhan yang hidup di daerah kapur akan berbeda dengan tumbuhan yang hidup di daerah gambut misalnya. Tumbuhan yang hidup di daerah humid akan berbeda dengan yang hidup di daerah arid atau semi-arid.

Karena Indonesia berada di wilayah tropik dan banyak mendapatkan curah hujan maka negara kita kaya akan hutan hujan. Berdasarkan klasifikasi Koppen, hutan di wilayah Indonesia dibedakan menjadi 3 jenis yaitu.

a. Indonesia bagian barat
Wilayah Indonesia bagian barat masuk kategori iklim Af atau tropik basah. Ciri-ciri hutan hujan pada wilayah ini adalah:
- pohon berdaun lebat
- rata-rata ketinggian pohon 60 m
- banyak terdapat tumbuhan merambat
- banyak terdapat tumbuhan epifit

b. Indonesia bagian tengah
Wilayah Indonesia bagian tengah termasuk dalam wilayah iklim Am atau tropis sedang. Ciri -ciri hutan tropis sedang adalah
- ketinggian pohon lebih rendah dari hutan hujan
- daunnya gugur di musim kemarau
- tumbuhan bertunas di musim hujan
- vegetasi tidak terlalu bervariasi
Persebaran Jenis Tumbuhan di Indonesia Barat, Tengah dan Timur
Sabana tropik Flores
c. Indonesia bagian timur
Wilayah Indonesia bagian timur masuk kategori wilayah iklim Aw atau tropis kering. Di wilayah ini terdapat hutan sabana dengan ciri: terdapat padang rumput, semak belukar akasia, dan pohon-pohon rendah seperti lontar.

Berikut ini contoh jenis-jenis tubuhan khas tiap pulau di Indonesia
1. Sumatera
Beringin, bunga bangkai, bakau, anggrek, kayu meranti, pinus
2. Jawa
Akasia, pinus, jati, kina
3. Nusa Tenggara
Akasaia, cendana, rasamala, kayu putih
4. Bali
Cendana, bungur, burahol
5. Kalimantan
Kayu kamper, rotan, bambu, meranti, galam
6. Sulawesi
Anggrek putih, pinus, rotan, jati, agatis
7. Maluku
Kayu putih, kina, sagu, anggrek, kemiri, pala
8. Papua
Bakau, sagu dan anggrek.
Gambar: disini

Sabtu, November 17

Teori Terbentuknya Batu Bara dan Pemanfaatannya

Teori Terbentuknya Batu Bara dan Pemanfaatannya

Ada banyak jenis bahan galian komersial di permukaan bumi dan bisa dimanfaatkan bagi kehidupan. 

Barang tambang adalah sumber daya alam, baik berupa bukan mineral, mineral logam, maupun  mineral  bukan  logam  yang  berasal  dari  dalam  bumi  dan  bersifat  tidak  dapat diperbarui karena pembentukannya membutuhkan waktu yang sangat lama. 

Salah satu jenis bahan galian komersial adalah batubara. Batu  bara merupakan  batuan  sedimen  yang  dapat  terbakar.  Batu  bara  berasal  dari pembusukan  tumbuhan  rawa  dengan  unsur  pembentuk  berupa  karbon,  hidrogen,  dan oksigen. Proses dari pembentukannya terdiri atas dua tahap berikut. 

a. Tahap biokimia (penggambutan)
Sisa tumbuhan rawa mengalami pembusukan (dekomposisi) oleh mikroba anaerob (bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen). 


Kemudian tertimbun oleh lapisan sedimen berupa batu, kerikil,  pasir,  liat,  dan  lumpur  sehingga  unsur  hidrogen  dan  oksigennya  menguap  dan sisanya  memadat  (kompaksi)  menjadi  gambut.  

Gambut  adalah  pembusukan  tumbuhan rawa yang memadat dan masih dapat dikenali sebagai sisa tumbuhan.

b. Tahap geokimia (pembatubaraan)
Oleh karena waktu yang lama, suhu yang tinggi dan tekanan sedimen yang besar, unsur hidrogen dan oksigennya terus berkurang dan unsur karbon gambut makin besar sehingga membentuk  batu  bara  dalam  berbagai  tingkatan  kualitas.  


Perubahan  waktu,  suhu,  dan tekanan mengubah bentuk batu bara dengan urutan sebagai berikut. 
Teori Terbentuknya Batu Bara dan Pemanfaatannya
Urutan pembentukkan batu bara
Gambut (peat) →batu bara muda (lignit) →batu bara subbitumen →batu bara bitumen → antrasit. 

Lokasi Keterdapatan Batu Bara
a. Teori In-situ
Menurut  teori  ini,  batu  bara  terbentuk  di  tempat  tumbuhan  itu  berada,  yaitu  rawa-rawa atau danau pada hutan basah. 


Tumbuhan yang mati langsung tenggelam, lalu mengalami pembusukan tidak sempurna hingga menjadi fosil tumbuhan yang membentuk sedimen organik, kemudian menjadi batu bara. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

1) Lapisan batu bara tebal.
2) Kualitasnya bagus.
3) Penyebarannya luas.
4) Daerah  persebaran,  di  antaranya  Ombilin  (Sumatra  Barat),  Bukit  Asam  (Sumatra
Selatan), Kota Baru (Kalimantran Selatan), dan Sungai Berau (Kalimantan Timur)
Teori Terbentuknya Batu Bara dan Pemanfaatannya
Genesa keterdapatan batu bara
b. Teori drift
Menurut teori ini, batu bara terbentuk di tempat yang bukan merupakan asal tumbuhan. Tumbuhan yang mati mengalami pembusukan sampai menjadi gambut (peat) kemudian mengalami transportasi (pengangkutan) oleh air dan  terakumulasi  (menumpuk)  di suatu  tempat  lalu tertimbun  oleh  lapisan  sedimen  hingga  mengalami  pembatubaraan (coalification). 


Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
1) Lapisan batu bara tipis.
2) Kualitas kurang bagus karena mengandung pasir dan debu pengotor.
3) Penyebarannya sempit tetapi terdapat di banyak tempat.
4) Daerah persebaran di delta-delta sungai Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, dan Papua Barat.
Teori Terbentuknya Batu Bara dan Pemanfaatannya
Pembentukkan batu bara
Pemanfaatan Batu Bara
Berikut adalah manfaat dari batu bara.
a. Untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dari bahan batu bara lignit (batu bara cokelat), batu bara subbitumen, dan batu bara bitumen.
b. Untuk  industri  baja  diperoleh  dari  residu  batu  bara  bitumen  yang  dibuat  kokas (bahan bakar).
c. Untuk  pemanas  ruangan  dari  batu  bara  antrasit  yang  mengandung  karbon hingga 98%.
d. Untuk bahan bakar lokomotif uap dan pemanas air dari arang batu bara (steam coal).
e. Untuk campuran pembuatan cat, kain, kertas, sabun, dan sampo dari tar (tir) batu bara.
f. Untuk bahan bakar industri semen, aluminium, dan dapat pula dibuat untuk bahan bakar cair seperti di Afrika.
g. Untuk  produk  bahan  metanol  serta  garam  amonia  yang  dijadikan  pupuk  amonia
dan bahan kimia.

Rabu, Agustus 29

Pengertian, Contoh dan Ciri Budaya Lokal

Pengertian, Contoh dan Ciri Budaya Lokal

Indonesia adalah negara yang heterogen terutama dalam sisi manusia. Heterogenitas manusia ini membuat kebudayaan Indonesia beranekaragam dari Aceh sampai Papua. 

Untuk memberikan gambaran yang utuh terhadap budaya atau kebudayaan nasional, maka perlu memahami terlebih dahulu konsepsi tentang budaya. 

Secara Etimologi, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. Dengan demikian budaya atau kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.  

Budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya, yang berarti daya dari budi. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta,  rasa, dan karsa. Adapun kebudayaan menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.  

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan kehidupan suatu masyarakat. Masyarakat adalah orang-orang yang hidup dan beraktivitas bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. Demikian juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya. 


Budaya lokal adalah budaya yang hidup dan berkembang di daerah-daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa yang tinggal di seluruh wilayah Indonesia. Beragamnya budaya lokal yang terdapat di seluruh wilayah Iindonesia menjadi khasanah dan kekayaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu budaya lokal akan terus dibiarkan dan dilestarikan oleh masingmasing daerah atau suku bangsa sesuai dengan kondisi lingkungan baik fisik maupun lingkungan sosialnya.  

Sebagai contoh budaya lokal antara lain, masih adanya tradisi “Selametan” yang diadakan dalam menandai proses  perkembangan hidup dan kehidupan manusia pada  Suku Bangsa Jawa. 

Hal ini terlihat pada acara selametan menandai masa kehamilan tujuh bulan yang disebut Mitoni atau Tingkepan, selamatan orang yang sudah meninggal dan sebagainya. 

Selain itu acara ritual “Garebeg Suro” dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan ritual “Ngaben” bagi masyarakat Suku Bangsa Bali adalah contoh dari budaya lokal yang terdapat di wilayah nusantara.  

Kebudayaan Lokal Indonesia meliputi semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak dan sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan Indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional.
Pengertian, Contoh dan Ciri Budaya Lokal
Upacara adat seren taun di Kuningan Jawa Barat
Di Kuningan Jawa Barat juga ada acara Seren Taun yang dilakukan masyarakat adat Cigugur. Upacara ini merupakan hajatan tahunan dalam rangka mensyukuri panen atau hasil bumi yang diterima oleh masyarakat setempat. Acara ini sering menjadi daya tarik  wisatawan lokal dan mancanegara.

Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.  

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close