Guru Geografi: Materi Kelas 11 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 11. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 4

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Definisi, Makna Posisi Strategis Indonesia

Dalam konsep poros maritim, Indonesia sejak zaman dahulu adalah wilayah yang menjadi transit perdagangan dunia. 

Itulah mengapa keragaman etnik di Indonesia sangat banyak karena banyaknya perkawinan silang antara etnik lokal dengan luar kepulauan.

Indonesia adalah negara yang punya peran posisi penting di dunia karena dari sisi geografis berada pada posisi silang strategis. 

Adapun secara secara sosial budaya Indonesia adalah bangsa majemuk. berikut ini posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia.

1. Terletak diantara dua benua besar yaitu Asia dan Australia dan diantara dua samudera besar yaitu Hindia dan Pasifik
Dampak dari posisi daratan dan lautan ini diantaranya Indonesia menjadi transit perdagangan sejak zaman dahulu. 

Kolonialisme juga bermula dari kecerdikan negara barat memahami kondisi negara kita yang dulunya adalah pusat pelabuhan terkemuka sehingga invasi mulai dilakukan dari perdagangan. 

Percampuran kebudayaan juga terjadi karena adanya posisi seperti ini, mulai dari budaya Arab, Persia, India, Cina, dan lainnya.

2. Dilewati garis ekuator dan memiliki iklim tropis basah
Posisi Indonesia secara klimatik ada di wilayah tropis khatulistiwa. Ciri khas wilayah tropis adalah adanya dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang diselingi pancaroba. 

Dampaknya adalah negara kita cocok untuk kegiatan pertanian lahan basah terutama dan budidaya perikanan karena bertipe kepulauan hangat.
Indonesia pusat peradaban dunia
3. Terletak di atas lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik
Kondisi geologi Indonesia berada di ring of fire Pasifik dan menjadi pertemuan dua jalur pegunungan muda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 

Dampaknya adalah negara kita kaya gunung api namun rentan bencana geologi seperti erupsi, gempa dan tsunami. Erupsi menjadikan mayoritas pulau di Indonesia subur karena material vulkanik.

4. Terletak di Dangkalan Sunda dan Sahul
Sebelum jaman es mencair era Pleistosen akhir, dahulu ada dua daratan besar yang kini telah terpisah. Sumatera, Jawa dan Kalimantan adalah satu daratan di masa lalu dan Papua Australia adalah satu daratan pula. 

Sejak es mencair kedua massa daratan terpisah dan menjadi laut dangkal. Dahulu fauna dari Asia dan Australia dapat bermigrasi bebas. Dampaknya fauna di Indonesia barat bertipe Asiatis sementara di timur bertipe Australis.

5. Banyak bahan galian dan sumber daya strategis
Kombinasi faktor cuaca, geologi dan lautan membuat Indonesia kaya sumber daya baik hayati maupun non hayati. Sebut saja minyak, gas, batubara, emas, timah, aspal, intan dan lainnya banyak tersebar di berbagai pulau. 

Sementara itu sumber daya hayati mulai dari flora, fauna banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

6. Banyak daerah subur 
Banyaknya gunung api dan sedimen dari erosi sungai membuat banyak wilayah di Indonesia sangat baik untuk kegiatan pertanian. Pertanian sawah, palawija, ladang banyak dibudidayakan masyarakat sejak zaman dahulu dan hingga kini masih dilakukan. 

Daerah lereng gunung api adalah daerah padat pemukiman sejak dahulu karena tanahnya subur.

7. Jumlah populasi besar nomor 4 dunia
Indonesia kini memiliki populasi lebih dari 250 juta penduduk dan sekarang sedang masuk tahap bonus demografi. Kondisi menjadikan sumber daya manusia Indonesia dari sisi jumlah sangat potensial untuk kegiatan pembangunan. 

Peningkatan keterampilan atau skill adalah kunci dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Selain itu kesehatan juga sangat penting agar manusia Indonesia mampu bersaing di percaturan global.

8. Garis pantai terpanjang dunia
Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Indonesia menempati posisi kedua dalam hal ini setelah Kanada.

Hal ini menjadikan negara kita memiliki potensi dalam bidang kelautan dan kepesisiran. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir harus mampu memaksimalkan potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun budaya maritim kuat dan berdaya saing global.

Selasa, Oktober 29

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Pengaruh Tenaga Eksogen Bagi Kehidupan Manusia

Ada dua tenaga yang bahu membahu membangun permukaan bumi ini yaitu endogen dan eksogen. Kali ini khusus kita akan bahas tentang dampak tenaga endogen bagi kehidupan. 
 
Tenaga eksogen memiliki pengaruh yang menguntungkan tetapi sekaligus juga memiliki pengaruh yang merugikan.

Kita mulai dari komponen utama kehidupan seperti tanah Tanah itu merupakan media utama yang digunakan untuk bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya.Tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan baik mekanik, kimia maupun organik.

Jika tidak ada pelapukan maka sama artinya tidak akan ada tanah dan manusia akan kesulitan untuk bercocok tanam. 
 
Tak hanya  untuk kepentingan secara langsung untuk bercocok tanam atau bertani namun keberadaan tanah di permukaan bumi merupakan media untuk hidup tumbuhan. Hutan yang lebat dengan beraneka fauna yang hidup di atasnya adalah hasil dari adanya tanah.

Dalam dunia pertambangan, tenaga eksogen yang berupa pelapukan, pengikisan, dan pengendapan juga memiliki arti tersendiri. 
 
Jutaan meter kubik pasir dapat ditambang pada dasar-dasar sungai yang memudahkan manusia untuk menambangnya. Tambang  sekunder dari berbagai mineral berharga juga terbentuk karena adanya aktivitas tenaga eksogen.

Endapan timah di sepanjang sungai-sungai purba yang ada di Selat Karimata diendapkan ketika selat tersebut masih merupakan daratan di era sebelum es mencair. 
 
Sebaliknya, tenaga eksogen juga berakibat merugikan  bagi  manusia. Pengikisan  yang terjadi pada tanah akan menurunkan tingkat kesuburannya. Akibatnya tanah akan menjadi lahan kritis. Bencana alam yang disebabkan oleh tenaga eksogen juga banyak yang menimbulkan korban.

Banjir, angin topan, dan lain-lain merupakan bentuk tenaga eksogen yang merugikan bagi manusia. Manusia sebagai makluk yang istimewa, yaitu memiliki  akal  dan  fikiran yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan salah satu tenaga geologi. 
 
Kebutuhan hidup manusia terus meningkat baik kualitas  maupun kuantitasnya.  Hal ini menyebabkan semakin intensifnya manusia mengeksploitasi alam.

Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap kerak bumi. Pengolahan tanah untuk lahan pertanian dengan cara membajak atau mencangkul, menyebabkan tanah yang semula padat menjadi gembur dan tidak terkonsulidasi lagi. 
 
Di negara-negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk sangat tinggi mengakibatkan kebutuhan lahan pertanian kian mendesak. 

Hutan-hutan dibabat dan  lahan  pertanian  semakin merayap ke puncak-puncak gunung dengan lereng yang terjal.
 
Kegiatan di bidang pertanian tersebut di atas dapat mengakibatkan pelapukan dan pengikisan pada batuan yang dipercepat. Terlebih lagi jika penduduk dalam mengelola lahan tersebut tidak dibarengi dengan usaha-usaha konservasi.

Usaha penambangan mineral atau bahan-bahan yang di perlukan untuk kehidupan manusia terbesar dibeberapa daerah.Bahan-bahan tamabang ini terdapat pada kerak bumi dengan kedalaman yang sangat bervariasi, yaitu ada yang terdapat pada permukaan bumi tetapi ada juga yang mencapai kedalaman ribuan meter di dalam kerak bumi. 

Deposit batu bara dapat terletak dekat dengan permukaan bumi. Sehingga pengambilannya  dapat dilakukan dengan sistem tambang terbuka, yaitu membongkar lapisan batuan yang menutupinya. 
 
Sedangkan batu bara yang terletak jauh dari permukaan bumi, penambangannya dilakukan dengan membuat lubang-lubang pada lapisan batua

Akibatnya udara dengan berbagai gas yang dikandungnya dan juga air hujan dapat masuk kedalam lubang-lubang tambang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pelapukan batuan baik secara mekanik maupun kimia pada lubang-lubang tambang yang sebelumnya tidak pernah terjadi. 
 
Disamping itu, pembuatan lubang-lubang tambang akan menyebabkan terjadinya lapisan batuan baru di permukaan bumi yang berasal  dari  material-material  batuan hasil bongkaran.

Aktivitas manusia dalam penambangan bahan-bahan yang lain juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan permukaan bumi secara mencolok. 
 
Deposit minyak bumi yang terletak pada kedalaman 5 atau 6 kilometer dibawah permukaan bumi ditambang dengan pembuatan pompa-pompa. 
 
Aktifitas tambang merusak permukaan bumi
Pemerasan minyak bumi pada lapisan batuan dalam jumlah yang sangat besar dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada lapisan-lapisan batuan yang ada diatasnya. 
 
Penambangan emas, besi, tembaga, timah, bauksit, dan lain-lain, menyebabkan perombakan kerak bumi pada areal yang cukup luas. 
 
Batuan kapur yang oleh alam dibentuk ribuan tahun lamanya, dibongkar oleh manusia dalam waktu yang sangat singkat, yaitu untuk bahan mentah industri semen, usaha pembakaran kapur, pengerasan jalan, dan sebagainya.

Di kota-kota besar, manusia mendirikan bangunan-bangunan raksasa seperti pabrik dan gedung-gedung pencakar langit. Bangunan-bangunan ini memerlukan fondasi yang menerobos lapisan batuan yang cukup dalam. 
 
Disamping itu, untuk kepentingan transportasi manusia membangun jalan dengan membongkar bukit, menerobos gunung dan membuat terowongan-terowongan di bawah kota-kota besar atau bahkan dibawah dasar laut. 
 
Dalam situasi perang, manusia mempunyai aktivitas yang sangat merusak terhadap kerak bumi. Ledakan-ledakan roket, bom apalagi bom nuklir, akan mampu menghancurkan kerak bumi pada daerah yang sangat luas.

Untuk mememenuhi kebutuhan air dikota-kota besar, yaitu untuk keperluan rumah tangga dan industri, kadang-kadang menyebabkan terjadinya pemompaan air tanah secara berlebihan. 
 
Di kota-kota pantai, pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabakan terjadinya intrusi air laut yang semakin jauh ke darat.

Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang memberi warna yang sangat kompleks terhadap bentang alam ini. Limbah industri menyebabkan tanah, air dan atmosfer menjadi tercemar. 
 
Pengambilan terumbu karang di pantai dapat menyebabkan  aktivitas  abrasi semakin meningkat dan lain-lain. 
 
Aktivitas geologi oleh manusia nampaknya akan semakin intensif seiring dengan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya. 
 
Gaya eksogen yang diakibatkan oleh kreasi manusia ini oleh Sukandarrumidi (2014) disebut rekayasa antropogenik.

Minggu, Oktober 27

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Pembentukan Terumbu Karang dan Syarat Hidupnya

Anda tentu suka bermain ke pantai bukan?. Nah jika ke pantai yang ada terumbu karang tentu akan lebih asyik lagi. 

Terumbu karang merupakan endapan neritis yang sangat penting.Terumbu karang dibentuk oleh binatang koral.

Indonesia adalah negara yang berada di sabuk cincin terumbu karang dunia lho!. 

Oleh karenanya negeri kita banyak terdapat terumbu karang yang cantik-cantik memesona dari Sabang sampai Merauke. Tidak semua laut bisa ditumuhi terumbu karang, karena ada syaratnya.

Eh ngomong-ngomong nih, terumbu itu bukan masuk tumbuhan lho melainkan hewan. Hewan yang berasal dari mahluk spons. Baru tahu ya!

Syarat hidup binatang ini adalah suhu air laut yang lebih dari 18 derajat C dan kedalaman kurang dari 40 meter, air laut jernih dan kadar garamnya normal. Karena itu termbu karang ini hanya di jumpai di perairan laut tropis.

Binatang koral tidak dapat hidup dalam air tawar atau payau, oleh karena itu terumbu karang tidak di temukan dekat muara sungai. 

Daerah perairan yang sekitarnya terdapat vulkan aktif yang sering mengadakan eksplosi juga tidak ditemukan adanya terumbu-terumbu karang.


Jenis pula terumbu karang
Perluasan koloni terumbu karang terutama menuju ke jurusan laut terbuka. Hal ini disebabkan makanan  binatang  koral diperoleh dari siraman ketika laut terbuka mengalami pasang dan surut. 

Pada pantai yang stabil, tebal terumbu karang tidak akan lebih dari 40 meter.
Terumbu karang dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

1)    Karang pantai (fringing reef) adalah terumbu karang yang menempel pada  pantai. Lebarnya berkisar antara be erapa meter sampai 1 km.
2)    Karang penghalang (barrier reef) adalah termbu karang terbentuk pada jarak tertentu dari pantai.
3)    Atol, adalah sebuah pulau yang terdiri dari terumbu karang berbentuk gelang yang di bagian dalamnya berupa laguna yang pada  umumnya  dangkal. Mengenai terbentuknya atol ini Darwin berpendapat bahwa pada mulanya koral membentuk termbu karang, pantai yang melingkari sebuah pulau. Pulau tersebut kemudian tenggelam, sementara itu binatang koral terus membangun rumahnya terbentuklah atol.
4)    Karang papan (platform reef), adalah terumbu karang yang datar dan sejajar dengan permukaan air laut.

Minggu, Mei 19

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional

Teman-teman sekarang tinggal di daerah mana sih di Indonesia? Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua atau mana?. 

Tentu kamu punya kebudayaan masing-masing kan di daerahmu sendiri yang unik. Kali ini kita akan belajar tentang apa itu kebudayaan lokal dan apa itu kebudayaan nasional. 

Untuk memberikan gambaran yang utuh terhadap budaya atau kebudayaan nasional, maka perlu memahami terlebih dahulu konsepsi tentang budaya. 

Secara Etimologi, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. 

Dengan demikian budaya atau kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya, yang berarti daya dari budi. 

Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Adapun kebudayaan menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan kehidupan suatu masyarakat. Masyarakat adalah orang-orang yang hidup dan beraktivitas bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. 

Demikian juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya”.
Definisi Kebudayaan Lokal dan Nasional
Kebudayaan Indonesia adalah anugerah
Untuk memahami bagaimana kebudayaan lokal dan kebudayaan nasinal, berikut diuraikan masing-masing jenis kebudayaan.
1.    Budaya Lokal
Budaya lokal adalah budaya yang hidup dan berkembang di daerah- daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa yang tinggal di seluruh wilayah Indonesia. 


Beragamnya budaya lokal yang terdapat di seluruh wilayah Iindonesia menjadi khasanah dan kekayaan bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu budaya lokal akan terus dibiarkan dan dilestarikan oleh masing- masing daerah atau suku bangsa sesuai dengan kondisi lingkungan baik fisik maupun lingkungan sosialnya.

Sebagai contoh budaya lokal antara lain, masih adanya tradisi “Selametan” yang diadakan dalam menandai proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia pada Suku Bangsa Jawa. 


Hal ini terlihat pada acara selametan menandai masa kehamilan tujuh bulan yang disebut Mitoni atau Tingkepan, selamatan orang yang sudah meninggal dan sebagainya. 

Selain itu acara ritual “Garebeg Suro” dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan ritual “Ngaben” bagi masyarakat Suku Bangsa Bali adalah contoh dari budaya lokal yang terdapat di wilayah nusantara.

Kebudayaan Lokal Indonesia meliputi semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak dan sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan Indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. 


Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. 

Disamping itu, bagi pemerintah pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan.

2.    Budaya Nasional
Disamping budaya lokal, terdapat pula budaya nasional. Koentjaraningrat mengatakan bahwa ”kebudayaan nasional” adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga. 


Identitas budaya ini yang menandai keberadaan budaya nasional dan menjadi pembeda terhadap budaya nasional negara lain. 

Dengan demikian, budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini. 

Budaya ini sebagai suatu karya yang dibanggakan dan memiliki kekhasan dari bangsa Indonesia dan merupakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat.

Berdasarkan Pasal 32 UUD 1945 kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. 


Kebudayaan bangsa merupakan perwujudan dari Budaya Nasional yang secara abstrak tertuang dalam system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia. 

Sedangkan perwujudan konkret dari budaya nasional adalah cara berbahasa, cara berperilaku, cara berpakaian, dan sistem peralatan untuk menjalani hidupnya.

Sifat khas yang dimaksudkan di dalam kebudayaan nasional dapat dimanifestasikan pada unsur budaya bahasa, kesenian, pakaian, dan upacara ritual. Sedangkan unsur kebudayaan lain bersifat universal tidak dapat memunculkan ciri khas, seperti teknologi, ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan religi/agama. 


Kebudayaan nasional sesungguhnya dapat berupa sumbangan dari kebudayaan lokal. Dari sumbangan beberapa kebudayaan lokal yang tergabung menjadi satu ciri khas dan kemudian menjadi kebudayaan nasional.

Budaya nasional pada realitasnya dapat ditemukan dan terlihat dalam berbagai wujud. Koentjaraningrat (2004) dalam Bukunya yang berjudul “Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan”, membagi kebudayaan menjadi 4 wujud, antara lain:
a.    Artifak/benda-benda fisik, yaitu semua hasil karya manusia yang bersifat konkret dan dapat diraba/difoto.
b.    Sistem tingkah laku berupa tindakan berpola dari manusia yang merupakan penggambaran wujud tingkah laku manusia yang bersifat konkret, dapat difoto dan difilmkan.
c.    Sistem budaya yaitu sistem gagasan yang menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan yang berada dalam alam pikiran tiap individu, sifatnya abstrak, tidak dapat difoto dan difilmkan, hanya dapat diketahui dan dipahami.
d.    Sistem gagasan yang ideologis yang menentukan sifat dan corak pikiran, cara berpikir, serta tingkah laku manusia. 


Sumber: Modul Pengembangan Karir Guru

Senin, Mei 6

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Masalah Tata Kelola Maritim Indonesia

Halo gan, gimana nih udah tau kan kabar ada kapal laut Vietnam yang menabrak kapal perang RI di laut Natuna baru-baru ini. 

Aduh, gimana nih masa negara kita dikadalin gitu sih di perairan sendiri. Lalu kita harus gimana?. Apa kita tenggelamin aja kalau kata Bu Susi?. 

Tentang gak usah jauh-jauh dulu karena kita akan belajar tentang berbagai macam permasalahan tata kelola maritim Indonesia yang kompleks.

Tata kelola sumber daya kelautan di Indonesia hingga saat ini masih memiliki banyak permasalahan. 

Sebagai Negara maritim tentunya pemerintah harus berupaya meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan yang ada di Indonesia agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat. 

Isu strategis dan permasalahan umum yang menjadi kendala utama dalam mewujudkan kegiatan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia antara lain: 1) pengelolaan perikanan (fisheries management); 2) penegakan hukum (law enforcement); dan 3) pelaku usaha perikanan.

a.    Pengelolaan Perikanan (Fisheries Management)
 

Lemahnya sistem pengelolaan perikanan merupakan isu strategis dan masalah umum yang ada pada tata kelola perikanan di Indonesia. Indikasinya terlihat dari tidak meratanya tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah Indonesia. 

Contohnya untuk perikanan tangkap, banyak perairan laut di kawasan barat dan tengah Indonesia sudah menunjukkan gejala padat tangkap (overfishing). Sementara itu di kawasan timur Indonesia, tingkat pemanfaatan sumber daya ikan belum optimal atau masih underfishing. 

Dampak dari fenomena tersebut adalah adanya over exploitation di wilayah tangkapan tertentu. Nelayan umumnya menjadi miskin karena sulit mendapatkan ikan hasil tangkapan. 


Selain itu konflik antar nelayan juga sangat rawan terjadi. Di sisi lain daerah yang masih belum optimal tangkapan ikannya dibiarkan begitu saja dan banyak dimasuki oleh kapal nelayan illegal dari Negara lain. 
Peledakan kapal pencuri ikan di Indonesia
b.    Penegakan Hukum (Law Enforcement)
Kondisi penegakan hukum untuk sektor perikanan di Indonesia masih relatif belum terlalu kuat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini mengakibatkan kerugian Negara baik dari sisi ekonomi dan lingkungan, juga berdampak pada penegakan kedaulatan wilayah Negara sehingga rakyat Indonesia menjadi tidak berdaulat di negaranya sendiri. Contoh nyata adalah masih maraknya nelayan asing yang mencuri di perairan Indonesia dengan bebas.

c.    Pelaku Usaha Perikanan

Isu strategis lainnya adalah pelaku usaha perikanan yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan yang cukup handal tentang usaha perikanan yang berkelanjutan dan juga belum memiliki skala usaha yang layak. 


Akibatnya tidak sedikit pelaku usaha perikanan yang melakukan praktik usaha perikanan yang tidak berkelanjutan bahkan beberapa masih ada yang menggunakan alat tangkap atau bahan yang berbahaya bagi kelangsungan sumber daya ikan, lingkungan dan manusianya. 

Terlebih lagi ditambah dengan skala usaha ekonomi mereka yang belum layak, sehingga para pelaku usaha perikanan tersebut lebih cenderung untuk mengejar kuantitas produksi semata tanpa memperhatikan daya dukung ekosistemnya.
Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Rangkuman Geografi Kelas 11 Indonesia Poros Maritim Dunia

Sebagai negara yang terletak pada cross-position antara dua benua dan dua samudera maka Indonesia menawarkan pendekatan strategi kemaritiman berupa konsep Poros Maritim Dunia. 

Sejarah kemaritiman Indonesia membuktikan bahwa NKRI merupakan penjelmaan dari negara-bangsa maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit yang hidup pada adab ke 5 hingga pertengahan abad ke 14. 

Kesuksesan Sriwijaya dalam membangun ekspansi kekuasaan di Asia Tenggara dan Majapahit yang memiliki lima armada kapal perang terkuat pada zamannya menjadi sebuah titik balik sejarah kejayaan Indonesia di masa lampau.


Kejayaan tersebut akan coba dikembalikan kembali melalui sebuah cita-cita yaitu gagasan konsep Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. 


Fakta membuktikan bahwa 79% wilayah NKRI adalah lautan, 17.508 jumlah pulau, 99.000 km garis pantai dan 263 juta penduduk. Hal tersebut membuat Indonesia pantas menjadi poros kekuatan maritim dunia.

Kini melalui gagasan Presiden Joko Widodo, Indonesia tengah mewujudkan cita-cita tersebut menjadi poros maritim dunia. Poros maritim dunia yaitu sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan, perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada kemaritiman maritim. Ada lima pilar untuk mewujudkan gagasan Poros Maritim Dunia. 
Kronologi batas laut NKRI
1.    Budaya Maritim
Nilai jasa dan sumber daya laut Indonesia mencapai 2,5 triliun dollar Amerika tiap tahunnya. Artinya perairan Indonesia sangatlah potensial jika dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya. 


Hampir 40 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir dan pantai. Kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia kini ditentukan dengan tata kelola laut yang baik.

2.    Pengembangan Sumber Daya Laut
United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan perairan Indonesia merumakan rumah 76% terumbu karang dan 37% ikan karang dunia. Hasil laut Indonesia juga menyumbang 10% kebutuhan perikanan laut global. 


Komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan pangan terutama menempatkan nelayan sebagai tokoh atau pilar utama.

3.    Pembangunan Infrastruktur
Ribuan pulau di Indonesia terhubung oleh perairan dangkal maupun dalam. Kondisi ini harus didukung dengan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur yang handal. 


Hingga tahun 2018, Kementerian Perhubungan telah membangun dan mengembangkan 91 pelabuhan yang tersebar di 17 propinsi di Indonesia. 

Dari total 91 pelabuhan tersebut, 80 pelabuhan dibangun di wilayah timur dan 11 pelabuhan di dibangun di wilayah barat.

4.    Diplomasi Maritim
Diplomasi maritim dirancang agar mengurangi bahkan menghilangkan sumber konflik di wilayah perairan. Konflik perairan ini banyak dipicu oleh berbagai sebab seperti pencurian ikan, pelanggaran batas kedaulatan, sengketa wilayah, pembajakan hingga polusi. 


Diplomasi maritim dapat mempercepat penyelesaian sengketa perbatasan Indoneisa dengan 10 negara tetangga, menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dan mengamankan sumber daya alam di dalamnya.

5.    Pertahanan Maritim
Dibutuhkan armada militer yang kuat untuk menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas ini. Jika tidak didukung dengan pertahanan yang baik maka berbagai ancaman terus mengintai mulai dari pencurian ikan, narkoba, perdagangan manusia hingga adanya mata-mata asing.


Baca juga: Kunci ervaluasi erlangga bab dinamika biosfer 

Minggu, Mei 5

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca.

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda.

Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri.

Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur.

Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian.

Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya.

Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi.

1. Megaterm
Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia.

Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

2. Xerofita
Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah  hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid.

Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta.

3. Mesoterm
Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat.

Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm
Hutan pinus yang sejuk
4. Miroterm
Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus.

5. Hekistoterm
Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan.

Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.

Jumat, Mei 3

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Bioma taiga dominan berlokasi di wilayah antara subtropik dan daerah kutub seperti di Semenanjung Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. 

Bioma taiga bisa ditemukan juga pada wilayah pegunungan tinggi beriklim dingin. Bioma taiga merupakan bioma terluas di dunia dan hanya didominasi satu spesies pohon.

Ciri-Ciri Ekosistem Bioma Taiga
a. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Di musim panas suhu sangat tinggi sebaliknya di musim dingin suhu sangat rendah.
b. Pertumbuhan terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Flora Ekosistem Taiga
Karena keadaannya khusus ini mak ajenis vegetasi yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada bioma taiga adalah hanya tumbuhan tertentu saja. 

Oleh sebab itulah jenis vegetasi di hutan taiga tidak begitu banyak seperti halnya di hutan tropik. Ciri hutan taiga lainnya adalah vegetasi mengelompok dengan jenis yang sama.

Jenis tumbuhan yang hidup di hutan taiga adalah pohon jarum penghasil bahan kertas, korek api dan lainnya seperti konifer, spruce, alder, birch, juniper, cemara dll. 

Wilayah hutan tundra dan taiga dipisahkan garis yang dikenal sebagai batas pohon.
Hutan taiga di Siberia
Fauna Ekosistem Taiga
Dikarenakan jenis vegetasi yang merupakan produsen pada bioma ini minim maka jenis hewan yang mampu beradaptasi dengan bioma ini sedikit. 

Binatang khas taiga adalah moose dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten. 

Selain itu pada bioma taiga juga banyak burung yang senang bermigrasi saat musim gugur dan dingin.

Pada musim dingin beberapa hewan seperti bajing, beruang dan serangga tidur berhibernasi cukup lama. 

Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis sementara burung pemakan biji mencari biji konifer. 

Hewan seperti moose dan caribou tetap bertahan hidup. Lynx atau kucing buas dari Amerika Utara dan ajak berburu kelinci di hutan konifer sepanjang tahu.

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang