Guru Geografi: Materi Kelas 12 - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 8

Klasifikasi Region: Generic, Specific, Uniform, Nodal

Klasifikasi Region: Generic, Specific, Uniform, Nodal

Ada beberapa istilah wilayah yang memiliki pengertian sama seperti kabupaten, kota, propinsi, desa dan lainnya. Semuanya mengandung makna wilayah dan masyarakat Indonesia secara umum mungkin bisa memahami sekilas.

Wilayah atau region merupakan bagian dari permukaan bumi yang mempunyai persamaan-persamaan tertentu, yang dapat dibedakan dari wilayah sekitarnya. Semula penggolongan wilayah hanya didasarkan pada ciri-ciri alamiah saja (natural feature), kemudian ditambah dengan suatu kenampakan tunggal (single feature), seperti iklim, topografi, vegetasi, morfologi, dan lain-lainnya

Geographical Association (1937) mengklasifikasikan wilayah menjadi generic, specific, uniform dan nodal.

a. Generic Region yaitu penggolongan wilayah menurut jenisnya yang menekankan pada jenis wilayah, seperti iklim, topografi, vegetasi, dan fisiografi. Misalnya wilayah vegetasi, dalam hal ini lebih ditekankan kepada jenis perwilayahannya saja. Contoh bioma taiga, bioma stepa, bioma hutan hujan.

b. Specific Region yaitu merupakan wilayah tunggal, yang mempunyai ciri-ciri geografis tertentu/khusus terutama yang ditentukan oleh lokasi absolut dan lokasi relatifnya. 

Misalnya: 
(a) Wilayah Asia Tenggara merupakan wilayah tunggal yang mempunyai karakteristik geografis khusus, seperti lokasi, penduduk, bahasa, tradisi, iklim, dan lain-lainnya; 
(b) Wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB), merupakan wilayah tunggal dan mempunyai ciri khusus yaitu lokasinya di Indonesia bagian barat yang dibatasi oleh waktu, berdasarkan garis bujur serta pertimbangan politis, sosial, ekonomi, aktivitas penduduk, dan budaya.

c. Uniform Region merupakan suatu wilayah yang didasarkan atas keseragaman atau kesamaan dalam kriteria-kriteria tertentu. Contoh: wilayah pertanian yang mempunyai kesamaan yakni adanya unsur petani dan lahan pertanian, dan kesamaan itu menjadi sifat yang dimiliki oleh unsur-unsur yang
membentuk wilayah (Bintarto dan Surastopo, 1979).

d. Nodal Region merupakan suatu wilayah yang diatur beberapa pusat-pusat kegiatan yang saling dihubungkan oleh jalur transportasi antara satu dengan yang lainnya. Contohnya kota Jakarta yang menjadi ibukota negara memiliki beberapa pusat kegiatan mulai dari pemerintahan, grosir, pelabuhan, CBD yang satu sama lain terkoneksi jaringan transportasi massa.
Jakarta memiliki unit-unit kegiatan yang terkoneksi satu sama lain

Rabu, April 21

Contoh Perbedaan Wilayah Formal dan Fungsional

Contoh Perbedaan Wilayah Formal dan Fungsional

Wilayah formal dan wilayah fungsional adalah salah satu konsep dalam memahami region di permukaan bumi. Region atau wilayah secara umum didefinisikan sebagai suatu area yang lebih besar dari satu unit kota yang memiliki karakteristik fisik atau budaya tertentu.

Wilayah kadang disebut juga sebagai "dunia dalam dunia" karena geografer akan mencoba membagi dan menilai sebuah area di permukaan bumi lalu melihat ciri utama area tersebut.

Dalam geografi dikenal tiga istilah wilayah yaitu wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah vernakular. Kita akan coba ulas seperti apa letak perbedaan ketiganya.

Wilayah formal sering juga disebut wilayah homogen (uniform) karena memiliki karakteristik spesifik sehingga dapat dibedakan dengan wilayah lain. Contoh wilayah formal paling mudah adalah wilayah pertanian padi, karena dapat diidentifikasi dari banyaknya kenampakan sawah berwarna hijau.

Contoh lainnya adalah Korea Selatan adalah wilayah formal (dalam arti wilayah politik) karena dengan mudah dapat diidetifikasi di peta dan memiliki kultur sejenis yaitu Korea. Dataran Tinggi Dieng adalah wilayah homogen karena dapat diidentifikasi dari kenampakan fisik berupa plato dan perbukitan.
Gurun pasir gersang dan tandus
Contoh lainnya adalah wilayah gurun yang dapat terlihat dari kenampakan gundukan-gundukan pasir yang gersang, beda dengan wilayah hutan konifer misalnya. Wilayah pedesaan juga dapat disebut wilayah formal dari kenampakan fisik pertanian dan budaya masyarakatnya yang tradisional.

Jadi gampang adalah ketika kita diminta memberikan contoh wilayah fungsional maka coba cari satu area yang secara fisik dapat terlihat jelas punya karakter yang bisa dibedakan jelas dengan area lain. Hanya satu faktor fisik/budaya saja kita bisa membedakan jenis area tersebut. 

Wilayah fungional atau wilayah nodal dicirikan dari adanya kegiatan sosial dan ekonomi yang saling terkoneksi satu sama lain karena adanya jaringan transportasi. Contoh wilayah fungsional adalah Jabodetabek yang terdiri atas beberapa pusat kegiatan didalamnya yang saling terkoneksi dalam jaringan transportasi.

Wilayah fungsional memiliki tingkat mobilitas tinggi sehingga akan berdampak pada pertumbuhan titik-titik atau nodal di lokasi sekitarnya karena nodal inti memiliki kapasitas terbatas untuk menampung manusia.

Intinya wilayah fungsional itu memiliki beberapa kegiatan didalamnya bukan hanya satu. Contoh lain wilayah fungsional adalah wilayah perdagangan, wilayah konservasi. Wilayah perdagangan terdiri dari beberapa aktivitas bisa perdagangan elektronik, otomotif, bahan pangan, bursa saham dll. Wilayah konservasi bisa terdiri atas konservasi flora, konservasi fauna dan konservasi lingkungan.

Wilayah vernakular atau persepsional adalah wilayah yang muncul dari persepsi atau pemikiran banyak orang. Contohnya adalah jika kamu bertemu seseorang mungkin kamu akan bertanya "kamu orang timur ya?"
 
Nah kata "timur" ini adalah persepsi mungkin karena logat dia dari Makassar, Ambon atau Flores dll. Tapi kita tidak tau batas wilayah timur itu di sebelah mana pastinya. Contoh lainnya adalah Bogor kota hujan, dan semua orang pasti paham kalau disebut kota hujan dari dahulu karena memang wilayah ini sering hujan dibanding wilayah lain.

Minggu, Januari 10

Ciri, Pengertian dan Contoh Negara Berkembang

Ciri, Pengertian dan Contoh Negara Berkembang

Bumi ini terdiri dari beberapa negara secara geopolitik dan tersebar di 5 benua mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia.
 
Tidak semua negara memiliki perkembangan yang sama, ada negara yang dikategorikan negara maju dan ada yang dikategorikan negara berkembang.
 
Kemajuan pembangunan suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran aktif pemerintah dan penduduknya. Perpaduan sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat penting bagi terlaksananya pembangunan di sebuah negara.
 
Negara berkembang adalah sebutan bagi sebuah negara dengan rata-rata tingkat pendapatan rendah, infrastruktur, relatif terbelakang dan indeks pembangunan manusia yang di bawah rata-rata global.
 
Istilah negara berkembang adalah bahasa halus dari Negara Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada masa perang dingin.
 
Keberhasilan pembangunan suatu negara dapat dijadikan acuan untuk menentukan suatu negara dikatakan maju atau berkembang.
 
Pemukiman kumuh negara berkembang

Ciri-ciri negara berkembang bisa dilihat berikut:
1. angka kelahiran masih tinggi.
2. tingkat pendidikan mayoritaspenduduk masih rendah
3. pengangguran tinggi
4. usia harapan hidup rendah
5. pendapatan per kapita di bawah rata-rata global
6. indeks pembangunan manusia rendah
7. sarana transportasi dan komunikasi masih rendah
8. pelayanan sosial dan kesehatan kurang memadai
9. kegiatan ekonomi agraris (primer) medominasi dibanding industri dan jasa
10. angka kematian tinggi
11. urbanisasi tinggi
12. pemukiman kumuh merjalela di pinggiran kota
13. masih percaya takhayul
14. tingkat korupsi tinggi
15. birokrasi berbelit-belit

Kita akan lihat 3 aspek kehidupan terkait negara berkembang yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
1. Pendidikan
Di negara berkembang, perkembangan fasilitas pendidikan yang baik hanya ditemukan di wilayah perkotaan sementara di wilayah pedesaan sebaliknya. Kurangnya lembaga pendidikan dan biaya pendidikan yang mahal membuat tingkat literasi penduduk di bawah 50%.
 
Angka putus sekolah tinggi menyebabkan tingkat pendidikan formal penduduk negara berkembang semakin rendah. Pendidikan adalah aset utama pembangunan masyarakat, sehingga jika akses pendidikan terhambat dan tidak merata maka pembangunan akan lambat dan tertinggal jauh dari negara maju.

2. Kesehatan
Di negara berkembang, akses rumah sakit berstandar nasional hanya didapatkan di perkotaan. Persebaran wabah penyakit, kesadaran kesehatan rendah dan kemiskinan menyebabkan angka harapan hidup penduduk negara berkembang di bawah 60 tahun.
 
Kondisi sanitasi juga masih buruk di beberapa wilayah terutama pedesaan dan perkotaan pinggiran. Angka kematian bayi juga masih banyak ditemukan di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan dan terisolir.
GDP Indonesia masa ke masa
3. Ekonomi
Salah satu indikator mengukur maju tidaknya ekonomi negara adalah dengan Gross Domestic Product (GDP) Pendapatan Perkapita yang merupakan angka rata-rata pendapatan yang diterima masyarakat dalam satu tahun.

GDP suatu negara diukur dari total penerimaan produksi barang dan jasa per tahun. Besaran GDP menggambarkan kesejahteraan ekonomi suatu negara. GDP Indonesia masih berada di bawah Malaysia di ASEAN yaitu di angka 3.500 US Dollar. Ini adalah angka rata-rata.

Amerika Serikat memiliki GDP hampir 40.000 US Dollar, sangat jauh bukan?. Jadi sektor produksi masyarakat harus ditingkatkan untuk menaikan GDP.

Selain itu mayoritas penduduk di negara berkembang bekerja di sektor primer seperti pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya. Sektor industri berkembang tapi masih belum begitu tinggi. 

Negara berkembang perlu meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor sekunder, tersier dan kuartener untuk menghadapi persaingan global dengan negara-negara yang sudah mapan. Layanan jasa kini menjadi ekosistem ekonomi dunia yang tumbuh semakin pesar seiring meningkatknya teknologi informasi dan komunikasi.

Contoh negara kategori berkembang di dunia adalah Indonesia, Vietnam, Thailand, Mesir, Brasil, Cile, Filipina dan Myanmar.

Kamis, September 3

Perbedaan Karakteristik Desa dan Kota

Perbedaan Karakteristik Desa dan Kota

Desa dan kota adalah dua wilayah yang sama-sama merupakan hasil perwujudan aktivitas manusia di permukaan bumi.

Desa dan kota memiliki fungsi masing-masing dan saling melengkapi satu sama lain. Indonesia dibangun dari ribuan desa yang tersebar dari Aceh sampai Papua.

Untuk dapat memahami krakteristik desa, tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik kota sebagai pembandingnya.

Karakteristik desa adalah sesuatu yang melekat pada unsur-unsur desa yang  merupakan ciri khusus yang membedakannya dengan daerah kota.

Karakteristik desa dapat dipandang dari berbagai aspek kehidupan masyarakat serta dari aspek fisiknya.

Baca juga: Pengertian kota menurut ahli geografi
Perbedaan desa dan kota

Menurut Direktorat Jendral Pembangunan Desa, suatu wilayah disebut desa apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar;
b.    Lapangan kerja yang dominan adalah agraris;
c.    Hubungan kekerabatan kuat;
d.    Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh pada tradisi yang berlaku;
e.    Gotong royong kuat;
f.    Hubungan antar warga akrab;

Bagaimana dengan ciri-ciri kota?. Hal ini dapat dilihat dari ciri fisik dan ciri sosialnya sebagai berikut:
1)    Terdapatnya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan,super market,pusat perdagangan;
2)    Terdapatnya pusat-pusat kegiatan, sehingga banyak tempat parkir;
3)    Tempat rekreasi dan olah raga;
4)    Pelapisan sosial ekonomi yang tajam;
5)    Sifat individualistik;
6)    Adanya heterogenitas kehidupan;
7)    Hubungan bersifat kepentingan;
8)    Adanya    segregasi    keruangan,    sehingga    dapat    menimbulkan pengelompokan. 

Ciri-ciri tersebut, baik yang menyangkut daerah perdesaan maupun perkotaan hanya sebagai gambaran umum, yang setiap saat dapat berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan baik secara fisik maupun masyarakatnya.

Dibawah ini merupakan perbedaan kualitatif dan kuantitatif anatara desa dan kota yang tersaji dalam bentuk tabel.  
 
Perbandingan desa dan kota

Selasa, Juli 28

Aplikasi Proyeksi Peta Online

Aplikasi Proyeksi Peta Online

Halo kawan-kawan kali ini saya akan berikan contoh media geografi yang bisa dimanfaatkan di kelas secara online khususnya tentang proyeksi peta. Sebelumnya saya bahas sedikit dulu tentang konsep proyeksi peta.

Proyeksi peta adalah suatu teknik memindahkan bidang lengkung bumi ke bidang datar dengan distrosi sekecil mungkin.

Analoginya adalah bayangkan kamu sedang mengupas kulit jeruk kemudian kulit jeruk tadi kamu susun diatas meja, pastinya tidak mungkin menjadi segi empat kan?.

Ada sobekan atau distorsi karena luas kulit jeruk dalam bentuk bulat berbeda jika dibentangkan seperti meja.

Maka dari itu dibutuhkan suatu teknik matematika yaitu proyeksi untuk mengurangi kesalahan atua menambal sobekan-sobekan tadi. Ingat syarat peta yang baik ada 3 yaitu conform, ekuivalen dan ekuidistant.

Conform artinya sama bentuk, ekuivalen sama luas, ekuidistant sama jarak. Untuk menjaga ketiga aspek tersebut maka dibutuhkan teknik proyeksi tadi.

Apakah kamu pernah melihat peta di kelas lalau perhatikan pulau Greenland menjadi sangat luas di utara?. Memangnya pulau Greenland seluas itu sebenarnya?.

Lihat gambar di bawah ini yang menunjukkan salah satu peta dengan sistem proyeksi mercator silindris. Kelihatan kan bentuk negara asli dan di peta berbeda (khusus di lintang sedang)?.
Contoh proyeksi mercator
Itu adalah dampak dari pemilihan salah satu jenis proyeksi yaitu proyeksi mercator dimana ukuran luas daerah di bagian utara dan selatan melebar, sementara di khatulistiwa tetap.

Saya menemukan satu website yang bisa digunakan di kelas untuk mempraktikkan contoh-contoh proyeksi peta. Silahkan cek di web berikut >>> Aplikasi Proyeksi Online

Minggu, Juli 19

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Tujuan dan Manfaat Pewilayahan

Pewilayahan atau regionalisasi adalah cara mengelompokkan suatu unit wilayah yang memiliki unsur-unsur yang sama.

Lokasi, tempat di ruang permukaan bumi ini sangat banyak dan tersebar tidak merata, oleh sebab itu diperlukan suatu klasifikasi untuk memudahkan kita mengenali wilayah-wilayah tersebut beserta cirinya.

Regionalisasi dilakukan pada dasarnya untuk menyederhanakan wilayah-wilayah yang ada di permukaan bumi sehingga kita mudah mengenalinya.

Adanya kesamaan ciri karakteristik fisik misalnya akan memudahkan kita untuk memahami wilayah tersebut.

Contoh sederhana adalah pewilayahan bioma di bumi. Ada 7 bioma yang kita kenal seperti hutan hujan, hutan gugur, taiga, sabana, stepa dan tundra.

Untuk menentukan batas wilayah tersebut maka kita akan melihat vegetasi dominan yang ada di wilayah tersebut.

Wilayah hutan hujan tentu akan didominasi pohon kanopi lebat yang hijau sementara tundra akan didominasi tutupan es dengan sedikit vegetasi. Itulah contoh bagaimana pewilayahan di bumi digunakan oleh seorang geograf.

Selain itu pewilayahan sangat erat dengan kepentingan masing-masing geografi. Jika yang bersangkutan adalah fokus ke ekonomi maka tentu akan menentukan indikator ekonomi sebagai pembatas pewilayahannya.
Pewilayahan wilayah waktu di dunia

Kalau yang bersangkutan ahli biogeografi tentu indikator yang digunakan adalah flora fauna di wilayah tersebut. Jadi semuanya bersifat subjektif.

Di masa pembangunan Indonesia setelah kemerdekaan, wilayah Indonesia dibagi menjadi beberapa zona dengan satu pusat pertumbuhan dan wilayah pembangungan.

Pewilayahan tersebut pada dasarnya menunjukkan ketimpangan antar wilayah dalam hal demografi, sumber daya, pendapatan, pengangguran, migrasi, polarisasi dan lainnya.

Selain memudahkan pembangunan, tujuan pewilayahan diantaranya adalah:
1. membantu mengelompokan unit wilayah berdsarkan kriteria tertentu.
2. membantu menyusun strategi tata ruang di masa depan.
3. memisahkan wilayah yang tidak berkembang dan berkembang pesat.
4. mengetahui wilayah rawan bencana ringan hingga berat.

Semakin pesat peradaban manusia membuat ruang permukaan bumi semakin berubah karena campur tangan manusia. Kini manusia dapat dengan mudah membuat wilayah sendiri dengan cara reklamasi pantai misalnya.

Pewilayahan pada dasarnya dapat membantu manusia mengelola ruang sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, namun yang terjadi seringkali wilayah semakin maju secara ekonomi namun mengalami degradasi secara ekologi. Akibatnya bencana hidrometeorologi sering melanda wilayah-wilayah yang dimodifikasi manusia.

Inilah tantangan bagi manusia agar pengelolaaan wilayah hendakanya memadukan aspek ekologi dan ekonomi agar tidak terjadi kerusakan dan kerugian bagi manusia dan mahluk hidup lain di dalamnya. 

Baca juga: Soal Ulangan Pewilayahan + Kunci

Kamis, Juli 16

Definisi, Contoh Wilayah Fungsional/Nodal

Definisi, Contoh Wilayah Fungsional/Nodal

Wilayah fungsional adalah konsep wilayah sebagai suatu sistem yang menekankan pada perbedaan dua komponen wilayah yang terpisah berdasarkan fungsinya.

Setiap unit wilayah punya potensi masing-masing dan memberikan fungsi baik untuk wilayah tersebut maupun wilayah lain disekitarnya terutama.

Artinya wilayah dilihat dalam aspek fungsi dan biasanya memiliki batas-batas tertentu. Konsep wilayah fungsional terdiri dari dua hal.

1. Konsep wilayah sederhana (dikotomis)
Konsep wilayah dikotomis mengacu pada wilayah yang bertumpu pada sistem kebergantungan atau keterkaitan antara dua bagian wilayah. Contoh konsep wilayah sistem sederhana adalah konsep nodal region (hubungan pusat dengan hinterland), kawasan perkotaan-perdesaan, dan kawasan budidaya-lindung.

Konsep wilayah nodal memandang dalam suatu wilayah sebagai suatu "sel hidup" sehingga memiliki plasma dan inti. Inti wilayah berperan sebagai pusat ekonomi/bisnis, pusat pelayanan terhadap daerah hinterland, pasar bagi komoditas pertanian dan industri/lokasi pusat industri.

Sementara itu kota satelit atau hinterland bertugas sebagai pemasok bahan baku, mentah, tenaga kerja di wilayah perkotaan (inti). Melalui urbanisasi, semua komponen pemasok bergerak ke kutub pertumbuhan. Plasma dan inti wilayah mengalami hubungan secara fungsional.
Desa secara fungsional adalah penyokong kota
2. Konsep wilayah sistem kompleks (nondikotomis)
Konsep wilayah sistem kompleks menggambarkan interaksi wilayah sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen-komponen bersifat kompleks.

Kompleksitas ini ditunjukkan dengan banyaknya jumlah dan jenis komponen yang ada serta keragaman bentuk hubungan antar komponen. Wilayah sistem kompleks dapat dibagi berdasarkan hal berikut ini:
- Sistem ekologi seperti DAS, pesisir dan hutan.
- Sistem ekonomi seperti kawasan produksi dan kawasan industri.
- Sistem sosial seperti kawasan adat dan wilayah etnik.
- Sistem gabungan dari dua atau lebih sistem.

Baca juga: Tujuan Pewilayahan
Kaitan Wilayah Pewilayahan dan Tata Ruang

Kaitan Wilayah Pewilayahan dan Tata Ruang

Geografi adalah ilmu yang mempelajari fenomena dalam suatu ruang. Ruang yang mana yang dimaksud?. Tentu ruang permukaan bumi, jadi batasan ruang geografi adalah bumi sebagai planet.

Dalam geografi ruang didefinisikan sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk hidup lainnya melakukan kegiatan untuk memenuhi kebuthan hidupnya.

Dalam ruang bumi ini juga terjadi berbagai interaksi baik antara komponen fisik maupun sosial. Setiap ruang memiliki fenomena berbeda-beda.

Konsep region atau wilayah ini sangat penting dalam geografi karena menjadi sarana ahli geografi dan merupakan unit studi dasar dalam geografi deskriptif. Pada akhirnya kita akan mencoba menganalisa perbedaan antar wilayah dan dianalisa lebih dalam.

Konsep wilayah berawal di abad ke 19 saat Paul Vidal de la Blache (ahli geografi Perancis) mempelajari bagaimana alam dan lingkungan menentukan suatu batasan geografi dan memengaruhi aspek sosial dan politik suatu daerah.

Hasil pengamatannya berada di daerah homogen kecil di Perancis yang memiliki sistem pertanian yang dipengaruhi persediaan tanah dan pasokan air.

Wilayah homogen ini kemudian berinteraksi satu sama lain dan fenomena inilah yang menjadi tujuan dasar geografi menurutnya.

Konswp wilayah dan pewilayahan sangat penting bagi geografi atau perencana kota agar pembangunan sesuai dengan karakter wilayah tersebut. Tujuan mempelajari konsep wilayah dan pewilayahan adalah untuk mengetahui karakter dari tiap-tiap wilayah melalui pemahaman tentang berbagai fenomena geografi, interaksi biotik dan abiotik, serta realitas, seperti hubungan sosial dan budaya, kondisi ekonomi dan politik sehingga permukaan bumi secara keseluruhan dapat dipahami.

Setiap wilayah pada dasarnya memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pusat pertumbuhan. Coba lihat kota Dubai di Uni Emirat Arab, siapa yang menyangka bahwa sedekade lalu kota modern tersebut adalah gurun pasir gersang tak bertuan.

Kini wilayah gurun pasir tersebut disulap menjadi sebuah kota modern terbaik di dunia dengan ratusan gedung pencakar langit dan fasilitas modern nomor wahid di dalamnya. Itulah mengapa kita penting mempelajari wilayah agar pemimpin mampu mengelola ruang tersebut sehingga dapat ditinggali manusia dengan nyaman.
Kota Dubai dahulu adalah gurun pasir gersang

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang