News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 25

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Produk dari inderaja adalah citra yang kemudian akan diinterpretasi oleh ahlinya. Bentang budaya adalah salah satu contoh fenomena yang harus diinterpretasi dalam inderaja. 

Bentang budaya adalah bangunan yang dibuat oleh manusia. Identifikasi bentang budaya pada citra diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Bangunan
Dapat dikenali melalui bentuk, ukuran dan bayangan yang muncul di citra. Pada citra, rumah akan terlihat berukuran kecil dengan pola kotak-kotak,warna genteng oranye atua merah, gedung sekolah akan relatif memanjang berbentuk persegi panjang.

 Bandara akan terlihat lebih luas dengan landasan pacu yang terlihat memanjang. Menara akan terlihat jelas jika terdapat bayangan (citra miring).

b. Jalan
Dapat dikenali dengan warna yang agak kelabu dengan bentuk memanjang dan seragam. Jalan tol terlihat lebih lebar dibanding jalan raya kota. Jalan kereta api akan lebih gelap dengan lebar sempit dan lurus. 

c. Pertanian
Persawahan akan terlihat dengan bentuk yang terpola seperti kotak-kota dengan warna hijau muda (jika diambil pada saat musim tanam). Kebun sawit akan terlihat berpola seragam dengan tajuk seperti bintang dari atas. 

Perkbunan teh akan terlihat berwarna hijau seragam dan luas dengan situs pegunungan. Tambak ikan akan terlihat berbentuk kotak-kota dengan warna agak gelap.
Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja
Contoh kenampakan pelabuhan dalam citra inderaja
d. Perumahan
Perumahan akan terlihat memiliki pola relatif seragam, ukuran sama dan bergerombol. 

e. Perkantoran
Gedung perkantoran akan terlihat beragam tapi relatif memanjang, kotak atau bulat dari atas. Selain itu disekitarnya biasanya ada taman atau jalan raya.

f. Terowongan
Dapat dikenalai dengan bentuk memanjang, lebar seragam dan memotong jalan raya atau rel kereta api.

g. Waduk
Waduk khususnya buatan dapat terlihat dari adanya pintu air yang terlihat lurus dan adanya gedung pengatur kontrol air.

h. Jembatan
Jembatan dapat dikenali dengan bentuk memanjang di atas lembah, sungai dan memotong jalan atau rel kereta.

i. Landasan pacu
Landasan pacu pesawat terbang dapat dilihat dari lebar seragam dan panjang dengan rona kelabu. Selain itu terdapat bangunan terminal di sekitarnya.

j. Pelabuhan
Pelabuhan dapat dikenali karena situsnya dekat laut dengan asosiasi kapal-kapal di sekitarnya. Bisa juga terdapat deretan peti kemas berbentuk kotak kecil memanjang.

Itulah beberapa contoh bentang budaya yang bisa terekam citra beserta ciri yang nampak didalamnya. 
Gambar: disini

Selasa, November 14

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Jakarta merupakan kota metropolitan terbesar saat Indonesia dan menjadi ibukota negara. Seperti apa sejarah tata ruang kota Jakarta dari masa lalu hingga sekarang?. 

Kota Jakarta dahulu bernama Batavia sampai perang dunia kedua. Pada zaman VOC di muara Ciliwung, orang-orang Belanda mendirikan benteng untuk menahan serangan-serangan musuh setempat atau kompeni lain. 

Benteng tersebut dinamai Batavia untuk menghormati nenek moyang bangsa Belanda yaitu suku Bataven. Sebelum kedatangan belanda ke Indonesia, pelabuhan disana bernama Sunda Kelapa dan kemudian berubah menjadi Jayakarta yang pada tahun 1596 sudah dipimpin seorang adipati.

Sebagai pusat perdagangan Asia Tenggara, Batavia maju pesat hingga disaingi oleh Singapura buatan Raffles. Oleh sebab itu Batavia dijuluki Ratu Negeri Timur. Di Tahun 1673, populasi Jakarta mencapai 32.000 jiwa (padahal kota Frankfurt dan Main di Jerman masih 19.000 saat itu). 

Kemudian pada tahun 1830 tumbuh menjadi dua kali lipat, dan menjelang abad ke 19 penduudk Batavia sudah mencapai 115.000 jiwa.

Sejarah kota Batavia sejak dibukanya Weltevreden dijelaskan Wirjomantono yaitu: Daerah baru ini semula berpusat di lapangan Monas kemudian meluas ke arah Menteng dan Gondangdia. 

Sejak tahun 1797 pusat pemerintahan ada di kawasan Monas hingga sekarang. Selepas masa Daendels, gubernur jenderal van der Capellen (1820) menempati gedung istana Merdeka sekarang.
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Pelabuhan Batavia abad ke 17
Perluasan kota mula-mula meliputi garden city yaitu gondangida baru dan menteng. Antara tahun 1860-1875 Batavia telah meluas meliputi kawasan dari pelabuhan Amsterdam (Tanjung Priuk) sampai Jatinegara (Meester Cornelis). 

Di masa lalu itu dari Gambir dibangun jalur kereta api menuju Bogor dan selesai pada akhir abad 18. Jalur kereta api sangat membantu pertumbuhan Jakarta ke arah timur di awal abad ke 20. 

Stasiun-stasiun kemudian ditambah untuk mendukung ekonomi lewat Pasar Senen, Pasar Manggarai dan Pasar Jatinegara.

Istana untuk gubernur jenderal dibereskan pada 1912 meski tidak ditinggali karena lebih banyak yang tinggal di istana Bogor. Istana Jakarta lebih dikhususkan untuk pertemuan penting dengan Volkstraad dan penerimaan tamu negara.

Untuk meramaikan Batavia sebagai kota perdagangan, dibuka bagian kawasan Glodok untuk Pecinan sementa sebagai ciri kota internasional baru maka diramaikan pula kawasan disekitar stasiun Gambir dan dibuka kawasan Pintu besar.

Perkembangan kota dari Batavia ke Jakarta tidak bisa dilepaskan dari peran perkembangan kawasan Gunung Sahari. Kedua hal ini memberikan pengertian baru bagi pasar tradisional Jawa mingguan yang didukung oleh deretan pertokoan yang rutin menjual kebutuhan sehari-hari dan kelontong.

Setelah Indonesia merdeka, di kawasan Merdeka Selatan sejak tahun 1960 dibangun gedung-gedung baru seperti gedung kedutaan Amerika dan Bank Indonesia di Jalan Thamrin. 

Soekarno lalu memerintahkan pendirian Monumen Nasional dengan bentuk kombinasi lingga yoni dengan tinggi melebihi menara Eiffel. Konsep tersebut mengandung makan simbolik persatuan kekuatan dasar dualistik untuk bangsa Indonesia merdeka.

Selepas kemerdekaan dan ibukota kembali ke Jakarta (sempat pindah ke Yogyakarta), dibangunlah kota Kebayoran Baru. Dalam waktu relatif singkat, kota-kota luar ini menyatu dengan Jakarta Raya. 

Pada 1948 populasi Jakarta masih 1.740.252 jiwa dan pada 1963 menjadi 3.100.000 dan terus meningkat sampai sensus 1980 mencatat angka 6.503.449 (11.023 jiwa per km persegi).
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Proyek MRT di kota Jakarta saat ini
Sebuah gagasan pada tahun 1953 memproyeksikan luas kota menjadi 162 km persegi yang akan dibatasi oleh lingkaran jalan merangkap batas perluasan kota. Sejak 1959 perkembangan Jakarta menjadi bagian dari politik mercusuar dimana Indnoesia dijadikan pusat The New Emerging Forces.

Peristiwa G 30 S PKI tahun 1965 hanya mampu menghentikan sementara pengembangan tata ruang ibukota ini. Lau di era orde baru 1965-1985 rencan Induk pengembangan Jakarta dibuat. 

Bentuk dan arah perkembangannya ditentukan agar mekarnya seimbang ke segala arah dengan titik pusat Tugu Nasional di Medan Merdeka. Radius pancarnya semula 15 km kemudian diperpanjang menjadi 50 km sehingga mencakup Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. 

Konsep ini yang sekarang menjadi Megapolitan Jabodetabek. Perkembangan tata ruang Jakarta ini terus berlanjut hingga sekarang. Perluasannya kini sudah mencapai Cikarang di timur, di barat sudah mencapai Maja dan di selatan sudah menuju ke arah Sukabumi. 

Baca juga: Konsep trickle down effect
Gambar: disini,disini

Rabu, November 1

Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons

Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons

Masyarakat pedesaan merupakan suatu komunitas yang sangat jauh dari kesan modern dan cenderung lebih tradisional. 

Seorang ahli sosiologi Talcot Parsons menjelaskan bahwa masyarakat desa sebagai masyarakat gemeinshcaft memiliki karkateristik sebagai berikut:

a. Afektifitas adah kaitannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan dan kemesraan. Perwujudan dalam sikap dan perbuatan tolong-menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini  merupakan konsekuensi dari afektifitas yaitu mementingkan kepentingan bersama, tidak suka menonjolkan diri tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, initnya semua harus menunjukkan keseragaman perasaan.

c. Partikularisme pada dasarnya merupakan semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atua daerah tertentu. Perasaan subjektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.

d. Askripsi yaitu hubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja namun merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturuan.

e. Kekabaran merupakan sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian di atas, Parson dapat melihat desa yang masih murni tanpa ada campur tangan pengaruh dari luar atau globalisasi.
Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons
Bertani adalah ciri khas pedesaan
Masyarakat pedesaan memiliki sifat yang kaku tapi sangat ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, namun asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.

Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti petani yang menyiapkan bahan pangan, tenaga kerja kasar dan lainnya. Masyarakat desa mengenal berbagai macam gejala sosial seperti konflik, pertentangan dan kompetisi. 

Pertengkara yang terjadi biasanya berakar pada masalah rumah tangga yang sering menjalar ke luar rumah. Pertentangan disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan, psikologi dan hubungan dengan magic. 

Pertentangan ini biasanya berakar dari kebiasaan masyarakat. Masyarakat desa seperti biasa memiliki saingan satu sama lain dalam berbagai aspek. Wujud persaingan ini bisa positif dan negatif. 
 
Gambar: disini

Senin, Oktober 23

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Ada banyak kota tersebar di seluruh penjuru dunia dengan sejarah dan perkembangannya masing-masing. Para ahli kota kemudian mengklasifikasikan kota berdasarkan kriteria tertentu. 

Klasifikasi kota adalah upaya menggolongkan kota atas dasar karakteristik tertentu. Kali ini kiata akan lihat kota berdasarkan fungsinya.

Kota punya berbagai macam fungsi baik itu sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, industri, pendidikan hingga kebudayaan. Sejalan dengan perkembangannya, kota dapat memiliki fungsi yang dominan di bidang tertentu. 

Namun kota yang telah punya fungsi tertentu itu dapat mengalami perubahan fungsi karena pengaruh fasilitasi kota dan kemajuan teknologi yang pesat. 

Jakarta dulunya adalah pusat perdagangan dan kini menjadi pusat pemerintahan. Baca juga: Batas lempeng konvergen, divergen dan transform

1. Kota sebagai pusat kebudayaan
Kota yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan memiliki potensi budaya yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lainnya. Potensi budaya ini berkaitan dengan adat/agama serta adanya pusat kerajaan di masa lalu. Contoh kota pusat kebudayaan di Indonesia adalah Yogyakarta dan Solo.

2. Kota sebagai pusat perdagangan
Secara umum kota punya pusat pedagangan, namun tidak semua kota memiliki aktifitas yang sangat dominan di bidang perdagangan. Kota pusat perdagangan ini dahulu bisa dimulai dari adanya kegiatan pelabuhan. 

Pelabuhan menjadi pintu masuk barang dan komoditas perdagangan sehingga daerah disekitarnya berkembang pesat. 

Namun dengan jaringan jalan raya, penerbangan dan rel yang semakin modern saat ini kota pusat perdagangan menyebar bukan hanya di dekat pelabuhan. 

Contoh kota pusat perdagangan di Indonesia adalah Surabaya, Medan, Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Baca juga: Ciri batuan beku, sedimen dan metamorf
Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya
Bandung kota pusat wisata dan pendidikan
3. Kota sebagai pusat industri
Kota berlabel pusat industri jika kegiatan industri di daerah tersebut lebih dominan diantara kegiatan lain. Kota-kota industri ini biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan menjadi sasaran kaum urban. Contohnya adalah Karawang, Cikarang dan Bekasi.

Baca juga:
Anomali El Nino dan La Nina
Konsep geografi Heny J Warman

4. Kota pusat pemerintahan
Kota pusat pemerintahan dapat berkembang secara cepat karena perannya dalam mengatur sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan umumnya memiliki hubungan luas dengan kota lain. 

Semua kegiatan juga banyak dilakukan di kota ini mulai dari pendidikan, perdagangan, politik, hingga budaya. Contohnya Jakarta, Bangkok, Washington.

5. Kota pusat pariwisata
Kota sebagai pusat pariwisata karena didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai jual pariwisata. Nilai jual pariwisata ini bisa berasal dari fenomena alam atau buatan. 

Contoh kota pusat pariwisata adalah Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Singapura, Las Vegas dan Paris. Baca juga: Perlapisan batuan sedimen

6. Kota pusat pendidikan
Kota sebagai pusat pendidikan karena didalamnya terdapat berbagai sekolah atau perguruan tinggi berkualitas dan ternama. Contohnya Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.  
Gambar: disini
4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG adalah suatu sistem yang kompleks dan tersusun atas 3 subsistem utama. SIG adalah cabang geografi mutakhir yang berkembang pesat.

Secara konvensional atau sederhana, SIG ditampilkan dalam bentuk peta yang dibuat oleh geograf dengan cara kompilasi atau tumpang susun peta-peta yang berisi informasi yang diperlukan. 

Bagi seorang geograf, peta merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain dan dia harus dapat menjamin agar setiap pengguna dapat menangkap "ide" dari peta yang disajikan secara mudah, cepat, easy using dan efisien.

Secara koputerisasi, SIG disajikan dalam bentuk data digital, peta dan tabel yang merupakan hasil dari pengolahan digital dengan menggunakan software pengolah data geografi khusus. 

Adapun peran dan kedudukan SIG adalah untuk menghasilkan informasi spasial yang berarti tidak jauh berbeda dengan peran dan kedudukan pembuatan peta pada umumnya. 

Namun dalam SIG diperkenalkan prosedur kerja baru dalam teknologi pemetaan yang dikenal dengan sistem digital. Informasi berbasis SIG harus lebih berkualitas karena diolah secara mutakhir.
4 Subsistem Sistem Informasi Geografi
3 D map hasil manipulasi SIG
SIG merupakan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintergrasikan deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena yang ditemukan di daerah tersebut. Subsistem SIG terdiri dari 4 macam yaitu:

1. Subsistem masukan (input)
Subsistem input ini bertugas mengumpulkan da menyiapkan data spasial berbagai sumber, bertanggung jawab mengumpulkan atua mentransformasikan format-format data asli ke dalam bentuk format yang dapat digunakan oleh SIG.

2.Subsistem manajemen
Subsistem ini mengorganisasikan data spasial ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa sehingga data geografis atau spasial tersebut mudah dicari, diupdate, dimanipulasi dan diedit.

3. Subsistem manipulasi/analisa
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan SIG. Sistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. Subsistem 2 dan 3 lebih terpadu atau disebut juga Database Management System.

4. Subsistem keluaran (output) dan penyajian (display) 
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran sebagian atau seluruh basis data, baik dalam bentuk softopy maupun hardcopy dalam bentuk tabel, grafik, peta atau miniatur 3D map dan lainnya. Baca juga: Beda sirkum pasifik dan mediterania
Gambar: disini
Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Sistem Informasi Geografi merupakan salah satu pengembangan ilmu geografi yang sudah sangat populer saat ini. Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan suatu sistem informasi yang memiliki referensi geografi untuk klasifikasi perolehan, penyimpanan, dan manipulasi data. 

SIG dapat diartikan pula sebagai suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisa data geografi. 

Dari batasan diatas dapat terlihat bahwa SIG merujuk pada penggunaan komputer dalam pengolahan data yang berbasis keruangan. Data Geografis yang dimaksud berupa data spasial atua keruangan dengan ciri sebagai berikut:

1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi.
2. Berkaitan dengan aspek ruang seperti kota, lokasi pembangunan dan jalan.
3. Berkaitan dengan semua fenomena yang ada di permukaan bumi seperti data, kejadian, gejala dan objek.
4. Dipakai untuk tujuan tertentu misalnya analisis, pemantauan atau pengelolaan.
Pengetian Sistem Informasi Geografi/SIG
SIG membuat manusia semakin memahami pentingnya lokasi
Pengertian Informasi Geografis yaitu informasi yang berkenaan dengan lokasi/tempat yang ada di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diketahui. 

Setelah itu objek dan lokasi tersebut penting untuk dianalisa demi pengambilan keputusan atau demi kepentingan tertentu.

Peta merupakan salah satu bentuk SIG sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peta pun bisa dilakukan tidak dengan cara konvensional melainkan sudah dikembangkan dengan menggunakan komputer sehingga menjadi lebih mudah dan cepat. 

Dengan bantuan SIG, maka data akan disajikan secara terintegrasi atau terpadu, dapat dioverlay atau tumpang-tindih antar susunan peta satu sama lain sehingga akan menghasilkan peta yang komplit.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat bahwa SIG bukanlah suatu esensi dari ilmu Goegrafi namun sebagai sebuah "alat" bantu yang digunakan dalam geografi sehingga dalam penggunaannya harus sesuai dengan tujuannya. 

Informasi yang dihasilkan dari pemrograman berbasis SIG diharapkan akan menghasilkan produk berbasis data geografis yang mudah dipahami, mudah digunakan dan bermanfaat bagi penggunanya. 

Sumber: Pengantar Geografi. Iwan Hermawan.

Jumat, Oktober 20

Soal Ulangan Geografi Inderaja dan SIG

Soal Ulangan Geografi Inderaja dan SIG

Halo kawan-kawan, bagaimana kabarnya hari ini, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Oke kali ini saya akan membagikan contoh soal ulangan bab inderaja dan SIG.

Inderaja dan SIG ini menurut saya adalah salah satu materi yang termasuk level menengah ke atas bagi siswa. Karena banyak sangkut pautnya dengan teknologi maka materi ini memang harus mengintegrasikan komputer.

Memang tidak semua sekolah punya alat yang lengkap untuk pembelajaran Inderaja dan SIG. Akan tetapi dengan sedikit kreatifitas dengan bantuan google map sebenarnya kita sudah bisa mempelajari SIG dan inderaja dengan baik.

Saya menggabungkan ulangan inderaja dan SIG ini karena memang materinya saling terintegrasi, jadi hemat waktu juga. Ini contoh ulangan saya.


Jumat, Oktober 6

Pengertian dan Ciri Negara Berkembang

Pengertian dan Ciri Negara Berkembang

Perkembangan negara di dunia ini berbeda-beda karena berbagai faktor. Salah satu kategori negara adalah negara berkembang.

Negara berkembang atau developing countries adalah negara yang pendapatan perkapitanya rata-rata rendah per tahun dan infrastruktur yang relatif masih terbelakang dan indeks perkembangan manusia berada di bawah standar normal dunia. 

Negara berkembang memiliki pembangunan sosial yang masih jauh dari kata maju. Atau bisa juga negara ini masih berada di masa transisi menuju negara industri.

Hal ini nampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia baik dari sisi skill, kesehatan, maupun mentalitas. Contoh lainnya adalah rendahnya angka harapan hidup dan tingginya angka kematian bayi dan anak. 

Selain itu ciri negara berkembang lain adalah populasi yang banyak dan angka pertumbuhan tinggi diatas 1 persen. 

Baca juga:
Macam-macam gejala optik atmosfer
Dip dan strike batuan 

Rata-rata pendapatan nasional bruto di negara berkembang hanya mencapai 950 US Dollar per tahun. Laju pertumbuhan ekonomi rendang yaitu 3% dan angka inflasi mencapai 37%. Sarana komunikasi dan transportasi terbatas dan daya saing produk di kancah internasional terbatas. 

Sementara itu tabungan sektor swasta dan pemerintah cukup rendah sementara utang luar negeri tinggi. Perekonomian negara sangat bergantung pada pinjaman luar negeri, hibah negara donor dan investasi swasta.
Pengertian dan Ciri Negara Berkembang
Peta sebaran negara berkembang (warna hijau dan kuning)
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di negara berkembang masih relatif tinggi yaitu 20% dan masih bisa tinggi lagi. Jumlah tenaga kerja produktif tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja. Baca juga: Rumus iklim Schmidt Ferguson

Ciri-Ciri Negara Berkembang
Secara spesifik ciri dari negara berkembang adalah sebagai berikut:
1. Standar hidup masih rendah dibawah rata-rata.
2. Tingkat pendapatan rendah.
3. Produktivitas masih rendah.
4. Tingginya angka beban kerergantungan.
5. Angka pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
6. Angka pengangguran cukup tinggi.
7. Impor kebutuhan pokok tinggi
8. Sektor pertanian masih mendominasi 
9. Adanya over populasi di kota-kota besar
10. Penguasaan teknologi masih dibawah rata-rata
Pengertian dan Ciri Negara Berkembang
Transportasi massa yang handal ciri maju tidaknya negara
Sebaran negara berkembang paling banyak berada di bagian bumi selatan. Hampir semua negara Afrika adalah negara berkembang. Di Asia negara berkembang masih meliputi 90%, hanya Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang melesat. 

Di benua Amerika hanya AS dan Kanada yang masuk jajaran maju, sisanya masih berkembang. Negara Eropa hampir semuanya masuk negara maju dan hanya sedikit yang tergolong negara berkembang khususnya di Eropa Timur.

Gambar: disini, disini

Kamis, Oktober 5

3 Pilar Pembangunan Wilayah

3 Pilar Pembangunan Wilayah

Perencanaan pembangunan wilayah kini sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi kemajuan suatu daerah dan negara. Tanpa ada perencanaan yang matang maka pembangunan wilayah akan tidak berjalan baik. 

Perencanaan wilayah semakin relevan dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi dalam aspek kewilayahan. Hoover dan Giarratani menyimpulkan tiga pilar penting dalam proses pembangunan wilayah yaitu:
3 Pilar Pembangunan Wilayah
Proyek Bandara Kertajati Majalengka
1. Keunggulan komparatif (imperfect mobility of factor)
Pilar ini berkaitan dengan kondisi ditemukannya sumber-sumber daya tertentu yang secara fisik relatif sulit atau memiliki hambatan untuk digerakan antar wilayah. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor lokal yang khas seperti iklim dan budaya yang mengikat mekanisme produksi sumber daya tersebut sehingga wilayah memiliki komparatif. 

Sejauh ini karakteristik tersebut senantiasa berhubungan dengan produksi komoditas dari sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan, kehutanan dan kelompok primer lainnya. Baca juga: Soal HOTS geografi dan jawabannya

2. Aglomerasi (imperfect divisibility)
Pilar aglomerasi merupakan fenomena eksternal yang berpengaruh bagi perilaku ekonomi berupa meningkatnya keuntungan ekonomi secara spasial. 

Hal ini terjadi karena berkurangnya biaya-biaya produksi akibat penurunan jarak dalam pengangkutan bahan baku dan distribusi produk.

3. Biaya transport (imperfect mobility of good and services)
Pilar ini merupakan yang paling kasat mata mempengaruhi perekonomian. Dampaknyaadalah biaya yang terkait dengan jarak dan lokasi tidak dapat lagi diabaikan dalam proses produksi dan pembangunan wilayah.

Faktor lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan wilayah antara lain keputusan lokasional, terbentuknya sistem perkotaan dan mekanisme aglomerasi.
Gambar: disini

Senin, Oktober 2

Negara Tidak Punya Lautan Kok Bisa Maju?

Negara Tidak Punya Lautan Kok Bisa Maju?

Ada banyak sekali negara di dunia ini dan setiap negara punya perkembangan yang beda-beda. Kita akan coba bahas tentang negara karakteristik negara.

Ada negara yang punya wilayah darat dan laut yang luas namun perkembangannya masih lambat namun ada negara yang luasnya sempit, tidak punya laut tapi malah perkembangannya maju. 

Oke, kali ini kita akan coba lihat fakta tentang negara yang tidak punya akses lautan alias landlocked. Jika sebuah negara terkurung daratan tanpa batas lautan, maka secara logika berpotensi menjadi negara miskin bukan?. 

Namun pada kenyataannya banyak negara yang tidak punya lautan memang punya tingkat perkembangan rendah dan populasinya dibawah jutaan.  

Baca juga: 
Bukti Teori Pergeseran Benua
Beda GNP, GDP dan GNI

Negara tertutup jika ingin melesat dalam perekonomian maka harus berjuang dalam mengejar biaya transportasi barang dan jasa antar tetangga yang tinggi. Namun di luar fakta ada beberapa negara yang tertutup daratan namun punya GDP yang tinggi yaitu:
Negara Tidak Punya Lautan Kok Bisa Maju?
Peta Luxembourg
1. Luxemburg
2. Leichtenstein
3. Swiss
4. San Marino
5. Austria
6. Andora

Kenapa keenam negara diatas bisa tumbuh pesat meski gak punya lautan?. Ada beberapa faktor pendukung. Pertama mereka secara geografi berlokasi di wilayah Eropa yang makmur dan tidak ada tetangganya yang jauh dari pantai. 

Selanjutnya, negara pantai yang bertetangga dengan negara tertutup tadi punya kondisi ekonomi yang kuat, stabil, damai, aman dan punya infrastruktur yang baik. Contohnya adalah Luxembourg. 

Negara kecil itu punya koneksi sangat baik dengan negara disekitarnya seperti Belgia, Belanda, Jerman dan Perancis. Hal ini ditunjang oleh faktor jalan kereta, jalan raya yang baik. Artinya Luxembourg punya tetangga yang baik sehingga negara tersebut juga ikut berkembang dengan baik. 

Baca juga: Geografi negeri Belanda
Gambar: disini

Minggu, September 24

Tahapan Perkembangan Wilayah

Tahapan Perkembangan Wilayah

Perkembangan wilayah tidak lain adalah kemampuan sebuah wilayah untuk menumbuhkan dirinya sendiri, baik karena pengaruh dari dalam region itu sendiri maupun karena pengaruh dari luar. 

Suatu daerah dapat dikatakan berkembang jika wilayah yang bersangkutan mengalami kenaikan pendapatan secara keseluruhan atau mengalami kenaikan pendapatan pada tingkat penduduk dan karyawan setempat. 

Baca juga: 
Perkembangan kota di Indonesia
Geografi kota suci Yerusalem

Dengan demikian, dalam konsep perkembangan wilayah itu lebih menekankan pada aspek pendapatan sedangkan pada pertumbuhan wilayah lebih menilai pada pertumbuhan fisik wilayah itu sendiri. 

Ada beberapa model perkembangan wilayah seperti yang terjadi di Amerika Serikat berikut ini:
Tahapan Perkembangan Wilayah
Perkembangan industri dan transportasi di abad ke 18
1. Tahap Pertama
Tahap swasembada kebutuhan primer tanpa adanya perdagangan antar wilayah.
2. Tahap Kedua
Taha pertumbuhan transportasi yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya yang mengakibatkan perdagangan antar region khususnya pada sektor primer seperti pertanian, perikanan dan bahan galian.
3. Tahap Ketiga
Tahap perkembangan industri sekunder yang memproses produksi primer atau manufaktur. Pada awalnya dalam skala kecil atau lokasi. 

Setelah mejadi besar berkembang di kawasan pelabuhan untuk kegiatan ekspor dan impor.
4. Tahap Keempat
Tahap pertumbuhan yang menekankan pada pengolahan pabrik yang mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. 

Pada tahap ini terjadi diversifikasi industri yang menghubungkan berbagai kawasan industri. Tahap ini meningkatkan pendapatan dan perkembangan mengarah pada pertumbuhan kota.
5. Tahap Kelima
Tahap pertumbuhan terakhir yang lebih mengkhususkan pda perkembangan industri tersier yang meliputi pelayaran, bantuan teknik, kehalian, ekspor modal, pariwisata dan lainnya.

Model perkembangan ini pada dasarnya terjadi di Amerika Serikat namun tidak menutup kemungkinkan dapat terjadi di Indonesia.  

Baca juga: Perkembangan kota menurut Mumford
Gambar: disini

Selasa, September 19

Fungsi Desa Bagi Wilayah Sekitarnya

Fungsi Desa Bagi Wilayah Sekitarnya

Desa merupakan wilayah administrasi yang berada di bawah kabupaten. Apakah kamu senang tinggal di desa?.

Indonesia dibangun dari desa-desa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Desa memiliki fungsi yang sagnat vital bagi wilayah disekitarnya diantaranya:

1. Sumber bahan mentah 
Desa menyediakan kebutuhan pokok bagi wilayah perkotaan, misalnya beras, padi, sayurna, ikan dan buah-buahan. Desa terkenal dengan daerah agraris sehingga hampir semua bahan pangan berasal dari desa. Baca juga: Soal konsep geografi dan jawabannya

2. Sumber tenaga kerja
Pemanfaatan potensi tenaga kerja produktif di pedesaan menjadi masalah khususnya bagi desa yang penduduknya mayoritas petani. Umumnya penduduk usia produktif tidak bekerja di desa alias menganggur. 

Hal ini karena sempitnya lapangan kerja dan upah buruh yang kecil. Hal ini yang memicu urbanisasi pekerja dari desa ke kota.

3. Mitra pembangunan
Dua fungsi desa di atas menunjukkan adanya interaksi desa kota dan interaksi yang berkelanjutan tersebut membuat desa kota menjadi sebuah mitra. 

Desa memasok bahan mentah ke kota sementara kota memasok bahan jadi ke desa. Baca juga: Soal USBN geografi 2017 dan jawabannya
Desa sebagai pelestari kearifan lokal
4. Sebagai hinterland
Disini desa bertindak sebagai daerah penyokong atau penyuplai kebutuhan penduduk kota. Desa menjadi pendukung pemekaran daerah kota. 

Tidak masalah bahwa Jakarta memasok susu kuda liar dari desa di Sumbawa misalnya. Ini berarti Kota Jakarta disokong pula kebutuhannya oleh desa yang jauh di Flores sana. 

5. Pelestari kebudayaan lokal
Kearifan lokal kini hanya bisa kamu jumpai di masyarakat desa. Hal ini menjadikan budaya lokal sebagai potensi desa dan harus dilestarikan. 

Desa saat ini berfungsi sebagai pelestari kebudayaan lokal dan nilai-nilai kearifan nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah ada sejak jaman dahulu. 

Kini banyak desa-desa wisata berkembang untuk menarik wisatawan dan menampilkan sisi kearifan lokal yang masih terpelihara. Baca juga: Soal Prinsip Geografi dan Pembahasannya

Gambar: disini

Minggu, September 17

Tata Ruang Kota Secara Umum

Tata Ruang Kota Secara Umum

Kota pada dasarnya merupakan hasil peradaban manusia sebagai tempat bermukim dan berbagai macam aktivitas sosial, ekonomi dan budaya di dalamnya. 

Sebagai pusat segala macam aktifitas, kota merupakan daerah yang dinamis dan akan selalu mengalami perkembangan khususnya dalam sisi tata ruang. Baca juga: Konsep trickle down effect

Seiring berjalannya waktu struktur ruang kota berevolusi mengikuti kebutuhan manusia didalamnya. Kondisi sosial ekonomi masyarakat kota akan mempengaruhi perubahan dan perkembangan tata ruang kota sehingga membentuk zona-zona perkotaan. 

Menurut keruangannya, zona-zona sebuah kota dapat dibedakan sebagai berikut:
Tata Ruang Kota Secara Umum
Kawansan CBD Sudirman
1. Inti Kota
Inti kota atau core  merupakan pusat kota yang didalamnya berkumpul berbagai macam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan pemrintahan. Hal itu karena inti kora memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mendukung kegitan tersebut. 

Sarana dan prasana dalam inti kota seperti superblok, perkantoran, pasar, pemukiman, stasiun, terminal, sekolah, rekreasi hingga kesehatan.

Adanya semua fasilitas penunjang tersebur membuat inti kota selalu sibuk dan tak pernah tidur. Pusat kota sering disebut juga sebagai CBD atau Central Bussiness District. Baca juga: Ciri awan cirrus, stratus dan cumulus

2. Selaput Inti Kota
Wilayah kota ini merupakan daerah yang berlokasi di luar inti kota dan terbentuk karena adanya pengembangan inti kota ke arah luar. 

Pengembangan ini tergantung pada ruang yang tersedia, kebutuhan penduduk, teknologi, faktor geografi hingga kebijakan pemerintah. Perkembangan selaput inti kota dapat membentuk pola-pola unit kegiatan seperti:
1. Sentralisasi, yaitu munculnya gejala pengelompokkan aktifitas pada tempat tertentu. Daerah ini pada umumnya merupakan pusar keramaian sehingga dapat menjadi inti selaput kota.
2. Nukleasi, yaitu pusat daerah kegiatan yang hampir sama dengan sentralisasi namun ukurannya lebih kecil.
3. Desentralisasi, merupakan gejala pengelompokan yang menjauhi titik pusat sehingga akan menghasilkan inti baru.
4. Segregasi, merupakan kelompok pemukiman yang terpisah karena perbedaan status sosial seperti pemukiman kumuh, pemukiman kelas atas/cluster dan rusun.

3. Kota Satelit
Merupakan daerah yang memiliki sifat kekotaan akibat dari perkembangan inti kota. Hal ini disebabkan inti kota sudah tidak mampu memberi daya dukung terhadap aktifitas kehidupan kota inti. 

Kota Satelit sering menjadi pusat industri dan produksi yang nantinya akan dikirim ke CBD. Baca juga: Beda patahan dextral dan sinistral

4. Sub Urban
Merupakan suatu daerah yang lokasinya terletak di sekitar pusat kota dan menjadi rumah para pekerja dan industri manufaktur. 

Sub urban merupakan batas kota dan desa dimana sifat masyarakat desa masih dijumpai dan menjadi daerah peralihan. 

Gambar: disini

Senin, September 11

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Perkembangan kota sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di dalamnya. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kota di Indonesia. Kamu tentu pernah berfikir mengapa harga tanah/properti makin hari makin melambung tinggi?. 

Saat ini lahan dan transportasi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tata guna lahan dan sistem transportasi menjadi bagian sistem keruangan yang dipengaruhi faktor eskternal. 

Komponen kedua variabel tersebut terus berkembang karena perubahan teknologi, kebijakan politik, ekonomi, demografi hingga budaya.

Baca juga:
Perbedaan meteorologi dan klimatologi
Potensi air tanah dangkal dan dalam

Hasilnya adalah interaksi tata guna lahan dengan jaringan transportasi selalu dikontrol oleh kebijakan daerah, pemilik properti dan masyarakat. Inilah yang menghasilkan evolusi sebuah kota. 

Coba lihat dahulu daerah Cikarang adalah lahan yang sangat tidak produktif, sekarang sudah menjadi kota raksasa dengan fasilitas kelas atas di dalamnya. 

Atau coba lihat Majalengka yang dulu merupakan kota pensiun kini sedang berbenah menjadi kota metropolitan. Berikut ini faktor perkembangan kota di Indonesia lebih jelasnya:

1. Tata Guna Lahan
Komponen ini adalah yang paling stabil pada sebuah dinamika kota. Dampak utama dari perubahan tata guna lahan adalah fungsinya sebagai penggerak dan penarik mobilitas penduduk. P

erubahan tata guna lahan akan memicu lonjakan harga sewa/jual tanah dan menjadi salah satu strategi investasi jangka panjang.

2. Jaringan Transportasi
Kehadiran sarana dan prasarana transportasi yang handal sangat penting bagi dinamika sebuah kota. Di berbagai tempat banyak dijumpai terminal/stasiun yang dibangun sejak berabad lalu dan masih eksis hingga saat ini. 

Kontribusi transportasi adalah penyedia aksesibilitas penduduk. Baca juga: Sistem klasifikasi iklim Koppen
Faktor Perkembangan Kota di Indonesia
Pembangunan Stasiun Cikarang mendongkrak nilai harga tanah disekitarnya
3. Mobilitas
Perubahan fisik kota akan memicu gerakan-gerakan penduduk baik secara horizontal atau vertikal. Kehadiran transportasi massal membuat penduduk dapat mudah menglaju dari satu lokasi ke lokasi lain. Mobilitas juga akan membawa hal-hal baru, ide baru, modal baru dan variabel lainnya.

4. Pekerja
Kota dibangun untuk kegiatan bisnis, pendidikan, jasa, hingga pemerintahan. Hal ini akan berdampak pada pesatnya permintaan tenaga kerja ke kota tersebut. Komuter adalah suatu fenomena yang umum dijumpai di kota besar seperti Jabodetabek.

5. Pemukiman
Pemukiman adalah sumber pekerja dan berfungsi sebagai penggerak. Perbedaan tingkat pendapatan juga biasanya akan mempengaruhi terhadap unit lokasi perumahan setiap penduduk sehingga akan ada stratifikasi perumahan. 

Kaum elite akan beli rumah di cluster perumahan elit, kaum menengah di pemukiman biasa, kaum bawah akan bermukim di kontrakan atau rumah susun.  

Baca juga: Menghitung teori titik henti

Gambar: sindonews
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Proyeksi peta merupakan sebuah prinsip.teknik untuk memindahkan bidang lengkung meridian dan pararel bumi ke bidang datar. 

Cara ini dilakukan karena bentuk bumi itu bulat. Bayangkan saja kamu sedang mengupas kulit jeruk dan dilebarkan di atas meja. Hal ini bertujuan untuk memindahkan permukaan bumi yang bulat ke bidang datar. 

Bidang datar ini adalah peta. Proyeksi peta dilakukan untuk mengurangi distorsi atau kesalahan pada proses pembutan peta.

Baca juga:
Soal UN Geografi Pengembangan Wilayah
Contoh soal HOTS geografi

Jenis-jenis proyeksi peta dapat dibedakan menjadi 4 kelompok utama yaitu menurut bidangnya, modifikasinya, sifat asli, dan kedudukan sumbu simetri.
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi Sinusiodal

a. Menurut bidang proyeksi
1. Proyeksi zenithal/azimuthal, menggunakan bdang datar sebagai bidang proyeksi. Proyeksi ini menyinggung bola bumi pada suatu titik. Wilayah yang akan dipetakan bersinggungan dengan bidang proyeksi. Proyeksi ini cocok untuk memetakan wilayah kutub.

2. Proyeksi kerucut/conical, menggunakan bidang kerucut sebagai bidang proyeksi. Proyeksi kerucut cocok digunakan untuk memetakan daerah lintang tengah karena bidang proyeksi menyinggung wilayah tersebut.

3. Proyeksi silinder/silindris, menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini punya keunggulan yaitu dapat memetakan wilayah yang luas dan cocok untuk memetakan wilayah di ekuator. Baca juga: Soal USBN Geografi 2017
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi asimuthal

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi kerucut

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi silindris

b. Proyeksi modifikasi
Proyeksi modifiksai merupakan gubahan dari jenis proyeksi berdasarkan bidang proyeksi. Proyeksi ini biasa digunakan secara spesifik untuk memetakan wilayah tertentu.
1. Proyeksi Bonne, memiliki distorsi semakin besar pada wilayah yang semakin jauh dari meridian tengah.
2. Proyeksi Mollweide, menggambarkan wilayah yang semakin mendekati kutub, ukuran luasnya semakin kecil.
3. Proyeksi Sinusoidal, dapat menggambarkan sudut dan jarak yang tepat di wilayah meridian tengah khatulistiwa.
4. Proyeksi Mercator, memiliki bidang proyeksi silinder dengan sumbu berhimpit dengan bola bumi dan menggambarkan seluruh wilayah permukaan bumi secara datar.

c. Berdasarkan sifat asli Bumi
Proyeksi ini disebut juga sebagai proyeksi geometri, dibedakan menjadi:
1. Proyeksi Ekuidistant, mempertahankan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
2. Proyeksi Conform, memeprtahankan bentuk di permukaan bumi.
3. Proyeksi Equivalent, mempertahankan luas area di permukaan bumi.

d. Menurut kedudukan sumbu simetri
1. Proyeksi normal, sumbu simetri pada proyeksi peta berimpit dengan sumbu Bumi.
2. Proyeksi miring, sumbu simetri pada proyeksi membentuk sudut miring dengan sumbu bumi.
3. Proyeksi transversal, sumbu simteri pada proyeksi tegak lurus sumbu bumi atau di ekuator.  

Baca juga: Soal pendekatan geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Senin, September 4

Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya

Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya

Penginderaan jauh merupakan salah satu materi geografidi kurikulum SMA yang cukup menantang. 

Dalam UN, tipe soal penginderana jauh kebanyakan adalah bagaimana menginterpretasi sebuah kenampakan. Dalam hal ini soal penginderaan jauh bisa dibuat tipe HOTS. 

Interpretasi citra merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam materi penginderaan jauh. Jika ingin lebih baik sih sebaiknya guru mencoba mendownload salah satu foto udara, bisa di google map atau di situs lain. 

Setelah itu siswa diminta menganalisa kenampakan yang ada di foto udara tersebut. Inilah yang dinamakan interpretasi citra. Soal UN Geografi Penginderaan Jauh lebih menekankan pada kemampuan analisa siswa terhadap fenomena keruangan.

Berikut ini contoh soal UN Geografi bab Penginderaan Jauh
1. Diketahui ciri-ciri berikut:
- bentuk kotak-kotak atau persegi
- berada di perkotaan
- terlihat mengelompok

Objek yang sesuai dengan ciri-ciri di atas adalah ....
a. Pertanian
b. Kawasan pabrik
c. Jalan raya
d. Atap rumah
e. Pantai

Jawabannya tentu d. atap rumah. Jika dilihat dari atas, atap rumah atau genting akan terlihat kotak-kotak atau persegi.

Untuk lebih memahami contoh-contoh analisa citra inderaja, berikut saya tampilkan foto udara dan interpretasinya secara umum:
Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya
Jalan raya
warna =abu
bentuk =memanjang
ada persimpangan

Rumah
warna = merah, oranye cerah
Bentuk =persegi, mamanjang
Bergerombol
ukuran kecil

Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya

Pesawahan
warna =hijau terang/muda
tekstur =halus
bentuk =kotak-kotak/persegi

Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya
Hutan tropis
warna =hijau gelap
tekstur =kasar
situs =pegunungan
asosiasi = ada aliran sungai

Soal UN Geografi Penginderaan Jauh dan Jawabannya
Hutan Bakau
warna = hijau ketuaan
tekstur = agak kasar
situs = pantai

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close