News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 12. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 25

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Produk dari inderaja adalah citra yang kemudian akan diinterpretasi oleh ahlinya. Bentang budaya adalah salah satu contoh fenomena yang harus diinterpretasi dalam inderaja. 

Bentang budaya adalah bangunan yang dibuat oleh manusia. Identifikasi bentang budaya pada citra diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Bangunan
Dapat dikenali melalui bentuk, ukuran dan bayangan yang muncul di citra. Pada citra, rumah akan terlihat berukuran kecil dengan pola kotak-kotak,warna genteng oranye atua merah, gedung sekolah akan relatif memanjang berbentuk persegi panjang.

 Bandara akan terlihat lebih luas dengan landasan pacu yang terlihat memanjang. Menara akan terlihat jelas jika terdapat bayangan (citra miring).

b. Jalan
Dapat dikenali dengan warna yang agak kelabu dengan bentuk memanjang dan seragam. Jalan tol terlihat lebih lebar dibanding jalan raya kota. Jalan kereta api akan lebih gelap dengan lebar sempit dan lurus. 

c. Pertanian
Persawahan akan terlihat dengan bentuk yang terpola seperti kotak-kota dengan warna hijau muda (jika diambil pada saat musim tanam). Kebun sawit akan terlihat berpola seragam dengan tajuk seperti bintang dari atas. 

Perkbunan teh akan terlihat berwarna hijau seragam dan luas dengan situs pegunungan. Tambak ikan akan terlihat berbentuk kotak-kota dengan warna agak gelap.
Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja
Contoh kenampakan pelabuhan dalam citra inderaja
d. Perumahan
Perumahan akan terlihat memiliki pola relatif seragam, ukuran sama dan bergerombol. 

e. Perkantoran
Gedung perkantoran akan terlihat beragam tapi relatif memanjang, kotak atau bulat dari atas. Selain itu disekitarnya biasanya ada taman atau jalan raya.

f. Terowongan
Dapat dikenalai dengan bentuk memanjang, lebar seragam dan memotong jalan raya atau rel kereta api.

g. Waduk
Waduk khususnya buatan dapat terlihat dari adanya pintu air yang terlihat lurus dan adanya gedung pengatur kontrol air.

h. Jembatan
Jembatan dapat dikenali dengan bentuk memanjang di atas lembah, sungai dan memotong jalan atau rel kereta.

i. Landasan pacu
Landasan pacu pesawat terbang dapat dilihat dari lebar seragam dan panjang dengan rona kelabu. Selain itu terdapat bangunan terminal di sekitarnya.

j. Pelabuhan
Pelabuhan dapat dikenali karena situsnya dekat laut dengan asosiasi kapal-kapal di sekitarnya. Bisa juga terdapat deretan peti kemas berbentuk kotak kecil memanjang.

Itulah beberapa contoh bentang budaya yang bisa terekam citra beserta ciri yang nampak didalamnya. 
Gambar: disini

Selasa, November 14

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Jakarta merupakan kota metropolitan terbesar saat Indonesia dan menjadi ibukota negara. Seperti apa sejarah tata ruang kota Jakarta dari masa lalu hingga sekarang?. 

Kota Jakarta dahulu bernama Batavia sampai perang dunia kedua. Pada zaman VOC di muara Ciliwung, orang-orang Belanda mendirikan benteng untuk menahan serangan-serangan musuh setempat atau kompeni lain. 

Benteng tersebut dinamai Batavia untuk menghormati nenek moyang bangsa Belanda yaitu suku Bataven. Sebelum kedatangan belanda ke Indonesia, pelabuhan disana bernama Sunda Kelapa dan kemudian berubah menjadi Jayakarta yang pada tahun 1596 sudah dipimpin seorang adipati.

Sebagai pusat perdagangan Asia Tenggara, Batavia maju pesat hingga disaingi oleh Singapura buatan Raffles. Oleh sebab itu Batavia dijuluki Ratu Negeri Timur. Di Tahun 1673, populasi Jakarta mencapai 32.000 jiwa (padahal kota Frankfurt dan Main di Jerman masih 19.000 saat itu). 

Kemudian pada tahun 1830 tumbuh menjadi dua kali lipat, dan menjelang abad ke 19 penduudk Batavia sudah mencapai 115.000 jiwa.

Sejarah kota Batavia sejak dibukanya Weltevreden dijelaskan Wirjomantono yaitu: Daerah baru ini semula berpusat di lapangan Monas kemudian meluas ke arah Menteng dan Gondangdia. 

Sejak tahun 1797 pusat pemerintahan ada di kawasan Monas hingga sekarang. Selepas masa Daendels, gubernur jenderal van der Capellen (1820) menempati gedung istana Merdeka sekarang.
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Pelabuhan Batavia abad ke 17
Perluasan kota mula-mula meliputi garden city yaitu gondangida baru dan menteng. Antara tahun 1860-1875 Batavia telah meluas meliputi kawasan dari pelabuhan Amsterdam (Tanjung Priuk) sampai Jatinegara (Meester Cornelis). 

Di masa lalu itu dari Gambir dibangun jalur kereta api menuju Bogor dan selesai pada akhir abad 18. Jalur kereta api sangat membantu pertumbuhan Jakarta ke arah timur di awal abad ke 20. 

Stasiun-stasiun kemudian ditambah untuk mendukung ekonomi lewat Pasar Senen, Pasar Manggarai dan Pasar Jatinegara.

Istana untuk gubernur jenderal dibereskan pada 1912 meski tidak ditinggali karena lebih banyak yang tinggal di istana Bogor. Istana Jakarta lebih dikhususkan untuk pertemuan penting dengan Volkstraad dan penerimaan tamu negara.

Untuk meramaikan Batavia sebagai kota perdagangan, dibuka bagian kawasan Glodok untuk Pecinan sementa sebagai ciri kota internasional baru maka diramaikan pula kawasan disekitar stasiun Gambir dan dibuka kawasan Pintu besar.

Perkembangan kota dari Batavia ke Jakarta tidak bisa dilepaskan dari peran perkembangan kawasan Gunung Sahari. Kedua hal ini memberikan pengertian baru bagi pasar tradisional Jawa mingguan yang didukung oleh deretan pertokoan yang rutin menjual kebutuhan sehari-hari dan kelontong.

Setelah Indonesia merdeka, di kawasan Merdeka Selatan sejak tahun 1960 dibangun gedung-gedung baru seperti gedung kedutaan Amerika dan Bank Indonesia di Jalan Thamrin. 

Soekarno lalu memerintahkan pendirian Monumen Nasional dengan bentuk kombinasi lingga yoni dengan tinggi melebihi menara Eiffel. Konsep tersebut mengandung makan simbolik persatuan kekuatan dasar dualistik untuk bangsa Indonesia merdeka.

Selepas kemerdekaan dan ibukota kembali ke Jakarta (sempat pindah ke Yogyakarta), dibangunlah kota Kebayoran Baru. Dalam waktu relatif singkat, kota-kota luar ini menyatu dengan Jakarta Raya. 

Pada 1948 populasi Jakarta masih 1.740.252 jiwa dan pada 1963 menjadi 3.100.000 dan terus meningkat sampai sensus 1980 mencatat angka 6.503.449 (11.023 jiwa per km persegi).
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Proyek MRT di kota Jakarta saat ini
Sebuah gagasan pada tahun 1953 memproyeksikan luas kota menjadi 162 km persegi yang akan dibatasi oleh lingkaran jalan merangkap batas perluasan kota. Sejak 1959 perkembangan Jakarta menjadi bagian dari politik mercusuar dimana Indnoesia dijadikan pusat The New Emerging Forces.

Peristiwa G 30 S PKI tahun 1965 hanya mampu menghentikan sementara pengembangan tata ruang ibukota ini. Lau di era orde baru 1965-1985 rencan Induk pengembangan Jakarta dibuat. 

Bentuk dan arah perkembangannya ditentukan agar mekarnya seimbang ke segala arah dengan titik pusat Tugu Nasional di Medan Merdeka. Radius pancarnya semula 15 km kemudian diperpanjang menjadi 50 km sehingga mencakup Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. 

Konsep ini yang sekarang menjadi Megapolitan Jabodetabek. Perkembangan tata ruang Jakarta ini terus berlanjut hingga sekarang. Perluasannya kini sudah mencapai Cikarang di timur, di barat sudah mencapai Maja dan di selatan sudah menuju ke arah Sukabumi. 

Baca juga: Konsep trickle down effect
Gambar: disini,disini

Rabu, November 1

Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons

Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons

Masyarakat pedesaan merupakan suatu komunitas yang sangat jauh dari kesan modern dan cenderung lebih tradisional. 

Seorang ahli sosiologi Talcot Parsons menjelaskan bahwa masyarakat desa sebagai masyarakat gemeinshcaft memiliki karkateristik sebagai berikut:

a. Afektifitas adah kaitannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan dan kemesraan. Perwujudan dalam sikap dan perbuatan tolong-menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini  merupakan konsekuensi dari afektifitas yaitu mementingkan kepentingan bersama, tidak suka menonjolkan diri tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, initnya semua harus menunjukkan keseragaman perasaan.

c. Partikularisme pada dasarnya merupakan semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atua daerah tertentu. Perasaan subjektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.

d. Askripsi yaitu hubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja namun merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturuan.

e. Kekabaran merupakan sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian di atas, Parson dapat melihat desa yang masih murni tanpa ada campur tangan pengaruh dari luar atau globalisasi.
Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan Menurut Talcot Parsons
Bertani adalah ciri khas pedesaan
Masyarakat pedesaan memiliki sifat yang kaku tapi sangat ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, namun asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.

Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti petani yang menyiapkan bahan pangan, tenaga kerja kasar dan lainnya. Masyarakat desa mengenal berbagai macam gejala sosial seperti konflik, pertentangan dan kompetisi. 

Pertengkara yang terjadi biasanya berakar pada masalah rumah tangga yang sering menjalar ke luar rumah. Pertentangan disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan, psikologi dan hubungan dengan magic. 

Pertentangan ini biasanya berakar dari kebiasaan masyarakat. Masyarakat desa seperti biasa memiliki saingan satu sama lain dalam berbagai aspek. Wujud persaingan ini bisa positif dan negatif. 
 
Gambar: disini

Senin, Oktober 23

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Ada banyak kota tersebar di seluruh penjuru dunia dengan sejarah dan perkembangannya masing-masing. Para ahli kota kemudian mengklasifikasikan kota berdasarkan kriteria tertentu. 

Klasifikasi kota adalah upaya menggolongkan kota atas dasar karakteristik tertentu. Kali ini kiata akan lihat kota berdasarkan fungsinya.

Kota punya berbagai macam fungsi baik itu sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, industri, pendidikan hingga kebudayaan. Sejalan dengan perkembangannya, kota dapat memiliki fungsi yang dominan di bidang tertentu. 

Namun kota yang telah punya fungsi tertentu itu dapat mengalami perubahan fungsi karena pengaruh fasilitasi kota dan kemajuan teknologi yang pesat. 

Jakarta dulunya adalah pusat perdagangan dan kini menjadi pusat pemerintahan. Baca juga: Batas lempeng konvergen, divergen dan transform

1. Kota sebagai pusat kebudayaan
Kota yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan memiliki potensi budaya yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lainnya. Potensi budaya ini berkaitan dengan adat/agama serta adanya pusat kerajaan di masa lalu. Contoh kota pusat kebudayaan di Indonesia adalah Yogyakarta dan Solo.

2. Kota sebagai pusat perdagangan
Secara umum kota punya pusat pedagangan, namun tidak semua kota memiliki aktifitas yang sangat dominan di bidang perdagangan. Kota pusat perdagangan ini dahulu bisa dimulai dari adanya kegiatan pelabuhan. 

Pelabuhan menjadi pintu masuk barang dan komoditas perdagangan sehingga daerah disekitarnya berkembang pesat. 

Namun dengan jaringan jalan raya, penerbangan dan rel yang semakin modern saat ini kota pusat perdagangan menyebar bukan hanya di dekat pelabuhan. 

Contoh kota pusat perdagangan di Indonesia adalah Surabaya, Medan, Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Baca juga: Ciri batuan beku, sedimen dan metamorf
Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya
Bandung kota pusat wisata dan pendidikan
3. Kota sebagai pusat industri
Kota berlabel pusat industri jika kegiatan industri di daerah tersebut lebih dominan diantara kegiatan lain. Kota-kota industri ini biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan menjadi sasaran kaum urban. Contohnya adalah Karawang, Cikarang dan Bekasi.

Baca juga:
Anomali El Nino dan La Nina
Konsep geografi Heny J Warman

4. Kota pusat pemerintahan
Kota pusat pemerintahan dapat berkembang secara cepat karena perannya dalam mengatur sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan umumnya memiliki hubungan luas dengan kota lain. 

Semua kegiatan juga banyak dilakukan di kota ini mulai dari pendidikan, perdagangan, politik, hingga budaya. Contohnya Jakarta, Bangkok, Washington.

5. Kota pusat pariwisata
Kota sebagai pusat pariwisata karena didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai jual pariwisata. Nilai jual pariwisata ini bisa berasal dari fenomena alam atau buatan. 

Contoh kota pusat pariwisata adalah Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Singapura, Las Vegas dan Paris. Baca juga: Perlapisan batuan sedimen

6. Kota pusat pendidikan
Kota sebagai pusat pendidikan karena didalamnya terdapat berbagai sekolah atau perguruan tinggi berkualitas dan ternama. Contohnya Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.  
Gambar: disini
4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG adalah suatu sistem yang kompleks dan tersusun atas 3 subsistem utama. SIG adalah cabang geografi mutakhir yang berkembang pesat.

Secara konvensional atau sederhana, SIG ditampilkan dalam bentuk peta yang dibuat oleh geograf dengan cara kompilasi atau tumpang susun peta-peta yang berisi informasi yang diperlukan. 

Bagi seorang geograf, peta merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain dan dia harus dapat menjamin agar setiap pengguna dapat menangkap "ide" dari peta yang disajikan secara mudah, cepat, easy using dan efisien.

Secara koputerisasi, SIG disajikan dalam bentuk data digital, peta dan tabel yang merupakan hasil dari pengolahan digital dengan menggunakan software pengolah data geografi khusus. 

Adapun peran dan kedudukan SIG adalah untuk menghasilkan informasi spasial yang berarti tidak jauh berbeda dengan peran dan kedudukan pembuatan peta pada umumnya. 

Namun dalam SIG diperkenalkan prosedur kerja baru dalam teknologi pemetaan yang dikenal dengan sistem digital. Informasi berbasis SIG harus lebih berkualitas karena diolah secara mutakhir.
4 Subsistem Sistem Informasi Geografi
3 D map hasil manipulasi SIG
SIG merupakan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintergrasikan deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena yang ditemukan di daerah tersebut. Subsistem SIG terdiri dari 4 macam yaitu:

1. Subsistem masukan (input)
Subsistem input ini bertugas mengumpulkan da menyiapkan data spasial berbagai sumber, bertanggung jawab mengumpulkan atua mentransformasikan format-format data asli ke dalam bentuk format yang dapat digunakan oleh SIG.

2.Subsistem manajemen
Subsistem ini mengorganisasikan data spasial ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa sehingga data geografis atau spasial tersebut mudah dicari, diupdate, dimanipulasi dan diedit.

3. Subsistem manipulasi/analisa
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan SIG. Sistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. Subsistem 2 dan 3 lebih terpadu atau disebut juga Database Management System.

4. Subsistem keluaran (output) dan penyajian (display) 
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran sebagian atau seluruh basis data, baik dalam bentuk softopy maupun hardcopy dalam bentuk tabel, grafik, peta atau miniatur 3D map dan lainnya. Baca juga: Beda sirkum pasifik dan mediterania
Gambar: disini
Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Sistem Informasi Geografi merupakan salah satu pengembangan ilmu geografi yang sudah sangat populer saat ini. Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan suatu sistem informasi yang memiliki referensi geografi untuk klasifikasi perolehan, penyimpanan, dan manipulasi data. 

SIG dapat diartikan pula sebagai suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisa data geografi. 

Dari batasan diatas dapat terlihat bahwa SIG merujuk pada penggunaan komputer dalam pengolahan data yang berbasis keruangan. Data Geografis yang dimaksud berupa data spasial atua keruangan dengan ciri sebagai berikut:

1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi.
2. Berkaitan dengan aspek ruang seperti kota, lokasi pembangunan dan jalan.
3. Berkaitan dengan semua fenomena yang ada di permukaan bumi seperti data, kejadian, gejala dan objek.
4. Dipakai untuk tujuan tertentu misalnya analisis, pemantauan atau pengelolaan.
Pengetian Sistem Informasi Geografi/SIG
SIG membuat manusia semakin memahami pentingnya lokasi
Pengertian Informasi Geografis yaitu informasi yang berkenaan dengan lokasi/tempat yang ada di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diketahui. 

Setelah itu objek dan lokasi tersebut penting untuk dianalisa demi pengambilan keputusan atau demi kepentingan tertentu.

Peta merupakan salah satu bentuk SIG sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peta pun bisa dilakukan tidak dengan cara konvensional melainkan sudah dikembangkan dengan menggunakan komputer sehingga menjadi lebih mudah dan cepat. 

Dengan bantuan SIG, maka data akan disajikan secara terintegrasi atau terpadu, dapat dioverlay atau tumpang-tindih antar susunan peta satu sama lain sehingga akan menghasilkan peta yang komplit.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat bahwa SIG bukanlah suatu esensi dari ilmu Goegrafi namun sebagai sebuah "alat" bantu yang digunakan dalam geografi sehingga dalam penggunaannya harus sesuai dengan tujuannya. 

Informasi yang dihasilkan dari pemrograman berbasis SIG diharapkan akan menghasilkan produk berbasis data geografis yang mudah dipahami, mudah digunakan dan bermanfaat bagi penggunanya. 

Sumber: Pengantar Geografi. Iwan Hermawan.

Jumat, Oktober 20

Soal Ulangan Geografi Inderaja dan SIG

Soal Ulangan Geografi Inderaja dan SIG

Halo kawan-kawan, bagaimana kabarnya hari ini, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Oke kali ini saya akan membagikan contoh soal ulangan bab inderaja dan SIG.

Inderaja dan SIG ini menurut saya adalah salah satu materi yang termasuk level menengah ke atas bagi siswa. Karena banyak sangkut pautnya dengan teknologi maka materi ini memang harus mengintegrasikan komputer.

Memang tidak semua sekolah punya alat yang lengkap untuk pembelajaran Inderaja dan SIG. Akan tetapi dengan sedikit kreatifitas dengan bantuan google map sebenarnya kita sudah bisa mempelajari SIG dan inderaja dengan baik.

Saya menggabungkan ulangan inderaja dan SIG ini karena memang materinya saling terintegrasi, jadi hemat waktu juga. Ini contoh ulangan saya.


Jumat, Oktober 6

Pengertian dan Ciri Negara Berkembang

Pengertian dan Ciri Negara Berkembang

Perkembangan negara di dunia ini berbeda-beda karena berbagai faktor. Salah satu kategori negara adalah negara berkembang.

Negara berkembang atau developing countries adalah negara yang pendapatan perkapitanya rata-rata rendah per tahun dan infrastruktur yang relatif masih terbelakang dan indeks perkembangan manusia berada di bawah standar normal dunia. 

Negara berkembang memiliki pembangunan sosial yang masih jauh dari kata maju. Atau bisa juga negara ini masih berada di masa transisi menuju negara industri.

Hal ini nampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia baik dari sisi skill, kesehatan, maupun mentalitas. Contoh lainnya adalah rendahnya angka harapan hidup dan tingginya angka kematian bayi dan anak. 

Selain itu ciri negara berkembang lain adalah populasi yang banyak dan angka pertumbuhan tinggi diatas 1 persen. 

Baca juga:
Macam-macam gejala optik atmosfer
Dip dan strike batuan 

Rata-rata pendapatan nasional bruto di negara berkembang hanya mencapai 950 US Dollar per tahun. Laju pertumbuhan ekonomi rendang yaitu 3% dan angka inflasi mencapai 37%. Sarana komunikasi dan transportasi terbatas dan daya saing produk di kancah internasional terbatas. 

Sementara itu tabungan sektor swasta dan pemerintah cukup rendah sementara utang luar negeri tinggi. Perekonomian negara sangat bergantung pada pinjaman luar negeri, hibah negara donor dan investasi swasta.
Pengertian dan Ciri Negara Berkembang
Peta sebaran negara berkembang (warna hijau dan kuning)
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di negara berkembang masih relatif tinggi yaitu 20% dan masih bisa tinggi lagi. Jumlah tenaga kerja produktif tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja. Baca juga: Rumus iklim Schmidt Ferguson

Ciri-Ciri Negara Berkembang
Secara spesifik ciri dari negara berkembang adalah sebagai berikut:
1. Standar hidup masih rendah dibawah rata-rata.
2. Tingkat pendapatan rendah.
3. Produktivitas masih rendah.
4. Tingginya angka beban kerergantungan.
5. Angka pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
6. Angka pengangguran cukup tinggi.
7. Impor kebutuhan pokok tinggi
8. Sektor pertanian masih mendominasi 
9. Adanya over populasi di kota-kota besar
10. Penguasaan teknologi masih dibawah rata-rata
Pengertian dan Ciri Negara Berkembang
Transportasi massa yang handal ciri maju tidaknya negara
Sebaran negara berkembang paling banyak berada di bagian bumi selatan. Hampir semua negara Afrika adalah negara berkembang. Di Asia negara berkembang masih meliputi 90%, hanya Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang melesat. 

Di benua Amerika hanya AS dan Kanada yang masuk jajaran maju, sisanya masih berkembang. Negara Eropa hampir semuanya masuk negara maju dan hanya sedikit yang tergolong negara berkembang khususnya di Eropa Timur.

Gambar: disini, disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close