Guru Geografi: Materi OSN Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 23

Contoh Arus Konveksi di Kehidupan

Contoh Arus Konveksi di Kehidupan

Pemindahan energi panas biasanya melalui tiga proses yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi adalah proses pemindahan panas dengan melalui media rambat seperti logam atau objek lain.

Sementara itu dalam radiasi, panas, cahaya dan energi merambat melalui sumber apapun. Sementara itu konveksi adalah pemindahan panas akibat pergerakan massal molekul di dalam fluida. Kita akan mengulas tentang konveksi.

Konveksi adalah proses perpindahan panas yang terjadi hanya dalam mekanisme tubuh cairan dan gas. Kedua media tersebut menyebabkan pergerakan molekul-molekul sangat bebas.  
 
Namun, transfer energi panas hanya dapat berlangsung melalui konveksi jika terdapat perbedaan suhu yang cukup besar dari kedua bagian fluida.
 
Arus konveksi dapat didefinisikan sebagai proses alami perpindahan panas yang melibatkan pergerakan energi dan panas dari satu tempat ke tempat lain. Kita dapat mencontohkannya dengan mengamati bahwa kita merasa lebih panas saat meletakkan tangan di atas api unggun. Ini terjadi karena arus konveksi.  
 
Arus Konveksi di Udara
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ekuator adalah bagian di Bumi yang paling dekat dengan matahari sehingga menerima panas yang jauh lebih besar dibandinga daerah lain seperti subtropis atau kutub.
 
Karena itu, udara yang berada di dekat ekuator naik ke atas karena kepadatannya berkurang dan kemudian menyebar dan turun kembali ke arah ekuator. 
 
Proses ini bertanggung jawab atas sirkulasi udara yang berkelanjutan yang disebut angin. Hal ini disebabkan oleh proses arus konveksi atmosfer yang membuat awan tetap tinggi.  
 
Arus konveksi di astenosfer

Arus Konveksi di Dalam Bumi
Terdapat batuan cair jauh di dalam permukaan bumi yang bersirkulasi melalui arus konveksi. Berada dalam keadaan semi cair, batuan cair mulai naik setelah menjadi semakin panas dan berkurang kepadatannya.

Arus konveksi menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng dan peristiwa vulkanisme seperti erupsi. Perubahan bentuk benua dari waktu ke waktu juga dibangun dari arus konveksi ini.

Arus Konveksi di Lautan
Air dari daerah kutub yang dingin turun dari wilayah lintang yang lebih tinggi dan selanjutnya tenggelam di dasar lautan. Secara bertahap, air dingin turun dan menarik air hangat bersamanya. 
 
Proses ini bertanggung jawab atas distribusi panas dan nutrisi terlarut di seluruh dunia. Arus konveksi di lautan ini membentuk sirkulasi arus laut global atau arus termohaline.
 
Arus Konveksi di Rumah
Saat musim dingin, kebanyakan dari kita menggunakan pemanas atau radiator di rumah kita. Alat tersebut juga bekerja berdasarkan proses konveksi. 
 
Saat udara di atas radiator memanas, udara menjadi lebih ringan dan naik. Kemudian udara dingin di atasnya menggantikannya dan udara panas bergerak ke atas, proses ini terus terjadi dalam gerakan siklus.

Proses ini terus berulang hingga seluruh ruangan menjadi hangat. Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa konveksi merupakan fenomena alam yang penting dan sangat berguna dalam kehidupan kita sehari-hari. 
 
Arus konveksi juga terjadi saat kita memasak air di panci. Untuk lebih jelasnya silahkan cek gambar berikut ini.
Arus konveksi saat memasak air

Selasa, November 27

Perubahan Iklim, Penyebab, Dampaknya di Kehidupan

Perubahan Iklim, Penyebab, Dampaknya di Kehidupan

Perubahan iklim terjadi akibat kombinasi faktor alam dan manusia. Jadi bukan hanya faktor manusia ya?. 

Bukan dong, namun manusia faktor manusia lebih dominan dibanding faktor alam. Iklim bumi kita secara berkesinambungan berubah dari waktu ke waktu. 

Ada bukti fosil yang menjelaskan bahwa di masa lalu suhu bumi lebih hangat dibanding saat ini dan hanya ada sedikit es di kutub utara. Ada bukti juga yang menjelaskan bahwa sebagian besar daratan bumi pernah tertutup es (Ice Age).

Bukti perubahan iklim ada pada rekaman berikut:
1. Catatan Cuaca
Termometer saat ini sangat akurat dalam merekam perubahan suhu lingkungan di semua lokasi bumi.
2. Inti Es
Jebakan udara dalam inti es di antartika telah diteliti dan perubahan suhu terekam dalam lapisan es tersebut.
3. Batuan dan Fosil
Fosil dapat membuktikan kejadian yang di masa lampau. Contohnya kapur yang ditemukan di Yorkshire telah terbentuk di dasar laut hangat jutaan tahun lalu.
4. Analisis Serbuk Sari dan Pohon
Perubahan Iklim, Penyebab, Dampaknya di Kehidupan
Es semakin berkurang di kutub
Hasil observasi lain membuktikan bahwa iklim merubah:
1. Tutupan Es. Area seperti Greenland dan Arktik memilki lapisan es tipis di masa lalu.
2. Gletser. Foto pegunungan di masa lalu dengan sekarang menunjukkan perubahan volume selama 50 tahun. Ini dipengaruhi oleh minimnya presipitasi salju di pegunungan.

Dalam 10 ribu tahun terakhir, suhu rata-rata atmosfer kita sekitar 14 derajat celcius secara umum. Bagaimanapun dalam 100 tahun terakhir, iklim bumi kita mulai meningkat cepat. Mengapa perubahan iklim terjadi?. Ada faktor alami dan manusia yang mempengaruhinya.

Faktor Alam
1. Variasi energi matahari yang jatuh ke permukaan bumi.
2. Lintasan orbit bumi terhadap matahari.
3. Cara lautan mentransfer panas dari satu area perairan ke perairan lain.
4. Aktifitas vulkanik, material abu vulkanik dapat menutupi matahari di atmosfer dan membuat suhu di bawahnya menurun. 

Manusia juga berkontribusi merubah iklim bumi. Pemicu utama adalah gas hasil pembakaran fosil yang dibuang dari kendaraan. Negara maju berkontribusi tinggi dalam emisi karbon. Gas lain seperti metana dari timbunan sampah, peternakan dan hutan gambut juga menyumbang terhadap peningkatan perubahan iklim. Berikut dampak perubahan iklim di berbagai bidang kehidupan:

1. Pertanian
a. Hasil panen menurun di seluruh dunia tak terkecuali.
b. Lahan pertanian di wilayah tepi gurun tidak dapat digunakan karena proser peng-gurunan.
c. Tanaman terancam banjir di daerah dataran rendah
d. Musim tanam di beberapa daerah akan meningkat.

2. Kelautan
a. Daerah pesisir pantai beresiko menghilang oleh kenaikan muka air laut.
b. Kota-kota pantai terancam tenggelam.
c. Beberapa spesies akan mati perlahan dan merubah ekosistem laut.

3. Air dan Es
a. Makin banyaknya gletser mencair.
b. Masyarakat yang menggunakan sumber air dari gletser terancam kekeringan.
c. Intrusi air laut ke air tanah.
d. Banyaknya wilayah yang kekeringan panjang.

4. Populasi
a. Banyak orang akan bermigrasi ke daerah yang banyak air.
b. Potensi kelaparan dan kematian masal meningkat terutama di Afrika.
c. Jutaan orang di daerah pesisir terancam banjir.
d. Wabah penyakit mengancam di beberapa tempat.

Baca juga: Faktor cuaca dingin ekstrim di Indonesia

Gambar: disini

Minggu, Februari 25

Sifat Fisika Atmosfer Bumi

Sifat Fisika Atmosfer Bumi

Atmosfer bumi merupakan salah satu kejaiban ciptaan Allah yang sangat unik. Kali ini saya akan coba jelaskan sedikit tentang sifat fisika atmosfer. 

Radiasi gelombang elektromagnetik datang dari matahari dengan kecepatan 300.000 km/detik. Radiasi ini terdiri dari gelombang pendek hingga gelombang panjang. 

Spektrum yang terlihat dari bumi mengandung panjang gelombang antara 0,4 - 0,7 mikrometer. Baca juga: Analisa kaitan kondisi geografi dengan kehidupan masyarakat

Radiasi panang gelombang yang kurang dari 0,4 mikrometer adalah ultraviolet (uv) dan ia menyumbang sekitar 7% dari total radiasi matahari. Sinar uv terbagi menjadi tiga spektrum yaitu uva, uvb dan uvc. 

Uva jatuh tepat di bawah cahaya tampak dengan panjang gelombang bervariasi dari 320 - 400 mirometer. Meski tidak diserap ozon, uva memiliki radiasi paling kecil dan paling tidak merusak dari semua jenis radiasi uv.

Raidasi Uvb memiliki panjang gelombang 280-320, lebih energik daripada uva dan dianggap berbahaya bagi biosfer. Untungnya uva ini jumlahnya lebih sedikit karena diserap oleh ozon. 

Uvc dengan panjang gelombang 200-280 mikrometer adalah yang paling merusak dan merupakan radiasi paling banyak ditahan ilhe ozon. 

Baca juga:
Bedanya batuan beku dan sedimen
Cara jawab soal titik henti di UN Geografi

Ozon paling efektif menyerap radiasi panjang gelombang 250 mikrometer. Setelah ozon menyerap radiasi gelombang pendek ini maka selanjutnya radiasi yang lebih panjang disebarkan ke segala arah. 

Beberapa diserap oleh unsur atmosfer lainnya, ada yang sampai ke permukaan bumi dan ada yang dikembalikan lagi ke angkasa. Efek utama lainnya adalah kenaikan suhu di stratosfer bagian atas. 

Sudut datang matahari dipengaruhi oleh letak lintang waktu ke waktu. Di belahan bumi utara matahari berada tepat di atas kepala saat tropic of cancer pada hari pertama musim panas, di ekuator saat hari pertama musim semi dan gugur, di atas kepala tropic of capricorn saat hari pertama musim dingin.
Sifat Fisika Atmosfer Bumi
Jenis awan memiliki sifat menyerap radiasi matahari yang berbeda
Semakin tinggi sudut datang matahari maka jarak jatuhnya sinar matahari ke permukaan bumi lebih dekat sehingga suhu akan lebih panas, sementara asaat sudut datang matahari semakin berkurang.

Contohnya saat musim dingin maka jarak tempuh matahari ke permukaan bumi semakin panjang dan suhu akan semakin menurun drastis. 

Sama halnya saat kamu berdiri tetap di atas lampu dengan berada di samping lampu pastinya panasnya akan berbeda. 

Ini karena sinar bergerak lurus jadi sudut datang mempengaruhi kapasitas panas yang diterima permukaan bumi. Baca juga: Pembahasan OSK Geografi 2017

Awan di atmosfer berperan menyerap radiasi uv secara efektif. Namun awan kumulus kadang memiliki efek sebaliknya karena radiasi uv disebar ke ujung awan hingga akhirnya sampai ke permukaan bumi. 

Salju sangat efektif dalam menyerap radiasi uv yaitu sekitar 85%, tanah 12% dan air 5%. Gambar: disini
Faktor Perbedaan Cuaca Iklim Suatu Wilayah

Faktor Perbedaan Cuaca Iklim Suatu Wilayah

Cuaca dan iklim suatu tempat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Coba bandingkan jika kamu sedang di Jakarta kemudian di akhir pekan berlibur ke daerah Puncak atau Lembang Bandung. 

Pasti kamu akan mengalami perbedaan cuaca yang sangat signifikan dari panas ke sejuk atau dingin. 

Lalu mengapa cuaca di berbagai wilayah berbeda-beda?. Berikut ini sedikit penjelasan tentang faktor yang mempengaruhinya:

Baca juga:
Pengertian dan proses terbentuknya angin passat
Ciri-ciri tanah podsolik dan pemanfaatannya
Faktor Perbedaan Cuaca Iklim Suatu Wilayah
Daerah pegunungan cenderung sejuk 
1. Letak Lintang
Letak astronomis atau lintang adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi cuaca suatu tempat. Daerah di lintang tropis cenderung relatif basah dengan cuaca hangat sepanjang tahun secara umum. 

Hanya ada dua musim yaitu hujan dan kemarau. Di daerah subtropis cuaca bervariasi dari musim semi yang hanagt, musim panas yang terik, musim gugur yang mulai dingin dan musim dingin yang menusuk.

2. Topografi
Kondisi topografi atau ketinggian mempengaruhi keadaan cuaca suatu wilayah. Semakin tinggi tempat maka suhu akan semakin turun alias dingin. Ini adalah hukum gradien termis. 

Daerah dataran rendah lebih banyak menerima panas matahari karena permukaan tanah menyerap panas lewat konveksi dan konduksi sementara daerah dataran tinggi lebih sedikit. 

Selain itu di daerah pegunungan cenderung banyak ditutupi awan sehingga matahari jarang masuk ke permukaan tanah sehingga menurunkan suhu secara umum.

3. Jarak ke laut
Jarak daratan ke laut mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim suatu tempat. Daerah yang dekat laut cenderung akan dipengaruhi oleh faktor terutama arus laut. 

Selain itu daerah dekat pantai memiliki angin yang cukup kencang dan terik sekali di siang hari sementara di malam hari akan angat dingin.

4. Kondisi tutupan vegetasi
Daerah yang memiliki tutupan vegetasi minim cenderung lebih panas cuacanya karena tidak ada vegetasi yang menyerap panas. 

Sementara daerah dengan banyak tutupan lahan akan lebih sejuk karena tumbuhan berfungsi untuk menyerap panas dan debu. Coba aja kamu duduk di bawah pohon kan pasti terasa sejuk dan dingin. Baca juga: Teori terbentuknya negara di dunia

5. Anomali cuaca
Anomali cuaca atau suatu keadaan tidak biasa bisa terjadi kapan pun. Beberapa contohnya adalah fenomena el nino dan la nina di Pasifik yang berdampak pada pola hujan dan kemarau di Indonesia. 

Belum lagi pola siklon di samudera yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca di daratan sekitarnya. 

6. Awan
Banyak sedikitnya awan mempengaruhi terhadap jumlah radiasi panas yang diterima permukaan bumi. 

Jika suatu daerah tidak ada awan maka akan terasa panas sekali sementara jika banyak awan maka matahari akan terhalang dan intensitas panas di permukaan bumi akan menurun.

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca suatu wilayah. Masih banyak lagi sebenarnya faktor yang mempengaruhi cuaca iklim karena atmosfer bumi sangat kompleks dan sulit diprediksi. Baca juga: Pengertian lahan potensial dan kritis

Gambar: disini

Selasa, Februari 13

Menganalisa Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk

Menganalisa Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk

Kehidupan mahluk hidup terutama manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayahnya. 

Kondisi geografis mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi penduduk wilayah tertentu. 

Oleh sebab itu, manusia dengan segala kecerdasan dan kemauannya berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan geografisnya atau berupaya mengubah kondisi lingkungan tersebut sesuai dengan kepentingannya. 

Adanya keragaman kondisi geografis tiap wilayah memunculkan corak mata pencaharian, pola-pola permukiman, tradisi, adat-istiadat, dan aspek kehidupan sosial lainnya.

a. Kehidupan di Wilayah Pantai
Penduduk yang tinggal di wilayah ini umumnya menyelaraskan dirinya sebagai nelayan. Adapun pola permukiman penduduk di wilayah ini berbentuk permukiman yang tersebar secara memanjang (pola linier) mengikuti garis pantai. 

Di Indonesia, kota-kota pelabuhan yang berkembang pesat, misalnya Jakarta dan Surabaya. Akibatnya aktivitas kehidupan masyarakat di wilayah pantai banyak yang berpindah profesi, misalnya menjadi pedagang, pelayanan jasa, dan lain sebagainya.
Menganalisa Kaitan Kondisi Geografis Dengan Keadaan Penduduk
Anak-anak Suku Bajau
b. Kehidupan di Wilayah Dataran Rendah
Penduduk di daerah dataran rendah bertempat tinggal dengan membentuk pola permukiman dengan bentuk linier yang tersebar sejajar dengan arah jalan dan jalur aliran sungai. 

Adapun pola pemukiman penduduk di daerah kota terutama yang dekat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi memiliki pola permukiman dengan bentuk terpusat atau tersebar melingkari pusat-pusat perekonomian.

Di daerah dataran rendah, umumnya bentuk mata pencaharian penduduk lebih berorientasi kepada bidang pertanian khususnya di daerah pedesaan. Kegiatan pertanian yang dikembangkan yaitu pertanian yang menghasilkan tanaman pangan dan tanaman komoditas. 

Di wilayah-wilayah yang telah maju, telah berkembang pula kegiatan penduduk yang berorientasi kepada bidang perdagangan, komunikasi, transportasi, dan kepariwisataan. 

Di samping itu, wilayah dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan gedung-gedung pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

c. Kehidupan di Wilayah Pegunungan
Penduduk yang berada di lokasi ini ada yang tinggal dengan membentuk pola permukiman terpusat sekitar lokasi wisata dan penambangan, ada pula yang bergerombol di sekitar lokasi tanah perkebunan dan kehutanan terutama mereka selalu mendekati daerah-daerah sumber air. 

Sebagian besar kondisi mata pencaharian penduduk yang tinggal di wilayah ini, berorientasi kepada bidang perkebunan dan kehutanan. 

Di daerah-daerah yang kondisi lapisan tanahnya banyak mengandung bahan-bahan tambang, otomatis mereka beraktivitas di bidang penggalian barang-barang tambang. 

Untuk wilayah-wilayah pegunungan yang dijadikan kawasan wisata, maka orientasi mata pencaharian penduduk lebih memilih untuk berdagang atau pelayanan jasa.

d. Kehidupan di Wilayah Sungai
Penduduk yang berada disekitar sungai akan membentuk sungai komunitas budaya sungai dengan pola memanjang. Kehidupan mereka sangat bergantung pada sungai seperti di Banjarmasin. 

Alat transportasi yang mereka gunakan adalah perahu dan mata pencahariannya mayoritas adalah mencari ikan, bertani di pinggir sungai atau pasir atau tambak. 

Sejak zaman dahulu peradaban manusia banyak muncul dari daerah aliran sekitar sungai. 

Gambar: disini

Jumat, Februari 2

Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi 2017 Nomor 7, 8, 9

Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi 2017 Nomor 7, 8, 9

Oke, halo teman-teman sekalian kali ini saya akan coba kembali membahas jawaban soal OSK Geografi tahun 2017 nomor 7,8 dan 9. 

Seperti biasa di blog ini saya akan update pembahasan soal dari yang paling mudah ke yang sulit ya. Jadi mohon bersabar. Ingat prinsip belajar adalah dari yang mudah ke yang sulit.

7. Diantara kota-kota berikut, yang kemungkinan paling besar presipitasinya adalah ....
a. Montreal, Kanada
b. Riyadh, Arab Saudi
c. Madrid, Spanyol
d. Jakarta, Indonesia

8. Dampak perubahan iklim untuk 100 tahun ke depan dengan skenario kenaikan suhu sampai 1 derajat C adalah ....
a. terumbu karang rusak
b. kejadian cuaca ekstrim
c. kebanyak wilayah di dunia tidak bisa dihuni
d. beruang di kutub utara akan punah

9. Titik awal dari sebuah kegiatan pengelolaan bencana dimulai dari analisis ....
a. resiko
b. wilayah
c. kerentanan
d. bahaya

PEMBAHASAN OSN GEOGRAFI
7. Perhatikan peta di bawah ini!
Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi Nomor 7, 8, 9
Peta dunia
Kota Jakarta terletak di daerah ekuator, sementara Montreal, Riyadh dan Madrid ada di daerha subtropis hingga sedang. Menurut analisa karakter iklim maka Jakarta yang ada di daerah tropis berkemungkinan memiliki tingkat presipitasi yang tinggi dibanding kota lainnya. Selain itu pengaruh angin muson barat dan timur juga meningkatkan peluang presipitasi yang tinggi. 

8. Jika dalam 100 tahun ke depan suhu naik hingga 1 derajat maka yang akan ada adalah mencairnya es di kutub. Mencairnya es di kutub akan membuat habitat beruang kutub hilang dan akhirnya punah. Analisanya seperti itu.

9. Titik awal manajemen bencana adalah analisa tingkat kerentanan bencana. Dengan menganalisa tingkat kerentanan bencana maka nanti akan didapat peta potensi bencana di berbagai daerah dan setelah itu bisa dibuat kebijakan masing-masing. 

Kerentanan bencana tiap daerah beda-beda. Ada yang rentan gempa, erupsi, konflik, banjir dll. Jadi semua daerah tidak sama kerentanannya. Baca juga: Kode diskon quipper video 2018

Gambar: disini
Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi 2017 No 28, 29, 30

Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi 2017 No 28, 29, 30

Assalamualaikum wr. wb. Halo teman-teman sekalian gimana kabarnya hari ini?. Semoga baik-baik saja. Langsung saja kali ini saya akan coba memberikan bahasan jawaban OSK Geografi 2017. Mudah-mudahan saya bisa membantu kalian yang sedang berjuang untuk menaklukan OSK/N Geografi. Saya akan coba bahas soal yang bertipe mudah dulu jadi mohon maaf jika tidak sesuai urutan nomor. Kali ini saya akan coba jawab OSK Geografi 2017 No 28, 29, 30

28. Manusia adalah salah satunya mahluk hidup yang dapat mengubah salah satu dari dua relung ekologis yang dimilikinya. Relung yang dapat diubah oleh manusia adalah ....
a. relung fana
b. relung fundamental
c. relung non fundamental
d. relung nyata

29. Negara di bawah ini yang masuk dalam wilayah ecozone Afrotropic adalah ....
a. Aljazair
b. Libya
c. Tunisia
d. Sudan

30. Seluruh bagian Kanada yang akan menjadi tempat IGEO 2018 termasuk dalam ecozone ....
a. Neartik
b. Paleartik
c. Neotropik
d. Nordamerik

Pembahasan
28. Jawabannya adalah relung nyata. Pengeritan relung atau niche sederhanya adalah ruang fisik yang dihuni oleh suatu organisme beserta interaksi di dalamnya. Relung dibagi dua yaitu relung dasar (fundamental) dan relung nyata (realitas). Relung fundamental adalah kumpulah sumber daya yang secara teoritis mampu digunakan oleh suatu populasi di bawah keadaan ideal (contoh kebutuhan makanan, suhu, kelembaban, tekanan dll). Relung nyata adalah kondisi yang lebih sempit yang dihuni oleh sejumlah individu yang masih mungkin mendapat pengaruh/hambatan dari spesies lain.

Jadi relung nyata masih bisa diubah manusia sementara relung fundamental seperti volume air di bumi, tekanan udara, siklus air tidak bisa dirubah. Jadi cara memahami singkatnya adalah relung dasar itu sistem ciptaan Tuhan, relung dasar itu komponen sumberdaya yang ciptaan Tuhan namun masih bisa dimodifikasi manusia dengan teknologi/perilaku.

29. Perhatikan peta di bawah ini!
Kunci Jawaban Pembahasan OSK Geografi 2017 No 28, 29, 30
Peta ecozone dunia terbaru
Aljazair, Libiya dan Tunisa masuk kategori Paleartik sementara Sudan berada di tengah Afrika dan masuk kategori Afrotropic.

30. Wilayah Kanada semuanya masuk kategori neartic. Sudah jelas.

Mau tahu pembahasan lebih banyak lagi tentang OSK atau OSN Geografi?. Jangan lupa like blog ini ya dan tunggu pembahasan selanjutnya. Selamat belajar.
Kalau ada yang ditanyakan dan ingin request materi, silahkan di komentar saya. Selmat berjuang dan belajar menaklukan soal OSN Geografi.

Senin, Desember 11

Konsep Trickle Down Effect Pembangunan Wilayah

Konsep Trickle Down Effect Pembangunan Wilayah

Pembangunan terus berkembang di berbagai wilayah permukaan bumi tak terkecuali Indonesia. Akan tetapi pembangunan tidak selamanya menghasilkan dampak positif di negara berkembang.

Kali ini akan dibahas sedikit tentang konsep trickle down effect dalam pembangunan wilayah. Modernisasi pedesaan saat ini memiliki dampak negatif yang cukup terlihat jelas.

Kota tak mampu membangun pedesaan disekitarnya, bahkan meningkatkan keterbelakangan karena relasi hanya berjalan satu arah, padahal untuk meningkatkan level kehidupan di desa perlu relasi dua arah.

Dilihat dari sisi budaya, manusia kota itu menempati wilayah pinggiran. Menurut Stonequist, orang kota ini secara kultural tak lain adalah blasteran manusia berbudaya barat, sebaliknya yang berkepribadian asli, pribumi secara budaya adalah orang yang ada di desa. 

Di Indnoesia para ekonomi kini menggalakan gagasan bagaimana cara membangun namun memihak rakyat. Jika yang dipakai sebagai pedoman tata kerja membangun itu meniru pengalaman di Eropa Barat yang ditandai oleh revolusi industri dan terjadi perembesan atua penetesan ke bawah (trickle down). Kota industri dulu yang berhasil kemudian merembes ke kawasan sekitarnya.

Di Indonesia, pembangunan industri mendahului pembangunan pertanian. Mereka yang hidup miskin adalah petani gurem, buruh, nelayan kecil, peternak dan warga desa yang bermukim di wilayah pedalaman terisolasi. 

Penduduk miskin struktural inilah yang mendasari lahirnya program Inpres Desa Tertinggal tahun 1995.
Konsep Trickle Down Effect Pembangunan Wilayah
Sawah semakin menyusut karena pembangunan
Menurut Mubyarto, kemiskinan adalah kondisi serba kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan dasar bagi anak-anak. Membangun desa miskin berarti meningkatkan kemampuan rakyat dengan cara menggali potensi desanya. 

Kombinasi antara potensi fisik desa dengan skill atau keterampilan penduduknya akan membuat perkembangan desa semakin pesat. Inilah yang kini sedang gencar dilakukan di Indonesia agar ketimpangan kota dan desa tidak begitu besar. 

Trickle down effect pembangunan wilayah pada dasarnya mengorbankan petani. Lahan menyempit, harga gabah menurun, upah rendah, permainan mafia beras dll adalah sekelumit efek permebesan dari pembangunan wilayah. 

Gambar: disini

Kamis, Desember 7

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Gunung api atau volcano merupakan sebuah fenomena dipermukaan bumi yang dihasilkan dari adanya penerobosan magma ke kerak bumi. 

Tidak semua lokasi memiliki gunung api karena beberapa faktor seperti letak geologi dan ketebalan kerak bumi disekitarnya. Letusan gunung api sering terjadi dan akan berdampak secara lokal maupun global. 

Gunung api paling banyak muncul di zona subduksi lempeng tektonik dan sisanya pada wilayah yang disebut hot spot

Baca juga:
Lingkungan biotik dan abiotik
Tipe-tipe delta sungai

Erupsi gunung api pada dasarnya merupakan sebuah fenomena, bukan bencana. Istilah bencana dapat dikatakan bila peristiwa tersebut sudah memakan korban jiwa. 

Jika gunung api erupsi maka ia sedang meminta waktu untuk mengeluarkan berbagai bahan material yang sangat diperlukan nantinya untuk kehidupan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Dampak lerusan gunung api bisa bersifat lokal maupun global. Bersifat lokal artinya meliputi daerah disekitarnya saja atau lebih sempit, sementara dampak global bersifat menyeluruh atau mendunia. Berikut ini contoh dampaknya.
Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global
Erupsi gunung api di Islandia
Dampak lokal erupsi
1. Terjadi banjir lahar di sekitar daerah lereng gunung api.
2. Menimbulkan hujan abu vulkanik disekitar gunung api.
3. Menghanguskan hutan disekitar lereng.
4. Membuat korban jiwa baik manusia, hewan dan tumbuhan.
5. Menghancurkan bangunan yang ada disekitarnya.
6. Menimbulkan infeksi saluran pernapasan bagi penduduk.
7. Menghasilkan daerah aliran sungai baru dan endapan pasir dan kerikil

Dampak global erupsi gunung api adalah adanya perubahan iklim mikro. Gas aerosol yang terdiri dari butiran halus debu dan kerikil akan terhempas ke udara dan terbawa angin. 

Jika volume aerosol yang disemburkan sangat besar maka akan menutupi atmosfer. Sinar matahari akan terhalang oleh aerosol dan dampaknya adalah suhu bumi akan turun. Hal ini terjadi saat erupsi dahsyat Krakatau di abad ke 18. 

Besar tidaknya letusan gunung api ditentukan oleh beberapa faktor seperti volume dapur magma, tekanan gas hingga ketinggian gunung api. Beberapa gunung api yang pernah meletus dahsyat antara lain Krakatau, Tambora, Toba, Pinatubo dan Etna.
Gambar: disini

Senin, November 27

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Awan merupakan kumpulan titik air yang melayang di udara. Ada banyak jenis awan bertebaran di atmosfer dan yang paling umum adalah cirrus, stratus dan cumulus.

Ketiga awan tersebut dikelompokan menurut bentuknya. Mari kita simak penjelasannya berikut. Baca juga: Batuan beku, sedimen dan metamorf

Awan Cirrus
Awan cirrus berarti jambul rambut dalam bahasa latin dan mudah ditemukan pada ketinggian 20.000 kaki. Cirrus sering muncul pada keadaan cuaca cerah dan biasanya mengikuti arah angin. 

Awan cirrus nampak seperti rambut halus dan seperti ekor kuda. Awan ini terbentuk dari kristal es kecil dan salah satu fitur yang umum dijumpai adalah garis-garis yang teratur karena kristal es yang jatuh dihancurkan oleh angin.

Awan cirrus termasuk awan tinggi karena di suhu di atmosfer atas sangat dingin, partikel air menjadi es yang memantulkan sinar matahari dan menghasilkan warna putih bersih. Jenis awan cirrus lainnya adalah cirrostratus dan cirrocumulus. Baca juga: Apa itu front cuaca?

a. Cirrostratus
Seperti induknya yaitu cirrus, awan cirrostratus ini muncul sebagai lembaran putih pipih dan menyebar ke seluruh langit. Mereka juga sering muncul seperti riak air di langit. Cirrostratus mudah dilihat saat matahari atau bulan berada disekitarnya. 

Halo biasa muncul disekitar awan ini. Saat matahari terbit dan terbenam, cirrostratus bisa terlihat cantik dan memantulkan warna matahari.

b. Cirrocumulus
Awan cirrocumulus terlihat seperti bola kapas putih halus yang merentang sejauh cakrawala. Cirrocumulus tidak sehalus cirrostratus namun pecah menjadi elemen dan riak yang lebih kecil. 

Mereka terlihat seperti sisik kulit ikan dan makanya orang sering kali menyebutnya awan makarel. Awan ini banyak muncul di kala musim dingin.
Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus
Posisi awan cirrus, stratus dan cumulus
Awan Stratus
Stratus berasal dari bahasa latin yang berarti lapisan. Awan stratus terlihat seperti awan yang meluas menutupi langit. Awan stratus nampak lebih tebal dari cirrus dan bisa menciptakan bayangan di tanah. Awan stratus terdiri dari altostratus dan altocumulus.

a. Altostratus
Altostratus merupakan awan dengan ketinggian sedang dengan bentuk berlapis, warna abu terang atau gelap dan mengindikasikan akan turunnya hujan dalam beberapa hari. Awan ini terdiri dari kristal es dan banyak tetesan air. Awan ini juga sering tidak berbentuk dan tanpa ciri yang khas.

b. Nimbostratus
Nimbo berarti hujan. Awan nimbostratus atau nimbus termasuk awan rendah tapi lebih berat, tebal dan lebih gelap dari altostratus. Awan ini bisa menghalangi matahari dan membuat suhu lebih rendah di bawahnya. Baca juga: Ciri Daerah Konvergensi Antar Tropik 
Awan Cumulus
Cumulus dalam bahasa latin artinya tumpukan atau gerombolan. Awan cumulus paling lazim dijumpai dalam cuaca normal terutama di ketinggian rendah. Cumulus nampak seperti berbulu, katun atau berbentuk kembang kol. 

Bagian atas cumulus biasanya berwarn putih cerah dengan dasar yang lebih gelap. Awan ini mengindikasikan cuaca cerah normal angin sepoi-sepoi.

a. Stratocumulus
Awan stratocumulus berjenis awan rendah berbaris sejajar dan meluas di langit. Startocumulus termasuk awan rendah dengan bercak putih, biru dan abu-abu gelap. Awan ini mungkin membawa sedikit hujan dan salju atau cerah. Awan ini biasa muncul di wilayah hangat, dingin atau front.

b. Cumulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan tipe vertikal dan mengindikasikan cuaca hujan disertai badai petir akan datang. Awan ini tebal, gelap, padat dan membentuk kembang kol vertikal dari bawah ke atas. Awan ini cepat hilang saat hujan lebat turun. 
Gambar: disini

Sabtu, Oktober 28

Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia

Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia

Tanah di Indonesia secara umum termasuk subur dan dampaknya kegiatan pertanian banyak berkembang di berbagai daerah. Di Indonesia ada dua jenis pertanian yaitu pertanian rakyat dan pertanian perkebunan besar. Pertanian rakyat diselenggarakan oleh penduduk pedesaan atau penduduk di daerah pinggiran kota. 

Pertanian rakyat memiliki sifat : 1) modal yang terbatas, 2) penyerapan tenaga kerja musiman dan bersifat kekeluargaan, 3) pengelolaan lahan dan pertanian secara wiraswasta, 4) jenis tanaman bersifat tanaman bahan makanan dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau subsiten, 5) pertanian rakyat komoditas seperti karet, cengkeh, kelapa dan lada.

Pertanian padi diselenggarakan pada lahan-lahan kering dan laan-lahan basah dengan sistem irigasi dan sistem sawah pasang surut. Pertanian padi pada lahan kering inilah yang membawa masalah dalam usaha pengawetan sumber daya alam yaitu tanah. Lokasi tanah kering perladangan ini dilakukan di daerah perbukitan, lereng gunung dan di daerah hutan sekunder. 

Dengan sistem perladangan yang berpindah-pindah tidak didapatkan pemeliharaan akan sumber air, usaha pengawetan tanah dengan sistem sengkedan. Ekosistem perladangan pindah-pindah lebih banyak menimbulkan dampak negatif. Bunga tanah habis terbakar dan kembali subur dalam siklus 4 atau 5 tahun setelah penghutanan kembali. Namun giliran berikutnya tak luput dari pembakaran kembali. Pada dasarnya lahan dari hutan sekunder ini masih punya potensi yang tinggi untuk hara tanaman seperti halnya akumulasi humus atau setelah menjadi brown forest soils.
Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia
Pertanian di daerah Dieng
Sistem persawahan Inodonesia dibagi menjadi sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Ahli geografi mendapatkan kenyataan bahwa pemakaian terminologi sistem irigasi ada berbagai macam: pengairan teknik, pengairan setengah teknik dan pengairan sederhana, kadang-kadang tidak cocok dengan berapa lama dan volume air yang mengairi sawah-sawah. Ada beberapa sawah dengan pengairan teknik dan setengah teknik malah tidak berair sama sekali. Dengan ciri pengaliran ini dapat digunakan istilah yang lebih tepat yaitu irigasi sekian bulan.
Sistem pasang surut dilakukan pada lahan-lahan di daerah pantai atau aluvial yang berawa-rawa dengan jenis padi khusus untuk pasang surut. Sawah lebak pada umumnya memiliki pengairan yang permanen karena lokasinya pada daerah aliran sungai. 
Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia
Pertanian pinggir sungai
Perkebunan besar di Indonesia dilakukan pada tanah negara atau tanah milik pribumi, oleh perusahaan negara, perusahaan daerah, oleh pihak swasta nasional atau asing. Pada pertanian perkebunan besar didapati ciri khas yaitu: 1) teknologi pertaniannya lebih tinggi, 2) penanaman modal yang besar, 3) memiliki staf ahli pengelola teknik penanaman, pengolahan produksi dan staf administrasi, 4) penyerapan tenaga kerja tetap, 5) produksi perkebunan dan pertanian untuk ekspor dan konsumsi dalam negeri. Oleh karena pengelolaan tanah didasarkan pada penelitian ilmiah maka pada umumnya pengawetan tanah dapat terjamin baik dari gangguan eksogen atau kultur.

Perkebunan teh, kina dilakukan di daerah pegunungan dari golongan tanah Latosol, Inceptisol, Andosol dan Podzolitk Laterit. Potensi lahan pertanian di Indonesia ditaksir sebesar 41 juta hektar namun hampir setengahnya merupakan lahan kritis. Lahan kritis ini sudah miskin unsur hara sehingga kurang produktif. Penyebab lahan kritis adalah erosi faktor aktifitas manusia. Tingkat kesuburan tanah dicirikan dengan lengkapnya kandungan unsur hara tanah yaitu Nitrogen, Phospor, Potassium dan Kalium. Baca juga: Sifat umum tanah Aluvial
Gambar: disini, disini
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda

Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda

Tanah di muka bumi ini bermacam-macam dan tersebar tidak merata. Salah satu sifat tanah yang nampak jelas baik di permukaan lahan maupun pada penampang horizon adalah warnanya. 
 
Para petani dapat membedakan kesuburan tanah dengan melihat warnanya. Lantas mengapa warna tanah bisa berbeda-beda?. 
 
Tanah hutan yang berwarna cokelat sampai hitam mudah didapati. Warna tanah kecuali warna hijau dan pink sering didapatkan di lapangan. Baca juga: Rumus proyeksi penduduk geometris

Warna tanah sangat dipegaruhi oleh kadar kelembaban di dalamnya. Perubahan warna tanah akibat kelembaban ini terjadi karena koloid-koloid kehilangan air oleh pengaruh drainase, penguapan dan oleh isapan akar tumbuhan. 
 
Perbedaan warna tanah pada dasarnya dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu persenyawaan besi, kandungan bahan organik, persenyawaan kuarsa dan persenyawaan mangan. Baca juga: Jenis dan faktor kekeringan
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah di daerah arid berwarna pucat
Persenyawaan besi dalam tanah mengakibatkan warna tanah bervariasi seperti merah, merah-kecokelatan, cokelat-kemerahan, merah kekuningan, kuning kemerahan sampai kuning. Kadang bisa sampai warna biru keabu-abuan.

Kuarsa dan feldsapar mengakibatkan warna tanah menjadi terang dan pucat. Warna pucat juga terjadi karena proses pencucian yang terjadi pada horizon A terbawah yang dilambangkan dengan horizon A2 karena koloid-koloid berpindah ke horizon B. 
 
Pencucian terjadi pada lingkungan asam karena banyaknya kandungan silikat dari kuarsa dan feldspar asam. Dengan singkat maka kuarsa dan feldspar lah diantara unsur penyebab perbedaan warna yang banyak menentukan. Baca juga: Faktor perambatan suhu permukaan bumi

Pada horizon yang lebih dalam (A2 dan B) sering didapatkan warna yang bercorak belang. Dasar warna tanah itu agak terang (pucat sampai agak putih) ditempeli oleh warna merah jambu, biru dan hitam.
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah di daerah humid cenderung kemerahan
Bahan organik menyebabkan warna tanah yang agak gelap. Bunga tanah atau humus adalah bahan sisa organi yang halus dan disebut juga matiere noire, bertindak sebagai pengubah warna tanah menjadi gelap. 
 
Tubuh tanah yang mengandung pelikan inorganik yang berwarna pucat dapat berubah menjadi agak gelap sampai hitam oleh campuran bahan-bahan organik. 
 
Variasi warnanya mulai dari terang berubah menjadi cokelat, cokelat kemerahan, cokelat tua sampai hitam. Apabila kondisi lingkungan cocok untuk perkembangan humus maka horizon teratas menebal menjadi horizon khas yaitu O. 

Baca juga: 
Terbentuknya guyot di lautan
Faktor melimpahnya sumber daya Indonesia

Dengan penambahan bahan organik antara 5-10%, warna tanah berubah menjadi gelap hitam. Bahan mineral dasar yang berwarna terang dapat berubah menjadi warna kelabu, bila terdapat tambahan bahan organik antara 0,2 dan 5%. 
 
Bahan pelikan dasar yang berwarna kuning berubah menjadi cokelat sampai kelabu tua. Sementara bahan pelikan dasar yang terang berubah menjadi kelabu tua bila tambahan organik itu berkisar antara 2 dan 4%.
 
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah humus dari sisa bahan organik yang membusuk
Penyebaran warna tanah secara geografi sesuai dengan lingkungan fisiografinya. Di daerah iklim tropis basah, bersuhu tinggi didapatkan warna tanah merah karena di region ini terjadi proses oksidasi, karbonasi dan hidrolisis yang tinggi. 
 
Sebaliknya di region iklim kering, sering menunjukan presentasi pelikan garam yang melimpah sehingga horizon reratas memperlihatkan warna putih. 
 
Di region iklim boreal, horizon tanah warna tanah cenderung kelabu tua karena terjadi pencucian baan organik ke lapisan lebih bawah dan karena memang bahan induk kuarsa dan feldspar asam terurai oleh hidrasi. 
 
Gambar: disini, disini

Selasa, September 12

Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?

Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?

Halo sahabat geografi sekalian, kali ini saya akan sedikit membahas tentang mega disaster yang sedang melanda Amerika yaitu Badai Irma. 

Badai Irma meskipun namanya cantik, tapi ia adalah sebuah badai siklon raksasa yang sangat berbahaya. Badai Irma termasuk Tornado kategori 5 atau yang tertinggi levelnya. 

Terus, mengapa kok Amerika Serikat sering diserang tornado setiap tahun, padahal mereka kan negara canggih?. 

Itu gak ada kaitannya dengan kecanggihan negara bro, tapi memang kondisi fisikalnya memungkinkan tornado terjadi di Amerika. Lebih dari 1.000 tornado terjadi di Amerika setiap tahunnya.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2014
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015

Amerika Serikat banyak dihantam tornado karena kehadiran Pegunungan Rocky dan Teluk Meksiko. Kedua kondisi alam tersebut menciptakan tiga bahan utama yang diperlukan untuk terbentuknya tornado. 

Selain itu ada 3 faktor lain yang membentuk tornado yaitu, udara hangat yang lembab, udara sejuk yang kering danangin horisontal yang naik.
Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?
Hurikan Irma yang berbahaya
Selain itu karena rotasi bumi, angin hampir selalu belok ke arah barat karena efek Coriolis. Garis lintang tengah dunia yaitu antara 30 dan 50 derajat adalah lingkungan terbaik bagi sebuah badai torndao untuk berkembang. 

Ini adalah wilayah dimana udara dingin kutub bertemu dengan udara hangat dari khatulistiwa dan memunculkan hujan konvektif di batas pertemuannya. 

Selain itu udara di lintang tengah selalu berhembus dengan kecepatan berbeda dan arah berbeda pada tingkat atmosfer tertentu sehingga memfasilitasi rotasi sel tornado.

Jadi yang namanya tornado/taifun itu selalu muncul di lintang tengah ya dan gak bakal ada di khatulistiwa seperti indonesia. Tornado akan berbelok arah saat mencapai khatulistiwa karena efek Coriolis. Paling kalau di Indonesia hanya skala lokal yaitu Angin Puting Beliung. Baca juga: Bedanya siklon dan puting beliung

Tornado paling banyak menghantam wilayah timur Amerika Serikat seperti Oklahoma, Kansas dan baru-baru ini Florida. Hurikan Irma memaksa lebih dari 6 juta orang mengungsi untuk menghindari bencana besar ini. 

Lalu kenapa badai siklon di Amerika selalu pakai nama perempuan yaitu Katrina, Harvey, Irma, Moore dll. Itu sejarahnya sejak Perang Dunia II saat para tentara AS sering menggunakan nama anak/isterinya untuk kode penerbangan/kondisi cuaca saat perang. Jadi nama tornado di Amerika juga untuk mengklasifikasikan kekuatan dan jenis tornado yang berbeda.  

Baca juga: Soal konsep geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang