Guru Geografi: Materi OSN Geografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 12

Karakteristik Tanah Alluvial: Ciri, Sebaran dan Pemanfaatannya

Karakteristik Tanah Alluvial: Ciri, Sebaran dan Pemanfaatannya

Tanah Alluvial merupakan tanah yang berasal dari endapan material yang dibawa oleh sungai. Tekstur tanah aluvial sangat bergantung pada energi dari aliran air itu sendiri. Aliran cepat akan menghasilkan fragmen batu dan kerikil. 

Jika kecepatan air berkurang, maka partikel halus seperti pasir dan lumpur yang akan terbentuk. Tanah alluvial banyak ditemukan pada bentang alam seperti dataran banjir, delta, kipas aluvial, dan gosong pasir. 

Tanah alluvial sering memiliki ketebalan yang berbeda. Hal ini terjadi karena perubahan kecepatan air yang terjadi dari waktu ke waktu. 

Tanah alluvial tergolong tanah yang subur karena membawa nutrisi yang terangkut oleh erosi air dari hulu sungai hingga hilir. 

Sebaran tanah alluvial di Indonesia diantaranya ada di wilayah pantai utara Jawa, pantai selatan Kalimantan dan pantai timur sumatera. 
KarakterisitikTanah Alluvial: Ciri, Sebaran dan Pemanfaatannya
Tanah Alluvial
Berikut karakteristik fisik tanah alluvial:
1. morfologi bervariasi sesuai dengan deposit dan aktifitas eksogen disekelilingnya. 
2. tekstur tanah bervariasi baik secara vertikal maupun horizontal.
3. berwarna gelap dengan variasi lapisan organik.
4. berada di lembah sungai atau pinggir sungai.
5. tanah berpori karena bertekstur liat.
6. porositas dan tekstur yang baik untuk pertanian.

Karakteristik kimia tanah alluvial:
1. proposi nitrogen umumnya rendah
2. proporsi, potasium fospat dan basa memadai
3. proporsi besi oksida dan kapur bervariasi

Tanah aluvial secara umum bermorfologi datar dan teratur sehingga cocok untuk kegiatan pertanian. Contoh pertanian yang bisa diusahkan di tanah alluvial diantaranya jagung, gandum, tebu, kapas, beras, sayuran dan tomat.

Pertanian seperti ini banyak ditemukan jika kamu pergi ke daerah Kali Opak di Yogyakarta atau Kali Serayu di Banyumas. Ketika kemarau, debit sungai akan turun, sehingga tanah akan muncul. Para petani memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Saat musim hujan dan debit air naik, maka ketinggiaan sungai akan menutupi endapan tanah alluvial.

Baca juga: Rumus Iklim Schmidt Ferguson
Gambar: wikimedia

Senin, April 10

Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung

Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung

Angin pada dasarnya adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekana minimum. Jika angin behembus biasa saja tentu tidak akan menimbulkan bencana malah akan memberikan kesejukan, namun jika angin berhembus sangat kecang maka bisa mengakibatkan bencana. 

Angin siklon dan angin puting beliung adalah contoh angin yang bersifat merusak. Lalu apa bedanya kedua jenis angin tersebut?.

Siklon adalah sebuah massa udara bertekanan rendah dan berputar berlawanan arah jarum jam di bumi bagian utara dan searah jarum jam di bagian bumi selatan. Istilah siklon ini bervariasi dalam bentuk berbagai cuaca seperti siklon tropis, siklon ekstratropis dan tornado/taifun.  

Baca juga: 
Perbedaan sabana dan stepa
Pengertian intrusi magma dike
Faktor perbedaan evaporasi di permukaan bumi
Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung
Angin Siklon dari Citra Satelit
Siklon adalah penyebab utama terbentuknya angin tornado atau angin puting beliung. Dari atas satelit cuaca, sikon dapat terlihat sebagai pusaran besar berwarna putih kelabu. 

Siklon, tornado, puting beliung dan water spout sama-sama merupakan pusaran udara atmosfer. Namun ukuran diameter tornado dan puting beliung sama-sama berkisar di angka ratusan meter, sedangkan ukuran diameter siklon dapat mencapai ratusa kilometer. Tornado terjadi di atas daratan, sedangkan siklon tropis di atas lautan luas atau samudera. 

Baca juga:
Bukti kebenaran teori pergerakan benua  
Keunggulan multiple cropping 
Tipe-tipe erupsi gunung api dan cirinya
Siklon tropis yang memasuki daratan akan melemah dan kemudian mati. Puting beliung merupakan sebutan lokal untuk tornado skala kecil yang terjadi di Indonesia, dan water spout merupakan tornado yang terjadi di atas perairan, (dapat berupa danau maupun laut).
Perbedaan Angin Siklon dan Puting Beliung
Puting Beliung di Surabaya
Angin puting beliung di Indonesia biasa terbentuk karena betemunya massa udara panas dan massa udara dingin. Puting beliung di Indonesia sering menyebabkan kerusakan rumah, rubuhnya papan reklam ehingga pohon tumbang. Berikut ini tabel perbandingan antara angin siklon dengan puting beliung.  Baca juga: Apa itu Atol?

Daerah Pertumbuhan
Siklon = di lautan, diatas lintang 10 LU/LS
Puting beliung = banyak di atas daratan

Periode
Siklon = selatan ekuator Indonesia (Desember-April), utata ekuator Indonesia (Mei-Nopember)
Puting beliung = tidak tentu tergatung kondisi udara

Arah Gerakan
Siklon = menjauhi Indonesia
Puting beliung = tergantung arah gerakna awan Cumulonimbus

Waktu Terjadi
Siklon = tidak tentu
Puting beliung = dominan siang - sore hari

Kecepatan 
Siklon = minimal 63 km/jam dan bisa lebih dari 100 km/jam
Puting beliung = 30 -40 knot, sangat singkat

Lama waktu
Siklon = 1- 3 hari
Puting beliung = maksimal 10 menit

Sifat 
Siklon = merusak hebat
Puitng beliung = hanya merusak atap rumah, pohon atau reklame

Luas kerusakan
Siklon = mencapai lebih dari 1000 km persegi
Puting beliung = sekitar 5 - 10 km 

Gambar: fishweather.com, suarasurabaya.net

Kamis, April 6

Sudut Azimuth dan Back Azimuth

Sudut Azimuth dan Back Azimuth

Salah satu model militer untuk mengukur arah dan jarak di lapangan adalah sudut azimuth dan back azimuth. Azimuth diartikan sebagai sudut horizontal dan diukur searah jarum jam dari arah utara.

Saat azimuth antara dua titik point di peta ditentukan, maka dua titik tersebut akan terhubung oleh garis lurus. 

Kemudian busur digunakan untuk mengukur sudut antara arah utara dengan garis yang ditarik. Sudut yang diukur inilah yang dinamakan azimuth. 

Sudut azimuth ini biasa dinyatakan dalam satuan derajat 
Contoh : 6⁰ 11' 20" = 6 derajat, 11 menit dan 20 detik

Tujuan utama dari metode sudut azimuth adalah untuk menentukan arah dari satu titik ke titik lain. Jadi azimuth hanya bisa dicari jika ada dua lokasi di peta yang ditentukan. 

Lalu apa bedanya azimuth dengan sudut?
Sudut selalu dibentuk dari tiga titik sementara azimuth hanya dibentuk dari dua titik.
Sudut Azimuth dan Back Azimuth
Sudut Azimuth dan Back Azimuth
Back Azimuth
Back azimuth adalah kebalikan sudut dari azimuth. Untuk mencari nilai back azimuth maka digunakan rumus berikut:
Back Azimuth = azimuth + 180⁰ 

Jika hasil penambahan tersebut menghasilkan angka lebih dari 360⁰, maka besar back azimuth adalah hasil penambahan tadi dikurangi 360⁰.

Contoh:
Azimuth A-B = 90⁰
Back azimuth A-B = 90+180 = 270⁰ 

Azimuth C-D = 250⁰ 
Back azimuth C-D = 250+180 = 430⁰ ,artinya lebih besar dari 360, jadi
Back azimuth C-D = 430-360 = 70,artinya lebih besar dari 360

Azimuth dan back azimuth biasa digunakan di bidang militer untuk menentukan posisi musuh dan mencari rute penyerangan yang terbaik. 
Gambar: unitedoperations.net

Rabu, April 5

Klasifikasi Iklim Tipe Oldeman

Klasifikasi Iklim Tipe Oldeman

Klasifikasi iklim bermacam-macam dan salah satunya yang sering digunakan di Indonesia adalah Klasifikasi Oldeman. Seperti Schmidt-Ferguson, Oldeman hanya menggunakan unsur curah hujan sebagai dasar dari klasifikasi iklim. 

Perbedaannya adalah Oldeman menggunakan metode bulan kering dan bulan basah berturut-turut dan dihubungkan untuk zonasi komoditas pertanian di daerah tertentu.

Baca juga:
Faktor bencana di Indonesia
13 negara yang berlokasi di garis ekuator
Pengertian, contoh konsep interaksi wilayah
Bentuk negara kesatuan dan federasi 
Klasifikasi Oldeman juga sering dikenal dengan sebutan zona agroklimat. Contohnya curah hujan 200 mm per bulan sangat cocok untuk budidaya padi basah. Sementara palawija cocok ditanam pada bulan dengan curah hujan 100 mm. Musim hujan selama 5 bulan berturut-turut cukup untuk dilakukan budidaya padi sawah dalam satu musim. 
Klasifikasi Iklim Tipe Oldeman
Iklim Oldeman cocok digunakan di Indonesia
Kriteria Iklim Oldeman
Bulan Basah = rata-rata curah hujan > 200 mm per bulan
Bulan Kering = rata-rata curah hujan < 100 mm per bulan
Bulan Lembab = rata-rata curah hujan 100 - 200 mm per bulan

Tipe Utama Iklim Oldeman
Iklim A = jika ada lebih dari 9 bulan basah berturut-turut
Iklim B = jika ada 7 - 9 bulan basah berturut-turut
Iklim C = jika ada 5 - 6 bulan basah berturut-turut
Iklim D = jika ada 3 - 4 bulan basah berturut-turut
Iklim E = jika ada < 3 bulan basah berturut-turut

Sub Tipe
1 = bulan kering berjumlah < atau sama dengan 1
2 = bulan kering 2 -3 kali
3 = bulan kering 4 - 6 kali
4 = ada > 6 bulan kering

Zona Agroklimat Oldeman 
A1, A2
Sesuai untuk budidaya padi terus-menerus namun produksi agak rendah karena kerapatan fluks matahari rendah sepanjang tahun.
B1
Sesuai untuk tanaman padi terus menerus dengan perencanaan awam musim tanam yang baik. Produksi maksimal jika dilakukan di musim kemarau.
B2
Dapat dibudidayakan padi dua kali setahun dengan varitas umur pendek dan musim kering pendek untuk palawija. Baca juga: Apa itu front meteorologi?
C1
Budidaya padi sekali dan palawija dua kali dalam satu tahun.
C2, C3, C4
Tanam padi sekali dan palawija dua kali setahun. Namun tanam palawija kedua harus hati-hati karena jatuh di musim kering.
D1
Tanam padi umur pendek satu kali dengan panen yang tinggi biasanya karena kerapatan fluks matahari tinggi. 
D2, D3, D4
Memungkinkan untuk satu kali padi dan satu kali tanam palawija, tergantung dari kestabilan irigasi.
E
Wilayah ini umumnya kering tandus, mungkin bisa untuk palawija sekali dan itu pun tergantung dari adanya hujan.

Baca juga:
Melihat kota Majalengka dari bukit paraland
Ayat quran tentang fenomena geografi 
Sumber: pixabay, BMKG

Selasa, April 4

Patahan San Andreas California

Patahan San Andreas California

Patahan San Andreas merupakan salah satu batas patahan geser antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Patahan ini membagi California menjadi dua wilayah dari Cape Mendocino sampai ke perbatasan Meksiko. 

San Diego Los Angeles dan Big Sur merupakan bagian Lempeng Pasifik. San Fransisco, Sacramento dan Siera Nevada berada di atas Lempeng Amerika Utara. Meskipun gempa besar legendaris terjadi pada 1906 di San Fransisco, namaun sesar atau patahan San Andreas tidak melewati kota. 

Patahan San Andreas masuk tipe transform fault. Bayangkan saja kamu sedang menempatkan dua potongan pizza di atas meja, lalu kamu gesekan batas antara kedua pizza tersebut hingga saling bergeekan satu sama lain. 

Topping pizza nantinya akan berjatuhan ke sisi pizza yang lain. Prinsip ini sama halnya terjadi dalam skala geologi dengan mekanisme yang lebih rumit tentunya. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

Lempeng bumi secara perlahan bergerak melewati lempengan satu sama lain dengan kecepatan beberapa inci per tahun. Tapi ini bukan gerakan yang tetap namun gerakan rata-rata. Selama bertahun-tahun lempengan tektonik akan terkunci tanpa gerakan satu sama lain karena mereka saling mendorong. 

Namuns satu ketika, ada kalanya lempengan tergelincir beberapa kaki sekaligus sehingga menghasilkan gempa dan pergeseran. Lempengan yang bergeser itulah yang membuat gempa terjadi di daerah patahan. Contoh lainnya adalah gempa patahan di Pidie Aceh Jaya beberapa waktu silam. Baca juga: Mengapa cuaca daerah cepat berubah?.
Sesar San Andreas
Di beberapa lokasi seperti Carrizo Plain dan Olema Trough, patahan mudah untuk terlihat sebagai rangkaian lipatan pegunungan. Di beberapa tempat lain, patahan akan terlihat lebih halus dan tidak bergerak bertahun-tahun ditutupi sedimen aluvial dan ditumbuhi berbagai vegetasi. 

Ciri utama dari Patahan San Andreas adalah adanya batu yang berbeda di kedua sisinya. Blok Salinian Granit ada di California Tengah dan Utara berasal dai Southern California, beberapa bahkan berasal dari Meksiko Utara. 

Pinnacles National Monument di Monterey County hanya setengah dari komplesk gunung api, bagian lainnya berjarak 200 mil tenggara Los Angeles County dan dikenal sebagai Neenach Volcanics. Baca juga: Patahan Lembang Bandung

Patahan San Andreas lebih mudah dilihat daripada patahan yang lain di dunia. Dengan populasi yang besar di California dan iklim yang hangat, ada banyak jalan yang melewati patahan ini. Daerah ini sangat cocok untuk camping, menikmati bunga dan satwa liar dan mengamati migrasi burung. Gambar: cdn.inquisitr.com, youtube

Rabu, Maret 22

Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis Lintang dan Bujur

Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis Lintang dan Bujur

Bumi adalah planet berbentuk bulat dengan sedikit pepat di kutub dan menggelembung di ekuator.

 Dalam kartografi, seringkali kita mencoba menghitung jarak di lapangan dengan menggunakan selisih perbedaan garis bujur atau lintang. 

Garis lintang dan garis bujur meurpakan garis imajiner yang dibuat manusia dengan tujuan memudahkan dalam penentuan lokasi di bumi. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Garis yang ditarik dari kutub ke kutub atau vertikal dinamakan garis lintang atau latitude. Garis yang ditarik mendatar atau horizontal dinamakan garis lintang atau longitude. 

Garis lintang membagi bumi menjadi dua wilayah yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan dengan garis tengah titik pangkal berada di khatulistiwa. 

Sementara garis bujur digunakan untuk membagi bumi menjadi bumi bagian timur dan bumi bagian barat dengan titik pangkal di Greenwich (Inggris). Baca juga: Konsep geosentirs dan heliosentris
Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis
Koordinat Bujur dan Lintang
Lalu bagaimana cara perhitungan garis bujur dan lintang?. Karena bentuk bumi yang bulat maka ketentuan dasar untuk menghitung koordinat bujur dan lintang sama dengan metode matematis lingkaran. 

Dengan begitu cara menentukan garis koordinat astronomis adalah dengan derajat (⁰), menit (') dan detik ("). Contohnya : 6⁰ 10', 45" LU. Baca juga: Dampak pencemaran bagi kehidupan

Cara membacanya adalah:
6 derajat 10 menit dan 45 detik Lintang Utara. Lalu berapa jarak setiap perbedaan garis bujur/lintang?

1⁰ bujur/lintang = 111.322 km
1⁰ bujur/lintang = 60' (menit) = 3.600 detik
1' bujur/lintang = 60" (detik)
1' bujur/lintang = 1.8885,37 meter
1" bujur/lintang = 30, 9227 meter

Contoh penerapan di soal matematis adalah sebagai berikut:
Berapakah jarak antara 6⁰ 10', 45" LU sampai 7⁰ 11', 48" LU.

Jawab:
Selisih kedua jarak lintang tersebut adalah  1 derajat 1 menit dan 3 detik. Lalu cara selanjutnya:
1 derajat x 111,322 km = 111,322 km
1 menit x 1.885,37 m  = 1.885,37m
3 detik x 30, 9227 m = 927, 681 m

Jadi 111,322 km  + 1.885,37 m + 927, 681 m = 113, 812 km (dibulatkan)

Baca juga: Free PPT Interaktif Materi Pemetaan 
Gambar: ubergizmo.com 
 

Kamis, Maret 16

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Terumbu karang atau coral reefs terbentuk dari polip karang yang dihasilkan dari laisan kalsium karbonat yang ada di bawah tubuh mereka. Karang yang dapat membentuk struktur keras diamakan "hard" coral. Sementara karang lunak seperti kipas laut dan cambuk laut tidak bisa menghasilkan terumbu. 

Mereka adalah organisme yang fleksibel dan kadang menyerupai tumbuhan atau pohon. Karang lunak tidak memiliki kerangkan batu dan tidak selalu memiliki zooxanthellae. Mereka dapat ditemukan di laut tropis maupun dingin dan di bagian terdalam samudera.

Polip karang yang membangun karang dapat bertahan hidup dengan membentuk hubungan simbiosis dengan ganggang mikroskopis yang disebut zooxanthellae. Polip menyediakan tempat hidup ganggang sementara zooxanthellae membuat fotosintesis yang membuat makanan bagi karang. 

Karang juga bisa menjadi predator, mereka memperpanjang tentakel mereka di malam hari dan menangkap organisme kecil yang kebetulan mengambang. Sel penyengat yang disebut nematocyst dapat membunuh organisme yang lewat. Mangsa kemudian dipindahkan ke mulut polip dan dicerna dalam perut mereka. 

Jenis hewan dan tumbuhan di laut juga berkontribusi terhadap pembentukkan struktur karang. Banyak ganggang, rumput laut, spons, bahkan moluska seperti tiram dapat menambah arsitektur terumbu karang. Ketika organisme ini mati, mereka berfungsi sebagai bahan dasar bagi karang yang baru.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Terumbu Karang Banyak Terdapat di Daerah Tropis
Apa yang dibutuhkan terumbu karang untuk hidup?
Sinar matahari
Karang perlu tumbuh di perairan dangkal dimana sinar matahari dapat menjangkau mereka. Karang sangat bergantung pada ganggang yang hidup dalam tubuh mereka untuk penyuplai oksigen dan lainnya. Karena itu ganggang perlu sinar matahari untuk bertahan hidup. Karang jarang berkembang di perairan dengan kedalaman lebih dari 50 m.
Air jernih
Karang membutuhkan air yang jernih yang memungkinkan sinar matahari dapat menembus tubuh air. Terumbu tidak berkembang baik jika air keruh. Sedimen dan plankton dapat mengeruhkan air sehingga mengurangi jumlah sinar matahari yang mencapai ganggang.
Suhu air hangat
Karang dapat tumbuh di perairan hangat dengan suhu berkisar antara 20-32 derajat C.
Air bersih
Karang sangat sensitif terhadap polusi dan sedimen. Sedimen dapat membuat air keruh dan disimpan ke tubuh karang dan merusak polip. Air limbah yang mengandung banyak nutrisi juga dapat menyebabkan rumput laut tumbuh terlalu banyak diantara karang.
Air Asin
Karang perlu air asin untuk bertahan hidup dan memerlukan kesimbangan tertentu dalam rasio kadar garam. Inilah sebabnya karang tidak tinggal di muara sungai.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Peta Sebaran Terumbu Karang Dunia
Terumbu karang ditemukan hampir di lebih dari 100 negara. Kebanyakan terumbu karang terletak diantara lintang tropik utara dan tropik selatan, di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Laut Karibia, Laut Merah, Teluk Persia. 

Karang juga ditemukan jauh dari ekuator dimana arus hangat mengalir keluar dari daerah tropis seperti Florida dan selatan Jepang. Di semua penjuru dunia, terumbu karang menutupi sekitar 284,3 ribu kilometer persegi.
Gambar: d15h3ts9pue03r.cloudfront.net, coral.org

Kamis, Januari 26

Rumus Hitung Kemiringan/Slope Peta Topografi

Rumus Hitung Kemiringan/Slope Peta Topografi

Peta topografi dapat memberikan informasi yang beragam dan salah satunya adalah tentang kemiringan lereng. 

Peta topografi memiliki karakteristik yaitu pada garis konturnya. Garis kontur adalah garis yang menunjukkan ketinggian yang sama. 

Lalu bagaimana cara menghitung derajat kemiringan lereng?. Berikut rumus hitungnya:

Baca juga:
Mekanisme el nino dan la nina di pasifik timur
Cara jawab soal konsep geografi di UN

Coba perhatikan peta topografi berikut ini!
Jika jarak y-x pada peta di atas adalah 5 cm, maka berapa derajat kemiringan lereng nya?

Untuk menyelesaikan soal di atas, ada beberapa tahapan:

1. Karena belum ada skala peta maka cari dulu skala dengan rumus Ci.
Ci pada peta di atas adalah 50 m.
Ci = 1/2.000 x penyebut skala
50 = 1/2.000 x penyebut skala
penyebut skala =  2.000 x 50
penyebut skala = 100.000
jadi skala peta di atas 1 : 100.000 m kalau diubah dalam cm menjadi 1: 10.000.000 cm

2. Tentukan jarak medan di lapangan antara y dan x
Jarak di peta adalah 5 cm maka jarak sebenarnya adalah
5 x 10.000.000 = 50.000.000, diubah ke m menjadi 1 : 500.000

3. Tentukan selisih ketinggian x dan y
di peta y = 900 dan x = 800
jadi selisihanya 900-800 = 100 m

4. Hitung derajat kemiringannya
Kemiringan y-x = beda tinggi y-x/jarak di lapangan x 100
= 100/500 x 100
= 0,02%

Kira-kira begitulah cara menghitung kemiringan lereng. Kalau ada salah mohon maaf ya, silahkan dikoment saja buat bahan diskusi.

Baca juga:
Contoh soal studi kasus geografi sulit di UN dan jawabannya
Trik jawab soal sebaran tambang di UN Geografi

Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close