News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Geografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 7

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global

Gunung api atau volcano merupakan sebuah fenomena dipermukaan bumi yang dihasilkan dari adanya penerobosan magma ke kerak bumi. 

Tidak semua lokasi memiliki gunung api karena beberapa faktor seperti letak geologi dan ketebalan kerak bumi disekitarnya. Letusan gunung api sering terjadi dan akan berdampak secara lokal maupun global. 

Gunung api paling banyak muncul di zona subduksi lempeng tektonik dan sisanya pada wilayah yang disebut hot spot

Baca juga:
Lingkungan biotik dan abiotik
Tipe-tipe delta sungai

Erupsi gunung api pada dasarnya merupakan sebuah fenomena, bukan bencana. Istilah bencana dapat dikatakan bila peristiwa tersebut sudah memakan korban jiwa. 

Jika gunung api erupsi maka ia sedang meminta waktu untuk mengeluarkan berbagai bahan material yang sangat diperlukan nantinya untuk kehidupan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Dampak lerusan gunung api bisa bersifat lokal maupun global. Bersifat lokal artinya meliputi daerah disekitarnya saja atau lebih sempit, sementara dampak global bersifat menyeluruh atau mendunia. Berikut ini contoh dampaknya.
Dampak Letusan Gunung Api Bersifat Lokal dan Global
Erupsi gunung api di Islandia
Dampak lokal erupsi
1. Terjadi banjir lahar di sekitar daerah lereng gunung api.
2. Menimbulkan hujan abu vulkanik disekitar gunung api.
3. Menghanguskan hutan disekitar lereng.
4. Membuat korban jiwa baik manusia, hewan dan tumbuhan.
5. Menghancurkan bangunan yang ada disekitarnya.
6. Menimbulkan infeksi saluran pernapasan bagi penduduk.
7. Menghasilkan daerah aliran sungai baru dan endapan pasir dan kerikil

Dampak global erupsi gunung api adalah adanya perubahan iklim mikro. Gas aerosol yang terdiri dari butiran halus debu dan kerikil akan terhempas ke udara dan terbawa angin. 

Jika volume aerosol yang disemburkan sangat besar maka akan menutupi atmosfer. Sinar matahari akan terhalang oleh aerosol dan dampaknya adalah suhu bumi akan turun. Hal ini terjadi saat erupsi dahsyat Krakatau di abad ke 18. 

Besar tidaknya letusan gunung api ditentukan oleh beberapa faktor seperti volume dapur magma, tekanan gas hingga ketinggian gunung api. Beberapa gunung api yang pernah meletus dahsyat antara lain Krakatau, Tambora, Toba, Pinatubo dan Etna.
Gambar: disini

Senin, November 27

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Awan merupakan kumpulan titik air yang melayang di udara. Ada banyak jenis awan bertebaran di atmosfer dan yang paling umum adalah cirrus, stratus dan cumulus.

Ketiga awan tersebut dikelompokan menurut bentuknya. Mari kita simak penjelasannya berikut. Baca juga: Batuan beku, sedimen dan metamorf

Awan Cirrus
Awan cirrus berarti jambul rambut dalam bahasa latin dan mudah ditemukan pada ketinggian 20.000 kaki. Cirrus sering muncul pada keadaan cuaca cerah dan biasanya mengikuti arah angin. 

Awan cirrus nampak seperti rambut halus dan seperti ekor kuda. Awan ini terbentuk dari kristal es kecil dan salah satu fitur yang umum dijumpai adalah garis-garis yang teratur karena kristal es yang jatuh dihancurkan oleh angin.

Awan cirrus termasuk awan tinggi karena di suhu di atmosfer atas sangat dingin, partikel air menjadi es yang memantulkan sinar matahari dan menghasilkan warna putih bersih. Jenis awan cirrus lainnya adalah cirrostratus dan cirrocumulus. Baca juga: Apa itu front cuaca?

a. Cirrostratus
Seperti induknya yaitu cirrus, awan cirrostratus ini muncul sebagai lembaran putih pipih dan menyebar ke seluruh langit. Mereka juga sering muncul seperti riak air di langit. Cirrostratus mudah dilihat saat matahari atau bulan berada disekitarnya. 

Halo biasa muncul disekitar awan ini. Saat matahari terbit dan terbenam, cirrostratus bisa terlihat cantik dan memantulkan warna matahari.

b. Cirrocumulus
Awan cirrocumulus terlihat seperti bola kapas putih halus yang merentang sejauh cakrawala. Cirrocumulus tidak sehalus cirrostratus namun pecah menjadi elemen dan riak yang lebih kecil. 

Mereka terlihat seperti sisik kulit ikan dan makanya orang sering kali menyebutnya awan makarel. Awan ini banyak muncul di kala musim dingin.
Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus
Posisi awan cirrus, stratus dan cumulus
Awan Stratus
Stratus berasal dari bahasa latin yang berarti lapisan. Awan stratus terlihat seperti awan yang meluas menutupi langit. Awan stratus nampak lebih tebal dari cirrus dan bisa menciptakan bayangan di tanah. Awan stratus terdiri dari altostratus dan altocumulus.

a. Altostratus
Altostratus merupakan awan dengan ketinggian sedang dengan bentuk berlapis, warna abu terang atau gelap dan mengindikasikan akan turunnya hujan dalam beberapa hari. Awan ini terdiri dari kristal es dan banyak tetesan air. Awan ini juga sering tidak berbentuk dan tanpa ciri yang khas.

b. Nimbostratus
Nimbo berarti hujan. Awan nimbostratus atau nimbus termasuk awan rendah tapi lebih berat, tebal dan lebih gelap dari altostratus. Awan ini bisa menghalangi matahari dan membuat suhu lebih rendah di bawahnya. Baca juga: Ciri Daerah Konvergensi Antar Tropik 
Awan Cumulus
Cumulus dalam bahasa latin artinya tumpukan atau gerombolan. Awan cumulus paling lazim dijumpai dalam cuaca normal terutama di ketinggian rendah. Cumulus nampak seperti berbulu, katun atau berbentuk kembang kol. 

Bagian atas cumulus biasanya berwarn putih cerah dengan dasar yang lebih gelap. Awan ini mengindikasikan cuaca cerah normal angin sepoi-sepoi.

a. Stratocumulus
Awan stratocumulus berjenis awan rendah berbaris sejajar dan meluas di langit. Startocumulus termasuk awan rendah dengan bercak putih, biru dan abu-abu gelap. Awan ini mungkin membawa sedikit hujan dan salju atau cerah. Awan ini biasa muncul di wilayah hangat, dingin atau front.

b. Cumulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan tipe vertikal dan mengindikasikan cuaca hujan disertai badai petir akan datang. Awan ini tebal, gelap, padat dan membentuk kembang kol vertikal dari bawah ke atas. Awan ini cepat hilang saat hujan lebat turun. 
Gambar: disini

Sabtu, Oktober 28

Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia

Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia

Tanah di Indonesia secara umum termasuk subur dan dampaknya kegiatan pertanian banyak berkembang di berbagai daerah. Di Indonesia ada dua jenis pertanian yaitu pertanian rakyat dan pertanian perkebunan besar. Pertanian rakyat diselenggarakan oleh penduduk pedesaan atau penduduk di daerah pinggiran kota. 

Pertanian rakyat memiliki sifat : 1) modal yang terbatas, 2) penyerapan tenaga kerja musiman dan bersifat kekeluargaan, 3) pengelolaan lahan dan pertanian secara wiraswasta, 4) jenis tanaman bersifat tanaman bahan makanan dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau subsiten, 5) pertanian rakyat komoditas seperti karet, cengkeh, kelapa dan lada.

Pertanian padi diselenggarakan pada lahan-lahan kering dan laan-lahan basah dengan sistem irigasi dan sistem sawah pasang surut. Pertanian padi pada lahan kering inilah yang membawa masalah dalam usaha pengawetan sumber daya alam yaitu tanah. Lokasi tanah kering perladangan ini dilakukan di daerah perbukitan, lereng gunung dan di daerah hutan sekunder. 

Dengan sistem perladangan yang berpindah-pindah tidak didapatkan pemeliharaan akan sumber air, usaha pengawetan tanah dengan sistem sengkedan. Ekosistem perladangan pindah-pindah lebih banyak menimbulkan dampak negatif. Bunga tanah habis terbakar dan kembali subur dalam siklus 4 atau 5 tahun setelah penghutanan kembali. Namun giliran berikutnya tak luput dari pembakaran kembali. Pada dasarnya lahan dari hutan sekunder ini masih punya potensi yang tinggi untuk hara tanaman seperti halnya akumulasi humus atau setelah menjadi brown forest soils.
Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia
Pertanian di daerah Dieng
Sistem persawahan Inodonesia dibagi menjadi sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Ahli geografi mendapatkan kenyataan bahwa pemakaian terminologi sistem irigasi ada berbagai macam: pengairan teknik, pengairan setengah teknik dan pengairan sederhana, kadang-kadang tidak cocok dengan berapa lama dan volume air yang mengairi sawah-sawah. Ada beberapa sawah dengan pengairan teknik dan setengah teknik malah tidak berair sama sekali. Dengan ciri pengaliran ini dapat digunakan istilah yang lebih tepat yaitu irigasi sekian bulan.
Sistem pasang surut dilakukan pada lahan-lahan di daerah pantai atau aluvial yang berawa-rawa dengan jenis padi khusus untuk pasang surut. Sawah lebak pada umumnya memiliki pengairan yang permanen karena lokasinya pada daerah aliran sungai. 
Tanah dan Sistem Pertanian di Indonesia
Pertanian pinggir sungai
Perkebunan besar di Indonesia dilakukan pada tanah negara atau tanah milik pribumi, oleh perusahaan negara, perusahaan daerah, oleh pihak swasta nasional atau asing. Pada pertanian perkebunan besar didapati ciri khas yaitu: 1) teknologi pertaniannya lebih tinggi, 2) penanaman modal yang besar, 3) memiliki staf ahli pengelola teknik penanaman, pengolahan produksi dan staf administrasi, 4) penyerapan tenaga kerja tetap, 5) produksi perkebunan dan pertanian untuk ekspor dan konsumsi dalam negeri. Oleh karena pengelolaan tanah didasarkan pada penelitian ilmiah maka pada umumnya pengawetan tanah dapat terjamin baik dari gangguan eksogen atau kultur.

Perkebunan teh, kina dilakukan di daerah pegunungan dari golongan tanah Latosol, Inceptisol, Andosol dan Podzolitk Laterit. Potensi lahan pertanian di Indonesia ditaksir sebesar 41 juta hektar namun hampir setengahnya merupakan lahan kritis. Lahan kritis ini sudah miskin unsur hara sehingga kurang produktif. Penyebab lahan kritis adalah erosi faktor aktifitas manusia. Tingkat kesuburan tanah dicirikan dengan lengkapnya kandungan unsur hara tanah yaitu Nitrogen, Phospor, Potassium dan Kalium. Baca juga: Sifat umum tanah Aluvial
Gambar: disini, disini
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda

Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda

Tanah di muka bumi ini bermacam-macam dan tersebar tidak merata. Salah satu sifat tanah yang nampak jelas baik di permukaan lahan maupun pada penampang horizon adalah warnanya. 
 
Para petani dapat membedakan kesuburan tanah dengan melihat warnanya. Lantas mengapa warna tanah bisa berbeda-beda?. 
 
Tanah hutan yang berwarna cokelat sampai hitam mudah didapati. Warna tanah kecuali warna hijau dan pink sering didapatkan di lapangan. Baca juga: Rumus proyeksi penduduk geometris

Warna tanah sangat dipegaruhi oleh kadar kelembaban di dalamnya. Perubahan warna tanah akibat kelembaban ini terjadi karena koloid-koloid kehilangan air oleh pengaruh drainase, penguapan dan oleh isapan akar tumbuhan. 
 
Perbedaan warna tanah pada dasarnya dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu persenyawaan besi, kandungan bahan organik, persenyawaan kuarsa dan persenyawaan mangan. Baca juga: Jenis dan faktor kekeringan
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah di daerah arid berwarna pucat
Persenyawaan besi dalam tanah mengakibatkan warna tanah bervariasi seperti merah, merah-kecokelatan, cokelat-kemerahan, merah kekuningan, kuning kemerahan sampai kuning. Kadang bisa sampai warna biru keabu-abuan.

Kuarsa dan feldsapar mengakibatkan warna tanah menjadi terang dan pucat. Warna pucat juga terjadi karena proses pencucian yang terjadi pada horizon A terbawah yang dilambangkan dengan horizon A2 karena koloid-koloid berpindah ke horizon B. 
 
Pencucian terjadi pada lingkungan asam karena banyaknya kandungan silikat dari kuarsa dan feldspar asam. Dengan singkat maka kuarsa dan feldspar lah diantara unsur penyebab perbedaan warna yang banyak menentukan. Baca juga: Faktor perambatan suhu permukaan bumi

Pada horizon yang lebih dalam (A2 dan B) sering didapatkan warna yang bercorak belang. Dasar warna tanah itu agak terang (pucat sampai agak putih) ditempeli oleh warna merah jambu, biru dan hitam.
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah di daerah humid cenderung kemerahan
Bahan organik menyebabkan warna tanah yang agak gelap. Bunga tanah atau humus adalah bahan sisa organi yang halus dan disebut juga matiere noire, bertindak sebagai pengubah warna tanah menjadi gelap. 
 
Tubuh tanah yang mengandung pelikan inorganik yang berwarna pucat dapat berubah menjadi agak gelap sampai hitam oleh campuran bahan-bahan organik. 
 
Variasi warnanya mulai dari terang berubah menjadi cokelat, cokelat kemerahan, cokelat tua sampai hitam. Apabila kondisi lingkungan cocok untuk perkembangan humus maka horizon teratas menebal menjadi horizon khas yaitu O. 

Baca juga: 
Terbentuknya guyot di lautan
Faktor melimpahnya sumber daya Indonesia

Dengan penambahan bahan organik antara 5-10%, warna tanah berubah menjadi gelap hitam. Bahan mineral dasar yang berwarna terang dapat berubah menjadi warna kelabu, bila terdapat tambahan bahan organik antara 0,2 dan 5%. 
 
Bahan pelikan dasar yang berwarna kuning berubah menjadi cokelat sampai kelabu tua. Sementara bahan pelikan dasar yang terang berubah menjadi kelabu tua bila tambahan organik itu berkisar antara 2 dan 4%.
 
Faktor Warna Tanah Berbeda-Beda
Tanah humus dari sisa bahan organik yang membusuk
Penyebaran warna tanah secara geografi sesuai dengan lingkungan fisiografinya. Di daerah iklim tropis basah, bersuhu tinggi didapatkan warna tanah merah karena di region ini terjadi proses oksidasi, karbonasi dan hidrolisis yang tinggi. 
 
Sebaliknya di region iklim kering, sering menunjukan presentasi pelikan garam yang melimpah sehingga horizon reratas memperlihatkan warna putih. 
 
Di region iklim boreal, horizon tanah warna tanah cenderung kelabu tua karena terjadi pencucian baan organik ke lapisan lebih bawah dan karena memang bahan induk kuarsa dan feldspar asam terurai oleh hidrasi. 
 
Gambar: disini, disini

Selasa, September 12

Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?

Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?

Halo sahabat geografi sekalian, kali ini saya akan sedikit membahas tentang mega disaster yang sedang melanda Amerika yaitu Badai Irma. 

Badai Irma meskipun namanya cantik, tapi ia adalah sebuah badai siklon raksasa yang sangat berbahaya. Badai Irma termasuk Tornado kategori 5 atau yang tertinggi levelnya. 

Terus, mengapa kok Amerika Serikat sering diserang tornado setiap tahun, padahal mereka kan negara canggih?. 

Itu gak ada kaitannya dengan kecanggihan negara bro, tapi memang kondisi fisikalnya memungkinkan tornado terjadi di Amerika. Lebih dari 1.000 tornado terjadi di Amerika setiap tahunnya.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2014
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015

Amerika Serikat banyak dihantam tornado karena kehadiran Pegunungan Rocky dan Teluk Meksiko. Kedua kondisi alam tersebut menciptakan tiga bahan utama yang diperlukan untuk terbentuknya tornado. 

Selain itu ada 3 faktor lain yang membentuk tornado yaitu, udara hangat yang lembab, udara sejuk yang kering danangin horisontal yang naik.
Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?
Hurikan Irma yang berbahaya
Selain itu karena rotasi bumi, angin hampir selalu belok ke arah barat karena efek Coriolis. Garis lintang tengah dunia yaitu antara 30 dan 50 derajat adalah lingkungan terbaik bagi sebuah badai torndao untuk berkembang. 

Ini adalah wilayah dimana udara dingin kutub bertemu dengan udara hangat dari khatulistiwa dan memunculkan hujan konvektif di batas pertemuannya. 

Selain itu udara di lintang tengah selalu berhembus dengan kecepatan berbeda dan arah berbeda pada tingkat atmosfer tertentu sehingga memfasilitasi rotasi sel tornado.

Jadi yang namanya tornado/taifun itu selalu muncul di lintang tengah ya dan gak bakal ada di khatulistiwa seperti indonesia. Tornado akan berbelok arah saat mencapai khatulistiwa karena efek Coriolis. Paling kalau di Indonesia hanya skala lokal yaitu Angin Puting Beliung. Baca juga: Bedanya siklon dan puting beliung

Tornado paling banyak menghantam wilayah timur Amerika Serikat seperti Oklahoma, Kansas dan baru-baru ini Florida. Hurikan Irma memaksa lebih dari 6 juta orang mengungsi untuk menghindari bencana besar ini. 

Lalu kenapa badai siklon di Amerika selalu pakai nama perempuan yaitu Katrina, Harvey, Irma, Moore dll. Itu sejarahnya sejak Perang Dunia II saat para tentara AS sering menggunakan nama anak/isterinya untuk kode penerbangan/kondisi cuaca saat perang. Jadi nama tornado di Amerika juga untuk mengklasifikasikan kekuatan dan jenis tornado yang berbeda.  

Baca juga: Soal konsep geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Senin, September 11

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Kalau kamu lihat dari atas atmosfer, permukaan planet kita tampak didominasi oleh warna biru. Itu karena Bumi kita didominasi oleh ekosistem air laut yang sangat luas. 

Ekosistem samudera menempati 70,8% atau 361 juta km persegi dengan volume kurang lebih 1.370 milyar kilometer kubik. Rata-rata kedalaman lautan adalah 3,6 km. Kedalaman maksimum dasar laut adalah 10 km di Palung Mariana.

Lautan luas yang dibatasi oleh benua atau kepulauan dinamakan samudera atau ocean. Hingga kini dikenal 5 samudera di bumi yaitu Samudera Atlantik, Samudera Artik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Samudera Selatan.
Peta Ekosistem Samudera di Bumi
Peta sebaran ekosistem samudera di dunia
1. Samudera Atlantik
Samudera Atlantik bertipe lautan dangkal dengan kedalaman sekitar 3.300 m dengan titik terdalam adalah 8.605 m di Palung Puerto Rico. Beberapa laut dangkal yang masuk wilayah Samudera Atlantik adalah Laut Karibia, Laut Mediterania, Laut Baltik, Laut Hitam, Laut Baltik Utara dan Teluk Meksiko. 

Di dasar Samudera Atlantik terdapat Mid Ocean Ridge atau tanggul tengah laut yang memisahkan dasar laut menjadi dua. Samudera Atlantik juga menjadi muara sungai-sungia besar seperti Amazon, Mississippi dan Kongo.

2. Samudera Artik
Samudera Artik merupakan lautan dengan ukuran tersempit di dunia. Samudera ini menutupi 3% luas total lautan di Bumi. Sebagian besar lautan ini dikelilingi oleh daratan luas di wilayah lingkar Artik. 

Laut Artik berhubungan dengan Samudera Atlantik melalui Laut Greenland, dengan Samudera Pasifik melalui Selat Bering. Lautan ini meurpakan laut paling dangkal dengan kedalaman rata-rata 1.050 m. 

Di musim dingin hampir sebagian besar permukaan Artik akan membeku.

3. Samudera Hindia
Samudera Hindia meliputi 14% wilayah permukaan bumi dan dikelilingi oleh 3 benua besar yaitu Afrika, Asia dan Australia. Bagian selatan Samudera Hindia dibatasi oleh Laut Selatan yang punya suhu sangat dingin. 

Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 3.900 m dengan titik terdalam 7.258 m di Palung Jawa. Karena sebagian besar lautan ini terletak di daerah tropis maka lautan ini merupakan lautan paling hangat.

4. Samudera Pasifik
Samudera Pasifik merupakan lautan terluas di dunia, meliputi 30% wilayah permukaan bumi. Dasar lautan Pasifik cukup beranekaragaman dalam sisi morfologi dan kedalamannya yaitu 4.300 m. 

Lautan ini juga memiliki titik paling dalam di planet ini yaitu Palung Mariana 10.911 meter.

Sekitar 25.000 pulau tersebar di samudera ini yang sebagian merupakan puncak hot spot atau gunung api laut. Beberapa lautan yang berhubungan dengan samudera ini adalah Laut Sulawesi, Laut Tasmania, Laut Koral, Laut Cina Timur, Laut Sulu, Laut Cina Selatan, Laut Kuning dan Laut Jepang.

5. Samudera Selatan
Samudera Selatan mengelilingi Antartika dengan luas 20.237.000 km persegi. Laut ini meliputi 4% luas di permukaan bumi. Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 4.000 - 5.000 m. 

Titik terdalam ada di Palung Sandwich Selatan dengan kedalaman 7.235 m di bawah laut. Pada bulan September setiap tahunnya akan banyak bongkahan es yang bergerak di sekitar Antartika.  

Baca juga: Cara menjawab soal prinsip geografi
Gambar: disini

Kamis, September 7

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem air tawar memainkan peranan penting dalam lingkungan yaitu sebagai tempat mendaur ulang nutrisi, pemurnian air, mengurangi banjir, mengisi air tanah dan menyediakan tempat hidup bagi tumbuhan, hewan dan organisme lainnya. 

Lalu apa saja ciri-ciri dari ekosistem air tawar itu?. Perlu diketahui bahwa ekosistem air tawar hanya meliputi 0,8% wilayah permukaan bumi namun mencakup 41% jenis ikan yang ada di bumi. 

Ada tiga jenis ekosistem air tawar yaitu lotic, lentic, lahan basah dan air tanah. Baca juga: Ciri-ciri daerah karst dan pemanfaatannya

a. Lotic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak cepat, contohnya sungai. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara yang kanan kirinya dibatasi oleh suatu punggungan atau tanggul/sempadan. 

Sempadan adalah lahan berbentuk gundukan pada kedua sisi sepanjang sungai, dihitung dari tepi sungai sampai dengan kaki gundukan di bagain luar.
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Sungai di Kalimantan src: disini
b. Lentic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak pelan seperti danau. Danau merupakan suatu cekungan di daratan yang berisi air tawar maupun air asin. Pada zaman dahulu danau air tawar biasanya merupakan cekungan yang terisi air secara alami. 

Namun ada juga yang merupakan bagian dari sungai yang lebar dan teprisah karena alur sungai yang berkelok terlalu jauh melebihi ruas-ruas sungai yang lain. 

Danau air asin terbentuk karena sebuah wilayah pada zaman dahulu berada di laut dan terangkat oleh gaya tektonik mengakibatkan air laut tertinggal di daerah cekungan. Baca juga: Potensi air tanah dalam dan permukaan
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Danau Toba di Sumatera src: disini
c. Lahan basah
Merupakan tanah yang jenih air dan tergenang dalam jangka waktu tertentu seperti rawa. Rawa merupakan lahan basah yang dulunya merupakan wilayah cekungan lalu tergenang air dalam waktu lama dan biasanya ditumbuhi tumbuhan kayu padat. 

Air rawa bisa berupa air tawar maupun air asin. Contoh daerah rawa di Indonesia ada di Sumatera bagian timur dan Kalimantan bagian selatan. 

Daerah rawa memiliki sirkulasi air yang buruk sehingga cenderung bersifat asam. Baca juga: Fenomena pra dan post vulkanisme
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Rawa di Kalimantan src: disini
d. Air tanah
Merupakan semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah termasuk air yang mengisi pori-pori tanah. Batuan atau lapisan bawah tanah yang dapat menyimpan air dalam jumlah besar disebut akuifer. 

Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dan dapat memancar keluar permukaan bumi dalam wujud mata air. Daerah yang sulit memiliki air tanah adalah daerah kapur atau karst seperti di Gunung Kidul dan Pacitan. 

Daerah yang memiliki kerapatan vegetasi yang tinggi sangat kaya akan sumber daya air tanah karena faktor akra tanaman yang mentransfer air dari atas ke bawah. Baca juga: Jenis proyeksi peta
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Mata air di peguungan src: disini


Kamis, Agustus 3

Ekosistem Gua dan Cirinya

Ekosistem Gua dan Cirinya

Gua atau cave merupakan sebuah bentukan alam yang terbentuk di daerah kapur atau gamping. Indonesia punya gua-gua yang tidak kalah menarik dengan gua alam idi luar negeri.

Gua terbentuk karena air hujan yang mengandung sedikit asam melarutkan kapur, mengalir melalui celah-celah di bawah tanah dan mengeruk dinding celah yang semakin lama semakin besar sehingga berbentuk terowongan di dalam tanah yang kita sebut dengan gua. 

Di dalam gua sering mengalir sungai kecil dan adakalanya aliran air itu bukanlah air permukaan namun limbah dari akuifer dan air tersebut sehat untuk diminum. Di dalam gua juga kadang djimpai stalagmit dan stalaktit. Gambar: disini
Keindahan Gua Gong di Pacitan
Gua sebagai sebuah habitat sangat kurang mendapat cahaya matahari sehingga tidak dapat ditumbuhi vegetasi hijau. Biasanya lumut kerak bisa djumpai atau sejenis organisme seperti bakteri atau ganggang biru-hijau.  

Fauna yang menghuni gua makanannya sangat tergantung dari luar. Beberapa jenis hewan gua dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

1. Troglobit, merupakan sejenis hewan gua yang tidak dapat hidup di luar gua.
2. Troglofil, merupakan jenis hewan gua yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam gua namun juga dapat hidup di luar pada mikro habitat yang lembab dan gelap.
3. Troglozin, merupakan hewan yang mencari makanan ke luar gua dan berlindung serta berkembang biak di dalam gua.

Baca juga:
Bedanya meteoroid, meteor dan meteorit itu apa?
3 teknik proyeksi peta paling umum

Contoh fauna gua diantaranya kelelawar, cacing, ular dan lipan. Gua-gua yang terdapat di Indonesia memiliki arti luas karena bisa digunakan untuk kepentingan rekreasi atau iptek. 

Keindahan gua di Indonesia sudah dikenal sejak abad pertengahan oleh bangsa Eropa. Salah satu kabupaten yang memiliki kenampakan gua yang indah antara lain di Pacitan dan Gunung Kidul. 

Paket-paket pariwisata susur gua atau cave expedition kini banyak bermunculan. Gua merupakan tempat tinggal manusia purba dan banyak fosil-fosil ditemukan di gua-gua yang terdapat di Indonesia. 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close