Guru Geografi: Materi OSN Kebumian - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 20

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Ahli meteorologi atau klimatologi tentu sudah paham tentang istilah doldrum, namun beberapa orang awam pasti merasa aneh dan tidak familiar mengenai istilah tersebut.

Doldrum adalah sebuah fenomena umum yang ditemukan di daerah sekitar ekuator. Fenomena ini berkaitan dengan gaya Coriolis. 

Wilayah doldrum adalah suatu zona yang memiliki tekanan atmosfer rendah dan bebas angin. Selain itu cuaca di daerah ini cenderung mendung dan hujan. Daerah doldrum sering juga disebut daerah konvergensi antar tropik atau DKAT.

Wilayah doldrum terletak kira-kira antara lima derajat lintang utara dan lima derajat lintang selatan. Jadi Indonesia masuk wilayah doldrum ya guys!. 
 

Selain itu, karena kemiringan sumbu bumi, luas wilayah doldrum ini sedikit bergeser ke arah selatan selama musim dingin di belahan bumi utara. Sebaliknya, doldrum sedikit bergeser ke arah utara selama musim panas di belahan bumi utara. 

Wilayah doldrum ini disebut juga wilayah tenang dan tidak termasuk zona lintasan angin siklon besar seperti tornado dan taifun. Itulah mengapa Indonesia tidak ditemukan fenomena angin raksasa yang merusak ini.

Pada zona tenang ini udara hangat naik dan mengalir keluar dari ekuator hingga 30 derajat utara dan selatan kemudian turun di daerah tersebut. 
 
Wilayah doldrum atau DKAT ini pada prinsipnya mengikuti gerak semu tahunan matahari. Simak pola pergerakannya di bawah ini. Lalu apa saja karakteristik wilayah doldrum ini?
Pergerakan DKAT di ekuator
1. Doldrum terletak di wilayah Pasifik dan Atlantik yang memiliki sedikit angin.
2. Pada wilayah doldrum tidak bisa mengandalkan perahu layar karena ketiadaan hembusan angin.
3. Doldrum disebabkan radiasi matahari yang langsung jatuh di sekitar wilayah ekuator.
4. Karena pemanasan, udara hangat naik dibandingkan bergerak horizontal.
5. Sering dijumpai tidak ada angin berminggu-minggu.
6. Doldrum berada sedikit di utara ekuator tapi pengaruhnya dapat terjadi dari 5 derajat LU/LS.
7. Angin timur laut dan tenggara membatasi daerah doldrum di utara dan selatan.

Gambar: disini

Jumat, Januari 1

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Kerak bumi atau litosfer adalah lapisan bumi paling atas dan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia.
 
Bumi merupakan planet yang dinamis dan terus mengalami perkembangan dari sejak mulai terbentuk hingga saat ini. 
 
Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang setiap lapisan memiliki karakteristik masing-masing. Lapisan permukaan paling atas dinamakan litosfer (kerak bumi). 
 
Litosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi. 

Unsur penyusun litosfer adalah Oksigen (46,6%), Silikat (27,7%), Alumunium (8,1%), Besi 5%, Kalsium 3,6%, Natrium 2,8%, Kalium 2,6% dan Magnesium 2,1%. 
 
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar yang bersifat keras, padat, relatif dingin dan memiliki ketebalan antara 70 – 100 km yang tersusun atas batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.  
Ilustrasi litosfer

Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Perbedaan kerak benua dan kerak samudera adalah sebagai berikut:

Ciri Kerak Benua
1. komposisi utama silikat aluminum.
2. dominasi batuan granit.
3. massa jenis 2,7 gr per cm kubik
4. ketebalan antara 20-70 km.
5. tidak bisa mengalami subduksi atau penunjaman.

Kerak Samudera
1. komposisi utama silikat magnesium.
2. batuan dominan basaltis.
3. massa jenis 3,0 gr per cm kubik.
4. ketebalan rata-rata 7-10 km.
5. dapat mengalami subduksi atau penunjaman ke bawah.

Litosfer termasuk bagian paling atas mantel bumi dan kulit bumi bagian luar, keduanya dibatasi atmosfer diatas kerak bumi atas dan astenosfer pada mantel bagian bawah.

Meski batuan litosfer dianggap elastis tapi tidak bersifat kental seperti astenosfer. Batuan kerak bumi bisa mengalami pelipatan atau patahan akibat gaya tektonik.

Lapisan interior bumi terdiri dari berbagai macam dan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada dua cara untuk melihat susunan interior bumi yaitu berdasarkan sifat kimia dan berdasarkan fisika. Menurut komposisi kimianya lapisan interior bumi dapat dibagi lapisan berikut:

1. Kerak bumi
Merupakan bagian bumi paling atas dengan ketebalan 30-40 km pada daratan dan di pegunungan bisa mencapai 70 km.  Massa jenis kerak bumi rata-rata 2,7 gr/cm kubik yang tersusun atas unsur dominan oksigen, silikat dan aluminium. Kerak bumi terbagi menjadi kerak benua dan kerak samudera.

2. Mantel
Ketebalan mantel bumi berkisar sampai 1.200 km dari atas permukaan bumi. Massa jenisnya 3,4 - 4 gr/cm kubik. Unsur penyusun mantel bumi adalah oksigen, silikat dan magnesium.

3. Inti 
Inti bumi dinamakan barisfer dan terbagi menjadi inti dalam dan inti luar. Kedalaman inti bumi mencapai 5.500 km dan banyak mengandungi besi dan nikel. Massa jenis inti bumi antara 6-12 gr/cm kubik. 
Struktur litosfer

Gambar: Britannica

Selasa, Oktober 9

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Halo teman-teman, coba deh kamu perhatikan saat tengah hari yang terik kamu berdiri di lapangan terbuka. 

Apakah kamu menemukan bayangan tubuhmu?. Jika iya maka tandanya matahari berada di atas kepala namun belum tepat tegak lurus. 

Nah ada satu waktu dimana matahari mengalami yang namanya kulminasi. 

Kulminasi atau transit/istiwa adalah sebuah fenomena dimana matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya dinamakan Kulminasi Utama. 

Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala pengamat ataudisebut titik zenith. Dampak kulminasi matahari ini adalah bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Nah karena itulah hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Mengapa terjadi kulminasi matahari?
Karena bidang ekuator bumi/bidang rotasi bumi tidak tepat berhimpit dengan bidang ekliptika/revolusi bumi sehingga posisi matahari dan bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU sampai 23,5 LS. 

Gerak ini dinamakan gerak semu tahunan matahari. Di tahun 2018 ini matahari akan tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08.54. 

Adapun tanggal 21 Juni 2018 pukul 17.07 WIB matahari akan tepat berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05.23 matahari berada di titik balik selatan. Gambar: disini
Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya
Tugu khatulistiwa di Pontianak
Kapan terjadi kulminasi matahari?
Dikarenakan Indonesia berada di wilayah ekuator maka kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali lho dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa. 

Khusus untuk kota Pontianak yang posisinya tepat ada di garis ekuator maka kulminasi akan terjadi pada 20 Maret 2018 dan kulminasi utama akan terjadi pada pukul 11.50 WIB dan 23 September 2018 dengan kulminasi utama pada pukul 11.35 WIB.

Di kota-kota lain kuliminasi utama terjadi pada saat deklinasi matahari sama dengan derajat lintang kota tersebut. Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Kupang hingga 8 April di Aceh dan 10 September di Banda Aceh hingga 20 Oktober di Kupang. 

Kulminasi utama ini berlangsung sangat singkat guys jadi kalau mau coba melihat hari tanpa bayangan maka kamu harus berburu dan menunggu waktu yang tepat. Makanya di Pontianak ada tugu khatulistiwa dimana matahari akan tepat melintasi tugu tersebut pada saat kulminasi. 

Banyak penduduk yang ramai menunggu fenomena tahunan ini dan menjadi atraksi wisata.
 

Jumat, Maret 16

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan sedimen atau endapan dapat terbentuk karena perombakan batuan lain atau karena proses kimia (eksogen). Hasil masing-masing cara ini berbeda-beda. 

Batuan sedimen dapat disusun dari bongkahan batu, kerikil, pasir atau lempung. Setelah bahan rombakan diendapkan maka lambat laun akan mengalami pengerasan atau kompaksi. 

Pengerasan ini kerapkali berlangsung karena adanya zat perekat yang dapat berupa asam silikat, kalsium karbonat dan oksida besi. 

Ada lagi yang dapat menyebabkan batuan menjadi keras yaitu pembebanan dari tumpukkan batuan yang ada diatasnya (tekanan). Baca juga: Update kode diskon quipper terbaru

Waktu juga berperan dalam pembentukkan batuan sedimen. Semakin lama umur batuan maka umumnya main keras. Proses pengerasan ini mengakibatkan sedimen membatu. 

Jika bahan pembentuknya berbutir kasar maka akan terbentuk batu konglomerat yang sering banyak di sungai. Batu konglomerat memiliki butir bundar. 

Jika bahan pembentuknya bersudut tajam maka disebut breksi. Pasir yang membatu disebut batu pasir, lanau disebut batu lanau dan lempung disebut batu serpih.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Batu breksi bersudut tajam
Batu gamping umumnya bersal dari terumbu karang yang terangkat karena gaya tektonik ke daratan. Batu kapur atau gamping sering dijumpai adanya fosil hewan laut seperti di daerah Pegunungan Sewu Gunung Kidul. 

Dalam batu kapur ditemukan rijang atau batu api. Sebelum ada korek api, manusia menggunakan rijang untuk membuat api. Batu Rijang tersusun atas asam silikat dan berbeda dengan batu gamping yang terjadi secara kimia (Kalsium karbonat). Baca juga: Kelas kemampuan lahan USDA

Batu gamping yang terjadi karena pengendapan kimia adalah travertin. Travertin diendapakan di dekat mata air panas seperti di Ciseeng Jawa Barat. Batu rijang banyak ditemukan di Tasikmalaya Selatan.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Gneiss ubahan dari granit
Batuan Metamorfosis atau malihan terjadi setelah mengalami perubahan bentuk fisik dan kimia. Perubahan ini terjadi karena tekana dan suhu yang tinggi. Contohnya adalah marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. 

Contoh lainnya adalah sabak dan abtu tulis dan grafit. Sabak berasal dari baru serpih, grafit berasal dai karbon. Selain itu granit juga bisa berubah menjadi gneiss. Itulah beberapa jenis batuan penyusun kerak bumi kita.  

Gambar: disini, disini
Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Kerak bumi merupakan lapisan bumi yang paling atas dan tersusun atas batuan. Batuan ini terdiri atas batuan beku, sedimen dan metamorf. Semua batuan berasal dari magma yang keluar melalui proses vulkanisme. 

Perbedaan jenis batuan dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya seperti kehadiran udara, tekanan, panas dan lainnya. Semua batuan di kerak bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk di bumi. Kita akan bahas sekilas mengenai ketiga jenis batuan tadi.

a. Batuan Beku
Batuan beku terjadi dari magma pijar yang membeku. Magma pijar tadi banyak terdapat di mantel bumi hingga astenosfer. Magma keluar dari dalam bumi menuju permukaan bumi lalu membeku dalam perjalanannya. 

Ada yang membeku di dalam, di dalam korok atau gang dan ada juga yang membeku di atas permukaan bumi. 

Oleh karena itu batuan beku dapat diklasifikasikan menurut tempat pembekuannya. Ada batuan beku dalam, batuan korok dan batuan beku luar. Karena lokasi pembekuan berbeda maka ciri-ciri ketiga batuan beku itu berbeda pula. 

Ciri yang berbeda pada batuan beku itu tampak jelas pada susunan kristal atau hablurnya.
Batuan penyusun bumi
Batu diorit
Batuan beku dalam membeku secara lambat maka hablur-hablurnya berkesempatan tumbuh secara wajar. Akibatnya terbentuklah batuan yang seluruhnya tersusun atas hablur-hablur sehingga disebut berhablur penuh. 

Batuan beku luar membeku secara tiba-tiba atau cepat. Hablurnya jadi halus bahkan terjadi kaca, sehingga disebut batukaca atau obsidian. Jika magma yang mencapai permukaan bumi itu mengandung banyak gas maka terbentuklah batu apung yang penuh rongga gas sehingga ringan.

Batuan korok atau gang terjadi di dalam rekahan atau celah litosfer sehingga memiliki hablur kasar dan halus. Yang kasar terjadi lebih dahulu kemudian disusul hablur yang halus. Hablur halus menempati ruang diantara hablur kasar. 

Batuan beku dapat digolongkan menjadi batuan asam dan basa menurut kandungan silikatnya. Kondisi silikat ini akan berdampak pada perbedaan warnanya. Batuan asam mengandung banyak silikat. 

Asam silikat merupakan senyawa antara silikon dan oksida. Batuan jenis ini mengandung kuarsa, warnanya putih karena kuarsa tidak berwarna atau bening keputih-putihan.
Batuan penyusun bumi
Obsidian kaca
Batuan basa sangat rendah kadar silikatnya dan banyak mengandung magnesium dan besi. Warnanya gelap atau bahkan hitam pekat karena mengandung banyak mineral gelap atau kehitaman. Batuan yang kadar silikatnya menengah disebut intermediet, memiliki warna kelabu. 

Contoh batuan beku dalam yang asam adalah granit, sementara yang basa adalah diabas dan yang menengah adalah diorit. Batuan beku ekstrusif asam disebut liparit dan yang basa disebut basalt sementara yang intermediet adalah andesit. 

Untuk ulasan selanjutnya mengenai batuan sedimen dan metamorf silahkan klik link berikut: Batuan sedimen dan batuan metamorf

Gambar: disini, disini

Kamis, Februari 1

7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen

7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen

Batuan beku dan batuan sedimen adalah dua jenis batuan yang umum dijumpai di permukaan bumi. Batuan ini terbentuk karena pembekuan magma.

Apa saja perbedaan mendasar antara batuan beku dengan batuan sedimen?. Berikut penjelasannya:

1. Formasi
Batuan beku terbentuk dari proses pendingan dan pemadatan magma atau lava. Batuan beku dapat terbentuk dengan atau tanpa kristalisasi baik di bawah (instrusif) maupun di atas (ekstrusif) permukaan bumi. 

Batuan sedimen terbentuk oleh pengendapan material di permukaan bumi dan di dalam tubuh air. Sedimentasi adalah nama kolektif untuk proses yang mengakibatkan partikel mineral atau organik mengendap dan menumpuk.

2. Kelimpahan pada kerak bumi
Batuan sedimen menutupi kerak benua sangat luas namun total kontibusi batuan sedimen diperkirakan hanya 8% dari total volume kerak bumi. Batuan beku dan metamorf membentuk 90-95% kerak bumi. 
3. Komposisi mineral
Batuan beku felsik punya kandungan silikat tinggi dengan dominasi kuarsa, feldspar, biasanya berwarna terang, punya densitas rendah contohnya granit dan riolit. 

Batuan beku basa punya kandungan silikon lebih rendah relatif terhadp batuan beku felsik dengan dominasi piroksen, olivin dan plagioklas contohnya basalt dan gabro. 

Ciri lainnya batuan basa punya warna gelap, densitas tinggi dari felsik. Batuan beku ultrabasa memiliki kandungan silikon paling rendah dengan 90% mineral basa.

Sebagian besar batuan sedimen mengandung kuarsa atau kalsit. Beda dengan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen biasanya mengandung mineral utama yang sangat sedikit. Namun asal mula mineral dalam batuan sedimen seringkali lebih kompleks daripada batuan beku. 

Mineral dalam batuan sedimen terbentuk dengan pengendapan selama sedimentasi atau diagenesis. Lapisan sedimen paling bawah adalah paling tua dalam teori hukum steno. Baca juga: Bedanya meteorologi dan klimatologi
7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen
3 karakter batuan di bumi

4. Fosil
Diantara 3 jenis batuan, fosil paling banyak ditemukan di batuan sedimen. Tidak seperti kebanyakan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen terbentuk pada suhu dan tekanan yang tidak menghancurkan sisa-sisa fosil. Seringkali fosil ini hanya bisa terlihat dan dipelajari di bawah mikroskop.

5. Struktur
Strukur batuan sedimen dapat dibagi menjadi struktur primer (terbentuk selama pengendapan) dan struktur sekunder (dibentuk setelah pengendapan). Struktur endapan yang luas dan besar lebih mudah diamati di lapangan.

Struktur batuan beku adalah fitur dalam kenampakan besar dan dipengaruhi faktor seperti komposisi magma, viskositas magma, suhu dan tekanan dimana pendinginan dan konsolidasi berlangsung, kehadiran gas dan volatil lainnya.

6. Klasifikasi
Batuan beku dikelompokkan menurut genesa, tekstur, mineralogi, susunan kimia dan geometrinya.

Batuan sedimen dibagi ke dalam beberapa tipe yaitu sedimen klastik, biokimia, sedimen kimia dan kategori lainnya dibentuk dari dampak, vulkanisme dan proses minor lainnya.

7. Penggunaan
Batuan sedimen menghasilkan beragam bijih seperti tembaga, emas, uranium, permata dan lainnya. Geologi perminyakan berkaitan dengan kapasitas batuan sedimen untuk menghasilkan endapan petroleum. Batubara dan cebakan minyak banyak ditemukan di batuan sedimen. Sebagian besar uranium di dunia merupakan suksesi batuan sedimen.

Banyak jenis batuan beku yang digunakan sebagai batu bangunan, ukiran, dan bahan dekoratif, seperti yang digunakan untuk meja, talenan, dan dinding. Pumice digunakan sebagai bahan abrasif di sabun tangan, papan ampelas, dll.

Baca juga:
Konsep ruang dan region dalam geografi
Bedanya patahan dekstral dan sinistral
Perbedaan OSN Geografi dan Kebumian

Perbedaan OSN Geografi dan Kebumian

Halo teman-teman sekalian bagaimana kabarnya hari ini, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Kali ini saya akan memberikan sedikit info pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional atau OSN yang biasa menjadi agenda tahunan siswa-siswi Indonesia.

 Saya disini akan membahas bedanya soal OSN Kebumian dengan Geografi. Saya sejak beberapa tahun lalu mendampingi siswa/i untuk bimbingan OSN Kebumian dan Geografi.

Pada dasarnya baaik bidang Kebumian dan Geografi memiliki objek studi yang sama yaitu Bumi sebagai sebuah planet. Lalu dimana perbedaannya?. 

Geografi memiliki kajian yang lebih luas dibandingkan kebumian karena aspek nya mencakup fisik dan sosial. Soal-soal OSN Geografi memadukan antara pengetahuan spasial analisis mendalam. Meskipun saya guru geografi namun jika memilih, saya lebih suka membimbing OSN Kebumian.

Soal OSN Geografi menuntut siswa bukan hanya paham tentang lokasi namun juga analisanya dan juga pengetahuan umum. Tak jarang ada soal yang berkaitan dengan fenomena yang sedang terjadi beberapa hari lalu. 

Sementara itu OSN Kebumian lebih kepada mempelajari kenampakan fisik bumi saja. Dalam hal ini tidak ada aspek manusia (demografi) atau pengetahuan negara-negara disana. 

Contoh disiplin ilmi kebumian antara lain geologi, vulkanologi, oseanografi, stratigrafi, mineralogi, geomorfologi dan astronomi. Disini kamu akan banyak menemukan berbagai macam istilah kebumian.

Kalau kamu mau cari contoh soal OSN Kebumian dan Geografi, silahkan cari di google aja pastinya banyak yang sudah upload. Jadi itulah bedanya soal OSN Kebumian dengan Geografi. 

Jadi pilihan ada di tangan kamu sendiri, dan tentunya sesulit apapun soalnya kalau kamu sudah belajar dengan tekun maka pasti akan bisa mengerjakannya.

Kalau kamu mau mencari materi OSN Geografi dan Kebumian silahkan cari di blog saya ini. Perbanyaklah mempelajari soal-soal OSN tahun sebelumnya karena tipe soal selalu sama hanya ada modifikasi sedikit saja. Belajarlah langsung dari soal dan cek langsung di internet. Selamat ber OSN ria.
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan beku terbentuk karenan proses pendinginan di dalam maupun di luar bumi. Batuan beku dapat diklasifikasikan menurut berbagai kriteria dan salah satunya adalah menurut kadar silikatnya. 

Ada empat macam batuan beku menurut kandungan silikatnya yaitu Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam.

Batuan ultrabasa (ultramafik)
Kadungan silika dan gas yang rendah membuat batuan beku ultrabasa sangat cair. punya kekentalan rendah dan tahan arus. Batun ultrabasa ini diberi nama tergantung apakah ia bertipe intrusif atau ekstrusif. 

Peridotite adalah adalah jenis batuan intrusif sementara komatit adalah batuan ultrabasa ekstrusif. Peridotite dan komatit secara komposisi sangat identik. Tekstur batuan tersebut bagaimanapu berbeda dan merefleksikan proses pembentukannya. 

Peridotite merupakan batuan yang mendominasi mantel atas bumi dan jarang tersingkap di permukaan bumi. Komatit juga jarang tersingkap dan batuan ini lebih tua 2 miliat tahun daripada peridotite.

Batuan basa (mafik)
Batuan basa mayoritas tersusun atas piroksen, plagioklas kaya kalsium dan sejumlah kecil olivin. Magma basa agak lebih kental dibandingkan ultrabasa namun masih bisa mengalir dengan cepat. 

Selain itu batuan basa punya kandungan udara lebih banyak daripada ultrabasa tapi tidak sebanyak magma asam atau felsik.

Gabro adalah salah satu batuan basa intrusif sementara basalt adalah batuan basa ekstrusif. Batuan basa dibentuk di berbagai batas lempeng mulai dari divergen, konvergen dan hot spot. 

Semua batuan basa dihasilkan di astenosfer bagian atas. Karena viskositasnya relatif rendah maka magma basa dapat mencapai radius cukup jauh. Gunung api bertipe basa contohnya adalah gunung api tipe perisai atau cinder cone dan seringkali membentuk lapisan lava bantal. Jadi magma basa identik dengan lava bantal.
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan intermediete
Batuan intermediete ini tersusun mayoritas atas hornblende dan feldspar plagioklas. Magma bertipe intermediete agak lebih kental dibanding magma mafik. Selain itu magma ini mengandung gas yang agak lebih banyak daripada magma mafik namun tidak sebanyak felsik. 

Diorit adalah contoh batuan beku intrusif sementara andesit adalah batuan beku intrusif. Batuan intermediet terbentuk mayoritas di batas konvergen atau subduksi seperti di Indonesia. Gunung api di Indonesia mayoritas terbentuk dari magma intermediete.

Batuan asam (felsik)
Batuan asam tersusun atas biotit, muskovit, plagioklas kaya natrium, feldspar, potassium feldspar dan kuarsa. Magma asam atau felsik jauh lebih kental dibanding magma intermediete. 

Selain itu magma felsik punya kandungan gas sangat tinggi. Granit adalah contoh batuan batuan intrusif, riolit adalah batuan felsik ekstrusif. Batuan asam banyak dibentuk di batas konvergen lempeng  samudera ke dalam samudera. 

Karena viskositasnya tinggi maka magma asam jarang sampai ke atas permukaan bumi. Namun karena kadar gas tinggi, maka erupsi magma ini sangat eksplosif menyebabkan muntahan tuffa dan breksi vulkanik. 

Viskositas magma asam  menghambat pertumbuhan kristal seperti obsidian yang merupakan pendingan lava asam.

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close