Guru Geografi: Materi OSN Kebumian - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 20

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Ahli meteorologi atau klimatologi tentu sudah paham tentang istilah doldrum, namun beberapa orang awam pasti merasa aneh dan tidak familiar mengenai istilah tersebut.

Doldrum adalah sebuah fenomena umum yang ditemukan di daerah sekitar ekuator. Fenomena ini berkaitan dengan gaya Coriolis. 

Wilayah doldrum adalah suatu zona yang memiliki tekanan atmosfer rendah dan bebas angin. Selain itu cuaca di daerah ini cenderung mendung dan hujan. Daerah doldrum sering juga disebut daerah konvergensi antar tropik atau DKAT.

Wilayah doldrum terletak kira-kira antara lima derajat lintang utara dan lima derajat lintang selatan. Jadi Indonesia masuk wilayah doldrum ya guys!. 

Selain itu, karena kemiringan sumbu bumi, luas wilayah doldrum ini sedikit bergeser ke arah selatan selama musim dingin di belahan bumi utara. Sebaliknya, doldrum sedikit bergeser ke arah utara selama musim panas di belahan bumi utara. 

Wilayah doldrum ini disebut juga wilayah tenang dan tidak termasuk zona lintasan angin siklon besar seperti tornado dan taifun. Itulah mengapa Indonesia tidak ditemukan fenomena angin raksasa yang merusak ini.

Pada zona tenang ini udara hangat naik dan mengalir keluar dari ekuator hingga 30 derajat utara dan selatan kemudian turun di daerah tersebut. 
 
Wilayah doldrum atau DKAT ini pada prinsipnya mengikuti gerak semu tahunan matahari. Simak pola pergerakannya di bawah ini. Lalu apa saja karakteristik wilayah doldrum ini?
Pergerakan DKAT di ekuator
1. Doldrum terletak di wilayah Pasifik dan Atlantik yang memiliki sedikit angin.
2. Pada wilayah doldrum tidak bisa mengandalkan perahu layar karena ketiadaan hembusan angin.
3. Doldrum disebabkan radiasi matahari yang langsung jatuh di sekitar wilayah ekuator.
4. Karena pemanasan, udara hangat naik dibandingkan bergerak horizontal.
5. Sering dijumpai tidak ada angin berminggu-minggu.
6. Doldrum berada sedikit di utara ekuator tapi pengaruhnya dapat terjadi dari 5 derajat LU/LS.
7. Angin timur laut dan tenggara membatasi daerah doldrum di utara dan selatan.

Gambar: disini

Jumat, Januari 1

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Kerak bumi atau litosfer adalah lapisan bumi paling atas dan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia.
 
Bumi merupakan planet yang dinamis dan terus mengalami perkembangan dari sejak mulai terbentuk hingga saat ini. 
 
Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang setiap lapisan memiliki karakteristik masing-masing. Lapisan permukaan paling atas dinamakan litosfer (kerak bumi). 
 
Litosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi. 

Unsur penyusun litosfer adalah Oksigen (46,6%), Silikat (27,7%), Alumunium (8,1%), Besi 5%, Kalsium 3,6%, Natrium 2,8%, Kalium 2,6% dan Magnesium 2,1%. 
 
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar yang bersifat keras, padat, relatif dingin dan memiliki ketebalan antara 70 – 100 km yang tersusun atas batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.  
Ilustrasi litosfer

Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Perbedaan kerak benua dan kerak samudera adalah sebagai berikut:

Ciri Kerak Benua
1. komposisi utama silikat aluminum.
2. dominasi batuan granit.
3. massa jenis 2,7 gr per cm kubik
4. ketebalan antara 20-70 km.
5. tidak bisa mengalami subduksi atau penunjaman.

Kerak Samudera
1. komposisi utama silikat magnesium.
2. batuan dominan basaltis.
3. massa jenis 3,0 gr per cm kubik.
4. ketebalan rata-rata 7-10 km.
5. dapat mengalami subduksi atau penunjaman ke bawah.

Litosfer termasuk bagian paling atas mantel bumi dan kulit bumi bagian luar, keduanya dibatasi atmosfer diatas kerak bumi atas dan astenosfer pada mantel bagian bawah.

Meski batuan litosfer dianggap elastis tapi tidak bersifat kental seperti astenosfer. Batuan kerak bumi bisa mengalami pelipatan atau patahan akibat gaya tektonik.

Lapisan interior bumi terdiri dari berbagai macam dan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada dua cara untuk melihat susunan interior bumi yaitu berdasarkan sifat kimia dan berdasarkan fisika. Menurut komposisi kimianya lapisan interior bumi dapat dibagi lapisan berikut:

1. Kerak bumi
Merupakan bagian bumi paling atas dengan ketebalan 30-40 km pada daratan dan di pegunungan bisa mencapai 70 km.  Massa jenis kerak bumi rata-rata 2,7 gr/cm kubik yang tersusun atas unsur dominan oksigen, silikat dan aluminium. Kerak bumi terbagi menjadi kerak benua dan kerak samudera.

2. Mantel
Ketebalan mantel bumi berkisar sampai 1.200 km dari atas permukaan bumi. Massa jenisnya 3,4 - 4 gr/cm kubik. Unsur penyusun mantel bumi adalah oksigen, silikat dan magnesium.

3. Inti 
Inti bumi dinamakan barisfer dan terbagi menjadi inti dalam dan inti luar. Kedalaman inti bumi mencapai 5.500 km dan banyak mengandungi besi dan nikel. Massa jenis inti bumi antara 6-12 gr/cm kubik. 
Struktur litosfer

Gambar: Britannica

Selasa, Oktober 9

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Halo teman-teman, coba deh kamu perhatikan saat tengah hari yang terik kamu berdiri di lapangan terbuka. 

Apakah kamu menemukan bayangan tubuhmu?. Jika iya maka tandanya matahari berada di atas kepala namun belum tepat tegak lurus. 

Nah ada satu waktu dimana matahari mengalami yang namanya kulminasi. 

Kulminasi atau transit/istiwa adalah sebuah fenomena dimana matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya dinamakan Kulminasi Utama. 

Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala pengamat ataudisebut titik zenith. Dampak kulminasi matahari ini adalah bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Nah karena itulah hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Mengapa terjadi kulminasi matahari?
Karena bidang ekuator bumi/bidang rotasi bumi tidak tepat berhimpit dengan bidang ekliptika/revolusi bumi sehingga posisi matahari dan bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU sampai 23,5 LS. 

Gerak ini dinamakan gerak semu tahunan matahari. Di tahun 2018 ini matahari akan tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08.54. 

Adapun tanggal 21 Juni 2018 pukul 17.07 WIB matahari akan tepat berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05.23 matahari berada di titik balik selatan. Gambar: disini
Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya
Tugu khatulistiwa di Pontianak
Kapan terjadi kulminasi matahari?
Dikarenakan Indonesia berada di wilayah ekuator maka kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali lho dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa. 

Khusus untuk kota Pontianak yang posisinya tepat ada di garis ekuator maka kulminasi akan terjadi pada 20 Maret 2018 dan kulminasi utama akan terjadi pada pukul 11.50 WIB dan 23 September 2018 dengan kulminasi utama pada pukul 11.35 WIB.

Di kota-kota lain kuliminasi utama terjadi pada saat deklinasi matahari sama dengan derajat lintang kota tersebut. Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Kupang hingga 8 April di Aceh dan 10 September di Banda Aceh hingga 20 Oktober di Kupang. 

Kulminasi utama ini berlangsung sangat singkat guys jadi kalau mau coba melihat hari tanpa bayangan maka kamu harus berburu dan menunggu waktu yang tepat. Makanya di Pontianak ada tugu khatulistiwa dimana matahari akan tepat melintasi tugu tersebut pada saat kulminasi. 

Banyak penduduk yang ramai menunggu fenomena tahunan ini dan menjadi atraksi wisata.
 

Jumat, Maret 16

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan sedimen atau endapan dapat terbentuk karena perombakan batuan lain atau karena proses kimia (eksogen). Hasil masing-masing cara ini berbeda-beda. 

Batuan sedimen dapat disusun dari bongkahan batu, kerikil, pasir atau lempung. Setelah bahan rombakan diendapkan maka lambat laun akan mengalami pengerasan atau kompaksi. 

Pengerasan ini kerapkali berlangsung karena adanya zat perekat yang dapat berupa asam silikat, kalsium karbonat dan oksida besi. 

Ada lagi yang dapat menyebabkan batuan menjadi keras yaitu pembebanan dari tumpukkan batuan yang ada diatasnya (tekanan). Baca juga: Update kode diskon quipper terbaru

Waktu juga berperan dalam pembentukkan batuan sedimen. Semakin lama umur batuan maka umumnya main keras. Proses pengerasan ini mengakibatkan sedimen membatu. 

Jika bahan pembentuknya berbutir kasar maka akan terbentuk batu konglomerat yang sering banyak di sungai. Batu konglomerat memiliki butir bundar. 

Jika bahan pembentuknya bersudut tajam maka disebut breksi. Pasir yang membatu disebut batu pasir, lanau disebut batu lanau dan lempung disebut batu serpih.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Batu breksi bersudut tajam
Batu gamping umumnya bersal dari terumbu karang yang terangkat karena gaya tektonik ke daratan. Batu kapur atau gamping sering dijumpai adanya fosil hewan laut seperti di daerah Pegunungan Sewu Gunung Kidul. 

Dalam batu kapur ditemukan rijang atau batu api. Sebelum ada korek api, manusia menggunakan rijang untuk membuat api. Batu Rijang tersusun atas asam silikat dan berbeda dengan batu gamping yang terjadi secara kimia (Kalsium karbonat). Baca juga: Kelas kemampuan lahan USDA

Batu gamping yang terjadi karena pengendapan kimia adalah travertin. Travertin diendapakan di dekat mata air panas seperti di Ciseeng Jawa Barat. Batu rijang banyak ditemukan di Tasikmalaya Selatan.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Gneiss ubahan dari granit
Batuan Metamorfosis atau malihan terjadi setelah mengalami perubahan bentuk fisik dan kimia. Perubahan ini terjadi karena tekana dan suhu yang tinggi. Contohnya adalah marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. 

Contoh lainnya adalah sabak dan abtu tulis dan grafit. Sabak berasal dari baru serpih, grafit berasal dai karbon. Selain itu granit juga bisa berubah menjadi gneiss. Itulah beberapa jenis batuan penyusun kerak bumi kita.  

Gambar: disini, disini
Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Kerak bumi merupakan lapisan bumi yang paling atas dan tersusun atas batuan. Batuan ini terdiri atas batuan beku, sedimen dan metamorf. Semua batuan berasal dari magma yang keluar melalui proses vulkanisme. 

Perbedaan jenis batuan dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya seperti kehadiran udara, tekanan, panas dan lainnya. Semua batuan di kerak bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk di bumi. Kita akan bahas sekilas mengenai ketiga jenis batuan tadi.

a. Batuan Beku
Batuan beku terjadi dari magma pijar yang membeku. Magma pijar tadi banyak terdapat di mantel bumi hingga astenosfer. Magma keluar dari dalam bumi menuju permukaan bumi lalu membeku dalam perjalanannya. 

Ada yang membeku di dalam, di dalam korok atau gang dan ada juga yang membeku di atas permukaan bumi. 

Oleh karena itu batuan beku dapat diklasifikasikan menurut tempat pembekuannya. Ada batuan beku dalam, batuan korok dan batuan beku luar. Karena lokasi pembekuan berbeda maka ciri-ciri ketiga batuan beku itu berbeda pula. 

Ciri yang berbeda pada batuan beku itu tampak jelas pada susunan kristal atau hablurnya.
Batuan penyusun bumi
Batu diorit
Batuan beku dalam membeku secara lambat maka hablur-hablurnya berkesempatan tumbuh secara wajar. Akibatnya terbentuklah batuan yang seluruhnya tersusun atas hablur-hablur sehingga disebut berhablur penuh. 

Batuan beku luar membeku secara tiba-tiba atau cepat. Hablurnya jadi halus bahkan terjadi kaca, sehingga disebut batukaca atau obsidian. Jika magma yang mencapai permukaan bumi itu mengandung banyak gas maka terbentuklah batu apung yang penuh rongga gas sehingga ringan.

Batuan korok atau gang terjadi di dalam rekahan atau celah litosfer sehingga memiliki hablur kasar dan halus. Yang kasar terjadi lebih dahulu kemudian disusul hablur yang halus. Hablur halus menempati ruang diantara hablur kasar. 

Batuan beku dapat digolongkan menjadi batuan asam dan basa menurut kandungan silikatnya. Kondisi silikat ini akan berdampak pada perbedaan warnanya. Batuan asam mengandung banyak silikat. 

Asam silikat merupakan senyawa antara silikon dan oksida. Batuan jenis ini mengandung kuarsa, warnanya putih karena kuarsa tidak berwarna atau bening keputih-putihan.
Batuan penyusun bumi
Obsidian kaca
Batuan basa sangat rendah kadar silikatnya dan banyak mengandung magnesium dan besi. Warnanya gelap atau bahkan hitam pekat karena mengandung banyak mineral gelap atau kehitaman. Batuan yang kadar silikatnya menengah disebut intermediet, memiliki warna kelabu. 

Contoh batuan beku dalam yang asam adalah granit, sementara yang basa adalah diabas dan yang menengah adalah diorit. Batuan beku ekstrusif asam disebut liparit dan yang basa disebut basalt sementara yang intermediet adalah andesit. 

Untuk ulasan selanjutnya mengenai batuan sedimen dan metamorf silahkan klik link berikut: Batuan sedimen dan batuan metamorf

Gambar: disini, disini

Kamis, Februari 1

7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen

7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen

Batuan beku dan batuan sedimen adalah dua jenis batuan yang umum dijumpai di permukaan bumi. Batuan ini terbentuk karena pembekuan magma.

Apa saja perbedaan mendasar antara batuan beku dengan batuan sedimen?. Berikut penjelasannya:

1. Formasi
Batuan beku terbentuk dari proses pendingan dan pemadatan magma atau lava. Batuan beku dapat terbentuk dengan atau tanpa kristalisasi baik di bawah (instrusif) maupun di atas (ekstrusif) permukaan bumi. 

Batuan sedimen terbentuk oleh pengendapan material di permukaan bumi dan di dalam tubuh air. Sedimentasi adalah nama kolektif untuk proses yang mengakibatkan partikel mineral atau organik mengendap dan menumpuk.

2. Kelimpahan pada kerak bumi
Batuan sedimen menutupi kerak benua sangat luas namun total kontibusi batuan sedimen diperkirakan hanya 8% dari total volume kerak bumi. Batuan beku dan metamorf membentuk 90-95% kerak bumi. 
3. Komposisi mineral
Batuan beku felsik punya kandungan silikat tinggi dengan dominasi kuarsa, feldspar, biasanya berwarna terang, punya densitas rendah contohnya granit dan riolit. 

Batuan beku basa punya kandungan silikon lebih rendah relatif terhadp batuan beku felsik dengan dominasi piroksen, olivin dan plagioklas contohnya basalt dan gabro. 

Ciri lainnya batuan basa punya warna gelap, densitas tinggi dari felsik. Batuan beku ultrabasa memiliki kandungan silikon paling rendah dengan 90% mineral basa.

Sebagian besar batuan sedimen mengandung kuarsa atau kalsit. Beda dengan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen biasanya mengandung mineral utama yang sangat sedikit. Namun asal mula mineral dalam batuan sedimen seringkali lebih kompleks daripada batuan beku. 

Mineral dalam batuan sedimen terbentuk dengan pengendapan selama sedimentasi atau diagenesis. Lapisan sedimen paling bawah adalah paling tua dalam teori hukum steno. Baca juga: Bedanya meteorologi dan klimatologi
7 Perbedaan Ciri Batuan Beku dan Sedimen
3 karakter batuan di bumi

4. Fosil
Diantara 3 jenis batuan, fosil paling banyak ditemukan di batuan sedimen. Tidak seperti kebanyakan batuan beku dan metamorf, batuan sedimen terbentuk pada suhu dan tekanan yang tidak menghancurkan sisa-sisa fosil. Seringkali fosil ini hanya bisa terlihat dan dipelajari di bawah mikroskop.

5. Struktur
Strukur batuan sedimen dapat dibagi menjadi struktur primer (terbentuk selama pengendapan) dan struktur sekunder (dibentuk setelah pengendapan). Struktur endapan yang luas dan besar lebih mudah diamati di lapangan.

Struktur batuan beku adalah fitur dalam kenampakan besar dan dipengaruhi faktor seperti komposisi magma, viskositas magma, suhu dan tekanan dimana pendinginan dan konsolidasi berlangsung, kehadiran gas dan volatil lainnya.

6. Klasifikasi
Batuan beku dikelompokkan menurut genesa, tekstur, mineralogi, susunan kimia dan geometrinya.

Batuan sedimen dibagi ke dalam beberapa tipe yaitu sedimen klastik, biokimia, sedimen kimia dan kategori lainnya dibentuk dari dampak, vulkanisme dan proses minor lainnya.

7. Penggunaan
Batuan sedimen menghasilkan beragam bijih seperti tembaga, emas, uranium, permata dan lainnya. Geologi perminyakan berkaitan dengan kapasitas batuan sedimen untuk menghasilkan endapan petroleum. Batubara dan cebakan minyak banyak ditemukan di batuan sedimen. Sebagian besar uranium di dunia merupakan suksesi batuan sedimen.

Banyak jenis batuan beku yang digunakan sebagai batu bangunan, ukiran, dan bahan dekoratif, seperti yang digunakan untuk meja, talenan, dan dinding. Pumice digunakan sebagai bahan abrasif di sabun tangan, papan ampelas, dll.

Baca juga:
Konsep ruang dan region dalam geografi
Bedanya patahan dekstral dan sinistral
Perbedaan OSN Geografi dan Kebumian

Perbedaan OSN Geografi dan Kebumian

Halo teman-teman sekalian bagaimana kabarnya hari ini, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Kali ini saya akan memberikan sedikit info pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional atau OSN yang biasa menjadi agenda tahunan siswa-siswi Indonesia.

 Saya disini akan membahas bedanya soal OSN Kebumian dengan Geografi. Saya sejak beberapa tahun lalu mendampingi siswa/i untuk bimbingan OSN Kebumian dan Geografi.

Pada dasarnya baaik bidang Kebumian dan Geografi memiliki objek studi yang sama yaitu Bumi sebagai sebuah planet. Lalu dimana perbedaannya?. 

Geografi memiliki kajian yang lebih luas dibandingkan kebumian karena aspek nya mencakup fisik dan sosial. Soal-soal OSN Geografi memadukan antara pengetahuan spasial analisis mendalam. Meskipun saya guru geografi namun jika memilih, saya lebih suka membimbing OSN Kebumian.

Soal OSN Geografi menuntut siswa bukan hanya paham tentang lokasi namun juga analisanya dan juga pengetahuan umum. Tak jarang ada soal yang berkaitan dengan fenomena yang sedang terjadi beberapa hari lalu. 

Sementara itu OSN Kebumian lebih kepada mempelajari kenampakan fisik bumi saja. Dalam hal ini tidak ada aspek manusia (demografi) atau pengetahuan negara-negara disana. 

Contoh disiplin ilmi kebumian antara lain geologi, vulkanologi, oseanografi, stratigrafi, mineralogi, geomorfologi dan astronomi. Disini kamu akan banyak menemukan berbagai macam istilah kebumian.

Kalau kamu mau cari contoh soal OSN Kebumian dan Geografi, silahkan cari di google aja pastinya banyak yang sudah upload. Jadi itulah bedanya soal OSN Kebumian dengan Geografi. 

Jadi pilihan ada di tangan kamu sendiri, dan tentunya sesulit apapun soalnya kalau kamu sudah belajar dengan tekun maka pasti akan bisa mengerjakannya.

Kalau kamu mau mencari materi OSN Geografi dan Kebumian silahkan cari di blog saya ini. Perbanyaklah mempelajari soal-soal OSN tahun sebelumnya karena tipe soal selalu sama hanya ada modifikasi sedikit saja. Belajarlah langsung dari soal dan cek langsung di internet. Selamat ber OSN ria.
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan beku terbentuk karenan proses pendinginan di dalam maupun di luar bumi. Batuan beku dapat diklasifikasikan menurut berbagai kriteria dan salah satunya adalah menurut kadar silikatnya. 

Ada empat macam batuan beku menurut kandungan silikatnya yaitu Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam.

Batuan ultrabasa (ultramafik)
Kadungan silika dan gas yang rendah membuat batuan beku ultrabasa sangat cair. punya kekentalan rendah dan tahan arus. Batun ultrabasa ini diberi nama tergantung apakah ia bertipe intrusif atau ekstrusif. 

Peridotite adalah adalah jenis batuan intrusif sementara komatit adalah batuan ultrabasa ekstrusif. Peridotite dan komatit secara komposisi sangat identik. Tekstur batuan tersebut bagaimanapu berbeda dan merefleksikan proses pembentukannya. 

Peridotite merupakan batuan yang mendominasi mantel atas bumi dan jarang tersingkap di permukaan bumi. Komatit juga jarang tersingkap dan batuan ini lebih tua 2 miliat tahun daripada peridotite.

Batuan basa (mafik)
Batuan basa mayoritas tersusun atas piroksen, plagioklas kaya kalsium dan sejumlah kecil olivin. Magma basa agak lebih kental dibandingkan ultrabasa namun masih bisa mengalir dengan cepat. 

Selain itu batuan basa punya kandungan udara lebih banyak daripada ultrabasa tapi tidak sebanyak magma asam atau felsik.

Gabro adalah salah satu batuan basa intrusif sementara basalt adalah batuan basa ekstrusif. Batuan basa dibentuk di berbagai batas lempeng mulai dari divergen, konvergen dan hot spot. 

Semua batuan basa dihasilkan di astenosfer bagian atas. Karena viskositasnya relatif rendah maka magma basa dapat mencapai radius cukup jauh. Gunung api bertipe basa contohnya adalah gunung api tipe perisai atau cinder cone dan seringkali membentuk lapisan lava bantal. Jadi magma basa identik dengan lava bantal.
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam
Batuan Beku Ultrabasa, Basa, Intermediete dan Asam

Batuan intermediete
Batuan intermediete ini tersusun mayoritas atas hornblende dan feldspar plagioklas. Magma bertipe intermediete agak lebih kental dibanding magma mafik. Selain itu magma ini mengandung gas yang agak lebih banyak daripada magma mafik namun tidak sebanyak felsik. 

Diorit adalah contoh batuan beku intrusif sementara andesit adalah batuan beku intrusif. Batuan intermediet terbentuk mayoritas di batas konvergen atau subduksi seperti di Indonesia. Gunung api di Indonesia mayoritas terbentuk dari magma intermediete.

Batuan asam (felsik)
Batuan asam tersusun atas biotit, muskovit, plagioklas kaya natrium, feldspar, potassium feldspar dan kuarsa. Magma asam atau felsik jauh lebih kental dibanding magma intermediete. 

Selain itu magma felsik punya kandungan gas sangat tinggi. Granit adalah contoh batuan batuan intrusif, riolit adalah batuan felsik ekstrusif. Batuan asam banyak dibentuk di batas konvergen lempeng  samudera ke dalam samudera. 

Karena viskositasnya tinggi maka magma asam jarang sampai ke atas permukaan bumi. Namun karena kadar gas tinggi, maka erupsi magma ini sangat eksplosif menyebabkan muntahan tuffa dan breksi vulkanik. 

Viskositas magma asam  menghambat pertumbuhan kristal seperti obsidian yang merupakan pendingan lava asam.

Gambar: disini

Rabu, Januari 31

Sistem Fisik Hablur Mineral

Sistem Fisik Hablur Mineral

Salah satu sifat fisik mineral adalah memiliki hablur. Kamu tentu kenal gula pasir, garam dapur atau tawas dan semuanya itu berbentuk hablur. 

Ada hablur atau kristal yang dibuat manusia seperti gula pasir dan ada yang berasal dari alam seperti barang tambang. Hablur yang dibuat oleh manusia tidak dapat dikategorikan sebagai mineral. 

Mayoritas mineral dapat diketahui dari bentuk hablur atua sistem kristalnya. Masing-masing mineral memiliki sistem kristal tersendiri.
Sistem Fisik Hablur Mineral
Mineral memiliki kristal yang berbeda
Berikut ini klasifikasi sistem hablur kristal mineral alam:
1. Sistem kubus
Hablur garam dapur maupun alami memiliki bentuk kubus atau kubik. Contoh lain kristal kubik adalah mineral pirit.
2. Sistem tetragonon
Arti tetragonon adalah bersudut empat. Mineral kasiterit bertipe hablur teteragonon. Mineral ini banyak terdapat di Bangka Belitung sebagai bijih timah.
3. Sistem heksagonon
Arti heksagonon adalah bersudut enam. Mineral kalsit dan kuarsa termasuk kategori kristal ini. Kuarsa banyak terdapat di Bangkan Belitun, Kalimantan Barat, Tuban dan lainnya.
4. Sistem rombik
Banyak hablur rombik berbentuk memanjang, namun ada juga yang pendek atau pipih. Yang termasuk hablur sistem rombik adalah belerang dan topas. Topas adalah salah satu jenis permata.
5. Sistem monoklin
Hablur ini memiliki tiga sumbu, dua tegak lurus dan yang satunya memotong miring. Monoklin artinya sebuah yang miring. Gipsum adalah salah satu mineral yang bertipe monoklin. Dalam batuan beku dapat ditemukan beberapa mineral berhablur monoklin seperti mika. 
6. Sistem triklin
Hablur triklin sangat jarang sekali dijumpai. Triklin artinya tiga sumbu miring contohnnya microcline.
Sistem Fisik Hablur Mineral
Sistem hablur mineral
Gambar: disini, disini

Jumat, November 24

Pandangan Geosentris dan Heliosentris

Pandangan Geosentris dan Heliosentris

Sejak jaman dahulu manusia telah meneliti tentang pergerakan benda-benda langit di angkasa. Berbagai perdebatan muncul seiring dengan munculnya teori-teori baru tentang bagaimana gerakan benda langit yang benar. 

Dari semua pandangan tentang gerakan benda langit, pandangan geosentris dan heliosentris adalah yang paling terkenal. 

Kita tahu sekarang bahwa planet merupakan salah satu benda langit di tata surya ini. Namun bagaimana sebenarnya gerakan planet dan benda langit lainnya?. Baca juga: Ciri masyarakat desa menurut Parson

a. Pandangan Geosentris
Geosentris  merupakan sebuah sebuah paham yang menyatakan bahwa bumi meurpakna pusat tata surya. Teori ini dikemukakan oleh Ptolomeus dalam bukunya Almagest

Ia menyatakan bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi sebuah titik yaitu Bumi. Pandangan ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap gerak semu matahari harian. Teori ini awalnya didukung oleh Socrates, Aristoteles dan Amazimandaros.

Pentingnya fenomena ini mengakibatkan kebudayaan Yunani kuno sangat ditentukan oleh keberadaan benda langit disekitarnya khususnya dalam penamaan hari, minggu dan tahun. Namun tidak semua orang Yunani percaya bahwa bumi berada di tengah. 

Aristrachus of Samos dikatakan NASA merupakan orang pertama yang tahu bahwa matahari berada di tengah alam semesta. Dia mengusulkannya pada abad ketiga sebelum masehi namun tidak begitu diperhatikan. Baca juga: Beda Arktik dan Antartika
Pandangan Geosentris dan Heliosentris
Geosentris dan heliosentris
b. Pandangan Heliosentris
Di bada pertengahan, para astronom Eropa menghadapi berbagai maslaah seperti gerhana yang tidak akurat hitungannya, pelaut yang perlu navigasi saat berlayar, kalender Julius yang tidak akurat saat Ekuinoks terjadi, dan masalah hari libut keagamaan yang tidak tepat sehingga revolusi astronomis mulai berkembang. Baca juga: Terbentuknya gurun pasir di bumi

Pandangan Heliosentris dipopulerkan oleh Copernicus pada 1543 yang menganggap matahari sebagai pusat tata surya dan semua benda langit mengelilingi matahari. Tentu ini teori yang bertentangan dengan geosentris dan menjadi sebuah kehebohan pada masanya. 

Dengan alat sederhana kala itu, Copernicus mempelajari gerakan matahari, planet dan bintang sampai pada kesimpulan bahwa dengan menempatkan matahari di tengah tat asurya dalam keadaan diam maka perhitungan benda langit akan lebih mudah. Teori ini punya kelemahan yaitu menyebutkan bahwa orbit planet adalah bulat bukan elips. 

Penyempurnaan teori ini dibahas oleh Johannes Kepler yang menghasilkan 3 hukum Kepler tentang gerakan benda langit. Mau tahu isi hukum Kepler?. Silahkan cek di artikel 3 Hukum Kepler dan penjelasannya.
Gambar: disini

Selasa, November 14

Proses Terbentuknya Awan di Langit

Proses Terbentuknya Awan di Langit

Coba kamu lihat ke langit saat ini pasti akan ada awan disana bukan?. Awan adalah partikel air dan es yang terlihat melayang di langit. 

Bagaimana proses terbentuknya awan itu sebenarnya?. Miliaran partikel air dan es tesebar di atmosfer dalam wujud debu tipis, asap dan partikel padat lain. Partikel air ini berkumpul membentuk suatu kumpulan butiran yang lebih besar dan dikenal dengan nama awan. 

Dari permukaan bumi, kita bisa melihat awan dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna tak terbatas. Baca juga: Cara jawab soal pendekatan geografi di UN

Orang yang ahli mempelajari atmosfer (termasuk cuaca dan awan didalamnya) disebut ahli meteorologi.  Mereka bisa mengetahui awan yang menimbulkan hujan dan kali ini saya akan berikan penjelasan juga untuk memahami sifat awan tersebut.

Nama Awan
Nama awan dapat memberitahu kita jenis awan dan ketinggian awan tersebut di langit. Banyak dari awan berasal dari bahasa latin. Coba apa saja nama awan yang umum dijumpai di langit?

Cirro artinya lengkungan rambut, tinggi
Strato artinya berlapis
Cumulo artinya bergerombol
Alto artinya menengah
Nimbo artinya hujan
Proses Terbentuknya Awan di Langit
Awan hitam mengandung banyak air
Mengapa warna awan ada yang gelap dan putih?
Tetesan air di atmosfer memantulkan sinar matahari. Bila jumlah uap air sedikit maka sedikit cahaya yang dipantulkan dan karenanya banyak cahaya akan melewati bagian bawah awan. 

Saat awan dipenuhi partikel air, semua cahaya akan terpantulkan atau tersebar dan cahaya tidak bisa melewati awan. Dari tanah maka kita akan melihat awan berwarna gelap atau kelabu. Baca juga: Cara menjawab soal prinsip geografi di UN

Bagaimana awan terbentuk di atmosfer?
Awan sejatinya terbentuk dari proses kondensasi. Atmosfer tersusun atas berbagai gas termasuk uap air. Terkadang uap air lebih banyak terbentuk saat terjadi pemanasan. Tumbuhan juga menghasilkan uap dari daunnya yang dinamakan transpirasi. 

Uap air naik karena udara hangat dan massa jenisnya berkurang dibanding udara dingin. Selain itu bisa juga karena massa udara dingin yang padat mendorong massa udara hangat. 
Proses Terbentuknya Awan di Langit
Fase Terbentuknya Awan
Ketika uap air naik ke atmosfer maka ia akan bercampur dengan debu, jelaga dan garam yang sangat kecil. Partikel kecil di atmosfer ini dinamakan aerosol. Partikel air diangkat oleh angin yang kuat dan arus konvektif. 

Selama naik, awan akan meluas dan mendingin. Proses pendinginan udara hangat ini dinamakan adiabatic cooling. Baca juga: Terbentuknya angin fohn

Saat suhu disekitar awan turun, uap air mencapai titik embun lalu berubah menjadi partikel kristal air dan es yang sangat kecil. Partikel ini lalu bertemu aerosol dan bersatu. Makin banyak partikel air dan aerosol bersatu maka awan akan semakin terbentuk. Proses ini dinamakan koalesensi. 

Tetesan awan berkisar antara 10 mikron hingga 1 mm. Jika massa awan semakin banyak maka akan sampai pada titik jenuh dan muncullah presipitasi. Baca juga: 11 jenis awan baru di bumi

Gambar: disini, disini

Senin, September 18

Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo

Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo

Kalian tentu sudah tahu bentuk gunung api yang bisa mengeluarkan lava bukan?. Tapi tahukah kamu bahwa ada yang namanya mud volcano atau gunung api lumpur?. 

Mud volcano merupakan sebuah formasi yang terbuat cairan dan gas yang dikeluarkan dari dalam permukaan bumi. Cairan panas bercampur lumpur dan partikel lain menyembur keluar dari dalam bumi. 

Gunung api lumpur yang berasosiasi dengan zona subduksi telah terindentifikasi sebanyak 700 unit. Suhu gunung api lumpur ini lebih rendah dibanding lava gunung api pada umumnya. 

Struktur gunung api lumpur terbesar berdiameter 10 km dan tingginya 700 m. Baca juga: Rumus hitung GMT

Hampir 86% gas dimuntahkan mud volcano adalah metana, dengan karbon dioksida dan nitrogen dengna kadar lebih rendah. 

Material yang keluar seringkali berupa bubur padatan halus yang tersuspensi dalam cairan termasuk air yang bersifat asam, asin dan fluida hidrokarbon. Baca juga: Faktor perbedaan cuaca iklim tempat

Sekitar 1.100 gunung api lumpur telah teridentifikasi di daratan dan di perairan dangkal. Diperkirakan lebih dari 10.000 mud volcano ada di lereng benua dan dataran abisal. 

Di Indonesia, letusan gunung api lumpur raksasa terjadi di Sidoarjo dikarenakan oleh aktifitas pengeboran minyak dan gas bumi. 
Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo
Gunung Lumpur Lusi di Sidoarjo
Gunung api lumpur ini dinamakan Lusi oleh para pakar geologi. Lusi meletus pada bulan Mei 2006 dan terus memuntahkan lumpur mendidih dan menggusur 30.000 penduduk disana. 

Namun perusahaan Lapindo Brantas membantah erupsi gunung api lumpur disebabkan pengeboran dan menyebut gempa di Jogja sebagai pemicu muntahnya lumpur Lusi. 

Lusi adalah gunung api lumpur terbesar dan berkembang paling besar di dunia. Menurut ahli geologi, Lusi bisa memuntahkan lumpur panas 26 tahun ke depan lagi. 

Ilmuwan Universitas Dunham menjelaskan bahwa Lusi bisa memuntahkan lumpur dan mengisi setara 56.000 kolam renang Olimpiade.  

Baca juga:  
Cara hitung contur interval peta topografi
Inilah alasan ilmiah negara di iklim subtropis pada maju 
Gambar: disini
Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi

Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi

Halo kawan-kawan kali ini saya akan sedikit membagikan animasi tentang terbentuknya batu bara dan minyak bumi. 

Kalian tentu sudah tahu kan yang namanya batu bara dan minyak bumi?. Batu bata adalah mineral organik yang berasal dari sisa-sisa fosil tumbuhan purba yang mengeras di dalam bumi sehingga menjadi batu bara kaya energi. 

Sementara itu minyak bumi diyakini berasal dari akumulasi sisa-sisa mahluk hidup yang terjebak dalam sebuah struktur cebakan di dasar batuan kerak bumi. Baik batu bara dan minyak bumi memainkan peranan sangat penting bagi perekonomian suatu negara. 

Berikut ini proses terbentuknya batu bara dan minyak bumi. (Agar tampilan lebih enak dilihat, mohon buka di versi dekstop komputer/laptop).
Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi
Deposit batu bara
Gambar: disini
Sumber: Mocomikids Yt

Rabu, September 13

Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit di Gua

Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit di Gua

Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit - Jika kamu pergi mengunjungi gua kapur tentu kamu akan menjumpai dua ornamen unik disana yaitu stalaktit dan stalagmit. 

Stalaktit dan Stalagmit adalah formasi batuan runcing yang banyak ditemukan pada dua kapur atau karst. Orang seringkali lupa membedakan mana yang stalaktit dan mana yang stalagmit.

 Cara membedakannya adalah bahwa stalactite punya huruf "c" dari kata ceilling artinya atap dan stalagmite punya huruf "g" dari kata ground yang artinya tanah.

Dengan begitu kamu sudah pasti bisa membedakan keduanya yang sering disebut juga sebagai dripstone. Saat air mengalir turun melalui tanah dan masuk kedalam gua, ia akan melarutkan mineral yang disebut kalsit dan membawanya melaui rekahan di langit-langit gua. 

Air yang menetes meninggalkan bekas kalsit, yang perlahan terbentuk di langit-langit sampai terbentuk stalaktit menggantung seperti es. Baca juga: Genesa batuan beku

Sementara itu air dari ujung stalaktit meninggalkan lebih banyak kalsit di tumpukan lantai gua dan tak lama membentuk stalagmit seperti kerucut. Itulah mengapa stalaktit dan stalagmit biasanya ditemukan berpasangan. 

Stalaktit dan stalagmit yang bertemu akan menghasilkan pillar atau kolom. Gambar: disini
Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit di Gua
Stalaktit dan stalagmit gua kapur
Gua kapur merupakan lokasi wisata yang populer di berbagai belahan bumi. Di Indonesia wisata susur gua banyak di temukan di Gunung Kidul, Pacitan dan Sulawesi Selatan. Gua kapur di Indonesia memiliki kedalaman dan panjang yang bervariasi. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Bentuk-bentuk ornemen gua kapur bervariasi dikarenakan berbagi faktor seperti bagaimana air memasuki gua (menetes, merembes, atau memercik). Selain itu warna ornamen di gua ditentukan oleh kandungan mineralnya. 

Kalsit murni berwarna putih dan hampir tidak berwarna. Besi dan mineral lain serta asam dari vegetasi permukaan menambah warna merah, oranye, hitam ke stalaktit dan stalagmit. 

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim bagi dunia

Selasa, September 12

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Halo teman-teman, kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang bedanya batuan beku intrusif dan ekstrusif. 

Batuan beku atau igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi magma. Batuan beku dapat membeku di dalam bumi atau di luar permukaan bumi. Perbedaan lingkungan pendinginan ini akan menyebabkan perbedaan jenis batuan. 

Ada dua tipe batuan beku yaitu batuan beku intrusif dan ekstrusif. Baca juga: Genesa batuan beku

1. Batuan beku intrusif atau plutonik
Saat magma tidak mencapai permukaan bumi dan mendingin maka akan menghasilkan intrusi dan membeku dinamakan plutonik. Manifestasi plutonik ini seperti sills, dyke atau laccolith. 

Berdasarkan kandungan silikanya, batuan beku intrusif terbagi menjadi gabro, diorit, granit dan pegmatit. Dalam hal kuantitas batuan ini adalah paling umum dijumpai. 

Mayoritas magma sebenarnya jarang mencapai permukaan bumi, hanya di beberapa titik saja. Batuan beku intrusif mengalami pembekuan lambat sehingga cenderung bertekstur faneritik atau berbutir kasar. Baca juga: 6 bentuk gunung api di Indonesia

2. Batuan beku ekstrusif atau vulkanik
Saat magma mencapai permukaan bumi lewat erupsi maka dapat membeku dan dinamakan batuan beku ekstrusif. 

Menurut tingkatan kandungan silikanya batuan beku ekstrusif terbagi menjadi basalt, andesit, damar, diorit, batu apung dan obsidian. Karena sifat pembekuan cepat maka batuan beku esktrusif cenderung bertekstur afanitik atau berbutir halus.
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Batuan beku intrusif dan ekstrusif
JENIS BATUAN BEKU
Klasifikasi batuan beku paling banyak menggunakan indikator kandungan silikat (SiO₂) yaitu:
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Kandungan silikat batuan beku
Gabbro
Gabbro adalah batuan beku intrusif yang licin dan secara kimiawi setipe dengan basalt. Cirinya kasar, gelap dan mengandung feldpspar, augite dan kadang olivine. 

Diorit
Diorit adalah batuan beku intrusif yang terdiri darimineral silikat plagioklas feldpsar, biotite, hornblende dan piroksen. Komposisi kimiawi diorit di tengah-tengan gabbro dan granit. Sama halnya dengan andesit yang mendingin cepat saat erupsi terjadi.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2016 
Karakteristik Tanah Aluvial

Granodorit
Granodiorit adalah batuan beku yang mengandung komposisi pertengahan antara diorit dan granit. Batuan ini mengandung > 20% kuarsa secara volume, sejumlah plagioklas kaya natrium dan kalsium, sedikit muskovit mika, biotit, amphibol sebagai minerla gelap. Batuan vulkanik yang setara granodiorit adalah dasit. 

Granit
Granit setara dengan riolit dan merupakan jenis batuan beku paling umum dijumpai. Granit mengandung > 68% dan berbutir kasar. 

Mineral utamanya adalah feldspar, kuarsa dan mika. Granit didominasi warna putih, merah muda dan abu-abu. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Senin, September 4

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Bumi merupakan sebuah planet unik dan satu-satunya tempat terjadinya kehidupan kompleks di alam semesta. Belum ada lagi planet yang bisa dihuni selain Bumi di tata surya.

Dalam menentukan potensi kelayakan huni sebuah planet, maka pertimbangannya banyak diantaranya sumber energi, komposisi, sifat orbit, atmosfer dan interaksi kimia yang potensial, wilayah perairan dan masih banyak lagi. 

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu dan sejak saat tersebut telah mengalami berbagai macam fase kehidupan dan perkembangan kerak bumi. 

Bumi hingga kinimerupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup.  Permukaan bumi berelief-relief, terdiri dari daratan, perairan, lembah, bukit, pegunugan dan gunung. Baca juga: Genesa batuan beku

Sejauh ini hanya planet bumi yang dipandang layak sebagai tempat kehidupan meskipun telah ada dugaan hasil penelitian sains adanya planet adatu benda lain yang mirip dengan bumi. 

Di planet bumi terjadi keseimbangan dan keselarasan antara udara, air, dan kehidupan di darat. Semua tinjauan menunjukkan bahwa planet bumi diciptakan untuk kehidupan. Baca juga: Perbedaan kerak benua dan kerak samudera
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Fosil Trilobit era Kambrium
a. Periode Rotasi Bumi 
Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari. 

b. Albedo 
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).  

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi. 

Baca juga:
Fungsi desa bagi wilayah disekitarnya
Pergerakan angin muson di Indonesia dan dampaknya

c. Aktifitas Gempa 
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).  

d. Ketebalan Kerak Bumi 
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. 

Jika lebih tebal:Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika lebih tipis: Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Baca juga:
Macam-macam pola aliran sungai
Gunung api strato, shield dan cone

e. Medan Magnet Bumi 
Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.  

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan. 
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Magnetosfer melindungi bumi dari angin matahari
f. Interaksi Gravitasi dengan Bulan 
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. 

Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. 
 
g. Kadar Karbondioksida dan Uap Air dalam Atmosfer 
Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. 

Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrim di antara siang dan malam.75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. 

Atmosfer tidak mempunyai batas  pasti dan tetap, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Baca juga: Formasi geologi pulau jawa yang unik

h. Kadar Ozon dalam Atmosfer 
Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Baca juga: Tipe iklim Indonesia menurut Koppen

Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari. 

Jika lebih besar: Suhu permukaan bumi terlalu rendah. Jika lebih kecil:  Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan. 

Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.
Gambar: disini, disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close