Guru Geografi: Materi OSN Kebumian | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 4

Pendalaman OSN Kebumian: Mineralogi dan Kristalografi Part 2

Pendalaman OSN Kebumian: Mineralogi dan Kristalografi Part 2


Halo kawan-kawan kita coba untuk bahas lagi seputar pendalaman OSN Kebumian topik mineralogi dan kristalografi.

Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman lain di grup medsos ya!. Selamat berjuang dan semoga berhasil.

6. Unsur kimia yang ditemukan di Dolomit tetapi tidak ditemukan di Kalsit adalah …
a. Ca
b. C
c. Al
d. Mg
e. O

Kunci
Dolomit itu sejenis batukaput, yang merupakan kapur tunggal berkadar magnesium tinggi dan baik digunakan untuk tanah perkebunan serta untuk perikanan atau tambak. Dolomit terbentuk dari batuan dolomit yang dikumpulkan dari proses penambangan. Kandungan yang sangat dibutuhkan dari kapur ini adalah kalsium (ca) dan magnesium (mg). 

Kalau Kalsit adalah nama lain dari Kalsium karbonat. Kalsium karbonat ialah senyawa kimia dengan formula CaCO₃. Senyawa ini merupakan bahan yang umum dijumpai pada batu di semua bagian dunia, dan merupakan komponen utama cangkang organisme laut, siput, bola arang, mutiara, dan kulit telur.

Jadi jawabannya adalah D (Mg).

7. Seri Reaksi Bowen yang benar dari mineral yang pertama terbentuk sampai yang terakhir terbentuk adalah …
a. Amfibol – Olivin – Ortoklas – Piroksen – Biotit – Muskovit – Kuarsa.
b. Olivin – Piroksen – Amfibol – Biotit – Ortoklas – Muskovit – Kuarsa.
c. Olivin – Piroksen – Biotit – Amfibol – Ortoklas – Muskovit – Kuarsa.
d. Kuarsa – Muskovit – Ortoklas – Biotit – Amfibol – Piroksen – Olivin.
e. Olivin – Piroksen – Ortoklas – Amfibol – Muskovit – Biotit – Kuarsa.

Kunci
Seri Reaksi Bowen menggambarkan suhu di mana mineral mengkristal saat terjadi pembekuan, atau meleleh saat dipanaskan. Skala suhu terendah di mana semua mineral mengkristal menjadi batuan padat adalah sekitar 700 °C. Reaksi Bowen ada yang bertipe diskontinyu dan continyu. Coba cek di bawah. Maka jawabn yang tepat adalah B.

8. Berikut merupakan nama-nama mineral yang menyusun batuan beku, kecuali …
a. Kuarsa
b. Hipersten
c. Augit
d. Garnet
e. Labradorit

Kunci
Jenis mineral yang jarang dijumpai pada batuan beku adalah garnet. Garnet adalah mineral umum dari batuan metamorf seperti gneiss dan sekis dari yang bersifat basa sampai asam, kapur kristal dan pegmatites.

9. Perhatikan gambar kristal di bawah. 
Kristal ini mempunyai enam sisi, tiga sisi di bagian atas, dan tiga sisi di bagian bawah. Mineral kalsit merupakan contoh dari bentuk kristal ini. Kristal ini termasuk dalam system kristal:
a. Tetragonal
b. Heksagonal
c. Monoklin
d. Ortorombik
e. Trigonal

Kunci
Mineral di atas masuk jenis sistem trigonel. Contoh mineral dengan sistem kristal trigonal Magnesit Kalsit. Coba hapalkan semua jenis sistem kristal mineral di bawah ini.
Klasifikasi sistem kristal mineral batuan

10. Kristal-kristal kalsit yang dijumpai pada rekahan batugamping atau rekahan batuan beku basaltik terbentuk melalui proses …
a. Hidrotermal
b. Presipitasi larutan
c. Evaporasi
d. Pembekuan magma
e. Tidak ada yang benar

Kunci
Belum tahu

Rabu, Agustus 3

Pendalaman OSN Kebumian: Mineralogi dan Kristalografi Part 1

Pendalaman OSN Kebumian: Mineralogi dan Kristalografi Part 1


Halo pejuang OSN Kebumian, kita bahas-bahas lagi yuk soal Kebumian dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga bisa membantu kamu yang sedang mencoba untuk seleksi perwakilan siswa OSN di sekolah.

OSN Kebumian berbeda dengan geografi ya karena di Kebumian kita hanya belajar kondisi fisikal bumi saja, tidak ada tentang regional budaya, pembangunan wilayah, kota, desa dan lainnya.

Saya akan coba bahas per part topik materi. Untuk postingan ini kita akan coba bahas terkait mineralogi dan kristalografi.

1. Dalam kristal kita mengenal sumbu a, b, c, dan d. Sumbu-sumbu tersebut disebut juga …
a. Sumbu kristal
b. Sumbu simetri
c. Sumbu putar
d. Sumbu pusat
e. Tidak ada jawaban yang benar

Pembahasan
Mineral banyak dijumpai di alam, di lingkungan tempat tinggal kita dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah kristal, sumbu kristal berupa garis bayangan yang lurus yang menembus kristal melalui pusat kristal. 

Setiap mineral tersusun atas kumpulan kristal-kristal yang sejenis, dan kristal tersusun atas unsur-unsur kimia yang terikat dalam susunan dan komposisi yang sama.

Sumbu kristal adalah garis bayangan lurus yang menghubungkan dan menembus muka / bidang muka kristal, melalui pusat kristal. 

Dalam sistem kristalografi, kristal ada yang memiliki tiga (3) sumbu kristal dan ada yang memiliki empat (4) sumbu kristal. Sumbu-sumbu kristal tersebut kita beri nama saja, yaitu sumbu a, sumbu b dan sumbu c. Gambar sumbu kristal ada di bawah.
Gambar sumbu kristal

2. Kelompok mineral yang termasuk dalam mineral lempung adalah …
a. Limonit, Apatit, dan Magnetit.
b. Pirit, Hematit, dan Bentonit.
c. Kaolinit, Kalkopirit, dan Apatit.
d. Smektit, Hematit, dan Limonit.
e. Hematit, Bentonit, dan Azurit.

Pembahasan
Kalau kamu pernah bermain lempung di sawah atau di tempat lain maka kamu sudah pasti akan menyentuh mineral lempung. Mineral lempung adalah kelompok mineral, kristalnya sangat kecil, hanya dapat dilihat dan dibedakan dengan mikroskop, biasanya dengan mikroskop elektron. 

Mineral lempung merupakan koloid dengan ukuran sangat kecil (kurang dari 1 mikron). Masing-masing koloid terlihat seperti lempengan-lempengan kecil yang  terdiri dari lembaran-lembaran kristal yang memiliki struktur  atom yang berulang.

Ada 6 Jenis mineral lempung utama adalah: 
1. Kaolinite 
2. Smectite Group 
3. Illite Group 
4. Vermiculite 
5. Chlorite 
6. Allophanes.

Jawabannya C. Di semua opsi yang ada "hematite, magnetit" adalah salah, karena hematit dan magnetit itu mineral logam/besi.

3. Mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral silikat (mineral yang mengandung Si) dan non silikat. Contoh mineral non silikat adalah …
a. Kuarsa
b. Kalsit
c. Olivin
d. Ortoklas
e. Piroksen

Pembahasan
Bedanya apa sih silikat dan non silikat?. Kalau mineral silikat berarti punya kandungan silikatnya, kalau non silikat berarti tidak punya. Gitu aja sederhananya.

Yang bukan mineral silikat aadalah kalsit. Cek gambar di bawah ini:
Mineral non silikat

Mineral silikat
4. Belahan mineral merupakan salah satu ciri fisik dalam identifikasi mineral. Mineral yang mempunyai belahan satu arah sempurna adalah …
a. Muskovit
b. Kalsit
c. Galena
d. Kuarsa
e. Pirit

Pembahasan
Belahan adalah salah satu sifat fisik mineral atau bisa diartikan kenampakan dari mineral yang berdasarkan kemampuannya untuk membelah melalui bidang belahan yang rata dan juga licin. Biasanya bidang belahan berbentuk sejajar dengan bidang tertentu. Contoh mineral yang dapat membelah yaitu kalsit. Kalsit memiliki tiga arah belahan sedangkan untuk kuarsa, tidak memiliki belahan. Belahan sendiri terbagi menjadi

1. Belahan satu arah, contohnya: muscovite
2. Belahan dua arah, contohnya: feldspar
3. Belahan tiga arah, contohnya: halit dan kalsit

Gambarnya bisa dilihat di bawah, coba pahami ya dan hapalkan aja semua biar ngerti.

5. Mineral yang umumnya tidak mungkin ditemukan dalam Riolit adalah …
a. Olivin
b. Kuarsa
c. Biotit
d. Feldspar
e. Amfibol

Pembahasan:
Riolit itu kan batuan beku ekstrusif yang memiliki butir kristal halus (afanitik). Komponen silikat riolit lebih dari 68%. Untuk melihat komposisi mineral batuan beku, bisa cek diagram di bawah, lihat warnanya. Saya coba kasih tanda untuk riolit. Berarti kalau misal ditanyakan mineral lainnya, tinggal buat garis batas saja sesuai batuannya. Jadi Olivin yang tidak termasuk.
Komposisi mineral batuan beku

Rabu, Juli 6

Pendalaman OSN Kebumian: Hukum Dasar Stratigrafi

Pendalaman OSN Kebumian: Hukum Dasar Stratigrafi

Dalam memahami seluk beluk perkembangan litosfer atau kerak bumi maka kita perlu mengenal tentang prinsip dasar stratigrafi. Hukum dasar stratigrafi waijib dikuasai oleh pejuang OSN Kebumian.

Stratigrafi adalah cabang geologi yang membahas tentang perlapisan batuan, terutama batuan sedimen. Bahasan stratigrafi ini menyangkut aspek terkait penyatuan, penamaan, hubungan antar batuan secara lateral maupun vertikal.

Jadi misal kamu pergi ke suatu daerah lalu menemukan sebuah formasi batuan yang melengkung, patah, hilang dan lainnya maka itu adalah ranah dari stratigrafi.

Nah kalian harus paham hukum stratigrafi. Stratigrafi suatu daerah pada umumnya dinyatakan dengan
menggambarkan urutan macam batuan yang ada di daerah tersebut, mulai dari yang tertua hingga yang termuda Urutan macam batuan dinyatakan dalam bentuk KOLOM STRATIGRAFI. 

Untuk menafsirkannya maka harus menggunakan hukum atau rumus berikut ini:
Hukum dasar stratigrafi

1. Hukum Initial Horisontality: Dada waktu pengendapan, material akan teronggok mengikuti pengaruh gravitasi, mempunyai permukaan yang horisontal dan tepian yang membaji. 
2. Hukum Superposisi : Dalam keadaan tidak terganggu, lapisan yang paling tua akan berada paling bawah
3. Hukum Lateral Accretion : Dalam keadaan normal, perlapisan akan mengalami akresi (tumbuh) ke arah lateal, pembajian terjadi pada tepian, maupun dasar cekungan, lapisan muda bisa berada disamping lapisan tua
4. Hukum Uniformitarianism : “The present is the key to the past”, peristiwa geologi dimasa lalu dikontrol oleh hukum alam yang sama dengan proses geologi yang terjadi saat ini, walau tidak selalu dalam intensitas yang sama (yang bersifat uniform adalah hukum yang mengontrolnya).
5. Hukum Crosscutting Relationship : Batuan yang menerobos usianya lebih muda daripada batuan yang diterobos
6. Hukum Inklusi : Batuan yang menginklusi usianya lebih tua.
7. Hukum Biotic Succesion : Dalam suatu wilayah urutan batuan secara vertikal, kandungan fosil mengalami pergantian secara sistematis
8. Hukum Strata Indentified by Fossil : Semakin muda batuannya fosil yang terkandung mempunyai bentuk yang lebih kompleks.
 Organisme berkembang sepanjang waktu geologi
 Evolusi dari bentuk sederhana ke arah yang lebih kompleks
 Jaman geologi disusun untuk waktu dimana terjadi kumpulan fosil yang khas dan berbeda dengan waktu sebelum dan sesudahnya

Minggu, April 24

Kebumian Oseanografi: Arus Ekman

Kebumian Oseanografi: Arus Ekman

Salah satu proses pergerakan arus laut oleh angin adalah pergerakan Ekman yang seringkali mendorong adanya upwelling dan downwelling di tepi pantai. 

Proses Ekman spiral akibat dorongan angin permukaan atau transfer dari momentum gerak angin ke arus laut dan diamati oleh Fridjof Nansen yang melihat bahwa bongkahan es di laut bergerak 20 – 40 derajat ke kanan dari arah angin. Dia lalu memberikan hasi observasinya kepada Vagn Walfrid Ekman (1905). 

Akibat pengaruh gaya Coriolis, arus permukaan bergerak 45 derajat dari arah angin dan energi dinamis di salurkan ke lapisan laut yang lebih dalam. Energi diserap oleh gesekan pada kedalaman dimana kecepatan menurun menurut kedalaman dan akhirnya kecepatan masa air adalah 0 pada kedalaman Ekman. 

Gaya Coriolis menyebabkan penyimpangan berturut turut ke kedalaman sementara juga menyalurkan energi ke lapisan lebih dalam lagi (ekman spiral). Gerak masa air secara umum mengarah 90 derajat dari arah angin. Asumsi utama dari pergerakan Ekman adalah luas wilayah yang sangat luas dan sangat dalam (tidak ada friksi dengan dasar laut atau pantai). 

Kedalaman proses ini dapat terjadi hingga 200 m dibawah muka laut. Sifat pergerakan Ekman ini dapat diilustrasikan dengan pola perubahan atas kue lapis apabila kita memberikan tekanan pada salah satu ujung pada lapisan paling atas dari kue lapis tersebut.


 Akibat tekanan yang ada akan terjadi pembelokan gaya tekan (deflection)antara lapisan teratas dengan lapisan di bawahnya dan di bawahnya lagi.

Secara umum ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya efek spiral Ekman pada arus laut yaitu: angin, gaya antar lapisan dari atas, pengaruh arah terhadap aliran per lapisan, Efek Coriolis. Secara lokal pergerakan Ekman dapat terjadi pada garis pantai karena hembusan angin darat dan laut, tergantung pada musim saat angin bertiup. 

Pada kenyataannya angin monsun yang bergerak sejajar dengan garis pantai seperti pantai selatan pulau Jawa sering memberikan efek Coriolis yang menyebabkan aliran menjauh garis pantai pada muka laut dan menyebabkan proses upwelling.

Sabtu, Februari 20

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Wilayah Doldrum atau Daerah Konvergensi Antar Tropik

Ahli meteorologi atau klimatologi tentu sudah paham tentang istilah doldrum, namun beberapa orang awam pasti merasa aneh dan tidak familiar mengenai istilah tersebut.

Doldrum adalah sebuah fenomena umum yang ditemukan di daerah sekitar ekuator. Fenomena ini berkaitan dengan gaya Coriolis. 

Wilayah doldrum adalah suatu zona yang memiliki tekanan atmosfer rendah dan bebas angin. Selain itu cuaca di daerah ini cenderung mendung dan hujan. Daerah doldrum sering juga disebut daerah konvergensi antar tropik atau DKAT.

Wilayah doldrum terletak kira-kira antara lima derajat lintang utara dan lima derajat lintang selatan. Jadi Indonesia masuk wilayah doldrum ya guys!. 
 

Selain itu, karena kemiringan sumbu bumi, luas wilayah doldrum ini sedikit bergeser ke arah selatan selama musim dingin di belahan bumi utara. Sebaliknya, doldrum sedikit bergeser ke arah utara selama musim panas di belahan bumi utara. 

Wilayah doldrum ini disebut juga wilayah tenang dan tidak termasuk zona lintasan angin siklon besar seperti tornado dan taifun. Itulah mengapa Indonesia tidak ditemukan fenomena angin raksasa yang merusak ini.

Pada zona tenang ini udara hangat naik dan mengalir keluar dari ekuator hingga 30 derajat utara dan selatan kemudian turun di daerah tersebut. 
 
Wilayah doldrum atau DKAT ini pada prinsipnya mengikuti gerak semu tahunan matahari. Simak pola pergerakannya di bawah ini. Lalu apa saja karakteristik wilayah doldrum ini?
Pergerakan DKAT di ekuator
1. Doldrum terletak di wilayah Pasifik dan Atlantik yang memiliki sedikit angin.
2. Pada wilayah doldrum tidak bisa mengandalkan perahu layar karena ketiadaan hembusan angin.
3. Doldrum disebabkan radiasi matahari yang langsung jatuh di sekitar wilayah ekuator.
4. Karena pemanasan, udara hangat naik dibandingkan bergerak horizontal.
5. Sering dijumpai tidak ada angin berminggu-minggu.
6. Doldrum berada sedikit di utara ekuator tapi pengaruhnya dapat terjadi dari 5 derajat LU/LS.
7. Angin timur laut dan tenggara membatasi daerah doldrum di utara dan selatan.

Gambar: disini

Jumat, Januari 1

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Pengertian, Struktur dan Komposisi Litosfer (Kerak Bumi)

Kerak bumi atau litosfer adalah lapisan bumi paling atas dan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia.
 
Bumi merupakan planet yang dinamis dan terus mengalami perkembangan dari sejak mulai terbentuk hingga saat ini. 
 
Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang setiap lapisan memiliki karakteristik masing-masing. Lapisan permukaan paling atas dinamakan litosfer (kerak bumi). 
 
Litosfer berasal dari kata lithos yang artinya batuan dan sphere yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi. 

Unsur penyusun litosfer adalah Oksigen (46,6%), Silikat (27,7%), Alumunium (8,1%), Besi 5%, Kalsium 3,6%, Natrium 2,8%, Kalium 2,6% dan Magnesium 2,1%. 
 
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar yang bersifat keras, padat, relatif dingin dan memiliki ketebalan antara 70 – 100 km yang tersusun atas batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.  
Ilustrasi litosfer

Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust). Perbedaan kerak benua dan kerak samudera adalah sebagai berikut:

Ciri Kerak Benua
1. komposisi utama silikat aluminum.
2. dominasi batuan granit.
3. massa jenis 2,7 gr per cm kubik
4. ketebalan antara 20-70 km.
5. tidak bisa mengalami subduksi atau penunjaman.

Kerak Samudera
1. komposisi utama silikat magnesium.
2. batuan dominan basaltis.
3. massa jenis 3,0 gr per cm kubik.
4. ketebalan rata-rata 7-10 km.
5. dapat mengalami subduksi atau penunjaman ke bawah.

Litosfer termasuk bagian paling atas mantel bumi dan kulit bumi bagian luar, keduanya dibatasi atmosfer diatas kerak bumi atas dan astenosfer pada mantel bagian bawah.

Meski batuan litosfer dianggap elastis tapi tidak bersifat kental seperti astenosfer. Batuan kerak bumi bisa mengalami pelipatan atau patahan akibat gaya tektonik.

Lapisan interior bumi terdiri dari berbagai macam dan memiliki karakteristik yang berbeda. Ada dua cara untuk melihat susunan interior bumi yaitu berdasarkan sifat kimia dan berdasarkan fisika. Menurut komposisi kimianya lapisan interior bumi dapat dibagi lapisan berikut:

1. Kerak bumi
Merupakan bagian bumi paling atas dengan ketebalan 30-40 km pada daratan dan di pegunungan bisa mencapai 70 km.  Massa jenis kerak bumi rata-rata 2,7 gr/cm kubik yang tersusun atas unsur dominan oksigen, silikat dan aluminium. Kerak bumi terbagi menjadi kerak benua dan kerak samudera.

2. Mantel
Ketebalan mantel bumi berkisar sampai 1.200 km dari atas permukaan bumi. Massa jenisnya 3,4 - 4 gr/cm kubik. Unsur penyusun mantel bumi adalah oksigen, silikat dan magnesium.

3. Inti 
Inti bumi dinamakan barisfer dan terbagi menjadi inti dalam dan inti luar. Kedalaman inti bumi mencapai 5.500 km dan banyak mengandungi besi dan nikel. Massa jenis inti bumi antara 6-12 gr/cm kubik. 
Struktur litosfer

Gambar: Britannica

Selasa, Oktober 9

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya

Halo teman-teman, coba deh kamu perhatikan saat tengah hari yang terik kamu berdiri di lapangan terbuka. 

Apakah kamu menemukan bayangan tubuhmu?. Jika iya maka tandanya matahari berada di atas kepala namun belum tepat tegak lurus. 

Nah ada satu waktu dimana matahari mengalami yang namanya kulminasi. 

Kulminasi atau transit/istiwa adalah sebuah fenomena dimana matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya dinamakan Kulminasi Utama. 

Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala pengamat ataudisebut titik zenith. Dampak kulminasi matahari ini adalah bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Nah karena itulah hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Mengapa terjadi kulminasi matahari?
Karena bidang ekuator bumi/bidang rotasi bumi tidak tepat berhimpit dengan bidang ekliptika/revolusi bumi sehingga posisi matahari dan bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU sampai 23,5 LS. 

Gerak ini dinamakan gerak semu tahunan matahari. Di tahun 2018 ini matahari akan tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08.54. 

Adapun tanggal 21 Juni 2018 pukul 17.07 WIB matahari akan tepat berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05.23 matahari berada di titik balik selatan. Gambar: disini
Pengertian Kulminasi Matahari dan Dampaknya
Tugu khatulistiwa di Pontianak
Kapan terjadi kulminasi matahari?
Dikarenakan Indonesia berada di wilayah ekuator maka kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali lho dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa. 

Khusus untuk kota Pontianak yang posisinya tepat ada di garis ekuator maka kulminasi akan terjadi pada 20 Maret 2018 dan kulminasi utama akan terjadi pada pukul 11.50 WIB dan 23 September 2018 dengan kulminasi utama pada pukul 11.35 WIB.

Di kota-kota lain kuliminasi utama terjadi pada saat deklinasi matahari sama dengan derajat lintang kota tersebut. Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Kupang hingga 8 April di Aceh dan 10 September di Banda Aceh hingga 20 Oktober di Kupang. 

Kulminasi utama ini berlangsung sangat singkat guys jadi kalau mau coba melihat hari tanpa bayangan maka kamu harus berburu dan menunggu waktu yang tepat. Makanya di Pontianak ada tugu khatulistiwa dimana matahari akan tepat melintasi tugu tersebut pada saat kulminasi. 

Banyak penduduk yang ramai menunggu fenomena tahunan ini dan menjadi atraksi wisata.
 

Jumat, Maret 16

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan sedimen atau endapan dapat terbentuk karena perombakan batuan lain atau karena proses kimia (eksogen). Hasil masing-masing cara ini berbeda-beda. 

Batuan sedimen dapat disusun dari bongkahan batu, kerikil, pasir atau lempung. Setelah bahan rombakan diendapkan maka lambat laun akan mengalami pengerasan atau kompaksi. 

Pengerasan ini kerapkali berlangsung karena adanya zat perekat yang dapat berupa asam silikat, kalsium karbonat dan oksida besi. 

Ada lagi yang dapat menyebabkan batuan menjadi keras yaitu pembebanan dari tumpukkan batuan yang ada diatasnya (tekanan). Baca juga: Update kode diskon quipper terbaru

Waktu juga berperan dalam pembentukkan batuan sedimen. Semakin lama umur batuan maka umumnya main keras. Proses pengerasan ini mengakibatkan sedimen membatu. 

Jika bahan pembentuknya berbutir kasar maka akan terbentuk batu konglomerat yang sering banyak di sungai. Batu konglomerat memiliki butir bundar. 

Jika bahan pembentuknya bersudut tajam maka disebut breksi. Pasir yang membatu disebut batu pasir, lanau disebut batu lanau dan lempung disebut batu serpih.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Batu breksi bersudut tajam
Batu gamping umumnya bersal dari terumbu karang yang terangkat karena gaya tektonik ke daratan. Batu kapur atau gamping sering dijumpai adanya fosil hewan laut seperti di daerah Pegunungan Sewu Gunung Kidul. 

Dalam batu kapur ditemukan rijang atau batu api. Sebelum ada korek api, manusia menggunakan rijang untuk membuat api. Batu Rijang tersusun atas asam silikat dan berbeda dengan batu gamping yang terjadi secara kimia (Kalsium karbonat). Baca juga: Kelas kemampuan lahan USDA

Batu gamping yang terjadi karena pengendapan kimia adalah travertin. Travertin diendapakan di dekat mata air panas seperti di Ciseeng Jawa Barat. Batu rijang banyak ditemukan di Tasikmalaya Selatan.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Gneiss ubahan dari granit
Batuan Metamorfosis atau malihan terjadi setelah mengalami perubahan bentuk fisik dan kimia. Perubahan ini terjadi karena tekana dan suhu yang tinggi. Contohnya adalah marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. 

Contoh lainnya adalah sabak dan abtu tulis dan grafit. Sabak berasal dari baru serpih, grafit berasal dai karbon. Selain itu granit juga bisa berubah menjadi gneiss. Itulah beberapa jenis batuan penyusun kerak bumi kita.  

Gambar: disini, disini
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close