Guru Geografi: Materi OSN Kebumian - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi OSN Kebumian. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 28

Sifat Kimia Mineral Batuan

Sifat Kimia Mineral Batuan

Jika kamu pergi bermain di sekitarmu, tentu akan banyak sekali dijumpai batuan, bukan?. Nah batuan pada dasarnya tersusun atas berbagai macam mineral. 

Mineral dapat dikenal berdasarkan sifat kimia dan sifat fisiknya. Kali ini saya akan menjelaskan tentang sifat kimia mineral. Baca juga: Fase pembentukkan fosil

Mineral tersusun atas molekul-molekul dan molekul terdiri atas atom-atom. Molekul paling melimpah di muka bumi adalah Oksigen. 

Hingga kini telah dikenal lebih dari 2.000an jenis mineral yang ada di bumi. Mineral-mineral dapat dikenal dengan jalan meneliti unsur-unsur yang ada di dalamnya misalnya air. 

Air merupakan mineral yang tidak berhablur, terdiri dari atom hidrogen dan atom oksigen. Bijih besi dalam bahasa kimia dikenal dengan hematit. Menurut susunan kimianya, maka akan dijumpai mineral murni, sulfida, oksida, halida, karbonat, sulfat, fosfat dan silikat. Baca juga: Faktor perbedaan warna tanah
 
Sifat Kimia Mineral Batuan
Mineral Quatz Amethyst

1. Unsur murni
Mineral sebagai unsur murni dapat dijumpai pada logam, bukan logam dan setengah logam. Jenis mineral logam adalah emas, perak dan besi. Sementara yang bukan logam adalah belerang, intan dan grafit. Salah satu contoh minerla setengah logam adalah bismut.

2. Sulfida
Mineral yang terdapat dalam sulfida adalah senyawa antara logam dan setengah logam dengan belerang. Contohnya besi dan belerang dan seng dengan belerang.

3. Oksida
Mineral oksida adalah senyawaan dengan oksigen misalnya antara silikon dengan oksigen dan antara besi dengan oksigen. Kuarsa adalah contoh pertama sementara adalah bijih besi.

4. Halida
Mineral yang terdapat sebagai halida adalah senyawaan dengan garam-garaman. Gram dapur atau halit adalah contoh halida penting di kehidupan kita.
 
Sifat Kimia Mineral Batuan
Minerla halit pada garam

5. Karbonat
Mineral yang merupakan karbonat adalah senyawaan antara karbon, oksigen dan satu atau lebih unsur lain. Misalnya kalsit yang terdapat di dalam gua batugamping berwujud stalaktit dan stalagmit.

6. Sulfat
Mineral kategori sulfat adalah senyawaan antara belerang, oksigen dan satu atau lebih unsur lain misalnya gipsum.

7. Fosfat
Mineral fosfat merupakan senyawaan antara fosfor, oksigen dan unsur lain. Contohnya adalah pupuk fosfat yang terjadi dari reaksi batugamping pada kotoran kelelawar di dalam gua batu gamping. Baca juga: Perbedaan wadi dan oasis

8. Silikat
Mineral yang terdapat sebagai silikat adalah penggabungan antara silikon, oksigen dan unsur-unsur lain. Silikat adalah bagian terpenting dari kulit bumi. Hampir 1/3 dari semua mineral diketahui sebagai silikat. Contohnya adalah uarsa, mika, kaolin dan talk. Baca juga: Mengapa negara subtropis mayoritas maju?

Gambar: disini, disini

Rabu, Agustus 16

Animasi Fenomena El Nino dan La Nina di Pasifik

Animasi Fenomena El Nino dan La Nina di Pasifik

El Nino dan La Nina merupakan suatu fenomena anomali cuaca yang terjadi di Samudera Pasifik bagian timur dan tengah. Kedua fenomena tersebut sangat berpengaruh pada pola musim di Indonesia.

El Nino terjadi saat lautan Pasifik bagian tengah dan timur menghangat sehingga evaporasi di sana tinggi. 

Jadi hal pertama yang harus pahami dari dua fenomena ini adalah el nino dan la nina sama-sama diawali dari adanya keganjilan di samudera Pasifik tengah dan timur, ingat ya.

Dampak dari evaporasi tersebut mengakibatkan banyaknya awan hujan di daerah sekitar Pasifik sehingga hujan lebat terjadi disana. Sementara di Indonesia penguapan sangat minim dan awan hujan jarang terbentuk sehingga mengakibatkan kemarau panjang.

La Nina merupakan kebalikan dari El Nino dimana lautan Pasifik timur dan tengah mendingin. Hal ini mengkibatkan pembentukan awan hujan tidak terjadi di sana.

Sementara itu di Pasifik bagian barat, evaporasi sangat tinggi karena suhu lautan memanas sehingga awan hujan banyak terbentuk. 

Indonesia mengalami musim hujan yang panjang dan lebat di kala La Nina. Untuk lebih memahami fenomena anomali ini lhat animasi di bawah:

Sumber: usoceangov

Senin, Juli 24

Komposisi Gas Atmosfer Bumi

Komposisi Gas Atmosfer Bumi

Lapisan atmosfer merupakan salah satu lapisan yang penting bagi kehidupan di planet Bumi. Tanpa ada lapisan atmosfer maka tidak akan ada kehidupan di planet ini. 

Kali ini kita akan sedikit bicara mengenai komposisi atmosfer. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak terlihat dan tidak berwarna. 

Empat gas yaitu Nitrogen, Oksigen, Argon dan Karbondioksida meliputi hampir seratus persen dari volume udara kering. 

Gas lain yang stabil adalah neon, helium, metana, krypton, hydrogen, xenon dan yang kurang stabil seperti ozon juga terdapat di atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil. 

Selain udara kering, lapisan atmosfer mengandung air dalam ketiga fasenya dan aerosol atmosfer. Baca juga: Bioma tundra dan cirinya

Nitrogen (N₂) terdapat di udara dalam jumlah paling banyak yaitu meliputi 78%. Nitrogen tidak langsung bergabung ddengan unsur lain tetapi pada hakekatnya unsur ini adalah penting karena nitrogen merupakan bagian dari senyawa organik. 

Salah satu tumbuhan yang bisa mendaur nitrogen adalah kacang-kacangan. Baca juga: Rumus kelembaban relatif

Oksigen (O₂) sangat penting bagi kehidupan karena mampu mengubah zat makanan menjadi energi untuk kehidupan. Oksigen mampu bergabung dengan unsur kimia lain yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. 

Tidak akan ada reaksi pembakaran jika di Bumi ini tidak memiliki oksigen. Baca juga: Genesa batuan beku

Karbon Dioksida (CO₂) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernapasan manusia dan hewan lalu dibutuhkan oleh tanaman untuk sumber energi. Karbon Dioksida merupakan salah satu senyawa kimia udara yang terdiri dari satu bagian karbon dan dua bagian oksigen. 

Karbon Dioksida dapat merupakan salah satu gas rumah kaca dan bisa menyebabkan efek rumah kaca. Kenaikan konsentrasi gas ini di atmosfer dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi atau global warming.
Komposisi Gas Atmosfer Bumi
Gas penyusun atmosfer

Neon (Ne), Argon (Ar), Xenon (Xe), Krypton (Kr) merupakan golongan gas mulia karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain. Meskipun gas ini kurang penting di atmosfer namun biasanya dapat dipakai dalam iklan dan argon bisa dipakai untuk bola lampu cahaya. Baca juga: Faktor perbedaan suhu tempat

Helium (He) dan Hidrogen (He) sangat jarang ada di udara kecuali pada suhu panas ekstrim. Gas ini adalah gas paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon cuaca.

Ozon (O₃) merupakan tipe gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas in iterdapat terutama pada ketinggian antara 20 - 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultraviolet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Uap air (H₂O) merupakan salah satu komponen penting dalam proses cuaca dan iklim karena dapat berubah fase menjadi cair, padat melalui kondensasi dan deposisi. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Gambar: disini

Selasa, Juli 18

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Kamu tentu pernah berpikir, mengapa Bumi ini bisa berputar padahal punya massa sangat besar?. 

Apakah ada hukum yang bisa menjelaskan tentang penyebab rotasi dan revolusi Bumi?. Ada dua faktor yang menyebabkannya yaitu Gravitasi Bumi dan Gravitasi Matahari.

1. Gravitasi Matahari
Tata Surya merupakan sebuah mesin raksasa yang tidak memerlukan tenaga dari luar untuk menggerakannya. 

Beda halnya dengan mesin lain seperti mobil dan motor yang perlu bahan bakar, Tata Surya memiliki mekanisme otomatis yang mengagumkan. Adanya tenaga penggerak alami dalam tata surya dibuktikan oleh Issac Newton di abad ke 17. 

Ia melihat bahwa planet-planet beredar mengelilingi matahari melalui orbitnya masing-masing. Peredaran yang terus terjadi dan teratur ini hanya mungkin terjadi bila ada tenaga yang mengaturnya. 

Dan yang mengaturnya adalah gravitasi benda-benda langit yang berada di dalamnya. Gaya tarik menarik ini yang disebut dengan Hukum Gravitasi Newton.

Selanjutnya Newton menjelaskan bahwa nilai gravitasi antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tersebut. 

Jika besar gravitasi itu kita sebut K dan kedua massa M1 dan M2 (dalam gram) dan jarak antar kedua massa adalah r (dalam cm) maka muncul persamaan:
Angka tersebut merupakan pengembangan dari Hukum Newton. Kesimpulannya semakin besar massa maka semakin besar gravitasi. Semakin besar jarak kedua benda maka gravitasi semakin kecil.

Hal tersebut terjadi pula pada matahari dan planet dimana matahari punya massa lebih besar dibanding semua planet sekalipun. Oleh sebab itu matahari selalu berusaha menarik planet ke arahnya. 

Namun planet berusaha mempertahankan geraknya sendiri yang lurus. Hasil gaya tarik matahari dan gerak lurus planet menyebabkan planet beredar mengelilingi matahari.

2. Gravitasi Bumi
Gaya gravitasi Bumi mengatur gerak planet di tata surya namun benda-benda yang dekat dengan Bumi diatur oleh Bumi. Sebuah benda seperti meteor yang jatuh ke Bumi sebenarnya merupakan perjalanan benda menuju pusat Bumi. 

Gaya tarik bumi dianggap sebagai sebab adanya berat. Jadi jika kita mengukur berat sebuah benda yang diukur sebenarnya gaya tarik bumi pada benda itu. Gaya tarik inilah yang juga menahan orang dan benda-benda lain tetap berada di atas Bumi. 

Bobot sebuah benda di kutub juga lebih besar 0,5% dibanding bobot di khatulistiwa karena jarak ke pusat bumi lebih besar dari khatulistiwa dibandingkan dari kutub. Jadi kalau anda mau terlihat lebih langsing maka pindahlah ke daerah khatulistiwa.
 
Ukuran Satuan Astronomi

Ukuran Satuan Astronomi

Alam semesta ini terdiri dari berbagai benda seperti galaksi, bintang, planet dan lain-lain. Benda-benda tersebut memiliki jarak satu sama lain. 

Lalu apakah pengukuran jarak antar benda langit sama dengan jarak di Bumi?. Kamu tentu tahu bahwa jarak antar galaksi sangat jauh dan sangat tidak enak jika menggunakan satuan jarak di Bumi. Misal jarak Bima Sakti ke Andromeda adalah 500 triliun km. 

Suatu angka yang sangat banyak jika ditulis dengan notasi angka. Oleh sebab itu para astronom membuat penyederhanaan untuk mengukur jarak antar benda langit yaitu dengan satuan astronomi. 

Satuan Astronomi umum yang lazim digunakan untuk mengukur benda di Tata Surya adalah Astronomical Unit (AU) atau dalam bahasa Indonesia yaitu Satuan Astronomi (SA).

Dalam aturan umum, 1 SA mewakili jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. 1 SA =  150 juta km. Orbit Bumi mengelilingi matahari bukan lingkaran sempurna jadi jarak Bumi ke Matahari bisa berubah sepanjang tahun. 

Pada saat berada di perihelium (bulan Januari) jarak Bumi-Matahari adalah 0,983 AU. Saat berada pada aphelium (bulan Juli) jaraknya sekitar 1,017 AU.
Satuan Astronomi
Satuan Kecepatan Cahaya
Satuan kecepatan cahaya merupakan kecepatan tempuh berkas cahaya dalam satu detik. 1 Detik cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km. Contoh jarak Bumi ke Bulan adalah 380.000 km maka jika dirubah ke cahaya menjadi 1,26 detik cahaya. 

Satuan cahaya biasa digunakan untuk mengukur benda-benda yang sangat jauh misal bintang atau galaksi. Jika jarak bintang Alpa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya maka jarak sebenarnya adalah 4,3 x 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km. Silahkan hitung sendiri.

Satuan Parsec
Parsec adalah ukuran jarak paling besar dan didasarkan pada metode paralaks trigonometri. 

Sudut yang dibentuk bintang terhadap jari-jari orbit Bumi-Matahari dinamakan Paralaks. 1 Parsec = 3,6 tahun cahaya. Satuan Parsec paling banyak digunakan oleh astronom karena lebih sederhana nominalnya.
Satuan Astronomi
Gambar: disini, disini

Jumat, Juni 2

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Perairan laut di Bumi sangat luas, namun apakah suhu di setiap lautan itu sama. Selain angin, suhu juga memainkan peranan penting dalam kaijan ilmu kelautan. 

Data suhu air biasa digunakan untuk mempelajari gejala-gejala fisik dalam perairan laut dan mempeljari tentang kehidupan organisme laut.

Organisme laut dapat hidup pada batas-batas suhu tertentu. Disebut euriterm, jika organisme tersebut memiliki toleransi yang besar terhadap perubahan suhu dan dikatakan stenoterm jika punya toleransi yang kecil. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Baik di daratan maupun lautan, sinar matahari memanasi permukaan air dan daratan melalui proses yang disebut insolasi. Pengaruh pemanasan in iakan berbeda-beda terhadap daerah yang terletak pada lintang yang berbeda-beda. 

Contoh, daerah kurub lebih sedikit mendapat panas dibanding daerah tropis. Faktor penyebabnya adalah:
Peta suhu perairan laut di dunia
1. Sinar matahari yang merambat melalui atmosfer akan banyak kehilangan panas sebelum mencapai kutub dibandingkan di daerah ekuator.
2. Karena besarnya perbedaan sudut datang sinar matahari ketika mencapai permukaan tanah, maka di kutub sinar matahari yang sampai akan tersebar pada daerah yang lebih luas dibandingkan di ekuator sehingga panas akan lebih tersebar merata dan tidak terfokus.
3. Di daerah kutub lebih banyak panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer dibanding diserap.
4. Awan yang menutupi. Awan menyebabkan insolasi berkurang karena dapat menyerap dan menyebarkan sinar-sinar yang datang. Daerah tropis adalah daera yang punya kelembaban yang tinggi sehingga lapisan awannya lebih tebal dibanding daerah tropik.

Meski pengaruh pemanasan pada lintang yang berbeda tidak sama, kisaran suhu yang tersebar di seluruh lautan jauh lebih kecil dibanding di daratan. Hal ini disebabkan karena air punya daya muat panas yang tinggi dari seluruh jenis cairan selain dari gas amonia. 

Akibatnya, untuk menaikan suhu sekitar 1⁰ C maka air membutuhkan panas yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh daratan dalam jumlah massa yang sama. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Dengan kata lain, pada jumlah pemanasan yang sama maka daratan akan lebih cepat panas dibanding dengan lautan. 

Sebaliknya lautan lebih efektif menyimpan panas yang diterima daripada daratan sehingga di waktu malam pun lautan memerlukan waktu lebih lama untuk menjadi dingin dibanding daratan. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif
Perairan laut hangat kaya akan ikan
Pengaruh insolasi menyebabkan air laut cenderung relatif panas sampai kedalaman 200 m. Adapaun sebaran suhu secara vertikal di perairan Indonesia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 lapisan yaitu:
1. Lapisan hangat di bagian atas disebut lapisan homogen. Lapisan yang sangat dipengaruhi angin ini adalah lapisan teratas sampai pada kedalaman sekitar 70 m terjadi pengadukan hingga pada lapisan tersebut terdapat suhu yang hangat (sekitar 28⁰ C) dan bersifat homogen. Baca juga: Terbentuknya awan di langit
2. Lapisan termoklin. Pada lapisan ini suhunya mulai menurun cepat terhadap kedalaman. Lapisan ini merupakan daerah pelonjakkan kenaikan densitas yang menyolok. 

Perubahan densitas ini bisa lebih diperluas lagi karena di lapisan ini salinitas sering meningkat cepat dan mengakibatkan air di bagian atasnya tidak bisa bercampur dengan lapisan di bawahnya. 

Bagian ini disebut lapisan pegat (discontuinity layer) karena mencegah pencampuran air antara lapisan atas dan lapisan di bawahnya. Tebal lapisan ini bervariasi antara 100-200 m. Baca juga: Bedanya kerak benua dan kerak samudera
3. Lapisan dingin. Semakin turun ke bawah maka suhu air semakin turun hingga kedalaman suhu lebih dari 1.000 m bisa mencapai kurang dari 5⁰ C.

Suhu air permukaan perairan Indonesia berkisar dari 28⁰ - 31⁰ C. Di lokasi Up welling seperti Laut Banda, suhu air permukaan bisa turun hingga 25⁰ C. Hal ini disebabkan air yang dingin pada lapisan bawah terangkat ke atas. 

Suhu air dekat pantai sedikit lebih tinggi dibanding di lepas pantai. Suhu air permukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi seperti curah hujan, wavaporasi, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin dan intensitas radiasi matahari. 

Suhu air di bawah lapisan termoklin sudah tidak dipengaruhi oleh kondisi meteorologi namun lebih ditentukan oleh kedalaman ambang dan sirkulasi laut dalam. Baca juga: Fenomena angin fohn dan dampaknya

Gambar: www.weather.unisys.com, enterateahora.com

Sabtu, Mei 13

Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua

Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua

Bumi telah terbentuk selama 13 milyar tahun dan semenjak itu planet ini telah mengalami perkembangan dari berbagai aspek salah satunya geologi. Sejak tahun 1990an, para geolog telah mengetahui bahwa kerak bumi mengapung di atas lapisan magma. 

Teori untuk menjelaskan mengapungnya kerak benua baru dipublikasikan pada 1960 karena bukti-buktinya belum signifikan. Baca juga: Bedanya Mesa, Butte dan Plateau

1. Continental Drift Theory
Teori ini dipopulerkan oleh Alfred Lothar Wegener yang disebut juga sebagai Teori Apungan Benua. Wegener menjelaskan teori ini pada tahun 1912 di Frankfurt Jerman dalam buku Die Enstehung der Kontinente und Ozeane. 

 Buku ini menyebabkan kontroversi di kalangan geolog pada masa tersebut. Bukti teori ini baru ditemukan pada 1960 lewat serangkaian penelitian. Asumsi dasar Wegener tentang teori apungan benua adalah:

a. Adanya kesamaan morfologi garis pantai timur benua Amerika utara dan Selatan dengan garis pantai barat Eropa dan Afrika bagian barat. Kedua garis ini diprediksi dulunya merupakan satu daratan yang sama jika ditarik kembali. 

Pernyataan tersebut telah dibuktikan kebenarannya saat ini. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan formasi geologi di pantai timur Amerika selatan. Baca juga: Memahami gerak semu harian dan tahunan matahari

b. Pulau Greenland bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 m per tahun sementara Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m per tahun. Menurut Wegener, benua yang ada saat ini dulunya adalah sebuah superbenua yang dinamakan Pangaea. 

Benua ini kemudian pecah karena gerakan lempeng tektonik ke segala arah. Akibat pecahnya Pangaea maka yang terjadi adalah:
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Pergerakan benua dari waktu ke waktu
- Lempengan-lempengan samudera dan benua mengapung sendiri-sendiri.
- Samudera Atlantik semakin meluas karena benua Amerika terus bergerak ke barat yang menyebabkan terbentuknya Mid Ocean Ridge dari utara hingga selatan.
- Adanya kegiatan seismik luar biasa di sepanjang Patahan San Andreas California.
- Batas Samudera Hindia main mendesak ke utara. Indian semakin bertabrakan dengan Eurasia menghasilkan Pegunungan Himalaya.

Penjelasan ilmiah mengenai teori Wegener diabaikan beberapa waktu karena tidak adanya data yang sesuai dengan teori tersebut. Maka teori lama tetap dipertahankan yaitu:

- Teori geologi lama menjelaskan pegunungan mengalami pengkerutan saat Bumi mendingin.
- Tidak ada penjelasan pasti tentang bagaimana benua bisa bergerak.

Akhirnya pada tahun 1950an bukti dari magnetisme di dasar laut menunjukkan bahwa dasar laut menyebar beberapa sentimeter tiap tahunnya. Ini menunjukkan adanya pergerakan kerak bumi yang selanjutnya disebut lempeng tektonik.

2. Descartes
Rene Descartes mengeluarkan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. Teori kontraksi menjelaskan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan mengkerut karena pendinginan. 

Hasilnya dapat dilihat dari terbentuknya pegunungan, lembah dan morfologi lainnya. Teori ini seperti halnya kulit kita yang mengkerut kalau kedinginan. Teori ini banyak ditentang para ahli geologi.
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Fosil kayu di antartika temuan ilmuwan
3. Laurasia dan Gondwana
Teori ini dikemukakan Edward Suess yang menyatakan bahwa Pangaea dulu pecah menjadi dua daratan yaitu Laurasia dan Gondwana. Gondwana adalah sebuah benua berukuran besar lebih kecil dari Pangaea dan terbentuk selama akhir Mesozoikum. 

Amerika Utara dan Eurasia teprisah dengan Antartika, India, Amerika Selatan, Australia dan Afrika. Benua utara bernama Laurasia dan benua selatan bernama Gondwana. Kedua benua tersebut dipisahkan oleh Laut Tethys. Baca juga: Tipe-tipe longsoran tanah

Gambar: bbc. com, geologyswesthead.weebly.com

Jumat, Mei 5

Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa

Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa

Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan dislokasi batuan di kerak bumi. Dislokasi merupakan perubahan keadaan atau posisi batuan baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. 

Aktivitas endogen berkaitan dengan magma yang naik ke permukaan bumi melalui kegiatan vulkanisme.

Gaya endogen yang membuat perubahan kerak bumi dinamkan gaya tektonik. Besarnya pengaruh gaya tektonik sangat bergantung pada ketebalan lempeng tektonik dan lokasi dapur magma. Gempa tektonik yang mengkibatkan runtuhan di batas subduksi bisa memicu tsunami seperti di Aceh pada tahun 2004. 

Baca juga:
Fungsi lahan bagi kehidupan manusia
Jenis-jenis danau dan pemanfaatannya
Pengertian konsep jarak absolut dan relatif
Menurut sifat gerakan dan cakupan wilayahnya, gaya tektonik dibedakan menjadi dua yaitu epirogenesa dan orogenesa. 

a. Epirogenesa
Epirogenesa merupakan gejala pembentukan benua atau daratan yang disebabkan tenaga yang mengarah tegak lurus baik ke atas maupun ke bawah searah dengan radius bumi yang berdampak pada pengangkatan daratan maupun penurunan.

Epirogenesa memiliki sifat gerakan yang lambat sehingga tidak mengakibatkan deformasi yang jelas mungkin diikuti oleh pelipatan kerak bumi atau tidak sama sekali. Epirogenesa terbagi menjadi epirogenesa positif dan epirogenesa negatif

Epirogenesa positif, adalah gaya vertikal yang menuju ke bawah atau penurunan. Penyebabnya adalah adanya tambahan beban seperti sedimen yang sangat tebal di daerah geosinklinal sehingga keseimbangan isostasi terganggu. Contohnya saat kala Pleistosen pada zaman es terjadi perluasan wilayah es ke arah ekuator sehingga beberapa pulau turun.
Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa
Dataran Tinggi Colorado
Epirogenesa negatif adalah gaya vertikal yang mengarah ke atas sehingga terjadi pengangkatan atau uplift. Sebabnya adalah pengurangan beban lapisan kerak bumi seperti es mencair. 

Contohnya pantai Stockholm mengalami kenaikan 1m per 100 tahun dan dataran tinggi Colorado mengalami kenaikan hingga 1.000 m sejak 5 juta tahun lalu.

b. Orogenesa
Orogensa merupakan pembentukkan pegunungan. Gerakan ini mencakup wilayah yang relatif sempit. Pengangkatan oleh gaya-gaya endogen mengakibatkan terbentuknya lipatan pegunungan. 

Orogenesa membentuk pegunungan berantai yang tersusun atas patahan dan lipatan. Ini tidak sama dengan gunung api karena gunung api terbentuk dari vulkanisme sedangkan pegunungan terbentuk dari gaya tektonik.
Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa
Puncak Everest
Gejala pembentukkan pegunungan merupakan suatu gerak siklus yang silih berganti antara gliptogenesis, lithogenesis dan orogenesis. Proses tersebut dinamakan siklus geologi. Orogenesa bersifat konstruktif, pegunungan yang terbentuk lalu akan dihancurkan oleh gliptogenesis yaitu pelapukan, erosi, denudasi dan lainnya. 

Gliptogenesis bersifat destruktif karena menghancurkan relief sebelumnya. Lithogenesis merupakan proses pengendapan materi hancuran hasil gliptogenesis dan pemadatannya sehingga membentuk lapisan batuan sedimen. Baca juga: Genesa batuan beku

Gambar: flickr

Rabu, Mei 3

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sebagian besar sabuk asteroid di Tata Surya ditemukan di wilayah antara Mars dan Jupiter. Asteroid lain mengorbit dekat Bumi dan beberapa diantaranya bergerak atau terlempar ke luar tata surya oleh gravitasi. 

Empat asteroid terbesar adalah Ceres, Vesta, Pallas dan Hygiea. Mereka punya hampir setengah massa dari semua asteroid. Sisa asteroid terdapat di asteroid kecil yang tak terhitung jumlahnya. 

Ada sebuah teori bahwa jika semua asteroid digabungkan maka akan membentuk planet batu kelima. Ilmuwan memperkirakan bahwa jika semua materi yang ada di sabuk asteroid digabungkan maka akan menjadi planet kehidupan yang baru namun lebih kecil dari bumi.
Ukuran Asteroid
Lokasi Asteroid

Sabuk asteroid atau asteroid belt berada di ruang antara orbit Mars dan Jupiter. Tebal sabuk asteroid sekitar 1 SA. Jarak rata-rata antara benda-benda di sabuk asteroid cukup besar. Jika kamu berdiri di salah satu asteroid maka kamu bisa melihat asteroid yang lain dengan cukup jelas.

Tata Surya berisi berbagai jenis asteroid, dan dikelompokkan berdasarkan jenis mineral yang dikandungnya. Kelimpahan logam mulia seperti besi, nikel dan titanium dan air membuat asteroid menjadi sasaran manusia untuk menjadi lokasi  penambangan.

Air di asteroid dapat membantu melayani koloni kehidupan di luar angkasa sementara mineral dan logam akan membangun habitat dan menumbuhkan makanan untuk koloni kehidupan di masa depan. 

Mulai tahun 2013 perusahaan di Bumi mulai tertarik untuk menjalankan bisnis ini. Hambatan utama adalah menyiapkan teknologi agar manusia bisa menjangkau asteroid dengan aman dan cepat.

Fakta Tentang Asteroid

- Sabuk asteroid terbuat dari batu dan mineral. Beberapa adalah benda padat, sementara yang lainnya berupa puing-puing kecil.
- Sabuk asteroid mengandung miliaran asteroid.
- Beberapa asteroid berukuran cukup besar namun sebagian besar berukuran kerikil.
- Asteroid Ceres termasuk planetoid atau planet kerdil.
- Ada sekitar 7.000 asteroid yang sudah teridentifikasi.
- Sabuk asteroid berisi banyak objek namun terbentang di area luas sehingga pesawat ruang angkasa memungkinkan untuk bergerak bebas diantara asteroid. 
- Asteroid dinamai berdasarkan penemunya dan diberi nomor.
- Gravitasi dapat melontarkan asteroid ke luar jalur.
- Pembentukkan Jupiter mengganggu pembentukkan sabuk asteroid menyebabkan mereka bertabrakan dan menjadi serpihan kecil.
- Belum ada teori pasti tentang sejarah terbentuknya asteroid.

Gambar: technology.org

Minggu, April 30

Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam

Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam

Lubang hitam atua Black Hole adalah salah satu materi aneh di alam semesta ini. Lubang hitam adalah suatu massa berukuran raksasa dengan gravitasi sangat kuat sehingga tidak akan ada yang bisa lepas bahkan cahaya sekalipun. 

Jenis lubang hitam paling umum adalah Supermassive Black Holes. Lubang hitam ini diciptakan ketika bintang berukuran raksasa meledak, menyisakan lubang hitam dengan massa hanya beberapa kali matahari. Supermassive black hole ada di jantung pusat galaksi dan biasanya  mengandung jutaan kali massa matahari.

Baca juga:
Perambatan panas di permukaan bumi
Bioma tundra dan ciri-cirinya

Beberapa Lubang Hitam Terkenal

Cygnus X-1, merupakan lubang hitam dan suber sinar x yang berjarak sekitar 6.500 tahun cahaya. Lubang ini merupakan sistem biner yang berisikan bintang biru raksasa dan sumber sinar x yang dianggap sebagai lubang hitam

Sagitarius A, merupakan lubang hitam supermasif di jantung Galaksi Bima Sakti dengan arah rasi Sagitarius. Lubang hitam ini berisi massa sekitar 4 juta kali matahari.

M87, merupakan galaksi elips yang memiliki 3,5 miliar massa black hole di dalamnya. Lubang hitam ini dikelilingi oleh cakram super panas dan memiliki bahan jet yang dilapisi panas dengan panjang 5.000 tahun cahaya dari inti galaksi.

Centaurus A, merupakan galaksi yang terletak di rasi bintang Centaurus, berbentuk spiral raksasa dengan inti yang sangat aktif. Galaksi ini berisi sebuah lubang hitam dengan massa 55 juta kali matahari di dalamnya. Black hole ini memiliki dua material jet yang mengalir menjauh dari galaksi sekitar setengah kecepatan cahaya melintasi ruang satu juta tahun cahaya. Baca juga: Unsur kehidupan masyarakat desa
Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam
Ilustrasi Lubang Hitam
 Fakta Tentang Lubang Hitam

- Pengaruh gravitasi besar dari lubang hitam mendistorsi ruang dan waktu di lingkungan sekitarnya. Semakin dekat anda menuju lubang hitam, semakin lambat waktu berjalan. Material yang terlalu dekat dengan lubang hitam akan tersedot masuk dan tidak akan pernah kembali.

- Materi spiral masuk kedalam lubang hitam melalui cakram akresi, sebuah cakram gas, debu, bintang dan planet yang jatuh ke orbit lubang hitam.

- Titik tak bisa kembali disekitar lubang hitam disebut "cakrawala peristiwa". Ini merupakan wilayah dimana gravitasi lubang hitam mengatasi momentum pemintalan material disekitarnya dalam cakram akresi. Begitu ada sesuatu melintasi cakrawala peristiwa, maka ia akan hilang ditelan lubang hitam.

- Lubang Hitam pertama kali diusulkan pada abad ke 18 namun tetap menjadi misteri matematis hingga kandidat lubang hita pertama ditemukan pada 1964 yang dinamakan Cygnus X-1.

- Lubang Hitam tidak memancarkan radiasi sendiri. Mereka terdeteksi oleh radiasi yang dilepaskan saat material dipanaskan  di cakram akresi dan juga oleh efek gravitasi lubang hitam pada benda-benda terdekat lainnya seperti cahaya yang lewat. Baca juga: Fenomena permafrost atau tanah beku

Gambar: www.nasa.gov

Sabtu, April 29

Fakta Terbaru Planet Mars

Fakta Terbaru Planet Mars

Mars merupakan planet keempat dari Matahari dan masuk kelompok planet terkecil kedua di Tata Surya. Planet yang menjadi tujuan hidup manusia di masa depan ini memang masih menyisakan misteri bagi ilmuwan.

Mars merupakan nama Dewa Perang Romawi, memiliki warna kemerahan jika dilihat dari Bumi lewat teleskop. Mars merupakan planet teresterial dengan atmosfer tipis yang tersusun atas karbon dioksida.

Berikut Profil Singkat Mars
Diameter Ekuator : 6.792 km
Diameter Kutub : 6.752 km
Massa : 6,42 x 10²³ (10,7% Bumi)
Satelit: Phobos dan Deimos
Jarak Orbit : 227.943.824 km (1,52 AU)
Periode Orbit : 687 hari (1,9 tahun)
Suhu permukaan : -153 -20⁰ C
Catatan pertama : 2000 SM
Direkam oleh : Astronom Mesir
Fakta Terbaru Planet Mars
Planet Mars tempat kehidupan manusia selanjutnya
Mars dan Bumi memiliki kenampakan permukaan hampir mirip
Meski Mars hanya 15% volumenya dari Bumi dan 10% massa Bumi,2/3 permukaan Bumi tersusun atas air sementara Mars tidak. Mars ditutupi daratan tandus kering, namun di kutubnya terdapat lapisan salju. Gravitasi permukaan Mars hanya 37% dari Bumi, artinya anda bisa melompat 3 kali lebih tinggi di Mars.

Mars adalah rumah dari gunung tertinggi di Tata Surya
Gunung Olympus, sebuah gunung api perisai memiliki ketinggian 21 km dan berdiameter 600 km. Meski telah terbentuk milyaran tahun lalu, bukti dari aliran lava vulkanik membuat para ilmuwan percaya bahwa gunung ini maih aktif.

Hanya 18 misi ke Mars yang berhasil
Hingga September 2014 setidaknya ada 40 misi ruang angkasa ke Mars namun hanya 18 saja yang berhasil masuk orbit dan mendarat di Mars. Curiosity tiba di Mars pada 22 September 2014 setelah dua tahun perjalanan. Selanjutnya Badan Antariksa India juga tiba di Mars pada 22 September 2014. Misi berikutnya adalah Badan Antariksa Eropa ExoMars yang akan mendaratkan robot di Mars.

Mars punya badai debu terbesar di Tata Surya
Badai ini bisa bertahan selama berbulan-bulan dan menutupi keseluruhan planet. Musim di Mars sangat ekstrim karena orbitnya berbentuk elips dan lebih panjang daripada orbit planet lainnya.

Matahari terlihat setengahnya dari ukuran di Bumi
Saat titik terdekat dengan matahari, belahan bumi selatan Mars akan lebih dekat ke matahari dan menyebabkan musim panas yang singkat dan sangat panas sementara belahan utara mengalami musim dingin yang singkat dan dingin. Saat titik terjauh dari matahari, bagian utara Mars akan menghadap matahari menyebabkan musim panas panjang dan ringan sementara bagian selatan akan mengalami musim dingin panjang yang ekstrim.

Bagian Mars jatuh ke Bumi
Para ilmuwan telah menemukan jejak kecil atmosfer Mars dalam meteor yang terlempar dengan keras dari Mars lalu mengorbit sistem tata surya diantara puing-puing galaksi selama jutaan tahun sebelum mendarat di Bumi. Hal ini memungkinkan para ilmuwan mempelajari Mars sebelum mengirimkan misi ke sana.

Mars diambil dari nama Dewa Perang Romawi
Orang Yunani kuno menyebut Planet Ares lalu orang Romawi juga melakukan hal sama. Menariknya budaya lain memfokuskan penamaan pada warna seperti orang Cina menyebutnya bintang api, orang Mesir menyebutnya Her Desher atau Merah. Warna merah di Mars disebabkan batu dan debu yang menutupi permukaannya kaya akan unsur besi.

Ada tanda keberadaan air di Mars
Selama bertahun-tahun Mars dikenal punya lapisan es. Tanda pertama dari adanya air adalah adanya garis-garis gelap atau noda pada dinding kawah dan tebing dari citra satelit. Karena atmosfer Mars tipis maka air ini harus asin agar tidak membeku atau menguap.

Mars akan memiliki cincin
Dalam 20-40 juta tahun ke depan, satelit Mars Phobos akan hancur oleh gaya gravitasi yang akan menciptakan cincin hingga 100 juta tahun lamanya.

Gambar: boomsbeat.com

Kamis, April 27

Mineral Silikat dan Contoh Batuannya

Mineral Silikat dan Contoh Batuannya

Mineral silikat membentuk sebagian besar kerak bumi. Semua silikat dibuat dari blok bangunan yang sama, tetrahedron silikon-oksigen Para ilmuwan hingga kini telah menemukan lebih dari 4.000 mineral yang berbeda dan masih banyak lagi yang belum ditemukan. 

Namun hanya beberapa lusin mineral yang cukup melimpah di bumi ini. Lebih jauh lagi hanya ada delapan unsur yang membentuk sebagian besar mineral tersebut. Kita akan belajar tentang mineral silikat utama yaitu silikat dan feldspar.

Oksigen dan silikon adalah unsur yang paling melimpah di kerak bumi. Kedua unsur ini bersama-sama membentuk kelompok mineral yang paling umum yaitu silikat, terhitung menyusun 90% kerak bumi. 
Mineral Silikat dan Contoh Batuannya
Mineral Turmalin
Mineral Silikat
Jadi kita telah mengetahui bahwa mineral silikat adalah yang paling melimpah dan mengandung silikon dan oksigen. Apa lagi yang perlu diketahui tentang mineral silikat?. Semua silikat memiliki blok bangunan fundamental yang sama yaitu tetrahedron oksigen-silikon.

Tetrahedron silikon-oksigen membentuk ion negatif, yang mengandung empat atom oksigen di sekitar atom silikon yang lebih kecil. Rumus kimianya adalah (SiO)₄, semua 4 ion nya bermuatan negatif. Mineral silikat terdiri atas jutaan blok bangunan ini yang digabungkan dalam berbagai cara.
Beberapa tetrahedra tersusun secara independen dalam mineral, seperti kelompok silikat olivin. Amphibole dan Piroksen tersusun atas rantai tetrahedra yang panjang. Mika tersusun atas lembaran tetrahedra. Feldspar dan kuarsa dibentuk oleh susunan tiga dimensi tetrahedra.

Kelompok tetrahedra disatukan oleh ion bermuatan positif yaitu kation seperti besi, magnesium, potasium, sodium dan kalsium. Kebanyakan silikat dibentuk sebagai batuan cair yang mendingin dan mengkristal. 

Kondisi dan lingkungan pembekuan akan menentukan jenis silikat yang terbentuk. Beberapa silikat misalnya kuarsa, terbentuk di permukaan bumi dimana suhu lebih rendah dan tekanan rendah. Silikat lainnya seperti olivin terbentuk jauh di dalam di lingkungan suhu dan tekanan yang tinggi.

Komposisi kimia dari batuan cair membantu menentukan mineral yang terbentuk juga, contohnya batuan cair yang mengandung magnesium dan besi dapat membentuk mineral dari kelompok olivin sementara kuarsa terbentuk dari  batuan cair yang tersusun dari silikon dan oksigen.
Mineral Silikat dan Contoh Batuannya
Mineral Silikat
Feldspar dan Kuarsa
Feldspar merupakan mineral silikat paling umum dan menyusun hampir setengah kerak bumi. Feldspar dibedakan dari susunan tiga dimensi tetrahedra yang bersatu dengan variasi kation berbeda. Mereka dinamai dari kehadiran kation contohnya potasium feldspar mengandung potasium. 

Kuarsa merupakan mineral nomor dua paling melimpah di kerak bumi dan hanya memiliki susunan kimia silikon dan oksigen. 

Gambar: www.eh-01.ch, readysetbored.com
Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma

Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma

Seri Reaksi Bowen dan diferensiasi magmatik adalah dua metode untuk menjelaskan bagaimana batuan beku terbentuk. Jadi batuan beku terbentuk melalui beberapa seri reaksi yang berantai. 

Di postingan ini kita akan membicarakan tentang reaksi Bowen dan diferensiasi magmatik yang merupakan dua model prediksi tentang bagaimana batuan beku bisa terbentuk. Kita tentu ingat bahwa batuan berasal dari pendinginan atau kristalisasi magma yang disebut batuan beku. 

Seri Reaksi Bowen
Jadi, siapa Bowen dan mengapa orang yang ahli batuan beku mengetahui nama tersebut?. Norman Bowen terkenal di kalangan Geologi karena beberapa eksperimen yang dilakukannya pada tahun 1920 an dan 30an. 

Melalui eksperimennya, ia menemukan bahwa mineral mengkristal secara berbeda saat mereka mendingin. Hasil penelitiannya memberikan kita pemahaman tentang seri reaksi Bowen yang merupakan rangkaian kristalisasi magma saat pendinginan terjadi. 

Discontinuous Series
Saat Bowen menggali pemahamannya tentang proses kristalisasi, dia menyadari bahwa ada dua urutan yang dapat terjadi pada sebuah mineral. Ini disebut seri kontinyu dan seri tidak kontinyu.

 Dalam gambar di bawah terlihat, seri terputus-putus ada di sebelah kiri dan mengandung mineral yang tinggi kadar besi dan magnesium. Kita juga dapat memahami bahwa rangkaian reaksi ini berkembang selama penurunan suhu. 

Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma
Diagram Reaksi Bowen
Diagram Bowen
Lihat gambar di atas, ketika mengikuti cabang di sebelah kiri, kita melihat bahwa pada suhu yang sangat tinggi, olivin adalah mineral pertama yang terbentuk. Dengan kata lain, mineral olivin tinggi yang kadar besi dan magnesium cenderung membeku pada suhu yang sangat tinggi. 

Kemudian saat magma mulai mendingin, beberapa olivin menjadi piroksen. Seiring kemajuan dalam urutan pendinginan, piroksen berubah menjadi amphibol dan akhirnya amphibol berubah menjadi biotit. 

Kamu mungkin sering menggunakan akronim untuk mengingat seri reaksi diskontinyu ini seperti  'Olive Pits Are Bitter'. Setiap langkah dari serial diskontinyu merupakan perubahan yang sangat berbeda dengan penciptaan mineral baru, jadi perubahan itu bukanlah arus kontinyu yang teratur namun merupakan proses yang tidak berkesinambungan. 

Dengan terbentuknya biotit, seri diskontinyu secara resimi berakhir namun bisa saja ada kelebihan magma yang belum sepenuhnya mengkristal dan tergantung pada karateristik kimia magma. Misalnya magma cair panas bisa terus mendingin dan membentuk potasium feldspar muskovit atau kuarsa.

Continuous Series
Seri reaksi kontinyu terjadi bersamaan  dengan seri diskontinyu. Dengan cabang yang terus-menerus, kita melihat reaksi tersebut memiliki lebih banyak reaksi aliran atau berkelanjutan. 

Dengan seri berkelanjutan kita melihat mineral plagioklas. Seri ini dimulai dengan mineral suhu tertinggi yaitu plagioklas yang kaya kalsium. 

Saat magma mendingin, kalsium diganti dengan sodium. Tapi hal ini terjadi dalam aliran campuran kalsium dan natrium. Jadi plagioklas di tengah rangkaian bisa dianggap mengandung sekitar 50% kalsium dan 50% yodium. Di bagian bawah seri kita melihat plagioklasi kaya sodium.

Dengan melihat "c" atau calsium hadir lebih awal dari "s" atau sodium maka kamu dapat menyebut pagioklas kaya kalsium berada di urutan paling atas dan yang kaya sodium berada di urutan paling bawah.

Kamis, April 20

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Air laut merupakan campuran antara berbagai garam dan air. Sebagian besar air di laut berasal dari kondensasi awal saat Bumi mulai terbentuk dan mendingin. Air ini dilepaskan dari litosfer saat kerak Bumi mengeras. P

enambahan massa air laut juga terjadi karena kegiatan vulkanisme dan tektonisme. Beberapa ilmuwan menduga bahwa komet yang masuk ke Bumi berpotensi menjadi sumber air di lautan. Baca juga: Unsur cuaca dan iklim

Sebagian besar unsur kimia terlarut yang ditemukan di laut berasal dari semua daratan di Bumi. Bahan kimia ini dihasilkan dari batuan di benua yang melapuk kemudian dibawa ke laut oleh aliran sungai. 

Seiring waktu, konsentrasi bahan kimia ini meningkat sampai mencapai titik kesetimbangan. Kesetimbangan ini terjadi saat air di lautan tidak dapat melarutkan apapun lagi. 

Kemiripan antara fosil hewan laut purba dan organisme yang hidup saat ini mengindikasikan komposisi air laut berhenti berubah drastis 600 juta tahun lalu.

Hanya enam unsur dan senyawa yang menyusun 99% air laut yaitu klorin (Cl-), natrium (Na +), sulfur (SO4-2), magnesium (Mg + 2), kalsium (Ca + 2), dan kalium (K +). Kelimpahan semua elemen garam-garaman di laut adalah konstan. Hanya masukkan air dari darat dan evaporasi yang menyebabkan sedikit perbedaan kadar garam di laut.
Sifat Fisik dan Kimia Air Laut
Susunan Kimia Air Laut
Ion klorin menyusun 55% garam  air laut. Perhitungan salinitas air laut dinilai dari  bagian per 1000 ion klorin yang ada dalam satu kilogram air laut. Biasanya, air laut memiliki salinitas 35 bagian per seribu (part per thousand). Baca juga: Klasifikasi iklim Oldeman

Air adalah satu dari sedikit zat di Bumi yang bisa berubah dalam 3 wujud. Pada suhu 0 derajat Celcius, air akan berubah menjadi es dan punya kerapatan sekitar 917 kg per meter kubik. 

Air dalam wujud cair pada suhu sama akan memiliki kepadatan hampir 1.000 kg per meter kubik. Kepadatan air laut umumnya meningkat seiring penurunan suhu, meningkatnya salinitas dan kedalaman air laut.  

Kepadatan air laut di permukaan laut bervariasi dari 1.020 - 1.029 kg per meter kubik. Kepadatan tertinggi ada di dasar laut karena terbebani air laut di permukaan. Di bagian terdalam samudera, kerapatan air laut bisa mencapai 1.050 kg per meter kubik.

Air laut membeku pada suhu yang sedikit lebih dingin dari air tawar yaitu 0,0 derajat Celcius. Suhu air beku juga bervariasi dengan konsentrasi garam. Semakin banyak garam maka suhu akan semakin dingin. Pada level salintas 35 ppt, air laut membeku di suhu -1,9 derajat C. Baca juga: Contoh soal HOTS geografi dan jawabannya

Es di laut biasanya mengandung garam lebih sedikit daripada air laut. Sebagian besar garam yang ditemukan di air laut cair dipaksa keluar saat pembekuan terjadi. 

Alasannya adalah molekul garam tidak sesuai dengan molekul air beku yang teratur. Karena perbedaan densitas antara es dan air laut maka es mengapung  di permukaan laut.

Air laut juga mengandung sejumlah kecil gas terlarut. Banyak gas ini ditambahkan ke air laut dari atmosfer melalui pengadukan konstan permukaan laut oleh angin dan ombak. Konsentrasi gas yang dilarutkan dalam air laut dari atmosfer ditentukan oleh suhu dan salinitas. 

Meningkatnya suhu dan salinitas mengurangi jumlah gas yang larut dalam air laut. Beberapa gas atmosfer penting yang ditemukan di air laut meliputi: nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon, helium dan neon. 

Dibandingkan dengan gas atmosfer lain, jumlah karbondioksida yang dilarutkan dalam air laut jenuh sangat besar. 

Beberapa gas yang ditemukan di dalam air laut juga terlibat dalam proses organik dan anorganik samudera yang secara tidak langsung terkait dengan atmosfer. 

Misalnya, oksigen dan karbon dioksida dapat dihasilkan atau dikuras temporal oleh proses semacam itu ke berbagai konsentrasi di lokasi tertentu dalam lautan. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2016

Gambar: wikimedia, physicalgeography.net

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close