Guru Geografi: Media Belajar Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Media Belajar Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Belajar Geografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 2

Membuat Maket Geosfer Sungai Dari Kardus Bekas

Membuat Maket Geosfer Sungai Dari Kardus Bekas

Halo teman-teman kali ini saya akan share salah satu contoh kegiatan belajar geografi berbasis praktik yang murah dan bisa diterapkan di kelas. 

Jika kita belajar geografi di kelas hanya menggunakan media elektronik saja tentu akan bosan bukan?.

Salah satu cara mengusir kebosanan tersebut adalah dengan melakukan praktik keterampilan contohnya membuat kenampakan geosfer dengan bahan kardus bekas. 

Media ini saya presentasikan pada. Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru 2013 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan alhamdulillah berhasil meraih juara 3.

Banyak sekali barang-barang bekas di sekitar kita yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membuat media pembelajaran alternatif di kelas. 

Media ini saya buat sendiri di rumah dengan waktu kurang lebih 1 bulan. Kalau ingin dibuatkan project untuk siswa bisa juga terserah kreatifitas Bapak/Ibu. Model kenampakan alam atau sosial juga bisa disesuaikan jika punya ide lainnya.

Awal ide membuat media pembelajaran ini adalah ketika melihat kardus bekas kulkas di rumah yang tidak terpakai. Setelah melamun sebentar, akhirnya dapat inspirasi untuk membuat maket morfologi sungai dengan konsep peta topografi.

Apakah bisa morfologi lain?. Bisa saja mau ganti dengan pantai, cliff, gunung api atau lainnya, sesuaikan dengan materi ajar saja. Karena menurut saya membuat sungai agak mudah dibanding kontur lain, maka saya coba buat sungai saja dulu.

Kardus memiliki karakteristik ketebalan yang cukup besar dan bisa dibuat peta topografi. Nah, langsung saja berikut ini tutorial singkatnya:

Bahan-Bahan:
1. Kardus bekas dengan ketebalan 1 cm (biasanya kardus kulkas atau barang elektronik)
2. Gunting
3. Lem
4. Karton putih, spidol/pulpen
5. Cat warna + kuas (saya pakai cat akrilik)

Langkah Pembuatan:

Maket sungai dari kardus bekas
1. Siapkan model kenampakan alam yang ingin diciptakan, saya mencari morfologi sungai di google (minimal ada cliff, meander, slip of slope). Saya dapat Sungai Collorado di AS. Kalau mau sungai di Indonesia juga silahkan sesuaikan saja.
2. Gunting kardus untuk alas bawah,jika ingin kuat, pakai 2 lapis.
Praktik membuat morfologi sungai
3. Gambarlah peta topografi sungai tersebut dengan garis kontur. (Ini membutuhkan sedikit imajinasi), karena anda harus membangun kemiringan lereng dari lantai dasar hingga atas.
4. Setelah itu buatlah pola bidang topografi seperti puzzle, setelah itu gunting. (mengguntingnya lumayan cape lho!tau kan kardus tebalnya kaya gimana dan paling lama pengerjaannya)
Menyusun kontur sungai
5. Setelah puzzle digunting, beri lem dan susun dari tingkatan paling bawah.
Hasil akhir

6. Terakhir beri warna dengan cat akrilik, perbedaan warna tebing bisa mengilustrasikan perbedaan umur dan jenis batuan.

Sekian tutorial membuat morfologi sungai dari kardus bekas, semoga bermanfaat. Silahkan share jika berkenan. 

Untuk kegiatan belajar saya yakin bapak ibu bisa dikembangkan mulai dari diskusi, analisa morfologi, bencana dan lainnya. Bisa dicoba untuk kegiatan siswa per kelompok (project).

Penulis: Agnas Setiawan, Guru Geografi

Minggu, Januari 28

Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII

Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII

Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi/siang/sore/malam teman-teman sekalian, bagaimana kabarnya hari ini?. 

Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif. Pada kesempatan ini saya ingin mempromosikan buku paket atau buku bahan ajar geografi untuk SMA/MA kelas X, XI dan XII. 

Buku yang saya susun ini berdasarkan Kurikulum 2013 Revisi untuk Kelas X dan XI sementara kelas XII masih K 13 lama. Untuk Kelas XII tahun depan insaallah sudah update K 13 revisi.

Berikut rincian dari harga buku paket geografi kelas X, XI dan XII
Kelas X (K13 revisi) = 110.000 (329 halaman)
Kelas XI (K1 revisi) = 98.000 (293 halaman)
Kelas XII (K13 awal) = 95.000 (293 halaman) 
Total: 284.000 (belum ongkir, cek via WA saya nanti)

Tersedia juga versi ebook berwarna...harga 50 rb per ebook.

Profil Penulis
Nama : Agnas Setiawan
Pendidikan : S1 Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi (2010)
Agnas Setiawan
Agnas Setiawan
Prestasi:
1. Juara 1 Guru Berani Menginspirasi Tingkat Nasional 2017 
2. Juara 3 Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2013
3. Juara 1 Bandung Awan Pengetahuan Kategori Konten Blog Guru 2013
4. Juara 4 Gebyar TIK Propinsi Kalimantan Selatan Kategori Blog Guru 2012


Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Buku Bahan Ajar Geografi Kurikulum 2013

Harga di atas belum termasuk ongkir. Jika minat boleh chat WA saya (sir agnas) di 08977703302. Atau langsung klik link WA saya di bawah ini
Insaallah materinya update dan mudah dipahami guru dan peserta didik. Jadi bagi sekolah yang ingin menggunakan buku saya sebagai pegangan siswa atau menambah koleksi perpustakaan, boleh chat saya. Teknis pemesanan, harga, no rek tujuan transfer nanti akan saya sampaikan di WA saja. Contoh isi buku, bisa dilihat di bawah ini:
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA
Jual Buku Paket Geografi SMA Kurikulum 2013 Revisi Kelas X, XI dan XII
Jual buku paket geografi SMA

Senin, Januari 15

Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas

Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas

Assalamualaikum wr.wb, teman-teman sekalian kali ini saya akan cerita sedikit tentang praktik indentifikasi batuan di kelas X. 

Batuan merupakan salah satu materi yang masuk bab litosfer. Nah supaya anak-anak aktif, tidak bosan belajar batuan cuma liatin gambar aja di slide maka saya buat praktik sederhana saja. 

Tujuannya biar mereka sedikit mengenal ciri fisik batuan. Indikator yang saya pakai adalah warna, tekstur, lubang udara, jumlah mineral dan berat. 

Bapak/Ibu guru boleh memodifikasi tentang model pembelajarannya sesuai kebutuhan, saya hanya mencontohkan saja. Saya yakin bapak/ibu bisa lebih bagus dan baik lagi melakukannya di kelas. Jadi kurang lebih lesson plannya seperti ini:

1. Di pertemuan sebelumnya, guru sudah memberikan tugas kepada anak untuk mencari batuan di sekeliling rumah (bisa di sungai, pekarangan atau lainnya). Setiap siswa harus membawa satu buah batu saja dan dibawa ke sekolah di pertemuan mendatang.

2. Pada saat pertemuan tata muka, pertamakali guru menyiapkan lembar kerja praktik dan menjelaskan tentang indikator fisik batuan.

3. Siswa diberikan satu buah lembar kerja praktik identifikasi batuan.

4. Siswa diminta menyimpan batu di meja. Setiap anak nanti diminta mengidentifikasi batuan di tiap meja, giliran. Jadi kalau ada 40 anak berarti akan ada 40 kolom identifikasi, lumayan lama. Isiannya singkat saja, contoh gambarnya nanti di bawah.

5. Setelah semua kegiatan identifikasi selesai, maka guru akan memberikan penjelasan/ikhtisar tentang siklus/jenis/sifat/ciri batuan. Nanti siswa dan guru akan menyimpulkan jenis batuan dilihat dari ciri fisiknya dan dibantu dengan gambar slide di papan tulis untuk mempermudah penarikan kesimpulan.

Itulah contoh kegiatan identifikasi batuan di kelas yang saya lalukan. Silahkan modifikasi saja biar lebih baik dan asik di kelas. Lebih bagus lagi kalau puya komparator batuan yang isinya banyak dan menarik. Terimakasih.
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas

Sabtu, November 25

Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Pembelajaran abad 21 menuntut siswa menjadi seorang pembelajar, inofatif, reflektif dan tidak kaku. Itulah seni belajar abad milenial yang sangat berbeda dengan jaman dulu.

Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis keilmuan yaitu pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah sains dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah diantaranya model discovery learning, project based learning, problem based learning, inquiry learning dan lainnya.

Pendekatan ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan, berkenaan dengan materi pembelajaran melalui pengalaman belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. 

Dengan pendekatan sains ini diharapkan siswa memiliki curiosity atau keinginan untuk menemukan sesuatu. 

Inilah yang memicu lahirnya karya-karya kreatif di masa kini. Siswa tidak lagi harus menuruti apa yang guru sampaikan di kelas saat pembelajaran. Kali ini saya akan berikan dulu gambaran contoh langkah pembelajaran model discovery learning.

Berikut ini beberapa langkah pembelajaran saintifik Discovery Learning kurikulum 2013
Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning
Langkah pembelajaran discovery learning
1. Stimulation (Stimulus)
Menyajikan bahan kajian di awal, contoh berupa potensi daerah setempat yang berkaitan dengan konsep geografi.
2. Problem Statement (Identifikasi Masalah)
Mengidentifikasi potensi daerah satu per satu.
3. Data Collecting (Mengumpulkan data)
Mencari dan mengumpulkan data tentang potensi daerah setempat dari sumber lain (internet, observasi atau majalah dll).
4. Data Processing (Mengolah data)
Upaya mengolah potensi daerah setempat melalui berbagai sumber referensi/wawancara pakar ahli.
5. Verification (Memverivikasi)
Membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mendapatkan informasi dan solusi terbaik dalam memajukan potensi daerah
6. Generalization (Menyimpulkan)
Menyimpulkan hasil diskusi dari kajian potensi daerah setempat.

Jadi model discovery learning di atas membuat siswa menemukan hal baru terhadap suatu fenomena dan bagaimana tindak lanjut kedepannya. Dalam hal ini kajian yang dibahas tentang potensi daerah. 

Tentu setiap daerah punya potensi masing-masing dan harus dicari untuk menemukan gambaran pengembangan ke depannya. 

Di akhir sesi, siswa bisa diminta membuat poster atau power point atau kliping yang memuat materi tersebut. Baca juga: Try Out Online Geografi UNBK

Jumat, Oktober 20

Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta

Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta

Halo teman-teman, kali ini saya akan berbagai sedikit tentang Power Point Interaktif Materi Jenis-Jenis Peta. Materi ini disajikan untuk anak kelas XII Sosial KTSP.

Tentu sebagai guru kita sering membuat power point jika akan mengajar tatap muka di kelas.

Namun power point ada yang bertipe biasa saja dan ada yang interaktif. Power point biasa akan membuat anak bosan dan jenuh namun jika kita membuat power point interaktif maka anak-anak akan lebih antusias.

Memang membuat power point interaktif ini agak lumayan lama karena kita harus membuat menu dan permainan link. Saya sendiri tidak membuat semua materi dalam bentuk interaktif karena lumayan cape juga. 

Namun kali ini saya bagikan contoh ppt punya saya dan isinya silahkan pelajari dan edit saja kalau mau ditambah-tambah. Nanti lain kali saya akan buat tutorial membuat ppt interaktif, semoga saya bisa membuatnya supaya guru-guru lain bisa membuatnya juga. 

Di ppt ini saya kasih contoh dua sola latihan, jika ingin ditambah silahkan tambah saja sesuai ketinginan. Silahkan utak-atik saja, diskusi ma guru TIK atua teman lain, pasti nanti akan paham cara penggunaannya. PPT interaktif ini pada dasarnya hanya menggunakan menu "link" dari satu point/slide/objek. Selamat mencoba.
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta


Kamis, Agustus 3

Lesson Plan Praktik Memperbesar Peta Kelas XII

Lesson Plan Praktik Memperbesar Peta Kelas XII

Selamat pagi rekan-rekan sekalian, kali ini saya akan mencoba berbagai lesson plan geografi di kelas xii sosial. 

Pada kurikulum SMA kelas xii tentu materi awal adalah terkait konsep dasar peta dan pemetaan. Siswa diminta mampu mempraktikkan keterampilan dasar peta dan pemetaan. 

Ada beberapa kegiatan pembelajaran praktik yang bisa dilakukan siswa dalam materi peta ini. Saya ambil contoh yaitu memperbesar peta. Praktik memperbesar peta ini menggunakan metode sistem grid. Baca juga: Bentuk-bentuk intrusi magma

Kegiatan memperbesar peta ini bisa dilakukan di kelas dengan alat-alat yang mudah dan tidak mahal. Beda halnya jika harus praktik mengukur sudut azimuth yang harus menggunakan kompas. 

Lalu bagaimana langkah-langkah pembelajaran memperbesar peta?. Saya berikan panduannya di bawah ini. Baca juga: Tipe Bahan galian A, B, C di Indonesia
Lesson Plan Praktik Memperbesar Peta Kelas XII
Praktik memperbesar peta
1. Guru meminta siswa menyediakan alat-alat berupa pensil, penghapus, pensil gambar dan kertas A3.
2. Guru mendownload contoh peta propinsi tertentu dan di print dalam ukuran sekitar 15x20 cm.
3. Di hari/minggu selanjutnya, satu orang siswa diberikan satu buah  peta dan diminta untuk memperbesar peta tersebut dua kali lipat. 
4. Guru menjelaskan urutan pengerjaannya di depan, mulai dari membuat kotak-kotak di peta pertama hingga di peta kedua.

Kegiatan praktik memperbesar peta bisa dilakukan dua kali pertemuan di kelas. Jadi guru hanya tinggal melihat dan mengamati pekerjaan anak satu per satu di kelas. Siswa aktif dan guru tinggal menilai mereka saja. 

Baca juga:
Teknik apersepsi mengagumkan di kelas, mau tau?

Setelah kegiatan selesai, guru dapat memberikan nilai dan memajang hasil karya siswa yang terbaik atau semuanya di kelas. Carilah peta yang berformat HD di google agar kenampakan simbol di peta jelas.

Jumat, Juli 28

Lesson Plan Kelas X Objek Studi Geografi

Lesson Plan Kelas X Objek Studi Geografi

Merencanakan kegiatan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru. Tanpa lesson plan atau perencanaan yang baik maka kegiatan belajar mengajar pasti adakan tidak karuan arah. 

Saya sendiri hingga kini masih belajar membuat lesson plan setiap akan masuk kelas. Biasanya di kantor kalau waktu senggang atau malam hari di rumah. 

Oke, kali ini saya hanya sedikit berbagai pengalaman saat mengajarkan materi objek studi geografi. Baca juga: cara menghitung kemiringan peta topografi

Objek studi geografi terdiri dari objek formal dan objek material. Baca juga: Bedanya objek formal dan objek material. Tatap muka di kelas umumnya adalah 45 menit per jam pelajaran. 

Pengalaman saya mengajar selama 7 tahun menyimpulkan bahwa anak itu cenderung bosan kalau diajari dengan metode ceramah. Tanda anak bosan di kelas sudah bisa dilihat yaitu: nguap, tiduran di meja dan ngobrol. 

Oleh sebab itu saat ini kegiatan belajar harus didesain agar aktif dan tidak hanya mendengarkan. Jadi kalau saya mengajar 2 JP maka desainnya adalah 1 Jam pertama penjelasan dan 1 jam lagi praktik/unjuk kerja. Baca juga: Rumus Iklim Schmidt Ferguson

Bahkan ada beberapa pakar yang menasihati saya agar tuntaskan presentasi secepat mungkin dan biarkan anak bekerja. Kita hanya sutradara. Jadi guru memang harus mendesain pelajaran dengan baik. Saya sering kasihan lihat guru yang mengajar hingga lebih dari 24 jam seminggu, bahkan ada yang lebih dari 40 JP seminggu. Kapan membuat lesson plannya ya?. 
Ayo baca dan menulis lalu komunikasikan!
Saat mengajarkan objek studi geografi, pertama saya memperlihatkan mereka fenomena geosfer mulai dari erupsi, tsunami, kemacetan, kebakaran lahan dan lainnya. 

Kemudian saya berikan sedikit penjelasan tentang objek materi geografi yaitu geosfer yang terdiri dari lapisan atmosfer, biosfer, hidrosfer hingga antroposfer. 

Lalu disini saya mulai mengajak siswa aktif yaitu saya buat tabel lapisan geosfer di papan tulis dan setiap anak diminta ke depan untuk menuliskan fenomena yang terkait salah satu lapisan geosfer dan harus cocok. 

Contoh erupsi di litosfer, angin di atmosfer, urbanisasi di antroposfer dan lainnya. Semua anak harus kebagian. Lumayan kan, semua anak gerak ke depan. 

Setelah itu baru saya membrikan pemahaman tentang objek formal yaitu cara pandang geografi untuk memahami gejala geosfer. 

Cara pandang ini harus bisa menjawab pertanyaan 5W + 1 H. Nah disini saya sudah sediakan koran yang memuat berbagai berita terkini. Satu anak diberi satu koran. 

Mereka saya minta membaca dan menganalisa berita yang ada di koran. Mereka harus membuat kesimpulan berita dalam format 5 W + 1 H. 

Setelah itu mereka ke depan dan mengkomunikasikan hasil temuannya. Saya tinggal duduk manis saja mengamati di meja, sekali-kali melihat pekerjaan anak kalau ada yang tidak paham. 

Bagaimana, tertarik untuk melakukannya?. Baca juga: teknik apersepsi yang mengagumkan, mau?

Rabu, Juli 26

Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta

Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta

Halo sahabat blogger, kali saya akan sedikit berbagi tentang membuat lesson plan materi peta pemetaan. 

Pada materi peta pemetaan ini guru geografi dapat melakukan berbagai macam variasi pembelajaran agar siswa menjadi aktif. Salah satu kegiatan yang pernah saya lakukan adalah "mengidentifikasi lokasi ibukota negara dan propinsi pada peta". 

Kegiatan ini beisa dilakukan secara individu atau kelompok. Jika dilakukan individu, usahakan tiap anak bawa atlas. Baca juga: Tipe-tipe gumuk pasir di dunia

Kegiatan ini dilakukan pada indikator: mengidentifikasi komponen peta dan mengidentifikasi simbol peta. 

Alat dan bahan yang harus ada adalah peta geografis Indonesia dan benua. Apa yang saya lakukan di kelas?. Berikut ini rincian lesson plan sederhananya:

1. Guru memberikan apersepsi
2. Guru menampilkan gambar peta/membawa peta dunia ke kelas
3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca komponen peta 
4. Siswa diminta untuk mengkomunikasikan hasil telaahnya secara random
5. Guru memberikan penjelasan tentang komponen peta
6. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
7. Siswa diminta menuliskan ibukota propinsi/ibukota negara yang berada di wilayah dataran rendah, perbukitan atau dataran tinggi. 
Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta
Belajar Peta
Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta
Belajar peta
Intinya anak harus memahami dulu tentang fungsi warna peta. Warna hijau menandakan dataran rendah, warna kuning perbukitan, warna cokelat dataran tinggi/pegunungan.

Baca juga:
Teknik apersepsi kelas dunia, mau?
Mekanisme arus katabatik dan anabatik

Sesudah beres, kita bisa berdiskusi menganalisa tentang lokasi ibukota tersebut. Mengapa kota-kota besar banyak dibangun di dataran rendah, mengapa sedikit yang di daerah perbukitan. Apa keuntungan dan kerugiannya?. 

Ini akan menjadi sebuah model saintifik. Dengan menggunakan peta kita bisa belajar komponen peta sekaligus menganalisa lokasi pada peta?. Bagaimana, tertarik untuk melakukannya?.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close