Guru Geografi: Meteorologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 14

Awan Cirrus - Pengertian dan Ciri Fisiknya

Awan Cirrus - Pengertian dan Ciri Fisiknya

Kita semua tentu tahu bahwa ada banyak jenis bentuk awan di langit dan secara sekilas kita pasti mengenal bentuk-bentuk awan tersebut.

Jenis dan bentuk awan merupakan tanda komponen pembentuknya berbeda dan akan membawa jenis cuaca yang berbeda pula.

Meskipun pada dasarnya proses pembentukan awan namun bentuk tampilan awan di atmosfer dapat berbeda-beda. Perbedaannya ini muncul karena ketinggian formasi awan tersebut dan kondisi umum atmosfer disekitarnya.

Saat anda pergi ke luar dan melihat hari cerah dan hanya terdapat awan putih halus dan bergaris-garis di langit, itulah awan cirrus.

Awan cirrus adalah awan yang terbentuk dari kristal es. Formasi awan ini berada di atmosfer tinggi dan bisa dibilang awan ini adalah awan paling tinggi.

Alasan pembentukannya dari kristal ers adalah karena suhu dan ketinggian pembentukkannya sekitar 39 derajat di bawah nol.

Kalian tentu pasti memperhatikan awan ini terlihat tipis dan halus seperti seseorang menggores lukisan putih di kanvas biru. Hal ini karena angin bertiup 100-150 mil per jam saat awan cirrus terbentuk. Tidak ada awan lain terbentuk dan bergerak secepat ini.

Awan Cirrus di siang hari
 Perbedaan Cirrus dan Cumulus

Ada karakteristik jelas saat membedakan awan cirrus dan awan cumulus. Pertama dari sisi tampilan, awan cirrus berbentuk halus seperti kain sementara cumulus terlihat padat dan bergerombol.

Awan cirrus lebih tipis dibandingkan cumulus sehingga agak sulit terlihat mata. Awan cumulus sangat jelas sekali terlihat mata karena bentuknya yang bergumpal.

Selain itu awan cirrus ditemukan di lapisan troposfer atas sementara cumulus dapat ditemukan cukup dekat di troposfer bawah.

Awan cumulus adalah pertanda cuaca sedang dalam keadaan normal sementara awan cirrus bisa jadi pertanda akan terjadi badai.

Pembentukkan Awan Cirrus

Awan cirrus terbentuk dari kristal es di atmosfer karena wilayah pembentukkannya berkisar -60 derajat celcius sehingga air akan membeku.

Karena kristal es ini berada di troposfer atas maka mereka akan mengikuti angin kencang. Inilah mengapa awan cirrus sering cepat menghilang dan tidak menjadi padat.

Di sisi lain, tetesan air yang membentuk awan cumulus juga dapat membeku namuns sebagian besar ditemukan dalambentuk cair. Karena kelembaban tinggi, udara hangat naik dan menciptakan lapisan-lapisan seperti awan lenticular.

Selanjutnya, puncak awan secara bertahap mencapai bagian atmosfer lebih tinggi, bahkan di stratosfer yang lebih rendah. Begitu pula ketika awan besar ini menjadi dewasa, terjadi benturan air dan es yang menghasilkan muatan listrik yang menghasilkan guntur dan kilat.

Sabtu, Februari 13

Karakteristik Lapisan Stratosfer

Karakteristik Lapisan Stratosfer

Lapisan atmosfer yang berada di urutan kedua dari bawah permukaan bumi adalah stratosfer. Stratosfer adalah lapisan atmosfer yang menyebar hingga ketinggian sekitar 50 km dari permukaan bumi dan sangat ideal untuk lalu lintas pesawat terbang.

Lalu apa saja karakteristik lapisan stratosfer lainnya?. Simak deskripsinya berikut.
 
1. Ketinggian 
Stratosfer memiliki ketinggian dari 10 sampai 50 km dari permukaan bumi, namun rata-rata ketinggiannya ada di angka 40 km. Di wilayah kutub, stratosfer dimulai dari ketinggian 8 km dibandingkan di ekuator yang bisa dimulai dari 10 km.

2. Lapisan Inversi
Lapisan stratosfer bawah lebih dingin dan saat kita bergerak ke atas, lapisan ini akan bertambah panas. Hal ini berbeda dengan troposfer dan lapisan atmosfer lainnya dimana suhu turun seiring bertambahnya ketinggian. Penurunan suhu di stratosfer seiring naiknya ketinggian disebut inversi.

Oleh karena itu ada dua lapisan atau strata suhu berbeda di stratosfer yaitu lapisan dingin dan lapisan panas. Itulah emngapan lapisan kedua disebut starosfer (strata).
 
3. Lapisan Tenang dan Stabil
Stratosfer adalah lapisan yang sangat tenang dan stabil, tidak seperti troposfer yang banyak terjadi turbulensi. Lapisan stratosfer sangat tenang dan stabil karena tidak adanya aliran udara vertikal. 
 
Ini terjadi karena arus udara vertikal mengalir dari lapisan yang lebih hangat (bawah) ke lapisan yang lebih dingin (atas).
 
Di troposfer, udara vertikal selalu bergerak ke atas karena arus konveksi. Namun di stratosfer terjadi inversi suhu sehingga tidak ada atau sedikit aliran udara vertikal ke atas. Ini yang menjadikan stratosfer lebih tenang dan bebas gangguan cuaca.
Ciri umum stratosfer

4. Lokasi Pesawat
Stratosfer bebas dari gangguan cuaca seperti badai petir, awan, turbulensi, dll. Hal ini karena tidak adanya aliran arus konvensional, seperti dijelaskan di atas. Oleh karena itu, lapisan ini cocok untuk pesawat jet terbang. Pesawat selalu mengudara hingga ketinggian di atas 10 km. 

5. Aliran Jet
Stratosfer terdapat suatu aliran udara horizontal yang dinamakan jetstream. Jet strea ini mengalir cepat dari barat ke timur. Aliran udara ini memiliki kecepatan sekitar 340 km per jam. Pesawat udara yang terbang dari barat ke timur mendapatkan dorongan kecepatannya dengan dorongan dari aliran jet ini.

Dengan demikian, pesawat dapat menghemat waktu & biaya bahan bakar. Misalnya, penerbangan dari London (Eropa) ke New York (Amerika) membutuhkan waktu lebih singkat daripada penerbangan dari New York ke London karena aliran jet. 

6. Ozon
Stratosfer adalah wilayah dimana sekitar 90% ozon terbentuk. Ozon (rumus kimia O₃) adalah gas yang dibentuk oleh interaksi sinar matahari terhadap oksigen yang ada di stratosfer.

Ozon penting karena menyerap sinar ultraviolet matahari yang berbahaya. Sinar ultraviolet menghancurkan sel manusia dan berbahaya bagi kehidupan di bumi. Dengan demikian stratosfer mendukung kehidupan di bumi.
Aliran jet stream atmosfer
 Gambar: www.eurekalert.org

Minggu, Desember 27

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Pagi hari ini seperti biasa saya pergi mencari sarapan ke luar rumah dengan jalan kaki melewati pesawahan di kampung. 

Rumah saya memang berada di kota Majalengka namun masih banyak pesawahan. Bulan ini memasuki puncak musim hujan dan hampir setiap sore hingga malam hujan terus turun di kota Majalengka.

Dampaknya pagi hari suhu udara sangat dingin dan membuat fenomena langka muncul di atas Ciremai. Fenomena tersebut adalah awan topi lentikular.

Saya bergegas mengambil kamera untuk mengabadikan fenomena atmosfer yang jarang terjadi ini. Lalu apakah kehadiran awan lentikular ini menjadi pertanda bahaya?. 

Tentu tidak karena fenomena atmosfer ini adalah murni karena faktor alam. Yuk kita simak faktor terjadinya awan lentikular ini.
 
Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa atau melingkar yang terbentuk di troposfer dan biasa terbentuk karena pembentukannya searah dengan arah angin di puncak gunung. Ada tiga jenis awan lentikular: 
 
1. altocumulus standing lenticular (ACSL),
2. stratocumulus standing lenticular (SCSL),
3. cirrocumulus standing lenticular (CCSL)
Awan lentikular di puncak Ciremai
Proses terbentuknya awan lentikular
Saat udara mengalir di permukaan bumi, maka ia akan menghadapi beberapa hambatan. Hambatan ini bisa buatan manusia seperti bangunan atau alami seperti bukit, gunung atau lembah. Gangguan ini menyebabkan alian udara akan berubah

Semakin tinggi udara maka akan semakin dingin. Ketika dingin, kelembaban yang dikandungnya berubah menjadi tetesan air. Tetesan inilah yang membentuk awan. Dengan demikian, arus udara hangat mendingin bergerak naik gunung, menciptakan awan.

Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa yang biasanya berkembang di sisi bawah gunung atau pegunungan. Ini terjadi ketika udara yang stabil dan lembab mengalir di atas gunung, menciptakan serangkaian gelombang berosilasi. 
 
Jika suhu di puncak gelombang udara sama dengan suhu titik embun, kondensasi terjadi dalam formasi bentuk lensa. Ketika udara jatuh ke dasar gelombang udara, di mana suhu udara dan suhu titik embun tidak sama maka penguapan terjadi. Dengan demikian, awan gelombang, atau serangkaian awan lentikular, mampu terbentuk.

Awan lentiluar menjadi pertanda cuaca sedang ektrim di puncak gunung dan bisa memicu hujan lebat di lereng gunung. Namun awan ini bukan menjadi pertanda akan adanya fenomena lain seperti gempa atau tsunami.

Jumat, Oktober 16

Angin Muson Barat dan Timur di Indonesia

Angin Muson Barat dan Timur di Indonesia

Kita tentu sering mendengar tentang istilah angin muson barat dan angin muson timur. Tapi bagaimana sih sebenarnya proses awal mula terbentuknya angin muson ini?.

Angin pada dasarnya adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Semua mekanisme angin dibentuk oleh konsep ini.

Banyak siswa yang masih belum paham tentang bagaimana mengaitkan konsep angin dengan tekanan dan suhu. Kita akan coba berikan penjelasannya berikut ini.

Angin muson yang melewati Indonesia terbentuk karena perbedaan panas yang diterima daratan Asia dan Australia. 

Terbentuknya Angin Muson Timur
Selama musim panas, bagian belahan bumi utara (Asia) akan lebih hangat dibandingkan lautan disekitarnya. Pemanasan ini akan memicu terjadinya evaporasi dan menghasilkan tekanan rendah.

Pada waktu yang sama di belahan bumi selatan yaitu Australia (musim dingin), suhu rendah dan udara dingin membentuk wilayah bertekanan tinggi. Angin lalu berhembus dari daratan Australia melewati ekuator menuju Samudera Hindia dan Indonesia.

Periode angin muson timur terjadi dari April sampai September. Udara yang dibawah dari Australia cenderung kering sehingga di Indonesia terjadi kemarau.
Pola angin muson barat dan timur Indonesia
Terbentuknya Angin Muson Barat
Angin muson barat terbentuk saat posisi matahari berada di belahan bumi bagian selatan (daratan Australia). Karena pemanasan tinggi selama musim panas maka wilayah Australia akan lebih hangat karena evaporasi tinggi sehingga menghasilkan tekanan rendah.

Sebaliknya wilayah Asia mengalami musim dingin karena intensitas penyinaran menurun sehingga menghasilkan tekanan tinggi.

Angin kemudian berhembus dari daratan Asia membawa uap air menuju Indonesia dan Samudera Hindia. Musim hujan kemudian terjadi di Indonesia selama periode ini. 

Angin muson barat berhembus pada bulan Oktober hingga Maret. Di Indonesia puncak penghujan biasa terjadi pada bulan-bulan ini. 

Lalu kenapa saat angin muson barat tidak semua wilayah Indonesia mengalami musim hujan, justru saat angin muson timur hujan terjadi di beberapa wilayah?.

Nah inilah yang perlu kalian pahami, bahwa sistem cuaca di Indonesia itu kompleks bukan dibangun atas angin muson saja. Wilayah Indonesia terdiri atas kepualauan, morfologinya bermacam-macam dan diapit dua samudera.

Hal ini yang menyebabkan variasi curah hujan di Indonesia sangat banyak. Ada sekitar 234 lebih pola curah hujan di wilayah Indonesia. Jadi tidak sama turunnya hujan di Maluku dengan di Bogor misalnya.

Pola iklim di Indonesia terbagi menjadi pola ekuatorial, pola musim dan pola lokal. Untuk lebih jelasnya silahkan baca di artikel berikut: 3 Pola iklim Indonesia

Sabtu, Agustus 1

Faktor Cuaca Dingin Ekstrim di Indonesia

Faktor Cuaca Dingin Ekstrim di Indonesia

Beberapa waktu ini masyarakat ramai merasakan cuaca dingin terutama malam sampai dini hari tak seperti biasanya. Bahkan malam ini saja saya gak pakai AC, karena adem ayem.

Biasanya cuaca di Bekasi panas pol sampai malam juga, tapi kali ini nggak. Mengapa ya bisa begitu?. Apalagi di daerah dataran tinggi seperti Dieng yang heboh dengan embun salju lagi.

Yang jelas fenomena cuaca dingin di Indonesia bulan ini adalah fenomena biasa dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Jadi jika tahun depan terjadi lagi maka tidak akan heboh berlebihan lagi ya.

Fenomena suhu dingin di beberapa kota membuat heboh jagat medsos dan banyak yang penasaran apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Embun upas di dedaunan
Pertama, cuaca dingin akhir-akhir ini dipengaruhi oleh posisi matahari atau tepatnya gerak semu tahunan matahari. Belum pernah tahu tentang gerak semu tahunan matahari?. Cek gambarnya dibawah ini dulu ya!.
Gerak semu tahunan matahari
Gerak semu tahunan matahari adalah dampak dari revolusi bumi. Bulan Juli ini matahari masih berada diatas tropic of cancer atau di utara khatulistiwa. Jadi kita (Indonesia) menerima sedikit penyinaran dan menyebabkan cuaca menjadi lebih dingin.

Selain gerak semu tahunan tadi, kondisi atmosfer kita juga memengaruhi kondisi suhu disekitar lingkungan kita. Jika kondisi langit banyak awan maka radiasi panas akan dipantulkan kembali ke bumi dan permukaan bumi lebih hangat.

Sementara jika langit cerah tanpa awan maka panas akan dilepas ke luar angkasa sehingga suhu permukaan bumi akan lebih dingin. Jadi awan itu fungsinya menahan panas ya guys, makanya kalau mau hujan kan seringkali ktia gerak bukan?. Itu tanda awan melepas panas lho!.

Cuaca dan suhu dingin ini biasa terjadi di puncak musim kemarau, jadi tidak usah khawatir ya. Malah bisa menjadi atraksi wisata menarik seperti di Dieng, Bromo atau tempat dataran tinggi lain yang masih bisa memungkinkan terbentuknya embun es atau embun upas.

Lalu kenapa tidak semua lokasi terdapat embun upas?. Ada banyak faktor pendukung lainnya sehingga bisa muncul lapisan es tadi diantaranya ketinggian, kondisi angin, lingkungan sekitar (apakah banyak industri, kegiatan transportasi atau lainnya).

Puncak musim kemarau di Indonesia biasa terjadi di sekitaran bulan Agustus. Musim kemarau dipengaruhi oleh angin muson timur. Angin muson timur berhembus dari wilayah Australia membawa massa udara kering sehingga musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Angin muson barat dan timur yang melewati Indonesia

Minggu, Februari 9

Jenis Iklim dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Jenis Iklim dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Iklim merupakan kondisi yang kompleks dari atmosfer. Kondisi yang kompleks tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur-unsur iklim. 

Masing-masing unsur iklim tersebut di setiap daerah berbeda-beda intensitasnya yang mana intensitas di setiap daerah ini salah satunya dipengaruhi oleh letak astronomis sehingga letak astronomis berpengaruh dalam menentukan corak iklim negara yang bersangkutan.

Ada 4 jenis iklim yang efeknya serba membatasi bagi tempat tinggal manusia serta perkembangan kekuasaan politiknya yaitu: iklim dingin, iklim tropika basah, iklim panas (sabana) dan iklim kering (stepa dan gurun).

1. Iklim Dingin: Tundra dan Taiga

Tundra dan Taiga
Zona iklim yang terlampau dingin yaitu terdapat di wilayah sekitar kutub dan di pengunungan tinggi. Pada umumnya tanah di daerah tersebut dingin beku karena tertutup oleh salju dan es. 

Hanya dibagian tepinya saja yang memberikan kemungkinan musim semi yang pendek bagi pertumbuhan jenis-jenis rumput dan lumut tipis. 

Wilayah padang lumut yang disebut tundra tidak dapat menampung penduduk banyak dan hanya dimanfaatkan untuk ternak rusa kutub.

Di samping wilayah tundra dikenal pula wilayah taiga, yang suhu udaranya tidak begitu ekstrem dinginnya. Musim dinginnya di tempat ini amat panjang sedangkan musim bagi kemungkinan tumbuhnya tanaman bahan pangan terlalu pendek. 


Penduduknya jarang. Hasil hutan dan tambang merupakan satu-satunya sumber ekonomi. Di situ dengan sendirinya tidak akan muncul pusat-pusat negara yang penting, meskipun memiliki kekayaan alam taiga.

2. Iklim Basah Tropika

Tropika adalah daerah di permukaan Bumi, yang secara geografis berada di sekitar ekuator, yaitu yang dibatasi oleh dua garis lintang 23. 5°LS dan 23. 5˚ LU: Garis Balik Utara (GBU, Tropic of Cancer) di utara dan Garis Balik Selatan (GBS, Tropic of Capricorn) di selatan. Tropis adalah bentuk ajektivanya. 

Area ini terletak di antara 23. 5° LU dan 23. 5° LS, dan mencakup seluruh bagian Bumi yang dalam setahun mengalami dua kali saat matahari tepat berada di atas kepala (di utara GBU dan di selatan GBS matahari tidak pernah mencapai ketinggian 90° atau tepat di atas kepala).
 

Tumbuhan dan hewan tropis adalah spesies yang hidup di daerah tropis tersebut. Istilah tropis juga kadang kala digunakan untuk menyebut tempat yang hangat dan lembap sepanjang tahun, walaupun tempat itu tidak terletak di antara dua garis balik.
Hujan basah tropik
Tumbuhan daerah tropis biasanya berdaun lebar dan hijau abadi (tidak menggugurkan daun), atau jika memiliki perilaku peluruh mereka tidak dipengaruhi oleh suhu atau durasi radiasi matahari melainkan oleh ketersediaan air di tanah. 

Wilayah tropis di seluruh dunia dikenal dalam biogeografi sebagai wilayah pantropis (”seluruh tropis”), untuk dipertentangkan dengan wilayah per benua, seperti Amerika tropis, atau Asia tropis.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada iklim tropis. Dengan curah hujan dan kelembapan relatif besar yang didukung tingginya kesuburan tanah, berpotensi besar untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara dengan kekuatan pada bidang agraris.

Walaupun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia masih termasuk ke dalam deretan negara miskin. Iklim di Indonesia merupakan salah satu faktor yang memengaruhi watak bangsa Indonesia. Berdasarkan letak geografisnya, Indonesia merupakan salah satu dari sekian yang bertempat tinggal di wilayah Tropis. 


Negara yang bertempat tinggal di wilayah Tropis juga bisa dikatakan negara yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki iklim seragam. Yang dimaksud iklim seragam di sini ialah iklimnya dingin saja atau panas saja. 

Kondisi iklim yang seperti itu sangat memengaruhi kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang meninggali daerah ini cenderung memiliki karakter yang berbeda dengan daerah yang berada di wilayah subtropis.

3. Iklim Panas: Sabana

Iklim panas merupakan unsur kedua yang fungsinya membatasi perkembangan politik. Zona iklim panas ini terdapat di sepanjang garis ekuator dan kawasan yang berbatasan dengan ke arah kutub.

Dataran-dataran rendah tropika di dunia udaranya selalu panas tetapi lembap. Sifatnya yang serba monoton ( panas dan lembap tanpa selingan) itulah yang menjadikan wilayah tersebut tidak baik untuk tempat tinggal manusia. 


Hujan yang turun sehari-hari dapat mencuci tanah (soil leaching) sehingga tidak subur bagi pertanian.
Padang sabana di Afrika
Udara yang terik serta lembap juga melemahkan tubuh manusia untuk bekerja keras, vitalitasnya lekas menurun drastis dalam berbagai usahanya. Hanya di daerah-daerah pantai dan lereng-lereng pegununggan saja, Karena pengaruh angin laut atau angin gunung yang suhunya dapat sedikit sejuk, disitu penduduk dapat menyelenggarakan kehidupannya yang layak.

Bagian kedua dari wilayah tropika adalah yang bermusim kering, ini lebih memberikan kemungkinan pada manusia. Musim kering fungsinya seperti mematahkan monotoni tropika. Disitu akal manusia dapat diasah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kondisi optimal secara klimatis bagi manusia di wilayah tropika kedua ini, berupa musim kemarau (kering) yang agak pendek, seperti di India, Srilanka, Jawa dan Kuba. Penduduk di tempat ini amat padat: dibandingkan dengan kawasan lain di bumi, justru paling padat. 

Hasil pertanian bahan pangan seperti padi dan jagung ditanam sebanyak-banyaknya. Namun makin ke pinggiran di mana musim keringanya lebih panjang dan curah hujannya cenderung langka, di situ muncul bentang alam berupa stepa dan sabana.

Wilayah-wilayah yang iklimnya terlalu terik menurut pengalaman sejarah, dapat menghambat munculnya perkembangan politik yang modern.

4. Iklim Kering: Stepa

Unsur keempat yang fungsinya menghambat perkembangan politik adalah kekeringan. Wilayah-wilayah dipermukaan bumi yang terdiri atas gurun-gurun dapat menyajikan penghidupan bagi manusia apabila dapat menyajikan air dalam jumlah yang cukup untuk mendukung usaha pertanian penduduk atau menyediakan sumber daya tambang yang dapat diolah.

Pada kawasan yang memiliki irigasi yang luas disitu dapat lahir suatu satu kesatuan politik yang penting. Wilayah yang memiliki saluran irigasi paling menguntungkan bagi lahirnya peradaban manusia, jika dibandingkan dengan wilayah tropika yang monoton panas iklimnya.

Stepa merupakan bagian dari wilayah beriklim kering (semi-arid). Penduduknya adalah kaum Nomad yang bertahan hidup beradad-abad di daerah beririgasi di antara stepa itu. Menurut sejarah perpindahan bangsa Nomad ke stepa-stepa itulah yang mendorong serbuan-serbuan masuk negara agraris.

Kondisi iklim kering (semi-arid) dalam sejarahnya, menghasilkan penduduk Nomaden yang serba positif mentalitasnya serta jasmaninya dan mampu menggerakkan munculnya kekuasaan penting setempat dan di wilayah sekitarnya yang jauh.

Padang stepa

Selasa, November 12

Konsep Dasar Meteorologi dan Klimatologi

Konsep Dasar Meteorologi dan Klimatologi

Belajar geografi pastinya akan ketemu dengan yang namana meteorologi dan klimatologi. Keduanya adalah studi yang sama-sama mempelajari terkait atmosfer. 

Atmosfer berasal dari dua kata Yunani, yaitu atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bulatan. Jadi atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan gas yang menyelubungi bulatan bumi. 

Keadaan atmosfer pada suatu saat atau sementara disebut cuaca, sedangkan rata-rata dari cuaca dalam periode yang panjang disebut iklim. 

Meteorologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu meteoros, yang artinya benda yang ada di dalam udara dan logos artinya ilmu atau kajian. 

Jadi meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi di dalam atmosfer terutama pada lapisan bawah yaitu troposfer. 

Klimatologi berasal dari kombinasi dua kata Yunani yaitu klima yang diartikan sebagai kemiringan (slope) bumi yang mengarah pada pengertian lintang tempat, dan logos yang diartikan sebagai ilmu. 

Klimatologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari jenis iklim di muka bumi dan faktor penyebabnya (Bayong, 2004).
Meteorologi dan Klimatologi mempelajari dinamika atmosfer
Iklim dan cuaca memiliki banyak kesamaan, tetapi keduanya tidak identik. Cuaca adalah total dari keseluruhan variable atmosfer di suatu tempat dalam periode waktu yang singkat, ini merupakan apa yang manusia alami sehari-hari. 

Misalnya cuaca di Surabaya berawan, temperature udara 31 derajat C, kelembaban udara 85% dan kecepatan angin18 km/jam. Ilmu tentang cuaca disebut meteorologi. Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang lebih luas dan dalam waktu yang cukup lama. Ilmu tentang iklim disebut klimatologi.

Iklim merupakan kelanjutan dari hasil pencatatan unsure-unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu minimal 10 tahun lamanya. Unsur-unsur iklim sama dengan unsur-unsur cuaca yaitu intensitas penyinaran matahari, suhu udara, angin, tekanan udara, awan, kelembaban dan curah hujan. 


Data yang diperoleh dari meteorologi digunakan untuk penentuan iklim suatu wilayah. Oleh karena itu maka meteorologi dan klimatologi mempunyai hubungan yang sangat erat.

Jadi kata kunci untuk membedakan meteorologi dan klimatologi adalah pada skala luas dan waktunya ya teman-teman. 
Berbagai pertimbangan yang menyebabkan ilmuwan tertarik mengkaji atmosfer bumi diantaranya adalah: 
(1) Atmosfer melindungi penghuni bumi dari radiasi gelombang pendek matahari yang sangat kuat. Pada lapisan stratosfer terdapat ozon (O3) yang dapat menyerap radiasi matahari; 
(2) Banyak gejala atmosfer yang menarik dan perlu dikaji misalnya terjadinya awan dan hujan, badai tropis, perubahan iklim; 
(3) Atmosfer sebagai sumber alam yang perlu dieksplorasi dan dieksploitasi misalnya teknologi hujan buatan, memanfaatkan energi angin;
 (4) Atmosfer sebagai media transportasi udara yang peka terhadap awan cumulonimbus (cb) merupakan bahaya bagi dunia penerbangan dan harus dihindari; 
(5) Atmosfer sebagai tempat pembuangan zat pencemar, zat tersebut ada yang beracun dan berbahaya bagi manusia. Jika suhu dipakai sebagai dasar pembagian atmosfer, maka diperoleh lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer; 
(6) Atmosfer sebenarnya dapat dikendalikan manusia tergantung dari bagaimana perlakuan manusia terhadap atmosfer.
Sumber: Modul Geografi Abad 21

Senin, November 11

Urutan Ranking Gas Penyusun Atmosfer

Urutan Ranking Gas Penyusun Atmosfer

Atmosfer tersusun atas berbagai macam jenis gas yang tentunya punya manfaat tersendiri bagi kehidupan. 

Tidak ada planet lain di tata surya yang punya kelengkapan gas penyusun atmosfer seperti bumi. Jadi kita harus bersyukur punya gas-gas yang mampu menopang kehidupan mahluk hidup.

Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak tampak dan tidak berwarna. Empat gas yaitu nitrogen, oksigen, argon dan karbon dioksida meliputi hampir seratus persen dari volume udara kering. 

Gas lain yang stabil adalah neon, helium, metana, krypton, hydrogen, xenon dan yang kurang stabil termasuk ozon juga terdapat di atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil. 

Selain udara kering lapisan atmosfer mengandung air dalam ketiga fasenya dan aerosol atmosfer. 

Oleh karena itu udara kering yang murni di alam tidak pernah dijumpai karena ada dua alasan yaitu adanya uap air di udara yang jumlahnya berubah-ubah dan selalu ada injeksi zat ke dalam udara misalnya asap dan partikel debu.
Susunan gas atmosfer
Berikut ini rangking urutan gas penyusun atmosfer Bumi dari yang terbanyak:
Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam jumlah paling banyak, yaitu meliputi 78%. 

Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain tetapi pada hakekatnya unsur ini adalah penting karena nitrogen merupakan bagian dari senyawa organik.

Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energy hidup. Oksigen dapat bergabung dengan unsur kimia lain yang dibutuhkan untuk pembakaran.

Karbon dioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan hewan kemudian dibutuhkan oleh tanaman. 


Karbon dioksida merupakan salah satu senyawa kimia udara yang terdiri dari satu bagian karbon dan dua bagian oksigen. Karbon dioksida menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse effect) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. 

Dengan demikian kenaikan konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi.

Neon (Ne), Argon (Ar). Xenon (Xe). Krypton (Kr) disebut gas mulia karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain. Meskipun gas ini kurang penting di atmosfer namun neon biasanya dipakai dalam iklan dan argon dipakai untuk bola lampu cahaya listrik.


Helium (He) dan Hidrogen (H2) sangat jarang di udara kecuali pada panas yang tinggi. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon meteorology.


Ozon (O3) adalah gas sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat terutama pada ketinggian antara 20 – 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Ranking gas atmosfer
Uap air (H2O) sangat penting dalam proses cuaca dan iklim, karena dapat berubah fase (wujud) menjadi fase cair atau fase padat melalui kondensasi dan deposisi.

Sumber: Modul Geografi Abad 21

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close