Guru Geografi: Meteorologi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 22

Tipe Hujan: Orografik, Zenithal dan Frontal

Tipe Hujan: Orografik, Zenithal dan Frontal

Pada umumnya, wilayah di Indonesia punya curah hujan relatif tinggi karena 70% wilayahnya terdiri dari lautan dan berada di wiayah iklim tropis. Hal itu menyebabkan pemanasan tinggi, penguapan besar dan curah hujan pun akan tinggi. Rata-rata curah hujan di Indonesia tiap tahun berada di angka 2.000-3.000 mm. 

Daerah yang curah hujannya kurang dari 1.000 mm setahun sangat sedikit. Sementara daerah yang punya curah hujan tinggi (>3.000 mm per tahun) diantaranya pantai utara Bangka Belitung, Baturaden dan Bukit Barisan. 

Baca juga:
Soal hots mitigasi bencana 
Pembahasan osk geografi 1-100

Daerah yang punya curah hujan sedikit diantaranya Pegunngan Ijen, Pnatai Timur Laut Sumba dan Lembah Palu (530mm). Hal ini disebabkan daerah tadi berada pada daerah bayangan hujan. Menurut proses pembentukannya, hujan terbagi menjadi hujan orografik, hujan zenithal dan hujan frontal. 

Hujan pada dasarnya adalah salah satu bentuk presipitasi. Hujan terbentuk karena awan yang sudah jenuh akan air di atmosfer sehingga turun ke bumi oleh bantuan gravitasi bumi. Ada juga hujan yang tidak sampai permukaan bumi atau disebut juga virga.\
Hujan Orografik
Hujan ini terjadi karena angin yang telah melalui lautan luas dan kaya uap air naik menuju puncak pegunungan. Jika semakin tinggi angin yang basah itu akan mengalami penurunan suhu hingga mencapai titik jenuh kemudian turun kembali di lereng tersebut. Di sebelah lereng tempat angin turun yang miskin upa air dan kering disebut daerah bayangan hujan arau shadow rain.
Tipe Hujan: Orografik, Zenithal dan Frontal
Hujan Orografik
Hujan Zenithal
Hujan ini disebut juga hujan konveksi dan terjadi di daerah ekuator. Hal ini disebabkan daerah ekuator sepanjang tahun menerima pemanasan yang banyak. Masa udara yang panas lalu akan naik menacapai titik zenith sampai terbentuklah awan hujan. Setelah awan hujan terbentuk maka hujan akan turun dan terjadilah hujan zenithal. Hujan konveksi ini pada umumnya sering turun pada sore hari.
Tipe Hujan: Orografik, Zenithal dan Frontal
Hujan Konveksi
Hujan Frontal
Hujan ini terjadi bila udara pana yang mengandung uap air naik ke atas udara dingin. Hujan front banyak terjadi di daerah depresi front contohnya daerha subtropis dan sedang. Bidang pertemuan udara panas dan dingin inilah yang disebut front. Front juga banyak mendatangkan hujan badai ekstrim. Baca juga: Soal UTBK Geografi + Kunci
Tipe Hujan: Orografik, Zenithal dan Frontal
Hujan Frontal
Gambar: geographyalltheway.com

Rabu, Desember 28

Alat-Alat Pengukur Cuaca Iklim

Alat-Alat Pengukur Cuaca Iklim

Bagaimana cara seorang meteorolog memprakirakan cuaca harian?. Tentunya mereka pasti memiliki berbagai instrumen yang digunakan untuk menganalisa data cuaca iklim. Berikut ini alat-alat ukur cuaca iklim beserta kegunaannya.

1. Termometer
Suhu udara diukur dengan alat yang dinamakan termometer. Kertas yang berisikan catatan suhu dinamakan termogram. Termometer yang digunakan untuk mengukur suhu udara diantaranya termometer air raksa, termometer maksimum tipe Six Belani, termometer binetel, termometer Bourdan, termometer tahanan dan termometer higrograf. Garis pada peta yang menunjukkan daerah dengan suhu sama dinamakan isoterm.
2. Barometer
Udara memiliki massa sehingga dapat menekan permukaan bumi. Tekanan ini dinamakan tekanan udara. Tekanan udara bervariasi tergantung pada waktu dan tempat dimana udara itu berada. Besarnya tekanan uadara dinyatakan dalam milibar (mb). Alat untuk mengukur tekanan udara dinamakan barometer. 

Barometer air raksa ditemukan oleh Torricelli pada tahun 1644. Alat ini tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat lain. Alat pengukur tekanan udara yang lain adalah barometer aneroid. Barometer ini mudah dibawa ke tempat lain. Barometer ini juga dapat digunakan untuk mengukur tinggi tempat di atas permukaan laut.

Barometer aneroid ini terdiri dati ruang hampa, pegas dan jarum penunjuk. Dengan adanya tekanan udara maka jarum penunjuk akan menunjukkan besarnya tekanan udara pada saat itu di tempat tersebut. 

Di lapisan atmosfer lapisan bawah, tekanan udara akan turun 1 mb jika tinggi pada atmosfer berbeda 8 m. Semakin ke atas maka tekanan udara turun 1 mb jika perbedaan tinggi pada atmosfer lebih dari 8 m.

Ada beberapa tempat di permukaan bumi yang bertekanan udara sama yang digambarkan dalam peta dengan garis isobar. 
 
Alat-Alat Pengukur Cuaca Iklim
Alat Ukur Cuaca, ic: tes.com
3. Bendera angin, Kantong angin, Anemometer dan Anemograf
Angin memiliki arah dan kecepatan. Untuk menentukkan arah angin digunakan bendera angin dan kantong angin. Arah bendera angin itu selalu menunjuk arah darimana asal angin tersebut datang. 

Kecepatan angin diukur dengan alat yang disebut anemometer. Bila bagian yang cekung ditimpa angin, maka berputarlah mangkok-mangkok tersebut. Kecepatan angin dapat dibaca pada skala dan hasil catatannya disebut anemogram. satuan kecepatan angin adalah km/jam atau knot (1 knot = 1,85 km/jam). Arah dan kecepatan angin pada suatu saat dapat diketahui melalui anemograf.

Perbedaan tekanan udara pada beberapa lokasi menimbulkan aliran udara yang disebut angin. Angin bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Arah dan kecepata angin dapat diketahui dengan berbagai cara antara lain dengan bendera angin. Bagimana dari bendera atau kantong yang menunjukkan arah datangnya angin?. Arah angin dinyatakan dalam derajat.

Pada posisi 360 derajat berarti angin utara, 90 derajat angin timur, 180 derajat angin selatan dan 270 angin barat. Penyelidikan mengenai arah dan kecepatan angin pada lapisan udara digunakan Balon pilot. 

Balon itu terbuat dari karet berwarna merah dan diisi dengna gas hidrogen. Setelah balon dilepas kemudian diikuti dengan teodolit. Teodolit adalah teropong yang dapat mengukur sudut horizontal dan vertikal. Balon itu naik dengan kecepatan 100 -300 m setiap menit. Dengan mengetahui kedudukan balon tiap menit diketahui pula arah dan kecepatan angin pada ketinggian tertentu. 

Data diatas 7 km diperoleh dengan menggunakan alat yang disebut rawin. Rawin terdiri dari balon yang lebh besar yang dilengkapi dengan reflektor atau pemancar radio. 
Alat-Alat Pengukur Cuaca Iklim
Stasiun Meteorologi, pic: weatherforschools.me.uk
4. Higrometer
Kelembaban udara ada dua macam yaitu kelembaban absolut dan kelembaban relatif. Kelembaban adalah jumlah kandungan uap air yang dikandung udara per satuan ukuran tertentu. Alat ukur kelembaban adalah higrometer.

5. Alat Ukur Curah Hujan
Curah hujan adalah banyaknya air hujan yang jatuh sampai ke permukaan bumi. Satuan curah hujan adalah mm yang diukur selama 24 jam sehingga ditemukan jumlah curah hujan harian, bulanan dan tahunan. 

Banyaknya curah hujan diukur dengan alat ukur curha hujan yang dinamakan ombrometer. Ombrometer dipasang di tempat yang terlindung oleh pohon atau bangunan. Ombrometer tipe Hellman dapat berkerja otomatis. 

Jika air yang tertampung sudah penuh air dalam tabung akan mengalir melalui pipa dan masuk ke penadah.  Karena air dalam tabung telah habis, pena dalam tabung akan turun sampai 0 lagi. Pias ombrograf diganti tiap pukul 07.00. Tempat di peta yang menunjukkan curah hujan yang sama dinamakan isohyet. Baca juga: Mengatasi kipas laptop berisik dan panas

Minggu, Desember 25

Iklim Koppen dan Sebarannya di Bumi

Iklim Koppen dan Sebarannya di Bumi

Sistem Klasifikasi Iklim Koppen adalah sistem yang paling banyak digunakan untuk mengklasifikasikan iklim di dunia. Kategori yang digunakan berdasarkan rata-rata tahunan dan bulanan curah hujan dan suhu. 

Sistem Koppen mengklasifikasikan iklim ke dalam 5 jenis tipe yang setiap jenisnya diawali oleh huruf kapital. Baca juga: Ciri tanah podsolik dan pengusahannya

A = Hutan hujan tropis dengan ciri semua bulan memiliki suhu rata-rata di atas 18⁰C.
B = Iklim kering dengan ciri curah hujan minim sepanjang tahun.
C = Iklim sedang dengan musim dingin hangat.
D = Iklim sedang dengan musim dingin sangat kering.
E = Iklim kutub dengan musim dingin dan panas yang ekstrim.

Iklim Hujan Tropis (A)
Iklim ini tersebar di wilayah utara dan selatan dari ekuator yaitu 15 hingga 25 derajat lintang. Tipe iklim ini semua bulannya memiliki suhu diatas 18 derajat C. Presipitasi tahunan berkisar di angka 1500 mm. 

Ada 3 distribusi tipe iklim berdasarkan sebaran curah hujannya. Af atau tropis basah merupakan tipe iklim dimana presipitasi terjadi setiap tahun. Baca juga: Tipe-tipe pertanian di Indonesia

Suhu bulanan bervariasi dengan kisatan perubahan kurang dari 3 derajat C. Karena intensitasi pemanasan dan kelembaban tinggi, awan cumulus dan cumulonimbus selalu terbentuk saat sore hari hampir setiap hari. Suhu siang hari bisa mencapai 32 derajat C sementara malam hari rata-rata suhunya 22 derajat C. 

Am adalah tipe iklim tropikal monsun. Rata-rata curah hujan sama atau lebih besar dari Af namun presipitasi terjadi pada 7 - 9 bulan terpanas. Selama musim kering atau panas sangat minim curah hujan. Aw merupakan iklim sabana dengan ciri presipitasi pada musim hujan kurang dari 1000 mm dan hujan hanya turun di musim panas. Baca juga: Konsep interaksi dalam geografi
Iklim Koppen dan Sebarannya di Bumi
Sebaran Iklim Koppen dunia, pic: Britannica.com
Iklim Kering (B)
Fitur iklim paling jelas dari tipe ini adalah evaporasi dan transpirasi yang dominan dibanding presipitasi. Tipe iklim ini membentang dari 20 - 35 derajat lintang utara dan selatan khatulistiwa dengan dikelilingi oleh pegunungan disekitarnya. Distribusi iklim ini terdiri dari:

Bw, yaitu iklim gurun. Iklim ini meliputi 12% daratan bumi dan didominasi oleh vegetasi xerophytic. Tambahan huruf h dan k umumnya digunakan untuk membedakan apakah iklim ini ditemukan di daerah subtropis atau di ekuator.

Bs, merupakan iklim stepa. Adalah iklim padang rumput yang mencakup 14% permukaan daratan bumi. Menerima presipitasi lebih banyak dari Bw baik di zona konvergensi antar tropik atau  lintang tengah. Sekali lagi Tambahan huruf h dan k umumnya digunakan untuk membedakan apakah iklim ini ditemukan di daerah subtropis atau di ekuator.

Baca juga:
Lokasi dan sejarah peradaban sungai Nil Afrika 
Soal USBN Geografi 2018 dan jawabannya 
Teori pertumbuhan ekonomi klasik 
Fenomena pra dan pasca vulkanisme

Iklim Subtropis Lembab (C)
Iklim ini umumnya punya musim panas lembab dan hangat dengan musim dingin ringan dan hangat. Iklim ini berada di daerah antara 30-50 derajat lintang terutama di perbatasan timur dan barat di berbagai benua. 

Selama musim dingin fitur cuaca utama siklon tengah dengan badai konvektif mendominasi musim panas. Tiga jenis distribusi iklim C adalah Cfa (subtropis lembab), Cs (mediteran) dan Cfb (iklim laut).

Iklim Benua Lembab (D)
Iklim ini memiliki suhu hangat dan sejuk saat musim panas. Lokasi sebaran iklim ini berada dekat wilayah lingkar kutub. Rata-rata suhu bulan terhangat adalah lebih besar dari 10 derajat C sementara bulan terdingin berkisar kurang dari -3 derajat C. 

Musim dingin banyak terjadi badai salju, angin kencang dan lebih dingin berasal dari massa udara Arktik. Seperti halnya iklim C, iklim D punya 3 turan yaitu Dw (dingin kering), Ds (panas kering), Df (basah setiap musim. Baca juga: Perbedaan meteorologi dan klimatologi

Iklim Kutub (E)
Iklim kutub memiliki suhu dingin sepanjang tahun dengan bulan terhangat bersuhu kurang dari 10 derajat C. Iklim kutub ditemukan di wilayah utara Amerika, Eropa, Asia dan Greenland, Antartika. 

Dua sub iklim ini adalah Et (tundra kutub) adalah iklim dimana tanahnya membeku hingga kedalaman ratusan meter atau disebut jga permafrost. Vegetasi dominan adalah mosses, lichens dan dwarf tress. Ef adalah iklim tutupan es dimana permukaannya memiliki salju atau es abadi seperti di Himalaya dan Antartika.

Baca juga:
Grafik gerak smeu tahunan matahari dan perubahan musim 
Jenis tumbuhan hutan hujan tropis
Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Rabu, Desember 14

6 Unsur Cuaca dan Iklim Meteorologi

6 Unsur Cuaca dan Iklim Meteorologi

Kamu sering kan melihat prakiraan cuaca di berita?. Ko bisa mereka mengetahui prakiraan cuaca harian, mingguan sampai bulanan sih. Mereka berpatokan pada unsur-unsur cuaca dan iklim. Dengan mengenali pola, menghitung dan menganalisa unsur-unsur cuaca tersebut maka prakiraan cuaca dapat dilihat. Baca juga: mengapa kita butuh AMDAL

Setidaknya ada enam unsur cuaca dan iklim yang harus dipahami oleh seorang geografer atau meteorologist yaitu: suhu, tekanan udara, kelembaban, angin, curah hujan dan awan.
6 Unsur Cuaca dan Iklim Meteorologi
Prakiraan Cuaca Mobile, pic: media02.hongkiat.com
Suhu merupakan derajat panas molekul udara di atmosfer. Suhu permukaan bumi sangat bervariasi alias berbeda satu sama lain. Suhu di Bandung akan berbeda dengan suhu di Bekasi misalnya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan intensitas suhu permukaan bumi yaitu:

a. sudut datang matahari
Merupakan sudut yang dibentuk oleh berkas sinar matahari pada bidang permukaan bumi. Sinar matahari merupakan gelombang elektromagnetik dengan arah gelombang lurus. Makin tegak lurus sinar matahari maka panas yang diterima objek semakin besar, sedangkan semakin miring sudut datang sinar matahari maka panas yang diterima semakin berkurang. 
b. lama penyinaran
Intensitas penyinaran matahari di berbagai tempat sangat bervariasi tergantung letak astronomis nya. Di wilayah tropis Indonesia, penyinaran matahari lebih lama dibanding daerah subtropis. Lama siang di daerah tropis berkisar 12 jam penuh setahun, beda halnya dengan daerah subtropis yang bervariasi kadang siangnya bisa lebih dari 12 jam atau kurang dari 12 jam. Baca juga: Teori terbentuknya jagat raya
c. relief bumi
Relief ini terkait bentuk permukaan bumi apakah itu datar, bergelombang atau licin. Makin datar tempat maka panas yang diterima semakin besar. Semakin kasar relief bumi maka panas yang diterima semakin sedikit. Tanah lebih cepat menerima dan melepas panas dibandingkan perairan.
d. topografi
Ketinggian tempat memengaruhi suhu atmosfer atau disebut iklim vertikal. Semakin tinggi tempat di troposfer maka suhu semakin rendah, berkisar turn 0.6 derajat per 100 m.
e. awan
Kalau di atas tempat ada awan maka sinar matahari akan terhalang sehingga daerah di bawahnya akan berkurang panasnya karena diserap awan. 
6 Unsur Cuaca dan Iklim Meteorologi
Daerah Pegunungan suhu nya relatif lebih dingin, pic: deniscomm.wordpress.com
Tekanan udara, merupakan gaya yang ditimbulkan karena udara memiliki berat. Tekanan udara berubah-rubah karena dipengaruhi oleh suhu. Suhu tinggi maka tekanan tinggi sedangkan suhu rendah maka tekanan rendah. Perbedaan tekanan udara ini menyebabkan terbentuknya angin. Baca juga: Menghitung kemiringan lereng

Kelembaban udara, adalah banyak sedikitnya uap air yang dikandung dalam massa udara padat dalam waktu tertentu. Kelembaban dibagi menjadi kelembaban mutlak dan kelembaban relatif.

Angin, merupakan udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Angin dapat membawa uap air atau udara panas yang menyebabkan variasi cuaca di bumi.

Curah hujan, adalah jumlah air yang turun di suatu daerah pada waktu tertentu. Curah hujan diukur dalam satuan milimeter per bulan atau tahun.

Awan, merupakan kumpulan uap air yang menyatu sehingga membentuk gumpalan seperti kapas di udara. Jenis awan beranekaragam dan tiap awan dapat menandakan kondisi cuaca atmosfer tertentu. Awan cumulus identik dengan hujan ringan, cumulonimbus identik dengan hujan badai, sirus identik dengan cuaca cerah. 

Itulah unsur-unsur cuaca dan iklim yang dapat digunakan untuk memprediksi pola cuaca di bumi. Jadi sebenarnya dengan mengenali setiap unsur tersebut kita bisa memprediksi cuaca yang akan terjadi. Baca juga: Iklim Indonesia itu tipe Af lho!

Jumat, Desember 9

Perbedaan Es dan Salju

Perbedaan Es dan Salju

Mengapa air yang membeku muncul dalam bentuk salju dan es?. Pernahkah kalian bertanya demikian?. Air dapat memiliki beragam bentuk wujud dan hal tersebut dipengaruhi oleh suhu dan tiga bentuk umum yaitu uap air, cairan dan es. 

Salju dan es dibentuk dari material yang sama namun salju terbentuk dari kristal dengan bentuk yang teratur sedangkan es berbentuk lembaran atau potongan padat. Baca juga: Macam-macam proyeksi peta

Perbedaan es dan salju terletak pada bagaimana air membeku menjadi bentuk padat. Uap air tidak dapat dilihat namun dapat mendingin membentuk tetesan air tipis yang dapat dilihat sebagai awan jika berkumpul. 

Anda dapat mengamati uap saat masak air di panci. Pada dasarnya nilai temperatur udara lah yang menyebabkan air bisa berwujud es atau salju. Baca juga: Fakta tentang black hole

Apa itu Es?
Es adalah bentuk beku dari air dan terjadi secara alami namun es dapat dibentuk secara artifisial juga. Es dapat terbentuk secara artifisial di dalam kulkas kita. Es digunakan untuk minuman dingin di kala musim panas. Es juga bisa digunakan untuk menghasilkan seni seperti patung es.

Apa itu Salju?
Salju adalah tetesan air beku yang tersusun atas kristales heksagonal simetris yang lembut serta putih. Salju terbentuk karena kondisi musiman  dan iklim. Dengan kata lain salju alami turun ke permukaan bumi sesuai dengan musimnya di daerah subtropis. 

Es pada dasarnya dapat dibuat namun salju tidak dapat dibentuk secara artifisial. Inilah yang dapat dibedakan dari es dan salju. Kita tidak bisa membuat salju seperti halnya membuat es di frezer kulkas. Salju hanya terbentuk secara alami karena efek kondisi cuaca dan iklim. Meski salju dapat dibuat secara manusia tapi itu tidak bisa menyerupai aslinya.

Berikut ini perbandingan antara es dan salju dalam berbagai aspek
Perbedaan Salju dan Es
Kucing Tertimpa Salju
Definisi
Es: tebentuk dari air yang membeku
Salju: terbentuk dari uap air yang membeku

Karakteristik
Es: terbentuk dari angin/hembusan yang dingin 
Salju: terbentuk alami dari efek cuaca dan iklim musim dingin di lintang tinggi

Pembuatan 
Es: orang dapat membuat es dengan bantuan kulkas
Salju: tidak dapat dibuat selain cara alamiah oleh musim

Makanan dan minuman
Es: dapat digunakan pada berbagai macam produk minuman
Salju: tidak dapat digunakan dalam makanan dan minuman

Aktifitas Wisata
Es: digunakan olahraga seperti ice skating
Salju: digunakan untuk olahraga snowboarding atau perang salju

Baca juga:
Main ke Bukit Panten Majalengka yuk!
Perbedaan geosentris dan heliosentris

Rabu, Desember 7

Jenis-Jenis Front Cuaca

Jenis-Jenis Front Cuaca

Kalian yang pernah ikut Olimpiade Geografi atau Kebumian pasti pernah mendengar kata front dalam materi meteorologi. Pada tahun 1919, Jacob Bjerknes, putra seorang ahli meteorologi Norwegia mencatat, Vilhelm Bjerknes, mengumumkan penemuan massa udara dan front. Sebelum itu, ia berpikir bahwa jika saat ini terjadi cuaca dingin, itu hanya udara kemarin dengan beberapa panas yang hilang ke ruang angkasa.

Atau jika hari ini ternyata menjadi lebih hangat, maka diasumsikan bahwa itu adalah udara kemarin dengan beberapa panas yang ditambahkan ke dalam udara. Tapi Bjerknes menyadari bahwa ada massa udara dingin dan hangat yang melanda di seluruh dunia dan bertemu satu sama lain dan membentuk sebuah bidang atau front dan menghasilkan perubahan cuaca di sekitar batasnya. Baca juga: Bagaimana aurora bisa muncul?

Saat massa udara hangat dan dingin bertemu, mereka sebenarnya tidak bercampur namu membentuk sebuah bidang yang disebut front dengan panjang ratusan mil. Ada 4 jenis front dalam dunia meteorologi yaitu sebagai berikut:

1. Front dingin (Cold Front)
Terbentuk saat massa udara dingin menekan massa udara hangat dari bawah yang menyebabkan udara hangat naik. Dampak dari front jenis ini adalah petir karena adanaya udara panas yang naik, mendingin dan memebntuk awan badai. Setelah itu cuaca akan kembali normal. Baca juga: Fakta tentang black hole di alam semesta
Jenis-Jenis Front Cuaca
Front Dingin
2. Front hangat (Warm Front)
Terbentuk saat udara lembab dan panas bergerak naik di atas bidang udara dingin. Dampak cuaca yang dihasilkan dari front ini adalah terbentuknya awan yang luas membawa hujan ringan, salju dan udara yang hangat.


Jenis-Jenis Front Cuaca
Front Hangat
3. Front statis (Stationary Front)
Terbentuk saat massa udara dingin dan hangat bertemu dan keduanya memiliki gaya untuk menekan satu sama lain sehingga yang terjadi adalah pemusatan cuaca di bagian tengah.  Dampak dari fenomena ini adalah awan dan kabut akan terbentuk dan bisa juga hujan atau salju. Selain itu awan hujan juga akan terbentuk berhari-hari.
Jenis-Jenis Front Cuaca
Front Statis
4. Front Tersumbat (Occluded)
Terbentuk saat udara hangat terpernagkatp oleh dua massa udara dingin. Massa udara hangat akan berada di atas sementara dua massa udara dingin bertemu di bagian bawah. Dampak dari fenomena ini adalah suhu akan turun drastis dan mendorong terjadinya angin kencang dan hujan lebat. Sumber: Houghton Mifflin Company. Baca juga: Menghitung azimuth dan back azimuth
Jenis-Jenis Front Cuaca
Front Terjepit

Senin, Desember 5

Angin Fohn dan Dampaknya

Angin Fohn dan Dampaknya

Pernahkah kamu mendengar istilah angin fohn?. Angin Fohn merupakan salah satu jenis angin lokal dan terbentuk dari massa udara yang naik ke atas pegunungan. Saat massa udara naik dari satu lereng gunung maka di lereng tersebut akan terbentuk awan hujan sedangkan di sisi lereng lainnya kering. 

Massa udara yang sudah sampai puncak pegunungan akan kehabisan uap air dan sisanya adalah udara kering yang kemudian turun di sisi lereng lain, itulah Angin Fohn. 

Di beberapa daerah Indonesia, nama angin in bermacam-macam diantaranya: Angin Bahorok, Sumatera Utara), Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat), Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur), Angin Brubu (Makassar, Sulsel), Angin Wambrau (Biak, Papua).
Angin Fohn dan Dampaknya
Proses Angin Fohn, pic:pinterest
Di Amerika Serikat angin ini disebut Angin Chinook  yang terjadi di lereng pegunungan Kanada. Angin ini berifat kering dan panas sehingga dapat menyebabkan bencana seperti kekeringan,  kerusakan lahan pertanian, memperburuk kebakaran hutan dan melelehkan salju di pegunungan. Penelitian di Amerika Serika ditemukan bahwa angin ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Ketika hangat, udara lembab dari Pasifik naik ke atas pegunungan di bagian barat Kanada, mendingin, dan pembentukkan awan terjadi. Lalu udara kering di atas lereng timur turun, sangat cepat dan panas, menciptakan angin Chinook. 

 Angin dapat mencapai kekuatan selevel badai dan meningkatkan suhu di daerah yang terkena hingga 40 derajat dalam satu jam. Angin ini banyak terbentuk saat musim dingin tiba. Baca juga: Struktur patahan Lembang Bandung

Jumat, November 25

Sirkulasi Atmosfer: Sel Hadley, Sel Ferrel dan Sel Kutub

Sirkulasi Atmosfer: Sel Hadley, Sel Ferrel dan Sel Kutub

Sejauhmana kamu memahami tentang kondisi atmosfer bumi?. Hujan, angin, badai, pelangi, global waming?. 
 
Apakah atmosfer hanya berkaitan dengan gejal tadi saja?. Untuk memahami atmosfer ini sebenarnya sangat rumit. 
 
Ada sejenis sirkulasi atmosfer yang sebenarnya kita sebagai orang awam jarang mengetahuinya. Baca juga: Pergerakan Angin Muson di Indonesia

Sirkulasi atmosfer adalah suatu fenomena yang terjadi di atmosfer bumi dan sering berhubungan dengan kondisi angin dan perubahan cuaca yang terjadi. 
 
Sirkulasi/pola gerakan angin di atmosfer merupakan suatu sistem yang sangat rumit dan sering sukar diprediksi. Jadi jika kamu berfikir bahwa pemanasan global hanya karena adanya aktifitas industri, itu salah besar. 

Jika kamu menyangka bahwa cuaca sekarang sulit diprediksi karena pengaruh pemanasan global, itu juga tidak sepenuhnya benar. 
 
Bumi merupakan benda yang berotasi, rotasi bumi mengakibatkan adanya efek corriolis (efek pembelokan/penyimpangan). 
 
Karena gaya corriolis tersebut, di atmosfer bumi ini terdapat 3 macam sel (sirkulasi udara) yang dinamakan Sel Hadley, Sel Ferrel dan Sel Kutub. 
Sirkulasi Atmosfer: Sel Hadley, Sel Ferrel dan Sel Kutub
Sirkulasi Atmosfer, pic: bbc.uk
Sel Hadley adalah pola gerakan udara yang bergerak naik di khatulistiwa dan turun di sekitar daerah subtropis. Dampak dari adanya sel ini adalah terbentuknya angin passat. 

Sel Ferrel adalah pola gerakan udara yang berasal dari daerah sekitar lintang 30
° menuju daerah kutub (lintang 60°).

Sel Kutub adalah pola gerakan udara dari kutub menuju daerah lintang 60°.

Di atas khatulistiwa, pertemuan dua sirkulasi hadley dari belahan utara dan selatan menghasilkan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). 
 
Daerah itu adalah pusat tekanan rendah karena mendapatkan intensitas penyinaran lebih tinggi dibanding daerah subtropis sehingga pembentukan awan hujan (convection zone) terjadi disini. 

Pola sirkulasi atmosfer sangatlah rumit dan banyak faktor lain yang menentukan variasi gejala cuaca di berbagai daerah. 
 
Belahan bumi utara punya massa daratan yang lebih luas dibanding selatan dan itu berpengrauh juga terhadap adanya anomali cuaca di bumi. Sekian dulu ya, nanti dilanjut lagi. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika atmosfer
Klasifikasi Iklim Junghuhn dan Vegetasinya

Klasifikasi Iklim Junghuhn dan Vegetasinya

Klasifikasi iklim di bumi ini berbeda-beda tergantung indikator yang digunakan. Iklim merupakan kondisi rata-rata atmosfer dalam jangka waktu lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. 

Salah satu peneliti yang membuat klasifikasi iklim di Indonesia adalah F. W Junghuhn.  Iklim Junghuhn merupakan salah satu model klasifikasi iklim yang popular di Indonesia. Baca juga: Klasifikasi iklim matahari

Junghuhn adalah ilmuwan berkebangsaan Jerman dan datang ke Jawa pada 1835. Sejak itulah ia tertarik menelusuri Pulau Jawa hingga Sumatera dan melakukan ekspedisi dan salah satu hasilnya membuat sistem klasifikasi Iklim Junghuhn. Ia menetap di Bandung hingga akhir hayatnya.

Junghuhn mengklasifikasikan zona iklim berdasarkan faktor topografi/ketinggian dan jenis vegetasi budidaya yang tumbuh di sana. Berikut ini klasifikasi iklim Junghuhn:

Baca juga:  
Soal UN Geografi 2016 dan jawabannya 
Fenomena pra dan pasca vulkanisme
Iklim Junghuhn dan Vegetasinya
Zonasi Iklim Junghuhn
1. Daerah panas
Ketinggian tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu berkisar 26,3° – 22°C. Jenis vegetasi budidaya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.

2. Daerah sedang
Ketinggian tempat 600 – 1.500 m dari permukaan laut. Suhu berkisar 22° - 17,1°C. Jenis vegetasi seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.

3. Daerah sejuk
Ketinggian tempat 1.500 - 2.500 m dari permukaan laut. Suhu berkisar 17,1° - 11,1°C. Jenis vegetasi diantaranya teh, kopi, kina dan sayuran.

4. Daerah dingin
Ketinggian tempat di atas 2.500 m dari permukaan laut. Suhu berkisar 11,1° - 6,2° C. Tidak ada vegetasi budidaya kecuali lumut dan bunga edelwis.

Itulah klasifikasi iklim Junghuhn yang membagi zona iklim secara vertikal. Kunjungi juga video pembahasannya di channel youtube kami ya!.


Baca juga:  
Asal mula geografi di Indonesia muncul 
Peranan cuaca dan iklm dalam kehidupan
Rumus Gradien Termis

Rumus Gradien Termis

Coba saat kamu pergi daerah pegunungan, apakah kamu merasakan suhu udara di sana lebih dingin daripada di daerah sebelumnya?. 
 
Mengapa suhu di daerah pegunungan lebih rendah dibandingkan di dataran rendah?. Jawabannya adalah karena sifat gradien termis di troposfer. Suhu udara sangat bergantung dengan ketinggian atau topografi suatu lokasi atau letak lintangnya. 

Perubahan suhu karena perbedaan ketinggian suatu lokasi jauh lebh cepat dibandingkan dengan perubahan suhu yang disebabkan oleh perbedaan letak lintang astronomis. Gradien termis ini disebut juga dengan iklim vertikal. 

Baca juga: 
Struktur Vertikal Hutan Hujan ada 4 tingkatan lho
Pengertian dan contoh konsep keterkaitan keruangan
7 Fakta ilmiah tentang Kerjaaan Fungi/Jamur

Secara umum, perubahan suhu terjadi berkisar antara 0,6℃ tiap kenaikan ketinggian 100 m. Suhu udara diukur dengan menggunakan termometer. Untuk mengetahui suhu rata-rata suatu tempat, maka rumus yang digunakan adalah Rumus Gradien Termis yaitu:

Tx = T° - (h/100 x 0,6° C)

Keterangan
Tx    = suhu rata-rata daerah yang dicari
T°     = suhu tempat yang telah diketahui
0,6°  = penurunan suhu setiap naik 100 m
h       = ketinggian lokasi

Jika T° tidak diketahui maka angka konstantanya adalah 26,3° (suhu rata-rata daerah pantai 0 mdpl).
Rumus Gradien Termis
Semakin tinggi tempat maka suhu semakin rendah, 
pic: www.lihat.co.id
Semakin rendah suhu suatu tempat titik didih pun semakin berkurang. Itulah sebabnya jika kamu memasak air di pegunungan maka air tersebut akan cepat mendidih namun cepat pula dingin. Itulah sifat istimewa dari atmosfer kita. 

Contoh soal:
Kota Rembang memiliki suhu rata-rata 25°C sedangkan kota Banjar memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Berapakah suhu rata-rata kota Banjar?. Jawab di komentar ya!.

Baca juga: 
Jenis-jenis hutan yang ada di wilayah Indonesia, mau tahu?
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close