News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 15

Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng

Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng

Kabut merupakan butiran air dalam bentuk awan sederhana yang umurnya sangat pendek dan terdapat dekat permukaan tanah. 

Kabut terbentuk pada udara diatas tanah yang memiliki suhu dingin, sehingga menyebabkan udara di atasnya mencapai titik jenuh. 

Para ahli meteorologi memiliki penjelasan yang lebih mudah lagi tentang kabut, yaitu suatu keadaan di lingkungan sekitar permukaan bumi yang hanya memiliki jarak pandang di bawah 1 km. 
Baca juga: Faktor cuaca iklim suatu tempat
Terbentuknya Kabut Radiasi, Adveksi, Evaporasi, Frontal dan Lereng
Kabut di pegunungan
Kabut dapat terbentuk melalui beberapa proses berikut:
a. Kabut radiasi atau kabut permukaan, yaitu kabut yang dihasilkan di dekat permukaan tanah yang bersuhu dingin. Tipe kabut ini biasanya cukup tipis dan terbentuk di sore menjelang malam hari. 

Saat matahari terbit, kabut ini berangsur-angsur hilang karena permukaan bumi mulai menyerap panas dari sinar matahari. Baca juga: Rumus kepadatan penduduk

b. Kabut lereng gunung, terbentuk saat udara bergerak menuju daerah yang lebih tinggi. Saat udara ditekan untuk naik, udara akan terhambat oleh bentuk lereng yang permukaannya bersuhu dingin sehingga suu udara menjadi dingin. 

Tipe kabut ini sering ditjumpai di daerah perbukitan dan pegunungan. Baca juga: Sebaran pola hujan di Indonesia

c. Kabut adveksi, yaitu kabut yang terbentuk saat udara mengalir di atas ebuah permukaan yag memiliki suhu berbeda. Udara adveksi yang hangat dapat menghasilkan kabut jika massa udara ini bergerak di atas permukaan yang dingin. 

Umumnya bentuk kabut ini menyerupai lapisan tipis yang memanjang karena titik jenuh terjadi di daerah pertemuan antara udara hangat dan dingin dan letaknya sedikit di atas permukaan tanah.

d. Kabut evaporasi, merupakan jenis tipe adveksi yang lebih khusus. Kabut ini terjadi saat kita mendapatkan udara dingin bergerak dan berada di atas permukaan air atau permukaan tanah yang hangat dan lembab. 

Dalam situasi ini kabut terbentuk karena udara hasil penguapan air yang masuk ke dalam udara dingin dan menjadi jenih. Tipe kabut ini juga disebut kabut uap atua asap laut. Baca juga: Kedudukan Planet di Tata Surya

e. Kabut frontal, adalah tipe kabut yang berhubungan dengan front cuaca khususnya front panas. Pada kondisi ini hujan yang turun dan masuk ke lapisan udara hangat diuapkan oleh lapisan ini sehingga dapat menambah jumlah uap air di atmosfer.

Kabut kemudian terbentuk saat jumlah air pada lapisan hangat mencapai titik jenuh. Baca juga: Cara menjawab soal konsep geografi tipe HOTS

Gambar: pixabay

Senin, September 11

Peranan Cuaca Iklim Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peranan Cuaca Iklim Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kehidupan manusia sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan iklim. Ada penduduk yang pakaiannya tebal karena cuacanya dingin, ada yang rumahnya tinggi karena rawan banjir dan lainnya. 

Cuaca iklim dalam skala kecil pada dasarnya bisa dimodifikasi dengan teknologi namun secara global kita tidak bisa melawan cuaca dan iklim. 

Berikut ini beberapa peranan cuaca dan iklim dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga: Terbentuknya awan di langit

1. Bidang Pertanian
Indonesia adalah negara agraris karena sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup di sektor pertanian. Cuaca dan iklim menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam mengembangkan usahan pertanian. 

Budidaya tanaman tertentu sangat erat kaitannya dengan kondisi musim. Padi sangat baik ditanam di daerah bersuhu panas dengan curah hujan cukup. 

Sementara sayuran dan buah-buahan cocok di daerah dataran tinggi dengan suhu rendah yang intensitas hujan yang tidak tinggi dan tidak rendah. Baca juga: Soal SBMPTN 2014 Geografi dan jawabannya

Cuaca dan iklim juga berperan dalam usahan perkebunan dan perikanan. Umumnya para nelayan akan mengamati kondisi laut, arah angin dan cuaca sebelum pergi melaut.

Nelayan juga tahu kapan waktu ikan-ikan berkumpul di suatu titik dengan melihat kondisi cuaca dan perhitungan kalender turun-temurun. Gambar: disini
Petani bergantung pada cuaca iklim
2. Bidang Transportasi
Cuaca dan iklim berperan dalam kegiatan transportasi. Suhu udara, keceaptan angin, awan sangat mempengaruhi kelancaran penerbangan. 

Transportasi laut juga sangat bergantung pada kondisi cuaca iklim disekitarnya seperti badai, angin, gelombang dan arus laut. 

Mobilitas transportasi darat juga bisa terganggu jika kondisi cuaca buruk seperti badai salju dan banjir.

3. Bidang Telekomunikasi
Dalam bidang telekomunikasi, cuaca iklim dapat menyebabkan berbagai hal seperi  gangguan sinyal karena angin matahari. Pohon tumbang juga dapat memutus kabel telekomunikasi. 

Adanya ionosfer di atmosfer juga membantu manusia dalam mengirim sinyal radio. Baca juga: Faktor perubahan cuaca

4. Bidang Pariwisata
Di bidang pariwisata cuaca iklim berperan dalam berbagai kegiatan seperti musim liburan. Saat musim panas, banyak orang akan liburan musim panas ke pantai atau ke gunung untuk camping. Kegiatan berselancar di pantai juga sangat dipengaruhi oleh angin dan ombak yang baik.

5. Bidang Perdagangan
Di bidang perdagangan kita tentu sering melihat fenomena musim buah. Ada buah yang melimpah saat musim penghujan dan ada yang panen di musim kemarau. Hal tersebut mempengaruhi terhadap harga jual di pasaran. 

Jika musim hujan, buah mangga akan semakin mahal karena belum panen raya sementara saat musim kemarau harganya turun karena masuk panen raya.  

Baca juga: Bedanya tornado dan puting beliung

Minggu, Agustus 27

Lapisan Ionosfer dan Fungsinya

Lapisan Ionosfer dan Fungsinya

Ionosfer terletak pada ketinggian antara 80 - 450 km di atas permukaan bumi. Jadi ionosfer masih berada dalam lingkungan atmosfer. 

Bagian utama ionosfer terdapat di dalam lapisan termosfer. Bagian bawah ionosfer terletak di bawah mesopause.

Sinar matahari mengandung berbagai macam gelombang mulai dari ultraviolet, infrared, sinar gamma hingga sinar x. Sinar gamma, sinar X dan ultraviolet diserap oleh molekul-molekul dan atom-atom nitrogen serta oksigen. 

Pada saat penyerapan itu, nitrogen dan oksigen kehilangan elektron sehingga menjadi molekul dan atom bermuatan listrik positif yang dinamakan ion. Proses ini dinamakan ionisasi atau pengionan. Pada proses ionisasi terjadi ion positif dan elektron yang bermuatan listrik negatif.

Sebenarnya proses ionisasi sudah dimulai pada ketinggian 1.000 hingga 50 km. Makin dekat ke permukaan bumi, kekuatan radiasi penyebab ionisasi makin mengecil.


 Maka dari itu di bawah 50 km tidak ada ionisasi karena radiasi penyebabnya sudah habis. Diatas 1.000 km dari permukaan bumi, ionisasi boleh dikatakan tidak ada karena sangat kecilnya massa jenis udara.

Elektron-elektron yang dilepaskan dalam proses ionisasi mungkin bertumbukkan dengan ion-ion lain. Maka dari itu menghasilkan molekul-molekul atau atom-atom netral. Proses ini disebut rekombinasi.

Jadi, proses ionisasi ini menghasilkan elektorn-elektorn bebas, namun proses rekombinasi menguranginya. Beberapa saat kemudian akan terjadi keseimbangan antara ionisasi dan rekombinasi. Dalam keseimbangan ini konsentrasi atau jumlah elektron-elektorn tiap cm3 akan tetap sama.

Berdasarkan konsentrasi elektron yang berbeda-bdan ini, maka ionosfer dapat dibagi ke dalam berbagai lapisan yaitu D, E, F1 dan F2. Lapisan-lapisan ini tidak punya batas yang tegas. Perubahan konsentrasi elektron antara lapisan-lapisan itu tidak melonjak namun kontinyu.
Lapisan Ionosfer dan Fungsinya
Lapisan ionosfer
Variasi Ionosfer
Pembentukan ionosfer disebabkan oleh radiasi matahari sehingga besarnya ionisasi bergantung pada intensitas radiasi matahari. Pada saat fajar mulai terbit, proses ionisasi dimulai. 

Makin tinggi matahari maka makin besar intensitas sinarnya sehingga ionisasi semakin besar. Setelah tengah hari, intensitas matahari mulai berkurang maka jumlah ionisasi berkurang pula.

Berubahnya ionisasi dari pagi hingga sore diikuti dengan keseimbangan baru antara ionisasi dan rekombinasi. Jadi besarnya konsentrasi elektron dan ion di dalam ionosfer mengikuti kedudukan matahari.

Pada bagian bawah ionosfer, yaitu lapisan D, E dan F1, konsentrasi elektron tertinggi terjadi pada sekitar tengah hari. Dalam bagian ini ionisasi tidak terjadi pada malam hari. Ionisasi dibagian ini dalam musim panas lebih besar dibanding saat musim dingin.

Pada bagian atas ionosfer, yaitu lapisan E konsentrasi elektron tertinggi terjadi pada tengah hari juga. Hanya saja variasinya tidak teratur. Kosentrasi elektron terdapat juga pada malam hari. 

Konsentrasi elektron tertinggi terjadi dalam musim dingin. Gejala tersebut dapat terjadi karena lambatnya proses rekombinasi dalam lapisan tersebut.

Kaitan Ionosfer dengan Radio
Ionosfer memiliki peranan penting dalam hubungan radio. Ionosfer punya sifat dapat memantulkan gelombang radio. 

Setelah mengalami pemantulan berkali-kali di ionosfer dan pada permukaan bumi maka gelombang radio dapat mencapai lokasi yang jauh. Itu sebabnya kita dapat mendengarkan siaran radio. dari pemancar yang letaknya jauh dari kita. 

Gelombang-gelombang radio yang dapat dipancarkan oleh pemancar radio dikelompokkan dalam 3 jenis:
1. Gelombang panjang, panjangnya 30.000 - 1.000 m
2. Gelombang menengah, panjangnya 1.000 - 200 m 
3. Gelombang pendek, panjangnya 200 - 10 m

Gelombang panjang pada siang hari dipantulkan antara lapisan D dan permukaan bumi. Malam hari lapisan D hilang. Pantulan yang terjadi antara lapisan E dan permukaan bumi namun lemah, tidak teratur dan hanya bersifat lokal.

Gelombang menengah dipantulkan pada lapisan-lapisan D atau E. Gelombang pendek antara 200 - 50 m dapat dipantulkan oleh lapisan F1. Sementara gelombang pendek antara 50  dan 10 m dipantulkan pada gelombang F2.

Bila gelombang pendek yang lebih kecil dari 50 m jatuh tegak lurus pada lapisan ionosfer, tidak dipantulkan namun diteruskan. Hanya yang jatuh miring pada ionosfer, dipantulkan. Gelombang-gelombang ini akan sampai ke permukaan bumi pada jarak yang jauh dar pemancarnya.

Pemancar memancarkan juga gelombang yang sejajar dengan permukaan bumi yang disebut gelombang tanah. Tipe gelombang ini cepat diserap, sehingg tidak dapat mencapai tempat yang jauh. 

Jadi di sekitar pemancar terdapat daerah yang dapat menangkap gelombang langsung atau gelombang tanah, namun pada ada daerah yang lokasinya jauh dari pemancar tidak dapat dicapai oleh gelombang radio tersebut. Daerah ini dinamakan daerah sunyi.

Untuk hubungan jarak jauh digunakan panjang gelombang yang panjangnya sekitar 20 m. Gelombang-gelombang radio dipancarkan sebagai berkas yang sempit dalam arah mendatar. 

Antena rumah dibuat secara khusus untuk dapat memancarkannya. Gelombang-gelombang itu setelah dipantulkan berulang kali antara F2 dan permukaan bumi dapat mencapai bagian lain dari bola bumi. Baca juga: Pola pemukiman desa

Panjang gelombang televisi jauh lebih kecil lagi. Gelombang ini menembus seluruh ionosfer pada semua arah. Gelombang televisi tidak dipantulkan oleh ionosfer oleh sebab itu hanya dapat ditangkap dalam daerah yang terbatas di sekitar pemancar.

Gangguan Ionosfer
Gangguan-gangguan pada matahari dapat menyebabkan ionosfer terganggu pula. Ada dua tipe gangguan yaitu gangguan dadakan dan badai ionosfer. Gangguan ionosfer dadakan terjadi tiba-tiba antara 15-30 menit durasinya. 

Gangguan ini meliputi seluruh lapisan muka bumi yang pada saat itu disinari matahari. Gangguan lain yaitu badai ionosfer, terjadi pada siang dan malam hari dan durasinya lebih lama bisa berjam-jam atau ebrhari-hari. Kedua tipe gangguan ionosfer itu mengganggu penerimaan sinyal radio. 
Gambar: disini

Senin, Juli 24

Komposisi Gas Atmosfer Bumi

Komposisi Gas Atmosfer Bumi

Lapisan atmosfer merupakan salah satu lapisan yang penting bagi kehidupan di planet Bumi. Tanpa ada lapisan atmosfer maka tidak akan ada kehidupan di planet ini. 

Kali ini kita akan sedikit bicara mengenai komposisi atmosfer. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak terlihat dan tidak berwarna. 

Empat gas yaitu Nitrogen, Oksigen, Argon dan Karbondioksida meliputi hampir seratus persen dari volume udara kering. 

Gas lain yang stabil adalah neon, helium, metana, krypton, hydrogen, xenon dan yang kurang stabil seperti ozon juga terdapat di atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil. 

Selain udara kering, lapisan atmosfer mengandung air dalam ketiga fasenya dan aerosol atmosfer. Baca juga: Bioma tundra dan cirinya

Nitrogen (N₂) terdapat di udara dalam jumlah paling banyak yaitu meliputi 78%. Nitrogen tidak langsung bergabung ddengan unsur lain tetapi pada hakekatnya unsur ini adalah penting karena nitrogen merupakan bagian dari senyawa organik. 

Salah satu tumbuhan yang bisa mendaur nitrogen adalah kacang-kacangan. Baca juga: Rumus kelembaban relatif

Oksigen (O₂) sangat penting bagi kehidupan karena mampu mengubah zat makanan menjadi energi untuk kehidupan. Oksigen mampu bergabung dengan unsur kimia lain yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. 

Tidak akan ada reaksi pembakaran jika di Bumi ini tidak memiliki oksigen. Baca juga: Genesa batuan beku

Karbon Dioksida (CO₂) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernapasan manusia dan hewan lalu dibutuhkan oleh tanaman untuk sumber energi. Karbon Dioksida merupakan salah satu senyawa kimia udara yang terdiri dari satu bagian karbon dan dua bagian oksigen. 

Karbon Dioksida dapat merupakan salah satu gas rumah kaca dan bisa menyebabkan efek rumah kaca. Kenaikan konsentrasi gas ini di atmosfer dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi atau global warming.
Komposisi Gas Atmosfer Bumi
Gas penyusun atmosfer

Neon (Ne), Argon (Ar), Xenon (Xe), Krypton (Kr) merupakan golongan gas mulia karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain. Meskipun gas ini kurang penting di atmosfer namun biasanya dapat dipakai dalam iklan dan argon bisa dipakai untuk bola lampu cahaya. Baca juga: Faktor perbedaan suhu tempat

Helium (He) dan Hidrogen (He) sangat jarang ada di udara kecuali pada suhu panas ekstrim. Gas ini adalah gas paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon cuaca.

Ozon (O₃) merupakan tipe gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas in iterdapat terutama pada ketinggian antara 20 - 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultraviolet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Uap air (H₂O) merupakan salah satu komponen penting dalam proses cuaca dan iklim karena dapat berubah fase menjadi cair, padat melalui kondensasi dan deposisi. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Gambar: disini

Kamis, Juli 20

Faktor Cuaca Iklim Suatu Tempat

Faktor Cuaca Iklim Suatu Tempat

Cuaca dan iklim di suatu daerah bervariasi ada yang panas, dingin, sedang hingga ekstrim. Kenapa cuaca bisa berubah di tiap tempat?.

Ada beberapa faktor yang mengontrol cuaca dan iklim daerah diantaranya lintang, ketinggian, jarak dari laut, pegunungan, relief daratan, angin, arus laut, kemiringan lereng, tanah dan hutan.
 
1. Lintang
Faktor ini merupakan salah satu pengontrol iklim paling penting karena sinar matahari dipengaruhi oleh letak lintang. Matahari menyinari secara vertikal di ekuator akibatnya suhu sangat tinggi. 

Di wilayah lintang tinggi, sudut sinar matahari miring sehingga suhunya lebih rendah. Umumnya suhu atmosfer semakin turun dari ekuator menuju kutub.
 
2. Ketinggian
Suhu atmosfer menurun seiring naiknya ketinggian. Ada penurunan suhu sekitar 6⁰C setiap 1.000 m kenaikan tempat. 

Meski dua tempat lintangnya sama namun cuacanya bisa berbeda karena pengaruh ketinggian. Contohnya Tasikmalaya lebih dingin dibandingkan dengan Kebumen. 
 
Daerah gurun cenderung panas di siang dan dingin di malam
 3. Jarak dari laut
Iklim suatu tempat lebih hangat dibandingkan yang jauh dari lautan. Tidak ada variasi yang besar antara siang dan malam atau musim panas dan musim dingin. 

Namun jika daerahnya jauh dari pesisir, perbedaan suhu di musim panas dan dingin sangat jelas. Tipe ini dinamakan iklim kontinental atau iklim ekstrim.
 
4. Angin
Angin memainkan peranan penting dalam iklim suatu tempat. Jika angin bertiup kencang dengan membawa banyak uap air maka potensi hujan akan tinggi. 

Selama angin muson barat, awan hujan bergerak dari Asia ke Indonesia sehingga akan menghasilkan musim hujan di bagian barat.

5. Arus Laut
Udara di daerah pesisir bisa menjadi dingin atau hangat karena pengaruh arus laut dingin atau hangat. Contohnya pantai timur Amerika Serikat dipengaruhi arus dingin Labrador dan arus hangat Gulf Stream.
Hutan cenderung lembab dan dingin
6. Pegunungan
Gerakan angin saat terhambat oleh barisan pegunungan maka akan berpengaruh terhadap iklim. Angin monsun akan terhambat oleh pegunungan Himalaya di utara sehingga menimbulkan awan berat di Bangladesh, India dan Nepal. 

Di lain sisi selama musim dingin udara dingin Asia Tengah tidak bisa menyeberangi Himalaya dan iklim sub benua tidak akan pernah seperti iklim dingin di Eropa. Baca juga: Ciri bioma tundra
 
7. Kemiringan lereng
Udara dan tanah menjadi panas di wilayah lereng gunung lewat pemanasan langsung. Tapi di sisi yang berlawanan, udara tetap dingin karena kurang mendapat sinar matahari secara langsung. 
 
8. Tanah
Struktur dan tekstur tanah memainkan peranan penting dalam perubahan suhu.Tanah berpasir di daerah tertutup akan cepat panas di siang dan cepat mendingin di malam hari. Namun tanah aluvial akan lambat menyerap panas dan lambat melepas panas sehingga suhu di atasnya akan cenderung hangat.
 
9. Hutan
Aktivitas evapotranspirasi membantu udara menjadi jenuh dengan uap air, dan lama kelamaan bisa berkondensasi menjadi hujan. Intensitas badai, siklon juga bisa berkurang oleh bantuan hutan. 

Udara di hutan tetap dingin karena sinar matahari susah menembus ke dasar hutan karena lebatnya tumbuhan kanopi. 
 
Gambar: disini, disini

Rabu, Mei 31

Pergerakan Angin Muson Di Indonesia

Pergerakan Angin Muson Di Indonesia

Indonesia terletak di khatulistiwa dan tersusun atas kepulauan yang dipisahkan oleh selatan dan laut-laut sempit. Hal ini berdampak pada pergerakan angin musiman (monsun).

Kondisi perairan dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan cuaca seperti angin yang sangat menentukan terjadinya gelombang dan arus permukaan. Angin sangat penting bagi kegiatan di wilayah perairan seperti berlayar namun angin juga bisa menimbulkan bencana. 

Baca juga:
Aliran energi dalam ekosistem
Strata hutan hujan tropis

Angin adalah salah satu unsur meteorologi yang penting dalam kelautan. Angin yang sangat kuat berupa badai sangat jarang ditemuka di Indonesia walaupun pengaruhnya dapat merambat ke Indonesia secara kecil. 

Hal ini dikarenakan adanya faktor Efek Coriolis yang menghasilkan wilayah doldrum atau tentang di kahtulistiwa. 

Badai siklom tropis sering muncul di Samudera lntang 10 derajat utara dan selatan namun akan menghilang atau berbelok saat mencapai khatulistiwa.

Pola angin yang berperan besar terhadap perubahan kondisi cuaca di Indonesia adalah angin musim atau monsun. 

Angin in terjadi karena adanya perbedaan pemanasan/pendinginan antara benua dengna laut luas di musim panas dan musim dingin. Secara umum, mekanisme angin muson adalah sebagai berikut:
Pergerakan Angin Muson Di Indonesia
Pola angin monsun melewati Indonesia

1. Di bulan Desember, Januari, Februari disebut angin musim barat atau west monsoon. Pada bulan ini belahan bumi utara sedang musim dingin dan di bumi selatan sedang musim panas. 

Pusat tekanan tinggi terjadi di atas daratan Asia dan sebaliknya di atas daratan Australia yaitu menjadi pusat tekanan rendah. Kondisi ini menyebabkan angin berhembus dari Asia menuju Australia. Angin ini membawa uap air banyak dan turun di Indonesia. 

2. Kondisi sebaliknya terjadi di bulan Juli-Agustus, yang disebut angin musim timur atau east monsoon. Kali ini angin berhembus dari Australia ke Asia.

3. Arah angin yang tidak menentu terjadi di bulan April-Mei yang biasa disebut sebagai angin musim peralihan atau pancaroba. Di bulan Oktober-Nopember terjadi musim pancaroba akhir tahun. 

Di musim ini biasanya banyak terjadi cuaca buruk seperti angin puting beliung. Cuaca kadang sangat ekstrim seperti munculnlya hujan es atau suhu yang sangat panas atua dingin sekali di malam hari. Baca juga: Objek studi geografi

Walaupun secara umum kondisi cuaca di Indonesia dapat digambarkan seperti diatas, namun jatuhnya musim penghujan dan kemarau di berbagai wilayah Indonesia berbeda-beda. Hal ini terkait beragam faktor mulai dari ketinggian, jarak ke pantai hingga kondisi vegetasi.

Selain angin musim, di pesisir pantai dapat ditemukan angin laut dan angin darat dalam skala kecil atau disebut juga angin lokal. 

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan intensitas pemanasan dan pendinginan antara daratan dan lautan saat siang dan malam hari. Baca juga: Sudah tahu gunung api lumpur Lusi?

Angin darat merupakan angin permukaan yang berhembus dari darat ke laut di malam hari. Biasanya mulai terjadi jam 5 sore hingga jam 7 malam. Sementara angin laut adalah angin yang berhembus dari laut ke darat dan biasa terjadi jam 9 pagi hingga jam 11 siang.

Gambar: victorfairen.wordpress.com

Senin, Mei 22

Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya

Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya

Aurora merupakan salah satu ilusi optik yang ada di atmosfer, tapi mengapa kita di Indonesia belum pernah melihatnya langsung?. 

Aurora merupakan iluminasi cahaya di atmosfer bagian atas pada daerah lintang tinggi. Di belahan bumi utara disebut Aurora Borealis dan di belahan bumi selatan disebut Aurora Australis.

Fenomena aurora disebabkan oleh interaksi partikel elektromagnetik (electron dan proton) angina matahari dengan atom atmosfer bagian atas. Interaksi semacam ini hanya terjadi di wilayah lintang tinggi pada zona berentuk oval yang mengelilingi kutub magnet bumi. 

Selama periode aktifitas matahari rendah, zona aurora bergeser ke arah kutub namun saat aktifitas angin matahari tinggi aurora kadang meluas ke garis lintang tengah. Baca juga: Gejala-gejala optik atmosfer

Contohnya aurora borealis terlihat di lintang 40 derajat di wilayah Amerika Serikat. Emisi aurora biasanya terjadi pada ketinggian 100 km namun bisa terjadi juga diantara 80 - 250 km di atas permukaan bumi.
Fenomena Aurora: Proses Terbentuknya dan Lokasi Munculnya
Fenomena Aurora Borealis
Aurora dapat memiliki bentuk beraneka macam seperti tirai bercahaya, busur, garis dan kadang lengkungan. Busur seragam adalah bentuk aurora yang paling stabil dan bisa bertahan selama berjam-jam dengan variasi warna yang menakjubkan. 

Sinar kehijauan biasa menutupi sebagian puncak langit dengan gradAsi merah di atmosfer bagian bawah dan berangsur berdifusi menjadi sinar putih. 

Aurora menerima energy dari partikel yang bergerak antara matahari dan bumi sepanjang bidang magnet bumi dan berputar. Partikel digerakan oleh angin matahari lalu ditangkap oleh medan magnet bumi dan dibelokan ke kutub magnet bumi. 

Mereka lalu bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen, melepaskan electron dan meninggalkan ion dalam keadaan tereksitasi. 

Ion-ion ini memancarkan radiasi dalam berbagai panjang gelombang menciptakan warna khas merah atau biru kehijauan. Baca juga: Klasifikasi iklim Junghuhn

Selain di bumi planet lain di tata surya yang punya atmosfir dan medan magnet substansial adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Mereka dapat menghasilkan aurora dalam skaala besar. 

Aurora juga dapat diamati  di bulan Jupiter Io, dihasilkan oleh interaksi atmosfer Io dengan medan magnet kuat Jupiter. Jadi di Indonesia kamu tidak bisa melihat aurora, dan harus pergi ke daerah dekat lingkar kutub.

Gambar: 66.media.tumblr.com

Selasa, Mei 9

Terbentuknya Angin Passat dan Anti Passat

Terbentuknya Angin Passat dan Anti Passat

Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertenakan minimum. Ada banyak tipe angin di dunia ini mulai dari angin yang bersifat global dan angin yang bersifat lokal. 

Kali saya akan bahas sedikit tentang angin passat dan angin antipassat. Kedua angin ini merupakan tipe angin global yang berhembus bergantian dalam satu tahun.

Angin passat adalah angin yang bertiup sepanjang tahun dari wilayah subtropis ke daerah ekuator. Angin passat terbagi menjadi angin passat timur laut yang berhembus di belahan bumi utara dan angin passat tenggara yang berhembus di belahan bumi selatan.

Di daerah tropis, kedua angin passat bertemu. Lokasi pertemuan angin passat ini disebut dengan Daerah Konvergensi Antar Tropik atau DKAT. DKAT merupakan suatu zona pusat tekanan rendah dengan suhu tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya. 

Lokasi DKAT ini bergerak setiap 14 hari ke utara dan selatan bolak balik mengikuti matahari. Baca juga: Mengenal lebih jauh DKAT.
Terbentuknya Angin Passat dan Anti Passat
Sirkulasi Angin Global
DKAT dicirikan dengan suhu yang selalu tinggi sehingga massa udara akan memuai dan naiks ecara vertikal (konvektif). Hal ini menyebabkan daerah DKAT bebas dari gangguan angin topan sehingga disebut doldrum atau daerah tenang. 

Angin anti passat adalah angin yang mengalir turun dari daerah tropis ke wilayah subtropis. Di belahan bumi utara disebut anti passat barat daya dan di belahan bumi selatan disebut anti passat barat laut. 

Angin anti passat bersifat kering dan menjadi faktor terbentuknya gurun di dunia seperti Gurun Sahara dan Gurun Australia. Angin global ini terbentuk karena adanya rotasi bumi yang menyebabkan terjadinya efek Coriolis. Baca juga: Sirkulasi Atmosfer

Gambar: gotbooks.miracosta.edu

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close