Guru Geografi: Meteorologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 28

Petrichor Penyebab Tanah Bau Harum Saat Hujan

Petrichor Penyebab Tanah Bau Harum Saat Hujan

Teman-teman pastinya senang sekali mencium bau hujan saat pertamakali menyentuh tanah bukan?. 

Mengapa saat pertamakali hujan biasa muncul bau harum tersebut?. Itu adalah petrichor teman-teman sekalian.

Bau khas hujan saat pertama kali menyentuh tanah sangat membawa "mood" gembira bagi kita manusia, setuju bukan?. 

Namun hujan pada dasarnya tidak memiliki aroma, tapi kuncinya ada pada saat-saat sebelum hujan.

Sebuah bau khas yang dikenal sebagai petrichor tidak menembus udara, berbau segar dan menyenangkan hati. Bau hujan ini sebenarnya berasal dari tanah yang menjadi lembab saat terkena butir hujan pertama kali.

Ilmuwan Australia pertama kali mendokumentasikan proses pembentukan petrichor pada 1964 dan Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology mempeljaari mekanisme prosesnya kemudian di tahun 2010an.

Petrichor adalah kombinasi senyawa kimia yang harum. Beberapa jenis minyak sihasilkan oleh tanaman. Kontributor utama dari petrichor adalah aktinobacteria. Mikroorganisme kecil ini dapat ditemukan di daerah pedesaan dan perkotaan serta di perairan laut. 

Mereka adalah hasil pembusukan bahan organik atau jasad mati menjadi senyawa kimia sederhana kemudian menjadi nutrisi untuk perkembangan tanaman dan organisme lain.
Bau hujan yang menggembirakan
Sebuah produk sampingan dari proses ini adalah senyawa organik yang disebut geosmin yang menghasilkan aroma petrochor. Geosmin adalah sejenis alkohol, memiliki aroma kuat namun struktur kimia kompleks geosmin membuatnya tercium pada tingkat sangat rendah. Hidung manusia dapat mendeteksi hanya beberapa bagian dari geosmi per triliun molekul udara.

Selama periode kekeringan panjang laju aktivitas dekomposisi melambat. Tepat sesaat sebelum hujan terjadi, udara menjadi lebih lembab dan tanah mulai mengalami pelembaban. Proses ini membantu mempercepat aktivitas aktinobakteria dan geosmin terbentuk.

Ketika tetesan air hujan jatuh di tanah, terutama permukaan berpori seperti tanah yang longgar atau beton kasar, mereka akan terpercik dan mengeluarkan partikel kecil yang disebut aerosol. 

Geosmin dan senyawa petrichor lainnya yang mungkin ada di tanah atau dilarutkan dalam tetesan hujan dilepaskan dalam bentuk aerosol dan dibawa oleh angin ke daerah sekitarnya. 

Jika curah hujan cukup tinggi, aroma petrichor dapat melakukan perjalanan dengan cepat oleh bantuan angin dan mengingatkan orang bahwa hujan segera di jalan. Aroma ini akan cepat menghilang saat hujan usai. Ayo siapa yang sedang menanti aroma khas hujan hari ini?

Jumat, Oktober 4

Fenomena Wisata Negeri Di Atas Awan, Tapi......

Fenomena Wisata Negeri Di Atas Awan, Tapi......

Beberapa waktu ini netizen heboh dengan viralnya objek wisata baru di Citorek Lebak Banten yaitu Negeri Di Atas. Teman saya pun sempat posting dan benar memang ada lautan awan dalam fotonya. 

Semenjak itu lalu virus viral melanda, dan foto-foto negeri di atas awan di Citorek pun menghiasi berbagai medsos. Ada yang benar asli dan ada juga gambar yang menunjukkan negeri awan tapi bukan yang di Citorek, biasa blogger cari trafik. Dampaknya sudah jelas ya, langsung para netizen berburu objek wisata tersebut.

Lokasi wisata yang masih baru ini langsung penuh sesak dan boro-boro dapat negeri diatas awan, malah negeri debu yang ada..he. Lalu dimana salahnya?. 

Ya salah netizen lah yang latah informasi terkait fenomena geosfer. Mengapa fenomena geosfer, karena hal ini ada kaitannya dengan proses terbentuknya awan.

Jadi bagi netizen yang ingin mendapatkan awan dibawah bukit atau gunung maka harus tahu dulu dimana, kapan dan bagaimana agar awan tersebut muncul dan kita tidak tertipu foto di medsos. Saya akan berikan penjelasannya berikut ini dari sisi geografi khusunya meteorologi.
Lautan awan dari atas bukit
A. Pengertian Awan
Awan atau cloud adalah fenomena kumpulan titik-titik air yang di atmosfer yang berasal dari penguapan lalu mengalami kondensasi. Ada banyak jenis awan di atmosfer dan awan yang muncul di bawah bukit biasa diklasifikasikan sebagai awan rendah.

B. Cara Mendapatkan Negeri Diatas Awan
Nah teman-teman kalau mau lihat lautan awan, maka syarat mutlaknya adalah jangan datang diatas jam 7 pagi. Kalau udah matahari terbit maka proses pemanasan akan melenyapkan awan tersebut. 

Mending camping dulu atau datang subuh hari, dan lebih baik jika lihat BMKG dulu, kalau malamnya hujan maka potensi lautan awan di pagi hari sangat besar.

Saat hujan hujan, awan bisa turun ke lereng gunung atau bukit karena massa jenis awan lebih besar daripada massa jenis udara di sekitarnya. Massa jenis awan menjadi lebih besar dapat disebabkan oleh bertambahnya massa awan akibat adanya uap air atau berkurangnya volume karena suhu awan berkurang. 

Fenomena jatuhnya awan di dalam udara mirip dengan jatuhnya batu dalam air karena massa jenis batu lebih besar daripada massa jenis air. Kira-kira begitulah analoginya.

Lalu dimana saja lokasi untuk melihat lautan awan?. Anda bisa ke puncak bukit atau gunung yang berada di ketinggian 1.000 mpl ke atas udah cukup untuk melihat fenomena unik ini. Tapi ingat waktunya ya!.

Jadi netizen yang cerdas, sudah tahu kan sekarang syarat untuk melihat lautan awan dari atas gunung?. Jangan terbius dulu oleh foto viral ya, cari dulu ilmunya baru datang ke lokasi biar gak ZONK!!!!. Gambar: disini

Kamis, Oktober 11

Penyebab Cuaca Panas Akhir-Akhir Ini

Penyebab Cuaca Panas Akhir-Akhir Ini

Halo teman-teman, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif. 

Teman-teman tentu akhir-akhir ini merasakan cuaca panas terik menyengat bukan?. AC di rumah saya juga hidup sehari penuh lho dan membuat bengkak tagihan listrik. 

Tapi mengapa hari-hari ini cuaca kok begitu panas sekali khususnya di wilayah Jawa?. Fenomena ini normal saja dan sangat berkaitan dengan revolusi matahari atau gerak semu tahunan matahari.

Revolusi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari selama 1 tahun. Gerak revolusi ini menyebabkan beberapa fenomena diantaranya pergantian musim, perubahan sudut datang matahari hingga rasi bintang. 

Di Indonesia gerak revolusi ini tidak begitu berpengaruh pada jenis musim karena berada di ekuator. Di daerah subtropis pergantian musim sangat jelas dari semi, panas, gugur hingga dingin.

September ini, cuaca terik melanda beberapa wilayah Jawa, Bali dan Sumbawa. Fenomena ini alami dan biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau. Musim kemarau di Indonesia dipengaruhi oleh angin muson timur yang membawa udara kering dari Australia.
Penyebab Cuaca Panas Akhir-Akhir Ini
Cuaca beberapa kota besar hari terakhir
Berikut ini kronologi cauca panas yang terjadi beberapa hari ini:
1. Gerak semu tahunan matahari saat ini berada di sekitar khatulistiwa (sekitar tanggal 22-23 September tepat di atas khatulistiwa, sehingga radiasi matahari akan tegak lurus dan sangat optimal. 

Hal ini ditandai ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34-37,5 derajat Celcius. Pantesan di aplikasi cuaca menunjukkan suhu Bekasi sekitar 35 derajat minggu ini.

2. Aliran massa udara dingin dan kering bergerak dari Australia menuju Indonesia sebelah selatan terutama di sekitar Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Udara kering dan dingin inilah yang membuat kelembaban udara kurang dari 60% di ketinggian 3.000 dan 5.000 m dari permukaan.

Jadi fenomena cuaca panas beberapa hari ini normal saja dan yang penting lagi kita sekarang sudah akan memasuki musim pancaroba dan hujan nantinya. Musim pancaroba adalah musim yang banyak mengundang penyakit karena menurunkan kekebalan tubuh. Sumber: BMKG

Jumat, Juli 27

Terjadinya Kondensasi dan Evaporasi di Atmosfer

Terjadinya Kondensasi dan Evaporasi di Atmosfer

Coba kamu seduh teh panas di pagi hari atau kopi dan perhatikan dengan seksama, pasti akan ada hembusan uap panas bukan di gelasmu?. 

Kondensasi dan evaporasi adalah dua istilah yang sering muncul di awal kali kita belajar tentang gejala cuaca. Keduanya sangat penting untuk memahami bagaimana perilaku dan bentuk air di atmosfer. 

Pengertian Kondensasi
Kondensasi adalah proses dimana air yang berada di udara berubah dari gas menjadi titik-titik air (padat). Hal ini terjadi saat uap air mendingin dan menuju titik embun sehingga lambat laun jenuh. 

Saat anda sedang mengetahui bahwa udara hangat naik ke atmosfer maka anda juga sedang mengharapkan terjadinya kondensasi. 

Kondensasi dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari juga seperti pembentukkan tetesan air di luar kaleng minuman dingin.

 Saat minuman dingin dibiarkan duduk di atas meja, uap air di udara ruangan bersentuhan dengan botol dingin atau gelas, mendingindan mengembun di bagian luar minuman.
Terjadinya Kondensasi dan Evaporasi di Atmosfer
Evaporasi di kopi panas
Kamu pasti sering menemukan dan membaca tentang pengertian kondensasi adalah proses penguapan/pemanasan, padahal kondensasi ada kaitannya dengan pendinginan. 

Saat kondensasi mendinginkan udara dalam suatu kolom udara, maka agar pendinginan terjadi maka kolom udara itu harus melepas panas ke sekitarnya. Jadi saat kita bicara efek kondensasi pada atmosfer secara keseluruhan, maka pemanasan terjadi.

Ingat dalam gelas kimia bahwa molekul-molekul dalam gas bersifat energik dan bergerak cepat sementara cairan agak lambat. 

Agar terjadi kondensasi maka molekul uap air harus melepaskan energi sehingga mereka dapat memperlambat pergerakannya. Energi tersembunyi ini disebut energi laten. Fenomena cuaca yang disebabkan kondensasi adalah embun, kabut dan awan.

Pengertian Evaporasi
Kebalikan dari kondensasi adalah evaporasi atau penguapan. Evaporasi adalah proses perubahan air menjadi uap air atau gas. Evaporasi mengangkut air dari permukaan bumi ke atmosfer. Evaporasi sama dengan pendinginan

Agar molekul air dapat berubah dari cair ke gas maka mereka harus terlebih dahulu menyerap energi panas. Molekul air melakukan ini dengan menabrakan diri satu sama lain. 

Penguapan disebut juga pendinginan karena menghilangkan panas dari udara sekitarnya. Penguapan di atmosfer merupakan langkah penting dalam siklus air. Air di permukaan bumi akan menguap ke atmosfer saat energi diserap oleh air. 

Molekul air yang ada dalam fase air bebas mengalir dan tidak dalam posisi tetap tertentu. Saat energi ditambahkan ke air oleh panas dari matahari, maka ikatan antara molekul air mendapatkan energi kinetik. 

Mereka lalu keluar dari permukaan cairan dan menjadi gas atau uap air kemudian naik ke atmosfer. 

Evaporasi di permukaan bumi berlangsung terus-menerus dan tingkat penguapan dipengaruhi oleh suhu udara, kecepatan angin dan kekeruhan. 

Evaporasi bertanggung jawa untuk beberapa gejala cuaca seperti kelembaban dan awan.

Gambar: disini

Jumat, Juli 6

Aphelion dan Kaitannya Dengan Fenomena Es di Dieng

Aphelion dan Kaitannya Dengan Fenomena Es di Dieng

Halo teman-teman sekalian, beberapa waktu ini warga Indonesia ramai membicarakan tentang fenomena embun es di Dieng dan suhu beberapa kota di Indonesia yang sangat ekstrim (dingin). 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?. Serentak langsung banyak bermunculan share terkait fenomena aphelion atau titik terjauh bumi dengan matahari sebagai biang keladinya. 

Saya lalu cek artikel dan penjelasan sana sini dan akhirnya menemukan satu jawaban yang mudah-mudahan bisa membantu kalian memahami fenomena suhu dingin dan es di Dieng.
Aphelion dan Kaitannya Dengan Fenomena Es di Dieng
Embun es di dedaunan Dieng
Kita mulai ya!. Jadi pengertian aphelion itu adalah titik terjauh bumi dari matahari dan biasa terjadi di bulan Juli. Kalau titik terdekat namanya perihelion. Mengapa ada aphelion dan periheion?. 

Karena bidang orbit planet elips tidak bulat sempurna. Lalu apakah aphelion ada kaitannya dengan suhu dingin saat ini di Jawa?. Jawabannya adalah TIDAK. 

Fenomena suhu dingin dan es di Dieng adalah karena gerak semu tahunan matahari, ingat materi HOTS geografi kelas 10?. 

Suhu udara suatu tempat itu sangat dipengaruhi oleh persebaran panas si bumi akibat perubahan posisi matahari tahunan (gerak semu tahunan). Saat ini nih matahari ada di belahan bumi utara (Juli) jadi belahan bumi selatan sedang musim dingin. 
Aphelion dan Kaitannya Dengan Fenomena Es di Dieng
Grafik gerak semu tahunan matahari
Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada di utara. Akibatnya adalah angin bertiup dari selatan ke utara. Gara-gara angin ini pula yang mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia dilanda kemarau. Wes, sudah paham proses awalnya. Lanjut.

Di Indonesia nih di saat kemarau, angin muson berhembus dari arah Australia yang sedang musim dingin. Kok di ausie dingin?. (Cek lagi posisi gerak semu tahunan matahari). 

Ini yang menyebabkan penduduk Jawa saat ini mengalami suhu dingin dan tidak ada kaitannya dengan aphelion. Perubahan jarak matahari ke bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi. 

Nah jadi ternyata angin muson lah yang menyebabkan udara di Jawa itu dingin saat ini. Sudah tahu kan sekarang?. 

Gambar: disini

Selasa, Mei 8

Pengertian Hujan Virga di Atmosfer

Pengertian Hujan Virga di Atmosfer

Hujan adalah fenomena jatuhnya titik-titik air ke permukaan bumi dan biasa kita lihat sehari-hari bukan. 

Namun tahukah kamu bahwa ada hujan yang tidak sampai ke bumi, namnya virga. Virga adalah istilah yang dipakai untuk curah hujan yang menguap atau menyublim sebelum menyentuh tanah. V

irga dapat terlihat seperti garis-garis tipi menggantung di bawah awan berwarna kelabu. Kenapa namanya "Virga"?.

Ingat bahwa semua nama awan berasal dari bahasa latin, jadi virga dalam bahasa latin artinya ranting atau cabang dan mengacu pada garis-garis halus tipis yang dihasilkannya sehingga mirip ranting gitu lho!. Baca juga: Pemanfaatan tanah laterit
Pengertian Hujan Virga di Atmosfer
Hujan virga di senja hari
Kelembaban Relatif  Di bawah 50 Persen
Virga terbentuk saat hujan turun dari awan tinggi ke bawah udara yang sangat kering (kelembaban rendah) dan suhu udara yang tinggi di bawah. Virga banyak dijumpai di wilayah gurun Amerika Barat yang panas dan kering. 

Ketika tetesan air atau es menghantam udara yang hangat dan kering maka uap air itu akan kembali menguap atau menyublim.

Akhirnya nih karena semakin banyak hujan menguap ke udara maka udara akan menjadi lembab. Jika curah hujan ringan diperlukan beberapa jama agar udara jadi jenuh. Virga dapat terdeteksi radar dengan mudah namun tidak halnya dengan mata kita. 

Virga jika berinteraksi dengan sinar matahari juga dapat menghasilkan pilar sinar yang sangat cantik seperti tirai-tirai ilusi optik di atmosfer.
Pengertian Hujan Virga di Atmosfer
Awan hujan virga di siang hari
Jadi jika kamu ingin mengabadikan virga memang tidak bisa langsung, harus dilihat dulu kondisi daeranya dan pola hujan dari tahun ke tahun seperti apa. 

Ini disebabkan pembentukkan virga punya syarat-syarat atmosfer seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Baca juga: Pola sirkulasi atmosfer global

Gambar: disini, disini

Senin, November 27

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus

Awan merupakan kumpulan titik air yang melayang di udara. Ada banyak jenis awan bertebaran di atmosfer dan yang paling umum adalah cirrus, stratus dan cumulus.

Ketiga awan tersebut dikelompokan menurut bentuknya. Mari kita simak penjelasannya berikut. Baca juga: Batuan beku, sedimen dan metamorf

Awan Cirrus
Awan cirrus berarti jambul rambut dalam bahasa latin dan mudah ditemukan pada ketinggian 20.000 kaki. Cirrus sering muncul pada keadaan cuaca cerah dan biasanya mengikuti arah angin. 

Awan cirrus nampak seperti rambut halus dan seperti ekor kuda. Awan ini terbentuk dari kristal es kecil dan salah satu fitur yang umum dijumpai adalah garis-garis yang teratur karena kristal es yang jatuh dihancurkan oleh angin.

Awan cirrus termasuk awan tinggi karena di suhu di atmosfer atas sangat dingin, partikel air menjadi es yang memantulkan sinar matahari dan menghasilkan warna putih bersih. Jenis awan cirrus lainnya adalah cirrostratus dan cirrocumulus. Baca juga: Apa itu front cuaca?

a. Cirrostratus
Seperti induknya yaitu cirrus, awan cirrostratus ini muncul sebagai lembaran putih pipih dan menyebar ke seluruh langit. Mereka juga sering muncul seperti riak air di langit. Cirrostratus mudah dilihat saat matahari atau bulan berada disekitarnya. 

Halo biasa muncul disekitar awan ini. Saat matahari terbit dan terbenam, cirrostratus bisa terlihat cantik dan memantulkan warna matahari.

b. Cirrocumulus
Awan cirrocumulus terlihat seperti bola kapas putih halus yang merentang sejauh cakrawala. Cirrocumulus tidak sehalus cirrostratus namun pecah menjadi elemen dan riak yang lebih kecil. 

Mereka terlihat seperti sisik kulit ikan dan makanya orang sering kali menyebutnya awan makarel. Awan ini banyak muncul di kala musim dingin.
Ciri Khas Awan Cirrus, Stratus dan Cumulus
Posisi awan cirrus, stratus dan cumulus
Awan Stratus
Stratus berasal dari bahasa latin yang berarti lapisan. Awan stratus terlihat seperti awan yang meluas menutupi langit. Awan stratus nampak lebih tebal dari cirrus dan bisa menciptakan bayangan di tanah. Awan stratus terdiri dari altostratus dan altocumulus.

a. Altostratus
Altostratus merupakan awan dengan ketinggian sedang dengan bentuk berlapis, warna abu terang atau gelap dan mengindikasikan akan turunnya hujan dalam beberapa hari. Awan ini terdiri dari kristal es dan banyak tetesan air. Awan ini juga sering tidak berbentuk dan tanpa ciri yang khas.

b. Nimbostratus
Nimbo berarti hujan. Awan nimbostratus atau nimbus termasuk awan rendah tapi lebih berat, tebal dan lebih gelap dari altostratus. Awan ini bisa menghalangi matahari dan membuat suhu lebih rendah di bawahnya. Baca juga: Ciri Daerah Konvergensi Antar Tropik 
Awan Cumulus
Cumulus dalam bahasa latin artinya tumpukan atau gerombolan. Awan cumulus paling lazim dijumpai dalam cuaca normal terutama di ketinggian rendah. Cumulus nampak seperti berbulu, katun atau berbentuk kembang kol. 

Bagian atas cumulus biasanya berwarn putih cerah dengan dasar yang lebih gelap. Awan ini mengindikasikan cuaca cerah normal angin sepoi-sepoi.

a. Stratocumulus
Awan stratocumulus berjenis awan rendah berbaris sejajar dan meluas di langit. Startocumulus termasuk awan rendah dengan bercak putih, biru dan abu-abu gelap. Awan ini mungkin membawa sedikit hujan dan salju atau cerah. Awan ini biasa muncul di wilayah hangat, dingin atau front.

b. Cumulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan tipe vertikal dan mengindikasikan cuaca hujan disertai badai petir akan datang. Awan ini tebal, gelap, padat dan membentuk kembang kol vertikal dari bawah ke atas. Awan ini cepat hilang saat hujan lebat turun. 
Gambar: disini

Selasa, November 14

Proses Terbentuknya Awan di Langit

Proses Terbentuknya Awan di Langit

Coba kamu lihat ke langit saat ini pasti akan ada awan disana bukan?. Awan adalah partikel air dan es yang terlihat melayang di langit. 

Bagaimana proses terbentuknya awan itu sebenarnya?. Miliaran partikel air dan es tesebar di atmosfer dalam wujud debu tipis, asap dan partikel padat lain. Partikel air ini berkumpul membentuk suatu kumpulan butiran yang lebih besar dan dikenal dengan nama awan. 

Dari permukaan bumi, kita bisa melihat awan dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna tak terbatas. Baca juga: Cara jawab soal pendekatan geografi di UN

Orang yang ahli mempelajari atmosfer (termasuk cuaca dan awan didalamnya) disebut ahli meteorologi.  Mereka bisa mengetahui awan yang menimbulkan hujan dan kali ini saya akan berikan penjelasan juga untuk memahami sifat awan tersebut.

Nama Awan
Nama awan dapat memberitahu kita jenis awan dan ketinggian awan tersebut di langit. Banyak dari awan berasal dari bahasa latin. Coba apa saja nama awan yang umum dijumpai di langit?

Cirro artinya lengkungan rambut, tinggi
Strato artinya berlapis
Cumulo artinya bergerombol
Alto artinya menengah
Nimbo artinya hujan
Proses Terbentuknya Awan di Langit
Awan hitam mengandung banyak air
Mengapa warna awan ada yang gelap dan putih?
Tetesan air di atmosfer memantulkan sinar matahari. Bila jumlah uap air sedikit maka sedikit cahaya yang dipantulkan dan karenanya banyak cahaya akan melewati bagian bawah awan. 

Saat awan dipenuhi partikel air, semua cahaya akan terpantulkan atau tersebar dan cahaya tidak bisa melewati awan. Dari tanah maka kita akan melihat awan berwarna gelap atau kelabu. Baca juga: Cara menjawab soal prinsip geografi di UN

Bagaimana awan terbentuk di atmosfer?
Awan sejatinya terbentuk dari proses kondensasi. Atmosfer tersusun atas berbagai gas termasuk uap air. Terkadang uap air lebih banyak terbentuk saat terjadi pemanasan. Tumbuhan juga menghasilkan uap dari daunnya yang dinamakan transpirasi. 

Uap air naik karena udara hangat dan massa jenisnya berkurang dibanding udara dingin. Selain itu bisa juga karena massa udara dingin yang padat mendorong massa udara hangat. 
Proses Terbentuknya Awan di Langit
Fase Terbentuknya Awan
Ketika uap air naik ke atmosfer maka ia akan bercampur dengan debu, jelaga dan garam yang sangat kecil. Partikel kecil di atmosfer ini dinamakan aerosol. Partikel air diangkat oleh angin yang kuat dan arus konvektif. 

Selama naik, awan akan meluas dan mendingin. Proses pendinginan udara hangat ini dinamakan adiabatic cooling. Baca juga: Terbentuknya angin fohn

Saat suhu disekitar awan turun, uap air mencapai titik embun lalu berubah menjadi partikel kristal air dan es yang sangat kecil. Partikel ini lalu bertemu aerosol dan bersatu. Makin banyak partikel air dan aerosol bersatu maka awan akan semakin terbentuk. Proses ini dinamakan koalesensi. 

Tetesan awan berkisar antara 10 mikron hingga 1 mm. Jika massa awan semakin banyak maka akan sampai pada titik jenuh dan muncullah presipitasi. Baca juga: 11 jenis awan baru di bumi

Gambar: disini, disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close