Guru Geografi: Oseanografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 2

Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia

Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia

Halo teman-teman sekalian kali ini guru geografi akan coba berikan sedikit penjelasan terkait pemanfaatan zona laut menurut kedalamannya.

Lautan itu kan luas ya guys dan setelah diteliti oleh pakar oseanografi maka terdapat setidaknya 4 zona lautan jika dilihat vertikal dari atas ke bawah yaitu litoral, neritik, batial dan abisal.

Lalu apa perbedaan keempat zona tersebut dan bagaimana pemanfaatannya bagi kehidupan terutama manusia.

1. Zona Litoral
Zona litoral adalah wilayah laut yang dibatasi oleh pasang naik dan pasang surut. Artinya saat air laut surut  maka wilayah ini akan menjadi pantai sementara saat pasang akan tergenang air. Itulah mengapa zona ini disebut juga zona pasang surut.

Pengaruh suhu dan panas matahari sangat kuat pada zona litoral sehingga di zona ini bisa ditemukan beberapa spesies seperti bintang laut, udang, kepiting hingga cacing.

Pemanfaatan zona litoral diantaranya untuk ekosistem mangrove, tambak garam hingga wisata pantai karang.

2. Zona Neritik
Zona neritik adalah wilayah laut dengan kedalaman maksimal 200 m yang artinya sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar laut.

Kelimpahan sinar matahari ini membuat zona neritik kaya akan organisme mulai dari terumbu karang, lamun, ganggang dan lainnya. Pemanfaatan zona neritik diantaranya untuk tangkapan ikan, wisata terumbu karang, bididaya rumput laut dan kerang.
Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia
Zona lautan
3. Zona Batial
Zona batial adalah wilayah laut dengan kedalaman 200-1800 m dan cahaya matahari sudah mulai redup. Dengan kondisi ini kehidupan biota di sini tidak sebanyak di neritik.

Contoh hewan yang hidup diantaranya Paus, Hiu, Lumba-Lumba dan Gurita. Pemanfaatan zona batial antara lain untuk penangkapan ikan skala besar dan latihan perang bawah laut.

4. Zona Abisal
Zona abisal adalah zona laut dalam dan sangat gelap dengan tekanan hidrostatik tinggi. Hanya hewan tertentu saja yang bisa hidup dan beradaptasi dengan lingkungan ini. Pemanfaatan zona abisal antara lain untuk sumur bor minyak laut lepas.

5. Zona Hadal
Zona Hadal adalah zona terdalam dan hanya kegelapan abadi yang ada disana. Dasar laut ini terdiri atas sedimen halus. Disini tekanan hidrostatik sangat tinggi dan beberapa hewan bisa hidup antara lain ubur-ubur bercahaya dan cacing laut.

Contoh soal zonasi laut:
1. Faktor paling dominan yang memengaruhi lingkungan biotik laut yang jauh dari zona litoral adalah ...
a. kelembaban udara
b. salinitas
c. radiasi matahari
d. curah hujan
e. kecepatan angin

Kunci: C
Daerah litoral adalah daerah dangkal yang masih bisa ditembus matahari. Jauh dari zona litoral artinya sinar matahari tidak bisa tembus. Gambar: disini

Senin, Januari 8

Mineral, Organisme dan Endapan Laut

Mineral, Organisme dan Endapan Laut

Lautan merupakan suatu kolam air raksasa di bumi yang terusun atas berberapa komponen diantaranya mineral, organisme dan endapan. 

Mineral di laut berasal dari daratan yang dibawa oleh aliran sungai. Mineral-mineral tersebut antara lain:

1. Garam, lokasi tambak garam banyak terdapat di Madura dan Rembang.
2. Kapur, berasal dari cangkang kerang, udang dan kepiting.
3. Fospat, berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung pemakan ikan.
Kekayaan flora dan fauna di laut sama halnya dengan di daratan. Pada umumnya, organisme laut dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:
Mineral, Organisme dan Endapan Laut
Sedimen dasar laut halus
a. Bentos adalah organisme laut yang hidup di dasar laut. Bentos ini dapat pula dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
1. Bentos sesil, yang hidupnya terikat pada suatu lokasi misalnya tiram dan koral.
2. Bentos vagil, yang bergerak di dasar laut misalnya landak laut dan siput laut.

b. Pelagos adalah organisme yang hidupnya tidak bergantung pada dasar laut dan umumnya menghuni lapisan air bagian atas. Pelagos dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
1. Nekton adalah golongan organisme yang memiliki anggota badan untuk bergerak mencari maka contohnya semua ikan dan ubur-ubur.
2. Plankton adalah golongan organise yang tidak memiliki anggota badan untuk bergerak. Gerakan mereka bergantung pada arus laut. Contohnya alga, protozoa atau udang.

Baca juga:
Bentuk-bentuk globalisasi modern
Memahami pendekatan ekologi geografi

Sama halnya dengan di daratan, sedimentasi pun terjadi di lautan. Pada umumnya sedimentasi laut berasal dari sisa organisme yang mati atau bahan anorganik. Beberapa jenis endapan lumpur berturut-turut dari pantai ke laut adalah:
a. Endapan lumpur terigen adalah endapan yang terdiri atas material halus terutama material dari daratan hasil erosi sungai.
b. Endapan lumpur globigerina adalah endapan yang teridri atas sia-sisa binatang dan tumbuhan yang telah mati terutama terusun atas kalsium karbonat dan asam silikat. Lumpur ini biasa muncul di kedalaman 2.000 - 4.000 m.
c. Endapan lumpur radiolaria atau lumpur laut Merah adalah endapan yang ebrasal dari hasil letusan gunung api di dalam laut dan sebagian lain dari sisa binatang amat kecil yang punya rangka berbahan silikat. Endapan ini terdapat di laut dalam antara 4.000 - 7.000 meter. 

Gambar: disini

Rabu, September 20

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Pantai merupakan bagian daratan yang berbatasan dengan laut dan masih dipengaruhi proses abrasi, sedimentasi dan pasang laut. 

Sementara pesisr adalah daratan di tepi laut yang tergenang saat air pasang naik dan kering saat air laut surut. 

Pesisir laut lebih luas dibandingkan pantai dimana bisa mencapai 1 km lebih. Lalu apa saja ekosistem yang berada di sekitar pantai dan laut?.

1. Hutan Mangrove
Hutan mangrove disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau dan hutan bakau. 

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropis yang hidup di sepanjang pantai atau muara sungai yang terpengaruh pasang laut. Hutan mangrove dapat tumbuh subur bila memnuhi syarat-syarat berikut:

a. Menghadap laut yang tenang dan tidak berarus kuat
b. Daerahnya landai dan datar
c. Memiliki muara sungai yang besar atau delta
d. Aliran sungai banyak mengandung lumpur
e. Suhu antara 20 -40 derajat Celcius
f. Salinitas 10 -30 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem hutan bakau
Hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting di wilayah pesisir karena punya fungsi ekologis dan ekonomis. 

Fungsi ekologi:
1. penyedian nutrien biota perairan
2. tempat berkembang biak berbagai macam ikan
3. penahan abrasi
4. penyerap limbah
5. pencegah intrusi air laut
6. penahan angin dan ombak besar

Fungsi ekonomi:
1. sebagai bahan bakar, bahan kertas, bahan bangunan
2. sebagai bahan pembuat perabotan rumah tangga
3. sebagai bahan pupuk

Sebaran hutan mangrove di Indonesia antara lain di Sumatera, Jawa dan Papua.

2. Terumbu Karang
Terumbu karang atau coral reef adalah ekosistem laut yang unik dan terdapat di seluruh dunia. Terumbu karang tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti Indonesia. 

Terumbu karang terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan organisme karang, alga berkapur dan organisme lainnya yang menghasilkan kalsium karbonat. Syarat hidup terumbu karang adalah sebagai berikut:

a. kedalaman laut maks 10 m dari permukaan laut
b. Suhu air 25-29 derajat Celcius
c. salinitas 30-35 ppt
d. sedimentasi sangat jarang bahkan tidak ada

Fungsi ekologi terumbu karang:
1. penyedia nutrien biota laut 
2. rumah berbagai biota laut

Fungsi ekonomis terumbu karang:
1. menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, algae, teripang dan mutiara
2. sebagai bahan bangunan dan industri dan kosmetik
3. bahan baku cinderamata dan perhiasan
Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem terumbu karang

3. Rumput Laut
Rumput laut merupakan vegetasi yang tumbuh di perairan yang punya substrat keras yang kokoh dan dapat melekat. Rumput laut hanya dapat hidup pada perairan yang masih mendapatkan sinar matahari. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang rumput laut adalah:
a. kejernihan air laut
b. suhu perairan sejuk
c. arus laut tidak begitu deras
d. kedalaman laut 20-30 m

Manfaat dari rumput laut diantaranya adalah:
1. pada bisang industri makanan, dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan agar-agar, lalapan, sayur, manisan dan kue.
2. pada bidang industri kosmetik, dapat dimanfaatkan untuk bahan baku sabun, krim, lotion dan sampo.
3. pada industri farmasi, digunakan untuk campuran tablet, salep dan kapsul obat-obatan.

Rumput Laut
4. Padang Lamun
Padang Lamun adalah tumbuhan berbunga yang mampu menyesuaikan diri untuk hidup di dasar laut. Pada lamun hidup di perairan laut dangkal berlumpur, agak berpasir lunak dan tebal. 

Padang lamun sering muncul di perairan laut antara hutan bakau dan terumbu karang. Syarat hidup lamun antara lain:
a. perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir sedimen
b. kedalaman tidak lebih dari 10 m
c. suhu 20-30 derajat Celcius
d. kecepatan arus lambat
e. salintitas 25-35 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Hamparan padang lamun

Fungsi ekosistem padang lamun diantaranya:
1. tempat berkembang biak ikan-ikan kecil dan udang
2. perangkap sedimen sehingga menghindari erosi
3. penyedia makanan bagi ikan disekitarnya
4. bahan pembuatan pupuk
5. bahan dasar kertas

Sebaran ekosistem padang lamun di Indonesia antara lain di Jawa bagian utara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sumber Gambar:   
https://www.fws.gov
pixabay

Senin, September 11

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Kalau kamu lihat dari atas atmosfer, permukaan planet kita tampak didominasi oleh warna biru. Itu karena Bumi kita didominasi oleh ekosistem air laut yang sangat luas. 

Ekosistem samudera menempati 70,8% atau 361 juta km persegi dengan volume kurang lebih 1.370 milyar kilometer kubik. Rata-rata kedalaman lautan adalah 3,6 km. Kedalaman maksimum dasar laut adalah 10 km di Palung Mariana.

Lautan luas yang dibatasi oleh benua atau kepulauan dinamakan samudera atau ocean. Hingga kini dikenal 5 samudera di bumi yaitu Samudera Atlantik, Samudera Artik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Samudera Selatan.
Peta Ekosistem Samudera di Bumi
Peta sebaran ekosistem samudera di dunia
1. Samudera Atlantik
Samudera Atlantik bertipe lautan dangkal dengan kedalaman sekitar 3.300 m dengan titik terdalam adalah 8.605 m di Palung Puerto Rico. Beberapa laut dangkal yang masuk wilayah Samudera Atlantik adalah Laut Karibia, Laut Mediterania, Laut Baltik, Laut Hitam, Laut Baltik Utara dan Teluk Meksiko. 

Di dasar Samudera Atlantik terdapat Mid Ocean Ridge atau tanggul tengah laut yang memisahkan dasar laut menjadi dua. Samudera Atlantik juga menjadi muara sungai-sungia besar seperti Amazon, Mississippi dan Kongo.

2. Samudera Artik
Samudera Artik merupakan lautan dengan ukuran tersempit di dunia. Samudera ini menutupi 3% luas total lautan di Bumi. Sebagian besar lautan ini dikelilingi oleh daratan luas di wilayah lingkar Artik. 

Laut Artik berhubungan dengan Samudera Atlantik melalui Laut Greenland, dengan Samudera Pasifik melalui Selat Bering. Lautan ini meurpakan laut paling dangkal dengan kedalaman rata-rata 1.050 m. 

Di musim dingin hampir sebagian besar permukaan Artik akan membeku.

3. Samudera Hindia
Samudera Hindia meliputi 14% wilayah permukaan bumi dan dikelilingi oleh 3 benua besar yaitu Afrika, Asia dan Australia. Bagian selatan Samudera Hindia dibatasi oleh Laut Selatan yang punya suhu sangat dingin. 

Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 3.900 m dengan titik terdalam 7.258 m di Palung Jawa. Karena sebagian besar lautan ini terletak di daerah tropis maka lautan ini merupakan lautan paling hangat.

4. Samudera Pasifik
Samudera Pasifik merupakan lautan terluas di dunia, meliputi 30% wilayah permukaan bumi. Dasar lautan Pasifik cukup beranekaragaman dalam sisi morfologi dan kedalamannya yaitu 4.300 m. 

Lautan ini juga memiliki titik paling dalam di planet ini yaitu Palung Mariana 10.911 meter.

Sekitar 25.000 pulau tersebar di samudera ini yang sebagian merupakan puncak hot spot atau gunung api laut. Beberapa lautan yang berhubungan dengan samudera ini adalah Laut Sulawesi, Laut Tasmania, Laut Koral, Laut Cina Timur, Laut Sulu, Laut Cina Selatan, Laut Kuning dan Laut Jepang.

5. Samudera Selatan
Samudera Selatan mengelilingi Antartika dengan luas 20.237.000 km persegi. Laut ini meliputi 4% luas di permukaan bumi. Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 4.000 - 5.000 m. 

Titik terdalam ada di Palung Sandwich Selatan dengan kedalaman 7.235 m di bawah laut. Pada bulan September setiap tahunnya akan banyak bongkahan es yang bergerak di sekitar Antartika.  

Baca juga: Cara menjawab soal prinsip geografi
Gambar: disini

Jumat, Juli 21

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer merupakan lapisan air yang menutupi cekungan di permukaan Bumi. Hidrosfer meliputi 71% permukaan Bumi yang berwujud dalam bentuk lautan, teluk, danau dan lainnya. 

Perairan terbuka yang luas dinamakan Samudera sementara yang lebih sempit dinamakan lautan. 

Lautan memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bumi. Salah satu fenomena yang umum dijumpai adalah arus laut. 

Arus laut merupakan pergerakan air laut dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mendapatkan kesetimbangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan arus laut terbentuk yaitu:
Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi
Peta Arus Laut
1. Pergerakan angin
Angin bergerak teratur di atas permukaan lautan dengan arah tertentu. Jadi sistem angin merupakan penyebab utama arus laut. 

Dalam sirkulasi angin global, arus laut mengalir dari timur ke barat sedangkan bagian barat sirkulasi global, arus bergerak dari barat ke timur. Baca juga: Dampak pencemaran bagi ekosistem

2. Perbedaan suhu
Suhu di permukaan laut di berbagai wilayah lintang berbeda-beda. Suhu yang hangat di khatulistiwa dan daerah tropis menyebabkan air menjadi lebih hangat yang nantinya menyebabkan air mengalami perluasan volume. 

Dengan demikian air menjadi lebih ringan dan densitasnya menurun. Namun di daerah lintang tinggi suhunya relatif rendah sehingga beratnya berkurang. 

Air di wilayah khatulistiwa yang hangat dan ringan bergerak sebagai arus hangat sementara arus dingin turun dari kutub menunju khatulistiwa yang kosong.

3. Salinitas
Kerapatan air laut tergantung dari kadar garamnya. Air menjadi lebih ringan jika kadar garamya menurun sementara menjadi lebih berat jika kadar berat jika kadar garamnya meningkat. 

Air yang ringan mengalir sebagai arus permukaan sementara air yang berat mengalir sebagai arus dalam. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

4. Perbedaan evaporasi
Kebanyakan penguapan terjadi di wilayah panas hasilnya adalah permukaan laut semakin menurun. Sementara air yang lebih dingin di sekelilingnya mengalir ke wilayah yang panas tadi untuk menjaga keseimbangan volume air laut.

5. Kedalaman
Perairan dangkal akan menyebabkan air menghangat dan ringan dengan sangat cepat. Oleh sebab itu air bergerak di permukaan sementara air dingin di bawah akan naik ke atas mengisi volume air yang hilang.

6. Rotasi bumi
Bumi bergerak dari barat ke timur dan hasilnya adalah, arus laut  akan berbelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan.

7. Lokasi daratan
Daratan akan membelokan arus lautan yang datang dan menghasilkan arus baru. Contohnya Arus khatulistiwa selatan di Atlantik terbagi menjadi dua cabang karena menabrak pantai timur Brazil. 

Gambar: disini

Jumat, Juni 2

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Perairan laut di Bumi sangat luas, namun apakah suhu di setiap lautan itu sama. Selain angin, suhu juga memainkan peranan penting dalam kaijan ilmu kelautan. 

Data suhu air biasa digunakan untuk mempelajari gejala-gejala fisik dalam perairan laut dan mempeljari tentang kehidupan organisme laut.

Organisme laut dapat hidup pada batas-batas suhu tertentu. Disebut euriterm, jika organisme tersebut memiliki toleransi yang besar terhadap perubahan suhu dan dikatakan stenoterm jika punya toleransi yang kecil. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Baik di daratan maupun lautan, sinar matahari memanasi permukaan air dan daratan melalui proses yang disebut insolasi. Pengaruh pemanasan in iakan berbeda-beda terhadap daerah yang terletak pada lintang yang berbeda-beda. 

Contoh, daerah kurub lebih sedikit mendapat panas dibanding daerah tropis. Faktor penyebabnya adalah:
Peta suhu perairan laut di dunia
1. Sinar matahari yang merambat melalui atmosfer akan banyak kehilangan panas sebelum mencapai kutub dibandingkan di daerah ekuator.
2. Karena besarnya perbedaan sudut datang sinar matahari ketika mencapai permukaan tanah, maka di kutub sinar matahari yang sampai akan tersebar pada daerah yang lebih luas dibandingkan di ekuator sehingga panas akan lebih tersebar merata dan tidak terfokus.
3. Di daerah kutub lebih banyak panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer dibanding diserap.
4. Awan yang menutupi. Awan menyebabkan insolasi berkurang karena dapat menyerap dan menyebarkan sinar-sinar yang datang. Daerah tropis adalah daera yang punya kelembaban yang tinggi sehingga lapisan awannya lebih tebal dibanding daerah tropik.

Meski pengaruh pemanasan pada lintang yang berbeda tidak sama, kisaran suhu yang tersebar di seluruh lautan jauh lebih kecil dibanding di daratan. Hal ini disebabkan karena air punya daya muat panas yang tinggi dari seluruh jenis cairan selain dari gas amonia. 

Akibatnya, untuk menaikan suhu sekitar 1⁰ C maka air membutuhkan panas yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh daratan dalam jumlah massa yang sama. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Dengan kata lain, pada jumlah pemanasan yang sama maka daratan akan lebih cepat panas dibanding dengan lautan. 

Sebaliknya lautan lebih efektif menyimpan panas yang diterima daripada daratan sehingga di waktu malam pun lautan memerlukan waktu lebih lama untuk menjadi dingin dibanding daratan. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif
Perairan laut hangat kaya akan ikan
Pengaruh insolasi menyebabkan air laut cenderung relatif panas sampai kedalaman 200 m. Adapaun sebaran suhu secara vertikal di perairan Indonesia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 lapisan yaitu:
1. Lapisan hangat di bagian atas disebut lapisan homogen. Lapisan yang sangat dipengaruhi angin ini adalah lapisan teratas sampai pada kedalaman sekitar 70 m terjadi pengadukan hingga pada lapisan tersebut terdapat suhu yang hangat (sekitar 28⁰ C) dan bersifat homogen. Baca juga: Terbentuknya awan di langit
2. Lapisan termoklin. Pada lapisan ini suhunya mulai menurun cepat terhadap kedalaman. Lapisan ini merupakan daerah pelonjakkan kenaikan densitas yang menyolok. 

Perubahan densitas ini bisa lebih diperluas lagi karena di lapisan ini salinitas sering meningkat cepat dan mengakibatkan air di bagian atasnya tidak bisa bercampur dengan lapisan di bawahnya. 

Bagian ini disebut lapisan pegat (discontuinity layer) karena mencegah pencampuran air antara lapisan atas dan lapisan di bawahnya. Tebal lapisan ini bervariasi antara 100-200 m. Baca juga: Bedanya kerak benua dan kerak samudera
3. Lapisan dingin. Semakin turun ke bawah maka suhu air semakin turun hingga kedalaman suhu lebih dari 1.000 m bisa mencapai kurang dari 5⁰ C.

Suhu air permukaan perairan Indonesia berkisar dari 28⁰ - 31⁰ C. Di lokasi Up welling seperti Laut Banda, suhu air permukaan bisa turun hingga 25⁰ C. Hal ini disebabkan air yang dingin pada lapisan bawah terangkat ke atas. 

Suhu air dekat pantai sedikit lebih tinggi dibanding di lepas pantai. Suhu air permukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi seperti curah hujan, wavaporasi, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin dan intensitas radiasi matahari. 

Suhu air di bawah lapisan termoklin sudah tidak dipengaruhi oleh kondisi meteorologi namun lebih ditentukan oleh kedalaman ambang dan sirkulasi laut dalam. Baca juga: Fenomena angin fohn dan dampaknya

Gambar: www.weather.unisys.com, enterateahora.com

Kamis, April 20

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Air laut merupakan campuran antara berbagai garam dan air. Sebagian besar air di laut berasal dari kondensasi awal saat Bumi mulai terbentuk dan mendingin. Air ini dilepaskan dari litosfer saat kerak Bumi mengeras. P

enambahan massa air laut juga terjadi karena kegiatan vulkanisme dan tektonisme. Beberapa ilmuwan menduga bahwa komet yang masuk ke Bumi berpotensi menjadi sumber air di lautan. Baca juga: Unsur cuaca dan iklim

Sebagian besar unsur kimia terlarut yang ditemukan di laut berasal dari semua daratan di Bumi. Bahan kimia ini dihasilkan dari batuan di benua yang melapuk kemudian dibawa ke laut oleh aliran sungai. 

Seiring waktu, konsentrasi bahan kimia ini meningkat sampai mencapai titik kesetimbangan. Kesetimbangan ini terjadi saat air di lautan tidak dapat melarutkan apapun lagi. 

Kemiripan antara fosil hewan laut purba dan organisme yang hidup saat ini mengindikasikan komposisi air laut berhenti berubah drastis 600 juta tahun lalu.

Hanya enam unsur dan senyawa yang menyusun 99% air laut yaitu klorin (Cl-), natrium (Na +), sulfur (SO4-2), magnesium (Mg + 2), kalsium (Ca + 2), dan kalium (K +). Kelimpahan semua elemen garam-garaman di laut adalah konstan. Hanya masukkan air dari darat dan evaporasi yang menyebabkan sedikit perbedaan kadar garam di laut.
Sifat Fisik dan Kimia Air Laut
Susunan Kimia Air Laut
Ion klorin menyusun 55% garam  air laut. Perhitungan salinitas air laut dinilai dari  bagian per 1000 ion klorin yang ada dalam satu kilogram air laut. Biasanya, air laut memiliki salinitas 35 bagian per seribu (part per thousand). Baca juga: Klasifikasi iklim Oldeman

Air adalah satu dari sedikit zat di Bumi yang bisa berubah dalam 3 wujud. Pada suhu 0 derajat Celcius, air akan berubah menjadi es dan punya kerapatan sekitar 917 kg per meter kubik. 

Air dalam wujud cair pada suhu sama akan memiliki kepadatan hampir 1.000 kg per meter kubik. Kepadatan air laut umumnya meningkat seiring penurunan suhu, meningkatnya salinitas dan kedalaman air laut.  

Kepadatan air laut di permukaan laut bervariasi dari 1.020 - 1.029 kg per meter kubik. Kepadatan tertinggi ada di dasar laut karena terbebani air laut di permukaan. Di bagian terdalam samudera, kerapatan air laut bisa mencapai 1.050 kg per meter kubik.

Air laut membeku pada suhu yang sedikit lebih dingin dari air tawar yaitu 0,0 derajat Celcius. Suhu air beku juga bervariasi dengan konsentrasi garam. Semakin banyak garam maka suhu akan semakin dingin. Pada level salintas 35 ppt, air laut membeku di suhu -1,9 derajat C. Baca juga: Contoh soal HOTS geografi dan jawabannya

Es di laut biasanya mengandung garam lebih sedikit daripada air laut. Sebagian besar garam yang ditemukan di air laut cair dipaksa keluar saat pembekuan terjadi. 

Alasannya adalah molekul garam tidak sesuai dengan molekul air beku yang teratur. Karena perbedaan densitas antara es dan air laut maka es mengapung  di permukaan laut.

Air laut juga mengandung sejumlah kecil gas terlarut. Banyak gas ini ditambahkan ke air laut dari atmosfer melalui pengadukan konstan permukaan laut oleh angin dan ombak. Konsentrasi gas yang dilarutkan dalam air laut dari atmosfer ditentukan oleh suhu dan salinitas. 

Meningkatnya suhu dan salinitas mengurangi jumlah gas yang larut dalam air laut. Beberapa gas atmosfer penting yang ditemukan di air laut meliputi: nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon, helium dan neon. 

Dibandingkan dengan gas atmosfer lain, jumlah karbondioksida yang dilarutkan dalam air laut jenuh sangat besar. 

Beberapa gas yang ditemukan di dalam air laut juga terlibat dalam proses organik dan anorganik samudera yang secara tidak langsung terkait dengan atmosfer. 

Misalnya, oksigen dan karbon dioksida dapat dihasilkan atau dikuras temporal oleh proses semacam itu ke berbagai konsentrasi di lokasi tertentu dalam lautan. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2016

Gambar: wikimedia, physicalgeography.net

Rabu, April 19

Perbedaan Upwelling dan Downwelling

Perbedaan Upwelling dan Downwelling

Lautan di muka bumi ini bersifat dinamis atau tidak diam. Kali ini kita akan bicara sedikit tentang Upwelling dan Downwelling yang merupakan dua jenis arus yang ada di lautan.

Upwelling merupakan pergerakan arus dingin dari dalam lautan ke permukaan laut. Upwelling merupakan hasil dari angin dan rotasi Bumi.

Bumi berputar pada porosnyadari barat ke timur. Karena rotasi ini, angin cenderung membelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan. Pembelokkan ini dikenal sebagai efek Coriolis dan gaya ini memengaruhi terbentuknya Upwelling di daerah pesisir.

Efek Coriolis juga menyebabkan upwelling di lautan terbuka dekat ekuator. Angin kencang di permukaan memungkinkan arus ini terbentuk. Pola angin yang dihasilkan selama siklon menghasilkan upwelling di daerah sekitar mata topan. Air yang dingin dapat membantu melemahkan siklon.
Arus Upwelling
Dampak Upwelling: Biodiversitas
Karena air yang dibawa ke permukaan kaya akan nutrisi, upwelling di pesisir mendukung pertubuhan rumput laut dan plankton. Hal ini akan menyediakan makanan bagi ikan, mamalia laut dan burung.

Upwelling menghasilkan beberapa ekosistem paling subur di dunia. Sebuah wilayah seluas 25.900 km persegi di lepas pantai barat Peru mengalami arus naik terus-menerus dan menjadi lokasi pemancingan favorit di dunia. 

Secara keseluruhan daerah upwelling pesisir hanya mencakup 1% dari total luas samudera di dunia, namun itu sudah cukup menyediakan sekitar 50% zona tangkapan ikan terbesar di dunia.

Selama El Nino, fenomena cuaca yang berubah menyebabkan angin melambat dan upwelling melemah sehingga tangkapan ikan akan menurun drastis saat fenomena tersebut terjadi. 
Arus Downwelling
Upwelling memengaruhi juga terhadap kehidupan binatang di daerah tersebut. Larva kecil, ikan dan invertebrata bisa hanyut dalam arus laut dalam jangka waktu lama. 

Air dingin yang mengalir ke permukaan akan mendinginkan udara di wilayah tersebut. Hali ini mendorong perkembangan kabut di daerah pesisir. Kota San Fransisco terkenal dengan musim panas yang dingin dan berkabut yang dihasilkan oleh upwelling musiman di daerah tersebut. 

Downwelling
Downwelling adalah kebalikan arus dari upwelling. Arus laut hangatdi permukaan tenggelam ke dasar laut. Upwelling dan downwelling sering bergantian sepanjang musim.
Gambar: trca.ca, oceanservice.noaa.gov

Sabtu, April 8

Menghitung Kedalaman Dasar Laut

Menghitung Kedalaman Dasar Laut

Lautan di permukaan bumi ini sangat luas dan tersebar di berbagai penjuru mata angin. Kedalaman lautan bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Ada laut yang dangkal dan ada pula laut yang dalam. Bagaimana cara menghitung kedalaman dasar laut?. 

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung kedalaman dasar laut yaitu dengan teknik bandul timah hitam (dradloading) dan teknik gema duga atau echosounding. Baca juga: Beda siklon dan puting beliung
Menghitung Kedalaman Dasar Laut
Mengukur kedalaman laut menggunakan echosounder
a. Teknik Bandul Timah Hitam
Teknik ini merupakan teknik kuno untuk mengukur kedalaman laut yaitu dengan menggunakan tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dengan menggunakan kapal, tali tersebut diturunkan hingga menyentuh dasar laut lalu panjang tali diukur dan nanti akan muncul angka hasil pengukurannya.

Baca juga:
Klasifikasi iklim Oldeman
Memahami tentang unsur cuaca dan iklim

b. Gema Duga atau Echosouning
Teknik ini merupakan cara modern yang didasarkan pada hukum fisika tentang hukum perambatan atau pantulan bunyi dalam air. Gelombang bunyi tersebut dikeluarkan dari suatu alat yang dipasang pada sebuah kapal yang memiliki kecepatan rambat rata-rata1.600 meter per detik dalam air hingga nanti akan mencapai dasar lautan. 

Gelombang bunyi nanit akan menyentuh dasar laut dan memantul kembali dalam bentuk gema dan ditangkap melalui sebuah alat yang dipasang pada dasar kapal. Gema sama halnya ketika kamu berteriak di pegunungan atau di lapangan luas, maka dalam beberapa detik suara kamu akan terdengar kembali. 

Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan dan pemantulan dapat diinterpretasikan sebagai kedalaman laut. Baca juga: Perbedaaan Mesa, Butte dan Plateau

Rumus untuk mencari kedalaman laut melalui metode gema duga adalah:
D = ½ (v x t)

D = kedalaman laut
v = kecepatan suara dalam air
t = waktu perambatan

Contoh:
Sebuah alat echosounder mencatat waktu yang dibutuhkan untuk perambatan bolak-balik adalah  5 detik dan kecepatan suara dalam laut adalah 1.600 m per detik. Berapakah kedalaman lautan?

D = ½ (v x t)
D=  ½ (1.600 x 5)
D =  ½ x 8.000
D = 4.000 m

Jadi kedalaman lautan adalah 4.000 m.

Selasa, April 4

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau MOR menyelimuti bumi ini seperti jahitan pada bola baseball. MOR membentang sejauh 65.00 km di seluruh bumi. Mayoritas sistem tanggul tektonik ini berada di bawah lautan dengan kedalaman rata-rata 2.500 meter di bawah permukaan air laut. 

MOR mulai ditemukan pada tahun 1950an karena keberadaannya yang jauh di dasar laut sehingga luput dari mata manusia. Baca juga: Beda geosentris dan heliosentris

MOR atau punggung laut secara geologi penting karena ia terbentuk di batas sepanjang lempeng divergen dimana lantai samudera tercipta bersamaan dengan lempeng bumi yang menyebar. 

Ketika dua lempengan kerak bumi terpisah, magma cair akan naik ke dasar laut menghasilkan letusan gunung api besar bertipe basalt dan membangun jaringan rantai gunung api terpanjang di dunia. Karena mayoritas erupsi berada di dasar lautan, MOR sering sulit diidentifikasi. 
Peta Lantai Samudera
Tingkat sebaran punggung laut ini bervariasi, ada yang lambat tidak lebih dari 1-3 cm per tahun dan ada yang bergerak menyebar denga kecepatan 10-20 cm per tahun. Kecepatan penyebaran memengaruhi topografi punggungan laut yang akan dihasilkan. 

Penyebaran yang lambat akan menghasilkan topografi yang tidak teratur dan lereng curam serta relatif sempit. Penyebaran yang cepat akan menghasilkan profil punggung laut yang lebih luas dengan lereng yang lebih landai.

Dua MOR yang sangat diperhatikan oleh para ilmuwan adalah Mid Atlantic Ride (MAR) dan East Pasific Rise (EPR). Mid Atlantic membangun lantai Samudera Atlantik dengan kecepatan pergerakan 5 cm per tahun dan membangun lembah retakan seperti Grand Canyon. 

Sebaliknya East Pasific Rise menyebar dengan kecepatan 6-16 cm per tahun. Karena kecepatannya tinggi maka EPR tidak meghasilkan lembah besar namun hanya puncak gunung api halus dengan celah pendek dari MAR. Baca juga: Genesa batuan beku

Meski peralatan canggih ditemukan, namun fenomena MOR ini tetap masih banyak menyisakan misteri bagi para ilmuwan. MOR juga terbentuk di Venus, Mars bahkan Bulan. Jadi, fase pembentukkan mid ocean ride adalah sebagai berikut:
1. mantel bumi panas naik.
2. magma kemudian melehkan litosfer.
3. lava kemudian muncul ke atas permukaan dasar lautan dan membentuk kerak baru.
4. lemoeng kerak bumi baru terpisah, mendingin dan semakin menebal.

Baca juga: Kenapa suhu air laut beda-beda
Untuk lebih memahaminya, silhkan lihat video dibawah ya.
Sumber: youtube, profemartin.wordpress.com

Senin, April 3

Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari

Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari

Laut merupakan wilayah perairan yang sangat luas. Sebagian besar lautan masih menyimpan misteri bagi manusia. Kali saya akan menjelaskan tentang zonasi laut menurut kedalaman dan intensitas matahari yang masuk. 
Zonasi Laut menurut kedalaman
1. Zona Litoral
Zona ini merupakan batas perairan pasang naik dan pasang surut laut. Saat air surut maka wilayah daratan akan muncul dan bisa terlihat sementara saat air laut naik, daratan akan hilang dan terisi air laut. Baca juga: Kondisi geografi Eropa

2. Zona Neritik
Merupakan zona yang memiliki kedalaman maksimum hingga 200 m. Wilayah ini sangat kaya akan organisme karena sinar matahari masih bisa menembus hingga ke dasar laut. Terumbu karang dan rumput laut hidup di wilayah ini. Berbagai ikan juga berkembang dengan baik di zona neritik.
Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari
Zona Neritik Kaya akan organisme
3. Zona Batial
Merupakan zona laut dengan kedalaman mencapai 1.500 m ke dasar. Sinar matahari sudah mulai meredup pada zona ini. Beberapa tumbuhan laut bisa hidup di zona ini namun tidak sebanyak di zona neritik.

4. Zona Abisal
Merupakan zona dengan kedalaman lebih dari 1.500 m dan merupakan wilayah laut dalam. Suhu di perairan ini sangat rendah dan hanya organisme tertentu saja yang bisa hidup beradaptasi dengan baik. Ketiadaan cahaya matahari membuat beberapa organisme memiliki kemampuan menghasilkan cahaya yang unik. Baca juga: Perbedaan sabana dan stepa

Zona Laut Menurut Intensitas Matahari
1. Euphotic
Zona ini adalah wilayah perairan paling atas dan disebut juga sunlight zone. Cahaya matahari dapat menembus perairan ini dan mendukung terjadinya fotosintesis. Karena fotosintesis dapat terjadi, lebih dari 90% biota laut hidup di zona ini. 

Cahaya matahari dapat menembus hingga kedalaman 600 kaki. Plankton-plankton betebaran di daerah ini yang merupakan sumber utama rantai makanan di lautan. Baca juga: Faktor pro dan anti natalitas

2. Disphotic 
Daerah ini disebut juga twilight zone. Hanya sedikit berkas cahaya yang bisa menembus perairan. Seiring bertambahnye kedalaman, tekanan hidrostatik pun makin besar. Vegetasi laut tidak bisa tumbuh di daerah ini. Beberapa biota laut yang bisa hidup di wilayah remang ini antara lain Paus, Gurita dan Hiu.
Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari
Biota di zona laut dalam
3. Aphotic
Zona ini disebut juga sebagai midnight zone dengan lingkungan yang gelap dan tanpa cahaya. Tekanan air sangat tinggi sekali dan suhunya sangat rendah. Apa yang bisa hidup di zona aphotic?. 

Bakteri-bakteri dan mikroorganisme lain bisa berkembang di zona gelap ini. Berbagai hewan unik yang mampu mengeluarkan cahaya pun banyak ditemukan seperti Angler Fish, Vampire Fish dan Tripod Fish. 
Gambar: fineartamerica.com, carrier.pbworks.com

Minggu, April 2

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal

Perairan laut merupakan ekosistem terbesar di Bumi ini diantara semua jenis ekosistem. Hampir 2/3 permukaan bumi terisi oleh badan air raksasa ini. Kehidupan di laut sangat beranekaragam dan masih banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. 

Ekosistem laut dibagi menjadi beberapa zona mulai dari intertidal, pelagis, bentos dan abisal. Beberapa ahli mengatakan bahwa laut memiliki kekayaan biota yang terbesar meskipun spesiesnya lebih sedikit dibandingkan di daratan. Baca juga: Bedanya Big Bang dan Keadaan Tetap
Zonasi Laut
Zona Intertidal
Wilayah ini adalah zona dimana air laut bertemu dengan daratan, kadangkala terendam air dan kadangkala hilang. Zona ini disebut pula wilayah pasang surut. Pada daerah pantai berbatu, zona ini terbagi secara bertingkat. Saat pasang laut tertinggi, hanya ada beberapa spesies yang hidup yaitu alga dan moluska.
Di daerah ini juga ada berbagai jenis biota lain mulai dari kepiting, bintang laut dan ikan-ikan kecil.  Di bagian bawah zona intertidal, saat pasang surut terjadi banyak invertebrata, rumput laut dan ikan-ikan ditemukan.

 Zona intertidal di pantai berpasir, tidak bertingkat seperti pada wilayah pantai berbatu. Gelombang menjaga lumpur dan pasir terus bergerak sehingga sangat sedikit ganggang dan tanaman yang dapat beradaptasi dan hidup. Baca juga: Geologi patahan Lembang

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal
Zona Intertidal
Zona Pelagis
Zona pelagis meliputi perairan yang jauh dari daratan dan secara umum masuk perairan dingin namun masih dipengaruhi oleh pencampuran arus hangat dan arus dingin. Flora di zona pelagis diantaranya rumput laut. Beberapa biota lain adalah lumba-lumba, paus dan hiu. Plankton-plankton sangat melimpah di daerah ini.

Zona Bentos
Bentos merupakan area di bawah zona pelagis, namun tidak termasuk bagian terdalam dari laut. Wilayah ini terdiri dari pasir, lempung dan organisme mati. Suhu menurun drastis seiring bertambahnya kedalaman. 

Cahaya sudah tidak bisa menembus wilayah perairan ini. Vegetasi seperti rumput laut sudah sulit ditemukan kecuali biota seperti bakteri, jamur, spons anmeon laut, cacing, bintang laut dan hewan yang sering berada di bawah pasir. Baca juga: Bedanya HIV dan AIDS

Zona Abisal
Zona ini merupakan wilayah perairan terdalam. Air disini sangat dingin dengan tekanan hidrostatis tinggi. Kandungan oksigen tinggi namun rendah kandungan nutrisi. Zona ini mendukung untuk tumbuk kembang berbagai spesies seperti invertebrata dan ikan. Pegunungan tengah laut menghasilkan ventilasi hidrotermal. 

Bakteri chemosynthetic berkembang di daerah ventilasi panas ini. Berbagai ikan dan udang juga bisa hidup di daerah perairan yang cukup panas ini. Baca juga: Mengatasi kipas laptop panas banget
Biota Laut Dalam
Gambar: britannica, oceantoday.noaa.gov

Sabtu, April 1

Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman

Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman

Laut pada dasarnya adalah wilayah perairan asin yang ada di permukaan bumi. Laut dari sisi luas lebih sempit dibandingkan samudera. Laut memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi kehidupan manusia. 

Itulah sebabnya beberapa negara kadang berebut kekuasaan di wilayah lautan. Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi laut tepi, laut tengah dan laut pedalaman. Baca juga: Geografi Benua Eropa

1. Laut Tepi
Laut tepi merupakan laut yang letaknya berada di tepi sebuah benua atau daratan. Contohnya adalah Laut Kuning, Laut Andaman, Laut Sulawesi dan Laut Sulawesi. Gambar: mapsofworld
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Andaman di Asia
2. Laut Tengah
Laut tengah merupakan laut yang posisinya berada diantara dua benua atau daratan. Contohnya Laut Mediterania dan Laut Merah. Laut Mediterania berada diantara Eropa dan Afrika sementara Laut Merah berada diantara Asia dan Afrika. Gambar: wikimedia.org
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Mediterania diantara Afrika, Eropa dan Asia
3. Laut Pedalaman
Laut pedalaman merupakan laut yang posisinya berada jauh di tengah-tengah benua. Contohnya adalah Laut Kaspia dan Laut Mati. Laut yang berada di pedalaman benua ini sangat rentan terhadap penyusutan. 

Contoh paling nyata sekarang adalah Laut Kaspia yang mulai menyusut drastis dari waktu ke waktu. Bukan tidak mungkin nanti laut tersebut akan hilang dan menjadi daratan. Gambar: kalmanovitz.co.il
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Mati di perbatasan tiga negara

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close