Guru Geografi: Oseanografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

Senin, April 11

Penyebab Zona Neritik Kaya Ikan-Ikan dan Organisme

Penyebab Zona Neritik Kaya Ikan-Ikan dan Organisme

Zona neritik adalah salah satu zona laut yang memiliki kekayaan biota yang luar biasa. Tapi tahu gak sih kenapa kok zona neritik itu paling kaya akan biota-biota dibandingkan zona lain seperti litoral, batial atau abisal?.

Kalian tentu pernah melihat terumbu karang jika pergi ke pantai misalnya Pangandaran, Bunaken, Karimunjawa atau lainnya.

Zona laut neritik adalah laut dangkal yang memiliki kedalaman 200 meter, dimana masih bersinggungan dengan landas benua. Zona neritik menerima banyak sinar matahari yang sangat penting bagi fotosintesis fitoplankton atau organisme di dasar laut lainnya.
Ganggang laut di zona neritik

Zona neritik ini relatif kaya akan utris dan aktifitas biologis karena masih dekat dengan daratan. Kuarsa, material yang berasal dari daratan lalu mengendap di dasar lautan merupakan sumber produsi kalsium karbonat bagi organisme seperti alga, bakteri atau koral.

Ciri zona neritik lainnya adalah wilayah lautan hangat ini kaya akan oksigen terlarut serta karbon dioksida dari atmosfer. Tumbuhan juga melepas oksigen di dalam air.

Organisme hidup seperti ikan bergantung pada oksigen untuk bertahan hidup sementara tumbuhan fotosintesis tidak dapat membuat makanan tanpa karbon dioksida. Semua gas ini tersedia di seluruh zona neritik karena kedekatan perairan dengan atmosfer. Zona tersebut juga memiliki tekanan yang lebih rendah dan memiliki zona bentos (dasar laut) yang jauh lebih stabil dibandingkan zona lainnya.

Rumput laut juga umum dijumpai di zona neritik terutama Atlantik. Di beberapa bagian zona, rumput laut begitu dominan sehingga mereka telah menciptakan ekosistem kecil mereka sendiri. Selain rumput laut, terumbu karang mendukung pertumbuhan mangrove. Akar mangrove biasanya berada di dalam tanah sedangkan daunnya tumbuh di atas permukaan air.

Selain ciri di atas, zona neritik mendukung berbagai spesies ikan termasuk tuna sirip biru, herring, capelin, mackerel, dan banyak lagi spesies lainnya. Plankton menarik ikan yang lebih kecil, yang menarik ikan yang lebih besar yang melengkapi jaringnya. Spesies yang lebih besar termasuk paus biru, paus bungkuk, hiu paus, dan lainnya. Hiu paus, yang merupakan spesies ikan terbesar di bumi, hanya memakan plankton.
Kehidupan zona neritik

Hewan-hewan ini telah beradaptasi dengan kehidupan di zona dalam beberapa cara. Misalnya, mereka memiliki warna yang berbeda untuk alasan termasuk kamuflase dan peringatan dari makhluk lain seprti ikan sotong atau gurita. Yang lain telah beradaptasi dengan kehidupan di air asin, beberapa makhluk bermigrasi antara lingkungan air tawar dan air asin.

Jadi neritik adalah surga bagi biota-biota laut dan menjadi sumber ekonomi pula bagi manusia. Kegiatan pariwisata seperti diving, snorkeling juga banyak dilakukan di zona neritik. Ancaman zona neritik adalah polusi dan sampah dari daratan, arus laut kencang, kegiatan penangkapan ikan dengan bom, penggunaan cantrang dan pariwisata yang terlalu masif.
Kerusakan terumbu karang

Sabtu, Februari 2

Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia

Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia

Halo teman-teman sekalian kali ini guru geografi akan coba berikan sedikit penjelasan terkait pemanfaatan zona laut menurut kedalamannya.

Lautan itu kan luas ya guys dan setelah diteliti oleh pakar oseanografi maka terdapat setidaknya 4 zona lautan jika dilihat vertikal dari atas ke bawah yaitu litoral, neritik, batial dan abisal.

Lalu apa perbedaan keempat zona tersebut dan bagaimana pemanfaatannya bagi kehidupan terutama manusia.

1. Zona Litoral
Zona litoral adalah wilayah laut yang dibatasi oleh pasang naik dan pasang surut. Artinya saat air laut surut  maka wilayah ini akan menjadi pantai sementara saat pasang akan tergenang air. Itulah mengapa zona ini disebut juga zona pasang surut.

Pengaruh suhu dan panas matahari sangat kuat pada zona litoral sehingga di zona ini bisa ditemukan beberapa spesies seperti bintang laut, udang, kepiting hingga cacing.

Pemanfaatan zona litoral diantaranya untuk ekosistem mangrove, tambak garam hingga wisata pantai karang.

2. Zona Neritik
Zona neritik adalah wilayah laut dengan kedalaman maksimal 200 m yang artinya sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar laut.

Kelimpahan sinar matahari ini membuat zona neritik kaya akan organisme mulai dari terumbu karang, lamun, ganggang dan lainnya. Pemanfaatan zona neritik diantaranya untuk tangkapan ikan, wisata terumbu karang, bididaya rumput laut dan kerang.
Pemanfaatan Zona Litoral, Neritik, Batial, Abisal Oleh Manusia
Zona lautan
3. Zona Batial
Zona batial adalah wilayah laut dengan kedalaman 200-1800 m dan cahaya matahari sudah mulai redup. Dengan kondisi ini kehidupan biota di sini tidak sebanyak di neritik.

Contoh hewan yang hidup diantaranya Paus, Hiu, Lumba-Lumba dan Gurita. Pemanfaatan zona batial antara lain untuk penangkapan ikan skala besar dan latihan perang bawah laut.

4. Zona Abisal
Zona abisal adalah zona laut dalam dan sangat gelap dengan tekanan hidrostatik tinggi. Hanya hewan tertentu saja yang bisa hidup dan beradaptasi dengan lingkungan ini. Pemanfaatan zona abisal antara lain untuk sumur bor minyak laut lepas.

5. Zona Hadal
Zona Hadal adalah zona terdalam dan hanya kegelapan abadi yang ada disana. Dasar laut ini terdiri atas sedimen halus. Disini tekanan hidrostatik sangat tinggi dan beberapa hewan bisa hidup antara lain ubur-ubur bercahaya dan cacing laut.

Contoh soal zonasi laut:
1. Faktor paling dominan yang memengaruhi lingkungan biotik laut yang jauh dari zona litoral adalah ...
a. kelembaban udara
b. salinitas
c. radiasi matahari
d. curah hujan
e. kecepatan angin

Kunci: C
Daerah litoral adalah daerah dangkal yang masih bisa ditembus matahari. Jauh dari zona litoral artinya sinar matahari tidak bisa tembus. Gambar: disini

Senin, Januari 8

Mineral, Organisme dan Endapan Laut

Mineral, Organisme dan Endapan Laut

Lautan merupakan suatu kolam air raksasa di bumi yang terusun atas berberapa komponen diantaranya mineral, organisme dan endapan. 

Mineral di laut berasal dari daratan yang dibawa oleh aliran sungai. Mineral-mineral tersebut antara lain:

1. Garam, lokasi tambak garam banyak terdapat di Madura dan Rembang.
2. Kapur, berasal dari cangkang kerang, udang dan kepiting.
3. Fospat, berasal dari tulang-tulang ikan dan kotoran burung pemakan ikan.
Kekayaan flora dan fauna di laut sama halnya dengan di daratan. Pada umumnya, organisme laut dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:
Mineral, Organisme dan Endapan Laut
Sedimen dasar laut halus
a. Bentos adalah organisme laut yang hidup di dasar laut. Bentos ini dapat pula dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
1. Bentos sesil, yang hidupnya terikat pada suatu lokasi misalnya tiram dan koral.
2. Bentos vagil, yang bergerak di dasar laut misalnya landak laut dan siput laut.

b. Pelagos adalah organisme yang hidupnya tidak bergantung pada dasar laut dan umumnya menghuni lapisan air bagian atas. Pelagos dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
1. Nekton adalah golongan organisme yang memiliki anggota badan untuk bergerak mencari maka contohnya semua ikan dan ubur-ubur.
2. Plankton adalah golongan organise yang tidak memiliki anggota badan untuk bergerak. Gerakan mereka bergantung pada arus laut. Contohnya alga, protozoa atau udang.

Baca juga:
Bentuk-bentuk globalisasi modern
Memahami pendekatan ekologi geografi

Sama halnya dengan di daratan, sedimentasi pun terjadi di lautan. Pada umumnya sedimentasi laut berasal dari sisa organisme yang mati atau bahan anorganik. Beberapa jenis endapan lumpur berturut-turut dari pantai ke laut adalah:
a. Endapan lumpur terigen adalah endapan yang terdiri atas material halus terutama material dari daratan hasil erosi sungai.
b. Endapan lumpur globigerina adalah endapan yang teridri atas sia-sisa binatang dan tumbuhan yang telah mati terutama terusun atas kalsium karbonat dan asam silikat. Lumpur ini biasa muncul di kedalaman 2.000 - 4.000 m.
c. Endapan lumpur radiolaria atau lumpur laut Merah adalah endapan yang ebrasal dari hasil letusan gunung api di dalam laut dan sebagian lain dari sisa binatang amat kecil yang punya rangka berbahan silikat. Endapan ini terdapat di laut dalam antara 4.000 - 7.000 meter. 

Gambar: disini

Rabu, September 20

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun

Pantai merupakan bagian daratan yang berbatasan dengan laut dan masih dipengaruhi proses abrasi, sedimentasi dan pasang laut. 

Sementara pesisr adalah daratan di tepi laut yang tergenang saat air pasang naik dan kering saat air laut surut. 

Pesisir laut lebih luas dibandingkan pantai dimana bisa mencapai 1 km lebih. Lalu apa saja ekosistem yang berada di sekitar pantai dan laut?.

1. Hutan Mangrove
Hutan mangrove disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau dan hutan bakau. 

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropis yang hidup di sepanjang pantai atau muara sungai yang terpengaruh pasang laut. Hutan mangrove dapat tumbuh subur bila memnuhi syarat-syarat berikut:

a. Menghadap laut yang tenang dan tidak berarus kuat
b. Daerahnya landai dan datar
c. Memiliki muara sungai yang besar atau delta
d. Aliran sungai banyak mengandung lumpur
e. Suhu antara 20 -40 derajat Celcius
f. Salinitas 10 -30 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem hutan bakau
Hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting di wilayah pesisir karena punya fungsi ekologis dan ekonomis. 

Fungsi ekologi:
1. penyedian nutrien biota perairan
2. tempat berkembang biak berbagai macam ikan
3. penahan abrasi
4. penyerap limbah
5. pencegah intrusi air laut
6. penahan angin dan ombak besar

Fungsi ekonomi:
1. sebagai bahan bakar, bahan kertas, bahan bangunan
2. sebagai bahan pembuat perabotan rumah tangga
3. sebagai bahan pupuk

Sebaran hutan mangrove di Indonesia antara lain di Sumatera, Jawa dan Papua.

2. Terumbu Karang
Terumbu karang atau coral reef adalah ekosistem laut yang unik dan terdapat di seluruh dunia. Terumbu karang tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti Indonesia. 

Terumbu karang terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan organisme karang, alga berkapur dan organisme lainnya yang menghasilkan kalsium karbonat. Syarat hidup terumbu karang adalah sebagai berikut:

a. kedalaman laut maks 10 m dari permukaan laut
b. Suhu air 25-29 derajat Celcius
c. salinitas 30-35 ppt
d. sedimentasi sangat jarang bahkan tidak ada

Fungsi ekologi terumbu karang:
1. penyedia nutrien biota laut 
2. rumah berbagai biota laut

Fungsi ekonomis terumbu karang:
1. menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, algae, teripang dan mutiara
2. sebagai bahan bangunan dan industri dan kosmetik
3. bahan baku cinderamata dan perhiasan
Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Ekosistem terumbu karang

3. Rumput Laut
Rumput laut merupakan vegetasi yang tumbuh di perairan yang punya substrat keras yang kokoh dan dapat melekat. Rumput laut hanya dapat hidup pada perairan yang masih mendapatkan sinar matahari. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang rumput laut adalah:
a. kejernihan air laut
b. suhu perairan sejuk
c. arus laut tidak begitu deras
d. kedalaman laut 20-30 m

Manfaat dari rumput laut diantaranya adalah:
1. pada bisang industri makanan, dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan agar-agar, lalapan, sayur, manisan dan kue.
2. pada bidang industri kosmetik, dapat dimanfaatkan untuk bahan baku sabun, krim, lotion dan sampo.
3. pada industri farmasi, digunakan untuk campuran tablet, salep dan kapsul obat-obatan.

Rumput Laut
4. Padang Lamun
Padang Lamun adalah tumbuhan berbunga yang mampu menyesuaikan diri untuk hidup di dasar laut. Pada lamun hidup di perairan laut dangkal berlumpur, agak berpasir lunak dan tebal. 

Padang lamun sering muncul di perairan laut antara hutan bakau dan terumbu karang. Syarat hidup lamun antara lain:
a. perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir sedimen
b. kedalaman tidak lebih dari 10 m
c. suhu 20-30 derajat Celcius
d. kecepatan arus lambat
e. salintitas 25-35 ppt

Ekosistem Pantai dan Laut; Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Padang Lamun
Hamparan padang lamun

Fungsi ekosistem padang lamun diantaranya:
1. tempat berkembang biak ikan-ikan kecil dan udang
2. perangkap sedimen sehingga menghindari erosi
3. penyedia makanan bagi ikan disekitarnya
4. bahan pembuatan pupuk
5. bahan dasar kertas

Sebaran ekosistem padang lamun di Indonesia antara lain di Jawa bagian utara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sumber Gambar:   
https://www.fws.gov
pixabay

Senin, September 11

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Peta Ekosistem Samudera di Bumi

Kalau kamu lihat dari atas atmosfer, permukaan planet kita tampak didominasi oleh warna biru. Itu karena Bumi kita didominasi oleh ekosistem air laut yang sangat luas. 

Ekosistem samudera menempati 70,8% atau 361 juta km persegi dengan volume kurang lebih 1.370 milyar kilometer kubik. Rata-rata kedalaman lautan adalah 3,6 km. Kedalaman maksimum dasar laut adalah 10 km di Palung Mariana.

Lautan luas yang dibatasi oleh benua atau kepulauan dinamakan samudera atau ocean. Hingga kini dikenal 5 samudera di bumi yaitu Samudera Atlantik, Samudera Artik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Samudera Selatan.
Peta Ekosistem Samudera di Bumi
Peta sebaran ekosistem samudera di dunia
1. Samudera Atlantik
Samudera Atlantik bertipe lautan dangkal dengan kedalaman sekitar 3.300 m dengan titik terdalam adalah 8.605 m di Palung Puerto Rico. Beberapa laut dangkal yang masuk wilayah Samudera Atlantik adalah Laut Karibia, Laut Mediterania, Laut Baltik, Laut Hitam, Laut Baltik Utara dan Teluk Meksiko. 

Di dasar Samudera Atlantik terdapat Mid Ocean Ridge atau tanggul tengah laut yang memisahkan dasar laut menjadi dua. Samudera Atlantik juga menjadi muara sungai-sungia besar seperti Amazon, Mississippi dan Kongo.

2. Samudera Artik
Samudera Artik merupakan lautan dengan ukuran tersempit di dunia. Samudera ini menutupi 3% luas total lautan di Bumi. Sebagian besar lautan ini dikelilingi oleh daratan luas di wilayah lingkar Artik. 

Laut Artik berhubungan dengan Samudera Atlantik melalui Laut Greenland, dengan Samudera Pasifik melalui Selat Bering. Lautan ini meurpakan laut paling dangkal dengan kedalaman rata-rata 1.050 m. 

Di musim dingin hampir sebagian besar permukaan Artik akan membeku.

3. Samudera Hindia
Samudera Hindia meliputi 14% wilayah permukaan bumi dan dikelilingi oleh 3 benua besar yaitu Afrika, Asia dan Australia. Bagian selatan Samudera Hindia dibatasi oleh Laut Selatan yang punya suhu sangat dingin. 

Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 3.900 m dengan titik terdalam 7.258 m di Palung Jawa. Karena sebagian besar lautan ini terletak di daerah tropis maka lautan ini merupakan lautan paling hangat.

4. Samudera Pasifik
Samudera Pasifik merupakan lautan terluas di dunia, meliputi 30% wilayah permukaan bumi. Dasar lautan Pasifik cukup beranekaragaman dalam sisi morfologi dan kedalamannya yaitu 4.300 m. 

Lautan ini juga memiliki titik paling dalam di planet ini yaitu Palung Mariana 10.911 meter.

Sekitar 25.000 pulau tersebar di samudera ini yang sebagian merupakan puncak hot spot atau gunung api laut. Beberapa lautan yang berhubungan dengan samudera ini adalah Laut Sulawesi, Laut Tasmania, Laut Koral, Laut Cina Timur, Laut Sulu, Laut Cina Selatan, Laut Kuning dan Laut Jepang.

5. Samudera Selatan
Samudera Selatan mengelilingi Antartika dengan luas 20.237.000 km persegi. Laut ini meliputi 4% luas di permukaan bumi. Rata-rata kedalaman lautan ini adalah 4.000 - 5.000 m. 

Titik terdalam ada di Palung Sandwich Selatan dengan kedalaman 7.235 m di bawah laut. Pada bulan September setiap tahunnya akan banyak bongkahan es yang bergerak di sekitar Antartika.  

Baca juga: Cara menjawab soal prinsip geografi
Gambar: disini

Jumat, Juli 21

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi

Hidrosfer merupakan lapisan air yang menutupi cekungan di permukaan Bumi. Hidrosfer meliputi 71% permukaan Bumi yang berwujud dalam bentuk lautan, teluk, danau dan lainnya. 

Perairan terbuka yang luas dinamakan Samudera sementara yang lebih sempit dinamakan lautan. 

Lautan memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bumi. Salah satu fenomena yang umum dijumpai adalah arus laut. 

Arus laut merupakan pergerakan air laut dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mendapatkan kesetimbangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan arus laut terbentuk yaitu:
Hidrosfer: Terbentuknya Arus Laut Di Bumi
Peta Arus Laut
1. Pergerakan angin
Angin bergerak teratur di atas permukaan lautan dengan arah tertentu. Jadi sistem angin merupakan penyebab utama arus laut. 

Dalam sirkulasi angin global, arus laut mengalir dari timur ke barat sedangkan bagian barat sirkulasi global, arus bergerak dari barat ke timur. Baca juga: Dampak pencemaran bagi ekosistem

2. Perbedaan suhu
Suhu di permukaan laut di berbagai wilayah lintang berbeda-beda. Suhu yang hangat di khatulistiwa dan daerah tropis menyebabkan air menjadi lebih hangat yang nantinya menyebabkan air mengalami perluasan volume. 

Dengan demikian air menjadi lebih ringan dan densitasnya menurun. Namun di daerah lintang tinggi suhunya relatif rendah sehingga beratnya berkurang. 

Air di wilayah khatulistiwa yang hangat dan ringan bergerak sebagai arus hangat sementara arus dingin turun dari kutub menunju khatulistiwa yang kosong.

3. Salinitas
Kerapatan air laut tergantung dari kadar garamnya. Air menjadi lebih ringan jika kadar garamya menurun sementara menjadi lebih berat jika kadar berat jika kadar garamnya meningkat. 

Air yang ringan mengalir sebagai arus permukaan sementara air yang berat mengalir sebagai arus dalam. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

4. Perbedaan evaporasi
Kebanyakan penguapan terjadi di wilayah panas hasilnya adalah permukaan laut semakin menurun. Sementara air yang lebih dingin di sekelilingnya mengalir ke wilayah yang panas tadi untuk menjaga keseimbangan volume air laut.

5. Kedalaman
Perairan dangkal akan menyebabkan air menghangat dan ringan dengan sangat cepat. Oleh sebab itu air bergerak di permukaan sementara air dingin di bawah akan naik ke atas mengisi volume air yang hilang.

6. Rotasi bumi
Bumi bergerak dari barat ke timur dan hasilnya adalah, arus laut  akan berbelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan.

7. Lokasi daratan
Daratan akan membelokan arus lautan yang datang dan menghasilkan arus baru. Contohnya Arus khatulistiwa selatan di Atlantik terbagi menjadi dua cabang karena menabrak pantai timur Brazil. 

Gambar: disini

Jumat, Juni 2

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Faktor Suhu Air Laut Berbeda-Beda

Perairan laut di Bumi sangat luas, namun apakah suhu di setiap lautan itu sama. Selain angin, suhu juga memainkan peranan penting dalam kaijan ilmu kelautan. 

Data suhu air biasa digunakan untuk mempelajari gejala-gejala fisik dalam perairan laut dan mempeljari tentang kehidupan organisme laut.

Organisme laut dapat hidup pada batas-batas suhu tertentu. Disebut euriterm, jika organisme tersebut memiliki toleransi yang besar terhadap perubahan suhu dan dikatakan stenoterm jika punya toleransi yang kecil. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Baik di daratan maupun lautan, sinar matahari memanasi permukaan air dan daratan melalui proses yang disebut insolasi. Pengaruh pemanasan in iakan berbeda-beda terhadap daerah yang terletak pada lintang yang berbeda-beda. 

Contoh, daerah kurub lebih sedikit mendapat panas dibanding daerah tropis. Faktor penyebabnya adalah:
Peta suhu perairan laut di dunia
1. Sinar matahari yang merambat melalui atmosfer akan banyak kehilangan panas sebelum mencapai kutub dibandingkan di daerah ekuator.
2. Karena besarnya perbedaan sudut datang sinar matahari ketika mencapai permukaan tanah, maka di kutub sinar matahari yang sampai akan tersebar pada daerah yang lebih luas dibandingkan di ekuator sehingga panas akan lebih tersebar merata dan tidak terfokus.
3. Di daerah kutub lebih banyak panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer dibanding diserap.
4. Awan yang menutupi. Awan menyebabkan insolasi berkurang karena dapat menyerap dan menyebarkan sinar-sinar yang datang. Daerah tropis adalah daera yang punya kelembaban yang tinggi sehingga lapisan awannya lebih tebal dibanding daerah tropik.

Meski pengaruh pemanasan pada lintang yang berbeda tidak sama, kisaran suhu yang tersebar di seluruh lautan jauh lebih kecil dibanding di daratan. Hal ini disebabkan karena air punya daya muat panas yang tinggi dari seluruh jenis cairan selain dari gas amonia. 

Akibatnya, untuk menaikan suhu sekitar 1⁰ C maka air membutuhkan panas yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh daratan dalam jumlah massa yang sama. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Dengan kata lain, pada jumlah pemanasan yang sama maka daratan akan lebih cepat panas dibanding dengan lautan. 

Sebaliknya lautan lebih efektif menyimpan panas yang diterima daripada daratan sehingga di waktu malam pun lautan memerlukan waktu lebih lama untuk menjadi dingin dibanding daratan. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif
Perairan laut hangat kaya akan ikan
Pengaruh insolasi menyebabkan air laut cenderung relatif panas sampai kedalaman 200 m. Adapaun sebaran suhu secara vertikal di perairan Indonesia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 lapisan yaitu:
1. Lapisan hangat di bagian atas disebut lapisan homogen. Lapisan yang sangat dipengaruhi angin ini adalah lapisan teratas sampai pada kedalaman sekitar 70 m terjadi pengadukan hingga pada lapisan tersebut terdapat suhu yang hangat (sekitar 28⁰ C) dan bersifat homogen. Baca juga: Terbentuknya awan di langit
2. Lapisan termoklin. Pada lapisan ini suhunya mulai menurun cepat terhadap kedalaman. Lapisan ini merupakan daerah pelonjakkan kenaikan densitas yang menyolok. 

Perubahan densitas ini bisa lebih diperluas lagi karena di lapisan ini salinitas sering meningkat cepat dan mengakibatkan air di bagian atasnya tidak bisa bercampur dengan lapisan di bawahnya. 

Bagian ini disebut lapisan pegat (discontuinity layer) karena mencegah pencampuran air antara lapisan atas dan lapisan di bawahnya. Tebal lapisan ini bervariasi antara 100-200 m. Baca juga: Bedanya kerak benua dan kerak samudera
3. Lapisan dingin. Semakin turun ke bawah maka suhu air semakin turun hingga kedalaman suhu lebih dari 1.000 m bisa mencapai kurang dari 5⁰ C.

Suhu air permukaan perairan Indonesia berkisar dari 28⁰ - 31⁰ C. Di lokasi Up welling seperti Laut Banda, suhu air permukaan bisa turun hingga 25⁰ C. Hal ini disebabkan air yang dingin pada lapisan bawah terangkat ke atas. 

Suhu air dekat pantai sedikit lebih tinggi dibanding di lepas pantai. Suhu air permukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi seperti curah hujan, wavaporasi, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin dan intensitas radiasi matahari. 

Suhu air di bawah lapisan termoklin sudah tidak dipengaruhi oleh kondisi meteorologi namun lebih ditentukan oleh kedalaman ambang dan sirkulasi laut dalam. Baca juga: Fenomena angin fohn dan dampaknya

Gambar: www.weather.unisys.com, enterateahora.com

Kamis, April 20

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Sifat Fisik dan Kimia Air Laut

Air laut merupakan campuran antara berbagai garam dan air. Sebagian besar air di laut berasal dari kondensasi awal saat Bumi mulai terbentuk dan mendingin. Air ini dilepaskan dari litosfer saat kerak Bumi mengeras. P

enambahan massa air laut juga terjadi karena kegiatan vulkanisme dan tektonisme. Beberapa ilmuwan menduga bahwa komet yang masuk ke Bumi berpotensi menjadi sumber air di lautan. Baca juga: Unsur cuaca dan iklim

Sebagian besar unsur kimia terlarut yang ditemukan di laut berasal dari semua daratan di Bumi. Bahan kimia ini dihasilkan dari batuan di benua yang melapuk kemudian dibawa ke laut oleh aliran sungai. 

Seiring waktu, konsentrasi bahan kimia ini meningkat sampai mencapai titik kesetimbangan. Kesetimbangan ini terjadi saat air di lautan tidak dapat melarutkan apapun lagi. 

Kemiripan antara fosil hewan laut purba dan organisme yang hidup saat ini mengindikasikan komposisi air laut berhenti berubah drastis 600 juta tahun lalu.

Hanya enam unsur dan senyawa yang menyusun 99% air laut yaitu klorin (Cl-), natrium (Na +), sulfur (SO4-2), magnesium (Mg + 2), kalsium (Ca + 2), dan kalium (K +). Kelimpahan semua elemen garam-garaman di laut adalah konstan. Hanya masukkan air dari darat dan evaporasi yang menyebabkan sedikit perbedaan kadar garam di laut.
Sifat Fisik dan Kimia Air Laut
Susunan Kimia Air Laut
Ion klorin menyusun 55% garam  air laut. Perhitungan salinitas air laut dinilai dari  bagian per 1000 ion klorin yang ada dalam satu kilogram air laut. Biasanya, air laut memiliki salinitas 35 bagian per seribu (part per thousand). Baca juga: Klasifikasi iklim Oldeman

Air adalah satu dari sedikit zat di Bumi yang bisa berubah dalam 3 wujud. Pada suhu 0 derajat Celcius, air akan berubah menjadi es dan punya kerapatan sekitar 917 kg per meter kubik. 

Air dalam wujud cair pada suhu sama akan memiliki kepadatan hampir 1.000 kg per meter kubik. Kepadatan air laut umumnya meningkat seiring penurunan suhu, meningkatnya salinitas dan kedalaman air laut.  

Kepadatan air laut di permukaan laut bervariasi dari 1.020 - 1.029 kg per meter kubik. Kepadatan tertinggi ada di dasar laut karena terbebani air laut di permukaan. Di bagian terdalam samudera, kerapatan air laut bisa mencapai 1.050 kg per meter kubik.

Air laut membeku pada suhu yang sedikit lebih dingin dari air tawar yaitu 0,0 derajat Celcius. Suhu air beku juga bervariasi dengan konsentrasi garam. Semakin banyak garam maka suhu akan semakin dingin. Pada level salintas 35 ppt, air laut membeku di suhu -1,9 derajat C. Baca juga: Contoh soal HOTS geografi dan jawabannya

Es di laut biasanya mengandung garam lebih sedikit daripada air laut. Sebagian besar garam yang ditemukan di air laut cair dipaksa keluar saat pembekuan terjadi. 

Alasannya adalah molekul garam tidak sesuai dengan molekul air beku yang teratur. Karena perbedaan densitas antara es dan air laut maka es mengapung  di permukaan laut.

Air laut juga mengandung sejumlah kecil gas terlarut. Banyak gas ini ditambahkan ke air laut dari atmosfer melalui pengadukan konstan permukaan laut oleh angin dan ombak. Konsentrasi gas yang dilarutkan dalam air laut dari atmosfer ditentukan oleh suhu dan salinitas. 

Meningkatnya suhu dan salinitas mengurangi jumlah gas yang larut dalam air laut. Beberapa gas atmosfer penting yang ditemukan di air laut meliputi: nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon, helium dan neon. 

Dibandingkan dengan gas atmosfer lain, jumlah karbondioksida yang dilarutkan dalam air laut jenuh sangat besar. 

Beberapa gas yang ditemukan di dalam air laut juga terlibat dalam proses organik dan anorganik samudera yang secara tidak langsung terkait dengan atmosfer. 

Misalnya, oksigen dan karbon dioksida dapat dihasilkan atau dikuras temporal oleh proses semacam itu ke berbagai konsentrasi di lokasi tertentu dalam lautan. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2016

Gambar: wikimedia, physicalgeography.net
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close