Guru Geografi: Oseanografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 29

Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi

Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi

Atol merupakan sebuah cincin terumbu karang, pulau atau serangkaian pulau yang ada di laut. Atol mengelilingi sebuah badan air yang disebut laguna. Kadang-kadang atol dan laguna melindungi pulau utamanya.

Saluran diantara pulau menghubungkan laguna menuju laut atau samudera. Lalu bagaimana genesa atau pembentukkan atol itu sendiri?.

Atol berkembang dari sebuah gunung api bawah laut atau seamount. Pertama gunung tersebut mengalami erupsi, mengendapkan lava di lantai samudera. Seiring bertambahnya erupsi maka endapan lava semakin meninggi dan mencapai permukaan air laut. Bagian yang keluar dari permukaan air laut menjadi pulau di tengah samudera. 

Pada tahap berikutnya, hewan laut kecil yang disebut karang atau coral mulai terbentuk di sekitar pulau. Jenis karang yang membangun terumbu disebut hermatypic atau karang keras. Karang ini membuat exoskeleton keras batu kapur dalam waktu lama.

Terumbu karang ini disebut dengan terumbu karang tepi atau fringing reef, mengelilingi pulau dibawah permukaan laut. Selama jutaan tahun, pulau vulkanik ini ter-erosi dan tenggelam ke dasar laut. 

Proses ini dinamakan penurunan atau subsidence. Puncak gunung ini menjadi datar karena erosi gelombang laut yang konstan. Puncak gunung yang datar ini dinamakan guyot. 
 
Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi
Genesa Atol
Setelah guyot terbentuk, terumbu cincin tadi berubah menjadi karang penghalang (barrier reef). Sebuah karang penghalang terbentuk jauh dari pantai dan punya laguna lebih dalam. Karang penghalang tadi melindungi laguna dari angin kencang dan gelombang laut terbuka.
Penurunan pulau membawa sedikit perbedaan karena senyawa kimia laut mengubah karang secara radikal. Di bagian luarnya, sisi laut yang menghadap karang tetap menjadi ekosistem laut yang sehat.  Karang di bagian dalam sisi laguna perlahan membusuk karena ganggang yang ada disekitar karang menghadapi banyak kompetisi. 

Pada tahap akhir pembentukkan atol gelombang laut memecah potongan karang batu kapur menjadi butirna pasir yang halus. Pasir dan bahan lainnya disimpan oleh gelombang atau angin hingga menumpuk di atas karang. Bahan-bahan ini seperti bibit tanaman, membentuk pulau cincin atau atol.
Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi
Atol Takaboneret di Sulawesi Selatan
Karang hermatypic hanya hidup di perairan hangat seperti di daerah Pasifik bagian tengah. Naturalis terkenal yang pertama kali menjelaskan pembentukkan atol adalah Charles Darwin. Ada banyak atol indah di dunia diantaranya Atol Takabonerete di Sulawesi Selatan, Atol Funafuti di Tuvalu, Atol Tikehau di Pasifik, Atol Light house di Belize dan Atola Suvadiva di Maladewa.
Gambar: indonesiacruising.com, batuankrypton.wordpress.com

Kamis, Maret 23

Perbedaan Laut Transgresi, Ingresi dan Regresi

Perbedaan Laut Transgresi, Ingresi dan Regresi

Laut atau sea merupakan sebuah wilayah perairan yang relatif sempit dibandingkan samudera atau ocean. Ada banyak laut di planet Bumi ini dan punya karakteristik masing-masing. 

Setiap laut memiliki proses pembentukkan yang berbeda-beda. Ada tiga jenis laut menurut proses pembentukkannya yaitu laut transgresi, laut ingresi dan laut regresi.

Laut Transgresi
Laut transgresi adalah laut yang terbentuk karena naiknya permukaan air laut sehingga mengakibatkan daratan tergenang. Proses ini menghasilkan laut dangkal seperti Laut Jawa dan Laut Arafuru. 

Penyebab naiknya permukaan air laut dikarenakan es mencair di akhir Pleistosen. Kedalaman laut ini hanya berkisar dari puluhan hingga ratusan meter saja. Dahulu laut ini ditutupi daratan luas dan menjadi jembatan migrasi hewan-hewan seperti Kangguru dari Australia ke Papua. 

Setelah air laut naik, kangguru tidak bisa kembali ke Australia dan beradaptasi dengan lingkungan Papua. Jadi mereka pada dasarnya tidak bisa bermobilitas lagi.
Paparan Sunda dan Paparan Sahul
Laut Ingresi
Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penuruan kerak samudera sehingga mengakibatkan kedalaman laut semakin dalam. Proses ini disebabkan oleh gaya tektonik dan fenomena yang muncul diantaranya Palung, Lubuk Laut dan Basin. Contoh laut ingresi adalah Laut Banda yang merupakan laut terdalam di Indonesia. 
Laut Banda merupakan laut terdalam di Indonesia
Laut Regresi
Laut regresi adalah laut yang semakin menyempit karena adanya akumulasi endapan material dari sungai yang bermuara ke sana. Contohnya adalah Laut Bering di dekat Arktik.  Baca juga: Bioma Konifer dan karakteristiknya 
Laut Bering di utara
Itulah perbedaan laut di dunia menurut posisi atau letaknya. Baca juga: Kode diskon quipper video 2017

Gambar: xenohistorian.faithweb.com
oceandoctor.org, freeworldmaps.net

Kamis, Maret 16

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Terumbu karang atau coral reefs terbentuk dari polip karang yang dihasilkan dari laisan kalsium karbonat yang ada di bawah tubuh mereka. Karang yang dapat membentuk struktur keras diamakan "hard" coral. Sementara karang lunak seperti kipas laut dan cambuk laut tidak bisa menghasilkan terumbu. 

Mereka adalah organisme yang fleksibel dan kadang menyerupai tumbuhan atau pohon. Karang lunak tidak memiliki kerangkan batu dan tidak selalu memiliki zooxanthellae. Mereka dapat ditemukan di laut tropis maupun dingin dan di bagian terdalam samudera.

Polip karang yang membangun karang dapat bertahan hidup dengan membentuk hubungan simbiosis dengan ganggang mikroskopis yang disebut zooxanthellae. Polip menyediakan tempat hidup ganggang sementara zooxanthellae membuat fotosintesis yang membuat makanan bagi karang. 

Karang juga bisa menjadi predator, mereka memperpanjang tentakel mereka di malam hari dan menangkap organisme kecil yang kebetulan mengambang. Sel penyengat yang disebut nematocyst dapat membunuh organisme yang lewat. Mangsa kemudian dipindahkan ke mulut polip dan dicerna dalam perut mereka. 

Jenis hewan dan tumbuhan di laut juga berkontribusi terhadap pembentukkan struktur karang. Banyak ganggang, rumput laut, spons, bahkan moluska seperti tiram dapat menambah arsitektur terumbu karang. Ketika organisme ini mati, mereka berfungsi sebagai bahan dasar bagi karang yang baru.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Terumbu Karang Banyak Terdapat di Daerah Tropis
Apa yang dibutuhkan terumbu karang untuk hidup?
Sinar matahari
Karang perlu tumbuh di perairan dangkal dimana sinar matahari dapat menjangkau mereka. Karang sangat bergantung pada ganggang yang hidup dalam tubuh mereka untuk penyuplai oksigen dan lainnya. Karena itu ganggang perlu sinar matahari untuk bertahan hidup. Karang jarang berkembang di perairan dengan kedalaman lebih dari 50 m.
Air jernih
Karang membutuhkan air yang jernih yang memungkinkan sinar matahari dapat menembus tubuh air. Terumbu tidak berkembang baik jika air keruh. Sedimen dan plankton dapat mengeruhkan air sehingga mengurangi jumlah sinar matahari yang mencapai ganggang.
Suhu air hangat
Karang dapat tumbuh di perairan hangat dengan suhu berkisar antara 20-32 derajat C.
Air bersih
Karang sangat sensitif terhadap polusi dan sedimen. Sedimen dapat membuat air keruh dan disimpan ke tubuh karang dan merusak polip. Air limbah yang mengandung banyak nutrisi juga dapat menyebabkan rumput laut tumbuh terlalu banyak diantara karang.
Air Asin
Karang perlu air asin untuk bertahan hidup dan memerlukan kesimbangan tertentu dalam rasio kadar garam. Inilah sebabnya karang tidak tinggal di muara sungai.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Peta Sebaran Terumbu Karang Dunia
Terumbu karang ditemukan hampir di lebih dari 100 negara. Kebanyakan terumbu karang terletak diantara lintang tropik utara dan tropik selatan, di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Laut Karibia, Laut Merah, Teluk Persia. 

Karang juga ditemukan jauh dari ekuator dimana arus hangat mengalir keluar dari daerah tropis seperti Florida dan selatan Jepang. Di semua penjuru dunia, terumbu karang menutupi sekitar 284,3 ribu kilometer persegi.
Gambar: d15h3ts9pue03r.cloudfront.net, coral.org
Terbentuknya Arus Turbidit

Terbentuknya Arus Turbidit

Lingkungan dasar laut merupakan daerah dengan perubahan yang konstan dengan sedimen didorong oleh arus dan gelombang. Tapi pergerakan pasir dan lumpur di dasar laut tidak selalu lambat. 

Di beberapa lokasi seperti landas konitnen dan lereng, tanah longsor dapat tercipta mengalirkan jutaan ton sedimen runtuhan ke dasar laut dalam. Inilah yang dinamakan Arus Turbidit. 

Cara termudah untuk menggambarkan arus turbidit di bawah laut adalah dengan membayangkan gumpalan salju dan es yang jatuh menuruni lereng pegunungan Alpen. Arus turbidit dapat digambarkan seperti longsoran salju tapi arus di dasar samudera ini terdiri dari akumulasi sedimen. 

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN 2008 Geografi 
Rumus iklim schmidt ferguson

Ketika longsor dasar laut terbentuk, beberapa sedimen dasar laut terangkut oleh longsoran. Arus sedimen bergerak menuruni lereng dasar samudera menciptakan suatu cekungan aliran seperti jurang.
Terbentuknya Arus Trubidit
Arus Turbidit
Apa penyebab Arus Turbidit?
Ada banyak peristiwa yang dapat memicu terjadinya arus turbidit. Di sekitar kepulauan Canary, banyak kasus arus turbidit di masa lampau terjadi karena adanya longsor di sepanjang sisi-sisi pulau. Batuan dan debris jatuh ke dalam air bersama pasir dan lumpur menuruni landas kontinen menuju dataran abisal.

Pemicu lainnya adalah akitifitas gunung api, gempa bumi dan pelepasan gas dari deposit hidrokarbon di dasar laut. Bahkan sejenis penumpukan sedimen di tepi pulau dapat memicu arus turbidit. 

Arus Turbidit merupakan hasil dari lereng yang tidak stabil oleh adanya gangguan. Baca juga: Ciri dan sebaran tanah di Indonesia

Apa yang terjadi pada sedimen Turbidit?
Selama arus ini terjadi, didalamnya tidak memiliki energi yang cukup untuk membawa semua sedimen jadi partikel mulai terlepas dari aliran dan membentuk deposit pasir dan lumpur di dasar laut yang dikenal sebagai Deposit Turbidit. Deposit ini sangat khas dan sangat berbeda dibandingkan dengan sedimen lumpur dasar laut. 

Saat sedimen turbidit diendapkan, mereka biasanya menunjukkan urutan khas berupa lapisan yang menunjukkan bagaimana arus turbidit melambat dan kehilangan energi. Dalam urutan sempurna, lapisan pertama terdiri butiran kasar sementara itu dibawahnya semakin halus. 

Arus turbidit dapat mengalir lambat atau cepat. Arus yang bergerak cepat dapat merusak sturktur yang dibangun di dasar laut seperti kabel komunikasi dasar laut. Ilmuwan saat ini tengah menciptakan miniatur proses arus turbidit di laboratorium untuk melihat gambaran tentang kekuatan yang dapat memicu terbentuk arus ini.

Rabu, Maret 15

Pasang Diurnal, Semi Diurnal dan Mixed

Pasang Diurnal, Semi Diurnal dan Mixed

Pasang surut merupakan fenomena umum di lautan yang menunjukkan perbedaan tinggi permukaan air laut. Pasang laut dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari meskipun bulan memiliki pengaruh yang lebih besar karena jaraknya lebih dekat dengan bumi. 

Jika Bumi ini berbentuk bulatan sempurna tanpa ada benua atau daratan besar maka semua wilayah di planet ini akan mengalami dua kali pasang dan surut sepanjang hari. 

Massa daratan di bumi menjadi penghambat dari gerakan pasang laut selama bumi berotasi. Tidak ada arus apapun yang dapat bergerak bebas di bumi ini. Pasang membentuk pola yang kompleks dalam setiap cekungan laut yang berbeda. 
Pasang Diurnal, Semi Diurnal dan Mixed
Tipe Pasang Laut
Tiga pola pasang surut laut terbentuk sepanjang batas garis pantai utama di Bumi. Secara umum, sebagian besar wilayah punya dua pasang tinggi dan dua pasang surut setiap hari. Ketika du pasang tertinggi dan dua pasang surut punya ketinggian sama maka disebut semi diurnal.

Periode pasnag surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 2 jam  50 menit.
Pasang surut diurnal adalah fenomena dimana dalam satu hari terjadi dua kali pasang naik dan satu kali pasang surut dalam periode 24 jam 50 menit. Contohnya di daerah Teluk Mexico.
Pasang surut semi-diurnal adalah fenomena dimana dalam sehari ada dua kali pasang tinggi dan dua kali surut secara berurutan dalam jangka waktu  12 jam 54 menit. Contohnya di Pantai Barat Amerika.
Pasang surut mixed atau campuran adalah fenomena dimana dalam sehari ada dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut dengan tinggi muka air laut dan periode yang berbeda. Contohnya di Pantai Timur dan sebagian besar Indonesia.
Gambar: algebralab.org

Selasa, Februari 28

Fenomena Pasang Surut Air Laut

Fenomena Pasang Surut Air Laut

Perhatikanlah gambar 1 di bawah, ada sebuah pelabuhan dengan kapal-kapal bersandar di pinggirnya. Pada gambar atas nampak air laut sedang naik dan kapal bisa bersandar. Peristiwa itu dinamakan sebagai pasang. 

Pada gambar bawah tampak air laut turun sehingga kapal tidak bisa bersandar di pelabuhan. Peristiwa itu dinamakan surut. Dengan begitu pasang dan surut adalah peristiwa naik dan turunnya permukaan air laut. 
Fenomena Pasang Surut Air Laut
Pasang laut berguna untuk kapal bersandar
Apa penyebab pasang surut laut?
Penyebab utama pasang dan surut air laut adalah gravitasi bulan walaupun gravitasi Matahari juga memengaruhinya. Ini karena jarak Bulan ke Bumi (385 ribu km) atau lebih dekat dari jarak Matahari ke Bumi (150 juta km). Pada saat Bumi ditarik oleh gravitasi Bulan, air lebih mudah ditarik daripada daratan.

Perhatikan gambar di bawah. Titik A berjarak paling dekat dengan Bulan. Maka air di A akan mengalami gaya tarik bulan yang paling besar dan air laut di A ditarik mendekati Bulan. Ini menghasilkan pasang di A. 

Air Laut yang berada pada sisi yang berlawanan yaitu B berjarak paling jauh ke Bulan. Ini menyebabkan air di B mengalami gaya tarik Bulan yang paling kecil dan air laut di B menjauhi Bulan. Ini menghasilkan pasang di B. Dalam daerah antara A dan B yaitu D dan C mengalami surut karena massa airnya tertarik ke A dan B.
Fenomena Pasang Surut Air Laut
Pasang laut karena gravitasi bulan
Anggaplah dalam satu hari posisi Bulan tetap, maka selama Bumi berotasi satu kali dalam porosnya, sebuah lokasi akan secara berurutan menempati kedudukan A-D-B-C. Ini berarti dalam satu kali rotasi atau satu hari suatu tempat akan mengalami 2 kali passang (kedudukan A dan B) dan dua kali surut (kedudukan D dan C). Urutannya adalah pasang-surut-pasang-surut. Dengan begitu dalam dua pasang selalu ada satu kali surut.

Mengapa ada pasang besar dan pasang kecil?
Walaupun pasang karena gravitas matahari hanya 5/11 kali pasang karena gravitasi bulan, namun gabungan kedua gravitasi ini dapat menghasilkan pasang besar dna pasang kecil. Perhatikan gambar di bawah!, pasang besar terjadi saat bulan dan matahari menghasilkan gaya tarik atau gravitasi yang segaris (gambar b). 

Pasang ini disebut sebagai pasang putnama atau pasang perbani (spring tides). Nampak bahwa pasang besar terjadi saat bulan purnama dan bulan baru/perbani. Baca juga: Genesa batuan beku

Pasnag kecil terjadi saat Bulan dan Matahari menghasilkan gaya gravitasi yang saling tegak lurus. Pasang ini disbebut pasnag neap (neap tides). Nampak bahwa pasan kecil terjadi pada saat kuartil awal atau pada saat kuartil akhir.
Fenomena Pasang Surut Air Laut

Apa manfaat pasang surut air laut?
Antara dua pasang terjadi surut dan pada saat tersebut, air laut turun sehingga sebagian pantai menjadi kering. Perbedaan tinggi permukaan air laut antara pasang dan surut kadnag-kadang hanya 3 meter di laut terbuka. 

Namun pada beberapa tempat, terutama di selat sempit dan muara sungai, perbedaan tinggi permukaan air laut bisa mencapai 16 meter dan bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Baca juga: Beda erupsi magmatik dan non magmatik

Beberapa manfaat pasang-surut air laut diantaranya:
1. Memudahkan kapal berlabuh dan berlayar. Di dermaga yang agak dangkal, kapal laut dapat berlayar dan berlabuh pada saat pasang.
2. Mengendapkan garam di tepi pantai. Saat pasang, air laut dapat mengisi petak-petak lahan garam. Setelah surut air laut yang mengandung garam akan tertinggal dan menguap sehingga yang tersisia adalah kristal garam.
3. Pesawahan pasang-surut. Di pesawahan tipe ini, digali saluran-saluran untuk menampung air laut sewaktu terjadi pasang sehingga tidak menggenangi pesawahan. 
4. Pembangkit listrik. Beda ketinggian antara pasng dan surut air akan menghasilkan energi potensial yang dapat diubah menjadi energi untuk menggerakkan turbin. Turbin ini nantinya akan menggerakan generator sehingga menghasilkan listrik. Baca juga: Karakter gunung api di Indonesia

Gambar: www.vims.edu, slidehsare

Senin, Februari 27

Fase Terbentuknya Guyot di Lautan

Fase Terbentuknya Guyot di Lautan

Guyot atau tablemount, merupakan gunung api bawah laut yang terisolasi dengan puncak yang datar di bawah 200 meter di bawah permukaan laut. Puncak yang datar tersebut mungkin pada awalnya punya diameter lebih dari 10 km. Istilah guyot berasal dari ahli geologi Amerika-Swiss yaitu Arnold Henry Guyot.

Di Samudera Pasifik, guyot banyak ditemukan dengan puncaknya berada antara 1.000 sampai 2.000 m di bawah permukaan air laut. Sama halnya dengan gunung api di daratan, guyot memiliki lereng miring seperti kerucut dengan sudut 20 derajat dari bawah hingga ke puncak.

Guyot di Samudera Pasifik barat banyak dibatasi oleh atol dan terumbu karang. Terumbu karang ini pada umumnya berasal dari zaman akhir Cretaceous. Meski penurunan dasar laut terjadi sejak saat itu namun alasan matinya terumbu karang masih kurang jelas. Dibawah kondisi normal terumbu karang dapat tumbuh ke atas mengimbangi pemekaran dasar samudera.

Guyot pada dasarnya adalah gunung api yang dibangun di dasar laut bahkan bisa sampai muncul ke permukaan laut. Erosi gelombang mengikis dan menghancurkan puncak gunung ini mengakibatkan bentuk pipih atau datar. 

Puncak guyot dulunya ada di permukaan laut dan mengandung fosil seperti terumbu karang yang hidup di perairna dangkal. Seiring pegerakan dasar lautan maka guyot ini akan semakin tenggelam di dasar lautan.
Fase Terbentuknya Guyot di Lautan
Perkembangan Guyot
Ada lima fase pembentukkan guyot secara umum yaitu:
Fase 1 New Oceanic Island
Awalnya magma yang naik di tengah lautan membentuk pulau baru atau hot spot island. Contohnya seperti Hawaii atua Krakatau.
Fase 2 Fringing Reef
Setelah pulau terbentuk maka muncullah terumbu karang disekitarnya. Terumbu butuh perairan dangkal, jernih dan banyak sinar matahari. Lama kelamaan pulau akan dikelilingi oleh reef tadi.
Fase 3 Barrier Reef
Seiring berjalannya waktu dan gerakan lempeng maka pulau akan kehilangan aktifitas vulaknik karena bergeser dari titik hotspot. Selama itu, perkembangan terumbu karang semakin pesat dan menambah beban pulau ditambah lagi erosi dari arus dan gelombang laut. Dan akhirnya pulau pun akan tenggelam lalu terbentuklah laguna di sekitar pulau.
Fase 4 Atol
Pulau semakin tenggelam namun terumbu karang masih hidup di sekeliling pulau sehingga membentuk cincin karang atau Atol.
Fase 5 Guyot
Terumbu karang yang mengelilingi pulau tadi akhirnya mati karena pulau semakin tenggelam. Terumbu tidak bisa hidup dengan kedalaman yang tidak bisa ditembus matahari. Jadilah guyot. 
Sumber: pages.geo.wvu.edu

Jumat, Februari 17

Arus Labrador itu Apa dan Dimana?

Arus Labrador itu Apa dan Dimana?

Arus Labrador atau Labrador Current ditemukan di pantai timur Kanada perairan Samudera Atlantik Utara dan langsung memengaruhi cuaca di wilayah Eropa. Arus Labrador adalah arus permukaan laut di perairan Samudera Atlantik Utara yang berasal dari Selat Davis, dimana ia dimulai sebagai kelanjutan dari arus Greenland Barat dan Arus Pulau Baffin. 

Dari kedua wilayah tadi aurs mengalir ke selatan sepanjang sisi barat laut Labrador. Arus lalu melewati sepanjang Labrador, Newfoundland dan pantia timur Nova Scotia di Kanada. Arus Labrador merupakan tipe arus dingin dengan salinitas rendah dan mencapai kedalaman maksimum 2.000 kaki. Arus ini membawa volume air kisaran 125 juta hingga 190 juta kaki kubik dan mengangkut banyak gunung es di wilayah selatan greenland.

Arus Labrador selalu bertindak sebagai penentu pola iklim wilayah pesisir timur Kanada. Perairan yang dilalui arus ini sangat baik untuk perkembangan spesies ikan komersial seperti Atlantic Cod. Arus ini juga telah bertanggung jawab terhadap beberapa bencana laut yang terjadi di masa lalu. 

Gunung es dan potongan gletser sering menyebabkan kapal terhempas termasuk tenggelamnya R.M.S Titanic musim semi 1912. Kabut yang tercipta di daerah ini juga mengacaukan navigasi kapal di masa lalu.
Arus Labrador itu Apa dan Dimana?
Arus Labrador di Utara
Arus Labrador memainkan peran utama dalam memengaruhi iklim dari wilayah Kanada yang berbatasan langsung dengan perairan tersebut. Salinitas rendah dibanding perairan Atlantik tengah membuat air mudah membeku. Perairan dingin di Labrador memunculkan dampak menengah pada iklim pesisir, membuat musim panas lebih dingin dan musim dingin yang lebih dingin. 

Banyak gunung es yang terbawa arus Labrador menjadi penghalang transportasi kapal laut. Namun kemurnian gunung es membawa sumber air komersil yang berharga dan menjadi daya tarik wisatawan itu sendiri.

Suhu perairan Arus Labrador berada di kisaran nol derajat C dengan kadar salinitas 30 - 34 per 1.000. Ini menyebabkan air dingin cepat mengalir dan mendukung kehidupan di dalamnya seperti ikan Cod, kepiting salju, udang dan lainnya. Paus adalah salah satu predator besar di perairan Labrador.
Arus Labrador itu Apa dan Dimana?
Gunung es di atas lautan
Namun penangkapan ikan berlebihan selama dekade terakhir membuat spesies ini semakin menurun populasinya sementara populasi penduduk dan invertebrata semakin melonjak. Budidaya kepiting salju dan udang menghasilkan profit luar biasa di wilayah ini.

Iklim di Kanada Timur dan utara Eropa dipengaruhi oleh Arus Labrador dan Gulf Stream. Melemahnya arus Labrador saat ini akan menghasilkan musim dingin yang ringan di provinsi timur Kanada. 

Selanjutnya pencairan es berlangsung di Arktik karena pemanasan global akan menambah jumlah volume arus Labrador, memperlambat kecepatan sehingga berdampak pada migrasi anjing laut dan paus beluga putih serta meningkatkan kenaikan muka air laut. 
Gambar: www.heritage.nf.ca, blogs.scientificamerican.co

Sabtu, Februari 11

Sedimen Dasar Laut Indonesia

Sedimen Dasar Laut Indonesia

Sedimen pada dasarnya merupakan butiran-butiran yang dapat ditransportasikan oleh alirna air dan seringkali diendapkan sebagai lapisan butiran-butiran yang solid di dasar sungai, laut atau tubuh air lainya. 

Sedimen adalah proses pengendapan material. Sedimen merupakan produk manusia penghambat aliran air karena kecepatan aliran akan berkurang dengan adanya muatan material. Baca juga: Pergerakan angin muson di Indonesia

Sedimen juga dapat dipindahkan oleh angin dan es. Padang pasir dan gumuk adalah contoh endapan yang dipindahkan oleh angin. Glacial moraine dan till merupakan contoh sedimen yang dialirkan oleh es. Gaya gravitasi juga menyebabkan terbentuknya sedimen seperti talus, longsoran sisi gunung yang membentuk fenomena karst.

Baca juga:
Sebaran tanah podzolik dan pemanfaatannya 
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015

Laut, samudera dan danau menumpuk sedimen setiap saat. Material dapat diendapkan di daratan atau di lautan atau juga berupa terrigenous (material yang berasal dari perut bumi) yang berada di daratan tapi diendapkan di lingkungan darat, laut dan danau. 

Sedimen yang terendapakan menjadi sumber terbentuknya batuan sedimen yang dapat berisi fosil dari binatang-binatang laut atau sungai yang mati dan terselubungi oleh lapisan sedimen yang menumpuk.

Lingkungan laut dan samudera seringkali menjadi tempat sedimen diendapkan. Sedimen dapat terdiri dari material yang berasal dari perut bumi yang dibawa oleh sungai dan aliran air dekat laut atau dapat berupa sedimen laut lain misalnya pasir. 

Di laut bagian tengah, organisme tertentu juga berperan serta dalam pembentukan sedimen karena kulit dan rumah binatang-binatang laut yang mati akan tenggelam ke dasar laut. Beberapa jenis sedimen yang dapat ditemui di wilayah perairan Indonesia antara lain. Baca juga: Skala geologi bumi
Sedimen Dasar Laut Indonesia
Sedimen lumpur sungai menuju laut
a. Batu keras
Semua sedimen ayng terdiri dari partikel atau batuan yang bergaris tengah lebih dari 2 mm.
b. Pasir dan lanau
Sedimen yang terdiri dati partikel yang bergaris tengah antara 2 mikron - 2 mm.
c. Lumpur
Semua sedimen yang berasal dari perut bumi berukuran sangat kecil dan mengandung komponen-komponen pasir dan partikel silt. Sedimen tersebut termasuk lumpur biru, lumpur hijau, lumpur hitam, abu gunung api, lempung hijau dan sebagainya.
d. Selut gampingan
Semua endapa mengeras yang partikelnya berukuran pasir atua lebih halus mengandung sekitar 30% atau lebih CaCO₃ kecuali enapan yang semuanya tersusun dari cangkang moluska atau koral.
e. Selut silikaan
Semua endapan mengeras yang paling sedikit 30% cangkang organisme silikaan.
f. Lempung
Semua endapan pelagis yang berbutir halus bergaris tengah kurang dari 4 mikron, tersusun atas kurang lebih 30% jasad organisme dan kurang lebih 30% CaO₃.
g. Koral
Semua endapan yang berasal dari bangkai terumbu karang. 

Rabu, Februari 8

Jenis Sedimen Dasar Laut

Jenis Sedimen Dasar Laut

Seluruh permukaan dasar lautan ditutupi oleh partikel-partikel sedimen yang telah diendapkan dalam jangka waktu yang lama dengan ketebalan yang bervariasi. Sedime laut terutama terdiri dari partikel-partikel yang berasal dari hasil pembongkaran batuan dan potongan kulit serta sisa-sisa rangka organisme laut yang telah mati.

Sedimen cenderung didominasi oleh satu atau beberapa partikel namun mereka tetap terdiri dari ukuran yang berbeda-beda. Biasanya untuk melihat ukuran partikel bisa menggunakan skala Wentworth. Sedimen di dasar laut dalam seperti Palung akan lebih halus dibadning sedimen di laut dangkal.

Kedalaman sedimen di dasar lautan tidak seragam tapi bervariasi dan banyak sedimen tidka pernah sampai hingga dasar lautan namun terjebak hanya pada lereng benua atau delta sungai besar. Selama bertahun-tahun beberapa lereng benua dapat menyimpan sedimen hingga beberapa kilometer tebalnya. 
Jenis Sedimen Dasar Laut
Sedimen Dasar Laut
Klasifikasi sedimen juga bisa berdsarkan asal sedimen itu sendiri yaitu:
1. Sedimen Ltihogeneous
Merupakan sedimen yang berasal dari sisa pengikisan batuan di darat. Partikel batuan diangkut dari daratan ke lautan oleh air hujan dan oleh sungai.

2. Sedimen Biogenous
Merupakan sedimen yang berasal dari sisa-sisa rangka organisme hidup yang membentuk partikel halus (ooze). Sedimen ini digolongkan ke dalam 2 tipe yaitu Calcareous dan Siliceous.

3. Sedimen Hidrogenous
Merupakan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia dalam air laut contohnya bongkahan mangan yang berasal dari endapan lapisan oksida dan hidroksida besi dan mangan.

4. Sedimen Cosmogenous 
Merupakan sedimen yang berasal dari berbagai sumber dan masuk ke dalam laut melalui jalur media udara. Sedimen jenis ini dapat berasal dari luar angkasa, aktifitas gunung api/berbagai partiel darat yang terbawa angin. Material yang berasal dari luar angkasa merupakan sisa-sisa meteorik yang meledak di atmosfer dan jatuh di laut. 
Gambar: https://www.kochi-u.ac.jp/
Jenis Sedimen Dasar Laut
Sedimen Dasar Laut
Kondisi Morfologi Perairan Indonesia

Kondisi Morfologi Perairan Indonesia

Pengetahuan tentang topografi dasar laut dapat diketahui dari ekplorasi dan pemetaan dasar alut secara sederhana yaitu berupa pengukuran kedalaman lautan dengan mengulur tali atau kabel dengan diberi bandul pemberat ke dalam laut sehingga menyentuh dasar laut.

Pengetahuan tentang hal ini baru mengalami kemajuan setelah ditemukan alat gema Echo Sounder. Prinsip kerja nya adalah dengan metode perambatan dan pemantulan bunyi dalma air. Gelombang bunyi dipancarkan dari kapal laut dan merambat dengan kecepatan 1.600 m/detik hingga menyentuh dsar lautan. 

Lalu gema dipantulkan dan ditangkap kembali oleh sensor di kapal Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan bolak-balik diterjemahkan menjadi kedalaman lautan.

Menurut kedalaman lautannya, perairan Indonesia dibagi mejadi dua teritorial yaitu:
1. Perairan dangkal berupa paparan atau shelf
Merupakan zona laut terhitung mulai dari garis muka air laut terendah hingga kedalaman sekitar 200 m yang kemudian biasanya disusul dengan lereng yang lebih curam ke arah laut dalam. Di Indonesia terdapat dua paparan luas yaitu Paparan Sunda di sebelah darat dan Paparan Sahul di bagian timur.
Paparan Sunda merupakan paparan benua (Continental shelf) yang terluas di dunia. Paparan ini menghubungkan Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dengan daratan Asia yang meliputi Laut Cina, Teluk Thailand, Selat Malaka dan Laut Jawa. Paparan ini juga merupakan daratan utuh yang menyatu dengan Jawa, Kalimantan, Sumatera dan daratan Asia. 

Hal in idapat dibuktikan dengan adanya rekam jejak dua sistem aliran sungai yang kini berada di dasar lautan yaitu Sungai Sunda Utara dengan hulu di Sumatera dan Kalimantan serta bermuara di Laut Cina dan yang keuda Sungai Sunda selatan dengan daerah hulu di Jawa, Kalimantan Selatan serta bermuara di Selat Makassar.

Paparan Arafura atau Sahul terletak di sebelah utara Australia, dan disebut juga Paparan Asutralia Utara.
Kondisi Morfologi Perairan Indonesia
Morfologi Lautan Indonesia
2. Perairan Laut Dalam
Berlokasi diantara keuda paparan dengan topografi yang kompleks seperti adanya basin dan palung. Bentukkan berupa basin dan palung tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
a. Kelompok Basin dan Palung Maluku
- Basin Morotai
- Basin Bacan
- Basin Mangole
- Basin Gorontalo
- Basin Ternate
b. Kelompok Basin dan Palung Banda
- Basin Buru
- Banda Utara
- Basin Banda Selatan
- Basin Manipa
- Basin Ambalau
- Basin Aru
- Basin Flores
- Basin Sawu
- Basin Wetar
- Palung Weber
- Palung Butung 

Baca juga: Sistem koordinat lintang dan bujur
Gambar: https://upload.wikimedia.org

Jumat, Februari 3

Terbentuknya Arus Termohalin

Terbentuknya Arus Termohalin

Apa jadinya kalau di Bumi ini tidak ada arus termohalin?. Apa sih arus termohalin tersebut?. Air dingin secara umum lebih padat dibandingkan air panas. Selain itu air dengan salinitas tinggi akan lebih rapat dibandingkan air yang mengandung sedikit garam.

Arus laut di permukaan laut lebih disebabkan oleh faktor angin. Sementara arus dalam diakibatkan oleh perbedaan kepadatan atau densitas.

Sirkulasi termohalin atau sering disebut juga sebagai "conveyer belt", menghubungkan arus air di Atlantik, India, Pasifik dan Samudera Selatan. Mekanisme arus ini diawali adanya peningkatan densitas permukaan lautan di wilayah lintang tinggi. Angin bersuhu dingin meningkatkan tingkat evaporasi sehingga melepaskan panas dalam air. 

Perairan yang dingin akan meningkatkan kerapatan air sehingga air akan turun ke dasar lautan. Formasi es di utara dan selatan juga membantu untuk meningkatkan kadar densitas air. Selama air membeku, garam akan dipaksa keluar dari es. Laut es secara mengejutkan merupakan air tawar. Air laut di dekat kutub akan tenggelam ke dasar lautan.
Terbentuknya Arus Termohalin
Mekanisme Termohalin
Sama halnya seperti sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, arus laut dalam bergerak sepanjang lembah dasar laut menuju lantai samudera. Dingin, air asin mendorong sirkulasi termohalin di Samudera Arktik, Atlantik Utara, dan Samudera Selatan. Laut dangkal di Selat Bering mencegah arus dari Arktik menuju ke Pasifik.

Air padat di Samudera Atlantik bergerak ke selatan dan akhirnya bergabung dengan arus dari Samudera Selatan di ujung Atlantik Selatan. Perairan dangkal antara Amerika Selatan dan Antartika mencegah arus kembali ke barat. 

Jadi sirkulasi termohaline menuju ke timur. Beberapa arus pecah ke utara sepanjang pantia timur Afrika hingga Samudera Hindia sedangkan sisanya terus mengarah ke timur sepanjang Australia dan akhirnya berbelok ke utara menuju Pasifik.

Pada titik ini, dua cabang arus termohalin akhirnya mulai bertemu dengan arus hangat di daerah tropis. Para ilmuwan mengira bahwa perjalanan arus ini membutuhkan waktu 1.600 tahun. Dari daerah tropis, arus hangat ini mengalir kembali menuju titik asal yaitu Atlantik Utara.

Sirkulasi termohalin punya pengaruh besar pada iklim bumi bahkan bisa mengubah iklim. Ia memasok panas ke daerha kutub sehingga memengaruhi laju pembentukkan es laut di dekat kutub. Panas dan CO₂ yang terlarut dan terkubur di jurang dasar laut dalam dapat mencegah efek awal dari perubahan iklmi global. Tapi ketika mereka muncul dari kedalaman, cerita mungkin akan sedikit berbeda. 

Gambar: b.static.trunity.net

Minggu, Desember 25

Perbedaan Rip Current dan Longshore Current

Perbedaan Rip Current dan Longshore Current

Kamu pernah kan bermain ke pantai?. Kenapa ada saja korban jiwa jika manusia bermain di pantai?. Apakah arus pantai itu berbahaya?. Kamu harus tahu dulu bahwa pantai itu memiliki berbagai macam arus dan memiliki karakteristik masing-masing. 

Ada arus yang nyaman ada juga arus yang mematikan. Setidaknya ada tiga jenis arus pantai yaitu Longshore, Rip dan Undertows current. Pengetahuan ini perlu untuk lebih mengenalkan masyarakat tentang arus pantai dan diharapkan senantiasa berahati-hati jika bermain di sana.
Perbedaan Rip Current dan Longshore Current
Arus rip current, pic: willisbrotherssurfing.com
Rip current sangat disukai sekali oleh para peselancar. Peselancar profesional akan menggunakan arus ini untuk mendapatkan gelombang cepat dengan hanya sedikit mendayung papan. Sementara longshore current bergerak menyusuri pantai, rip current dapat membentuk lingkaran kecil di gugusan pasir atau dekat dermaga. 

Rip current adalah arus air laut yang membalik arah menuju laut lepas atau tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini biasanya akah hilang tidak jauh dari pantai dan memiliki lebar kurang dari 25 m.

Rip current biasanya punya kecepatan 1 hingga 2 kaki per detik. Namun beberapa penelitian telah mencatat kecepatan tertinggi arus ini ada di kisaran 8 kaki per detik atau lebih cepat dari perenang olimpiade. Karena arus ini bergerak tegak lurus dengna pantai dan bisa menjadi lebih kuat, wisatawan perlu berhati-hati. 

Orang yang terperangkap dalam arus ini dapat tersapu dari pantai dengan cepat. Salah satu cara jika terjebak dalam arus ini adalah berusaha tenang mengikuti arus dengan kepala di atas permukaan hingga kekuatan arus melemah. Setelah itu berusahalah minta bantuan SAR pantai.
Perbedaan Rip Current dan Longshore Current
Longshore current, pic: willisbrotherssurfing.com
Kecepatan dimana gelombang mendekati pantai dipengaruhi kedalaman, lantai laut dan morfologi pantai. Saat gelombang mencapai pantai ia melepaskan energi yang menghasilkan arus lalu berjalan mengikuti garis pantai. Arus ini disebut dengan longshore current. 

 Arus ini dipengaruhi oleh kecepatan dan sudut gelombang. Saat gelombang menabrak pantai yang curam maka kecepatan arus semakin tinggi. Sebaliknya jika sudut pantai semakin besar dan tinggi gelombang rendah maka kecepatan arus ini akan semakin lambat. Arus ini akan mengerosi pasir pantai dan membentuk morfologi pantai yang memanjang.

Kamis, Desember 15

Erosi Pantai dan Jenisnya

Erosi Pantai dan Jenisnya

Pantai dibentuk oleh laut dan aktifitas gelombang. Proses yang berlangsung adalah erosi, transportasi dan deposisi. Ada banyak pantai indah di dunia ini dan saya akan berikan penjelasan tentang mekanisme terbentuknya pantai.

Kekuatan gelombang adalah salah satu kekuatan yang paling signifikan dari perubahan pantai. Gelombang diciptakan oleh angin yang bertiup di atas permukaan laut. Saat angin bertiup di atas laut, gesekan diciptakan lalu memproduksi putaran atau gerakan di dalam air. Energi angin menyebabkan partikel air untuk memutar dan bergerak menyebar. 

Ukuran dan kekuatan gelombang laut dipengaruhi oleh faktor berikut:
- berapa lama angin bertiup
- kekuatan angin
- jarak yang ditempuh gelombang laut atau panjangnya
Erosi Pantai dan Jenisnya
Bentuk Rekayasa Pantai, pic: edp24.co.uk
Menurut sifatnya, gelombang laut dibedakan menjadi destructive wave (merusak) dan constructive wave (membangun). Saat gelombang pecah, air akan menuju pantai dan disebut wash. Lalu air akan kembali ke laut atau disebut backwash. Berikut ini karakteristik destructive wave dan constructive wave:

Destructive wave
- gelombang destruktif diciptakan saat kondisi badai 
- tercipta dari gelombang besar, kuat dan angin kencang yang bertiup lama
- cenderung mengikis pantai
- terjadi saat energi gelombang tinggi dan telah menempuh perjalanan lama
- backwash lebih kuat dibanding swash
- panjang gelombang pendek, tinggi dan curam 

Constructive wave
- tercipta saat cuaca tenang dan angin tidak kencang
- bersifat membangun pantai
- memiliki swash yang lebih kuat dibanding backwash
- memiliki panjang gelombang yang panjang dan tingginya rendah 
Erosi Pantai dan Jenisnya
Tipe Gelombang laut, pic: i-study.co.uk
Laut berperan dalam membentuk morfologi pantai dan erosi pantai memecah batuan dan tanah di sepanjang pantai. Destructive wave meng-erosi pantai dengan beberapa cara seperti berikut:

a. Arus Hidrolik. Air dapat terjebak di sela-sela dan retakan tebing. Saat gelombang berkurang, udara yang terjebak tersebut akan terkompresi dan melemahkan tebing sehingga terjadilah erosi.
b. Abrasi. Pecahan batu dan pasir akibat gelombang akan membantu mengikis bentuk pantai di depannya.
c. Erosi. Gelombang menghancurkan batu dan kerikil di pantai lalu akan bertubrukan satu sama lain sehingga menjadi lebih halus.
d. Pelarutan. Asam yang terkandung dalam air laut akan melarutkan batuan seperti kapur atau karang.

Selasa, Desember 13

Faktor Perbedaan Salinitas Laut

Faktor Perbedaan Salinitas Laut

Pernah tidak sengaja minum air laut?, asin kan?. Apakah semua air laut itu kadar asinnya sama?. Kadar keasinan atau salinitas laut ternyata tidaklah sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan kadar salinitas laut.

Tiga faktor penting yang memengaruhi salintas laut adalah curah hujan, penguapan dan angin. Curah hujan membawa air tawar menuju laut dan menurunkan kadar garam. Laju penguapan dari air laut juga berpengaruh karena akan menghilangkan molekul air dan meninggalkan kristal garam di belakang. 

Di wilayah dengan penguapan tinggi karena pemanasan dan angin, maka konsentrasi garam dalam air akan meningkat. Oleh karenanya di wilayah yang terkena angin kencang umumnya memiliki nilai salinitas yang lebih tinggi. Salinitas laut diukur dalam angka per 1000 (part per thousand). Nilai salinitas diangap normal jika mencapai 35 ppt sementara jika dibawah itu dianggap rendah. 

Di wilayah ekuator dimana curah hujan tinggi, salinitas laut jarang melebihi 34 ppt. Salinitas terendah terjadi di wilayah dekat kurub dimana angka salinitas mencapai kurang dari 32 ppt. Atlantik punya kadar garam yang tinggi karena disana dilewati angin kencang dan tidak banyak hujan.
Faktor Perbedaan Salinitas Laut
Laut Mati punya kadar salinitas tertinggi di dunia, pic: grandeasthotel
Ada bagian dari laut di mana hampir tidak ada hujan turun angin kering tapi hangat menyebabkan banyak penguapan. penguapan ini menghapus air - ketika uap air naik ke atmosfer, ia meninggalkan garam di belakang, sehingga salinitas air laut meningkat. Hal ini menyebabkan air laut menjadi lebih padat. 

Anda dapat melihat di peta bahwa utara dan selatan Atlantic memiliki kadar garam yang tinggi - ini adalah daerah di mana ada angin kencang dan tidak banyak hujan

Laut Mediterania di Eropa punya salinitas sangat tinggi hampir 38 ppt atau lebih karena penguapan yang tinggi daripada curah hujan dan jumlah air tawar yang masuk ke sungai. Contoh lain adalah Laut Mati di Yordania dengan kadar garam yang sangat tinggi sehingga objek dapat mengapung di atasnya.

Di bagian lain, beberapa laut punya curah hujan tinggi. Air tawar yang masuk mengencerkan air laut, menurunkan kadar salinitas dan mengurangi densitas. Air laut juga bisa kurang garam jika dekat tanah atau sungai. Laut di sekitar wilayah Antartika punya salinitas rendah karena pencairan gletser dan es. 

Laut Baltik hampir tertutup oleh Eropa Utara dan Skandinavia sehinga salintasnya kurang dari 10 ppt karena banyak sungai yang bermuara dari Skandinavia menuju Baltik.

Perbedaan angka antara 34ppt dan 36ppt salinitas tidak terdengar sangat banyak, tapi itu sudah cukup untuk menyebabkan perbedaan dalam kepadatan atau densitas. Bahkan sedikit air laut lebih padat kerapatannya akan tenggelam di bawah air laut yang kurang padat.

Namun, efeknya lebih besar jika air asin menjadi dingin, karena suhu memiliki efek lebih besar terhadap kepadatan sedangkan salinitas tidak. Kombinasi kadar garam yang tinggi dan suhu rendah membuat air laut begitu padat sehingga tenggelam ke dasar laut dan mengalir di cekungan laut sedalam (arus lambat). Baca juga: Pembahasan KSK Geografi 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close