Guru Geografi: Oseanografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oseanografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 8

Menghitung Kedalaman Dasar Laut

Menghitung Kedalaman Dasar Laut

Lautan di permukaan bumi ini sangat luas dan tersebar di berbagai penjuru mata angin. Kedalaman lautan bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Ada laut yang dangkal dan ada pula laut yang dalam. Bagaimana cara menghitung kedalaman dasar laut?. 

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung kedalaman dasar laut yaitu dengan teknik bandul timah hitam (dradloading) dan teknik gema duga atau echosounding. Baca juga: Beda siklon dan puting beliung
Menghitung Kedalaman Dasar Laut
Mengukur kedalaman laut menggunakan echosounder
a. Teknik Bandul Timah Hitam
Teknik ini merupakan teknik kuno untuk mengukur kedalaman laut yaitu dengan menggunakan tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dengan menggunakan kapal, tali tersebut diturunkan hingga menyentuh dasar laut lalu panjang tali diukur dan nanti akan muncul angka hasil pengukurannya.

Baca juga:
Klasifikasi iklim Oldeman
Memahami tentang unsur cuaca dan iklim

b. Gema Duga atau Echosouning
Teknik ini merupakan cara modern yang didasarkan pada hukum fisika tentang hukum perambatan atau pantulan bunyi dalam air. Gelombang bunyi tersebut dikeluarkan dari suatu alat yang dipasang pada sebuah kapal yang memiliki kecepatan rambat rata-rata1.600 meter per detik dalam air hingga nanti akan mencapai dasar lautan. 

Gelombang bunyi nanit akan menyentuh dasar laut dan memantul kembali dalam bentuk gema dan ditangkap melalui sebuah alat yang dipasang pada dasar kapal. Gema sama halnya ketika kamu berteriak di pegunungan atau di lapangan luas, maka dalam beberapa detik suara kamu akan terdengar kembali. 

Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan dan pemantulan dapat diinterpretasikan sebagai kedalaman laut. Baca juga: Perbedaaan Mesa, Butte dan Plateau

Rumus untuk mencari kedalaman laut melalui metode gema duga adalah:
D = ½ (v x t)

D = kedalaman laut
v = kecepatan suara dalam air
t = waktu perambatan

Contoh:
Sebuah alat echosounder mencatat waktu yang dibutuhkan untuk perambatan bolak-balik adalah  5 detik dan kecepatan suara dalam laut adalah 1.600 m per detik. Berapakah kedalaman lautan?

D = ½ (v x t)
D=  ½ (1.600 x 5)
D =  ½ x 8.000
D = 4.000 m

Jadi kedalaman lautan adalah 4.000 m.

Selasa, April 4

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau MOR menyelimuti bumi ini seperti jahitan pada bola baseball. MOR membentang sejauh 65.00 km di seluruh bumi. Mayoritas sistem tanggul tektonik ini berada di bawah lautan dengan kedalaman rata-rata 2.500 meter di bawah permukaan air laut. 

MOR mulai ditemukan pada tahun 1950an karena keberadaannya yang jauh di dasar laut sehingga luput dari mata manusia. Baca juga: Beda geosentris dan heliosentris

MOR atau punggung laut secara geologi penting karena ia terbentuk di batas sepanjang lempeng divergen dimana lantai samudera tercipta bersamaan dengan lempeng bumi yang menyebar. 

Ketika dua lempengan kerak bumi terpisah, magma cair akan naik ke dasar laut menghasilkan letusan gunung api besar bertipe basalt dan membangun jaringan rantai gunung api terpanjang di dunia. Karena mayoritas erupsi berada di dasar lautan, MOR sering sulit diidentifikasi. 
Peta Lantai Samudera
Tingkat sebaran punggung laut ini bervariasi, ada yang lambat tidak lebih dari 1-3 cm per tahun dan ada yang bergerak menyebar denga kecepatan 10-20 cm per tahun. Kecepatan penyebaran memengaruhi topografi punggungan laut yang akan dihasilkan. 

Penyebaran yang lambat akan menghasilkan topografi yang tidak teratur dan lereng curam serta relatif sempit. Penyebaran yang cepat akan menghasilkan profil punggung laut yang lebih luas dengan lereng yang lebih landai.

Dua MOR yang sangat diperhatikan oleh para ilmuwan adalah Mid Atlantic Ride (MAR) dan East Pasific Rise (EPR). Mid Atlantic membangun lantai Samudera Atlantik dengan kecepatan pergerakan 5 cm per tahun dan membangun lembah retakan seperti Grand Canyon. 

Sebaliknya East Pasific Rise menyebar dengan kecepatan 6-16 cm per tahun. Karena kecepatannya tinggi maka EPR tidak meghasilkan lembah besar namun hanya puncak gunung api halus dengan celah pendek dari MAR. Baca juga: Genesa batuan beku

Meski peralatan canggih ditemukan, namun fenomena MOR ini tetap masih banyak menyisakan misteri bagi para ilmuwan. MOR juga terbentuk di Venus, Mars bahkan Bulan. Jadi, fase pembentukkan mid ocean ride adalah sebagai berikut:
1. mantel bumi panas naik.
2. magma kemudian melehkan litosfer.
3. lava kemudian muncul ke atas permukaan dasar lautan dan membentuk kerak baru.
4. lemoeng kerak bumi baru terpisah, mendingin dan semakin menebal.

Baca juga: Kenapa suhu air laut beda-beda
Untuk lebih memahaminya, silhkan lihat video dibawah ya.
Sumber: youtube, profemartin.wordpress.com

Senin, April 3

Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari

Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari

Laut merupakan wilayah perairan yang sangat luas. Sebagian besar lautan masih menyimpan misteri bagi manusia. Kali saya akan menjelaskan tentang zonasi laut menurut kedalaman dan intensitas matahari yang masuk. 
Zonasi Laut menurut kedalaman
1. Zona Litoral
Zona ini merupakan batas perairan pasang naik dan pasang surut laut. Saat air surut maka wilayah daratan akan muncul dan bisa terlihat sementara saat air laut naik, daratan akan hilang dan terisi air laut. Baca juga: Kondisi geografi Eropa

2. Zona Neritik
Merupakan zona yang memiliki kedalaman maksimum hingga 200 m. Wilayah ini sangat kaya akan organisme karena sinar matahari masih bisa menembus hingga ke dasar laut. Terumbu karang dan rumput laut hidup di wilayah ini. Berbagai ikan juga berkembang dengan baik di zona neritik.
Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari
Zona Neritik Kaya akan organisme
3. Zona Batial
Merupakan zona laut dengan kedalaman mencapai 1.500 m ke dasar. Sinar matahari sudah mulai meredup pada zona ini. Beberapa tumbuhan laut bisa hidup di zona ini namun tidak sebanyak di zona neritik.

4. Zona Abisal
Merupakan zona dengan kedalaman lebih dari 1.500 m dan merupakan wilayah laut dalam. Suhu di perairan ini sangat rendah dan hanya organisme tertentu saja yang bisa hidup beradaptasi dengan baik. Ketiadaan cahaya matahari membuat beberapa organisme memiliki kemampuan menghasilkan cahaya yang unik. Baca juga: Perbedaan sabana dan stepa

Zona Laut Menurut Intensitas Matahari
1. Euphotic
Zona ini adalah wilayah perairan paling atas dan disebut juga sunlight zone. Cahaya matahari dapat menembus perairan ini dan mendukung terjadinya fotosintesis. Karena fotosintesis dapat terjadi, lebih dari 90% biota laut hidup di zona ini. 

Cahaya matahari dapat menembus hingga kedalaman 600 kaki. Plankton-plankton betebaran di daerah ini yang merupakan sumber utama rantai makanan di lautan. Baca juga: Faktor pro dan anti natalitas

2. Disphotic 
Daerah ini disebut juga twilight zone. Hanya sedikit berkas cahaya yang bisa menembus perairan. Seiring bertambahnye kedalaman, tekanan hidrostatik pun makin besar. Vegetasi laut tidak bisa tumbuh di daerah ini. Beberapa biota laut yang bisa hidup di wilayah remang ini antara lain Paus, Gurita dan Hiu.
Zona Laut Menurut Kedalaman dan Intensitas Matahari
Biota di zona laut dalam
3. Aphotic
Zona ini disebut juga sebagai midnight zone dengan lingkungan yang gelap dan tanpa cahaya. Tekanan air sangat tinggi sekali dan suhunya sangat rendah. Apa yang bisa hidup di zona aphotic?. 

Bakteri-bakteri dan mikroorganisme lain bisa berkembang di zona gelap ini. Berbagai hewan unik yang mampu mengeluarkan cahaya pun banyak ditemukan seperti Angler Fish, Vampire Fish dan Tripod Fish. 
Gambar: fineartamerica.com, carrier.pbworks.com

Minggu, April 2

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal

Perairan laut merupakan ekosistem terbesar di Bumi ini diantara semua jenis ekosistem. Hampir 2/3 permukaan bumi terisi oleh badan air raksasa ini. Kehidupan di laut sangat beranekaragam dan masih banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. 

Ekosistem laut dibagi menjadi beberapa zona mulai dari intertidal, pelagis, bentos dan abisal. Beberapa ahli mengatakan bahwa laut memiliki kekayaan biota yang terbesar meskipun spesiesnya lebih sedikit dibandingkan di daratan. Baca juga: Bedanya Big Bang dan Keadaan Tetap
Zonasi Laut
Zona Intertidal
Wilayah ini adalah zona dimana air laut bertemu dengan daratan, kadangkala terendam air dan kadangkala hilang. Zona ini disebut pula wilayah pasang surut. Pada daerah pantai berbatu, zona ini terbagi secara bertingkat. Saat pasang laut tertinggi, hanya ada beberapa spesies yang hidup yaitu alga dan moluska.
Di daerah ini juga ada berbagai jenis biota lain mulai dari kepiting, bintang laut dan ikan-ikan kecil.  Di bagian bawah zona intertidal, saat pasang surut terjadi banyak invertebrata, rumput laut dan ikan-ikan ditemukan.

 Zona intertidal di pantai berpasir, tidak bertingkat seperti pada wilayah pantai berbatu. Gelombang menjaga lumpur dan pasir terus bergerak sehingga sangat sedikit ganggang dan tanaman yang dapat beradaptasi dan hidup. Baca juga: Geologi patahan Lembang

Zona Laut Intertidal, Pelagis, Bentos dan Abisal
Zona Intertidal
Zona Pelagis
Zona pelagis meliputi perairan yang jauh dari daratan dan secara umum masuk perairan dingin namun masih dipengaruhi oleh pencampuran arus hangat dan arus dingin. Flora di zona pelagis diantaranya rumput laut. Beberapa biota lain adalah lumba-lumba, paus dan hiu. Plankton-plankton sangat melimpah di daerah ini.

Zona Bentos
Bentos merupakan area di bawah zona pelagis, namun tidak termasuk bagian terdalam dari laut. Wilayah ini terdiri dari pasir, lempung dan organisme mati. Suhu menurun drastis seiring bertambahnya kedalaman. 

Cahaya sudah tidak bisa menembus wilayah perairan ini. Vegetasi seperti rumput laut sudah sulit ditemukan kecuali biota seperti bakteri, jamur, spons anmeon laut, cacing, bintang laut dan hewan yang sering berada di bawah pasir. Baca juga: Bedanya HIV dan AIDS

Zona Abisal
Zona ini merupakan wilayah perairan terdalam. Air disini sangat dingin dengan tekanan hidrostatis tinggi. Kandungan oksigen tinggi namun rendah kandungan nutrisi. Zona ini mendukung untuk tumbuk kembang berbagai spesies seperti invertebrata dan ikan. Pegunungan tengah laut menghasilkan ventilasi hidrotermal. 

Bakteri chemosynthetic berkembang di daerah ventilasi panas ini. Berbagai ikan dan udang juga bisa hidup di daerah perairan yang cukup panas ini. Baca juga: Mengatasi kipas laptop panas banget
Biota Laut Dalam
Gambar: britannica, oceantoday.noaa.gov

Sabtu, April 1

Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman

Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman

Laut pada dasarnya adalah wilayah perairan asin yang ada di permukaan bumi. Laut dari sisi luas lebih sempit dibandingkan samudera. Laut memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi kehidupan manusia. 

Itulah sebabnya beberapa negara kadang berebut kekuasaan di wilayah lautan. Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi laut tepi, laut tengah dan laut pedalaman. Baca juga: Geografi Benua Eropa

1. Laut Tepi
Laut tepi merupakan laut yang letaknya berada di tepi sebuah benua atau daratan. Contohnya adalah Laut Kuning, Laut Andaman, Laut Sulawesi dan Laut Sulawesi. Gambar: mapsofworld
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Andaman di Asia
2. Laut Tengah
Laut tengah merupakan laut yang posisinya berada diantara dua benua atau daratan. Contohnya Laut Mediterania dan Laut Merah. Laut Mediterania berada diantara Eropa dan Afrika sementara Laut Merah berada diantara Asia dan Afrika. Gambar: wikimedia.org
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Mediterania diantara Afrika, Eropa dan Asia
3. Laut Pedalaman
Laut pedalaman merupakan laut yang posisinya berada jauh di tengah-tengah benua. Contohnya adalah Laut Kaspia dan Laut Mati. Laut yang berada di pedalaman benua ini sangat rentan terhadap penyusutan. 

Contoh paling nyata sekarang adalah Laut Kaspia yang mulai menyusut drastis dari waktu ke waktu. Bukan tidak mungkin nanti laut tersebut akan hilang dan menjadi daratan. Gambar: kalmanovitz.co.il
Perbedaan Laut Tepi, Laut Tengah dan Laut Pedalaman
Laut Mati di perbatasan tiga negara

Rabu, Maret 29

Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi

Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi

Atol merupakan sebuah cincin terumbu karang, pulau atau serangkaian pulau yang ada di laut. Atol mengelilingi sebuah badan air yang disebut laguna. Kadang-kadang atol dan laguna melindungi pulau utamanya.

Saluran diantara pulau menghubungkan laguna menuju laut atau samudera. Lalu bagaimana genesa atau pembentukkan atol itu sendiri?.

Atol berkembang dari sebuah gunung api bawah laut atau seamount. Pertama gunung tersebut mengalami erupsi, mengendapkan lava di lantai samudera. Seiring bertambahnya erupsi maka endapan lava semakin meninggi dan mencapai permukaan air laut. Bagian yang keluar dari permukaan air laut menjadi pulau di tengah samudera. 

Pada tahap berikutnya, hewan laut kecil yang disebut karang atau coral mulai terbentuk di sekitar pulau. Jenis karang yang membangun terumbu disebut hermatypic atau karang keras. Karang ini membuat exoskeleton keras batu kapur dalam waktu lama.

Terumbu karang ini disebut dengan terumbu karang tepi atau fringing reef, mengelilingi pulau dibawah permukaan laut. Selama jutaan tahun, pulau vulkanik ini ter-erosi dan tenggelam ke dasar laut. 

Proses ini dinamakan penurunan atau subsidence. Puncak gunung ini menjadi datar karena erosi gelombang laut yang konstan. Puncak gunung yang datar ini dinamakan guyot. 
 
Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi
Genesa Atol
Setelah guyot terbentuk, terumbu cincin tadi berubah menjadi karang penghalang (barrier reef). Sebuah karang penghalang terbentuk jauh dari pantai dan punya laguna lebih dalam. Karang penghalang tadi melindungi laguna dari angin kencang dan gelombang laut terbuka.
Penurunan pulau membawa sedikit perbedaan karena senyawa kimia laut mengubah karang secara radikal. Di bagian luarnya, sisi laut yang menghadap karang tetap menjadi ekosistem laut yang sehat.  Karang di bagian dalam sisi laguna perlahan membusuk karena ganggang yang ada disekitar karang menghadapi banyak kompetisi. 

Pada tahap akhir pembentukkan atol gelombang laut memecah potongan karang batu kapur menjadi butirna pasir yang halus. Pasir dan bahan lainnya disimpan oleh gelombang atau angin hingga menumpuk di atas karang. Bahan-bahan ini seperti bibit tanaman, membentuk pulau cincin atau atol.
Genesa Atol dan Sebarannya di Bumi
Atol Takaboneret di Sulawesi Selatan
Karang hermatypic hanya hidup di perairan hangat seperti di daerah Pasifik bagian tengah. Naturalis terkenal yang pertama kali menjelaskan pembentukkan atol adalah Charles Darwin. Ada banyak atol indah di dunia diantaranya Atol Takabonerete di Sulawesi Selatan, Atol Funafuti di Tuvalu, Atol Tikehau di Pasifik, Atol Light house di Belize dan Atola Suvadiva di Maladewa.
Gambar: indonesiacruising.com, batuankrypton.wordpress.com

Kamis, Maret 23

Perbedaan Laut Transgresi, Ingresi dan Regresi

Perbedaan Laut Transgresi, Ingresi dan Regresi

Laut atau sea merupakan sebuah wilayah perairan yang relatif sempit dibandingkan samudera atau ocean. Ada banyak laut di planet Bumi ini dan punya karakteristik masing-masing. 

Setiap laut memiliki proses pembentukkan yang berbeda-beda. Ada tiga jenis laut menurut proses pembentukkannya yaitu laut transgresi, laut ingresi dan laut regresi.

Laut Transgresi
Laut transgresi adalah laut yang terbentuk karena naiknya permukaan air laut sehingga mengakibatkan daratan tergenang. Proses ini menghasilkan laut dangkal seperti Laut Jawa dan Laut Arafuru. 

Penyebab naiknya permukaan air laut dikarenakan es mencair di akhir Pleistosen. Kedalaman laut ini hanya berkisar dari puluhan hingga ratusan meter saja. Dahulu laut ini ditutupi daratan luas dan menjadi jembatan migrasi hewan-hewan seperti Kangguru dari Australia ke Papua. 

Setelah air laut naik, kangguru tidak bisa kembali ke Australia dan beradaptasi dengan lingkungan Papua. Jadi mereka pada dasarnya tidak bisa bermobilitas lagi.
Paparan Sunda dan Paparan Sahul
Laut Ingresi
Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penuruan kerak samudera sehingga mengakibatkan kedalaman laut semakin dalam. Proses ini disebabkan oleh gaya tektonik dan fenomena yang muncul diantaranya Palung, Lubuk Laut dan Basin. Contoh laut ingresi adalah Laut Banda yang merupakan laut terdalam di Indonesia. 
Laut Banda merupakan laut terdalam di Indonesia
Laut Regresi
Laut regresi adalah laut yang semakin menyempit karena adanya akumulasi endapan material dari sungai yang bermuara ke sana. Contohnya adalah Laut Bering di dekat Arktik.  Baca juga: Bioma Konifer dan karakteristiknya 
Laut Bering di utara
Itulah perbedaan laut di dunia menurut posisi atau letaknya. Baca juga: Kode diskon quipper video 2017

Gambar: xenohistorian.faithweb.com
oceandoctor.org, freeworldmaps.net

Kamis, Maret 16

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Dimana Terumbu Karang Bisa Hidup?

Terumbu karang atau coral reefs terbentuk dari polip karang yang dihasilkan dari laisan kalsium karbonat yang ada di bawah tubuh mereka. Karang yang dapat membentuk struktur keras diamakan "hard" coral. Sementara karang lunak seperti kipas laut dan cambuk laut tidak bisa menghasilkan terumbu. 

Mereka adalah organisme yang fleksibel dan kadang menyerupai tumbuhan atau pohon. Karang lunak tidak memiliki kerangkan batu dan tidak selalu memiliki zooxanthellae. Mereka dapat ditemukan di laut tropis maupun dingin dan di bagian terdalam samudera.

Polip karang yang membangun karang dapat bertahan hidup dengan membentuk hubungan simbiosis dengan ganggang mikroskopis yang disebut zooxanthellae. Polip menyediakan tempat hidup ganggang sementara zooxanthellae membuat fotosintesis yang membuat makanan bagi karang. 

Karang juga bisa menjadi predator, mereka memperpanjang tentakel mereka di malam hari dan menangkap organisme kecil yang kebetulan mengambang. Sel penyengat yang disebut nematocyst dapat membunuh organisme yang lewat. Mangsa kemudian dipindahkan ke mulut polip dan dicerna dalam perut mereka. 

Jenis hewan dan tumbuhan di laut juga berkontribusi terhadap pembentukkan struktur karang. Banyak ganggang, rumput laut, spons, bahkan moluska seperti tiram dapat menambah arsitektur terumbu karang. Ketika organisme ini mati, mereka berfungsi sebagai bahan dasar bagi karang yang baru.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Terumbu Karang Banyak Terdapat di Daerah Tropis
Apa yang dibutuhkan terumbu karang untuk hidup?
Sinar matahari
Karang perlu tumbuh di perairan dangkal dimana sinar matahari dapat menjangkau mereka. Karang sangat bergantung pada ganggang yang hidup dalam tubuh mereka untuk penyuplai oksigen dan lainnya. Karena itu ganggang perlu sinar matahari untuk bertahan hidup. Karang jarang berkembang di perairan dengan kedalaman lebih dari 50 m.
Air jernih
Karang membutuhkan air yang jernih yang memungkinkan sinar matahari dapat menembus tubuh air. Terumbu tidak berkembang baik jika air keruh. Sedimen dan plankton dapat mengeruhkan air sehingga mengurangi jumlah sinar matahari yang mencapai ganggang.
Suhu air hangat
Karang dapat tumbuh di perairan hangat dengan suhu berkisar antara 20-32 derajat C.
Air bersih
Karang sangat sensitif terhadap polusi dan sedimen. Sedimen dapat membuat air keruh dan disimpan ke tubuh karang dan merusak polip. Air limbah yang mengandung banyak nutrisi juga dapat menyebabkan rumput laut tumbuh terlalu banyak diantara karang.
Air Asin
Karang perlu air asin untuk bertahan hidup dan memerlukan kesimbangan tertentu dalam rasio kadar garam. Inilah sebabnya karang tidak tinggal di muara sungai.
Dimana Terumbu Karang  Bisa Hidup?
Peta Sebaran Terumbu Karang Dunia
Terumbu karang ditemukan hampir di lebih dari 100 negara. Kebanyakan terumbu karang terletak diantara lintang tropik utara dan tropik selatan, di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Laut Karibia, Laut Merah, Teluk Persia. 

Karang juga ditemukan jauh dari ekuator dimana arus hangat mengalir keluar dari daerah tropis seperti Florida dan selatan Jepang. Di semua penjuru dunia, terumbu karang menutupi sekitar 284,3 ribu kilometer persegi.
Gambar: d15h3ts9pue03r.cloudfront.net, coral.org

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close