Guru Geografi: Otomotif | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 9

Ban Mobil Retak Halus Masih Layak Digunakan Dengan Syarat

Ban Mobil Retak Halus Masih Layak Digunakan Dengan Syarat


Ban adalah salah satu komponen penting kendaraan terutama mobil jadi haru diperhatikan dengan baik kondisinya termasuk saat ada retak halus di permukaannya.

Kali ini saya berikan sedikit pengalaman terkait kondisi ban mobil retak halus. Setelah beberapa tahun pemakaian kita seringkali menemukan kondisi permukaan ban retak-retak di pinggir atau dinding samping. Apakah hal tersebut berbahaya terutama saat digunakan jarak jauh?.

Retak halus pada ban mobil seringkali membuat pengguna mobil tidak pede karena mengurangi estetika dan langsung saja ganti ban. Padahal secara fungsi, ban retak halus masih bisa digunakan dengan syarat tertentu.

Saya sendiri membeli mobil seken 2017 dan sekarang tahun 2022, terjadi retak halus pada ban tapi ketebalan ban masih baik. Saya kemudian menghubungi saudara saya yang punya bengkel lalu memfoto kondisi ban saya berikut.
Retak halus pada ban
Setelah saya tanya-tanya, beliau menjawab bahwa ban saya masih layak digunakan. Kondisi retak halus tersebut hanya dikarenakan faktor terutama cuaca karena mobil kebanyakan disimpan di luar, berhubung di rumah kontrakan gak ada kanopi.

Jadi saya beranikan diri mobil dipakai dari Bekasi ke Majalengka hingga Tasik dan Pangandaran saat liburan kemarin melewati jalan tol dan jalan rusak naik turun bukit. Alhamdulillah tidak ada apa-apa dan daya cengkram ban pun saat kecepatan tinggi masih baik.

Jadi memang kondisi ban retak tersebut dikarenakan faktor cuaca saja. Ban memiliki struktur yang berlapis-lapis dan ini sudah didesain oleh engineer di pabrik. Jadi indikator utama ban yang sudah mulai tipis adalah di batas indikator segitiga di dinding samping atau tanda di bagian tengah seperti pada gambar berikut.
Indikator ketebalan ban

Umur pakai ban itu bisa sampai 10 tahun lho, jadi jika dipakai wajar dan dirawat baik pastinya aman-aman saja. Kecuali memang sudah ada indikasi pernah bocor tambalan ini beda hal.

Jadi menurut berbagai info, retak pada ban bisa disebabkan faktor berikut:
1. Cuaca
Ban bermaterial karet jika terkena cuaca panas, hujan tentu akan berdampak pada fisik ban. Jika sering terkena pengaruh cuaca langsung tentu ban akan cepat retak, misal parkir di rumah tidak ada kanopi.
2. Tekanan Angin
Ketidaksesuaian tekanan angin pada ban bisa memicu munculnya retak-retak halus pada permukaan ban.
3. Muatan
Beban berat bisa memicu kelenturan ban semakin menurun dan membuat cepat retak permukaannya bahkan pecah ban.
4. Cairan Kimia
Penggunaan sampo cuci mobil yang kurang tepat bisa meruksan permukaan ban karena sifat deterjen yang panas.

Jadi pada dasarnya retak halus pada ban mobil bukan masalah serius dan masih bisa digunakan dengan catatan memang tidak terjadi kondisi fatal lain. Perlapisan ban sangat khusus dan memiliki ketebalan berlapis jadi tidak usah terlalu khawatir. 

Kecuali kalau anda memang punya uang lebih dan merasa tidak enak melihat ban retak ya sah-sah saja untuk ganti meski umur pakainya baru beberapa tahun. 

Sabtu, Oktober 3

Mengatasi Mati Mesin dan Panik Saat di Tanjakan Untuk Pemula

Mengatasi Mati Mesin dan Panik Saat di Tanjakan Untuk Pemula

Bagi driver senior mungkin nyetir mobil sudah bisa mau di jalanan seperti apapun tapi bagi pemula tentu pasti ada pengalaman yang sering terjadi.

Salah satu momen mengerikan bagi driver pemula adalah mobil mati mesin di tanjakan. Saya juga pernah mengalami hal tersebut, dan driver berpengalaman pun dulunya kan newbie jadi yang penting kita belajar terus.

Khusus di postingan kali ini saya akan berikan sedikit cara bagaimana saat mobil kita mati mesin di tanjakan, khusus mobil manual ya.

Ingat postingan ini hanya menjelaskan konsep atau prinsip dasarnya saja, karena di lapangan sering lain beda cerita karena berbagai faktor mulai dari kedalaman kopling berat kendaraan, mesin dan lainnya.

Mengalami mesin mati di tanjakan seringkali bikin horor, apalagi jika tiba-tiba mobil mundur terus mobil belakang klakson tot..tott..toott..udah pasti bikin grogi tingkat dewa. (sama kaya saya juga ). 

Apa yang mesti kita lakukan saat mesin mobil mati di tanjakan?. Ini tips untuk pemula dan belum share yang level advance seperti main kopling dan gas setengah berbarengan.
Panik saat mesin mati di tanjakan
1. Jangan Panik
Nah, hal terpenting dari semuanya adalah kita jangan panik. Kalau panik, gemeteran, keringat dingin keluar pasti sehebat apapun teori driving kita maka gak akan ada gunanya mas bor..wkwkkw.

Memang bagi pemula, mengatur reflek kaki pasti perlu waktu, beda halnya dengan kopling motor yang pakai tangan. Pengendalian kaki pasti akan kagok, dan ini perlu jam terbang jadi beranikan aja. 

Yakinkan diri bahwa anda akan menjadi seorang driver yang baik, mumpuni. Biarpun ada salah di awal belajar, biarlah itu menjadi tambahan ilmu agar suatu saat kita menjadi terbiasa dan gak panik.

So, saat mesin anda mati di tanjakan maka langkah pertama adalah jangan panik dulu. Latih pikiran dan alam bawah sadar anda agar yakin bahwa kesalahan dalam mengemudi di awal adalah biasa.

2. Rem Tangan
Nah hal pertama yang bisa anda lakukan saat mengalami mati mesin di tanjakan adalah dengan menarik tuas rem tangan. Otomatis mobil tidak akan mundur bos.

Pastikan anda benar menggunakan tangan kiri lalu tarik tuasnya. Kalau grogi bisa jadi anda linglung cari tuh tuas rem tangan. wkkwkw. 

3. Matikan AC
Setelah mobil mati di tanjakan, maka mesin perlu dihidupkan lagi. Kalau tanjakan curam pastikan AC dimatikan sebelum menyalakan mesin ya. 

Kalau di tanjakan yang tidak curam, anda tidak perlu mematikan AC. Cukup nyalakan starter mobil saja tidak apa-apa.

4. Masukan Gigi 1
Setelah mobil menyala, maka langkah selanjutnya injak rem dan kopling penuh. Setelah itu masukan gigi 1. Lepas kopling perlahan sampai terasa getaran, kalau bingung cek RPM di dashboard (jarum rpm di angka 1,5-2).

Jika mobil sudah bergetar, tahan kopling dan injak pedal gas sedikit untuk menambah tenaga. Setelah itu lepas rem tangan maka mobil akan melaju. 

Selepas bergerak, jika di depan stuck lagi maka anda bisa menggunakan rem tangan kembali dan mengulangi teknik sebelumnya.

Itulah sedikit tips mengatasi mati mesin di tanjakan. Saya kasih urutan singkatnya lagi di bawah:
1. Injak pedal rem lalu tarik rem tangan
2. Matikan AC lalu pindahkan ke gigi netral
3. Nyalakan mobil, masuk gigi satu dan lepas kopling setengah agar bergetar
4. Injak gas dengan kopling yang masih setengah bergetar
5. Lepas rem tangan perlahan dan kopling, biarkan mobil melaju perlahan.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close