News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pedagogi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedagogi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 8

Materi PPPK Keguruan: Keunggulan dan Kelemahan Model Problem Based Learning (PBL)

Materi PPPK Keguruan: Keunggulan dan Kelemahan Model Problem Based Learning (PBL)

Salah satu model pembelajaran aktif adalah problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan PBL diawali dari mencari suatu masalah dalam kehidupan yang terkait topik pembelajaran.

Kelas kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok nantinya mencari solusi atas masalah yang sudah ditentukan. Masalah akan dikaji menurut konsep belajar yang terkait di dalamnya.

Namun ada beberapa keunggulan dan kelemahan dari model problem based learning ini. Berikut ulasannya di bawah.

Keunggulan
1. PBL akan memunculkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Siswa akan diajarkan untuk memecahkan suatu masalah, mereka akan berusaha menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dan berusaha memecahkan masalah sesuai dengan apa yang ia ketahui.

2. Dalam PBL, siswa akan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.

3. PBL dapat merangsang siswa berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif bekerja, motivasi internal untuk belajar dan mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

4. Model ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan terutama dalam hal pengetahuan dasar, pembelajaran aktif berpusat pada siswa dan critical thinking.
Model belajar aktif PBL
Kelemahan
1. Jika siswa tidak memiliki minat atau kepercayaan untuk memecahkan suatu masalah, maka mereka akan enggan untuk mencobanya karena masalah tersebut dirasa sulit.

2. Beberapa peserta didik banyak beranggapan bahwa memecahkan masalah tidak akan berarti jika konsep atau teori di buku tidak dipahami lebih dahulu. Jadi mereka lebih senang membaca sesuatu yang ada di buku dibandingkan berangkat dari suatu masalah lalu mengaitkan teori dengan masalah.

3. Siswa dengan daya kritis rendah akan tidak tertarik berdiskusi memecahkan masalah dan akan lebih banyak diam.

Model belajar PBL akan mudah dilakukan pada sekolah dengan siswa yang sudah terseleksi, dalam arti intake awal siswa sudah bagus. Guru tinggal mengarahkan dan mendesain diskusi masalah di kelas, siswa akan cepat menangkap instruksi guru dan bekerja dengan cepat.

Model ini akan sulit diterapkan pada sekolah dengan kondisi intake siswa yang rendah sehingga perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum menerapkannya. 

Jumat, Juli 19

6 Langkah-Langkah Discovery Learning Model

6 Langkah-Langkah Discovery Learning Model

Metode Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. 

Sebagaimana pendapat Bruner, bahwa: “Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form, but rather is required to organize it him self” (Lefancois dalam Emetembun, 1986:103). Dasar ide Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas.

Problem Solving lebih memberi tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah. Akan tetapi prinsip belajar yang nampak jelas dalam Discovery Learning adalah materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa sebagai peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.

Dengan mengaplikasikan metode Discovery Learning secara berulang-ulang dapat meningkatkan kemampuan penemuan diri individu yang bersangkutan. Penggunaan metode Discovery Learning, ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif.


Mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Mengubah modus Ekspositori siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery siswa menemukan informasi sendiri.
Pembelajaran model discovery learning
Langkah-langkah Operasional Implementasi dalam Proses Pembelajaran.
Berikut ini langkah-langkah dalam mengaplikasikan model discovery learning di kelas.
1)    Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)
Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar, Bruner memberikan stimulation dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi.


2)    Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah)
Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasasalahan yang mereka hadapi, merupakan teknik yang berguna dalam membangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah.


3)    Data Collection (Pengumpulan Data)
Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

4)    Data Processing (Pengolahan Data)
Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis.


5)    Verification (Pembuktian)
Verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.


6)    Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. Setelah menarik kesimpulan siswa harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang, serta pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close