Guru Geografi: Pedologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pedologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 14

Tipe-Tipe Agregat Tanah dan Pengaruhnya Bagi Kestabilan Erosi

Tipe-Tipe Agregat Tanah dan Pengaruhnya Bagi Kestabilan Erosi

Agregat tanah (soil aggregates) dapat diartikan sebagai kelompok partikel tanah yang terikat satu sama lain dan lebih kuat dari partikel di dekatnya. Bahan organik berupa lem dihasilkan saat orgnisme tanah memecah akar yang mati dan sampah-sampah di tanah hingga menahan partikel tanah untuk besama-sama melekat. 

Agregat mikroskopis adalah blok agregat tanah yang berkuran besar sementara agregat lainnya berukuran mikroskopis atau lebih kecil. Stabilitas agregat tanah sangat menentukan kemungkinan laju erosi di daerah tersebut. Agregat tanah juga memengaruhi terhadap ancaman degradasi tanah. Penambahan bahan organik akan menambah stabilitas tanah. 

Run off, air hujan, aliran angin akan memecah agregat tanah. Gangguan tanah seperti lalu lintas kendaraan dan injakan mahluk hidup akan memecah susunan agregasi tanah. Tanah dapat menahan degradasi dengan berbeda saat kondisi basah atau kering. Misalnya tanah yang padat dan bergumpal akan stabil saat kondisi kering namun tidak stabil saat basah.
Tipe-Tipe Agregat Tanah dan Pengaruhnya Bagi Kestabilan Erosi
Agregat Tanah Berbeda-Beda
Perkembangan agregat tanah didukung oleh faktor berikut:
- abiotik (fisik dan kimia) seperti pengeringan dan pembasahan atau pembekuan dan pencairan.
- biotik seperti kompresi tanah oleh akar, kegiatan menggali oleh cacing, terperangkapnya mineral oleh jaringan akar dan jamur.

Ada tiga kategori agregat atau struktur tanah yaitu:
- Single-grained: tanah ini didominasi oleh partikel pasir dan tidak ada pembentukkan agregat. Umumnya tanah tipe ini punya daya serap air yang cepat.
- Massive: tanah inipunya struktur yang sulit dilhat. Setelah kering tanah ini sulit untuk pecah dan punya daya porositas yang lambat.
- Aggregated: tanah ini berasosiasi dengan agregat yang berbeda satu sama lain.
Tipe-Tipe Agregat Tanah dan Pengaruhnya Bagi Kestabilan Erosi
Tipe Agregat Tanah
Jenis Struktur Tanah
- Spheroidal atau Granular
Agregat tipe ini biasanya punya diameter 2 mm sampai 1 cm dengan bentuk bulat simpul. Biasanya ada pada tanah dengan kandungan organik yang tinggi dengan akar berlimpah. Infiltrasi tanah ini sangat besar.

- Plate
Agregat ini berbentuk seperti lempengan piringan tipis horizontal. Biasanya ada dalam tanah betipe padat atau tanah liat. Jenis tanah ini lambat menyerap air.

- Block
Agregat ini berbentuk block tidak teratur dari 1,5 - 10 cm seprti kubus atau kotak. Jenis struktur ini memiliki daya resapan sedang.

- Prisma
Agregat tanah ini berbentuk kolom vertikal seperti prisma atau sering juga disebut collumnar. Kelompok ini biasa muncul pada horison B dengan tipe porositas menengah. 

Rabu, Februari 8

Bentuk-Bentuk Erosi Air

Bentuk-Bentuk Erosi Air

Erosi merupakan fenomena umum d permukaan bumi dan menjadi tenaga yang membentuk permukaan bumi ini semakin beragam. Salah satu media erosi adalah air. Erosi air memiliki tingkatan sehingga menghasilkan bentuk yang bermacam-macam.

a. Erosi Percik (Splash erosion)
Merupakan proses penelupasan partikel tanah bagian atas oleh air hujan. Arah dan jarak pengelupasan partikel tanah ditentukan oleh kemiringan lereng, kecepatan dan arah angin, kekeasaran permukaan tanah serta tutupan lahan. Kamu tentu pernah lihat tembok yang kotor karena percikan tanah oleh air bukan?. Itulah erosi percik. Gambar: http://soilerosion.net/
Bentuk-Bentuk Erosi Air
Erosi Percik
b. Erosi Lebar (Sheet erosion)
Merupakan erosi yang terjadi saat lapisan tipis permukaan tanah di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi hujan dan aliran run off. Erosi iniakan menghasilkan pola lairan di atas tanah namun belum menunjukkan adanya suatu lubang. Gambar: http://passel.unl.edu/

Bentuk-Bentuk Erosi Air
Erosi Lembar
c. Erosi Alur (Rill erosion)
Merupakan pengelupasan yang diikuti oleh pengangkutan partikel tanah oleh run off. Erosi alur sudah menghasilkan sebuah alur atau cekungan tanah mirip selokan. Saat air masuk ke dalam tanah cekungan, kecepatan aliran meningkat sehingga memicu pemindahan sedimen. Gambar: http://soilerosion.net/
Bentuk-Bentuk Erosi Air
Erosi Alur
d. Erosi Parit (Gully erosion)
Merupakan proses erosi yang membentuk parit yang dalam dan merupakan pengembangan dari erosi alur. Erosi parit banyak dijumpai di daerah berbukit dengan kemiringan curam. Kecepatan aliran run off saat menuruni lereng membuat parit-parit terbentuk. Gambar: http://i.dailymail.co.uk
Bentuk-Bentuk Erosi Air
Erosi Parit
e. Longsor (Landslide)
Merupakan gerakan massa tanah akibat taah sudah jenuh oleh air. Longsor banyak terjadi di musim hujan dan termasuk bencana yang terjadi tiba-tiba dan banyak memakan korban jiwa. Gambar: http://media2.intoday.in/
Bentuk-Bentuk Erosi Air
Longsor
f. Erosi Tebing Sungai (Stream bank)
Merupakan pengikisan tanah di daerah tebing sungai sebagia akibat dari aru sungai.

Selasa, Februari 7

Memahami Faktor Lengas Tanah

Memahami Faktor Lengas Tanah

Jika gravitasi merupakan satu-satunya gaya yang mengakibatkan adanya gerakan vertikal air di dalam tanah, maka tanah akan mengalirkan air sama sekali kering setelah hujan. Kenyataannya adalah bahwa tanah selalu mengandung banyak lengas dan menunjukkan bahwa gaya-gaya yang memegang lengas dalam tanah harus dikenakan sampai tingkatan tertentu. 
Faktor Lengas Tanah
Lengas Tanah Berbeda-beda
Fenomena retensi lengas tanah sama sekali belum dimengerti. Gaya utama yang menyebabkan terikatnya air di dalam tanah adalah:
a. Adsorpsi 
Molekul air ditarik dan beradhesi pada permukaan partikel tanah secara kuat.
b. Gaya osmotik
Karena bahan kimiawi terlarut seperti garam, maka gaya yang memegang air dalam tanah ditingkatkan dengan jumlah yang sama dengan tekanan osmotik tanah.
c. Gaya kapiler
Teganga muka sama dengan molekul permukaan air yang ditarik terutama oleh molekul di dalam air (adhesi juga kohesi terjadi) dan selaput air dalam tanah dengan demikian dipegang di lapangan/in situ oleh gaya tegangan muka. Gaya kapiler tergantung pada ukuran rongga dan gaya permukaan pada jumlah dan sifat pemrukaan partikel-partikel tanah.

Ciri fisik tanah yang penting adalah porositas nya. Porositas didefiniskan sebagai nisbah volume rongga dengan volume total tanah. Banyak istilah telah digunakan untuk memberi batasan energi yang mengikat air dalam tanah. 

Istilah tegangan air tanah dan isapan tanah digunakan untuk memberikan batasan secara berturut-turut bahwa air tanah berada dalam keseimbangan dengan tekanan yang kurang dari atmosfir dan tanah memberikan tekanan terhadap air. 

Gambar: http://www.knowledgebank.irri.org/
Faktor-Faktor Erosi Tanah

Faktor-Faktor Erosi Tanah

Erosi merupakan proses pengikisan batuan dan tanah melalui media pengangkut yaitu air, angin dan es. Setiap daerah punya peluang erosi yang berbeda-beda tergantung faktor-faktor pemicunya. Berikut ini faktor-faktor erosi tanah:

a. Cuaca
Hujan merupakan faktor utama dari pemicu erosi. Saat hujan besar terjadi dalam waktu pendek, erosi yang terjadi biasanya lebih besar dibanding ujan dengan intensitas kecil namun lama. Itulah sebabnya bencana erosi longsor lebih banyak terjadi saat curah hujan sedang tinggi.

b. Tanah
Sifat tanah berbeda-beda tiap daerah dan hal ini menentukan mudah tidaknya tanah ter erosi. Tekstur, unsur organik, struktur dan daya permeabilitas memengaruhi erosi tanah. Tekstur berkaitan dengan ukuran partikel tanah dan akan membentuk jenis tanah tertentu. Tekstur tanah terdiri dari pasir, debu dan liat. 

Unsur organik terdiri atas limbah tanaman dan hewan sebagai hasil dekomposisi. Bahan organik ini berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan daya permeabilitas tanah. 

Struktur tanah adalah susunan partikel-partikel tanah yang membentuk agregat yang memengaruhi tanah dalam penyerapan tanah. Daya permeabilita adalah kemampuan tanah untuk meloloskan air.
Faktor Erosi Tanah
Erosi bisa terjadi di mana saja
c. Topografi
Merupakan tingkat kemiringan dan ketinggian lereng. Air akan cepat mengalir di daerah yang punya kemiringan tinggi dan panjang. Untuk mengurangi laju aliran biasanya lerengan ditanami tumbuhan keras atau membuat kontur terasering.

d. Vegetasi
Daerah yang banyak vegetasi akan mengurangi laju erosi karena akar, batang dan daun berfungsi menahan kekuatan laju air. Tumbuhan merupakan aset berharga dalam menghambat laju erosi tanah di pegunungan.

e. Tata Guna Lahan
Alih fungsi lahan saat ini akan mempercepat laju erosi. Daerah perbukitan yang dibuat pemukiman atau perladangan akan meningkatkan erosi di hulu.

Minggu, Januari 29

Faktor Lahan Krtitis dan Pemulihannya

Faktor Lahan Krtitis dan Pemulihannya

Lahan kritis merupakan lahan yang tidak produktif dan jika dikelola, maka produksi lahan akan rendah. Bahkan jumlah produksi yang didapat akan jauh lebih sedikit dibanding biaya pengelolaannya. 

Lahan tandus tidak dapat digunakan untuk usaha tani karena tingkat kesuburannya yang sangat rendah atua mendekati nol. Faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis antara lain adalah:

a. Erosi tanah atau masswasting yang biasanya terjadi di daerah dataran tinggi, pegunungan dan daerah terjal lainnya.
b. Pengelolaan lahan yang kurang memerhatikan aspek kelestarian lingkungan. Lahan kritis dapat terjadi baik di dataran tinggi, pegunungan, daerah yang miring maupun dataran rendah.
c. Kekeringan biasanya terjadi di daerah-daerah bayangan hujan.
d. Genangan air yang terus menerus seperti di daerah  pantai yang selalu tertutup rawa.
e. Pembekuan air biasanya terjadi di daerah kutub atau pegunungan.
f. Pencemaran, contohnya pestisida, limbah pabrik yang masuk ke lahan pertanian lewat aliran sungai atau yang lain mengakibatkan lahan pertanian menjadi kritis.
g. Masuknya material yang dapat bertahan lama di lahan pertanian misalnya plastik. Plastik dapat bertahan lebih dari 200 tahun di dalam tanah sehingga mengganggu kestabilan hara tanah. Baca juga: Mengapa warna tanah bisa berbeda

Lahan kritis jika tidak segerah diperbaiki maka akan membahayakan kehidupan manusia secara langsung atau tidak langsung dan harus diperbaiki. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lahan kritis antara lain sebagai berikut:
Faktor Lahan Krtitis dan Pemulihannya
Lahan Kritis Bekas Tambang
a. Penghijauan atau reboisasi daerah gundul di pegunungan. Penghijauan bertujuan menanami lahan gundul yang belum pernah menjadi hutan sementara reboisasi adalah menanami lahan gundul pernah menjadi hutan.
b. Untuk mencegah besarnya erosi di lahan miring, perlu dilakukan pembuatan terasering dengan sistem penanaman searah garis kontur.
c. Tindakan yang tegas dan bersifat mendidi kepada siapa saja yang melakukan kegiatan pengrusakan lahan.
d. Pemupukan dengan pupuk organik atau alami secara konsisten agar tanah kaya akan unsur hara.
e. Untuk menggemburkan tanah sawah perlu dikembangkan tumbuhan azola.
f. Melakukan reklamasi lahan bekas tambang. Biasanya daerah ini sangat gersang dan harus ditanami vegetasi yang sesuai dengan lahan tersebut.
g. Menghilangkan unsur-unsur yang dapat mengganggu kesuburan lahan pertanian misalnya plastik. 
h. Memanfaatkan tumbuhan eceng gondok untuk menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian. Eceng gondok ini dapat menyerap zat pencemar dan dapat digunakan sebagai sumber pakan ikan. Namun tumbuhan ini sangat cepat berkembang jadi harus dipantau perkembangannya. 

Baca juga: Konsep pembagian kekuasaan di Indonesia

Gambar: cikalnews.com
 Metode Vegetatif dan Mekanik Konservasi Tanah

Metode Vegetatif dan Mekanik Konservasi Tanah

Tanah merupakan akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas menduduki sebagian besar permukaan bumi. Tanah mampu menumbuhkan berbagai vegetasi dan punya sifat-sifat sebagai akibat dari perubahan iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan tertentu selama jangka waktu tertentu pula. Fungsi tanah sangat vital di bumi yaitu: 

Baca juga:  
Perbedaan lava aa dan pahoehoe
Pergerakan angin muson di Indonesia dan dampaknya
Tipe-tipe erupsi gunung api
Pengertian biodiversitas hayati dan manfaatnya

- digunakan untuk tempat tinggal dan tempat melakukan kegiatan manusia.
- sebagai tempat tumbuh vegetasi yang bermanfaat bagi manusia.
- mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia.

Tanah harus dijaga kelestariannya oleh manusia karena tanpa tanah, manusia akan sulit hidup. Metode konservasi tanah diantaranya adalah dengan menggunakan dua pendekatan yaitu metode vegetatif dan metode mekanik.

 Metode Vegetatif dan Mekanik Konservasi Tanah
Terasering Argapura
a. Metode vegetatif
Metode ini merupakan upaya konservasi tanah dengan cara menanam vegetasi di atas tanah dengan teknik tertentu. Metode ini efektif dalam mengontrol laju erosi, diantarnya adalah:
Baca juga: apa itu suburban fringe
1. Strip Cropping, adalah penanaman berjalur tegak lurus terhadap aliran air atau arah angin.
2. Contour Strip Cropping, adalah penanaman berjalur sejajar dengan garis kontur guna mengurangi dan menahan kecepatan aliran air.
3. Bufering, merupakan penutupan lahan yang memiliki kemiringan curam dengan tanaman keras untuk menghambat laju air.
4. Windbreaks, adalah penanaman dengan vegetasi secara permanen guna melindungi tanah dari terpaan air.
5. Crop Rotation, merupakan metode menanam lebih dari satu jenis vegetasi dalam satu tahun untuk mencegah kerusakan tanah. Baca juga: Rip Current dan Longshore current
 Metode Vegetatif dan Mekanik Konservasi Tanah
Contour strip cropping
b. Metode mekanik
Metode ini merupakan upaya konservasi tanah dengan teknik pengolahan tanah yang diharapkan mampu mengurangi laju erosi air. Cara umum yang dilakukan pada metode ini diantarnya:
1. Contour tillage, merupakan pengolahan tanah sejajar dengan garis kontur dan membentuk igir-igir kecil yang memperlambat aliran air dan memperbesar infiltrasi air.
2. Terasering, merupakan pembautan teras-teras pada lahan miring guna mengurangi sudut lahan sehingga erosi bisa dimimalisir. Cara ini biasa dilakukan petani-petani di Indonesia.
3. Guludan, merupakan pembuatan gundukan tanah (menggunung) agar air bisa mengalir searah dengan garis kontur.
4. Cekdam, merupakan kegiatan membendung aliran air melalui parit sehingga material yang ter-erosi bisa tertahan dan terendapkan. 

HOT: Try Out Online UNBK Geografi Gratis!!!!

Mau pembahasan UN Geografi 2017?. Cek di bawah ini dan jangan lupa share ya!.
Pembahasan UN no 1 -5 Geografi
Pembahasan UN no 6 -10 Geografi
HOTSS...50 butir soal US Geografi PG + Kunci 
 
Gambar: prd.country-magazine.com, img2.bisnis.com

Kamis, Januari 12

Lapisan Tanah (Soil Horizon) dan Karakteristiknya

Lapisan Tanah (Soil Horizon) dan Karakteristiknya

Tanah menutupi sebagian besar daratan di bumi dan sangat berguna bagi kehidupan mahluk di atasnya. Tanah tersusun atas berbagai mineral (batu, pasir, tanah liat, lumpur), udara, air dan bahan organik. 

Tanah menyediakan tempat tumbuh kembang bagi tanaman, sumber nutrisi tanaman dan rumah bagi banyak hewan (serangga, laba-laba, lipan, cacing, hewan penggali, bakteri dan lainnya). Seorang ahli yang khusus mempelajari tanah dinamakan pedologist.

Ada berbagai jenis tanah di bumi dan masing-masing memiliki karakteristik yang unik mulai dari warna, tekstur, struktur dan kandungan mineralnya. Kedalaman tanah juga bervariasi. Jenis tanah di daerah memengaruhi terhadap jenis vegetasi yang bisa tumbuh.

Tanah terbentuk secara perlahan-lahan dari batuan induknya kemudian terkikis dan hancur menjadi butiran-butiran di dekat permukaan bumi. Bahan organik kemudian bercampur dengan bahan anorganik membentuk tanah. Baca juga: Geografi Catalonia Spanyol
 
Lapisan tanah atau horizon tanah di berbagai tempat berbeda-beda. Ada yang kaya humus, ada yang tidak ada humus dan ada yang hanya lapisan batuan saja. Jika tanah berkembang secara sempurna, maka ia akan membentuk enam lapisan atau horizon yaitu:

Baca juga:
Ciri khusus batuan beku dan sedimen 
Kunci jawaban OSK geografi

Lapisan Tanah (Soil Horizon) dan Karakteristiknya
Penampang Lapisan Tanah, pic: enchantedlearning.com
Horison O
Merupakan lapisan tanah paling atas dan merupakan lapisan organik dan sangat tipis ketebalannya. Lapisan ini tersusun dari bahan organik seperti sampah daun dan sisa jasad renik hewan yang mati. Lapisan ini berwarna gelap mengarah hitam.
Horison A
Disebut juga topsoil dan berada dekat, dibawah lapisan O. Lapisan ini tersusun atas mineral dan bahan organik dari lapisan di atasnya. Karena itu lapisan ini warnanya masih cokelat gelap. Banyak akar tumbuhan menembus hingga lapisan ini.
Horison E
Disebut juga lapisan eluviaton atau pencucian dan berwana cerah. Lapisan ini kebanyakan mengandung pasir dan lumpur
Horison B
Disebut juga lapisan subsoil dan berada di bawah lapisan E dan diatas lapisan C. Lapisan ini mengandung tanah liat deposit mineral (besi, alumunium oksida dan kalsium karbonat) dan berasal dari lapisan diatasnya ketka air menetes dari lapisan di atasnya.
Horison C
Disebut juga regolith dan tersusun atas batuan yang lapuk. Tanaman tidak bisa menembus lapisan ini dan bahan organik sangat sedikit ditemukan di lapisan ini.
Horison R

Minggu, Januari 8

Taksonomi Ordo Tanah Sistem USDA

Taksonomi Ordo Tanah Sistem USDA

Klasifikasi tanah dalam ordo, sub ordo dan grup ditekankan pada sifat-sifat tanah yang merupakan hasil proses pembentukkan tanah yang dominan dan menentukan tingkat perkembangan tanah yang bersangkutan.

Ordo tanah dibedakan menurut ada tidaknya serta jenis horizon penciri (diagnostic horizon) atau sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukkan tanah. Berikut ini pengelompokkan ordo tanah di permukaan bumi: 

Baca juga:
Ukuran satuan astronomi
Teori terbentuknya bumi dan tata surya
Fungsi desa bagi wilayah di sekitarnya

1. GELISOL
Tanah ini mengalami permafrost atau horizon yang membeku permanen atau bahan gelik yaitu bahan mineral atau organik yang memiliki krioturbasi dan atau es dalam bentuk lensa atau biji. Tingkat kesuburan alaminya berjenis sedang.

2. ENTISOLS
Tanah ini tidak punya horizon pedogenik (berasal dari pembentukkan tanah) yang jelas. Tanah ini juga tidak punya horizon bawah penciri/diagnostik kecuali epipedon okrik, albik atau plaggen dan anthropik, epipedon yang dihasilkan oleh pengaruh manusia. Setara dengan Aluvial, Regosol, Litosol, Ranker atau tanah berbatu lainnya. Kesuburan alminya antara sedang hingga rendah.

3. VERTISOLS
Tanah dengan kandungan liat tipe 2 : 1 (smektit/montmorillonit) > 30 % dan terdapat retakan-retakan. gilgei, dan atau bidang kilir (slinckenslide). Setara dengan Grumosol, Black Tropical Clays. Baca juga: Lumut kerak dan reproduksinya
Taksonomi Ordo Tanah Sistem USDA
Klasifikasi Ordo Tanah, pic: www.nrcs.usda.gov

4. INCEPTISOLS
Tanah dengan horizon bawah penciri kambik, telah terdapat proses pembentukkan tanah alterasi seperti terbentuknya struktur, kenaikan liat pada horizon B, perubahan warna horozon B, terbentuknya epipedon molik, umbrik, histik juga padas (duripan). Setara dengan Andosol, Kambisol, Latosol, Aluvial, Regosol, Brown Forest Soil dan Glei Humus. Tingkat kesuburan rendah - tinggi.

5. ANDISOLS
Tanah yang terbentuk dari bahan abu vulkanik muda, memilik bobot isi rendah, mengandung mineral-mineral berordo pendek atau mineral amorf serta berpotensi fiksasi fosfat tinggi. Setara dengan Andosol, Regosol, dan Volkan. Kesuburannya antara sedang-tinggi. Baca juga: Soal geografi tenaga endogen dan eksogen

6. ARIDISOLS
Tanah di daerah beriklim kering, arid, semi arid yaitu wilayah gurun dan semi gurun, memiliki epipedon okrik dan anthropik serta horizon bawah penciri argilik atau natrik. Setara dengan Solonetz, Sicrozem, Solonchaks.

7. MOLLISOLS
Tanah dengan epipedon mollik dan horizon bawah penciri argilik, kandik, natrik, atau kambik serta memiliki kejenuhan basa yang tinggi diatas 50%. Setara dengan Brunizem, Renzina, Chesnut Soils, Chemozem, Solonetz, Brown Forest Soil, dan Glei Humus. Tingkat kesuburannya sangat tinggi. Baca juga: Faktor penentuan lokasi industri

8. SPODOSOLS
Tanah dengan horizon spodik atau plasik dan dapat memiliki padas fragipan atau horizon albik. Setara dengan Podzols, Podsol Air Tanah, Brown Podzolic Soils. Kesuburannya rendah.

9. ALFISOLS
Tanah dengan horizon argilik, kandik atau natrik dengan kejenuhan basa > 35%. Setara dengan Planosol, Non Calcic Brown. Grey Brown Podzolic, Mediteran. Kesuburannya tinggi.

10. ULTISOLS
Tanah dengan horizon argilik atau kandik, dengan atau tanpa padas fragipan serta kejenuhan basa < 35%. Selevel dengan Podzolik Merah dan Kuning, Latosol atau Laterit. Kesuburannya rendah. Baca juga: Ciri tanah aluvial dan pemanfaatannya

11. OXISOLS
Tanah memiliki horizon oksik atau kandik dengan cadangan mineral rendah. Setara dengan Laterit dan Latosol. Kesuburannya rendah.

12. HISTOSOLS
Tanah bertipe gambut yang berasal dari akumulasi bahan organik. Setara dengan tanah Gambut dan Organosol. Kesuburannya sedang - tinggi. 

Baca juga: 
Rumus pertumbuhan penduduk
Pengertian dan ciri negara berkembang
Pembahasan soal UN Geografi lengkap

Rabu, Desember 7

Faktor Pembentukkan dan Perkembangan Tanah

Faktor Pembentukkan dan Perkembangan Tanah

Kalian tentu sering melihat beragam tipe tanah di sekitar mulai dari tanah yang warnanya hitam, merah, putih, cokelat dan lainnya. 
 
Pernahkah berfikir mengapa warna dan jenis tanah di setiap tempat itu berbeda-beda?. 

Tanah pada dasarnya merupakan benda bentukkan alam yang terbentuk dari pelapukan batuan. Tanah sangat penting sekali bagi kehidupan mahluk hidup di bumi. 
 
Setidaknya ada lima faktor yang memengaruhi terhadap pembentukkan tanah yaitu:

1. Bahan Induk
Batuan merupakan bahan dasar pembentuk tanah dan jenis tanah biasanya tergantung pada batuan asalnya. 
 
Tenaga eksogen seprti air, angin, atau gletser kemudian memecah batuan tersebut menjadi tanah. 
 
Tanah kapur tentu berasal dari pelapukan batu kapur sementara tanah organik berasal dari pelaukan tumbuhan di rawa. Bahan induk ini bisa berupa batuan atau bahan organik.
 
Jenis batuan sepeti granit atau andesit akan menghasilkan tanah yang berpasir dan cenderung kering tidak subur sementara batu basalt akan menghasilkan tanah yang relatif subur.
 
2. Organisme
Perkembangan tanah juga dipengaruhi oleh keadaan organisme di sekitarnya baik itu hewan, tumbuhan, manusia atau mikroorganisme lain. 
 
Tanah yang tadinya tidak subur namun disekitarnya banyak tumbuhan dapat menjadi subur karena pengaruh akumulasi daun dan ranting yang membusuk diatasnya. Kotoran hewan juga membuat tanah menjadi subur.
Faktor Pembentukkandan Perkembangan Tanah
Zona Perkembangan Tanah, pic: book.transtutors.com
3. Cuaca dan Iklim
Kondisi cuaca dan iklim memengaruhi perkembangan tanah mulai dari kelembaban, curah hujan, angin dan lainnya.
 
Suhu memengaruhi  tingkat pelapukan dan dekomposisi organik. Suhu dingin dan kering cenderung memperlambat proses dekomposisi sedangkan cuaca panas dengan kelembaban tinggi akan mempercepat pelapukan.
 
4. Topografi
Ketinggian tempat akan memengaruhi terhadap kecepatan erosi, tipe vegetasi dan curah hujan yang diterima. Unsur-unsur tersebut akan berdampak pada perbedaan jenis tanah. 
 
Tanah di daerah tinggi cenderung subur dan lembab sedangkan tanah di dataran rendah cenderung kering dan berpasir.
 
5. Waktu
Tanah yang berumur 5 tahun akan berbeda struktur dan teksturnya dengan tanah yang berusia ratusan atau ribuan tahun. 
 
Tanah semakin mantap jika perkembangannya sudah lama. Tanah yang baru terbentuk cenderung masih memiliki tekstur kasar.

Sabtu, Desember 3

Jenis Pelapukan dan Contohnya

Jenis Pelapukan dan Contohnya

Pernahkah kalian mengamati lumut pada batuan?. Coba angkat lumutnya, pasti ada tanah di akar atau batunya. Darimana asal tanah tersebut?. Akar lumut menghancurkan lapisan batuan sehingga menjadi tanah.

Pelapukan atau weathering adalah proses pemecahan atau penghancuran batuan oleh gaya-gaya eksogen sehingga batuan mengalami perubahan fisik (bentuk maupun ukurannya) dan atau perubahan komposisi kimia. Ada tiga jenis pelapukan yaitu pelapukan mekanik, pelapukan kimia dan pelapukan biologi.
Baca juga: Apa itu ekosistem air tawar?

1. Pelapukan fisik  yaitu pemecahan/penghancuran batuan yang menyebabkan perubahan volume/ukuran dan bentuknya dengan tanpa merubah komposisi kimianya. Pelapukan ini disebut juga dengan pelapukan mekanik karena yang bekerja bersifat mekanik. Dan pelapukan ini disebut juga desintegrasi. Contohnya adalah karena pengaruh cuaca.


2. Pelapukan kimia / dekomposisi yaitu yaitu pemecahan/penghancuran batuan yang menyebabkan perubahan komposisi kimianya. Pelapukan ini disebut juga dengan dekomposisi. Contohnya adalah karena pengaruh abrasi laut.


3. Pelapukan biologi yaitu penghancuran batuan yang disebabkan oleh bantuan organisme seperti akar tumbuhan. Contohnya pelapukan batu oleh lumut kerak.
Baca juga: Jenis-jenis proyeksi peta

Beberapa efek pelapukan:
- mempermudahan geakan massa batuan.
- merendahkan permukaan lahan secara umum.
- proses utama dalam pembentukkan regolit dan tanah.
- permukaan bumi memiliki relief beragam.
Jenis Pelapukan dan Contohnya
Bentk Hasil Pelapukan, pic:http://images.tutorvista.com
Bentuk–bentuk hasil pelapukan adalah :
a. Exfoliation dome (kubah penglupasan), yaitu bentuk kubah yang terjadi karena pelapukan fisik yang mengelupas. Pelapukan membola adalah salah satu bentuk pelapukan mengelupas dengan bentuk yang hampir seperti bola, berjalan bertahap ke dalam membentuk lapisan tipis (seperti mengupas  bawang) dengan inti yang bulat.
b. Talus glacier, yaitu talus yang terbentuk pada kaki tebing terjal karena runtuhnya material yang lapuk dari atas tebing.
c. Batu jamur yaitu tubuh batuan yang bentuknya menyerupai jamur.
d. Demoiselles, yaitu tiang batu dengan boulder di puncaknya.

Tanah merupakan hasil akhir dari pelapukan. Jadi pelapukan sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Jadi siklus dari pelapukan adalah magma>batuan>tanah. 

Sumber: Warnadi. Geologi Dasar

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close