Guru Geografi: Pemetaan - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pemetaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemetaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 26

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Oke teman-teman sekalian, kali ini gurugeografi akan memberikan kamu cara cepat untuk menghitung skala sebuah peta.

Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Khusus kali ini gurugeografi akan coba memberikan kamu cara cepat menghitung sebuah peta yang diperbesar atau diperkecil.

 Kalau kamu gunakan rumus tentu akan agak lama. Coba perhatikan peta di bawah ini
Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar
Memperbesar peta
Pada gambar di atas terlihat ada dua peta, yang pertama punya skala dan yang kedua gak ada skalanya. Nah biasanya kan di soal itu diminta untuk mencari skala Peta B. Bagaimana caranya biar cepat?. Begini.........

Lihat jarak titik P ke Q di peta pertama adalah 5 cm.
Lihat jarak titik P ke Q di peta kedua adalah 10 cm. 

Yang harus kamu lakukan adalah menghitung pembesarannya. Coba dari awalnya 5 cm ke 10 cm itu berapa kali (pengkalian). Tentu 2 kali bukan, alias 5 x 2 itu = 10. Nah setelah itu tinggal bagi aja skala peta A yang 100.000 dengan 2 jadi 100.000/2 = 50.000 cm. 

Karena jika suatu peta diperbesar maka skalanya dibagi dan kalau peta itu diperkecil maka skalanya dikalikan. 

Gimana mudah bukan?. Ayo berlatih yang banyak biar terbiasa. Jangan lupa subscribe channel gurugeografi di youtube ya dan like blog nya. Trims.

Kamis, Desember 14

Kumpulan Rumus Hitungan Geografi Peta dan Pemetaan

Kumpulan Rumus Hitungan Geografi Peta dan Pemetaan

Halo teman-teman semuanya, apa kabar hari ini?. Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif berkarya. 

Kali ini saya akan memberikan contoh soal hitungan geografi yang sering muncul di ujian dari kelas X sampai kelas XII. 

Soal hitungan geografi ini ada yang bertipe mudah dan ada juga yang lumayan sulit. Kuncinya adalah latihan sesering mungkin mengerjakannya. Berikut ini kumpulan soal latihan geografi fisik hitungan peta dan gradien termis. Selamat belajar. 

Baca juga:
Rumus iklim schmidt ferguson
Perbedaan sirkum pasifik dan mediterania
Pengertian dan ciri negara berkembang

1. Menghitung Gradien Termis (Penurunan Suhu di Troposfer)
Prinsip = setiap kenaikan topografi 100 m, maka suhu turun rata-rata 0,6⁰C di troposfer.
∆ T = 26, 3⁰ - (h/100 x 0,6⁰) 
-  26,3⁰ = suhu rata-rata daerah pantai (0 meter)
- h = ketinggian tempat yang dicari
- 0,6⁰ = penurunan suhu per 100 meter

2. Mencari skala peta dengan dua titik lokasi
Membandingkan 2 titik di peta dengan 2 titik di lapangan. Contoh jarak A-B di peta adalah 10 cm, sementara jarak A-B di lapangan adalah 1.000 m. Berapa skala peta nya?
10 cm : 1.000 m (100.000 cm)
1 : 10.000 cm

3. Mencari skala/jarak di peta dengan perbandingan di peta lain yang sudah ada skalanya
Contoh: Jarak A- B di peta Q = 2 cm dan tidak ada skalanya. Di peta Z, skala peta 1: 10.000 dan jarak A-B adalah 9 cm. Berapa skala peta 1?
2 x Q = 9 x 10.000
2 x Q = 90.000
Q = 90.000/2 = 45.000
jadi, skala peta Q adalah 1: 45.000

4. Menghitung Contur interval peta topografi
Rumus Ci = 1/2.000 x skala peta (dalam meter)
Contoh: Diketahui Ci pada peta adalah 25 m. Berapa skala peta topografi tersebut?
Jawab:
25 = 1/2.000 x skala
Skala = 2000 x 25 = 50.000
jadi skala peta nya 1: 50.000

5. Menentukan jarak asli di lapangan
Contoh: Jarak A-B di peta = 5 cm dengan skala 1: 100.000
Jarak sebenarnya adalah 5cm x 100.000 cm = 5 km

6. Mengubah skala garis ke angka
Berapa skala peta di atas?. Ubah ke skala angka!
5 cm = 9 km
5 cm = 9.000.000 cm (ubah km ke cm dulu)1
1 cm = 180.000 cm (dibagi 5)
Jadi skalanya 1: 180.000

7. Menghitung selisih derajat lintang dan bujur
Rumus astronomis, tiap 1⁰ = 60 menit = 111 km
Contoh di peta diketahui sebagai berikut
Berapa skala peta di atas!
Jarak A-B = 10 cm maka jarak sebenarnya adalah 40⁰ 22' - 40⁰ 20' = 2'
2' = 2/60 x 111 km = 3,7 km (darimana 60?, karena 1⁰ =60 menit)
Berarti 10 cm di peta = 370.000 cm di lapangan (konversi km ke cm dulu)
atau 1 cm = 37.000 cm
Jadi skalanya adalah 1: 37.000 

8. Mencari titik ketinggian (kontur) peta topografi
Rumus  : J1/J2 x Ci
J1 = jarak B-C di peta topografi
J2 = jarka A-C di peta topografi
Ci = contur interval

Contoh:
Jarak kontur A ke B pada peta adalah 5 cm sementara B-C adalah 3 cm. Titik A berada pada ketinggian 50 m dan titik C adalah 25 m. Skala peta diketahui 1: 50.000. Berapakah ketinggian B?

1. Cari dulu kontur interval nya
Ci = 1/2.000 x skala
= 1/2.000 x 50.000
= 25 m

J1 = B-C = 3 cm
J2 = A- C = (B-C) + (A-B) = 3+5 = 8 cm

2. Jarak BC di lapangan = J1/J2 x Ci
= 3/8 x 25 m
= 9, 375 
= 9, 4 meter (dibulatkan)
Jadi ketinggian B adalah 25 m (ketinggian C) + 9,4 m = 34,4 m

Baca juga:
5 Potensi fisik wilayah Indonesia
Menghitung skala peta yang diperkecil dan diperbesar

Senin, September 11

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Proyeksi peta merupakan sebuah prinsip.teknik untuk memindahkan bidang lengkung meridian dan pararel bumi ke bidang datar. 

Cara ini dilakukan karena bentuk bumi itu bulat. Bayangkan saja kamu sedang mengupas kulit jeruk dan dilebarkan di atas meja. Hal ini bertujuan untuk memindahkan permukaan bumi yang bulat ke bidang datar. 

Bidang datar ini adalah peta. Proyeksi peta dilakukan untuk mengurangi distorsi atau kesalahan pada proses pembutan peta.

Baca juga:
Soal UN Geografi Pengembangan Wilayah
Contoh soal HOTS geografi

Jenis-jenis proyeksi peta dapat dibedakan menjadi 4 kelompok utama yaitu menurut bidangnya, modifikasinya, sifat asli, dan kedudukan sumbu simetri.
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi Sinusiodal

a. Menurut bidang proyeksi
1. Proyeksi zenithal/azimuthal, menggunakan bdang datar sebagai bidang proyeksi. Proyeksi ini menyinggung bola bumi pada suatu titik. Wilayah yang akan dipetakan bersinggungan dengan bidang proyeksi. Proyeksi ini cocok untuk memetakan wilayah kutub.

2. Proyeksi kerucut/conical, menggunakan bidang kerucut sebagai bidang proyeksi. Proyeksi kerucut cocok digunakan untuk memetakan daerah lintang tengah karena bidang proyeksi menyinggung wilayah tersebut.

3. Proyeksi silinder/silindris, menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini punya keunggulan yaitu dapat memetakan wilayah yang luas dan cocok untuk memetakan wilayah di ekuator. Baca juga: Soal USBN Geografi 2017
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi asimuthal

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi kerucut

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi silindris

b. Proyeksi modifikasi
Proyeksi modifiksai merupakan gubahan dari jenis proyeksi berdasarkan bidang proyeksi. Proyeksi ini biasa digunakan secara spesifik untuk memetakan wilayah tertentu.
1. Proyeksi Bonne, memiliki distorsi semakin besar pada wilayah yang semakin jauh dari meridian tengah.
2. Proyeksi Mollweide, menggambarkan wilayah yang semakin mendekati kutub, ukuran luasnya semakin kecil.
3. Proyeksi Sinusoidal, dapat menggambarkan sudut dan jarak yang tepat di wilayah meridian tengah khatulistiwa.
4. Proyeksi Mercator, memiliki bidang proyeksi silinder dengan sumbu berhimpit dengan bola bumi dan menggambarkan seluruh wilayah permukaan bumi secara datar.

c. Berdasarkan sifat asli Bumi
Proyeksi ini disebut juga sebagai proyeksi geometri, dibedakan menjadi:
1. Proyeksi Ekuidistant, mempertahankan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
2. Proyeksi Conform, memeprtahankan bentuk di permukaan bumi.
3. Proyeksi Equivalent, mempertahankan luas area di permukaan bumi.

d. Menurut kedudukan sumbu simetri
1. Proyeksi normal, sumbu simetri pada proyeksi peta berimpit dengan sumbu Bumi.
2. Proyeksi miring, sumbu simetri pada proyeksi membentuk sudut miring dengan sumbu bumi.
3. Proyeksi transversal, sumbu simteri pada proyeksi tegak lurus sumbu bumi atau di ekuator.  

Baca juga: Soal pendekatan geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Jumat, Juli 28

Jenis Peta Berdasarkan Formatnya

Jenis Peta Berdasarkan Formatnya

Kali ini kita akan coba bahas materi pemetaan. Sebelumnya saya sudah berikan postingan tentang jenis peta berdasarkan isi dan skalanya. 

Kali ini saya berikan penjelasan tentang jenis peta berdasarkan formatnya atau bentuknya. Baca juga: Pola aliran sungai dan cirinya
Jenis Peta Berdasarkan Formatnya
Peta topografi 3 dimensi
 1. Peta Digital
Peta ini tersimpan sebagai file basis data spasial dan membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengakses dan terkodumentasi dalam DVD atau hardisk. Peta digital juga dapat tersedia secara online dan disimpan dalam suatu server.

2. Peta Hardcopy, merupakan peta yang memiliki wujud seperti:
a. Sketsa
Merupakan peta yang dibuat secara garis besar, tidak mementingkan kebenaran ukuran dan bentuk objek. Fungsinya terutama sebagai pedoman bagi pembuatnya untuk tujuan tertentu misalnya untuk menunjukkan lokasi suatu daerah.
b. Peta 2D merupakan peta dalam bidang datar yang memperhitungkan ukuran dan bentuk objek.
c. Peta Timbul adalah peta yang dibuat dalam bentuk 3 dimensi sehingga relief permukaan bumi tampak jelas meskipun skala ke arah ketinggian mengalami pengecilan.
d. Miniatur, merupakan jenis peta timbul namun skalanya besar atau daerah yang digambarkannya sempit sehingga kenampakan permukaan bumi lebih rinci.
e. Peta foto, merupakan peta udara yang diberikan tambahan keterangan nama jalan atau nama atribut lainnya. Denga demikian peta foto tidak mengalami generalisasi, tidak menggunakan simbol-simbol kartografis sehingga sulit membacanya.
f. Atlas merupakan buku yang berisi kumpulan macam-macam peta dan ditambahkan informasi penunjang lain yang relevan.
g. Globe adalah gambaran bumi yang diperkecil. Karena tidak digambarkan pada bidang datar maka umumnya tidak dimasukkan kategori peta namun model bumi.

Di kegiatan belajar peta dan pemetaan kelas x, saya bisa merencakan project membuat peta 2D dan peta 3D. Peta 2D dibuat dalam kertas ukuran A3 dan peta 3D dibuat dari bahan kardus bekas. 

Postingannya akan saya berikan di lain waktu. Baca juga: Menghitung titik henti
Perbedaan Peta Skala Kecil, Sedang dan Besar

Perbedaan Peta Skala Kecil, Sedang dan Besar

Coba kamu pergi ke perpustakaan atau toko buku dan tempat lainnya yang ada peta. Jika kamu lihat, peta tidak sama ukurannya (besar kecilnya)

Ada peta yang berukuran besar dan ada peta yang berukuran kecil. Besar kecilnya peta ditentukan oleh besar kecilnya skala yang digunakan. 

Skala adalah perbandingan jarak titik di peta dengan jarak asli di lapangan. Jika kmu melihat peta di keluarahan kamu pasti akan beda dengan peta yang ada di kantor gubernur. 

Baca juga:
Bedanya El Nino dan La Nina
Tipe Iklim Indonesia itu Af

Berdasarkan skalanya, peta dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:
1. Peta kadaster adalah peta yang memiliki skala sangat besar yaitu antara 1: 100 sampai 1: 5.000. Peta ini sering digunakan untuk menggambarkan daerah seperti lokasi pertambangan, mengukur sertifikat tanah atau peta desa.
2. Peta skala besar yaitu peta yang memiliki skala 1: 5.000 sampai 1: 250.000. Peta skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit contohnya peta kelurahan.
3. Peta skala sedang adalah peta yang punya skala antara 1: 250.000 sampai 1: 500.000. Peta ini sering digunakan pada peta propinsi.
4. Peta skala kecil atau geografis adalah peta yang punya skala diatas 1: 500.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan negara atau peta dunia.
Semakin besar skala peta maka daerah yang ditampilkan semakin sempit tapi detail. Semakin kecil skala peta maka daerah yang ditampilkan semakin luas namun tidak detail. Untuk memahami tentang konsep skala peta, coba lihat gambar di bawah ini. 
Perbandingan skala peta
Coba lihat, semakin kecil skala peta maka angka penyebut skala akan semakin besar dan semakin besar skala peta maka penyebut skala semakin kecil angkanya. 

Untuk mengetahui teknik memperbesar dan memperkecil peta, silahkan lihat artikelnya berikut Baca juga: Cara memperbesar dan memperkecil peta.
Gambar: disini

Rabu, Juli 26

Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik

Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik

Peta ada banyak jenisnya dan setiap peta memiliki tugas masing-masing untuk menginformasikan kenampakan tertentu.

Berdasarkan isinya, peta dapat dibagi menjadi peta umum dan peta khusus. 

1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum atau keseluruhan. 

Peta umum ini memuat semua kenampakan yang terdapat pada suatu daerah baik kenampakan fisik maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisik merupakan semua hal yang bersifat alami seperti gunung, sungai, laut atau rawa. 

Kenampakan sosial budaya adalah yang dibuat oleh manusia seperti jalan raya, rel kereta, rumah atau hotel. Peta umum terdiri dari Peta Topografi dan Peta Chorografi. Baca juga: cara menghitung jarak di peta dengan ukuran astronomis

Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief tinggi rendahnya permukaan bumi. Dalam peta topografi dikenal garis kontur atau garis yang menghubungkan daerah dengan ketinggian yang sama. 

Peta topografi memiliki keunggulan yaitu dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan memprakirakan kecuraman atau kemiringan lereng. 
Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik
Peta kontur topografi
Beberapa karakter peta topografi antara lain:
1. Semakin rapat kontur maka daerah tersebut cenderung terjal dan sebaliknya jika jarak kontur renggang maka daerah tersebut landai.
2. Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan adanya depresi atau cekungan di puncak misalnya gunung api.
3. Peta topografi menggunakan skala antara 1:50.000 sampai 1:100.000. Peta Rupa Bumi Indonesia menggunakan skala 1: 25.000.

Peta Chorografi adalah peta yang menggambarakan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala antara 1:250.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas misalnya propinsi negara, benua bahkan dunia. 

Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah diantaranya pegunungan, sungai, danau, jalan raya, rel kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai dan rawa. 

Atlas adalah kumpulan dari peta Chorografi yang dibuat dalam berbagai jenis warna. Baca juga: Faktor perbedaan cuaca suatu tempat

2. Peta Tematik
Peta khusus atau tematik terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang lebih dalam/detail. 

Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu kenampakan saja contoh Peta Pariwisata Jawa Tengah, Peta Kepadatan Penduduk Indonesia. Baca juga: Tipe-tipe proyeksi peta

Untuk menggambarkan kepadatan penduduk tiap daerah maka biasanya ditunjukkan dengan gradasi warna.

Semakin gelap maka penduduk semakin padat sementara semakin cerah maka penduduk di wilayah tersebut semakin jarang per km persegi nya. 
Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik
Peta kepadatan penduduk

Selasa, Juli 25

Pengertian Peta dan Fungsinya

Pengertian Peta dan Fungsinya

Peta merupakan alat bantu untuk menginformasikan fenomena dalam ruang permukaan bumi. Menurut sejarah terbaru, peta paling tua ditemukan dalam reruntuhan peradaban Babilonia. 

Peta dapat didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi bisa seluruh atau sebagian dan diperkecil dengan skala tertentu. Berikut ini beberapa definsi peta menurut berbagai ahli kartografi atau pemetaan:
1. Menurut International Cartographic Association
Peta merupakan gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang data dan diperkecil.

2. Menurut Aryono Prihandito
Peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu digambar pada bidang datar melalui proyeksi tertentu.

3. Menurut Erwin Rainsz
Peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

4. Menurut Badan Informasi Geospasial
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambil keputusan pada tahapan tingkatan pembangunan. Baca juga: Terbentuknya arus laut dalam
Pengertian Peta dan Fungsinya
Peta pusat kota Majalengka
Pada masa ini peta sudah berevolusi dari kertas menjadi peta digital yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan sistem komputer. Biasanya peta digital dibuat dengan menggunakan software GIS. 

Ilmu khusus yang mempelajari teknik peta dan pemetaan dinamakan kartografi sementara orang yang ahli di bidang peta dinamakan kartografer. Baca juga: Rumus gradien barometrik

Sebuah peta yang menggambarkan fenomena geografi tidak hanya sekedar pengecilan dari bentuk asli saja. 

Peta dibuat dan didesain dengan baik agar bisa digunakan oleh penggunanya. Peta digunakan untuk melaporkan, memperagakan, menganalisa, melihat keterkaitan benda dalam sisi keruangan.

Baca juga:
Mengapa cuaca cepat berubah di satu tempat? 
Sebaran fauna di Indonesia versi Wallacea

Berikut ini fungsi peta bagi kehidupan:
1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
2. Memperlihatkan ukuran dan arah suatu tempat atau benda di permukaan bumi.
3. Menggambarkan bentuk permukaan bumi seperti negara, benua, gunung, laut, sungai dan fenomena lain.
4. Membantu peneliti sebelum melakukan survey untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
6. Alat analisa untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana kegiatan.
8. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena geosfer di permukaan bumi.

Jumat, April 21

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. 

Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik. Baca juga: Konjungsi, oposisi dan elongasi planet

Karakteristik Sudut Bearing
- digambarkan dalam bentuk garis dan sudut dan kuadran
- bearing tidak bisa lebih dari 90⁰
- bearing diambil dari utara atau selatan dan sudut ke timur atau barat dari utara-selatan meridian.
- True Bearing diambil dari true north.
- Magnetic bearing diambil dari magnetic north. 

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
True Bearing
Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Magnetic Bearing

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Bearing Direction
Karakteristik Sudut Azimuth
- sudut dihitung searah jarum jam dengan patokan meridian.
- azimuth berkisar dari 0⁰ -  360⁰
- azimuth dimulai dari arah utara.
- true azimuth berpatokan dari utara sebenarnya (true north).
- magnetic azimuth berpatokan dari utara magnetik (magnetic north). 
Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Sudut Azimuth
Kita seringkali menggunakan istila bearing sama dengan azimuth, padahal sebenarnya berbeda. Bearing menggambarkan sudut dari utara atau selatan dan nilai sudut menuju timur ke barat. 

Jadi kita bisa menyatakan 20 derajat Timur dari Utara atau bisa disingkat S 20 E. Dalam azimuth kita menyebutnya 160 derajat. 

Baca juga: Ayat Quran tentang fenomena geografi

Sumber: engineering.purdue.edu

Kamis, April 6

Sudut Azimuth dan Back Azimuth

Sudut Azimuth dan Back Azimuth

Salah satu model militer untuk mengukur arah dan jarak di lapangan adalah sudut azimuth dan back azimuth. Azimuth diartikan sebagai sudut horizontal dan diukur searah jarum jam dari arah utara.

Saat azimuth antara dua titik point di peta ditentukan, maka dua titik tersebut akan terhubung oleh garis lurus. 

Kemudian busur digunakan untuk mengukur sudut antara arah utara dengan garis yang ditarik. Sudut yang diukur inilah yang dinamakan azimuth. 

Sudut azimuth ini biasa dinyatakan dalam satuan derajat 
Contoh : 6⁰ 11' 20" = 6 derajat, 11 menit dan 20 detik

Tujuan utama dari metode sudut azimuth adalah untuk menentukan arah dari satu titik ke titik lain. Jadi azimuth hanya bisa dicari jika ada dua lokasi di peta yang ditentukan. 

Lalu apa bedanya azimuth dengan sudut?
Sudut selalu dibentuk dari tiga titik sementara azimuth hanya dibentuk dari dua titik.
Sudut Azimuth dan Back Azimuth
Sudut Azimuth dan Back Azimuth
Back Azimuth
Back azimuth adalah kebalikan sudut dari azimuth. Untuk mencari nilai back azimuth maka digunakan rumus berikut:
Back Azimuth = azimuth + 180⁰ 

Jika hasil penambahan tersebut menghasilkan angka lebih dari 360⁰, maka besar back azimuth adalah hasil penambahan tadi dikurangi 360⁰.

Contoh:
Azimuth A-B = 90⁰
Back azimuth A-B = 90+180 = 270⁰ 

Azimuth C-D = 250⁰ 
Back azimuth C-D = 250+180 = 430⁰ ,artinya lebih besar dari 360, jadi
Back azimuth C-D = 430-360 = 70,artinya lebih besar dari 360

Azimuth dan back azimuth biasa digunakan di bidang militer untuk menentukan posisi musuh dan mencari rute penyerangan yang terbaik. 
Gambar: unitedoperations.net

Rabu, Maret 22

Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis Lintang dan Bujur

Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis Lintang dan Bujur

Bumi adalah planet berbentuk bulat dengan sedikit pepat di kutub dan menggelembung di ekuator.

 Dalam kartografi, seringkali kita mencoba menghitung jarak di lapangan dengan menggunakan selisih perbedaan garis bujur atau lintang. 

Garis lintang dan garis bujur meurpakan garis imajiner yang dibuat manusia dengan tujuan memudahkan dalam penentuan lokasi di bumi. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Garis yang ditarik dari kutub ke kutub atau vertikal dinamakan garis lintang atau latitude. Garis yang ditarik mendatar atau horizontal dinamakan garis lintang atau longitude. 

Garis lintang membagi bumi menjadi dua wilayah yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan dengan garis tengah titik pangkal berada di khatulistiwa. 

Sementara garis bujur digunakan untuk membagi bumi menjadi bumi bagian timur dan bumi bagian barat dengan titik pangkal di Greenwich (Inggris). Baca juga: Konsep geosentirs dan heliosentris
Menghitung Jarak di Peta Berdasarkan Garis Astronomis
Koordinat Bujur dan Lintang
Lalu bagaimana cara perhitungan garis bujur dan lintang?. Karena bentuk bumi yang bulat maka ketentuan dasar untuk menghitung koordinat bujur dan lintang sama dengan metode matematis lingkaran. 

Dengan begitu cara menentukan garis koordinat astronomis adalah dengan derajat (⁰), menit (') dan detik ("). Contohnya : 6⁰ 10', 45" LU. Baca juga: Dampak pencemaran bagi kehidupan

Cara membacanya adalah:
6 derajat 10 menit dan 45 detik Lintang Utara. Lalu berapa jarak setiap perbedaan garis bujur/lintang?

1⁰ bujur/lintang = 111.322 km
1⁰ bujur/lintang = 60' (menit) = 3.600 detik
1' bujur/lintang = 60" (detik)
1' bujur/lintang = 1.8885,37 meter
1" bujur/lintang = 30, 9227 meter

Contoh penerapan di soal matematis adalah sebagai berikut:
Berapakah jarak antara 6⁰ 10', 45" LU sampai 7⁰ 11', 48" LU.

Jawab:
Selisih kedua jarak lintang tersebut adalah  1 derajat 1 menit dan 3 detik. Lalu cara selanjutnya:
1 derajat x 111,322 km = 111,322 km
1 menit x 1.885,37 m  = 1.885,37m
3 detik x 30, 9227 m = 927, 681 m

Jadi 111,322 km  + 1.885,37 m + 927, 681 m = 113, 812 km (dibulatkan)

Baca juga: Free PPT Interaktif Materi Pemetaan 
Gambar: ubergizmo.com 
 

Senin, Maret 20

Manfaat Peta di Kehidupan Sehari-Hari

Manfaat Peta di Kehidupan Sehari-Hari

Peta saat ini menjadi kebutuhan penting manusia. Coba lihat di handphone anda pasti ada fitur map atau GPS. Dengan mobilitas yang semakin tinggi, manusia membutuhkan peta untuk mencari lokasi tujuan dengan tepat, akurat dan cepat. 

Peta dapat diamsnfaatkan dan digunakan sesuai fungsinya. Berikut ini berbagai manfaat peta dalam kehidupan kita sehari-hari. Baca juga: Mindset beriklan di facebook

a. Bidang Pertanian
Pertanian merupakan sektor ekonomi yang penting bagi masyarakat Indonesia. Peta untuk pertanian menyajikan informasi mengenai aspek-aspek yang memengaruhi aktifitas pertanian. Aspek yang memengaruhi aktifitas pertanian contohnya jenis tanah, curah hujan, morfologi dan jenis vegetasi. Setiap aspek tadi dapat dipetakan sebarannya karena itu melalui peta maka dapat diperoleh informasi lokasi yang tepat untuk lahan pertanian. Contoh peta yang digunakan untuk analisa faktor-faktor tersebut adalah:
1. Peta Curah Hujan
Air merupakan bagian penting dalam kegiatan pertanian. Melalui peta, kondisi curah hujan dapat diketahui ketersediaan air pada suatu wilayah. Data ketersediaan air digunakan untuk penentuan jenis vegetasi pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di wilayah tersebut. 
2. Peta Jenis Tanah
Setiap jenis tanah memiliki karakteristik berbeda. Setiap karakteristik tanah punya kecocokan tersendiri dengan jenis vegetasi budidaya yang akan ditanam.
3. Peta Topografi
Peta ini berkaitan dengan kemiringan lereng dan ketinggian tempat. Ketinggian tempat berkaitan dengan suhu udara yang akan menyesuaikan dengan jenis vegetasi budidaya.
4. Peta Geologi
Berisikan informasi mengenai karakteristik batuan. Informasi tersebut akan digunakan untuk mengetahui tingkat permeabilitas dan porositas batuan.
Manfaat Peta di Kehidupan Sehari-Hari
Peta Wisata Gunung Kidul
b. Bidang Industri
Penentuan lokasi industri dapat menggunakan peta seagai alat bantu analisa. Sebuah indsutri harus memerhatikan aspek ketersediaan bahan baku, sumber energi, tenaga kerja dan jaringan transportasi. Oleh karena itu, peta yang dapat digunakan dalam bidang untuk bidang industri adalah:
1. Peta Sumber Daya Alam, digunakan untuk melihat ketersediaan dan pesebaran sumber daya alam sebagai bahan baku industri.
2. Peta Jaringan Jalan, untuk mengetahui aksesibilitas suatu lokasi yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran hasil industri.
3. Peta Kepadatan penduduk, berguna untuk sumber data ketersediaan tenaga kerja khususnya pada jenis industri padat karya.
Baca juga: Rumus sex ratio dan dependency ratio

c. Bidang Transportasi
Transportasi dibutuhkan dalam proses perpindahan barang atau orang. Transportasi meliputi jalur darat, air dan udara. Peta yang digunakan pada bidang transportasi diantaranya peta jaringan jalan, rel kereta, rute udara dan pelayaran.

d. Bidang Kebencanaan
Bencana alam dapat merugikan banyak orang sehingga perlu adanya mitigasi yang baik. Salah satu cara preventif dala mengatasi bencana adalah membuat peta zonasi daerah rawan bencana. Dengan memerlihatkan peta daerah rawan bencana di lingkungan desa misalnya maka masyarakat dapat mengetahui daerah mana saja yang tidak boleh ditinggali dan kemana arah evakuasi saat bencana terjadi. 

e. Bidang Pariwisata
Kegiatan pariwisata kini berkembang pesat di era modern. Kehadiran peta wisata sangat dibutuhkan untuk melihat sebaran daerah wisata, lokasi restoran, rest area dan arena hiburan lain. Baca juga: Perbedaan meteorologi dan klimatologi

f. Bidang Tata Guna Lahan
Tata guna lahan berkaitan dengan perencanaan penggunaan lahan dalam satu kawasan. Melalui tata guna lahan maka pembagian wilayah disesuaikan dengan fungsi terbaiknya seperti: pemukiman, kawasan lindung, industri atau perkantoran.
 
g. Bidang Pembangunan Wilayah
Dalam merencanakan sebuah pembangunan seperti kota misalnya, dibutuhkan sumber data yang baik untuk memperlihatkan gambaran lokasi yang akan dibangun. Untuk itu peta masterplan dibutuhkan untuk melancarkan kegiatan pembangunan wilayah.
Gambar: kampoeng-baron.com

Selasa, Maret 7

Memahami Teknik Proyeksi Peta

Memahami Teknik Proyeksi Peta

Bumi ini pada dasarnya berbentuk geoid atau membulat. Untuk memindahkan bentuk permukaan bumi yang bulat ke bidang datar seperti peta maka dibutuhkan suatu teknik atau proyeksi peta. 

Proyeksi peta adalah suatu teknik memindahkan bidang pararel permukaan bumi ke bidang datar. Prinsip kerja nya adalah untuk mengurangi distrosi atau kesalahan pada proses pembuatan peta. Baca juga: Identifikasi bentang budaya pada citra

Jenis-Jenis proyeksi peta dibedakan menjadi empat kelompok menurut bidang proyeksinya, proyeksi modifikasi, sifat asli yang dipertahankan dan menurut kedudukan sumbu simetri.

a. Proyeksi Menurut Bidang 
Berdasarkan bidang yang digunakan maka proyeksi peta terbagi atas:
1. Proyeksi zenithal (azimuthal), menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi. Proyeksi azimuthal menyinggung bola Bumi pada satu titik. Wilayah bumi yang dipetakan akan bersinggungan dengan bidang proyeksi. Proyeksi ini baik digunakan untuk memetakan wilayah kutub.
2. Proyeksi kerucut (conical), menggunkan bidang kerucut sebagai proyeksinya. Proyeksi kerucut sangat cocok digunakan untuk memetakan wilayah di lintang rendah karena bidang proyeksi akan menyinggung daerha tersebut.
3. Proyeks silinder (cylindrical), menggunakan bidang silinder atau tabung sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini punya kelebihan yaitu dapat menggambarkan wilayah luas dan cocok untuk memetakan daerah di sepanjang khatulistiwa termasuk Indonesia.
Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Bidang Proyeksi Peta
b. Proyeksi Modifikasi
Proyeksi modifikasi merupakan gubahan dari berbagai jenis bidang proyeksi. Proyeksi ini dikembangkan oleh ahli kartograf masing-masing dan digunakan untuk menggambarkan wilayah tertentu.
1. Proyeksi Bonne, memiliki distorsi semakin besar pada wilayah yang semakin jauh dengan meridian tengah.
2. Proyeksi Mollweide, menggambarkan wilayah yang semakin mendekati kutub maka ukuran luasnya semakin kecil.
3. Proyeksi Sinusoidal, menggambarkan sudut dan jarak yang tepat di meridian tengah dan khatulistiwa.
4. Proyeksi Mercator, meggunakan bidang silindris dengan sumbu berimpit dengan bola bumi dan dapat menggambakan seluruh wilayah bumi dengan perluasan atau distorsi ke wilayah kutub.
Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Proyeksi Peta Bonne

c. Berdasarkan Sifat Asli 
Proyeksi menurut sifat asli yang dipertahankan disebut juga proyeksi geometris. 
1. Proyeksi ekuidistan, memertahankan jarak sebenarnya di permukaan Bumi.
2. Proyeksi conform, memertahankan bentuk permukaan bumi.
3. Proyeksi ekuivalen, memertahankan ketepatan luas daerah di permukaan bumi.
Jenis-Jenis Proyeksi Peta
Kedudukan Sumbu Proyeksi Peta
d. Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetri
Menurut kedudukan sumbu simetri, proyeksi peta dibedakan menjadi:
1. Proyeksi normal, yaitu sumbu simetri pada proyeksi berimpit dengan sumbu bumi.
2. Proyeksi miring (oblique), yaitu sumbu simetri pada proyeksi membentuk sudut miring dengan sumbu bumi.
3. Proyeksi transversal, yaitu sumbu simetri pada proyeksi tegak lurus dengan sumbu bumi. Baca juga: Gerak semu harian dan tahunan matahari

Gambar:
maps.unomaha.edu
www.ks.uiuc.edu
college.cengage.com
Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

SIG atau Sistem Informasi Geografi kini sudah menjadi kebutuhan manusia dan menjadi disiplin ilmu bantu geografi yang sangat modern. Keunggulan atau kelebihan SIG ialah mampu menyajikan dunia nyata atau real world pada layar komputer seperti lembaran peta. 

SIG menyimpan semua informasi berkenaan dengna unsur geografis ke dalam basis data digital. SIG dapat menyimpan data keruangan dalam bentuk tabel dan disimpan dalam hardisk. 

Data tersebut dapat dipanggil kembali, diedit dan dimanipulasi sessuai keinginan penggunanya. SIG dapat digunakan luas di berbagai bidang kehidupaan diantaranya:
1. Bidang Pendidikan
SIG dapat dimanfaatkan untuk menentukan lokasi sekolah, untuk membuat sistem informasi pendidikan dan sebagai alat bantu pemahaman siswa saat pembelajaran geografi.

2. Bidang Geologi, Petambangan dan Perminyakan
SIG di bidang ini dilakukan untuk menentukan lokasi keterdapatan mineral/cebakan bahan galian yang akan dieksploitasi. SIG juga dipergunakan untuk menganalisa limbah yang merupakan hasil buangan industri tambang.

3. Bidang Sumber Daya Alam
SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, analisa daerah rawan bencana alam, dan pemantauan daerah kebakaran hutan dan lahan.

4. Bidang Perencanaan Wilayah
SIG dapat dijadikan media yang tepat untuk perencanaan pemukiman dan transmigrasi, perencanaan kota, pengembangan desa tertinggal, perencanaan lokasi industri, pasar, pemukiman dan lainnya.

5. Bidang Lingkungan
SIG dapat dijadikan alat untuk menganalisa dan pemantauan pencemaran udara, limbah berbahaya, pencemaran air, sunga, laut, tanah, evaluasi pengendapan lumpur dan sedimen di pantai dan pemantauan pencemaran minyak di laut.
Pemanfaatan SIG Di Kehidupan
Pemanfaatan SIG semakin pesat, pic:ww.wrsc.org
6. Bidang Hidrologi dan Kelautan
SIG digunakan untuk kegiatan inventarisasi dan manajemen pengamatan pasang surut laut, manajemen daerah pesisir, manajemen kawasan wisata laut, taman laut dan hutan bakau.

7. Bidang Transportasi dan Perhubungan
SIG digunakan untuk manajemen pemeliharaan, perencanaan dan perluasan jaringan jalan tol, rel kereta dan jalan raya, penentuan jalur transportasi, analisa rawan kemacetan dan bahaya kecelakaan dan pemantauan jalur mudik.

8. Bidang Telekomunikasi
SIG dimanfaatkan pada saat perencanaan, pemeliharaan dan analisa perluasan jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem informasi pelanggan dan fasilitas umum telekomunikasi seperti, telepon umum, warnet dan lainnya. SIG juga dapat digunakan untuk menginventarisasi jaringan telekomunikasi dan pelanggan TV kabel, antene parabola dan jaringan internet.

9. Bidang Ekonomi, Bisnis dan Marketin
SIG dimanfaatkan untuk menentukan lokasi bisnis prospektif seperti bank, pasar, mall, ATM, kantor cabang, showroom, outlet makanan, gudang dan lainnya dengan memerhatikan lokasi konsumen dan pelanggan di sekitar. SIG juga dapat menganalisa rute terpendek yang harus dilalui oleh salesmen.

10. Bidang Perpajakan
SIG dapat dimanfaatkan untuk memprakirakan potensi pendapatan dari sektor pajak dengan membuat sistem informasi untuk penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.

11. Bidang Militer
SIG diperlukan untuk penyediaan data spasial untuk analisa rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang, pembuatan peta elektronik yang dihubungkan dengan radar yang mampu mendeteksi kendaraan atau pesawat musuh di wilayah teritorial negara.

12. Bidang Kesehatan
SIG dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderitan suatu penyakit, pola atau sebaran pandemi penyakit serta penentuan lokasi unit-unit pelayanan kesehatan beserta tenaga medisnya.

13. Bidang Utilitas
SIG dimanfaatkan dalam proses inventarisasi dan manajemen informasi jaringan pipa air minum, sistem informasi pelanggan, perencanaan jaringan tiang listrik, gardu listirk, tower BTS dan lainnya. 

Sumber: Iwan Hermawan, Geografi Sebuah Pengantar.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close