Guru Geografi: Pemetaan - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pemetaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemetaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 26

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar

Oke teman-teman sekalian, kali ini gurugeografi akan memberikan kamu cara cepat untuk menghitung skala sebuah peta.

Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Khusus kali ini gurugeografi akan coba memberikan kamu cara cepat menghitung sebuah peta yang diperbesar atau diperkecil.

 Kalau kamu gunakan rumus tentu akan agak lama. Coba perhatikan peta di bawah ini
Cara Menghitung Skala Peta Diperkecil Diperbesar
Memperbesar peta
Pada gambar di atas terlihat ada dua peta, yang pertama punya skala dan yang kedua gak ada skalanya. Nah biasanya kan di soal itu diminta untuk mencari skala Peta B. Bagaimana caranya biar cepat?. Begini.........

Lihat jarak titik P ke Q di peta pertama adalah 5 cm.
Lihat jarak titik P ke Q di peta kedua adalah 10 cm. 

Yang harus kamu lakukan adalah menghitung pembesarannya. Coba dari awalnya 5 cm ke 10 cm itu berapa kali (pengkalian). Tentu 2 kali bukan, alias 5 x 2 itu = 10. Nah setelah itu tinggal bagi aja skala peta A yang 100.000 dengan 2 jadi 100.000/2 = 50.000 cm. 

Karena jika suatu peta diperbesar maka skalanya dibagi dan kalau peta itu diperkecil maka skalanya dikalikan. 

Gimana mudah bukan?. Ayo berlatih yang banyak biar terbiasa. Jangan lupa subscribe channel gurugeografi di youtube ya dan like blog nya. Trims.

Kamis, Desember 14

Kumpulan Rumus Hitungan Geografi Peta dan Pemetaan

Kumpulan Rumus Hitungan Geografi Peta dan Pemetaan

Halo teman-teman semuanya, apa kabar hari ini?. Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif berkarya. 

Kali ini saya akan memberikan contoh soal hitungan geografi yang sering muncul di ujian dari kelas X sampai kelas XII. 

Soal hitungan geografi ini ada yang bertipe mudah dan ada juga yang lumayan sulit. Kuncinya adalah latihan sesering mungkin mengerjakannya. Berikut ini kumpulan soal latihan geografi fisik hitungan peta dan gradien termis. Selamat belajar. 

Baca juga:
Rumus iklim schmidt ferguson
Perbedaan sirkum pasifik dan mediterania
Pengertian dan ciri negara berkembang

1. Menghitung Gradien Termis (Penurunan Suhu di Troposfer)
Prinsip = setiap kenaikan topografi 100 m, maka suhu turun rata-rata 0,6⁰C di troposfer.
∆ T = 26, 3⁰ - (h/100 x 0,6⁰) 
-  26,3⁰ = suhu rata-rata daerah pantai (0 meter)
- h = ketinggian tempat yang dicari
- 0,6⁰ = penurunan suhu per 100 meter

2. Mencari skala peta dengan dua titik lokasi
Membandingkan 2 titik di peta dengan 2 titik di lapangan. Contoh jarak A-B di peta adalah 10 cm, sementara jarak A-B di lapangan adalah 1.000 m. Berapa skala peta nya?
10 cm : 1.000 m (100.000 cm)
1 : 10.000 cm

3. Mencari skala/jarak di peta dengan perbandingan di peta lain yang sudah ada skalanya
Contoh: Jarak A- B di peta Q = 2 cm dan tidak ada skalanya. Di peta Z, skala peta 1: 10.000 dan jarak A-B adalah 9 cm. Berapa skala peta 1?
2 x Q = 9 x 10.000
2 x Q = 90.000
Q = 90.000/2 = 45.000
jadi, skala peta Q adalah 1: 45.000

4. Menghitung Contur interval peta topografi
Rumus Ci = 1/2.000 x skala peta (dalam meter)
Contoh: Diketahui Ci pada peta adalah 25 m. Berapa skala peta topografi tersebut?
Jawab:
25 = 1/2.000 x skala
Skala = 2000 x 25 = 50.000
jadi skala peta nya 1: 50.000

5. Menentukan jarak asli di lapangan
Contoh: Jarak A-B di peta = 5 cm dengan skala 1: 100.000
Jarak sebenarnya adalah 5cm x 100.000 cm = 5 km

6. Mengubah skala garis ke angka
Berapa skala peta di atas?. Ubah ke skala angka!
5 cm = 9 km
5 cm = 9.000.000 cm (ubah km ke cm dulu)1
1 cm = 180.000 cm (dibagi 5)
Jadi skalanya 1: 180.000

7. Menghitung selisih derajat lintang dan bujur
Rumus astronomis, tiap 1⁰ = 60 menit = 111 km
Contoh di peta diketahui sebagai berikut
Berapa skala peta di atas!
Jarak A-B = 10 cm maka jarak sebenarnya adalah 40⁰ 22' - 40⁰ 20' = 2'
2' = 2/60 x 111 km = 3,7 km (darimana 60?, karena 1⁰ =60 menit)
Berarti 10 cm di peta = 370.000 cm di lapangan (konversi km ke cm dulu)
atau 1 cm = 37.000 cm
Jadi skalanya adalah 1: 37.000 

8. Mencari titik ketinggian (kontur) peta topografi
Rumus  : J1/J2 x Ci
J1 = jarak B-C di peta topografi
J2 = jarka A-C di peta topografi
Ci = contur interval

Contoh:
Jarak kontur A ke B pada peta adalah 5 cm sementara B-C adalah 3 cm. Titik A berada pada ketinggian 50 m dan titik C adalah 25 m. Skala peta diketahui 1: 50.000. Berapakah ketinggian B?

1. Cari dulu kontur interval nya
Ci = 1/2.000 x skala
= 1/2.000 x 50.000
= 25 m

J1 = B-C = 3 cm
J2 = A- C = (B-C) + (A-B) = 3+5 = 8 cm

2. Jarak BC di lapangan = J1/J2 x Ci
= 3/8 x 25 m
= 9, 375 
= 9, 4 meter (dibulatkan)
Jadi ketinggian B adalah 25 m (ketinggian C) + 9,4 m = 34,4 m

Baca juga:
5 Potensi fisik wilayah Indonesia
Menghitung skala peta yang diperkecil dan diperbesar

Senin, September 11

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria

Proyeksi peta merupakan sebuah prinsip.teknik untuk memindahkan bidang lengkung meridian dan pararel bumi ke bidang datar. 

Cara ini dilakukan karena bentuk bumi itu bulat. Bayangkan saja kamu sedang mengupas kulit jeruk dan dilebarkan di atas meja. Hal ini bertujuan untuk memindahkan permukaan bumi yang bulat ke bidang datar. 

Bidang datar ini adalah peta. Proyeksi peta dilakukan untuk mengurangi distorsi atau kesalahan pada proses pembutan peta.

Baca juga:
Soal UN Geografi Pengembangan Wilayah
Contoh soal HOTS geografi

Jenis-jenis proyeksi peta dapat dibedakan menjadi 4 kelompok utama yaitu menurut bidangnya, modifikasinya, sifat asli, dan kedudukan sumbu simetri.
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi Sinusiodal

a. Menurut bidang proyeksi
1. Proyeksi zenithal/azimuthal, menggunakan bdang datar sebagai bidang proyeksi. Proyeksi ini menyinggung bola bumi pada suatu titik. Wilayah yang akan dipetakan bersinggungan dengan bidang proyeksi. Proyeksi ini cocok untuk memetakan wilayah kutub.

2. Proyeksi kerucut/conical, menggunakan bidang kerucut sebagai bidang proyeksi. Proyeksi kerucut cocok digunakan untuk memetakan daerah lintang tengah karena bidang proyeksi menyinggung wilayah tersebut.

3. Proyeksi silinder/silindris, menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini punya keunggulan yaitu dapat memetakan wilayah yang luas dan cocok untuk memetakan wilayah di ekuator. Baca juga: Soal USBN Geografi 2017
Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi asimuthal

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi kerucut

Jenis Proyeksi Peta Menurut Berbagai Kriteria
Proyeksi silindris

b. Proyeksi modifikasi
Proyeksi modifiksai merupakan gubahan dari jenis proyeksi berdasarkan bidang proyeksi. Proyeksi ini biasa digunakan secara spesifik untuk memetakan wilayah tertentu.
1. Proyeksi Bonne, memiliki distorsi semakin besar pada wilayah yang semakin jauh dari meridian tengah.
2. Proyeksi Mollweide, menggambarkan wilayah yang semakin mendekati kutub, ukuran luasnya semakin kecil.
3. Proyeksi Sinusoidal, dapat menggambarkan sudut dan jarak yang tepat di wilayah meridian tengah khatulistiwa.
4. Proyeksi Mercator, memiliki bidang proyeksi silinder dengan sumbu berhimpit dengan bola bumi dan menggambarkan seluruh wilayah permukaan bumi secara datar.

c. Berdasarkan sifat asli Bumi
Proyeksi ini disebut juga sebagai proyeksi geometri, dibedakan menjadi:
1. Proyeksi Ekuidistant, mempertahankan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
2. Proyeksi Conform, memeprtahankan bentuk di permukaan bumi.
3. Proyeksi Equivalent, mempertahankan luas area di permukaan bumi.

d. Menurut kedudukan sumbu simetri
1. Proyeksi normal, sumbu simetri pada proyeksi peta berimpit dengan sumbu Bumi.
2. Proyeksi miring, sumbu simetri pada proyeksi membentuk sudut miring dengan sumbu bumi.
3. Proyeksi transversal, sumbu simteri pada proyeksi tegak lurus sumbu bumi atau di ekuator.  

Baca juga: Soal pendekatan geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Jumat, Juli 28

Jenis Peta Berdasarkan Formatnya

Jenis Peta Berdasarkan Formatnya

Kali ini kita akan coba bahas materi pemetaan. Sebelumnya saya sudah berikan postingan tentang jenis peta berdasarkan isi dan skalanya. 

Kali ini saya berikan penjelasan tentang jenis peta berdasarkan formatnya atau bentuknya. Baca juga: Pola aliran sungai dan cirinya
Jenis Peta Berdasarkan Formatnya
Peta topografi 3 dimensi
 1. Peta Digital
Peta ini tersimpan sebagai file basis data spasial dan membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengakses dan terkodumentasi dalam DVD atau hardisk. Peta digital juga dapat tersedia secara online dan disimpan dalam suatu server.

2. Peta Hardcopy, merupakan peta yang memiliki wujud seperti:
a. Sketsa
Merupakan peta yang dibuat secara garis besar, tidak mementingkan kebenaran ukuran dan bentuk objek. Fungsinya terutama sebagai pedoman bagi pembuatnya untuk tujuan tertentu misalnya untuk menunjukkan lokasi suatu daerah.
b. Peta 2D merupakan peta dalam bidang datar yang memperhitungkan ukuran dan bentuk objek.
c. Peta Timbul adalah peta yang dibuat dalam bentuk 3 dimensi sehingga relief permukaan bumi tampak jelas meskipun skala ke arah ketinggian mengalami pengecilan.
d. Miniatur, merupakan jenis peta timbul namun skalanya besar atau daerah yang digambarkannya sempit sehingga kenampakan permukaan bumi lebih rinci.
e. Peta foto, merupakan peta udara yang diberikan tambahan keterangan nama jalan atau nama atribut lainnya. Denga demikian peta foto tidak mengalami generalisasi, tidak menggunakan simbol-simbol kartografis sehingga sulit membacanya.
f. Atlas merupakan buku yang berisi kumpulan macam-macam peta dan ditambahkan informasi penunjang lain yang relevan.
g. Globe adalah gambaran bumi yang diperkecil. Karena tidak digambarkan pada bidang datar maka umumnya tidak dimasukkan kategori peta namun model bumi.

Di kegiatan belajar peta dan pemetaan kelas x, saya bisa merencakan project membuat peta 2D dan peta 3D. Peta 2D dibuat dalam kertas ukuran A3 dan peta 3D dibuat dari bahan kardus bekas. 

Postingannya akan saya berikan di lain waktu. Baca juga: Menghitung titik henti
Perbedaan Peta Skala Kecil, Sedang dan Besar

Perbedaan Peta Skala Kecil, Sedang dan Besar

Coba kamu pergi ke perpustakaan atau toko buku dan tempat lainnya yang ada peta. Jika kamu lihat, peta tidak sama ukurannya (besar kecilnya)

Ada peta yang berukuran besar dan ada peta yang berukuran kecil. Besar kecilnya peta ditentukan oleh besar kecilnya skala yang digunakan. 

Skala adalah perbandingan jarak titik di peta dengan jarak asli di lapangan. Jika kmu melihat peta di keluarahan kamu pasti akan beda dengan peta yang ada di kantor gubernur. 

Baca juga:
Bedanya El Nino dan La Nina
Tipe Iklim Indonesia itu Af

Berdasarkan skalanya, peta dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:
1. Peta kadaster adalah peta yang memiliki skala sangat besar yaitu antara 1: 100 sampai 1: 5.000. Peta ini sering digunakan untuk menggambarkan daerah seperti lokasi pertambangan, mengukur sertifikat tanah atau peta desa.
2. Peta skala besar yaitu peta yang memiliki skala 1: 5.000 sampai 1: 250.000. Peta skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit contohnya peta kelurahan.
3. Peta skala sedang adalah peta yang punya skala antara 1: 250.000 sampai 1: 500.000. Peta ini sering digunakan pada peta propinsi.
4. Peta skala kecil atau geografis adalah peta yang punya skala diatas 1: 500.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan negara atau peta dunia.
Semakin besar skala peta maka daerah yang ditampilkan semakin sempit tapi detail. Semakin kecil skala peta maka daerah yang ditampilkan semakin luas namun tidak detail. Untuk memahami tentang konsep skala peta, coba lihat gambar di bawah ini. 
Perbandingan skala peta
Coba lihat, semakin kecil skala peta maka angka penyebut skala akan semakin besar dan semakin besar skala peta maka penyebut skala semakin kecil angkanya. 

Untuk mengetahui teknik memperbesar dan memperkecil peta, silahkan lihat artikelnya berikut Baca juga: Cara memperbesar dan memperkecil peta.
Gambar: disini

Rabu, Juli 26

Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik

Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik

Peta ada banyak jenisnya dan setiap peta memiliki tugas masing-masing untuk menginformasikan kenampakan tertentu.

Berdasarkan isinya, peta dapat dibagi menjadi peta umum dan peta khusus. 

1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum atau keseluruhan. 

Peta umum ini memuat semua kenampakan yang terdapat pada suatu daerah baik kenampakan fisik maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisik merupakan semua hal yang bersifat alami seperti gunung, sungai, laut atau rawa. 

Kenampakan sosial budaya adalah yang dibuat oleh manusia seperti jalan raya, rel kereta, rumah atau hotel. Peta umum terdiri dari Peta Topografi dan Peta Chorografi. Baca juga: cara menghitung jarak di peta dengan ukuran astronomis

Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief tinggi rendahnya permukaan bumi. Dalam peta topografi dikenal garis kontur atau garis yang menghubungkan daerah dengan ketinggian yang sama. 

Peta topografi memiliki keunggulan yaitu dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan memprakirakan kecuraman atau kemiringan lereng. 
Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik
Peta kontur topografi
Beberapa karakter peta topografi antara lain:
1. Semakin rapat kontur maka daerah tersebut cenderung terjal dan sebaliknya jika jarak kontur renggang maka daerah tersebut landai.
2. Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan adanya depresi atau cekungan di puncak misalnya gunung api.
3. Peta topografi menggunakan skala antara 1:50.000 sampai 1:100.000. Peta Rupa Bumi Indonesia menggunakan skala 1: 25.000.

Peta Chorografi adalah peta yang menggambarakan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala antara 1:250.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas misalnya propinsi negara, benua bahkan dunia. 

Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah diantaranya pegunungan, sungai, danau, jalan raya, rel kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai dan rawa. 

Atlas adalah kumpulan dari peta Chorografi yang dibuat dalam berbagai jenis warna. Baca juga: Faktor perbedaan cuaca suatu tempat

2. Peta Tematik
Peta khusus atau tematik terdiri dari satu atau beberapa tema dengan informasi yang lebih dalam/detail. 

Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu kenampakan saja contoh Peta Pariwisata Jawa Tengah, Peta Kepadatan Penduduk Indonesia. Baca juga: Tipe-tipe proyeksi peta

Untuk menggambarkan kepadatan penduduk tiap daerah maka biasanya ditunjukkan dengan gradasi warna.

Semakin gelap maka penduduk semakin padat sementara semakin cerah maka penduduk di wilayah tersebut semakin jarang per km persegi nya. 
Perbedaan Peta Topografi, Peta Chorografi dan Peta Tematik
Peta kepadatan penduduk

Selasa, Juli 25

Pengertian Peta dan Fungsinya

Pengertian Peta dan Fungsinya

Peta merupakan alat bantu untuk menginformasikan fenomena dalam ruang permukaan bumi. Menurut sejarah terbaru, peta paling tua ditemukan dalam reruntuhan peradaban Babilonia. 

Peta dapat didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi bisa seluruh atau sebagian dan diperkecil dengan skala tertentu. Berikut ini beberapa definsi peta menurut berbagai ahli kartografi atau pemetaan:
1. Menurut International Cartographic Association
Peta merupakan gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang data dan diperkecil.

2. Menurut Aryono Prihandito
Peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu digambar pada bidang datar melalui proyeksi tertentu.

3. Menurut Erwin Rainsz
Peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan bumi yang diperkecil seperti kenampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

4. Menurut Badan Informasi Geospasial
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambil keputusan pada tahapan tingkatan pembangunan. Baca juga: Terbentuknya arus laut dalam
Pengertian Peta dan Fungsinya
Peta pusat kota Majalengka
Pada masa ini peta sudah berevolusi dari kertas menjadi peta digital yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan sistem komputer. Biasanya peta digital dibuat dengan menggunakan software GIS. 

Ilmu khusus yang mempelajari teknik peta dan pemetaan dinamakan kartografi sementara orang yang ahli di bidang peta dinamakan kartografer. Baca juga: Rumus gradien barometrik

Sebuah peta yang menggambarkan fenomena geografi tidak hanya sekedar pengecilan dari bentuk asli saja. 

Peta dibuat dan didesain dengan baik agar bisa digunakan oleh penggunanya. Peta digunakan untuk melaporkan, memperagakan, menganalisa, melihat keterkaitan benda dalam sisi keruangan.

Baca juga:
Mengapa cuaca cepat berubah di satu tempat? 
Sebaran fauna di Indonesia versi Wallacea

Berikut ini fungsi peta bagi kehidupan:
1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
2. Memperlihatkan ukuran dan arah suatu tempat atau benda di permukaan bumi.
3. Menggambarkan bentuk permukaan bumi seperti negara, benua, gunung, laut, sungai dan fenomena lain.
4. Membantu peneliti sebelum melakukan survey untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
6. Alat analisa untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana kegiatan.
8. Alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena geosfer di permukaan bumi.

Jumat, April 21

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa digunakan untuk menentukan lokasi suatu titik dan menentukan orientasi suatu gerak/arah. 

Satuan pengukuran biasa menggunakan sexagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik. Baca juga: Konjungsi, oposisi dan elongasi planet

Karakteristik Sudut Bearing
- digambarkan dalam bentuk garis dan sudut dan kuadran
- bearing tidak bisa lebih dari 90⁰
- bearing diambil dari utara atau selatan dan sudut ke timur atau barat dari utara-selatan meridian.
- True Bearing diambil dari true north.
- Magnetic bearing diambil dari magnetic north. 

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
True Bearing
Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Magnetic Bearing

Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Bearing Direction
Karakteristik Sudut Azimuth
- sudut dihitung searah jarum jam dengan patokan meridian.
- azimuth berkisar dari 0⁰ -  360⁰
- azimuth dimulai dari arah utara.
- true azimuth berpatokan dari utara sebenarnya (true north).
- magnetic azimuth berpatokan dari utara magnetik (magnetic north). 
Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Sudut Azimuth
Kita seringkali menggunakan istila bearing sama dengan azimuth, padahal sebenarnya berbeda. Bearing menggambarkan sudut dari utara atau selatan dan nilai sudut menuju timur ke barat. 

Jadi kita bisa menyatakan 20 derajat Timur dari Utara atau bisa disingkat S 20 E. Dalam azimuth kita menyebutnya 160 derajat. 

Baca juga: Ayat Quran tentang fenomena geografi

Sumber: engineering.purdue.edu

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close