Guru Geografi: Pendekatan Geografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pendekatan Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendekatan Geografi. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 1

Langkah-Langkah Analisis Pendekatan Kompleks Wilayah/Kewilayahan

Langkah-Langkah Analisis Pendekatan Kompleks Wilayah/Kewilayahan

Pendekatan geografi yang ketiga setelah keruangan dan kelingkungan adalah kompleks wilayah atau kewilayahan.

Seringkali siswa bingung mencontohkan pendekatan kewilayahan dalam mengkaji suatu fenomena geosfer.

Lalu bagaimana kita membedakan pendekatan kewilayahan ini dan seperti apa cara menjabarkan dan mendeskripsikannya dalam sebuah tulisan misalnya.

Ada yang mengemukakan bahwa pendekatan kompleks wilayah adalah kombinasi pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan. Mengapa demikian?.

Kita coba lihat dulu seperti apa definisi dari 'wilayah' atau bahasa kerennya adalah 'region'. Wilayah adalah suatu unit ruang di permukaan bumi yang memiliki karakteristik khas dan dapat dibedakan dengan unit ruang lain.

Jadi dalam suatu wilayah pasti di dalamnya ada komponen-komponen baik biotik dan abiotik yang saling berinteraksi satu sama lain.

Hal tersebutlah yang memicu terjadinya suatu sistem dalam ruang yang menyebabkan terjadinya kompleksitas suatu wilayah.

Kompleksitas wilayah DKI Jakarta tentu akan berbeda dengan kompleksitas wilayah Surabaya. Maka dari itu pendekatan kompleks wilayah akan mengkaji tentang kedetailan suatu wilayah sebagai bagian dari ruang permukaan bumi yang dibatasi oleh suatu unit-unit pembatas tertentu.

Jadi kalau bicara ruang itu masih agak "abstrak", tapi kalau bicara wilayah maka sudah ada "pembatasan" oleh unit-unit tadi seperti batas administratif, atau batas secara kultural, atau batas secara geologi dan lainnya.

Jadi pendekatan kompleks wilayah akan spesifik membahas dan menganalisis identitas suatu wilayah sampai ke akar-akarnya. Dengan begitu kita bisa paham perbedaan karakter masing-masing wilayah.

Perbedaan karakter ini akan berdampak pada strategi pembangunan ke depannya sehingga tidak terjadi kesalahan tata ruang.

Bagaimana contoh tugas geografi untuk melihat penerapan pendekatan kompleks kewilayahan?. Kita bisa meminta siswa untuk membuat sebuah laporan sederhana atau esai. Misalnya seperti ini:

1. Coba buka google map di android atau laptop.
2. Cari lokasi tempat tinggalmu berada.
3. Amati dan observasi via google map versi vektor atau raster.
4. Deskripsikan wilayahmu dalam sebuah tulisan.
5. Komponen wilayah yang ditulisan bisa terkait fitur geografis, kondisi tutupan lahan, jaringan jalan, kemacetan (kalau ada) dan lainnya.

Peta wilayah Jabodeabek dalam kerangka wilayah geografis

Rabu, Juli 27

Analisis Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach) Geografi

Analisis Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach) Geografi

Setelah sebelumnya membahas tentang pendekatan keruangan/spasial, kali ini kita coba bahas mengenai pendekatan kelingkungan atau ekologi.

Kenapa dalam geografi harus ada pendekatan kelingkungan segala sih?. Nah ini saya akan coba uraikan jawabannya nanti. Mudah-mudahan sih kalian bisa paham nanti setelah baca tulisan ini.

Jadi pendekatan kelingkungan adalah suatu cara pandang yang menekankan pada studi tentang interaksi mahluk hidup dalam ruang permukaan bumi. Dalam geografi tentu mahluk hidup yang dimaksud adalah manusia, karena manusia adalah tema sentral dalam geografi.

Pendekatan kelingkungan sendiri bisa dikatakan sebagai turunan dari ilmu biologi. Interaksi mahluk hidup dalam sebuah ekosistem ruang permukaan bumi dapat menjadi sebab terjadinya suatu fenomena.

Jadi untuk menggunakan pendekatan kelingkungan ini kita harus melihat dulu apa yang terjadi dalam ruang/lokasi kemudian mencari penyebab atau sumber utamanya.

Seringkali siswa kita mendapatkan contoh pendekatan kelingkungan itu adalah terkait bencana seperti banjir, longsor, kemacetan namun sebenarnya ada banyak kasus lain juga selain bencana yang termasuk ke dalam pendekatan kelingkungan.

Ingat kata kunci pendekatan kelingkungan adalah interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya. Kita lihat beberapa case study berikut ini.

1. Perhatikan gambar berikut!

Gambar di atas menunjukkan pemasangan panel surya di atas atap rumah. Panel surya ini adalah alat untuk menyimpan panas matahari yang nantinya akan diubah menjadi arus listrik bolak-balik sehingga bisa digunakan untuk energi listrik rumah.

Contoh di atas termasuk cara kita beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga menghasilkan sebuah inovasi. Hal tersebut termasuk ke dalam bagian dari interaksi manusia dengan lingkungan. 

Pemanfaatan energi surya ini sangat efisien, bebas polusi dan potensial dilakukan di wilayah dengan intensitas matahari yang stabil.

2. Perhatikan gambar!

Gambar di atas adalah fenomena sawah terasering yang banyak dilakukan masyarakat tradisional kita. Pembuatan teras-teras ini adalah contoh bagaimana pendekatan kelingkungan bisa digunakan. Masyarakat sejak jaman dahulu memodifikasi lahan agar dapat produktif. Selain itu pembuatan terasering juga berguna untuk mengurangi laju erosi dan sebagai tempat petani bermobilitas.

Jadi perubahan struktur ruang tadi dihasilkan dari pemikiran manusia karena mereka harus beradaptasi dengan kondisi sekitar untuk bertahan hidup.

Itulah contoh sederhana bagaimana pendekatan analisa ekologi dalam kehidupan. Semoga membantu. Jangan lupa share ke teman-teman lain di medsos. Contoh lainnya bisa dicari di buku atau internet.

Selasa, Juli 26

Cara Menjelaskan Pendekatan Keruangan (Spatial Approach) Geografi ke Siswa

Cara Menjelaskan Pendekatan Keruangan (Spatial Approach) Geografi ke Siswa

Nah guru geografi apalagi yang newbie pasti kadang bingung cara menjelaskan arti pendekatan keruangan atau spatial approach kepada siswa, iya kan?.

Sama saya juga begitu dulu, harus banyak baca-baca buku literasi yang bahasanya memang rumit, apalagi nyuruh siswa yang baca. Jadi kita coba uraikan contoh penjelasan pendekatan keruangan di artikel ini.

Saya akan coba bahas dengan bahasa yang sederhana dan urut ya, jadi bapak ibu guru atau adik-adik siswa mudah-mudahan bisa mengikuti.

Kalau masih belum bisa mengerti pendekatan keruangan ini, ya sudahlah biarlah begitu, nanti juga kalau sudah masanya akan paham sendiri, he.

Jadi kalau misalkan diiminta coba jelaskan tentang pendekatan keruangan!, maka jawabannya seperti ini saja:

1. Jadi pendekatan keruangan/spatial itu adalah suatu cara pandang geografi dalam memahami suatu fenomena dalam suatu ruang. Ruang yang mana?. Ya pokonya selama termasuk dalam unit ruang permukaan bumi.

2. Pendekatan ini adalah nama lain dari objek formal. Kalau objek material kan geosfer yang tersusun atas atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer, antroposfer. Nah si objek formal geografi ini adalah metode atau cara geografi menganalisa fenomena di objek material tadi alias si geosfer. Gimana sudah ada gambaran sampai sini?. Lanjut ya...

3. Pendekatan keruangan itu bertugas menjelasan hubungan antara fenomena manusia maupun alam terhadap suatu lokasi?. Kok ada manusia sih?. Ya karena manusia itu adalah mahluk yang paling dominan dalam lingkungan (man ecological dominant). Ruang permukaan bumi bisa diotak-atik manusia dengan akal dan pikiran (teknologi).

4. Dengan pendekatan keruangan ini seorang geografer akan fokus terhadap "dimana" dan "mengapa" suatu fenomena tersebar/ada/tersusun pada suatu area lokasi (unit dalam ruang permukaan bumi). Gimana udah ada gambaran lebih cetar?

5. Jadi dengan pendekatan keruangan maka kita akan melihat suatu pola atau distribusi suatu fenomena. Nah jadi prinsip distribusi ini penting dalam geografi kan, karena nyambung dengan pendekatan keruangan tadi. 

6. Peta adalah tools atau alat utama geografer dalam menganalisis suatu fenomena dalam ruang. Bayangkan kamu buka peta, maka ketika buka satu area maka pasti dalam pikiran kita akan terlihat suatu sebaran lokasi, fenomena dan pola-pola tertentu kan?. Ini sudah menjadi awal dari pembentukan suatu pemikiran keruangan.

7. Setelah itu kan akan terjadi pertanyaan lainnya seperti bagaimana fenomena itu terjadi, bagaimana peluang terjadinya kembali di masa depan dan lainnya. Ini sudah menjadi analisis yang lebih mendalam.

8. Jadi pendekatan keruangan itu adalah step awal mengenali distribusi dan pola fenomena dalam ruang. Setelah itu terserah anda apakah akan menggunakan analisa pendekatan lain agar pemahaman terhadap fenomena tersebut lebih jelas dan detail. Oke ngerti ora son?
Geografi berangkat dari lokasi dalam unit ruang

Jadi bagaimana seorang geograf menggunakan pendekatan keruangan?
Geografer akan menggunakan pendekatan keruangan/spatial untuk melihat suatu susunan dan persebaran suatu gejala/fenomena. Geograf akan menjelaskan mengapa fenomena itu tersusun secara geografis dalam ruang dan bagaimana interaksi fenomena tersebut satu sama lain dan mempengaruhi kehidupan.

Gimana, sampai sini bisa ga mengurutkan cara menjelaskan pendekatan spasial atau keruangan?. Baca aja lagi ya dari nomor satu sampai akhir, itu ngurut jadi biar alur pembahasannya jelas.

Kalau masih ga ngerti ya tanya guru aja atau diskusi satu sama lain. Jangan lupa share dan like blog ini ya. Salam geografi!.

Kamis, November 19

Pendekatan Keruangan (Spasial) Khas Geografi

Pendekatan Keruangan (Spasial) Khas Geografi

Kalau kita belajar geografi pasti akan ketemu dengan istilah pendekatan keruangan atau spatial approach. Banyak siswa yang seringkali bingung bagaimana cara memahami pendekatan khas geografi tersebut.

Jadi pada geografi terpadu, untuk mendekati dan memahami berbagai permasalahan geosfer maka dibutuhkan suatu pendekatan. 

Dalam geografi yang dimaksud pendekatan adalah cara pandang tentang sebuah fenomena, fakta atau masalah atau suatu cara mengembangkan kebijakan dalam memanfaatkan ruang dan wilayah.

Dalam geografi dikenal 3 pendekatan yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. Kita akan bahas dulu tentang pendekatan keruangan.

Pendekatan keruangan adalah pendekatan khas geografi. Pendekatan keruangan harus berdasarkan pada prinsip yang berlaku yaitu distribusi, interelasi dan deskripsi.

Pendekatan keruangan terbagi menjadi pendekatan topik, aktifitas manusia dan pendekatan regional.

1. Pendekatan Topik
Jika kita melakukan suatu studi geografi maka kita bisa memulai dari topik utama yang menjadi perhatian kita. Kita dapat memilih fenomena pada tiap lapisan geosfer. 

Ambil contoh kita akan melakukan studi antroposfer terkait kepadatan penduduk. Maka yang menjadi perhatian kita adalah tentang hal-hal yang bisa dikaji seputar kepadatan penduduk.

Kita bisa mengungkap faktor, sebaran, interelasi kepadatan penduduk terhadap fenomena lainnya. Hal in menunjukkan bahwa kita bisa mengupas dan mengkaji fenomena kepadatan penduduk secara mendalam.

Bagian penting dalam pendekatan topik dalam geografi adalah tidak boleh dilepaskan kaitan antara ruang dengan topik yang akan kita dekati dan analisa. Keberadaan faktor manusia dan keadaan lingkungan fisik tidak bisa dipisahkan.

Dengan berlandaskan keruangan, kita bisa mengungkapkan fenomena kepadatan penduduk pada suatu wilayah dan bisa dibandingkan dengan gejala serupa di wilayah lainnya.
Memahami ruang untuk beraktifitas
2. Pendekatan Aktifitas Manusia
Pendekatan keruangan yang kedua diarahkan pada aktifitas manusia. Pertanyaan utama pada pendekatan ini adalah berkeaitan dengan kegiatan penduduk pada suatu wilayah yang bersangkutan.

Manusia adalah mahluk dominan dalam ekosistem. Kita bisa mengkaji sebaran aktifitas manusia dan interelasinya dengan berbagai kondisi dalam ruang seperti kesuburan tanah, hidrologi, transportasi, budaya, ekonomi, tata guna lahan dan lainnya.

Jadi manusia menjadi pusat aktifitas di permukaan bumi. Aktifitas tersebut akan memicu perubahan struktur ruang yang telah ada atau bahkan manusia dapat merusak struktur ruang yang telah dibangun sebelumnya oleh gaya endogen dan eksogen.
 
3. Pendekatan Regional
Region adalah elemen penting pada geografi. Dalam studi geografi pendekatan regional mengacu pada wadah atau ruang fenomena tersebut terjadi.

Akan ada batas-batas wilayah yang menjadi perhatian terkait sebuah fenomena, misalkan kepadatan penduduk. Wilayah-wilayah kepadatan penduduk tinggi atau rendah dapat dilihat sebarannya.

Berdasarkan sebarannya maka kita bisa mengungkapkan sebab terjadinya kepadatan penduduk di wilayah yang bersangkutan. Selanjutnya kita bisa mengungkap interelasi dan interaksi antara kepdatan penduduk dengan gejala lain pada wilayah yang sama.

Analisa keruangan pada dasarnya mempelajari perbedaan lokasi berkaitan dengan sifat penting elemen pembentuk ruang.

Ahli geografi akan menanyakan faktor-faktor yang menguasai pola persebaran dan bagaimana pola tersebut dapat dirubah agar sebarannya lebih efisien dan wajar. Pada pendekatan keruangan hal yang harus diperhatikan adalah:

1. penyebaran penggunaan ruang yang telah ada
2. penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai keperluan yang telah dirancang.

Kamis, Maret 9

Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan

Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan

Banyak sekali siswa bahkan guru geografi lain yang menanyakan tentang perbedaan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan.

Memang untuk memahami ketiga pendekatan geografi ini lumayan susah untuk pemula tapi nanti akan terbiasa kalau banyak baca.

Saya disini hanya mencoba untuk memberikan sedikit perspektif saya saja tentang tiga pendekatan geografi tersebut secara singkat. 

Tentunya ulasan tentang materi ini tidak akan selesai karena guru lain atau ahli lain pasti punya perspektif tersendiri. Siswa seringkali kesulitan untuk menjawab soal pendekatan geografi di Ujian Nasional.

Pendekatan keruangan atau spasial merupakan pendekatan utama dari geografi. Pendekatan ini pada dasarnya melihat sebuah kejadian dari faktor keruangan yang lebih bersifat alamiah. Di beberapa buku ada yang membahas tentang aspek pendekatan keruangan itu terdiri dari pendekatan topik, aktifitas manusia, dan lainnya. 

Tapi saya akan menghapus dulu hal tersebut karena nanti akan bertabrakan dengan pendekatan kelingkungan sehingga menambah rumit penjelasan. Pendekatan keruangan ini akan melihat sebuah fenomena dari sifat asli ruang tersebut atau faktor-faktor yang terbentuk secara alami. 

Baca juga:
Kumpulan rumus hitung geografi bab peta 
Faktor penyebab Indonesia kaya barang tambang

Contoh pendekatan keruangan seperti : Beberapa bulan lalu terjadi gempa tektonik di Pidie Aceh Jaya. Setelah ditelusuri, gempa tersebut berasal dari pergerakan patahan aktif sesar Semangko. 

Nah disini kita lihat bahwa di Aceh terdapat fenomena sesar atau patahan yang berasal dari gaya tektonik Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo Australia. 

Hal ini termasuk faktor alami atau keruangan. Kan tidak mungkin patahan Semangko dibuat manusia, hal tersebut merupakan mekanisme alam. Inilah maksud pendekatan keruangan.

Pendekatan kelingkungan atau ekologi merupakan pendekatan tambahan dari ilmu ekologi. Kenapa ekologi jadi ikut-ikutan nimbrung dalam geografi?. 

Karena perubahan struktur ruang di permukaan bumi saat ini banyak diakibatkan oleh interaksi antara manusia dengan lingkungannya. 

Dulu daerah Bekasi adalah rawa, namun sekarang menjadi kota. Tentu ruang alami Bekasi dirubah oleh manusia. Contoh pendekatan kelingkungan lain seperti ini: Banjir di Padang disebabkan oleh penggundulan hutan di daerah hulu sehingga air tidak punya resapan alami dari vegetasi. 

Disini kita lihat bahwa banjir disebabkan adanya interaksi manusia dengan lingkungan yaitu menggunduli hutan. Hal tersebut yang memicu banjir. Baca juga: Soal HOTS geografi yang gokil
Perbedaan Pendekatan Keruangan, Kelingkungan dan Kewilayahan
Jakarta dilintasi lebih dari 10 sungai
Pendekatan kewilayahan atau reional adalah pendekatan yang melihat fenomena dari lebih dari satu wilayah atau ada yang menyebut kombinasi antara keruangan dan kelingkungan. Saya hanya memberikan contoh saja untuk mempermudahnya. 

Contoh pendekatan kompleks wilayah: Banjir Jakarta sering terjadi sepanjang tahun, hal ini diakibatkan Jakarta berada di daerah dataran rendah dan menjadi limpasan dari aliran air dari tiga daerah seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi. 

Artinya banjir di Jakarta bukan hanya karena faktor keruangan Jakarta yang berada di daerah dataran rendah namun ada wilayah lain yang berperan yaitu Bogor dan Bekasi. 

Artinya ada kombinasi beberapa wilayah yang menyumbang terhadap terjadinya banjir di Jakarta. Jadi menurut saya inilah contoh pendekatan kewilayahan. Baca juga: Konsep geografi menurut Peter Hagget

Penjelasan tentang pendekatan geografi di atas hanya perspektif saya saja dan mungkin pemahaman orang lain bisa berbeda. Jadi dibutuhkan suatu diskusi bersama untuk menentukan kata kunci membedakan tiga pendekatan geografi tersebut. 

Baca juga: Rangkuman bab konsep, hakikat geografi lengkap 
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close