News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 5

Contoh Jadwal Kegiatan MPLS Daring 3 Hari

Contoh Jadwal Kegiatan MPLS Daring 3 Hari

Kegiatan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kewajiban bagi siswa yang baru masuk di semester pertama sekolah menengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah dan program-programnya.

Saat ini kegiatan MPLS atau orientasi lebih mengedepankan pada sesuatu yang menggembirakan, partisipatif dan tanpa ada perundungan seperti jaman sekolah dulu.

MPLS yang didesain dengan baik dan terarah akan membuat siswa baru menjadi betah dan lebih semangat belajar di sekolah. Kesan pertama yang baik akan menjadi pintu bagi siswa untuk giat belajar dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman di sekolahnya.

Run Down MPLS Daring
Di masa pandemi seperti saat ini program MPLS tentunya akan dilaksanakan secara daring untuk sekolah yang berada pada zona rawan penyebaran Covid 19. Bagi yang masih bingung untuk mencari contoh kegiatannya, berikut ini saya akan lampirkan format kegiatan MPLS daring yang menyenangkan.
 
Contoh di bawah ini hanya sebatas beberapa kegiatan yang biasa umum dilakukan saat MPLS, kalian silahkan modifikasi sesuai dengan kondisi di sekolah, jam, narasumber dan lainnya. Jika tabel tidak muncul di versi android, coba buka di laptop/desktop. Klik gambar untuk zoom tabelnya.
MPLS Hari Pertama

MPLS Hari Kedua
MPLS Hari Ketiga

Selasa, Maret 16

Pengumuman Seleksi Peserta TOT Pembina KSN SMA 2021

Pengumuman Seleksi Peserta TOT Pembina KSN SMA 2021

Kegiatan Kompetisi Sains Nasional tingkat kabupaten/kota sebentar lagi akan dilaksanakan dan semua sekolah tentunya bersiap untuk mengirimkan wakil terbaiknya.

Untuk bisa menjadi juara di KSN diperlukan daya juang dan semangat gigih baik dari guru pembina dan siswanya. Siswa harus banyak berlatih soal-soal KSN tahun sebelumnya untuk menemukan pola soal dan membaca materi di luar buku paket sekolah.

Bagi guru di Jawa Barat, Dinas Pendidikan dan Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Pembina KSN SMA. Guru yang akan diikutsertakan dalam TOT ini akan dites terlebih dahulu dan disaring hingga mendapat 3 guru terbaik dari setiap mapel KSN.

Diharapkan setelah guru tersebut mendapat pelatihan tentang bagaimana menjadi pembina KSN, mereka dapat memberikan pelatihan di sekolah sendiri dan ke sekolah-sekolah lainnya. 

Banyak guru-guru bidang studi merasa kesulitan dalam membimbing materi KSN yang level soalnya lebih sulit dibanding soal di materi kurikulum sekolah.

Seleksi TOT KSN
 

Pengalaman saya membimbing siswa KSN memang diperlukan pemahaman materi tiap topik yang lebih dalam selevel materi kuliah. Jadi jika guru tidak banyak mencari dan membaca materi di berbagai sumber yang relevan terkait KSN maka pasti akan kesulitan memberikan materi dan arahan kepada siswa.

Oleh sebab itu ini salah satu terobosan yang cukup baik oleh Disdik Jawa Barat untuk memberikan bekal bagi guru dalam menyongsong pelaksanaan KSN. Saya harap nantinya tidak hanya 3 guru saja yang jago membina KSN tapi seluruh guru mapel KSN di Jawa Barat dan Indonesia bisa menjadi traniner mumpuni di sekolahnya.

Jangan sampai nanti banyak sekolah yang mencari pelatihan berbayar yang cukup mahal, sehingga membebani siswa dalam menghadapi KSN ini. Jika sumber daya guru di sekolah sudah mumpuni makan tidak lagi kita membayar trainer dari luar, sehingga kompetisi lebih fair karena semua guru berjuang melatih siswanya.

Baca juga: 32 Materi TOT KSN Geografi 2021

Berikut ini draft pengumuman, persyaratan mengikuti tes TOT guru KSN di Jawa Barat.

PENGUMUMAN SELEKSI TOT PEMBINA KSN 2021

Rabu, Desember 23

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Setelah sekian lama vakum tanpa kegiatan, di akhir tahun ini MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi mengadakan kegiatan webinar untuk meningkatkan kompetensi keilmuan guru.

Biasanya kegiatan MGMP dilakukan offline namun karena suasana pandemi maka dialihkan ke online atau daring. 
 
Atas inisiatif komunitas MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi akhirnya bisa menyelenggarakan kegiatan webinar via zoom yang akan dibagi ke dalam 3 pertemuan.

Pertemuan pertama sudah dihelat pada 22 Desember kemarin dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten dari kota dan kabupaten Bekasi.
Webinar guru geografi
Kegiatan dibuka oleh ketua acara yaitu Bapak Anang Suherman kemudian disusul sambutan dari Bapak Rojali selaku pengawas. Bapak Rojali kemudian memaparkan materi pertama terkait kebijakan pemerintah terkait merdeka belajar.

Bapak Rojali menggantikan Bapak Casmadi yang kodarullah dipanggil Allah SWT beberapa hari sebelum acara terselenggara. Kebijakan merdeka belajar pada dasarnya memberikan keleluasaan kepada guru untuk berkreasi dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa.

Sesi kedua kemudian diisi oleh Ibu Endang Rahayu yang memberikan pencerahan tentang tata cara pembuatan soal hots. Soal hots memiliki beberapa karakter dan bisa dimodifikasi dari soal lots dengan sedikit tambahan stimulus.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Ibu Anita yang memaparkan tentang tata cara kenaikan angka kredit bagi guru PNS. Kenaikan pangkat guru dapat dipercepat dengan melakukan beberapa kegiatan publikasi ilmiah dan ikut dalam kegiatan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan instansi terkait.

Sesi keempat dilanjutkan oleh Agnas Setiawan yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang guru blogger. Di era milenial saat ini media sosial menjadi salah satu alat ampuh untuk meningkatkan kreatifitas seorang guru.

Sesi kelima atau terakhir diisi oleh Ahmad Habibi yang memberikan ulasan tentang cara menjadi guru youtuber. Youtube bisa menjadi sarana pendidikan dan pengajaran geografi saat ini apalagi di tengah pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh.

Pukul 12.30 rangkaian acara webinar pertemuan 1 akhirnya selesai dan ditutup dengan penugasan kepada setiap peserta. Kegiatan webinar akan dilanjut di pertemuan kedua akhir Desember.

Kamis, Desember 10

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Dalam geografi tentu kita mengenal istilah kecerdasan ruang atau spatial intelligent. Salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membentuk kecerdasan spasial seseorang.

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan manajemen tata kelola ruang bumi. Lalu bagaimana jika kecerdasan ruang ini dibawa ke ranah dunia maya?.

Saat ini hampir separuh kegiatan manusia beralih ke ruang maya atau digital dengan hadirnya perangkat telekomunikasi canggih dan aplikasi populer.

Namun akhir-akhir ini ada pola yang tak biasa dalam kehidupan bermedsos di Indonesia. Seringkali saya perhatikan beberapa ruang forum atau grup yang judulnya ilmiah namun ada saja konten-konten yang melenceng dan berbau SARA.

Utamanya saat muncul kasus yang trending, langsung setiap medsos kebagian itu berita. Misalkan grup geografi, lalu muncul share berita bombastis tentang politik identitas.
Cerdas memanfaatkan ruang digital pic:kompas
Memangnya salah ya melakukan hal seperti itu?. Sebenarnya sah saja namun lebih baik share di grup yang memiliki kepentingan yang sama agar tidak menimbulkan percikan permusuhan kepada anggota lain yang berbeda pandangan.

Inilah maksud dari kecerdasan ruang digital yang saat ini sangat terasa sekali efeknya. Amarah masyarakat banyak muncul dari info-info yang beredar di ruang-ruang digital. Ternyata ketidakcerdasan ruang nyata terbawa juga ke dunia maya.

Hasilnya banyak sekali hoax dan peristiwa yang dimulai dari hoax kemudian viral. Inilah dampak dari ketidakcerdasan menempatkan konten sesuai ruang.

Memang ada juga orang yang sengaja menjaring trafik untuk mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun perlu dipahami bahwa hal-hal semacam inilah yang menjadi bibit permusuhan dan perpecahan bangsa.

Guru geografi di sekolah harus mencoba memberikan pemahaman kepada siswa terkait kecerdasan ruang digital di era globalisasi. Jangan sampai bangsa hancur karena ruang-ruang maya menjadi sarana bom hoax oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Minggu, Juli 26

Cara Mengajar Efektif Dengan Aplikasi Zoom

Cara Mengajar Efektif Dengan Aplikasi Zoom

Pademi COVID-19 saat ini mau tidak mau merubah kegiatan belajar yang tadinya di sekolah kini beralih lewat dunia maya.

Entah sampai kapan ini dilakukan tapi yang jelas kegiatan belajar harus senantiasa berlangsung. Pertanyaannya adalah bagaimana membuat pembelajaran di dunia maya menjadi efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Banyak guru dan siswa mengeluh tentang pembelajaran jarak jauh ini. Pastinya hal ini normal dan guru juga pada dasarnya jenuh dengan interaksi belajar via dunia maya. Tapi ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kegiatan belajar tetap bermakna dan mencapai tujuan.

Dalam belajar berbasis daring ini ketercapaian materi tdak wajib 100% sesuai silabus karena waktu terbatas dan metode juga terbatas. Dari 100% materi di silabus, siswa mampu menyerap 50% materi saja sudah bagus dari total topik atau kompetensi yang diajarkan.

Kali ini saya akan mencoba memberikan sedikit pengalaman tentang bagaimana mengajar via zoom agar interaktif dan komunikasi guru dan siswa tetap terjaga.

Kelas saya untungnya sedikit siswanya tidak banyak jadi bisa terorganisir lebih baik. Bagi yang siswanya gemuk tentu punya metode dan teknik lain yang bisa digunakan.

Pertama, langkah yang saya lakukan adalah membagi waktu belajar yaitu 30 menit guru menjelaskan dan 30 menit siswa bekerja. Alokasi waktu 2 jam pelajaran menjadi 60 menit saja di masa belajar online ini.

Saat pendahuluan seperti biasa guru menyapa, presensi, doa dan apersepsi. Setelah itu guru menampilkan slide berupa gambar untuk menstimulasi belajar siswa. Kita bisa tunjuk beberapa siswa secara acak untuk mengemukakan pendapat sesuai gambar. Ini untuk menjaga komunikasi 2 arah selama pembelajaran.
Cara mengajar via zoom agar interaktif
Kedua, guru menerangkan materi tidak banyak-banyak (dibuat sederhana), selama maksimal 15-20 menit saja. Ini dilakukan karena jika kelamaan menerangkan via zoom akan membosankan, beda dengan di kelas.

Ketiga, di 30 menit akhir guru memberikan tugas pada siswa untuk mengerjakan salah satu tugas dan meminta mereka menulis jawabannya di buku tulis. Kenapa di buku tulis?. Agar kebiasaan mencatat tetap terjaga. Hasil pengerjaan difoto dan dikirim via WA atau email.

Keempat, diakhir sesi bisa membuat refleksi dibantu guru menguatkan materi. Selesai.

Itulah contoh cara mengajar di zoom agar tidak membosankan. Silahkan contoh videonya bisa dilihat di youtube saya berikut ini. Jangan lupa subscribe dan share!.

Sabtu, Juli 11

Kapan Kita Masuk Sekolah Lagi?

Kapan Kita Masuk Sekolah Lagi?

Pandemi Covid-19 di Indonesia kini sudah berlangsung 4 bulan lebih dan kondisinya justru semakin mengkhawatirkan.

Pergerakan penyebaran masih tinggi bahkan cenderung meningkat berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Lantas sampai kapan kita akan bergelut dengan virus ini?. Dunia pendidikan khususnya kegiatan sekolah sudah terhenti dan dampaknya sangat terasa.

Peralihan belajar dari tatap muka ke berbasis daring memang menjadi alternatif, tapi itu tidka bisa lama-lama dan bukan suatu tujuan.

Tujuan kita adalah kembali menormalkan sekolah, bertatap muka siswa dengan guru. Terus terang saja saya orang yang tidak begitu senang dengan kegiatan belajar secara online.

Mengapa demikian?. Karena pembelajaran daring tidak sebaik pembelajaran tatap muka di kelas.

Menyapa siswa langsung, menegur siswa, mencubit siswa, belajar rame-rame, kegaduhan di kelas, kadang berantem, guru menegur memanggil ke ruang BK. Itu semua adalah kebahagian sejati dalam pendidikan.

Sementara belajar daring?. Hanya melihat wajah di balik layar, kadang suara putus-putus, belum kalau siswa banyak kita hanya melihat kota-kota di depan monitor.

Semua sudah sangat tidak normal, dan kita harus berjuang secepat mungkin untuk kembali ke keadaan normal. Sungguh pandemi Covid ini membuat pendidikan menjadi sangat tidak normal.

Kecanggihan teknologi memang membantu mengatasi keadaan darurat seperti ini, namun sekali lagi itu bukan serta merta menjadi landasan kedepan bahwa belajar terbaik adalah online.
Sekolah yang tak normal
Dampak lainnya yang terasa dari pandemi di bidang pendidikan adalah mulai maraknya pemutusan kontrak guru-guru, khususnya guru swasta. Kalau guru PNS sih adem ayem, tinggal kipas-kipas karena gaji ditanggung pemerintah.

Beberapa sekolah memutuskan untuk menonaktifkan guru karena pemasukan sekolah tidak ada. Hal tersebut tentu merugikan guru dan menambah pengangguran baru. Beberapa sekolah di zona hijau memang diijinkan membuka sekolah tapi dengan standar protokol kesehatan yang "gak normal".

Bayangkan kita di kelas ngajar pakai masker, berbicara pun pengap. Belum jarak antar siswa dibatasi, lantas mau interaksi belajar seperti apa kita?.

Sungguh dunia ini sudah sangat tidak normal dan apakah ini akan berlangsung lama atau selamanya?. Kita tidak tahu, yang jelas manusia merindukan kehidupan yang seperti biasa tanpa ada ketakutan terhadap penularan virus.

Rabu, Juli 8

Contoh Pidato Peringatan HUT RI ke-75 Tahun 2020

Contoh Pidato Peringatan HUT RI ke-75 Tahun 2020

HUT Kemerdekaan RI tahun 2020 sebentar lagi akan diperingati di tengah kondisi pandemi Covid- 19. Meskipun begitu kita tetap harus semangat mengisi kemerdekaan dan menjaga kedaulatan NKRI.

Berikut ini contoh pidato singkat peringatan HUT RI ke-75 tahun 2020 yang bisa dijadikan referensi bagi anda. Indonesia bersatu dan kuat, Corona minggat!.
Logo HUT RI ke-75
Assalamualaikum wr.wb

Hadirin yang berbahagia
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat kuasa, rahmat dan hidayahNya, di hari ini kita dapat memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Kita tahu bahwa saat ini dunia tengah mengalami krisis karena pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah merubah tata kehidupan kita sebagai manusia dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat dunia tak terkecuali kita bangsa Indonesia tengah berjuang melawan virus yang dapat melumpuhkan tubuh dan mengakibatkan kematian.

Hadirin yang berbahagia
Melihat lagi ke masa lalu, kemerdekaan bangsa Indonesia bukan digapai tanpa adanya perlawanan dan pengorbanan. Kemerdekaan tidak akan diraih tanpa adanya semangat perjuangan, semangat kekeluargaan dan semangat persatuan seluruh rakyat Indonesia.

Oleh sebab itu saudara, saat ini kita harus kembali bersatu, berjuang bersama-sama melawan Covid-19. Perjuangan kita sekarang tidak lagi melalui senjata melawan para penjajah tapi saat ini kita melawan virus yang tak terlihat.

Perjuangan kita saat ini adalah melawan ego masing-masing untuk senantiasa patuh terhadap aturan-aturan protokol kesehatan sehingga penyebaran virus bisa ditekan secepat mungkin.

Hadirin yang berbahagia
Indonesia dibangun dari akar persatuan dan kekeluargaan yang kuat, oleh karenanya kita harus tetap menjaga marwah prinsip dasar berbangsa dan bernegara tersebut agar NKRI tetap berdiri tegak, berdaulat dan kuat sebagai sebuah bangsa yang merdeka.

Sudah saatnya kita memberikan sumbangsih nyata, menelurkan karya-karya terbaik bagi masyarakat dan bangsa agar negara yang kita cintai ini semakin jaya di mata dunia. Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir tentu sangat melelahkan dan melemahkan ekonomi negara.

Namun kini saatnya kita kembali bangkit dan kembali merajut asa, merangkai mimpi yang tertunda sesaat karena pandemi tersebut.

Hadirin yang berbahagia
Kemerdekaan bukanlah sebuah akhir melainkan sebuah awal dari perjalanan sebuah negara. Marilah kita isi perjalanan NKRI yang kita cintai ini dengan penuh kedamaian, prestasi, dan kejayaan.

Semoga di HUT RI yang ke 75 dengan tema Indonesia Maju, kita benar-benar menjadi sebuah negara yang unggul dan bergerak menuju negara yang maju dalam hal ekonomi dan maju secara peradaban.

Akhir kata selamat ulang tahun Indonesia yang ke-75, jayalah Indonesia. Wassalamualaikum wr.wb.

Senin, Juni 8

Kemendikbud Siapkan Aplikasi RPP Otomatis Buat Guru

Kemendikbud Siapkan Aplikasi RPP Otomatis Buat Guru

Kabar gembira bagi bapak/ibu guru seluruh Indonesia karena kemendikbud sedang berencana membuat aplikasi atau platform Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sebelumnya menteri pendidikan Nadiem Makarim sudah membuat terobosan terkait penyederhanaan format RPP yang tadinya berlembar-lembar menjadi 1-2 lembar saja per pertemuan.

Urusan administrasi memang menjadi salah satu hal yang menyita waktu guru di era-era sebelumnya. Bayangkan saja format RPP isinya rumit dan berlembar-lembar. Waktu guru yang seharusnya dioptimalkan untuk mendidik dan mengajar tersita oleh urusan administrasi mengajar.

Digitalisasi RPP adalah bentuk terobosan urusan administrasi bagi guru atau tenaga pendidik. Dengan begitu guru akan lebih cepat membuat perencanaan belajar dan tinggal fokus di lapangan mengajar, mendidik dan membentuk karakter siswa.

Pengalaman Nadiem Makarim di bidang digital dibawa sedikit demi sedikit ke dunia pendidikan. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengemukakan bahwa platform pendidikan perlu dikembangkan seperti aplikasi Gojek, Traveloka dan lainnya yang sudah bisa merubah tatanan hidup masyarakat.
Aplikasi RPP Otomatis Untuk Guru
Iwan yakin guru di Indonesia akan mudah beradaptasi cepat dengan aplikasi ini karena dalam beberapa tahun terakhir media sosial telah berkembang pesat dan para guru sudah memahaminya. Guru. Dulu siapa yang akan menyangka akan ada ojek online, beli tiket online dan lainnya. Semua berubah dengan cepat di era milenial.

Aplikasi RPP akan mempermudah guru dalam merekam kegiatan belajar sampai dengan membuat laporan. RPP kedepannya bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 menit. Laporan belajar bisa terekam otomatis dan tinggal sekali klik maka laporan bisa muncul. Kita bisa menganalisa hasil belajar siswa via data yang muncul dari aplikasi tersebut.

Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa menghasilkan laporan belajar otomatis seperti Quizziz, Google Classroom dan lainnya. Jadi kita tinggal memodifikasi aplikasi-aplikasi yang sudah ada sehingga bisa menjadi sesuatu yang baru dan sesuai dengan kebutuhan guru Indonesia.

Namun kemendikbud tidak memberikan info kapan platform digital RPP ini bisa digunakan karena pembangunan aplikasi membutuhkan kajian yang matang agar tepat guna. Membangun teknologi ini membutuhkan waktu, ahli-ahli terbaik karena kompleksitas pendidikan di Indonesia luar biasa. Mudah-mudahan jika suatu saat nanti jadi, aplikasi ini bisa mengurangi beban kerja guru dalam hal administrasi.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close