Guru Geografi: Pendidikan | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 5

Tenaga Honorer Instansi Pemerintah Resmi Dihapus, Cek Surat Edaran Menpan RB

Tenaga Honorer Instansi Pemerintah Resmi Dihapus, Cek Surat Edaran Menpan RB


Kabar gembira nih bagi para tenaga honorer seluruh nusantara, pemerintah telah resmi akan menghapus sistem tenaga honorer di lembaga instansi pemerintah. Ingat nya, INSTASI PEMERINTAH, catat!.

Jadi memang yang namanya tenaga honorer itu kan gak jelas banget ya sistem kerja, upah, hak dan masa depannya. Ada yang bilang juga bahwa tenaga honorer itu diperas tapi gaji tidak seberapa dibanding pegawai PNS.

Hal inilah yang mungkin meresahkan pemerintah sehingga setelah dianalisis maka diputuskanlah untuk menghapus sistem PNS dan Honorer.

Saya sendiri tidak tahu sejak kapan sistem paling aneh sedunia ini bisa ada di Indonesia. Apalagi di bidang pendidikan, para guru honorer sudah menderita sangat lama sekali dan pemerintah seolah tutup mata.

Baru akhir-akhir ini ada skema PPPK pengganti PNS/ASN tapi itu pun masih banyak ketidakadilannya. Jadi Menpan RB menyatakan bahwa nantinya hanya akan ada dua jenis pegawai pemerintah yaitu PPPK dan PNS.

Kedepannya semua PNS akan dibumihanguskan dan akan beralih ke PPPK alias kontrak, ya outsourcing gitu lah namun dihaluskan jadi PPPK.

Model kepegawaian seperti sistem kontrak memang lumrah dilakukan pada model ekonomi kapitalis. Kapital tidak ingin rugi oleh kinerja pegawai yang lamban, banyak alasan dan lainnya.

Oleh sebab itu solusinya adalah sistem kontrak yang menggantikan PNS terikat seumur hidup, sampai mati dibayar (piye enak to?).

Balik lagi ke soal tenaga honorer, jadi teman-teman intinya kita harus siap untuk masuk ke era kapitalis tulen. Anda berkualitas maka akan dipertahankan, dan jika anda tidak becus maka ke laut aja. Adil kan?.

Sistem kerja PNS terlalu nyaman dan berbau feodalisme, jadi sudah saatnya dihapus untuk memberikan mindset baru tentang produktifitas kerja dan benefit yang didapat.

Akan tetapi pengalihan status dari honorer ke PPPK juga ada tahapannya alias gak gratis. Anda harus melalui serangkai seleksi dan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Tidak ada sesuatu yang gratis ya, semua perlu pengorbanan.

Silahkan download surat edaran penghapusan tenaga honorer pemerintah dibawah ini.

Jumat, Januari 21

Belajar Online, Salah Satu Model Pembelajaran Terburuk

Belajar Online, Salah Satu Model Pembelajaran Terburuk



Judulnya sangat menohok sekali ya guys, tapi apa daya sih memang begitulah kenyataannya di lapangan. Setelah era pandemi dari awal tahun 2020 melanda dunia, semua tatanan kehidupan berubah.

Memang benar prediksi Lord Rangga Sunda Empire di ILC beberapa bulan sebelumnya bahwa tatanan dunia berubah. Terkesan seperti joke tapi memang iya ada benarnya sih sekarang.

Pandemi global membuat orang yang memiliki kreatifitas tinggi menjadi sarana mencari solusi sekaligus rupiah. Seketika hadir zoom, webex, google meet dan lainnya.

Hal ini tentu sangat diapresiasi karena menjadi alternatif solusi terhadap masalah penyebaran Covid. Guru dan siswa dapat berinteraksi dalam dunia maya tanpa batasan jarak.

Namun di sisi lain dalam hal efektifitas dan tujuan pembelajaran, model belajar online adalah salah satu yang terburuk menurut saya. Ini pun diamini oleh pemerintah sendiri yang menyatakan bahwa terlalu lama belajar daring atau online menghasilkan learning loss.

Pengalaman membuktikan bahwa belajar online memiliki banyak kelemahan. Sinyal jelek, siswa tidak buka kamera, guru hanya memberi tugas, siswa nyontek saat ngerjakan tugas dan lainnya.

Satu hal yang paling terasa adalah kontrol kita sebagai guru terhadap siswa saat pembelajaran sangat buruk sama sekali.

Saya pernah melihat dan banyak sekali guru yang ketika ngajar di zoom, siswanya gak buka kamera. Kita mengajar dengna melihat icon saja di layar. Memang itu siswa beneran depan kamera atau sedang mengerjakan hal lain seperti main game dan lainnya.

Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip belajar sesungguhnya. Kita sebagai guru seperti dikibuli oleh siswa sendiri. Di sekolah saya sendiri ada peraturan bahwa saat zoom harus buka kamera, gak buka kamera maka aka di keluarkan.

Ini untuk menjaga marwah guru dan etika saat pembelajaran. Semua pasti sangat lelah baik guru dan siswa juga. Namun tetap adab kesopanan harus diutamakan.

Belum lagi di rumah orang tua jadi ribut dengan sekolah karena gurunya minta bantuan untuk mendampingi siswa saat belajar di rumah padahal urusan rumah tangga juga beratnya bukan main. Dan bla..bla...bla lainnya.

Dari sisi kesehatan, mata kita juga rawan rusak karena seharian menatap layar monitor dari pagi sampai siang. Pastinya jika terus berlanjut akan merusak kesehatan mata dalam jangka panjang.

Memang menjadi dilema tersendiri saat ngajar online di Indonesia. Kadang ada juga yang bilang sinyal lagi lemot jadi harus off cam. Ada juga yang direkayasa video profilnya supaya gerak-gerak sehingga terlihat siswa memperhatikan saat di zoom padahal itu hanya video replay.

Itulah kenapa belajar online menjadi model belajar terburuk dalam pendidikan. Di lain pihak para kaum ekonomis kapitalis melihat ini sebagai peluang bisnis. Mereka berlomba membuat program belajar online dengan iming-iming surga agar membeli produk mereka.

Mudah-mudahan semua kembali ke dunia yang sediakala sebelum pandemi global melanda. Memang meeting online sewaktu-waktu diperlukan untuk keadaan mendesak, namun tidak untuk digunakan setiap hari apalagi dalam kegiatan pembelajaran dan pendidikan di sekolah.

Senin, Juli 5

Contoh Jadwal Kegiatan MPLS Daring 3 Hari

Contoh Jadwal Kegiatan MPLS Daring 3 Hari

Kegiatan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kewajiban bagi siswa yang baru masuk di semester pertama sekolah menengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah dan program-programnya.

Saat ini kegiatan MPLS atau orientasi lebih mengedepankan pada sesuatu yang menggembirakan, partisipatif dan tanpa ada perundungan seperti jaman sekolah dulu.

MPLS yang didesain dengan baik dan terarah akan membuat siswa baru menjadi betah dan lebih semangat belajar di sekolah. Kesan pertama yang baik akan menjadi pintu bagi siswa untuk giat belajar dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman di sekolahnya.

Run Down MPLS Daring
Di masa pandemi seperti saat ini program MPLS tentunya akan dilaksanakan secara daring untuk sekolah yang berada pada zona rawan penyebaran Covid 19. Bagi yang masih bingung untuk mencari contoh kegiatannya, berikut ini saya akan lampirkan format kegiatan MPLS daring yang menyenangkan.
 
Contoh di bawah ini hanya sebatas beberapa kegiatan yang biasa umum dilakukan saat MPLS, kalian silahkan modifikasi sesuai dengan kondisi di sekolah, jam, narasumber dan lainnya. Jika tabel tidak muncul di versi android, coba buka di laptop/desktop. Klik gambar untuk zoom tabelnya.
MPLS Hari Pertama

MPLS Hari Kedua
MPLS Hari Ketiga

Selasa, Maret 16

Pengumuman Seleksi Peserta TOT Pembina KSN SMA 2021

Pengumuman Seleksi Peserta TOT Pembina KSN SMA 2021

Kegiatan Kompetisi Sains Nasional tingkat kabupaten/kota sebentar lagi akan dilaksanakan dan semua sekolah tentunya bersiap untuk mengirimkan wakil terbaiknya.

Untuk bisa menjadi juara di KSN diperlukan daya juang dan semangat gigih baik dari guru pembina dan siswanya. Siswa harus banyak berlatih soal-soal KSN tahun sebelumnya untuk menemukan pola soal dan membaca materi di luar buku paket sekolah.

Bagi guru di Jawa Barat, Dinas Pendidikan dan Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Pembina KSN SMA. Guru yang akan diikutsertakan dalam TOT ini akan dites terlebih dahulu dan disaring hingga mendapat 3 guru terbaik dari setiap mapel KSN.

Diharapkan setelah guru tersebut mendapat pelatihan tentang bagaimana menjadi pembina KSN, mereka dapat memberikan pelatihan di sekolah sendiri dan ke sekolah-sekolah lainnya. 

Banyak guru-guru bidang studi merasa kesulitan dalam membimbing materi KSN yang level soalnya lebih sulit dibanding soal di materi kurikulum sekolah.

Seleksi TOT KSN
 

Pengalaman saya membimbing siswa KSN memang diperlukan pemahaman materi tiap topik yang lebih dalam selevel materi kuliah. Jadi jika guru tidak banyak mencari dan membaca materi di berbagai sumber yang relevan terkait KSN maka pasti akan kesulitan memberikan materi dan arahan kepada siswa.

Oleh sebab itu ini salah satu terobosan yang cukup baik oleh Disdik Jawa Barat untuk memberikan bekal bagi guru dalam menyongsong pelaksanaan KSN. Saya harap nantinya tidak hanya 3 guru saja yang jago membina KSN tapi seluruh guru mapel KSN di Jawa Barat dan Indonesia bisa menjadi traniner mumpuni di sekolahnya.

Jangan sampai nanti banyak sekolah yang mencari pelatihan berbayar yang cukup mahal, sehingga membebani siswa dalam menghadapi KSN ini. Jika sumber daya guru di sekolah sudah mumpuni makan tidak lagi kita membayar trainer dari luar, sehingga kompetisi lebih fair karena semua guru berjuang melatih siswanya.

Baca juga: 32 Materi TOT KSN Geografi 2021

Berikut ini draft pengumuman, persyaratan mengikuti tes TOT guru KSN di Jawa Barat.

PENGUMUMAN SELEKSI TOT PEMBINA KSN 2021

Rabu, Desember 23

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Setelah sekian lama vakum tanpa kegiatan, di akhir tahun ini MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi mengadakan kegiatan webinar untuk meningkatkan kompetensi keilmuan guru.

Biasanya kegiatan MGMP dilakukan offline namun karena suasana pandemi maka dialihkan ke online atau daring. 
 
Atas inisiatif komunitas MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi akhirnya bisa menyelenggarakan kegiatan webinar via zoom yang akan dibagi ke dalam 3 pertemuan.

Pertemuan pertama sudah dihelat pada 22 Desember kemarin dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten dari kota dan kabupaten Bekasi.
Webinar guru geografi
Kegiatan dibuka oleh ketua acara yaitu Bapak Anang Suherman kemudian disusul sambutan dari Bapak Rojali selaku pengawas. Bapak Rojali kemudian memaparkan materi pertama terkait kebijakan pemerintah terkait merdeka belajar.

Bapak Rojali menggantikan Bapak Casmadi yang kodarullah dipanggil Allah SWT beberapa hari sebelum acara terselenggara. Kebijakan merdeka belajar pada dasarnya memberikan keleluasaan kepada guru untuk berkreasi dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa.

Sesi kedua kemudian diisi oleh Ibu Endang Rahayu yang memberikan pencerahan tentang tata cara pembuatan soal hots. Soal hots memiliki beberapa karakter dan bisa dimodifikasi dari soal lots dengan sedikit tambahan stimulus.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Ibu Anita yang memaparkan tentang tata cara kenaikan angka kredit bagi guru PNS. Kenaikan pangkat guru dapat dipercepat dengan melakukan beberapa kegiatan publikasi ilmiah dan ikut dalam kegiatan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan instansi terkait.

Sesi keempat dilanjutkan oleh Agnas Setiawan yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang guru blogger. Di era milenial saat ini media sosial menjadi salah satu alat ampuh untuk meningkatkan kreatifitas seorang guru.

Sesi kelima atau terakhir diisi oleh Ahmad Habibi yang memberikan ulasan tentang cara menjadi guru youtuber. Youtube bisa menjadi sarana pendidikan dan pengajaran geografi saat ini apalagi di tengah pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh.

Pukul 12.30 rangkaian acara webinar pertemuan 1 akhirnya selesai dan ditutup dengan penugasan kepada setiap peserta. Kegiatan webinar akan dilanjut di pertemuan kedua akhir Desember.

Kamis, Desember 10

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Dalam geografi tentu kita mengenal istilah kecerdasan ruang atau spatial intelligent. Salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membentuk kecerdasan spasial seseorang.

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan manajemen tata kelola ruang bumi. Lalu bagaimana jika kecerdasan ruang ini dibawa ke ranah dunia maya?.

Saat ini hampir separuh kegiatan manusia beralih ke ruang maya atau digital dengan hadirnya perangkat telekomunikasi canggih dan aplikasi populer.

Namun akhir-akhir ini ada pola yang tak biasa dalam kehidupan bermedsos di Indonesia. Seringkali saya perhatikan beberapa ruang forum atau grup yang judulnya ilmiah namun ada saja konten-konten yang melenceng dan berbau SARA.

Utamanya saat muncul kasus yang trending, langsung setiap medsos kebagian itu berita. Misalkan grup geografi, lalu muncul share berita bombastis tentang politik identitas.
Cerdas memanfaatkan ruang digital pic:kompas
Memangnya salah ya melakukan hal seperti itu?. Sebenarnya sah saja namun lebih baik share di grup yang memiliki kepentingan yang sama agar tidak menimbulkan percikan permusuhan kepada anggota lain yang berbeda pandangan.

Inilah maksud dari kecerdasan ruang digital yang saat ini sangat terasa sekali efeknya. Amarah masyarakat banyak muncul dari info-info yang beredar di ruang-ruang digital. Ternyata ketidakcerdasan ruang nyata terbawa juga ke dunia maya.

Hasilnya banyak sekali hoax dan peristiwa yang dimulai dari hoax kemudian viral. Inilah dampak dari ketidakcerdasan menempatkan konten sesuai ruang.

Memang ada juga orang yang sengaja menjaring trafik untuk mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun perlu dipahami bahwa hal-hal semacam inilah yang menjadi bibit permusuhan dan perpecahan bangsa.

Guru geografi di sekolah harus mencoba memberikan pemahaman kepada siswa terkait kecerdasan ruang digital di era globalisasi. Jangan sampai bangsa hancur karena ruang-ruang maya menjadi sarana bom hoax oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Minggu, Juli 26

Cara Mengajar Efektif Dengan Aplikasi Zoom

Cara Mengajar Efektif Dengan Aplikasi Zoom

Pademi COVID-19 saat ini mau tidak mau merubah kegiatan belajar yang tadinya di sekolah kini beralih lewat dunia maya.

Entah sampai kapan ini dilakukan tapi yang jelas kegiatan belajar harus senantiasa berlangsung. Pertanyaannya adalah bagaimana membuat pembelajaran di dunia maya menjadi efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Banyak guru dan siswa mengeluh tentang pembelajaran jarak jauh ini. Pastinya hal ini normal dan guru juga pada dasarnya jenuh dengan interaksi belajar via dunia maya. Tapi ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kegiatan belajar tetap bermakna dan mencapai tujuan.

Dalam belajar berbasis daring ini ketercapaian materi tdak wajib 100% sesuai silabus karena waktu terbatas dan metode juga terbatas. Dari 100% materi di silabus, siswa mampu menyerap 50% materi saja sudah bagus dari total topik atau kompetensi yang diajarkan.

Kali ini saya akan mencoba memberikan sedikit pengalaman tentang bagaimana mengajar via zoom agar interaktif dan komunikasi guru dan siswa tetap terjaga.

Kelas saya untungnya sedikit siswanya tidak banyak jadi bisa terorganisir lebih baik. Bagi yang siswanya gemuk tentu punya metode dan teknik lain yang bisa digunakan.

Pertama, langkah yang saya lakukan adalah membagi waktu belajar yaitu 30 menit guru menjelaskan dan 30 menit siswa bekerja. Alokasi waktu 2 jam pelajaran menjadi 60 menit saja di masa belajar online ini.

Saat pendahuluan seperti biasa guru menyapa, presensi, doa dan apersepsi. Setelah itu guru menampilkan slide berupa gambar untuk menstimulasi belajar siswa. Kita bisa tunjuk beberapa siswa secara acak untuk mengemukakan pendapat sesuai gambar. Ini untuk menjaga komunikasi 2 arah selama pembelajaran.
Cara mengajar via zoom agar interaktif
Kedua, guru menerangkan materi tidak banyak-banyak (dibuat sederhana), selama maksimal 15-20 menit saja. Ini dilakukan karena jika kelamaan menerangkan via zoom akan membosankan, beda dengan di kelas.

Ketiga, di 30 menit akhir guru memberikan tugas pada siswa untuk mengerjakan salah satu tugas dan meminta mereka menulis jawabannya di buku tulis. Kenapa di buku tulis?. Agar kebiasaan mencatat tetap terjaga. Hasil pengerjaan difoto dan dikirim via WA atau email.

Keempat, diakhir sesi bisa membuat refleksi dibantu guru menguatkan materi. Selesai.

Itulah contoh cara mengajar di zoom agar tidak membosankan. Silahkan contoh videonya bisa dilihat di youtube saya berikut ini. Jangan lupa subscribe dan share!.

Sabtu, Juli 11

Kapan Kita Masuk Sekolah Lagi?

Kapan Kita Masuk Sekolah Lagi?

Pandemi Covid-19 di Indonesia kini sudah berlangsung 4 bulan lebih dan kondisinya justru semakin mengkhawatirkan.

Pergerakan penyebaran masih tinggi bahkan cenderung meningkat berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Lantas sampai kapan kita akan bergelut dengan virus ini?. Dunia pendidikan khususnya kegiatan sekolah sudah terhenti dan dampaknya sangat terasa.

Peralihan belajar dari tatap muka ke berbasis daring memang menjadi alternatif, tapi itu tidka bisa lama-lama dan bukan suatu tujuan.

Tujuan kita adalah kembali menormalkan sekolah, bertatap muka siswa dengan guru. Terus terang saja saya orang yang tidak begitu senang dengan kegiatan belajar secara online.

Mengapa demikian?. Karena pembelajaran daring tidak sebaik pembelajaran tatap muka di kelas.

Menyapa siswa langsung, menegur siswa, mencubit siswa, belajar rame-rame, kegaduhan di kelas, kadang berantem, guru menegur memanggil ke ruang BK. Itu semua adalah kebahagian sejati dalam pendidikan.

Sementara belajar daring?. Hanya melihat wajah di balik layar, kadang suara putus-putus, belum kalau siswa banyak kita hanya melihat kota-kota di depan monitor.

Semua sudah sangat tidak normal, dan kita harus berjuang secepat mungkin untuk kembali ke keadaan normal. Sungguh pandemi Covid ini membuat pendidikan menjadi sangat tidak normal.

Kecanggihan teknologi memang membantu mengatasi keadaan darurat seperti ini, namun sekali lagi itu bukan serta merta menjadi landasan kedepan bahwa belajar terbaik adalah online.
Sekolah yang tak normal
Dampak lainnya yang terasa dari pandemi di bidang pendidikan adalah mulai maraknya pemutusan kontrak guru-guru, khususnya guru swasta. Kalau guru PNS sih adem ayem, tinggal kipas-kipas karena gaji ditanggung pemerintah.

Beberapa sekolah memutuskan untuk menonaktifkan guru karena pemasukan sekolah tidak ada. Hal tersebut tentu merugikan guru dan menambah pengangguran baru. Beberapa sekolah di zona hijau memang diijinkan membuka sekolah tapi dengan standar protokol kesehatan yang "gak normal".

Bayangkan kita di kelas ngajar pakai masker, berbicara pun pengap. Belum jarak antar siswa dibatasi, lantas mau interaksi belajar seperti apa kita?.

Sungguh dunia ini sudah sangat tidak normal dan apakah ini akan berlangsung lama atau selamanya?. Kita tidak tahu, yang jelas manusia merindukan kehidupan yang seperti biasa tanpa ada ketakutan terhadap penularan virus.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close