Guru Geografi: Pendidikan | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 15

6 Kesalahan Membuat Power Point Pembelajaran

6 Kesalahan Membuat Power Point Pembelajaran

Salah satu kemampuan guru yang sangat penting adalah membuat presentasi pembelajaran dan mentransfernya ke siswa. Membuat presentasi paling mudah adalah dengan menggunakan power point. 

Namun tidak semua orang tahu dan paham tentang bagaimana membuat power point yang baik. Siswa sangat bergairah belajar jika guru nya menyajikan power point yang baik. 

Membuat power point yang baik tidak bisa dalam sekejap mata bisa berhari-hari bahkan. Salah membuat power point hanya akna membuat siswa bosan dan ngantuk-ngantuk di kelas. Baca juga: Cara membuat latar belakang makalah penelitian

Bagaimana mengajar dengan baik kalau membuat power point nya saja asal-asalan bukan?. Cape, ga ada waktu, ga bisa?, stop itu adalah alasan yang membuat anda semakin tidak berkembang alias nyungsep. 

Tidak ada kata menyerah dalam belajar. Jangan sampai guru mengajarkan siswa agar tidak malas tapi ia sendiri tidak mau belajar, piye to?.  Berikut ini beberapa kesalahan mendasar yang membuat power point pembelajaran anda gagal total.
Ini slide atau buku cerita?
1. Copas tulisan dari web/buku
Banyak sekali guru bahkan dosen saat kuliah yang saat menampilkan power point isinya tulisan semua. Jadi di slide kaya novel alias buku cerita, tak ada ada gambar, video. Presentasi semacam ini sangat tidak bermutu dan membuat anak tidak bergairah. 

Atau menuliskan apa yang ada di buku paket siswa jadi materinya sama. Jadi apa bedanya anda bikin slide, tinggal minta anak dan baca buku juga sama aja kan?. Carilah materi yang lain dengan Bahasa anda sendiri.

2. Penggunaan warna salah
Saat saya menugaskan siswa untuk membuat ppt, masih banyak yang menggunakan warna seenaknya. Background pink tulisan putih, ya tentu mata pusing. Dalam aturan, background harus kontras dengan tulisan. 

Jadi pelajarilah tentang kombinasi warna. Jangan telalu membuat slide yang berwarna-warni seperti pelangi. Tulisan dengan background slide harus kontras.

3. Tidak menyisipkan gambar/video
Memang budaya instan masih menghinggapi sebagian masyarakat. Power point bukan papan tulis yang anda perlakukan di kelas. Ada video dan gambar yang bisa difungsikan. Carilah gambar dan video yang menarik dan sisipkan dalam slide. 

Jika anda tidak mau membuatnya ya lebih baik jangan buat power point, menulis saja di papan tulis. Hal lain adalah cara gambar/video berkualitas bagus allias HD. Jangan insert gambar yang buram dan jelek. Baca juga: Tips membuat kliping yang baik

4. Menggunakan font aneh
Ada banyak jenis font atua huruf di Office, tapi ingat tidak semua font tersebut bisa digunakan dalam ppt. Carilah font yang umum seperti arial atau times new roman atau lainnya yang mudah dilihat orang. 

Jangan sampai anda menggunakan font yang nyeleneh seperti gothic atau lainnya yang miring ga jelas, anda mau otak audience miring juga?.

5. Tidak menguasai materi
Seringkali saat presentasi kita hanya baca slide saja tanpa tau apa yang dijelaskan. Sudah slidenya jelek, presentasinya jelek pula maka tamatlah sudah. Satu slide bisa dipaparkan beberapa menit jika presenter memahami apa yang ia cantumkan di slide. 

Jadi pelajarilah dulu bahan materi slide sebelum anda mempresentasikannya, kalau tidak anda akan mati gaya di kelas.

6. Tidak mau belajar
Inilah masalah paling utama yaitu guru nya ga mau belajar. Sekarang ini sudah era teknologi, dan kita harus menyesuaikan diri. Semua akan beres jika mau belajar meskipun ada yang cepat atau lambat. 

Anda tinggal pilih mau anda mengatur waktu atau waktu yang mengatur anda. Saya pun awalnya dulu sama tidak mengetahui sama sekali tentang cara membuat power point yang baik, namun lambat laun saya ikut seminar, googling di web dan akhirnya bisa membuat power point yang tidak lagi copas tulisan.

Coba lihat presentasi CEO terkemuka dunia seperti Steve Jobs. Ia tidak banyak menggunakan tulisan bahkan hanya memuat gambar saja. Namanya juga powet point (kekuatan point), jadi slide hanya poin utama sisanya speaker yang bertanggung jawab mengkomunikasikan. 

Jika anda ingin menjadi guru berkharisma maka belajarlah membuat prsentasi yang oke punya. Tidak harus semua pertemuan buat bagus, karena memang menguras waktu. Minimal dalam satu bulan ada satu yang berkualitas cetar membahana itu sudah bagus, nanti akan terus berkembang. 

Memang untuk menjadi expert butuh perjuangan dan ingat bahwa kesuksesan tidak akan pernah mengkhiatanati perjuangan.

Sabtu, Mei 13

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Contoh Soal High Order Thinking Skill (HOTS) Geografi

Saat ini perkembangan dunia semakin menuntut seseorang untuk berfikir kreatif dalam hidupnya. 
 
Tidak ada yang praktis untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Hal tersebut berdampak pada model pendidikan juga di sekolah. 

Kini sekolah-sekolah mencoba untuk menerapkan model pemecahan masalah yang lebih jitu dalam mengerjakan soal. 
 
Kenapa hal tersebut dilakukan?. Tujuannya adalah untuk membiasakan anak menganalisa sebuah persoalan sejak masih remaja dan puncaknya saat ia dewasa ia sudah punya bekal bagaimana memutuskan suatu masalah dengan metode ilmiah.

Inilah yang dinamakan High Order Thinking Skills (HOTS). HOTS mulai diperkenalkan akhir-akhir ini karena dunia semakin penuh problematika. Problematika tersebut tidak bisa hanya dipecahkan lewat satu langkah saja namun perlu beberapa tahapan.
 
Baca juga: Hots..Soal AKM Geografi + Kunci

Inilah yang diadopsi oleh sistem pendidikan untuk memfasilitasi anak agar dapat berkembang sesuai zaman. Level kognitif dalam soal HOTS ini berkisar antara C3 sampai C6.

Pada dasarnya soal HOTS bisa dijawab, namun siswa harus memahami beberapa konsep untuk menemukan jawabannya. Membuat soal HOTS memang perlu latihan dan sulit sekali. Lebih sulit membuat soalnya dibanding menjawabnya. 

Soal HOTS juga harus kontekstual artinya kekinian. Tidak boleh mencatumkan fenomena masa lalu dalam soal tipe HOTS. 
 
Saya juga baru belajar tentang pembuatan soal HOTS ini melalui MGMP Geografi Bekasi yang rutin digelar.  

Selanjutnya saya akan berikan contoh soal HOTS geografi sebagai gambaran saja, kalau masih belum sempurna silahkan dikoreksi. Katanya tidak semua materi bisa dijadikan soal HOTS tapi penjelasan mengenai hal itu saya belum dapatkan. 

Contoh soal HOTS Geografi

1. Pada tanggal 21 Juni 2017, Bejo berencana berangkat bekerja ke Negara Perancis. Kemudian ia berencana kembali ke Indonesia pada 30 September 2017. Saat kembali ke Indonesia, sedang musim apakah di Perancis?
a. panas
b. gugur
c. semi
d. kemarau
e. dingin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas anak setidaknya harus punya kemampuan memahami konsep:
1. revolusi bumi
2. gerak semu tahunan matahari
3. posisi Negara Perancis di dunia

Jawabannya adalah musim gugur.

2. Menurut data sensus penduduk, struktur penduduk Indonsesia adalah sebagai berikut:
Piramida Penduduk Indonesia
Menurut piramida di atas, maka kebijakan kependudukan paling utama yang harus diperhatikan pemerintah adalah ....
a. membuat program bantuan langsung tunai
b. mencanangkan urbanisasi
c. membangun sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan
d. mengirim TKI ke luar negeri
e. membuat kartu bebas miskin

Alasan: Untuk menjawab soal di atas maka siswa harus memahami konsep:
1. piramida penduduk
2. ciri piramida penduduk
3. kualitas dan kuantitas penduduk
4. kondisi Negara Indonesia saat ini

Jawaban paling tepat adalah c.

3. Perhatikan gambar pembesaran peta di bawah ini!

Memperbesar peta
Pernyataan yang sesuai dengan gambar di atas adalah ....
a. skala peta 1 lebih besar dari skala peta 2
b. kenampakan peta 1 lebih detail dibanding peta 2
c. simbol peta 2 lebih banyak dari peta 1
d. kenampakan peta 2 lebih detail dibanding peta 1
e. tidak ada perubahan sama sekali

Alasa: untuk menjawab soal di atas anak harus memahami:
1. konsep skala peta
2. unsur-unsur peta
3. teknik memperbesar dan memperkecil peta

Selasa, April 25

Pentingnya Critical Thinking Dalam Pembelajaran dan Kehidupan

Pentingnya Critical Thinking Dalam Pembelajaran dan Kehidupan

Critical thinking atau berpikir kritis adalah istilah yang sering kita denfar saat ini terutama di dunia pendidikan. Namun apakah semua orang belum memahami benar tentang arti dan cara menggunakan konsep tersebut. 

Postingan ini akan sedikit tentang apa itu critical thinking dan mengapa sebagian orang masih mengabaikan tentang konsep tersebut.

Berpikir kritis dapat diartikan sebagai membuat sebuah penilaian yang logis, beralasan dan  dipikirkan dengan baik. Ini merupakan cara berpikir dimana anda tidak hanya menerima semua argumen dan kesimpulan yang dijelaskan kepada anda, namun anda memiliki sikap untuk membuat argumen dan kesimpulan yang berbeda.

Hal ini membuat keinginan untuk mencari bukti pendukung terhadap suatu argumen atau kesimpulan tertentu. Orang yang menggunakan critical thinking adalah orang yang mengatakan hal-hal berikut: "Bagaimana kamu tahu tentang itu?", "Apakah itu kesimpulan hasil dari pembuktian atau perasaan saja?" dan "Apakah ada alternatif kemungkinan jika ada informasi baru?".

Secara umum, berpikir kritis terbagi menjadi tiga keterampilan berikut:
- Curiosity atau keingintahuan, merupakan keinginan untuk mempelajari lebih banyak informasi dan mencari bukti dan terbuka terhadap gagasan baru.
- Skepticism atau skeptis, merupakan sikap tidak mudah mempercayai semua informasi yang datang kepada anda. Sikap ini merupakan benteng akal sehat agar ketika informasi diterima ia membuat pertanyaan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
- Humility atau kerendahan hati, merupakan kemampuan untuk mngakui bahwa pendapat dan gagasan anda salah saat ditampilkan bukti baru yang membuktikan gagasan anda memang salah.

Menggunakan Critical Thinking
Banyak orang memutuskan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan anekdot atau cerita dari pengalaman orang. 

Contoh katakanlah bahwa bibi anda memberitahu bahwa dia mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari. Selain itu dia mengatakan kepada anda bahwa pagi kemarin dia terlambat bekerja dan lupa tidak membawa vitamin C, lalu siangnya ia demam. 

Lantas bibi sekarang mengonsumsi vitamin C setiap hari karena jika tidak maka ia akan sakit. Banyak orang yang mendengar cerita ini mengambil kesimpulan bahwa "untuk menghindari sakit maka saya harus konsumsi vitamin C setiap hari"

Meskipun jenis logika tadi sangat umum namun itu jauh dari konsep berpikir kritis. Jika anda memeriksa anekdot ini lebih hati-hati, anda harus mengerti mengapa?. Pertama, kita tidak tahu darimana ide vitamin C dapat menghentikan penyakit?. Mengapa bibi memutuskan untuk mengonsumsi vitamin C daripada vitamin D atau vitaminnya?.

Terus, tidak pernah ada indikasi bahwa ada kaitan langsung antara tidak mengonsumsi vitamin C dengan sakit flu. Mungkin ada banyak variabel lain yang terlibat yang tidak ada kaitannya dengan vitamin C.

Mungkin saja dia sudah mulai menderita flu hari itu atau mungkin ia terpapar virus saat ia naik bis atau lainnya. Semua kemungkinan bisa terjadi dan dari sekedar cerita saja kita tidak mendapatkan cukup informasi valid untuk menghasilkan sebuah kesimpulan yang jitu.

Katakanlah bahwa skeptisme ini mengilhami keingintahuan anda. Lagipula, tidak adil jika mengabaikan berbagai gagasan baru. Hasil dari skeptisme tadi anda akan mencari artikel mengenai kaitan antara vitamin C dan pencegahan flu. 

Setelah membaca beberapa laporan kamu menemukan bahwa vitamin C sebagai pencegah flu telah terbukti namun hasilnya tidak konsisten dan berbeda pada setiap orang. Kesimpulannya vitamin C diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan namun tidak bertanggungjwab untuk mencegah orang terkena flu atau mengobati flu pada seseorang.
Pentingnya Critical Thinking Dalam Pembelajaran dan Kehidupan
Pendidikan adalah proses berfikir
Dampak Rendahnya Critical Thinking
Saat ini di Indonesia, ribuan bahkan jutaan informasi baru bermunculnan di media sosial setiap hari. Informasi tersebut tentu ada yang benar bahkan ada yang tidak. Namun karena critical thinking sebagian orang masih rendah, maka mereka menelan bulat-bulan informasi tersebut lalu men-share kepada orang lain, akhirnya ini menjadi pesan berantai negatif terstruktur dan masif. 

Inilah yang merusak pola pikir dan kehidupan masyarakat kita saat ini. Isu SARA merebak di masyarakat dengan cepat. Seseorang seolah paham tentang sesuatu saat menerima satu informasi dari orang yang dianggap ahli padahal belum tentu kebenarannya. Inilah yang menjadi problema masyarakat kita dan harus diputus agar tidak merusak bangsa Indonesia. 

Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus memberikan kemampuan berpikir kritis dari mulai anak-anak. Sekarang bukan jamannya anak menerima mentah-mentah informasi dari guru dan guru bukan selalu orang yang benar. Guru harus terbuka juga terhadap pertanyaan dan pemikiran siswa.

Guru harus memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingya critical thinking di era globalisasi saat ini. Jika zaman dahulu, sekolah tidak memberikan pemahaman tentang critical thinking maka rantai tersebut harus diputus mulai dari sekarang. 

Semua guru dan lembaga pendidikan berkewajiban membuat siswa mampu berpikir kritis terhadap suatu persoalan agar era informasi saat ini tidak menjadi senjata yang dengan mudah bisa menghancurkan sendi kehidupan bangsa Indonesia.
Gambar: www.qaspire.com

Jumat, Maret 17

Kaidah Penulisan Soal Ujian

Kaidah Penulisan Soal Ujian

Seorang guru tentu pastinya sering menulis soal bukan?, baik itu soal ulangan harian, ujian kenaikan kelas atau ujian lainnya. Nah seringkali kita menulis soal tanpa kaidah penulisan yang benar (saya juga contohnya). 

Jadinya adalah banyak soal salah ketik, salah penafsiran dan biasanya ujung-ujungnya nanti guru ke kelas kemudian ngasih pengumuan "SOAL NO SEKIAN BONUS..BLA...BLA..BLA".

Saya pun sering mengalaminya dan tentu sangat menjengkelkan. Kemarin saya mengikuti kegaitan MGMP Geografi Kota Bekasi dengan agenda Workshop Penulisan Soal. Jadi ternyata dalam menulis soal, ada kaidah-kaidah atau aturan baku yang harus diperhatikan agar ujian berjalan lancar tanpa hambatan. 

Secara umum hal ini berkaitan dengan tata penulisan B. Indonesia yang baik dan benar. Berikut ini ringkasan kaidah penulisan soal ujian yang benar.

1. Gambar, Kalimat atau Slogan Jangan Mengandung Unsur Iklan
Maksudnya adalah jika menulis soal, maka tidak boleh secara eksplisit atau implisit berupa iklan. Contoh soal mengandung iklan:
Banyak hotel berdiri di sekitar Pantai Parang Tritis diantaranya Hotel Jancuk, Hotel Elang dan Hotel C. Konsep geografi yang sesuai dengan kalimat tadi adalah ...

Di atas tercantum nama-nama hotel yang ada di Parang Tritis. Itu sudah menandakan bentuk iklan. Padahal hotel tersebut tidak membayar kita untuk mencantumkan namanya di soal bukan?. Jadi hindari nama-nama produk komersil dalam soal ujian.

2. Soal berupa cerita atau kalimat jangan mengandung unsur kekerasan, pornografi, SARA atau politik.
Dalam beberapa bulan lalu, pernah ada kasus soal ujian yang menuliskan nama JOKOWI atau AHOK dalam soal ujian sehingga soal ditarik massal. Kenapa?, karena didalamnya ada nama tokoh politik jadi tidak boleh dicantumkan. Begitu pula dengan yang berbau SARA. 

3. Pengunaan titik pada soal Pilihan Ganda
Ada kaidah penulisan titik dalam soal ujian. Perhatikan tiga contoh soal di bawah ini
1. Salah contoh nama gunung api di Indonesia adalah ....
A. Merapi
B. St. Hellens
C. Maona Loa
D. Etna
E. Fuji

2.  Vegetasi budidaya yang cocok ditanam di iklim ... menurut klasifikasi Junghuhn adalah teh.
A. panas
B. sedang
C. sejuk
D. kutub
E. dingin

3. Berapakah jumlah propinsi di Indonesia?
A. 32
B. 33
C. 31
D. 29
E. 28

Perhatikan di soal no 1. Karena jawaban merupakan akhir kalimat maka jumlah titiknya ada 4 dengan didahului spasi. Soal no 2. Karena jawabannya di tengah kalimat jadi jumlah titiknya tiga dengan spasi sebelum dan setelahnya. 

Itu contoh dari penulisan titik saja. Opsi jawaban juga kalau merupakan nama tokoh/lokasi dan lainnya harus pakai huruf kapital, jika no 2 harus pakai huruf cetak kecil karena bukan awal paragraf dan bukan juga merupakan nama lokasi/orang/tempat dan lainnya.

Pada soal no 3. Karena pertanyaan berupa kalimat tanya maka harus pakai tanda tanya di akhir kalimat.

Itulah contoh kaidah penulisan soal yang baik dan benar. Memang ribet, tapi inilah yang harus dipahami guru agar kualitas kita sebagai pendidik menjadi lebih baik dan profesional. Selamat berlatih!

Jumat, Maret 10

Memilih Sekolah Untuk Anak

Memilih Sekolah Untuk Anak

Sekolah merupakan salah satu tempat dimana pendidikan berlangsung bagi anak kita. Sekolah merupakan rumah kedua dan tentunya kita harus selektif dalam memilih sekolah. Saat ini banyak sekali model sekolah yang bermunculan di Indonesia dengan berbagai istilahnya entah itu boardins school, cambridge, IB dll.

Setiap orang tua tentu punya pandangan dan pilihan masing-masing dalam memilih sekolah untuk anaknya, namun saya disini hanya sekedar memberikan sedikit gambaran saja tentang cara memilih sekolah yang tepat untuk anak. 

Saya tidak bermaksud untuk membandingka apalagi menjelekan sekolah tertentu. Saya hanya berbagai pengalaman saja, karena saya seorang guru dan pernah mengajar di berbagai tipe sekolah dari mulai yang biasa, agamis hingga sekuler.
Memilih Sekolah Untuk Anak
Sekolah Bersih dan Rapi, pic:ngrenocity.com
1. Kebersihan
Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih sekolah adalah lihat kebersihan lingkungannya, terutama WC. Bagaimana anak mau belajar jika lingkungannya kotor, jorok dan bau?. Ini entah saya nya yang sensi atau tidak namun hampir semua sekolah negeri yang saya pernah kunjungi, WC nya sangat jorok sekali. 

Buat apa nilai raport bagus-bagus tapi melalaikan kebersihan. Kalau di sekolah swasta masih banyak yang cukup bersih karena ada tenaga OB nya. Lihat saja sekolah di Jepang yang siswanya harus membersihkan toiletnya sendiri. Hal tersebut harusnya dilakukan juga di Indonesia. 
2. Tanya Alumni
Untuk mengorek tentang situasi sekolah salah satunya dengan ngobrol dengan alumni sekolah tersebut. Biasanya anak akan blak-blakan tentang kondisi sekolahnya. Tapi cara alumni yang memang baik dan tidak berusaha menjelekan sekolah. 

Lihat juga sebaran alumninya di berbagai perguruan tinggi ternam. Jika alumninya sudah banyak diterima perguruan tinggi favorit berarti sekolah tersebut sudah dalam kategori baik. 
3. Ngobrol dengan guru
Saat survey ke sekolah cobalah untuk ajak ngobrol salah satu gurunya. Siapkanlah pertanyaan-pertanyaan tentang pendidikan dengan tujuan,,ya ngetes aja kompetensi gurunya. Orang tua hendaknya punya pemahaman yang baik juga tentang pendidikan agar biasa berdiskusi dengan gurunya. 

Guru yang cerdas biasanya akan menampilkan penampilan, tutur kata dan kompetensi yang baik. Ia tidak akan takut saat diintrograsi orang tua. Tanyalah tentang pemahaman guru seputar metode atau model-model pembelajaran masa kini. Tanya juga tentang kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
4. Tanya Kepala Sekolahnya
Nah ini juga perlu, jangan segan untuk datang ke ruang kepala sekolah untuk sedikit bertanya atau berdiskusi santai. Kepsek pada dasarnya juga sama yaitu guru yang diberi tugas tambahan saja. 

Lihatlah penampilan, gaya bahasa, kemampuan menjawabnya. Dari sini biasanya akan ketahuan mana kepsek yang bermutu dan abal-abal. Jujur saja sekarang ini banyak sekali kepsek yang tidak berkompeten dan hanya menduduki jabatan karena ikut-ikutan proyek teman atau lainya, ini khusus sekolah swasta. Jadi jika pemimpinnya saja abal-abal bagaimana dengan gurunya?.
 
5. Lihat Kelasnya
Coba masuk kelas, apaka di kelas tersebut banyak terpajang aneka hasil karya siswa?. Jika ada berarti sekolah tersebut sudah baik karena menempelkan semua karya siswa. Ada kelas yang dingin dengan cat putih tanpa ada satu karya siswa yang nempel. 

Ada yang bilang nanti pimpinan marah jika kelas ditempeli ornamen-ornamen. Itu adalah pernyataan seorang yang tidak mengerti pendidikan, jadi tinggalkan. Kelas itu harus rame, banyak memuat informasi. Coba saja cek sekolah di luar negeri di google, ga ada yang sepi pasti dingingnya rame.

Itulah sedikit tips mencari sekolah yang baik untuk anak. Memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, tapi ada kriteria-kriteria yang bisa dilihat untuk menilai sekolah tersebut layak atau tidak untuk anak. 

Rabu, Maret 8

Ruang Kelas Yang Baik

Ruang Kelas Yang Baik

Sudah hampir 6 tahun saya menekuni profesi guru dan selama itu juga saya mengamati berbagai hal tentang sekolah. Salah satu bagian yang saya perhatikan adalah tentang ruang kelas. Sebetulnya ruang kelas yang baik itu seperti apa sih?. 

Artikel ini juga saya tulis berdasarkan pengalaman research di berbagai blog sekolah bule dan perbandingannya dengan sekolah di Indonesia.

Ruang kelas tentunya adalah salah satu sarana utama belajar siswa di sekolah. Ruang kelas tentu harus nyaman agar siswa dapat belajar dengan baik. Nyaman itu dalam hal apa saja?. Nyaman ditempat, nyaman dilihat, dan nyaman lainnya. Satu hal yang jadi perhatian saya adalah tentang ornamen-ornamen kelas. 

Di luar negeri tidak ada kelas yang dinding-dindingnya kosong, dibiarkan bersih tanpa ada ornamen atau hasil karya siswa terpajang di sana. Mengapa hasil karya siswa harus dipajang di kelas atau sekolah?.

1. agar siswa merasa dihargai hasil karyanya
2. agar menjadi sumber pengetahuan bagi semua orang
3. agar suasana kelas menjadi bergairah, tidak kaku

Saya sangat miris sekali jika melihat ruang kelas atau sekolah yang begitu kaku, tidak ada satu pun hasil karya siswa atau informasi menempel di dinding. Saya dulu bahkan tertawa kala ada pimpinan yang bilang karya siswa jangan di tempel di kaca atau dinding nanti merusak cat atau kaca katanya?. Hello, itu pimpinan ngerti pendidikan atau enggak sih? kok bisa jadi kepala sekolah. 
Ruang Kelas Yang Baik
Ruang Kelas Yang Kaku, Dingin
Sekolah sejatinya adalah menjadi sumber pengetahuan baik untuk siswa maupun siapapun yang berkunjung ke sana. Bayangkan saja jika ada orang tua siswa yang datang ke sekolah mengambil raport anaknya. Ia hanya masuk kelas, ngambil raport lalu kembali lagi ke rumah tanpa ada nilai tambah yang ia dapat saat ke sekolah karena tidak ada informasi yang menarik yang muncul di sana. 

Bandingkan jika kelas atau dinding sekolah penuh dengan ornamen hasil karya siswa atau berita informasi lain. Tentunya minimal orang tua siswa akan melihat gambar tersebut dan setelah melihat pastinya akan ada rasa "penasaran toh?". Lalu ia membaca dan dapatlah informasi baru. Itulah salah satu fungsi sekolah sebagai sumber pengetahuan buat semua orang.
Ruang Kelas Yang Baik
Ruang Kelas Yang Bergairah, pic: www.radioaustralia.net.au
Jadi secara tidak langsung, sekolah harus bisa membangun minat baca, belajar kepada khalayak. Saya pun saat berkunjung ke sekolah yang banyak ornamen kelasnya pasti akan melihat lalu membaca isinya karena saya tertarik. 

Jadi kelas yang kosong hanya cat putih saja tentu seperti di gua (gua saja banyak ornamen nya), dingin tidak ada daya tarik informasi. Jadi ruang kelas yang baik salah satunya memang harus memuat semua hal baik itu hasil karya siswa, peraturan, foto kelas dan lainnya. Dengan demikian maka siswa akan senang berada di kelas dan bersemangat belajar. Jadi mari hias sekolah dan ruang kelas kita agar lebih menarik.

Selasa, Februari 28

Kisi-Kisi USBN Geografi Kurikulum 2006 dan 2013

Kisi-Kisi USBN Geografi Kurikulum 2006 dan 2013

Sebentar lagi UNBK dan USBN akan digelar dan menjadi salah satu cara evaluasi mengukur kemajuan hasil belajar siswa selama di sekolah. Tahun ini ada perbedaan dengan tahun lalu dimana Ujian Nasional dipisah dengan Ujian Sekolah. Siswa bisa memilih mapel ujian nasionalnya, dan sisanya masuk USBN. Geografi seperti biasa merupakan salah satu mapel yang diujikan di rumpun IPS. Bagi yang mebutuhkan contoh Kisi-kisi USBN, berikut ini saya lampirkan kisi-kisi USBN Geografi Kota Bekasi tahun 2017. Selamat belajar

Senin, Februari 27

Menjadi Guru Gaul dan Berkharisma

Menjadi Guru Gaul dan Berkharisma

Menjadi guru memang pilihan beberapa orang saat ini. Namun anda harus tahu bahwa tidak semua guru itu bisa sukses dalam menggeluti profesinya. Mengapa demikian?. 

Karena saat ini guru dituntut untuk memiliki beberapa kemampuan khusus yang tidak bisa dimiliki orang lain. Jadi pada kesempata ini saya hanya berbagai sedikit pengalaman tentang bagaimana menjadi guru gaul dan berkharisma.

Menjadi guru yang berkharisma memang gampang-gampang susah.  Ingat bahwa guru yang terbaik adalah ia yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak-anak di sekolah. Nah agar kita selalu dirindukan oleh anak-anak, maka kita butuh bekal ilmu yang mumpuni. 

Jangan sampai kita sebagai guru bukannya dihormati malah dibully siswa dan direndahkan martabatnya oleh anak-anak. Ini adalah hasil pengalaman saya sebagai guru selama 6 tahun lebih.

1. Gaya Berpakaian
Pernah dengar "don't judge book by the cover"?, Itu tidak berlaku bagi saya dan akan diganti dengan "cover reflect inner".  Siswa sangat senang jika melihat penampilan guru nya itu rapi, bersih dan tidak urakan. Pentingkah gaya berpakaian itu?. Sangat penting, karena ini akan menampilkan image anda itu sendiri. Belajarlah memadukan warna baju dengan celana, dasi, kaus kaki hingga sepatu. Semua ada ilmunya.

Sekarang bukan zamannya guru itu cuek akan penampilan. Tidak perlu harus beli yang mahal yang penting bersih, enak dilihat dan rapi. Janganlah misalnya kita memakai baju merah lantas sepatunya putih, tentu tidak make sense bukan?. Terlihat kontras.

Saya dulu pernah mengikuti pelatihan tata busana di Jakarta, dan setelah saya praktikkan memang orang lain menjadi respect terhadap saya. Dulu saya tika mempedulikan penampilan sama sekali namun saat ini setelah punya ilmunya maka lain lagi ceritanya. Jadilah guru yang modis, jangan kalah sama artis.
Menjadi Guru Gaul dan Berkharisma
Piss,,, Guru Geografi
2. Gaya Komunikasi
Komunikasi memerankan peranan penting bagi seorang guru. Tidak semua guru punya kemampuan public speaking yang baik. Perlu latihan berulang-ulang dan membaca banyak literasi. Seorang guru yang baik adalah seorang presenter yang handal. 

Jadi anak akan terkagum-kagum jika melihat gaya komunikasi guru yang baik, lugas, simple dan tertata. Untuk mendapatkan kemampuan tersebut, saya pun sempat mengikuti pelatihan public speaking di Jakarta meski berbayar. 

Namanya ilmu, tidak ada yang gratis to?. Kan ujung-ujungnya buat kesuksesan anak didik kita juga. Saya pernah punya teman seorang guru yang mengeluh terus karena selalu disepelekan muridnya. Setelah saya amati memang gaya komunikasinya masih lemah dan perlu ditingkatkan.
 
3. Humoris
Anak jaman sekarang sangat senang jika gurunya humoris. Jadi pelawak dong?. Ya namanya anak-anak kan adakalanya jenuh saat di kelas, jadi jika kita punya kemampuan stand up comedy sedikit tentu ini menjadi nilai tambah. Tapi tetap gaya bercanda kita harus tepat dan tidak menyakiti seseorang. P

ernah satu ketika saya punya teman seorang guru yang sangat kaku, di kelas kaya robot dan siswa tidak pernah sekalipun tertawa, tegang. Memang mungkin gaya mengajar beliau seperti itu, namun di abad sekarang ini kemampuan humor menjadi nilai plus bagi seorang guru.
 
4. Inovatif
Pada dasarnya guru sama dengan siswa yaitu seorang pemelajar. Bagaimana anak mau belajar jika gurunya apatis tidak mau mengembangkan diri. Luangkanlah waktu senggang untuk berinovasi membuat pembelajaran di kelas. Anda bisa berdiskusi antar guru secara kolaboratif misalnya.

Saya sendiri bukan seorang guru yang "pergi, ngajar, ngoreksi, pulang". Jika demikian maka ilmu yang saya punya hanya itu-itu saja tidak berkembang. Jadi saya luangkan waktu untuk membaca, menulis lewat blogging untuk mengasah skill lain. 

Lewat blogging ini pula saya bisa meraih berbagai penghargaan mulai level propinsi hingga nasional. Sekarang saya sedang mencoba menerbitkan naskah buku pelajaran Geografi. Jadi carilah ilmu lain yang nantinya bisa menjadi inspirasi bagi siswa di kelas. Mereka akan senang melihat guru nya yang berprestasi.
 
5. Gaul
Jika dulu ada istilah ustad gaul maka sekarang guru juga harus gaul. Bagaimana menjadi guru gaul itu?. Ya bangunlah relasi antar guru sebanyak mungkin salah satunya lewat menulis atau blogging. Saya sendiri sudah banyak teman-teman guru geografi se Indonesia yang memfollow blog saya. 

Dengan demikian akan terjalin hubungan silaturrahim antar guru. Selain itu kita bisa berdiskusi satu sama lain. Menulis bagi seorang guru akan meningkatkan kompetensinya. 

Itulah sedikit pengalaman bagaimana menjadi guru yang gaul dna berkharisma. Jika seorang guru sudah punya kharisma maka saya jamin tidak ada anak-anak yang menolak kehadiran anda di sekolah. 

Selasa, Februari 21

Traveling Membuat Kamu Bahagia Dan Panjang Umur

Traveling Membuat Kamu Bahagia Dan Panjang Umur

Kita semua tentunya sering mendengar perkataan "uang tidak bisa membeli kebahagiaan" dan mungkin saja itu ada benarnya. Ada beberapa studi yang membuktikan bahwa dalam beberapa hal, uang bisa membeli kebahagiaan.

Psikolog Cornell University, Thomas Gilovich telah mempelajari kaitan antara uang dan kebahagian selama lebih dari dua puluh tahun. Ia melakukan penelitian psikologi yang luas untuk menemukan alasan mengapa menghabiskan uang untuk pengalaman dibanding membeli barang, dapat meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang.

Ia tidak mengatakan bahwa anda tidak bisa bahagia tanpa uang tapi ada alasan dibalik menghabiskan uang untuk traveling atau liburan lebih membuat bahagia dibandingkan membeli Mobil baru atau sepatu baru misalnya. 

Ingat bahwa bahagia itu dapat memperkuat sistem imun kita. Jadi kalau kita bahagia maka pasti akan panajng umur dan jarang sakit berat. Kebanyakan ornag sakit berat karena jiwa nya tidak bahagia lalu sistem imun ikut melemah.
Traveling Membuat Kamu Bahagia Dan Panjang Umur
Liburan itu Wajib
1. Pengalaman Lebih Menjadi Bagian Dari Diri Kita Dibanding Barang (Materi)
Kita adalah kumpulan dari pengalaman kita sendiri. Seperti Dr. Gilovich katakan bahwa pengalaman kita adalah bagian terbesar kehidupan kita dibanding barang materi. Meskipun anda mungkin merasa barang materi yang dipunyai di rumah sebagai bagian dari jiwa anda namun mereka masih terpisah dari raga dibandingkan pengalaman yang tersimpan di memori otak.

2. Pengalaman Menambah Koneksi Dengan Orang Banyak
Mungkin kebetulan yang sangat menggelikan ketika anda dan orang lain bertemu di suatu tempat misalnya dengan menggunakan baju yang sama. Jika anda berlibur ke suatu tempat, minimal anda akan bertemu dengan pedagang saat membeli makan atau sama-sama bertemu dengan wisatawan yang tersesat.

Disana, komunikasi akan terjalin dan itu akan tertanam di memori anda. Bisa jadi bisnis anda berkembang saat anda bertemu dengan seseorang di tempat liburan misalnya. Ini manfaat penting lain dari liburan yaitu membangun koneksi.

3. Membandingkan Pengalaman Lebih Mudah Dibanding Materi
Sebuah studi menemukan fakta bahwa membandingkan pengalaman saat traveling lebih mudah dibanding membandingkan pengalaman saat membeli mobil mewah dengan banyak fitur. 

4. Kebahagian Dari Pengalaman Lebih Lama Tersimpan Daripada Materi
Ini memang agak rumit, namun apa yang anda lakukan satu kali lebih bisa terekam lama di memori dibanding kebahagiaan memiliki barang yang ada di sekitar. Teorinya, adalah anda akan merasa bosan setiap hari dikelilingi barang-barang materi setiap jadi akan nampak seperti biasa saja. Sementara jika anda berlibur satu hari saja ke satu tempat berbeda, maka itu akan menjadi kenangan seumur hidup.

5. Pengalaman Buruk Sekalipun Akan Membangun Karakter Seseorang
Jika anda membeli sepatu jelek, maka anda akan membencinya bukan?. Maka sudah, itu saja yang anda rasakan. Namun pengalaman, bagaimanapun kondisinya akan membentuk dan membangun karakter anda. 

Pengalaman adalah guru terbaik dan menjadi fondasi kekuatan hidup. Mungkin saat liburan atua traveling anda pernah tersesat, tertipu atau kehilangan uang. Itu semua adalah ilmu baru untuk membangun kesuksesan di masa depan.

Selasa, Februari 14

Kapan Waktu Belajar/Bekerja Terbaik?

Kapan Waktu Belajar/Bekerja Terbaik?

Selamat pagi pemirsa blogger sekalian dan selama memulai aktifitas harian anda. Pagi ini seperti biasa saya akan mencoba mengulas sedikit tentang bagaimana cara menjadi seorang yang cerdas dan produktif. 

Beberapa bulan lalu saya membaca buku pakah neurologi John Medina dari University of Washington Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home, and School

Intinya kita akan berbicara tentang "kapan sih waktu belajar/bekerja terbaik itu?". Ada istilah yang menarik dalam buku tersebut yaitu "Biologic Prime Time" (BPT). Tentu anda akan penasaran, bukan?. Saya berikan contoh sederhana berikut: Pernah tidak anda merasa jenuh belajar misal pada jam 12 hingga sore atau pagi hari anda sudah lemes ga jelas, tidak bergairah, bekerja ga mood?. 

Analisanya mungkin anda tidak berada pada "Prime Time" kerja anda!. BPT pada dasarnya adalah waktu maksimum seseorang untuk bekerja atua wkatu terbaik untuk bekerja. Setiap orang punya waktu prime time masing-masing. 

Jadi menurut buku tersebut, jika anda ingin menjadi seorang yang produktif maka anda harus bekerja pada waktu "prime time" tersebut. Jadi ini harus ditanyakan pada diri anda sendiri, karena anda lah yang mengetahui waktu terbaik anda sendiri. 

Contohnya juga seperti ini, saya memiliki waktu prime time saat subuh hingga jam 11 pagi dan antara jam 7 hingga jam 9 malam. Jadi saya selalu berusaha pergi ke kantor pagi hari dan mengerjakan semua aktifitas mulai dari menulis, mengoreksi dan membuat soal pada jam tersebut. Pada jam tersebut aktifitas otak saya paling maksimum, jadi semua pekerjaan daat dikerjakan dengan cepat. Ide-ide menulis keluar pada saat jam tersebut. 

Lewat jam tersebut, tubuh saya sudah letih dan otak saya sudah menurun stamina nya jadi saya gunakan untuk istirahat atau membaca buku, artikel atau majalah yang ringan-ringan. Jadi jangan heran jika di sekolah pada saat siang hari misalnya ada anak yang malas, capek, gak bergairah belajar. 

Ya mungkin saja ia tidak saat prime time nya. Jadi sebenarnya waktu belajar seseorang tidak bisa disamaratakan waktu nya. Ada bahkan sekolah yang membuat jadwal waktu tambahan UN hingga sore atau malam. Tentu ini menguras fisik, waktu dan saya yakin ini tidak efektif. Ingat kualitas lebih utama dari kuantitas. 

Dulu saya juga pernah diberikan jam tambahan hingga malam oleh bos saya yang menurut saya "keterlaluan". Masa malam hari ke sekolah belajar tambahan, bukan mengistirahatkan diri dan otak untuk esok hari. Bagi saya itu adalah pemimpin berilmu cetek yang tidak tahu konsep pendidikan. 

Cobalah untuk belajar dan bekerja dengan cerdas, jangan terlalu keras yang nantinya ujung-ujungnya malah jadi sakit masuk rumah sakit karena tidak bisa me-manage waktu.

Jadi jika anda ingin menciptkan suatu karya atau pekerjaan yang baik maka temukanlah prime time anda masing-masing. Karena bekerja saat waktu otak kita di jam maksimum akan menghasilkan sesuatu yang produktif. 

Satu lagi singkirkan gangguan yang menghambat waktu kerja anda seperti handphone. Fokus bekerja akan hilang jika sedikit-sedikit handphone, WA, BBM berdering setiap saat. Ingat Einstein bilang bahwa sukses itu adalah kombinasi antara belajar dan bermain bukan?. Jadi bekerja dan belajarlah dengan efektif mulai dari sekarang. Selamat berkarya.
Mau bimbel yang fleksibel dan murah?

Jumat, Februari 10

Jadwal Olimpiade Sains Nasional 2017

Jadwal Olimpiade Sains Nasional 2017

OSN atau Olimpiade Sains Nasional merupakan perhelatan yang ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi seluruh Indonesia. Ajang ini merupakan unjuk kemampuan siswa terbaik di sekolahnya di berbagai bidang. Tahun ini Kemdikbud sudah mengeluarkan jadwal untuk OSN SMA/MA yaitu sebagai berikut:

Seleksi Tingkat Kabupaten : Maret 2017
Seleksi Tingkat Propinsi : Mei 2017
Seleksi Tingkat Nasional :20-27 Agustus 2017 (di Pekanbaru)

Adapun bidang yang ditandingkan adalah
1. Matematika
2. Fisika
3. Biologi
4. KImia
5. TIK
6. Astronomi
7. Ekonomi
8. Kebumian
9. Geografi


Jumlah sasaran peserta adalah 720 orang, pendamping 34 orang, juri 150 ornag dan panitia 80 orang. Pekanbaru diberik amanah untuk menjadi tuan rumah OSN tingkat Nasional tahun ini dengan sebaran lokasi tempat pelaksanaan tes sebagai berikut:
1. Matematika = SMA 8 Pekanbaru
2. Fisika = SMA Cendana Pekanbaru
3. Kimia = SMA Plus Pekanbaru
4. Biologi = SMA Cendana Pekanbaru
5. TIK = Politeknik Caltex
6. Astronomi = SMA Cendana Pekanbaru
7. Ekonomi = Universitas Riau
8. Kebumian = SMA 8 Pekanbaru
9. Geografi = Politeknik Caltex dan SMA 8 Pekanbaru
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close