Guru Geografi: Penelitian Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Geografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 22

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Kualitatif Penelitan Geografi

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Kualitatif Penelitan Geografi

Dalam kegiatan penelitian geografi, maka salah satu hal terpenting adalah data. Data adalah keterangan suatu hal. 

Data bisa berupa statistik atau kata-kata. Seorang peneliti harus memahami tentang perbedaan data tersebuat agar tidak salah saat menganalisisnya nanti.

Syarat data penelitian yang baik adalah berikut:
1. data harus objektif atau tidak dimanipulasi dan harus sesuai kenyataan sebenarnya. Tujuannya agar mampu menghasilkan perhitungan dan analisis akurat.
2. data harus dapat mewakili semua kondisi.
3. memiliki tingkat kesalahan yang kecil.
4. harus tepat waktu.
5. relevan atau berkaitan dengan rumusan masalah penelitian.

Data penelitian geografi dapat diklasifikasikan menurut sifatnya yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.
1. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data informasi yang berbentuk statistik bilangan, angka sehingga dapat diolah atau dianalisis dengan suatu metode perhitungan matematika statistik. Data kuantitatif digunakan dalam penelitian yang bertujuan mengetahui kuantitas atua besaran dari suatu objek penelitian.
 
Data kuantiatif bersifat nyata sehingga peneliti harus benar-benar teliti untuk mendapatkan keakuratan data dari objek yang akan diteliti. Contoh data kuantitatif geografi adalah data ketinggian lokasi pemukiman, data curah hujan harian kota Bogor dan data pertumbuhan penduduk selama 5 tahun.
Contoh data kuantitatif geografi
2. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data informasi dalam bentuk kata-kata yang didapat dari berbagai macam teknik pengumpulan data seperti wawancara. Data kualitatif dapat diartikan juga sebagai gambaran kualitas, ciri, sifat atau keadaan suatu objek.

Gambar yang didapat dari hasil pemotretan atau rekaman video termasuk data kualitatif. Data kualitatif bersifat abstrak sehingga peneliti harus memahami kualitas objek yang akan diteliti. Contoh data kualitatif geografi adalah kualitas penduduk usia remaja di Desa Cimanuk. Data kualitatif banyak digunakan dalam penelitian sosial.

Menurut sumbernya, data penelitian dibedakan menjadi data primer dan data sekunder.
1. Data primer
Data primer adalah data yang didapat dari sumber asli atau pertama. Data primer dikumpulkan sendiri oleh peneliti sehingga bersifat baru. Contoh data primer geografi adalah data hasil wawancara mengenai sikap penduduk terhadap proyek jalan tol di Desa Tegalrejo.

2. Data sekunder
Data sekunder dalah data yang didapat dari berbagai sumber seperti instansi pemerintah, buku materi, website, jurnal, laporan atau perpustakaan. Contoh data sekunder geografi adalah citra satelit tentang perubahan lahan di Jabodetabek. Contoh data sekunder lainnya adalah hasil penelitian kualitas sungai Ciliwung di tahun 1990an di departemen lingkungan hidup.

Rabu, Oktober 21

Perbedaan Penelitian Eksploratif, Deskriptif dan Eksplanatif

Perbedaan Penelitian Eksploratif, Deskriptif dan Eksplanatif

Kegiatan penelitian atau research adalah suatu serangkaian proses untuk menemukan jawaban atas suatu permasalah di atas permukaan bumi.

Dalam geografi, berbagai permasalahan kini semakin bervariatif terjadi di geosfer. Hal ini menjadi bahan kajian penelitian para geograf.

Setiap penelitian tentu memiliki tujuan tertentu seperti ada yang mencari hubungan interaksi antar elemen geosfer, menjelaskan permasalahan geosfer dan menemukan penyebab terjadinya fenomena geosfer.

Berdasarkan tujuannya, penelitian geografi dibagi menjadi penelitian eksploratif, penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatif.

a. Penelitian eksploratif
Penelitian eksploratif, teknik perolehan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka sehingga didapat suatu hipptesa atau kesimpulan. Tujuan penelitian eksploratif adalah mengembangkan gagasan dasar/konsep tentang suatu topik permasalahan yang baru atau belum sama sekali diketahui asal usulnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksploratif adalah adalah mengetahui korelasi atau hubungan antar gejala/elemen geosfer dan menemukan data empiris mengenai hubungan gejala-gejala tersebut untuk merumuskan hipotesa yang berkualitas.

Hipotesa kemudian diuji melalui metode tertentu untuk dilihat sejauhmana kebenarannya.

b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif lebih menekankan pada penjelasan tentang sebab asal muasal masalah geosfer sesuai fakta dan hasil penelitiannya disajikand alam bentuk deskripsi skema atau alur sistematika dalam pemecahan masalah penelitian. Penelitian deskriptif adalah kelanjutan dari penelitian eksploratif.

c. Penelitian eksplanatif
Penelitan eksplanatif menekankan pada pengujian hipotesa untuk menemukan sebab permasalahan geosfer. Tujuannya untuk mengaitkan pola-pola yang memiliki keterkaitan dan menghasilkan pola sebab akibat dalam memecahkan permasalahan geosfer.
Longsor adalah contoh permasalahan geosfer di Indonesia
 
Berikut ikhtisar singkat mengenai perbedaan ketiga penelitian diatas:
1. Penelitian ekploratif
- menggali topik baru (what)
- tujuannya mendapatkan informasi mengenai permasalahan geosfer atau keadaan tertentu di permukaan bumi.

2. Penelitian deskriptif
- menggambarkan suatu fenomena, siapa yang terlibat (who)
- mencari data lebih rinci yang terhadap suatu fenomena meski informasi dasar tersedia.

3. Penelitian eksplanatif
- menjelaskaan mengapa sesuatu terjadi (why)
- mencakup analisis hubungan sebab akibat suatu fenomena
- analisa dapat didasarkan pada hipotesa awal.

Senin, Agustus 31

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Geografi (PPT)

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Geografi (PPT)

Membuat penelitian tindakan kelas atau classroom research adalah salah satu kewajiban seorang guru. Mengapa harus PTK?.

Sejarah awal mula PTK adalah untuk mencari solusi terhadap masalah sosial yang berkembang di masyarakat.

Namun pada akhirnya PTK dimasukan ke dalam dunia pendidikan sebagai penelitian terapan dengan maksud meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas.

Jadi guru saat ini adalah pengajar sekaligus peneliti juga. PTK akan mengangkat masalah-masalah aktual dan faktual yang dihadapi guru di lapangan.

PTK memiliki karakter agak berbeda jika dibandingkan dengan penelitian pada umumnya. PTK lebih mengarah pada jenis penelitian kualitatif dan eksperimen.

Dikatakan kualitatif karena pada saat data dianalisa menggunakan pendekatan kualitatif bukan hitungan statistik.
Proposal PTK Geografi
Dikatakan eksperimen karena PTK diawali dengan perencanaan dan adanya perlakuan terhadap subjek penelitian dan adanya evaluasi terhadap hasil yang dicapai sesudah adanya perlakuan.

Dilihat dari karakteristiknya, PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain:
(1) didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional;
(2) adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya;
(3) penelitian sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi;
(4) bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional;
(5) dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.

Jadi sederhananya, PTK adalah cara guru menyelesaikan permasalahan dalam kegiatan belajar bersama siswanya.

Saat ini banyak sekali guru yang mengeluh tentang pembuatan PTK, apalagi guru PNS yang seharusnya udah dibayar gede sampai pensiun pula.

PTK tidak perlu terlalu rumit, setiap hari kita bercengkerama dengan siswa dan pastinya tahu apa kejadian, permasalahan yang sering kita jumpai.

Membuat PTK selain sebagai syarat kenaikan pangkat juga sebagai sarana ibadah memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.

Berikut ini contoh proposal PTK yang pernah saya buat saat kegiatan sertifikasi guru dalam jabatan.



Sabtu, Juli 25

50 Judul Karya Ilmiah (Penelitian) Geografi SMA

50 Judul Karya Ilmiah (Penelitian) Geografi SMA

Karya tulis atau ilmiah adalah suatu tulisan hasil penyelidikan atau penelitian yang dilakukan seseorang untuk kepentingan tertentu.

Di kelas 10 SMA pada mata pelajaran geografi, siswa sudah dikenalkan dengan materi karya ilmiah agar mereka memiliki panduan dasar untuk meneliti di kemudian hari.

Berbagai fenomena geosfer kini semakin bervariasi dari waktu ke waktu dan membutuhkan penyelidikan lebih dalam agar dapat dipecahkan dan ditemukan solusinya.

Sebelum membuat karya tulis, siswa akan menentukan topik dan judul penelitian terlebih dahulu. Topik dan judul penelitian ini bisa didapat dari hasil observasi atau pengalaman.

Bagi sebagian siswa, menulis karya ilmiah pasti sulit bahkan dalam menentukan judul dan memilih topiknya pun sama sulitnya. Memang diperlukan pendampingan dan diskusi untuk mendapatkan judul karya ilmiah geografi yang baik.

Untuk mempermudah kalian mendapatkan ide, di postingan ini saya berikan contoh 100 judul penelitian atau karya tulis geografi. Dengan melihat judul-judul ini diharapkan kamu bisa menemukan ide yang berkaitan dengan judul tersebut.

Ingat prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Bisa jadi permasalahan sama pada semua daerah, tapi tentu variabel-variabelnya bisa berbeda. Diskusikan varibel penelitian dengan guru. Selamat menikmati.
Contoh judul karya tulis geografi

1. Kajian potensi geowisata mangrove di Desa Kaliasal
2. Dampak media sosial terhadap pola belajar siswa di SMA Kemukus
3. Efektifitas google classroom terhadap hasil belajar geografi di kelas X
4. Dampak pembangunan pabrik pakan ternak terhadap lingkungan di desa Tirto
5. Pengaruh jarak rumah ke sekolah terhadap motivasi belajar siswa di sekolah
6. Efektivitas Aplikasi Google Earth Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Geografi
7. Analisis Korelasi Jenis Tanah Terhadap Komoditas Pertanian di Desa Maju
8. Pengaruh pembangunan jalan trans terhadap kondisi perekonomian masyarakat
9. Profil keluarga petani tambak garam di Desa Nelayan
10. Dampak kekeringan terhadap perekonomian masyarakat di Desa Muktiraja
11. Analisis kesesuaian lahan dengan kegiatan pertanian di Desa Sanghyang
12. Profil Usaha Kecil Mikro Menengah di Desa Sindang
13. Pengaruh kondisi lahan terhadap kehidupan sosial masyarakat di Desa Bantarujeg
14. Kajian kerentanan erosi di Desa Bandang
15. Pengaruh ruang terbuka hijau perumahan terhadap kondisi sosial masyarakat
16. Studi kemacetan lalu lintas di Kecamatan Bodong
17. Profil penambang galian C di Desa Makmur
18. Potensi produk unggulan berbasis pertanian di Desa Sikayak
19. Analisis korelasi tingkat kompetensi guru terhadap hasil UNBK di SMA Jaya
20. Studi pengelolaan sampah organik di Desa Leuwianyar
21. Pemanfaatan biogas sembagai sumber energi ramah lingkungan di Desa Pundong
22. Pengaruh game online terhadap hasil belajar geografi di SMA Unggul
23. Dampak perceraian terhadap motivasi belajar anak di Desa Bungul
24. Analisa tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Merapi dalam mewasapadai Erupsi
25. Pengaruh struktur dan bahan konstruksi rumah terhadap ancaman gempa bumi di Desa Lindu
26. Pemanfaatan Situ Cicerem sebagai sumber kehidupan di Desa Kadu
27. Pemetaan daerah rawan bencana tanah bergerak di Desa Malausma
28. Fenomena alih profesi petani di Desa Sindangjaya
29. Studi pemukiman kumuh di Kecamatan Balatak Kota Cicago
30. Kearifan lokal masyarakat Kampung Naga Jawa Barat
31. Potensi budidaya ikan cupang di Desa Caringin
32. Pengaruh pola kerja terhadap angka harapan hidup di Desa Panjang Umur
33. Studi kerentanan banjir di wilayah desa Cimedang
34. Analisis gaya belajar siswa di SMA N 5 Kutabarang
35. Profil Kampung Marketer di Desa Milenialsukoco
36. Potensi rawa sebagai sumber energi di Kecamatan Barito
37. Fenomena pernikahan dini di Desa Kawin Wae
38. Pengaruh perkembangan medsos terhadap pergerakan omset UMKM di Desa Kobra
39. Pengaruh posisi bangku siswa terhadap hasil belajar di kelas X IPA
40. Dampak perundungan terhadap mental anak di SMA Joyo
41. Kondisi tata guna lahan di Desa Ciampea
42. Profil pedangan asongan di terminal Harjamukti Cirebon
43. Studi Pelayanan Pasar Padayungan Kota Tasikmalaya
44. Studi Kreatifitas Guru Geografi Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Di Kota Banjar
45. Analisis Tingkat Polusi Udara Terhadap Kesehatan Masyarakat Kecamatan Cisaat
46. Analisis Tingkat Kesukaran Materi Geografi Berdasarkan Persepsi Siswa di SMA Tomo
47. Kajian eksistensi permainan tradisonal di Desa Tungging
48. Potensi Agroindustri di Desa Umbul Ponggok
49. Profil pengrajin anyaman bambu di kecamatan Rajapolah
50. Pengaruh Penggunaan Aplikasi Ruangguru Terhadap Hasil Belajar Siswa 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika atmosfer

Kamis, Desember 14

Isi dan Sistematika Makalah Geografi

Isi dan Sistematika Makalah Geografi

Makalah merupakan salah satu jenis karya tulis yang sering dibuat oleh siswa atau mahasiswa. 

Makalah haru semngandung permasalahan yang menuntut pemecahan, metode pemecahan masalah, hasil pemecahan masalah dan kesimpulan. Lalu bagaimana sistematika makalah geografi itu?. 

Aturan penulisan makalah sama dengan penulisan karya ilmiah. Menurut metode pemecahan masalahnya, makalah dibedakan menjadi makalah deduktif dan makalah induktif. 

Makalah deduktif pemecahan masalahnya didasarkan atas pemikiran rasional atau melalui kajian kepustakaan. Makalah induktif pemecahan masalahnya didasarkan pada pemikiran empirik melalui data dan fakta yang ditemui di lapangan. 

Setiap makalah harus diberi judul. Judul makalah harus singkat namun mencerminkan isi yang terkandung di dalamnya. Judul yang jelas mengacu pada permasalahan. Sistematika makalah geografi secara sederhana adalah sebagai berikut:
Isi dan Sistematika Makalah Geografi
Makalah geografi
1. Pendahuluan
Pendahuluan digunakan sebagai pengantar agar pembaca memiliki gambaran tentang isi makalah itu. Pendahuluan juga mengandung latar belakang, maksud dan tujuan, metode dan prosedur penulisan, isi  makalah dan sumber yang digunakan.

2. Permasalahan
Pada bagian ini, dijelaskan pentingya tema atau judul makalah, perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan yang mendasar (5 W + 1 H) dan batasan lingkup masalah. Batasan masalah harus jelas agar isi makalah tertaget dan tidak kemana-mana pembahasannya.

3. Pembahasan masalah
Dalam bagian ini dibahas dan diuraikan secara sistematik beberapa alternatif pemecahan masalah. Argumentasi jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan juga ada di bagian ini. 

makalah deduktif, alternatif jawaban didukung dengan jawaban dari beberapa teori ilmiah dan pendapat para ahli. Oleh karenanya perlu disertakan kutipan-kutipan dari berbagai literatur yang dijadikan sumber penulisan. 

Pada makalah induktif, jawaban didasarkan pada bukti empirik yang diperoleh dari lapangan, baik dari hasil penelitian sendiri maupun hasil penelitian orang lain sebelumnya yang relevan.

4. Simpulan dan saran
Simpulan adalah sintesis dari semua alternatif jawaban yang telah dibahas. Simpulan bukan ringkasan jawaban tapi generalisasi dari semua alternatif jawaban. Simpulan harus konsepsional dalam bentuk pertanyaan ilmiah. 

Saran yang diajukan harus didasarkan apda hasil pembahasan dan simpulan bahasan. Saran yang diajukan harus konsepsional, bukan teknis operasional dan memperhatikan kepada siapa saran itu ditujukan.

Penutup makalah adalah daftar pustaka. Jika ada lampiran gambar, tabel, foto dll diletakkan setelah dafra pustaka. Di bagian awal setelah judul ada abstrak, kata pengantar dan daftar isi. Abstrak adalah ikhtisar semua makalah dalam satu halaman. 
Gambar: disini

Selasa, Juli 25

Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuannya

Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuannya

Ada banyak jenis penelitian yang digunakan untuk memecahkan sebuah permasalahan. Siswa SMA kini sudah mulai diarahkan untuk melakukan penelitian dalam pembelajarannya. 

Model saintifik saat ini paling tepat untuk mengasah kemampuan analisa anak. Selitiz dan Hyman mengemukakan bahwa penelitian dapat diklasifikasikan menurut tujuannya. Berikut penjelasannya:

1. Penelitian yang bersifat menjelajah atau eksploratif
Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sebuah gejala atau fenomena tertentu. 

Penelitian ini juga dapat bertujuan untuk medapatkan ide-ide atau formula baru mengenai suatu gejala dengan maksud untuk merumuskan hipotesa tertentu karena belum ada referensi untuk mendeduksi hipotesa. 

Biasanya penelitian ini akan mendapatkan sebuah penjelasan baru mengenai suatu fenomena. Baca juga: Faktor cuaca iklim suatu tempat

2. Penelitan yang bersifat deskriptif
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan atau gejala khusus dalam masyarakat dan deskripsi fenomena alam. 

Penelitian jenis ini dapat memiliki atau tidak memiliki hipotesa tergantung dari ada tidaknya pengetahuan tentang masalah yang bersangkutan. 

Penelitian ini biasanya disebut juga sebagai taxonomic research dan dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia
 
Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan
Ayo meneliti!
3. Penelitan yang bersifat menerangkan
Penelitian explanatory ini bertujuan untuk menguji hipotesa tentang adanya sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti. Hipotesa merupakan titik pangkal langkah-langkah penelitian selanjutnya. 

Hipotesa itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel, untuk mengetahui apakah sesuatu variabel berasosiasi dengan variabel lain; atau apakah sesuatu variabel dipengaruhi oleh ada tidaknya variabel lain.

Baca juga:
Hati-hati servis motor di bengkel
Benarkah geografi itu pelajaran sulit?

4. Penelitian eksperimen
Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk menguji hipotesis tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan variabel penelitian. Pelaksanaannya memerlukan konsep dan variabel yang jelas dan pengukuran yang cermat. 

Pada penelitian eksperimen peneliti secara sengaja memanipulasi suatu variabel kemudian memeriksa efek atau pengaruh yang ditimbulkannya. Baca juga: Terbentuknya arus laut di bumi

5. Penelitian tindakan 
Penelitian ini disebut juga action research. Dalam penelitian ini peneliti tidak hanya melakukan penelitian sampai pada kesimpulan mengenai hubungan antar variabel namun juga meneliti sampai action hubungan antar variabel. 

Ciri utama dari penelitian tindakan adalah untuk memperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan. Baca juga: Geologi patahan lembang Bandung

Gambar: disini

Senin, Mei 1

Alur Menyusun Latar Belakang Skripsi/Karya Tulis

Alur Menyusun Latar Belakang Skripsi/Karya Tulis

Membuat karya tulis merupakan salah satu kewajiban bagi siswa masa kini. Emang seberapa penting sih karya ilmiah itu?. Karya tulis atau karya ilmiah merupakan tulisan yang dihasilkan seseorang dari hasil penelitiannya, uji lab, observasi atau studi pustaka MENURUT kaidah keilmuan yang berlaku. 

Jadi menyusun sebuah karya tulis itu ada pedomannya ya, jangan asal-asalan. Dari mulai judul hingga daftar pustaka semua ada aturannya.

Pada kurikulum K13, dalam materi geografi kini ada keterampilan membuat karya tulis. Tentu ini sesuatu yang baik karena pemahaman akan karya tulis harus dimulai dari jenjang SMA agar saat kuliah nanti tidak kerepotan. Membuat karya tulis juga mengasah critical thinking siswa sehingga ia menjadi researcher yang handal.

Baik, kali ini sesuai judul postingan saya akan berikan tips bagaimana membuat latar belakang sebuah karya tulis. Bagi beberapa siswa atau mahasiswa, membuat latar belakang penelitian masih menjadi suatu hal yang membingungkan. 

Padahal latar belakang adalah fondasi utama dari penelitian itu sendiri. Kalau ga ada latar belakang ya ngapai bikin penelitian?. Sekedar pengalaman saja, dulu ada teman saya yang bahkan membuat latar belakang setelah penelitian beres jadi dari belakang dulu. Haduh,,,

Latar belakang merupakan bagian dari Pendahuluan yang berada di bab 1. Untuk anak SMA, biasanya saya hanya menargetkan ia mampu maksimal menulis latar belakang maksimal 2 halaman saja. 

Banyak anak yang memang bingung tentang apa yang harus ia tulis di latar belakang. Kuncinya adalah observasi dan literasi. Semakin banyak kamu membaca, jalan-jalan maka pasti kamu akan banyak mendapatkan masalah di lapangan. Nah, masalah inilah yang menjadi latar belakang penelitian tadi.

Latar belakang pada prinsipnya adalah "SEBAB-SEBAB" yang menjadi landasan kamu merencanakan penelitian. Dalam latar belakang biasanya akan dijelaskan kondisi-kondisi berupa data statistik, data observasi, gambar dan hasil penelitian sebelumnya yang mendukung terhadap judul tulisan yang akan kamu buat. 

Jadi perisapkanlah senjata berupa data pendukung yang membuat kamu yakin bahwa ada sesuatu yang ganjil di lapangan yang ingin kamu pecahkan.

Menyusun latar belakang karya tulis akan menggunakan kaidah alur deduktif atau menjelaskan dari aspek Umum ke Khusus. 

Ambil contoh saja skripsi saya dulu tahun 2010 yang berjudul "Kajian Geografi Fungsi Pelayanan Pasar Padayungan di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya". Maka jika dikerucutkan, pola latar belakang yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Alur Penulisan Latar Belakang Karya Ilmiah
Teori yang saya gunakan untuk penelitan tersebut dalah Central Place Christaller. Jadi saya menganalisa range dan threshold dari pasar tersebut. Data penujang lain adalah dari kuesioner pelanggan dan pedagang. 

Jadi jika kamu ingin biasa membaut karya tulis yang baik maka belajarlah membuat terlebih dahulu latar belakang yang baik.

Rabu, Maret 1

Sifat Penelitian Kualitatif

Sifat Penelitian Kualitatif

Bagi seorang mahasiswa, tentu sidah akrab dengan yang namanya penelitian atau research. Seorang mahasiswa tidak akan lulus kuliah kalau belum melaksanakan penelitian di semester akhir. 

Ada dua jenis penelitian yang umum dilakukan oleh seorang mahasiswa yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. 

Penerapan metode penelitian sangat bergantung pada pertanyaan penelitian dan judul yang diajukan sebelumnya. Tidak semua hal atau fenomena dapat diteliti dengan metode penelitian kuantitatif. 

Oleh sebab itu metode penelitian kualitatif menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah khususnya yang berkaitan dengan masalah sosial atau budaya. Lalu, penelitian kualitatif cocok untuk apa saja?. Berikut ini gambarannya:
Sifat Penelitian Kualitatif
Add caption
a. Penelitian kualitatif sangat cocok diaplikasikan jika penleitan bertujuan untuk memahami makna yang mendasari munculnya pola tingkah laku manusia. Sebaliknya penelitian kualitatif kurang cocok diterapkan bila penelitian bertujuan untuk mengamati tingkah laku manusia. 

b. Penelitian kualitatif cocok digunakan jika penelitian itu sering mendeskripsikan latar dan interaksi yang kompleks dari partisipan atau masyarakat. Di sisi lain penelitian kualitatif kurang cocok diterapkan jika penelitian dimaksudkan untuk mencari variabel yang punya pengaruh paling kuat terhadap perilaku masyarakat.

c. Pendekatan kualitatif cocok digunakan pada penelitian yang bertujuan memahami keadaan yang terbatas jumlahnya dengan fokus mendalam, detail dan rinci. Sebaliknya penelitian kualitatif kurang tepat digunakan jika tujuan untuk menjelaskan banyak fenomena dengan fokus luas.

d. Pendekatan kualitatif cocok diterapkan pada penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi atau menemukan informasi baru. Sebaliknya penelitian kualitatif kurang tepat digunakan jika tujuan untuk meringkas/menyimpulkan apa yang telah ada di masyarakat.

e. Penelitian kualitatif cocok diterapkan untuk mendeskripsikan gejala dan produknya nanti adalah sebuah teori atau hipotesis baru.

f. Penelitian kualitatif cocok digunakan pada penelitian yang memuat maslaah variabel-variabel menurut pandangan dan definisi responden. Sebaliknya penelitian kualitatif kurang cocok digunakan untuk meneliti jawaban tentang variabel yang sudah disusun oleh peneliti (hipotesa peneliti).

Simpulannya, penelitan kualitatif lebih fokus pada ketepatan dan kecukupan data. Kajian utama ada pada validitas data yaitu kesesuaian antara apa yang dicatat sebagai data dan apa yang sebenarnya terjadi pada lingkungan yang diteliti. Jadi seorang mahasiswa harus paham terlebih dahulu tentang perbedan metodologi penelitian agar tidak salah menggunakannya nanti di lapangan. 
Sumber: Baging Haryanto. Metode Penelitian Sosial, www.maction.in

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close