Guru Geografi: Rangkuman - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Rangkuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rangkuman. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 20

Rangkuman IPS Kelas 7 Bab Ruang dan Interaksi Antarruang

Rangkuman IPS Kelas 7 Bab Ruang dan Interaksi Antarruang

Manusia hidup di ruang yang disebut dengan planet Bumi bersama mahluk hidup lainnya. Setiap ruang permukaan bumi punya karakteristik masing-masing.

Jika kamu pergi ke pegunungan tentu akan berbeda suasananya saat pergi ke pantai bukan?. Nah ruang juga tidak statis alias berinteraksi satu sama lain. Berikut ini contoh rangkuman bab ruang dan interaksinya.

1. Ruang permukaan bumi tersusun atas daratan, perairan dan udara. Ruang mencakup lapisan tanah dan batuan sampai lapisan tertentu yang menjadi sumber daya kehidupan.

2. Interaksi ruang dapat berupa pergerakan manusia, barang, jasa, informasi, ide dan lainnya dari daerah asal menuju daerah tujuan.

3. Faktor terbentuknya interaksi ruang adalah wilayah yang saling melengkapi (complementarity), kesempatan intervensi (intervening oppportunity) dan kemudahan transfer (transfer ability).

4. Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi dalam bentuk datar dan diperkecil menurut skala tertentu.

5. Indonesia terletak pada 6⁰ LU - 11⁰ LS dan 95⁰ BT - 141⁰ BT sehingga berada pada wilayah beriklim tropis.

6. Lokasi geografis Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia serta dua samudera yaitu Pasifik dan Hindia.

7. Ciri iklim tropis Indonesia antara lain intensitas penyinaran tinggi, curah hujan relatif tinggi, kelembaban tinggi, amplitudo suhu harian rendah.

8. Angin muson barat membawa musim penghujan di Indonesia sementara angin muson timur membawa musim kemarau di Indonesia.

9. Bentuk ruang permukaan bumi Indonesia terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, gunung api, pegunungan lipatan.

10. Faktor dinamika penduduk adalah kelahiran, kematian dan migrasi.

11. Kondisi kependudukan Indonesia dapat dilihat secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif jumlah penduduk Indonesia tinggi dan sebarannya tidak merata. Secara kualitatif penduduk Indonesia masih di bawah standar dunia dalam hal pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

12. Penduduk Indonesia mayoritas bergerak di bidang primer atau agraris. Pertanian di Indonesia terbagi menjadi pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering.

13. Indonesia memiliki keberagaman suku bangsa, etnis, budaya yang tinggi di dunia. Ras dominan di Indonesia adalah Mongoloid dan Melanesia.

14. Secara geologi, Indonesia berada di zona batas lempeng aktif yaitu Indo Australia, Eurasia dan Pasifik.

15. Dampak lokasi geologi Indonesia adalah kaya akan sumber bahan galian, tanah subur dan banyak gunung api. Dampak negatifnya Indonesia rawan bencana erupsi, longsor, tsunami.

16. Indonesia memiliki 3 zonasi fauna yaitu Asiatis, Peralihan dan Australis.

17. Indonesia berada pada zona segitiga terumbu karang dunia. Terumbu karang berasal dari hewan polip yang hidup di dsaar laut dangkal dengan sinar matahari melimpah.

18. Interaksi antarruang jika dikelola maksimal akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Jangan lupa cek juga latihan soal ulangan bab ruang dan interaksi antarruang di chanel youtube guru geografi di bawah ini!.

Minggu, Agustus 8

Rangkuman Wilayah dan Teori Perkembangan Negara

Rangkuman Wilayah dan Teori Perkembangan Negara

Wilayah, pembangunan dan negara adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena merupakan suatu kesatuan. Pembangunan wilayah adalah suatu usaha untuk meningkatkan nilai guna wilayah sehingga berdampak pada peningkatan kemakmuran rakyat.

Berikut ini adalah rangkuman materi wilayah dan perkembangan negara. Silahkan dicermati dan jangan lupa share ke teman-teman lain.

1. Pengertian region lebih dititikberatkan sebagai suatu wilayah yang mempunyai ciri-ciri keseragaman gejala internal (internal uniformity) yang membedakan wilayah yang bersangkutan dari wilayah lainnya.

2. Region dapat juga dilihat sebagai bagian dari suatu sistem yang lebih menekankan pada bagaimana suatu region saling berhubungan dengan region lain, dalam hal ini region tersebut disebut functional region.

3. Hubungan antar region dalam hal ini negara yang berbeda tingkat kemajuannya,mempunyai kecenderungan negara yang kurang maju secara relatif akan lebihb ergantung (interdependency) kepada negara maju.

4. Ada tiga kelompok teori perkembangan wilayah, yakni: (1) mashab historis antara lain teori Friedrich List, Karl Bucher, dan W.W. Rostow; (2) mashab analitis antara lain teori Adam Smith, Harrod Domar, dan Solow Swan; dan (3) gabungan mahzab historis dengan mahzab analitis, seperti teori Schumpeter dan lain-lain. Beberapa teori tersebut adalah: Control Theories, Teori Ketergantungan, Teori Perkembangan Wilayah dari Rostow, dan Teori Tiga Gelombang dari Toffler.

5. Control theories meliputi dua teori, yaitu (1) determinisme lingkungan alam, dan (2) determinisme kebudayaan.

6. Teori Ketergantungan pada prinsipnya beranggapan bahwa keterbelakangan (under development) yang dialami negara-negara berkembang bermula pada saat masyarakat negara tersebut tergabung (incorporated) ke dalam sistem ekonomi dunia kapitalis, sehingga masyarakat negara berkembang kehilangan otonominya dan menjadi negara "pinggiran" dari daerah-daerah metropolitan kapitalis.

7. Teori Rostow dikenal dengan istilah The Stages of Economic Growth. Dalam teori tersebut diungkapkan bahwa setiap negara di dalam perkembangannya akan melalui tahapan-tahapan yang sama, yakni melalui 5 fase berturut-turut: masyarakat tradisional, prakondisi untuk lepas landas, lepas landas, gerakan ke arah kedewasaan, dan masa konsumsi tinggi.

8. Teori Tiga Gelombang Alfin Toffler mengungkapkan bahwa ada tiga gelombang peradaban manusia, dalam hal ini peradaban masyarakat di negara-negara berkembang masih condong pada gelombang I dan II, sedangkan peradaban bangsa-bangsa yang telah maju terutama berada dalam gelombang II dan III.

9. Model ekonomi Clark-Fisher mengenai transformasi struktural ekonomi suatu negara adalah pergeseran tenaga kerja dan investasi dari sektor primer ke sektor sekunder dan kemudian ke sektor tersier/kuartener.

10. Teori Hollis Chenery dan Moises Syrquin menyatakan bahwa pembangunan dapat dipandang sebagai suatu proses transisi multidimensi yang mencerminkan hubungan antar berbagai proses perubahan didalam suatu negara. 

11. Teori dari Arthur Lewis disebut juga teori migrasi dimana Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu perekonomiant radisional di pedesaan yang didominasi sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama yang tingkat produktivitasnya tinggi. 

12. Todaro dan Smith menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara ditunjukkan oleh tiga nilai pokok yaitu :1.Berkembangnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (sustence) 2. Meningkatnya rasa harga diri (self-esteem) masyarakat sebagai manusia 3.Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memilih (freedom for servitude)yang merupakan salah satu hak asasi manusia.
Model ekonomi Clark Fisher

Minggu, Mei 2

Rangkuman Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana

Rangkuman Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana

Setiap wilayah di permukaan bumi ini memiliki kerentanan bencana yang berbeda-beda karena faktor fisiografis dan sosial yang tidak sama. Manusia dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi wilayahnya agar dapat meminimalisir resiko bencana.

Indonesia sendiri memiliki kerentanan bencana alam terutama yang bersifat geologi dan hidrometeorologi. Hal ini terkait posisi Indonesia yang berada di batas subduksi lempeng tektonik dan memiliki lautan luas dengan pengaruh angin muson dan gejala atmosfer global lain.

Berikut ini rangkuman materi mitigasi bencana, semoga bermanfaat. Jangan lupa banyak berlatih soal-soalnya. Link soal ada di bawah artikel ini.

1. Bencana (Disaster) dapat diartikan sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam maupun manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan psikologis.

2. Berdasarkan penyebabnya bencana dapat dikategorikan menjadi bencana alam, bencana sosial dan bencana campuran.

3. Faktor yang menambah kerentanan terhadap bencana di Indonesia antara lain lokasi yang berbahaya, kemiskinan, urbanisasi, kerusakan lingkungan, perubahan budaya dan kurangnya kesdaran masyarakat.

4. Tahapan penanggulangan bencana terbagi menjadi empat fase yaitu Pencegahan dan Mitigasi, Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat, dan Pasca Bencana.

5. Rehabilitasi bencana adalah kegiatan perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau  masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama   untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada  wilayah  pascabencana. 
 
6. Rekonstruksi bencana adalah perumusan kebijakan dan usaha serta langkah-langkah nyata   yang   terencana baik, konsisten dan berkelanjutan untuk membangun kembali secara permanen semua prasarana, sarana dan sistem kelembagaan, baik di tingkat pemerintahan maupun masyarakat, dengan   sasaran utama tumbuh berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran dan partisipasi  masyarakat  sipil dalam segala  aspek  kehidupan  bermasyarakat di wilayah pasca bencana. 

7. Bencana Geologi adalah semua peristiwa atau kejadian di alam yang berkaitan dengan siklus-siklus yang terjadi di bumi atau segala sesuatu yang disebabkan oleh faktor-faktor geologi.

8. Contoh bencana geologi adalah gempa, erupsi, longsor dan tsunami

9. Bencana meteorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, angin.

10. Contoh bencana meteorologi adalah banjir, banjir bandang, banjir rob, angin puting beliung, longsor, kekeringan.
Perbandingan kejadian bencana geologi dan hidrometeorologi Indonesia
11. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.

12. Kerentanan (vulnerability) adalah rangkaian kondisi yang menentukan apakah bahaya (baik bahaya alam maupun bahaya buatan) yang terjadi akan dapat menimbulkan bencana (disaster) atau tidak.

13. Resiko bencana bisa diminimalisir dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah.

14. Bahaya bencana terdiri atas bencana alam, bencana teknologi, bencana perang/terorisme dan bencana biologi.

15. Bencana adalah perwujudan dari tinggi rendahnya resiko.

16. Mitigasi bencana terdiri atas mitigasi non struktural, mitigasi struktural dan mitigasi hibrida.

17. Dalam dekade terakhir di Indonesia, bencana hidrometeorologi lebih sering terjadi dibandingkan bencana geologi.

18. Kearifan lokal dapat membantu masyarakat mengurangi resiko bencana.

19. Kearfian lokal adalah nilai-nilai tradisional yang diwariskan turun-temurun pada suatu masyarakat dan berasal dari pengetahuan masyarakat tersebut terhadap lingkungannya.

20. Pengurangan risiko bencana merupakan salah satu tujuan dari kebijakan-kebijakan dan rencana-rencana yang berhubungan dengan lingkungan hidup, termasuk untuk pengelolaan sumber daya alam, tata guna lahan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Selasa, Maret 9

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Ketahanan Pangan

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Ketahanan Pangan

Indonesia merupakan negara agraris dengan mayoritas penduduk bergerak di bidang pertanian. Sejak jaman nenek moyang, masyarakat kita sudah terbiasa mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian.

Kondisi pangan Indonesia sejatinya tidak akan rapuh jika melihat potensi agraris di seluruh wilayah. Akan tetapi ketahanan pangan setiap wilayah kini mulai terancam karena faktor alam maupun non alam.

Krisis pangan seringkali terjadi dan harga-harga sering melonjak pada saat tertentu dan kadang stok pangan hilang di pasaran. Hal ini akan berdampak pada pemenuhan pangan masyarakat.
 
Jagung sumber karbohidrat pengganti beras
Berikut ini rangkuman materi bab ketahanan pangan kelas 11, semoga bermanfaat.

1. Ketahanan Pangan menurut UU No. 18/2012 adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

2.  Kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

3. Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.

4. Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

5. Faktor ketahanan pangan nasional diantaranya kondisi cuaca dan iklim, kondisi ekonomi, politik, sosial dan keamanan, sarana dan prasarana, teknologi, luas lahan.

6. Tiga komponen kebijakan ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan kualitas makanan dan nutrisi.

7. Lahan pertanian terbagi menjadi lahan sawah dan lahan pertanian bukan sawah.

6. Lahan sawah terdiri dati lahan sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah pasang surut, sawah lebak dan polder.

7. Lahan pertanian bukan sawah adalah semua lahan pertanian selain lahan sawah, terdiri atas tegalan, ladang dan lahan sementara yang tidak diusahakan.
 
8. Tanaman hortikultura adalah tanaman yang dibudidayakan di kebun dengan beberapa macam tanaman seperti frutikultura, olerikultura, florikultura, biofarmaka.
 
9. Menurut kegiatan usahanya, perkebunan terbagi menjadi perkebunan rakyat dan perkebunan besar.
 
10. Komoditas pangan andalan Indonesia diantaranya padi, jagung, singkong, kedelai, sayuran dan buah-buahan tropis.
 
11. Perikanan budi daya adalah kegiatan untuk memproduksi biota akuatik di lingkungan terkendali dalam rangka mendapatkan keuntungan.
 
12. Komoditas perikanan tawar Indonesia diantaranya ikan mas, mujair, gurame, nila dan lele.
 
13. Komoditas budi daya perikanan laut Indonesia diantaranya rumput laut, mutiara, kerapu, kerang hijau, bandeng dan udang lobster.
 
13. Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya. 

14. Peternakan adalah usaha pmbudidayaan hewan ternak tertentu dengan tujaun pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

15. Ternak dikelompokkan menjadi kelompok ternak besar, ternak kecil, ternak unggas dan aneka ternak.

Senin, Maret 1

Rangkuman Bab Dinamika Hidrosfer

Rangkuman Bab Dinamika Hidrosfer

Permukaan bumi sebagiann besar merupakan wilayah perairan baik itu yang berada di laut maupun di darat. Air merupakan salah satu unsur terpenting dalam membentuk kehidupan mahluk di permukaan bumi. 
 
Peradaban manusia banyak bermula dari daerah yang memiliki sumber air baik itu dari pegunungan, sungai, danau maupun laut. Manusia pasti mendekati sumber air dalam menjalankan kehidupannya.
 
Air menjadi komponen utama dalam kegiatan manusia seperti rumah tangga, pertanian, industri hingga pariwisata. Dalam hal energi, air menjadi salah satu komponen utama pembangkit listrik.
 
Berikut ini rangkuman materi dinamika hidrosfer dan pemanfaatannya bagi kehidupan. Untuk contoh soal silahkan cek di link berikut: Soal hots hidrosfer 

Mekanisme siklus air
1. Siklus air (Water Cycle) adalah proses perputaran air di permukaan bumi mulai dari penguapan hingga kembali lagi ke permukaan. 
 
2. Proses siklus ari meliputi evaporasi, transpirasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, infiltrasi, perkolasi.
3. Perairan laut terdiri atas selat, laut dan samudera.
 
4. Perairan darat terdiri atas air tanah, gletser, sungai, danau, rawa.
 
5. Pola aliran sungai umumnya bertipe dendritik, trelis, rektangular, radial sentripetal, radial sentrifugal, pinnate, annular, deranged.
 
6. Perkembangan (Stadia) sungai terdiri dari 5 stadia yaitu stadia awal, stadia muda, stadia dewasa, stadia tua dan stadia peremajaan   
 
7. Berdasarkan asal airnya, sungai dapat digolongkan menjadi sungai mata air, sungai hujan dan sungai gletser.
 
8. Berdasarkan arah jurus dan kemiringan formasi batuan di bawahnya, sungai dibedakan menjadi sungai konsekuen, sungai subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen, sungai insekuen, sungai superposed dan sungai anteseden.
 
9. Daerah Aliran Sungai atau DAS (Watershed) dapat didefinisikan sebagai suatu daerah yang dibatasi oleh punggung/bukit dan semua curahan airnya mengalir ke sungai induk.
 
10. Berdasarkan proses pembentukannya, danau dapat dikategorikan menjadi danau tektonik, danau vulkanik, danau tektovulkanik, danau karst, danau glasial  dan danau buatan.  
 
11. Rawa merupakan daerah yang secara alami tergenang air karena sistem drainase yang buruk dan memiliki karakteristik ekosistem yang khusus.
 
12. Air tanah dapat diartikan sebagai air yang mengisi pori-pori tanah atau celah batuan di bawah permukaan tanah.
 
13. Lapisan tanah atau batuan yang mampu menyimpan dan meloloskan air tanah dinamakan aquifer.
 
14. Lapisan tanah atau batuan yang mampu menyimpan dan meloloskan air tanah dinamakan aquifer.
 
15. Berdasarkan proses terbentuknya, laut dibagi menjadi laut transgresi laut ingresi dan laut regresi.
 
16. Menurut lokasinya, laut dapat dikategorikan menjadi laut tepi, laut pedalaman dan laut  pertengahan. 
 
17. Berdasarkan kedalamannya laut diklasifikasikan menjadi empat wilayah yaitu zona litoral, zona neritik, zona batial, zona abisal.
 
18. Gelombang laut adalah gerakan naik turunnya air laut tanpa disertai oleh gerakan massa air tersebut.
 
19. Arus laut adalah pergerakan vertikal atau horizontal massa air laut untuk mencapai keseimbangan.
 
20. Upwelling adalah arus yang bergerak dari bawah menuju permukaan laut. Arus ini bersifat dingin dan kaya akan nutrien sehingga mengundang banyak ikan untuk berkumpul.  
 
21. Downwelling adalah arus yang bergerak dari atas laut ke bawah laut. Arus ini membawa banyak oksigen dari permukaan laut ke bawah.  
 
22. Pasang diartikan sebagai istilah dari keadaaan tinggi muka air laut. Pasang terbagi menjadi pasang naik dan pasang surut
 
23. Batas maritim Indonesia terdiri dari Landas Kontinen, Laut Teritorial dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).
 
24. Morfologi dasar lautan diantaranya continental shelf, continental slope, continental rise, trench, guyot, seamount, atol, ridge dan basin.
 
25. Komposisi mineral air laut adalah adalah Cl, Na, SO₄, Mg, Ca dan K.

Selasa, Januari 5

Rangkuman Geografi Kelas 10 Bab Dinamika Litosfer

Rangkuman Geografi Kelas 10 Bab Dinamika Litosfer

Dinamika litosfer adalah salah satu fenomena geosfer yang terus terjadi sejak bumi terbentuk 4,6 milyar tahuan lalu.

Perkembangan litosfer ini dikontrol oleh dua gaya geologi yaitu endogen dan eksogen. Gaya endogen berasal dari dalam bumi sementara gaya eksogen berasal dari luar bumi.

Gaya endogen bersifat membangun struktur sementara gaya eksogen lebih kepada merusak struktur yang telah ada. Namun kombinasi kedua gaya ini membuat permukaan bumi semakin beranekaragam.

Manusia dan mahluk hidup lainnya dapat berkembang hidup karena perubahan litosfer itu sendiri. Berikut ini rangkuman bab dinamika litosfer dan pemanfaatannya bagi kehidupan.
Rangkuman geografi kelas 10
 
1. Litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi atau sering disebut juga dengan lapisan kulit/kerak bumi. 

2. Litosfer terdiri dari kerak benua (continental crust) dan kerak samudera (oceanic crust)

3. Kerak benua tersusun atas silikat aluminium sementara kerak samudera tersusun atas silikat magnesium.

4. Berdasarkan komposisi kimianya, lapisan bumi terdiri dari kerak bumi, mantel dan inti bumi. 

5. Berdasarkan sifat mekaniknya, lapisan bumi terdiri atas litosfer, astenosfer, mesosfer, inti luar, inti dalam.

6. Batuan dapat didefinisikan sebagai suatu benda padat yang terbentuk secara alami dan tersusun atas satu atau lebih mineral.

7. Menurut cara terbentuknya (genesa), batuan dibedakan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. 

8. Batuan beku terbagi menjadi batuan beku dalam (plutonik), batuan beku korok (hypabisal) dan batuan beku luar (ekstrusif).
 
9. Contoh batuan beku adalah granit, basalt, obsidian, batuapung, andesit, riolit, gabro.

10. Batuan sedimen dapat terjadi di daratan (sedimen teristis), laut (sedimen marin), danau (sedimen limnis), sungai (sedimen fluvial) dan tempat bersalju/es (sedimen glasial). 

11. Contoh batuan sedimen adalah breksi, batupasir dan konglomerat.

12. Batuan metamorf digolongkan ke dalam 3 jenis yaitu metamorf kontak, metamorf dinamo dan metamorf pneumatolitis.

13. Contoh batuan metamorf adalah marmer, sekis dan gneiss.

14. Vulkanisme adalah aktivitas yang berkaitan dengan penerobosan magma dari dalam bumi hingga ke permukaan bumi.

15. Berdasarkan jenis letusannya, gunung api digolongkan ke dalam dua jenis yaitu jenis letusan eksplosif dan efusif.

16. Penerobosan magma atau intrusi tersebut ada yang muncul hingga permukaan bumi namun ada juga yang hanya menembus beberapa lapisan saja.

17. Fenomena hasil intrusi magma adalah batolit, lakolit, sill, dike dan lubang kepundan.

18. Jenis gempa menurut penyebabnya ada empat yaitu gempa vulkanik, gempa tektonik, gempa runtuhan dan gempa tumbukan.

19. Tektonime adalah gejala yang berkaitan dengan pergerakan lempeng tektonik bumi. Tektonisme menyebabkan perubahan letak (dislokasi) dan bentuk (deformasi) kulit bumi.

20. Epirogenesa adalah  proses pegerakan lapisan kulit bumi dengan kecepatan lambat dan berdampak pada perubahan benua.
 
21. Orogenesa adalah proses struktur pegunungan yang terjadi dalam waktu yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang sempit.
 
22. Proses yang berkaitan dengan tenaga eksogen adalah pelapukan, masswasting, erosi, sedimentasi ditambah ekstraterestrial.
 
23. Tanah dapat didefinisikan sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami pelapukan oleh gaya-gaya alam sehingga membentuk partikel halus (regolith).
 
24. Faktor yang memengaruhi proses pembentukkan dan perkembangan tanah adalah; Batuan induk, iklim, organisme, topografi dan waktu.
 
24. Jenis tanah di Indonesia diantaranya tanah vulkanik, latosol, organosol, aluvial, podzolik, laterit, litosol dan kapur.
 
25. Usaha pencegahan erosi tanah dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu vegetatif, kimia dan mekanik.
 
26. Jenis erosi tanah antara lain erosi percik, erosi lembar, erosi alur, erosi parit, erosi lembah, longsor dan rayapan tanah. 

Mau lebih jelas lagi pembahasan geografi dari saya?. Silahkan subscribe dan cek channel youtube guru geografi di bawah ini!.  

Baca juga: Soal latihan dinamika pedosfer + kunci

Rabu, Desember 23

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Dinamika Kependudukan [Antroposfer]

Rangkuman Geografi Kelas 11 Bab Dinamika Kependudukan [Antroposfer]

Manusia adalah mahluk yang menjadi tema sentral dalam geosfer sehingga dalam geografi menjadi bagian utama. Antroposfer adalah lapisan manusia dan segala aktifitas didalamnya.

Sejak turun ke muka bumi, manusia memberikan pengaruh besar bagi perubahan struktur ruang permukaan bumi.

Dengan berbekal akal dan pikiran, manusia mampu merubah, memodifikasi dan menciptakan ruang-ruang baru di permukaan bumi.

Aktifitas manusia semakin kompleks dan lambat laun menghasilkan problematika yang bisa saja mengancam peradaban manusia itu sendiri.
Dinamika penduduk Indonesia
Rangkuman Bab Dinamika Penduduk
1. Antroposfer berasal dari kata antrophos berarti manusia dan sphere berarti lapisan, jadi antroposfer dapat didefinisikan sebagai lapisan manusia beserta segala hal yang berkaitan dengan perilakunya dalam suatu ruang.

2. Menurut ahli demografi Thomas Robert Malthus, pertumbuhan manusia berjalan sesuai dengan deret ukur (geometris) sedangkan ketersediaan sumber daya alam (makanan) bertambah menurut deret hitung (aritmatik).

3. Ada 3 jenis pendataan penduduk yang selama ini dikenal yaitu sensus, survey dan registrasi. 

4. Metode sensus penduduk di Indonesia dibagi dua yaitu sensus de facto dan sensus de jure.

5. Dinamika penduduk dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi.

6. Kepadatan penduduk dipengaruhi faktor alam dan faktor non alam. Faktor alam diantaranya relief, sumber daya alam dan iklim. Faktor non alam diantaranya politik, sosial dan ekonomi.

7. Pertumbuhan penduduk alami dipengaruhi kelahiran dan kematian sementara pertumbuhan penduduk total dipengaruhi kelahiran, kematian dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).

8. Transisi demografi adalah suatu model grafik yang menggambarkan perubahan penduduk dari pertumbuhan penduduk tinggi menuju pertumbuhan penduduk yang stabil. Istilah transisi demografi awalnya hanya menggambarkan pergeseran sosial yang terjadi di masyarakat Barat dari abad 19 ke tahun 1930-an. 

9. Komposisi penduduk adalah upaya pengelompokkan penduduk berdasarkan kategori-kategori tertentu seperti biologis, geografis, sosial dan ekonomi.

10. Komposisi penduduk sangat bermanfaat untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. Dengan mengetahui perubahan-perubahan tersebut, maka akan mempermudah pemerintah dalam membuat rencana kebijakan di masa yang akan datang. 

11. Sex ratio adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan dalam suatu wilayah/negara pada waktu tertentu

12. Dependency ratio adalah angka beban ketergantungan penduduk usia produktif terhadap penduduk usia non produktif.

13. Usia produktif adalah usia penduduk antara 15-64 tahun sedangkan usia non produktif adalah usia penduduk 0-14 tahun dan usia diatas 65 tahun.

14. Piramida penduduk adalah suatu diagram/grafik yang menggambarkan keadaan suatu penduduk berdasarkan kategori umur dan jenis kelamin.

15. Ada 3 jenis bentuk piramida penduduk yaitu piramida penduduk muda (ekspansi), piramida penduduk dewasa (stasioner) dan piramida penduduk tua (konstruktif).

16. Fertilitas adalah  kemampuan wanita untuk menghasilkan bayi lahir hidup sedangkan fekuinditas adalah kemampuan wanita untuk mengandung dan melahirkan anak selama hidupnya tanpa memerhatikan bayi tersebut hidup atau tidak. 

17. Faktor pro natalitas artinya semua faktor yang mendukung terjadinya suatu kelahiran seperti pernikahan dini, seks bebas, anggapan atau ideologi banyak anak banyak rezeki dan tingkat pendapatan yang tinggi.

18. Faktor anti natalitas artinya semua faktor yang menghambat terjadinya kelahiran penduduk seperti program Keluarga Berencana, anggapan banyak anak banyak beban dan pembatasan usia perkawinan.
 
19.  Beberapa faktor pro mortalitas diantaranya: tingkat pendidikan dan kesehatan yang buruk, perang, bencana alam, wabah penyakit dan mahalnya biaya pengobatan.
 
20. Beberapa faktor anti mortalitas penduduk yaitu; tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik, gaya hidup masyarakat yang sehat, biaya pengobatan yang murah dan kondisi sosial lingkungan yang harmonis. 
 
21. Proyeksi penduduk bermanfaat sebagai alat ukur kebijakan kependudukan di masa depan seperti perencanaan pembangunan sarana pendidikan, pemukiman, ketahanan pangan dan lainnya.
 
22. Migrasi secara geografis dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk antar wilayah. Proses perpindahan penduduk dapat terjadi dalam satu batas administrasi atau keluar batas administrasi.
 
23. Migrasi penduduk terbagi menjadi migrasi internal dan migrasi eksternal.
 
24. Urbanisasi dipengaruhi faktor pendorong (dari dalam desa) dan faktor penarik (dari kota).
 
25. Bonus demografi merupakan suatu kondisi dimana penduduk dengan umur produktif sangat melimpah sementara penduduk usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

26. Dimensi kualitas hidup manusia secara umum dapat dilihat dari tingkat kesehatan, pendidikan dan standar hidup.

27. Permasalahan penduduk Indonesia dari segi kuantitas mencakup jumlah penduduk dan sebaran penduduk yang tidak merata.

28. Permasalahan penduduk Indonesia dari segi kualitas diantaranya mencakup aspek kesehatan, ekonomi dan pendidikan.
 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close