Guru Geografi: SIG - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 1

Pengertian Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografi dan Contoh Soal UNBK

Pengertian Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografi dan Contoh Soal UNBK

Sistem Informasi Geografi berkembang sejak kehadiran komputer dalam kehidupan. 

Setelah itu internet dan komunikasi jaringan membuat SIG semakin vital perannya dalam analisa keruangan wilayah dan menjadi kebutuhan setiap manusia.

Bagaimana SIG itu bekerja?. Pada dasarnya ada 3 langkah kerja SIG yaitu input-output-output namun setingkali proses output dibagi menajdi pengolahan dan manipulasi data. 

Mengolah data SIG menjadi sebuah informasi spasial dalam bentuk peta, diperlukan peralatan dan keterampilan yang memadai.

Berikut urutan langkah kerja SIG dari awal sampai akhir:
1. Persiapan Peta Dasar
Peta dasar yang diperlukan harus disiapkan, hal ini dilakukan agar gambar atau peta yang kurang jelas dapat diperbaiki, skala dan tahun peta harus cocok atau disesuaikan. Peta-peta tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber atau instansi terkait.

Apabila ada salah satu komponen yang tidak ada atau belum dibuat petanya, maka kita harus membuat peta tersebut. Pembuatan peta tersebut untuk melengkapi dan memudahkan dalam menumpangsusunkan peta-peta yang diperlukan.


2. Tahap digitasi peta
Digitasi peta merupakan proses memindahkan peta dalam bentuk lembaran peta (hardcopy) ke dalam komputer. 


Pada tahap ini, peta yang masih dalam bentuk lembaran kertas kemudian diubah ke dalam bentuk format digital, yaitu format yang dapat dibaca dan diolah oleh komputer. 

Alat untuk merekam atau memindahkan data tersebut dinamakan digitizer. Selain itu, proses ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan scanner.

3. Tahap editing
Hasil digitasi biasanya belum sempurna, karena masih dapat dijumpai kesalahan atau tidak akurat. Kesalahan tersebut umumnya terjadi akibat ketidaktelitian manusia dalam proses digitasi peta atau karena faktor kemampuan alat yang terbatas. 


Sehingga pada tahap ini yang dilakukan ialah mengoreksi dan memperbaiki data atau simbol yang salah atau tidak tepat. 

Kesalahan-kesalahan yang umumnya terjadi, dalam bentuk overshoot (garis lebih), undershoot (garis tidak nyambung), garis ganda, kesalahan dalam pelabelan, dan lain-lain.

Tahapan kerja SIG
4. Tahap konversi
Tahap konversi adalah tahap penyesuaian koordinat dengan mengubah koordinat meja digitizer ke dalam koordinat lintang dan meridian bumi yang sesungguhnya. Penggunaan koordinat meja digitizer adalah koordinat yang diperlukan agar pembuatan peta dilakukan secara sistematis (tidak acak) dan bersifat sementara.

Koordinat tersebut kemudian diubah dan umumnya menggunakan koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Keuntungan menggunakan koordinat UTM adalah dapat menentukan luas dari kenampakan yang ada pada peta, dan satuan yang digunakan ialah meter. Selain sistem koordinat UTM, ada juga sistem koordinat derajat. Koordinat UTM dan koordinat derajat dapat ditemukan kedua-duanya pada peta topografi atau peta rupa bumi.

5. Tahap anotasi
Tahap anotasi adalah tahap dilakukannya pemberian nama atau catatan terhadap berbagai objek yang ada pada peta, misalnya nama sungai, nama kota, nama gunung, nama daerah, atau nama wilayah.


6. Tahap labelling
Setiap objek yang nampak dan ada pada peta harus diberi label dan fungsinya sebagai identitas dari objek tersebut. Identitas ini berguna untuk membuat hubungan antara data grafis dan data nongrafis. Label atau identitas tersebut biasanya dituangkan dalam legenda atau keterangan peta.

7. Tahap analisis

Setelah peta yang dibutuhkan selesai dikerjakan, maka tahap selanjutnya adalah tahap analisis dan pengolahan lebih lanjut. Tahap analisis yaitu tahap pengukuran panjang, kerapatan, luas objek pada peta dan sampai pada penggabungan beberapa peta dengan cara tumpang susun (overlay).

Penggabungan tersebut akan menghasilkan peta baru yang lebih informatif. Pada SIG konvensional analisis datanya berupa pengukuran dengan menggunakan alat sederhana, seperti penggaris untuk mengukur panjang dan planimeter untuk mengukur luas. 


Pada SIG yang menggunakan komputer analisis datanya terutama untuk menghitung luas wilayah dapat dilakukan dengan mudah.

Analisis peta hasil tumpang susun yang dilakukan secara konvensional dilakukan dengan menggunakan kertas transparan sehingga beberapa peta dapat ditumpangsusunkan menjadi peta yang bertampalan. Beberapa peta dapat ditumpangsusunkan apabila skala petanya sama.

8. Tahap buffering
Buffering adalah jenis analisis yang akan menghasilkan buffer atau penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya, sehingga dapat diketahui luas objek dan jarak dari objek lainnya. 


Misalnya, untuk membuka usaha wartel, maka perlu dianalisis jumlah saingan yang ada pada radius tertentu dari suatu lokasi.

9. Tahap pelaporan atau keluaran data
Tahap pelaporan atau keluaran data dapat dilakukan dalam bentuk menampilkan pada layar monitor atau dicetak melalui printer atau plotter. 


Dalam laporan, semua informasi hasil overlay harus ditampilkan secara menarik dengan pewarnaan yang sederhana tetapi sesuai dengan standar kartografis sehingga menampilkan bentuk/warna yang indah dan dengan divariasikan tabel/ grafik/video pada setiap tempat yang diinginkan dan perlu penambahan informasi.

Contoh Soal UNBK Tahapan Kerja SIG

1. Urutan tahapan kerja Sistem Informasi Geografis yang benar adalah ....
A. peta dasar-digitasi-informasi geospasial wilayah demam berdarah-overlay-manajemen penanganan kejadian luar biasa
B. peta dasar- overlay-digitasi-informasi geospasial wilayah demam berdarah-manajemen penanganan kejadian luar biasa
C. informasi geospasial wilayah demam berdarah-overlay-peta dasar-digitasi-manajemen penanganan kejadian luar biasa
D. peta dasar-informasi geospasial wilayah demam berdarah-overlay-digitasi-manajemen penanganan kejadian luar biasa
E. peta dasar- manajemen penanganan kejadian luar biasa-overlay-digitasi-informasi geospasial wilayah demam berdarah

Pembahasan:
Sesuai dengan penjelasani di atas, secara ringkas tahapan SIG adalah peta dasar – digitasi – informasi geospasial wilayah demam berdarah – overlay – manajeman penanganan kejadian luar biasa.

Selasa, Januari 14

Data Spasial Sistem Informasi Geografi

Data Spasial Sistem Informasi Geografi

SIG memerlukan data untuk memproses informasi keruangan sehingga bisa menjadi alat pendukung kebijakan.

Data yang dimaksud dalam definisi-definisi SIG di atas adalah data spasial yang berasal dari berbagai sumber. 

Data spasial ini merupakan data pokok yang diolah dalam SIG. O'Brien (1992) menjelaskan bahwa data spasial adalah data yang memiliki referensi geografis. 

Jika data matematik akan bereferesi angka, bilangan atau rumus, maka data geografis akan mengacu pada konsep-konsep geografi.

Data spasial ini merupakan penyederhanaan dan representasi dari dunia nyata yang diwujudkan dalam objek-objek kartografis, dimana objek ditunjukkan dalam bentuk, ukuran, warna, dan skala yang berbeda sesuai dengan keperluan dan tujuannya (Bernhardsen, 1992; DeMers, 1997).

Dunia nyata (real world) adalah segala sesuatu yang terdapat di alam. Dunia nyata memiliki kompleksitas baik dari ukuran, jenis, dan waktu peristiwa. 


Kenyataan di lapangan berasal dari segala sesuatu yang berukuran atomik hingga masalah benua atau yang lebih luas lagi, dari peristiwa yang terjadi ribuan tahun yang lalu hingga detik ini, dari masalah perubahan bentuk molekular hingga interaksi sosial.
Data SIG
Kompleksitas ini mengakibatkan sulitnya manusia menggambarkan dunia nyata tersebut. Penggambaran dunia nyata yang dilakukan merupakan sebuah peristiwa penyederhanaan, klasifikasi, dan simbolisasi sesuai dengan interpretasi masing-masing individu tersebut. Seluruh fenomena dunia nyata ini tidaklah mungkin sekaligus digambarkan secara lengkap, detil, dan sempurna.

DeBruin dan Moleenar (2002) menguraikan bahwa sebagai model dari dunia nyata, maka data spasial dibedakan menjadi dua bentuk model, yaitu model objek eksak (the exact object model) dan model medan berrangkaian (the continous field model)


Model objek eksak memandang data spasial tersusun atas objek-objek yang dapat dengan jelas ditentukan dan dibatasi entitasnya. 

Contoh dari model ini adalah data bangunan, jalan, lahan pertanian dan lain-lain. Model medan berrangkaian memahami bahwa ruang geografis adalah suatu rangkaian yang berkelanjutan. 

Contoh dari model ini adalah data ketinggian tempat, data kemiringan lereng, data nilai indeks vegetasi, dan lain-lain. Data ini merupakan data kontinum yang berkelanjutan dan saling berkaitan satu sama lain.

Data spasial mencakup dua komponen yaitu komponen spasial dan komponen tematik. Kedua komponen tersebut saling terkait dan saling memperkuat informasi yang dikandung dalam data tersebut. 


SIG mendasarkan pada kedua komponen tersebut dalam berbagai analisis spasial yang dilakukan. Komponen spasial dan komponen tematik dapat dianalisis secara bersama ataupun terpisah dari masing-masing komponen tersebut. 

Komponen spasial dan tematik dapat diwujudkan menjadi sebuah informasi spasial seperti peta-peta digital yang pada saat ini banyak digunakan pada berbagai aplikasi online.

Komponen spasial memberikan keterangan tentang lokasi dari keberadaan data tersebut. Terdapat dua bentuk dari aspek komponen spasial ini yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. 


Lokasi absolut merupakan lokasi yang mendasarkan pada posisi koordinat tertentu dalam sebuah sistem proyeksi. Koordinat menunjukkan lokasi data secara pasti yang tidak akan diterjemahkan berbeda antara satu pengguna dengan pengguna lainnya. 

Sebagai contoh, terdapat informasi bahwa sebuah obyek gedung terletak pada koordinat 43000 mT, 9156500 mU. Informasi ini menunjukkan secara pasti lokasi gedung tersebut. 

Para pengguna informasi dapat mencarinya dengan menggunakan peralatan bantu navigasi menuju pada titik tersebut. Lokasi relatif menunjuk suatu lokasi berbanding pada suatu lokasi data lainnya. 

Misal, kampus Unesa Ketitang terletak di sebelah barat dari jalan Ahmad Yani Surabaya. Informasi ini menunjuk pada arah tertentu yang dibandingkan dengan posisi fitur tertentu yang lain pada sebuah data. 

Komponen tematik merujuk pada jenis informasi yang terkandung pada data spasial. Data ini dapat berbentuk simbolik, kuantitatif ataupun sebagai data deskribtif dan terrekam sebagai data atribut. 

Komponen tematik memunculkan informasi tematik yang dimunculkan atas sebuah peta dasar.

Penjelasan lain tentang data spasial diperoleh dari Liu dan Mason (2009). Data spasial dicirikan oleh empat hal yaitu :
1.    dibentuk oleh keterkaitan yang nyata antara objek geometris dengan atribut yang menjelaskan objek tersebut;
2.    data spasial memiliki georeferensi yang nyata di muka bumi;
3.    data spasial terkategori dan direpresentasikan sebagai objek titik, garis atau area, sesuai dengan karakter dasar dari objek tersebut dalam dunia nyata;
4.    data dikelola menjadi peta-peta tematik sesuai dengan jenis fiturnya dalam dunia nyata. Sejalan dengan karakteristik terakhir tersebut, data spasial yang memuat informasi tertentu yang sering disebut sebagai peta tematik.


Sumber: Modul PPG Geografi

Senin, Desember 16

Pengertian, Sejarah Perkembangan Sistem Informasi Geografi

Pengertian, Sejarah Perkembangan Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi adalah suatu kombinasi antara peta dan komputerisasi yang berbasis online. 

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan satu sistem yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. 

Sistem ini telah berkembang menjadi satu ilmu dan teknologi yang mapan sejalan dengan perkembangan bidang ilmu lain khususnya teknologi informasi (Liu dan Mason, 2009). 

Perkembangan SIG ini banyak diwarnai oleh latar belakang dari penggunanya yang tercermin dari bervariasinya definisi dari SIG itu sendiri. Teknologi SIG digunakan untuk mengatur dan memanfaatkan data geografis. 

Secara luas sistem ini dikenal sebagai satu teknik analisis spasial dalam berbagai bidang seperti pengelolaan kehutanan, perencanaan perkotaan, teknik sipil, pengelolaan permukiman, bisnis, dan studi lingkungan hidup.

Sejalan dengan luasnya bidang aplikasi dari SIG ini, terdapat banyak definisi dari SIG ini. Namun demikian, di antara keragaman definisi tersebut dapat dilihat adanya kemiripan satu dengan yang lainnya. Kemiripan tersebut dapat dilihat pada kemampuan SIG ini dalam mengelola, menganalisa dan menampilkan data spasial.


 Definisi konseptual tentang SIG banyak ditemukan pada referensi-referensi lama. Satu contoh dari definisi SIGseperti disebutkan oleh Bernhardsen (1992) adalah bahwa SIG merupakan serangkaian sistem perangkat keras dan lunak komputer yang memiliki fungsi-fungsi untuk perolehan dan verifikasi, kompilasi, penyimpanan, pembaruan dan perubahan, pengelolaan dan peralihan, manipulasi, perolehan ulang dan penampilan, analisis dan kombinasi atas data geografis. 
Pengertian SIG berbagai ahli
Pernyataan lain oleh DeMers (1997) secara lebih sederhana mendefisikan SIG sebagai serangkaian subsistem yang terdiri atas subsistem input data, subsistem penyimpanan dan perolehan ulang data, subsistem manipulasi dan analisis data, dan subsistem pelaporan data. 

Selanjutnya dinyatakan bahwa SIG merupakan serangkaian peralatan yang berdaya guna untuk pengumpulan, penyimpanan, dan menganalisis data spasial.

Berdasarkan definisi konseptual tersebut dapat dipahami bahwa SIG merupakan satu sistem yang secara garis besar terdiri dari serangkaian perangkat keras dan lunak serta data spasial sebagai sumber informasinya. 

Sebuah SIG mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan data spasial untuk perolehan, pengelolaan, analisa, dan menampilkan berbagai bentuk informasi bereferensi geografis. 

SIG menurunkan berbagai informasi dari dunia nyata di muka bumi yang bersifat kompleks dalam bentuk informasi digital. Informasi yang dihasilkan merupakan informasi spasial yang dapat berupa peta digital ataupun data atributal. 

Perolehan informasi spasial dapat dilakukan melalui proses analisis spasial yang menjadi kekuatan utama dalam SIG ini dibandingkan dengan sistem informasi lainnya.

Sumber: Modul Geografi PPG SIG

Sabtu, November 9

Sejarah, Konsep Dasar Sistem Informasi Geografi (SIG)

Sejarah, Konsep Dasar Sistem Informasi Geografi (SIG)

Sistem Informasi Geografi saat ini memiliki kontribusi vital dalam semua lini kehidupan. Anda tentu sering pesan ojek online, order makanan, hotel dan lainnya bukan?. 

Semua sudah terintegrasi dengan peta digital untuk melihat lokasi pelanggan dan lokasi merchant. Itulah kehebatan SIG sebagai alat bantu geografi.

Roger Tomlinson pada tahun 1960 telah menggagas kegiatan menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan (1960) untuk inventarisasi Tanah Kanada (Canadian Land Inventory atau CLI) dimana kegiatannya adalah untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1: 250000 yang bertahan sampai tahun 1970-an.

SIG ada tahun 1960 yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan geografis. Pada tahun 1970-an di beberapa negara bagian Amerika mulai menggunakan SIG untuk keperluan pengelolaan sumberdaya lahan dan perencanaan wilayah. Dangermond (1982) mengawali pengembangan paket perangkat lunak (software) SIG yang populer yaitu ARC/INFO.

Dewasa ini, SIG berkembang tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan geografi saja tetapi sudah merambah ke berbagai bidang seperti: (1) analisis penyakit epidemik (demam berdarah), (2) analisis kejahatan (kerusuhan), (3) navigasi dan vehicle routing (lintasan terpendek), (3) analisis bisnis (sistem stock dan distribusi), (4) urban (tata kota) dan regional planning (tata ruang wilayah), (5) peneliti: spatial data exploration, (6) utility (listrik, PAM, telpon) inventory and management, (7) pertahanan (military simulation), dan lain-lain.


SIG untuk analisis ekonomi


Konsep Dasar SIG
SIG secara umum dapat dipahami sebagai sistem yang berbasis komputer, yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis serta mengaktifkan kembali data yang berhubungan dengan keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.
Penjelasan tentang GIS menurut urutan akronimnya, adalah sebagai berikut:


1)    Geography: Istilah ini digunakan karena SIG dibangun berdasarkan pada ‘geografi’ atau ‘spasial’. Objek ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu keruangan atau space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensi.


2)    Information.
Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data, dimana dalam SIG informasi memiliki volume terbesar. Setiap objek geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi, semua data harus diasosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta menjadi intelligent. 


Ketika data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografis yang representatif, data tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya mengklik mouse pada objek. Perlu diingat bahwa semua informasi adalah data tapi tidak semua data merupakan informasi.

3)    System. Pengertian ini merujuk kepada suatu sistem yang terdiri dari kumpulan elemen-elemen yang saling berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan tertentu.


Burrough dalam Suryantoro (2005) menjelaskan SIG merupakan himpunan alat yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengaktifkan sesuai kehendak, pentransformasian, serta penyajian data spasial dari suatu fenomena nyata di permukaan bumi untuk maksud tertentu. 


Dalam beberapa literatur, SIG dipandang sebagai hasil dari perkawinan antara sistem komputer untuk bidang kartografi (Computer Assisted Cartography/CAC) atau sistem komputer untuk bidang perancangan (Computer Aided Design/CAD) dengan teknologi basisdata (database).

Dari beberapa pemahaman diatas, maka SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut :


a.    Data input sistem ini berfungsi mengumpulkan serta mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Data/Informasi Geografi dapat diperoleh melalui lima (5) cara, yaitu :
1)    Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
2)    Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
3)    Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
4)    Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
5)    Penginderaan jauh: merupakan hasl perekaman foto udara terkait objek permukaan bumi dalam bentuk citra.


b.    Data output subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagaian basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy.
c.    Data management subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basisdata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di update, dan diedit.
d.    Data manipulation dan analysis subsistem ini menentukan informasi – informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG selain itu subsistem ini juga melakukan manupulasi informasi yang diharapkan.

Sumber: Modul Geografi Abad 21

Minggu, Januari 14

Contoh Keunggulan dan Kelemahan Sistem Informasi Geografi

Contoh Keunggulan dan Kelemahan Sistem Informasi Geografi

SIG atau Sistem Infromasi Geografi pada dasarnya merupakan sebuah terobosan ilmu pengetahuan yang sangat canggih dan bermanfaat bagi kehidupan. 

SIG adalah aplikasi pemetaan berbasis komputer dan mampu menampilkan data keruangan dalam bentuk hampir mirip aslinya. SIG memiliki kemampuan bukan hanya menyimpan namun memanipulasi data sehingga data keruangan pun bisa kita rubah sesuka hati.

Baca juga:
Mekanisme angin darat dan angin laut
Rumus kontur interval peta topografi

Namun sebuah aplikasi tentu ada kelebihan dan kekurangannya termausk SIG.
SIG dalam smartphone
Keunggulan SIG
1. SIG dapat memvisualisasikan informasi spasial dalam berbagai tampilan.
2. SIG dapat digunakan dalam berbagai keperluan terkait geografi.
3. SIG dapat menyediakan solusi terhadap masalah dan dapat memodelkan bencana alam secara akurat.
4. SIG sangat efisen dalam manajemen waktu.
5. SIG dapat mengumpulkan data secara cepat.
6. SIG dapat membaut katalog data.
7. SIG dapat menyajikan informasi spasial di segala bidang.
8. Data spasial dapat disajikan dengan akurasi tinggi dan dengan prediksi dan analisa yang handal.
9. Memiliki kemampuan mengorganisasi atau integrasi dengan software lain.
10. SIG mampu menginterpretasi data kedalam beberapa model seperti diagram, grafik, peta dan lainnya.
11. SIG mampu menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah dengan cara menganalisa data secara otomatis dan bermakna

Kelemahan SIG
1. SIG adalah software yang relatif mahal.
2. Membutuhkan jumlah data yang banyak dan seringkali eror.
3. Resolusi gambar kadang buram.
4. Dapat merusak privasi seseorang.
5. Biaya perawatan SIG sangat mahal.
6. Memerlukan tenaga ahli yang benar-benar handal.
7. Seringkali digunakan untuk memunculkan berita hoax tentang suatu lokasi.
8. Memerlukan komputer yang sangat cepat dan canggih.
9. Tidak semua komputer support SIG kareana ada minimal requirenments nya.
10. Selalu harus update data waktu ke waktu yang memakan memori sebuah hardware.

Itulah beberapa keunggulan dan kelemahan SIG, namun sebagai pengguna kita tentu sangat terbantu sekali dengan kehadiran SIG ini. 

Baca juga:
Menghitung kekuatan interaksi wilayah
Peta 34 propinsi di Indonesia dan ibukotanya

Gambar: disini
Penyajian Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)

Penyajian Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)

Produk yang dihasilkan Sistem Informasi Geografi atau SIG pada dasarnya adalah berupa data digital. Penyajian data dalaam SIG kini semuanya berbasis komputer. Alasannya, penyajian data secara manual sangat menyita waktu untuk memperoleh sebuah informasi kepada pelanggan. Contoh jika kita ingin menghitung grid pada peta atau menggunakan alat pengukur luas planimeter. Jika itu dilakukan manual maka keakuratan hasil bergantung pada ketelitian si pembuat peta dan akan sangat rumit.

Dengan memanfaatkan komputer maka akan diperoleh beberapa keuntungan saat menyajikan data keruangan yaitu:
1. Data dapat dikelola dalam format kompak dan jelas.
2. Data dapat dikelola dengan biaya lebih murah dibandingkan survey lapangan langsung.
3. Data dapat dipanggil kembali dan dimanipulasi dengan cepat.
4. Data memungkingkan dapat diubah secara cepat dan tepat oleh komputer.
5. Data spasial dan non spasial dapat dikelola secara bersamaan.
6. Data dapat dianalisa secara efisien.
7. Data yang sulit ditampilkan manual dapat diperbesar dan diubah dalam format 3D.
8. Data yang terkumpul dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan secara cepat dan efektif efisien.
Penyajian Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)
Tata guna lahan hasil manipulasi SIG

Dengan adanya SIG pada masa kini  maka transformasi data spasial ke dalam beberapa bentuk seperti tabel, peta, grafik, gambar, digaram dan lainnya snagat praktis. Input data SIG diperoleh banyak dari data inderaja. Inderaja dapat menyajikan data sesuai dengan bentuk, wujud dan fenomena di permukaan bumi.

Dengan menggunakan inderaja, kita juga dapat memperoleh data mengenai daerah yang luas secara cepat dan bisa digunakan untuk memantau perubahan permukaan bumi setiap saat. Contohnya kita bisa melihat perubahan tata guna lahan Jabodetabek dari tahun 1980 sampai sekarang. Pola keruangan dan pengembangan wilayah bisa terlihat dan kita bisa memprediksi bagaimana pola pembangunan pusat pertumbuhan di masa depan. 

Selain itu inderaja juga bisa melihat kenampakan kawah sebuah gunung api aktif sehingga kita bisa memprediksi letusan dan masyarakat bisa siap siaga menghadapi ancaman yang akan dihadapai di kemudian hari. Kehadiran drone kini memudahkan kita dalam membuat pola kenampakan permukaan bumi.

Inderaja dan dikombinasikan dengan SIG juga sering digunakan untuk memantau sebaran daerah rawan banjir di Jakarta sehingga mitigasinya bisa lebih tepat. 

Gambar: disini

Senin, Oktober 23

4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

4 Subsistem Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG adalah suatu sistem yang kompleks dan tersusun atas 3 subsistem utama. SIG adalah cabang geografi mutakhir yang berkembang pesat.

Secara konvensional atau sederhana, SIG ditampilkan dalam bentuk peta yang dibuat oleh geograf dengan cara kompilasi atau tumpang susun peta-peta yang berisi informasi yang diperlukan. 

Bagi seorang geograf, peta merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain dan dia harus dapat menjamin agar setiap pengguna dapat menangkap "ide" dari peta yang disajikan secara mudah, cepat, easy using dan efisien.

Secara koputerisasi, SIG disajikan dalam bentuk data digital, peta dan tabel yang merupakan hasil dari pengolahan digital dengan menggunakan software pengolah data geografi khusus. 

Adapun peran dan kedudukan SIG adalah untuk menghasilkan informasi spasial yang berarti tidak jauh berbeda dengan peran dan kedudukan pembuatan peta pada umumnya. 

Namun dalam SIG diperkenalkan prosedur kerja baru dalam teknologi pemetaan yang dikenal dengan sistem digital. Informasi berbasis SIG harus lebih berkualitas karena diolah secara mutakhir.
4 Subsistem Sistem Informasi Geografi
3 D map hasil manipulasi SIG
SIG merupakan sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintergrasikan deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena yang ditemukan di daerah tersebut. Subsistem SIG terdiri dari 4 macam yaitu:

1. Subsistem masukan (input)
Subsistem input ini bertugas mengumpulkan da menyiapkan data spasial berbagai sumber, bertanggung jawab mengumpulkan atua mentransformasikan format-format data asli ke dalam bentuk format yang dapat digunakan oleh SIG.

2.Subsistem manajemen
Subsistem ini mengorganisasikan data spasial ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa sehingga data geografis atau spasial tersebut mudah dicari, diupdate, dimanipulasi dan diedit.

3. Subsistem manipulasi/analisa
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan SIG. Sistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. Subsistem 2 dan 3 lebih terpadu atau disebut juga Database Management System.

4. Subsistem keluaran (output) dan penyajian (display) 
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran sebagian atau seluruh basis data, baik dalam bentuk softopy maupun hardcopy dalam bentuk tabel, grafik, peta atau miniatur 3D map dan lainnya. Baca juga: Beda sirkum pasifik dan mediterania
Gambar: disini
Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Pengertian Sistem Informasi Geografi/SIG

Sistem Informasi Geografi merupakan salah satu pengembangan ilmu geografi yang sudah sangat populer saat ini. Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan suatu sistem informasi yang memiliki referensi geografi untuk klasifikasi perolehan, penyimpanan, dan manipulasi data. 

SIG dapat diartikan pula sebagai suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisa data geografi. 

Dari batasan diatas dapat terlihat bahwa SIG merujuk pada penggunaan komputer dalam pengolahan data yang berbasis keruangan. Data Geografis yang dimaksud berupa data spasial atua keruangan dengan ciri sebagai berikut:

1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi.
2. Berkaitan dengan aspek ruang seperti kota, lokasi pembangunan dan jalan.
3. Berkaitan dengan semua fenomena yang ada di permukaan bumi seperti data, kejadian, gejala dan objek.
4. Dipakai untuk tujuan tertentu misalnya analisis, pemantauan atau pengelolaan.
Pengetian Sistem Informasi Geografi/SIG
SIG membuat manusia semakin memahami pentingnya lokasi
Pengertian Informasi Geografis yaitu informasi yang berkenaan dengan lokasi/tempat yang ada di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diketahui. 

Setelah itu objek dan lokasi tersebut penting untuk dianalisa demi pengambilan keputusan atau demi kepentingan tertentu.

Peta merupakan salah satu bentuk SIG sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peta pun bisa dilakukan tidak dengan cara konvensional melainkan sudah dikembangkan dengan menggunakan komputer sehingga menjadi lebih mudah dan cepat. 

Dengan bantuan SIG, maka data akan disajikan secara terintegrasi atau terpadu, dapat dioverlay atau tumpang-tindih antar susunan peta satu sama lain sehingga akan menghasilkan peta yang komplit.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat bahwa SIG bukanlah suatu esensi dari ilmu Goegrafi namun sebagai sebuah "alat" bantu yang digunakan dalam geografi sehingga dalam penggunaannya harus sesuai dengan tujuannya. 

Informasi yang dihasilkan dari pemrograman berbasis SIG diharapkan akan menghasilkan produk berbasis data geografis yang mudah dipahami, mudah digunakan dan bermanfaat bagi penggunanya. 

Sumber: Pengantar Geografi. Iwan Hermawan.

Senin, Juli 24

Memahami Keunggulan Sistem Informasi Geografi

Memahami Keunggulan Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG bisa dibilang sebagai pengembangan dari peta konvensional. Peta dikombinasikan dengan komputer maka jadilah SIG. SIG saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat. 

Coba lihat di smartphone anda pasti ada aplikasi map bukan?. Itulah bagian dari SIG. Semua wilayah atau fenomena apapun di permukaan bumi ini bisa disajikan dalam bentuk peta digital. 

Baca juga:
Gunung api strato, shield dan cone
Formasi geologi pulau Jawa

Lokasi kini menjadi suatu istilah geografi yang sangat penting dalam kehidupan kita. Ada keunggulan dan kelemahan dari SIG sebagai sebuah sistem. Kali ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang keunggulan SIG. Berikut ini beberapa keunggulan SIG:
Tampilan peta 3D
1. Pemrosesan Data Lebih Cepat
Dengan menggunakan bantuan komputer, maka pemrosesan data spasial maupun atribut lebih cepat. Anda bisa memanipulasi data atau mengolah data dengan cepat dengan komputer masa kini. Jika sebelumnya kita mengolah data secara manual maka kini hanya membutuhkan data/file saja dan menginputnya dalam komputer. 
2. Penanganan Data Spasial Lebih Baik
Untuk menampikan data spasial dalam komputer, kini telah tersedia berbagi macam software yang memudahkan kita untuk membuat sebuah peta digital. Data spasial dapat kita edit, rubah dan analisa sesuka hati. Baca juga: Geografi benua Eropa
3. Data Geospasial Lebih Mudah Ditampilkan
Jika dulu membaut peta harus diprint dalam ukuran besar maka kini hanya bermodal layar smartphone saja, semua wilayah dunia bisa kita dapatkan. Tanpa diprint dan menghabiskan tempat. 
4. Kemampuan Menukar Data Spasial
Hadirnya SIG membuat kita bisa menukar data geospasial dengan mudah di komputer.
5. Hemat Waktu dan Biaya
SIG meskipun memakan investasi mahal di awal, namun dalam produknya dapat digunakan dengan efisien dan hemat biaya. Kita bisa mengolah data spasial atau mencari informasi wilayah tak terbatas ruang dan waktu.
6. Pengambilan Keputusan Lebih Akurat
Produk SIG seperti google map menghasilkan gambaran nyata permukaan bumi persis. Hal ini akan membuat seorang geografer dapat dengan mudah menganalisa fenomena keruangan yang terjadi lebih akurat.
7. Gambaran Visual Menyerupai/Sesuai Asli
Gambaran keruangan dalam SIG menyerupai gambaran asli dari permukaan bumi itu sendiri. Bahkan kini ada fitur 3D di dalamnya. Dunia seperti berada di genggaman kita. 

Masih banyak lagi keunggulan SIG yang lain dan kehadiran SIG membuat manusia semakin memahami akan pentingnya geografi dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga:  
Geologi Patahan Lembang Bandung
Gambar: disini

Jumat, Mei 5

5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan suatu sistem komputer yang terintegrasi dengan geografi atau fenomena keruangan. Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat membuat geografi kini menjadi disiplin ilmu yang begitu penting. 

SIG memiliki 5 komponen yaitu hardware, software, data, metode dan manusia. Berikut pembahasan lengkapnya.

Hardware
Hardware merupakan perangkat komputer yang mampu mengoperasikan SIG. Software SIG dapat diinstal dan bekerja dalam berbagai tipe komputer. Hardware diantaranya monitor, CPU, RAM, Hardisk, printer dan keyboard. 

Software SIG banyak dijual di pasaran dan bisa diinstal sendiri di komputer rumah. Untuk menjalankan program SIG dengan lancar maka dibutukan kompter dngan 

Software
Software SIG menyediakan berbagai tools dan fungsi untuk menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi keruangan. Komponen software berfungsi:
- meng input dan memanipulasi data geografis.
- sebagai database manajemen
- alat untuk menganalisa, mengelompokan, dan visualisasi data keruangan
- menampilkan data grafis keruangan
Contoh software SIG diantaranya Google Map, Arc View, Map Info.
5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi
Pemrosesan SIG
Data
Bisa jadi, data merupakan komponen paling penting dalam SIG. Data keruangan dan tabel dapat dikumpulkan melalui observasi atau membeli dari pusat penyedia data komersil. SIG dapat mengintegrasikan data spasial dengan data lainnya dan diolah dalam basis data sistem manajemen. Data ini diinput lalu diolah dan ditampikan hasilnya oleh software SIG.

Manusia
Teknologi SIG sangat tidak akan berfungsi jika tidak ada manusia yang menjalankan sistem dan mengembangkannya. SIG membutuhkan tenaga terampil atau ahli yang mampu membuat sistem, aplikasi dan menganalisa data keruangan agar bisa digunakan di dunia nyata. 

Metode
Sukses tidaknya pengoperasian SIG sangat bergantung pada perencanaan dan alur kerja yang jelas. Berbagai metode pengembangan dan pengoperasian sangat memengaruhi terhadap sistem kerja SIG. 

Gambar: en.ugi.ru

Sabtu, April 22

Jenis Citra Foto Inderaja

Jenis Citra Foto Inderaja

Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh adalah citra. Citra ini dapat berwujud citra foto dan citra non foto. Kali ini kita akan bahas dulu tentang jenis-jenis citra foto inderaja. 

Citra foto dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan dan wahana yang dipakai.

Menurut spektrum elektromagnetik
a. Foto pankromatik, merupakan foto menggunakan semua spektrum cahaya tampak sehingga objek yang terekam sesuai dengan kepekaan mata manusia. Oleh karena itu foto pankromatik disebut juga foto udara konvensional. Jadi hasilnya seperti foto yang biasa kita cetak sehari-hari.

b. Foto ortokromatik, merupakan foto yang menggunakan spektrum dari 0,4 - 0,56 mikrometer dengan dominasi warna biru hingga hijau. 

Foto ini memiliki kemampuan untuk mengenali objek yang ada di bawah permukaan air jernih hingga kedalaman 20 m. Jadi foto ini cocok untuk survei perairan dangkal.

Baca juga:
Seri reaksi bowen batuan beku, mau tahu?
Perambatan panas di permukaan bumi

c. Foto ultraviolet, merupakan foto yang menggunakan spektrum ultraviolet dari 0,29 - 0,4 mikrometer. Foto ini paling baik untuk mendekteksi tumpahan minyak di laut karena lapisan minyak akan memantulkan radiasi matahari dan membentuk rona cerah dengan kontras yang besar.

d. Foto inframerah, merupakan foto yang merekam spektrum inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang antara 0,7 - 0,9 mikrometer. Umumnya foto ini cocok untuk melihat perbedaan kondisi vegetasi yang sehat dengan yang tidak sehat. Jadi sangat baik untuk keperluan pertanian dan kehutanan.
Jenis Citra Foto Inderaja
Citra foto warna dan hitam putih
Menurut posisi sumbu kamera
a. Foto vertikal, dibuat dengan sumbu tegak lurus dengan permukaan bumi. Foto tegak akan memiliki ciri yaitu tidak adanya bayangan benda dan gambar yang dihasilkan mirip dengan peta dan punya skala yang konsisten. 

Kekurangannya foto hanya menampikan bagian atas objek saja. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

b. Foto miring, dibuat dengan sumbu kamera yang miring terhadap objek di permukaan bumi. Ciri dari foto miring atau condong memiliki karakter yaitu adanya bayangan dari objek di permukaan bumi. Gambaran yang didapat lebih detail karena tidak hanya nampak bagian atas nya saja.

Menurut sudut liputan kamera
1. Foto sudut kecil, panjang fokus 304,8, sudut liputan < 60⁰
2. Foto sudut normal, panjang fokus 209,5, sudut liputan 60-70⁰
3. Foto sudut lebar, panjang fokus 152,4, sudut liputan 75-100⁰
4. Foto sudut sangat lebar, panjang fokus 88,8, sudut liputan >100⁰

Menurut jneis kamera yang digunakan
a. foto tunggal, merupakan foto yang dibuat dengan kamera tunggal.
b. foto jamak, merupakan foto yang dibuat dengan menggunakan beberapa jenis spektrum elektromagentik berbeda.

Jenis Citra Foto Inderaja
Variasi citra foto inderaja
Menurut warna yang digunakan
a. Citra foto semu/inframerah (false color), warna objek tidak sema dengan warna foto. Contohnya vegetasi yang berwarna hijau tampak merah pada foto karena menggunakan sinar inframerah.
b. Citra fot asli (true color), warna objek sesuai dengan aslinya karena menggunakan spektrum warna tampak.

Menurut wahana yang digunakan, citra foto dibagi menjadi citra dirgantara (balon udara, pesawat terbang, drone, helikopter) dan citra satelit (di luar angkasa). 

Baca juga: 
Memahami ciri tanah podzolik
Teknik interpretasi citra inderaja 

Gambar: physicalgeography.net, tankonyvtar.hu

Senin, April 10

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Inderaja dibagi menjadi inderaja aktif dan inderaja pasif. Inderaja pasif menggunakan sinar matahari sebagai tenaga utamanya sementara inderaja aktif menggunakan berbagai gelombang elektromagentik. 

Menurut teori elektromagnetik klasik, perambatan radiasi atau transfer energi merupakan gerak gelombang transversal periodik atau harmonik yang berfluktuasi oleh kekuatan medan listrik dan medan magnet yang saling berpotongan tegak lurus, bergerak searah dengan perambatannya. 

Arah perambatan tegak lurus bidang dibentuk oleh medan listrik dan medan magnet. Jadi gelombang elektromagnetik adalah gelombang hasil intervensi antara gelombang listrik dan gelombang magnetik yang saling berpotongan tegak lurus. Baca juga: Faktor cuaca suatu daerah

Secara keseluruhan, gelombang elektromagnetik menjalar di atmosfer dengan kecepatan yagn sama yaitu 3 x 10⁸m per detik namun punya panjang gelombang yang berbeda-beda dari panjang gelombang paling pendek hingga paling panjang.

Deretan panjang gelombang tersebut diklasifikasikan sesuai bentuk viusalisasinya sebagai sinar kosmis, sinat gamma, sinar X, cahaya ultraungu, cahaya tampak, cahaya inframerah, gelombang mikro dan gelombang radio dan televisi. Jenis gelombang tersebut akan menghasilkan citra yang berbeda.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Citra sensor infrared
Dalam inderaja aktif, beberapa sensor elektromagentik yang biasa digunakan saat ini adalah:
1. Sensor tampak visible, dengan panjang gelombang 0,4 - 0,7 ૫m, bekerja sesuai dengan cahaya tampak dengan prinsip kerja berdasarkan albeldo (radiasi pantul) pada siang hari. Albeldo sangat dipengaruhi oleh keberadaan awan dan uap air dalam atmosfer yang menghasilkan citra visible. Baca juga: Beda HIV dan AIDS itu apa?

2. Sensor inframerah terdiri dari inframerah dekat, tengah dan jauh. Sensor inframerah dekat dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m, dapat dideteksi dengan film dan dikenal dengan inframerah fotografi. 

3. Sensor inframerah, tengah dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m dan inframerah jauh dengan panjang gelombang 0,5-4,0 ૫m. Keduanya merupakan inframerah termal menggunakan prinsip jendela atmosfer pada daerah termal dan tidak dapat dideteksi dengan film. Perolehan citra dilakukan dengan scanner mekanik-optik.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Pita Spketrum elektromagnetik
4. Baik cahaya inframerah pantul maupun termal dapat diperoleh secara langsung dari spektral radiasi matahari. Sensor inframerah bekerja ebrdasarkan perambatan cahaya inframerah dengan dua jenis prinsip kerja. Sensor inframerah pantul bekerja berdasarkan albeldo pada siang hari sedangkan inframerah termal berdasarkan perbedaan suhu objek/sasaran baik pada siang maupun malam hari.

5. Sensor gelombang mikro, dengan panjang gelombang 0,3-300 cam dapat menembus awan dan kabut. Gelombang mikro tidak dapat diperoleh secara lansung di alam sehingga harus dipancarkan oleh sistem pemancar ke objek/sasaran. 

Sensor ini biasanya digunakan pada sistem radar namun kemudian menjadi inspirasi untuk melengkapi sistem satelit. Sensor ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan data permukaan tanpa gangguan awan dan kabut di atmosfer. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Sumber: PJ dan Pengenalan SIG Untuk Bidang Ilmu Kebumian. Sri Hartati Soenarmo.
Gambar: seos-project.eu, NASA

Kamis, Maret 9

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Tidak selamanya kualitas foto inderaja dapat diamati secara jelas, ada beberapa faktor yang memengaruhi kualitas citra dalam hal hambatan-hambatan untuk melakukan interpretasi dan klasifikasi yang diperlukan. Berikut ini hambatan yang memengaruhi kualitas citra inderaja:

a. Tutupan awan
Terutama untuk tipe sensor pasif, awan dapat menutupi bentukan yang ada di bawahnya sehingga interpretasi tidak dimungkinkan. Masalah ini sangat sering dijumpai di daerah tropis dan mungkin diatasi dengan mengkombinasikan sensor pasif dengan sensor aktif agar keduanya saling melengkapi.
b. Bayangan topografi
Metode pengkoreksian yang ada untuk menghilangkan pengaruh topografi pada radiometri belum terlalu maju perkembangannya saat ini.
c. Pengaruh atmosfer
Unsur seperi ozon, uap air dan aerosol sangat mengganggu pada band nampak dan infrared. Penelitian akademis tengah berjalan saat ini untuk mengatasinya.
d. Derajat kedetailan
Semakin detail peta yang ingin dihasilkan maka semakin rendah akurasi dari klasifikasi. Hal ini salah satunya bisa diperbaiki dengan adanya resolusi spektral dan spasial dari citra komersial yang tersedia. Setelah citra diperoleh dan dipilih, langkah pemrosesan selanjutnya tidak bergantung pada sistem sensor juga software pengolahan yang dipakai.
Faktor Kualitas Citra Inderaja
Penginderaan Jauh, pic: slideshare
Langkah selanjutnya adalah:
- mengukur kualitas data dengan tampilan citra atau deskriptif
- mengoreksi kesalahan baik radiometrik maupun geometrik
- menajamkan citra baik untuk analisa digital atau visual 
- melakukan survei lapangan
- mengambil sifat tertentu dari citra dengan proses klasifikasi dan pengukuran akurasi dan hasil klasifikasi
- memasukan data hasil olahan ke dalam software SIG
- menginterpretasikan hasil 

Mengamati citra pada layar adalah proses paling efektif dalam mengidentifikasi masalah yang ada di citra misalnya tutupan awan, kabut dan kesalahan sensor. Citra bisa ditampilkan oleh sebuah komputer baik per satu band dalam hitam dan putih maupun dalam kombinasi tiga band yang disebut komposit warna. Mata manusia hanya bisa membedakan 16 derajat keabuan dalam sebuah citra tapi bisa membedakan berjuta warna yang berbeda.

Selasa, Maret 7

Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

SIG atau Sistem Informasi Geografi kini sudah menjadi kebutuhan manusia dan menjadi disiplin ilmu bantu geografi yang sangat modern. Keunggulan atau kelebihan SIG ialah mampu menyajikan dunia nyata atau real world pada layar komputer seperti lembaran peta. 

SIG menyimpan semua informasi berkenaan dengna unsur geografis ke dalam basis data digital. SIG dapat menyimpan data keruangan dalam bentuk tabel dan disimpan dalam hardisk. 

Data tersebut dapat dipanggil kembali, diedit dan dimanipulasi sessuai keinginan penggunanya. SIG dapat digunakan luas di berbagai bidang kehidupaan diantaranya:
1. Bidang Pendidikan
SIG dapat dimanfaatkan untuk menentukan lokasi sekolah, untuk membuat sistem informasi pendidikan dan sebagai alat bantu pemahaman siswa saat pembelajaran geografi.

2. Bidang Geologi, Petambangan dan Perminyakan
SIG di bidang ini dilakukan untuk menentukan lokasi keterdapatan mineral/cebakan bahan galian yang akan dieksploitasi. SIG juga dipergunakan untuk menganalisa limbah yang merupakan hasil buangan industri tambang.

3. Bidang Sumber Daya Alam
SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, analisa daerah rawan bencana alam, dan pemantauan daerah kebakaran hutan dan lahan.

4. Bidang Perencanaan Wilayah
SIG dapat dijadikan media yang tepat untuk perencanaan pemukiman dan transmigrasi, perencanaan kota, pengembangan desa tertinggal, perencanaan lokasi industri, pasar, pemukiman dan lainnya.

5. Bidang Lingkungan
SIG dapat dijadikan alat untuk menganalisa dan pemantauan pencemaran udara, limbah berbahaya, pencemaran air, sunga, laut, tanah, evaluasi pengendapan lumpur dan sedimen di pantai dan pemantauan pencemaran minyak di laut.
Pemanfaatan SIG Di Kehidupan
Pemanfaatan SIG semakin pesat, pic:ww.wrsc.org
6. Bidang Hidrologi dan Kelautan
SIG digunakan untuk kegiatan inventarisasi dan manajemen pengamatan pasang surut laut, manajemen daerah pesisir, manajemen kawasan wisata laut, taman laut dan hutan bakau.

7. Bidang Transportasi dan Perhubungan
SIG digunakan untuk manajemen pemeliharaan, perencanaan dan perluasan jaringan jalan tol, rel kereta dan jalan raya, penentuan jalur transportasi, analisa rawan kemacetan dan bahaya kecelakaan dan pemantauan jalur mudik.

8. Bidang Telekomunikasi
SIG dimanfaatkan pada saat perencanaan, pemeliharaan dan analisa perluasan jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem informasi pelanggan dan fasilitas umum telekomunikasi seperti, telepon umum, warnet dan lainnya. SIG juga dapat digunakan untuk menginventarisasi jaringan telekomunikasi dan pelanggan TV kabel, antene parabola dan jaringan internet.

9. Bidang Ekonomi, Bisnis dan Marketin
SIG dimanfaatkan untuk menentukan lokasi bisnis prospektif seperti bank, pasar, mall, ATM, kantor cabang, showroom, outlet makanan, gudang dan lainnya dengan memerhatikan lokasi konsumen dan pelanggan di sekitar. SIG juga dapat menganalisa rute terpendek yang harus dilalui oleh salesmen.

10. Bidang Perpajakan
SIG dapat dimanfaatkan untuk memprakirakan potensi pendapatan dari sektor pajak dengan membuat sistem informasi untuk penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.

11. Bidang Militer
SIG diperlukan untuk penyediaan data spasial untuk analisa rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang, pembuatan peta elektronik yang dihubungkan dengan radar yang mampu mendeteksi kendaraan atau pesawat musuh di wilayah teritorial negara.

12. Bidang Kesehatan
SIG dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderitan suatu penyakit, pola atau sebaran pandemi penyakit serta penentuan lokasi unit-unit pelayanan kesehatan beserta tenaga medisnya.

13. Bidang Utilitas
SIG dimanfaatkan dalam proses inventarisasi dan manajemen informasi jaringan pipa air minum, sistem informasi pelanggan, perencanaan jaringan tiang listrik, gardu listirk, tower BTS dan lainnya. 

Sumber: Iwan Hermawan, Geografi Sebuah Pengantar.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang