Guru Geografi: SIG | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 7

3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan suatu integrasi antara pemetaan dengan peranti komputer. 

SIG merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, mengelola, menganalisa dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai unsur keruangan untuk berbagai tujuan dengan pemetaan dan perencanaan.

Informasi geospasial yang dihasilkan melalui analisa SIG berasal dari integrasi antar komponen SIG. Komponen-komponen SIG adalah sebagai berikut:

a. Perangkat Lunak
Perangkat lunak atau software merupakan sistem operasi untuk pemrograman komputer yang berfungsi memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data. Contoh software SIG diantaranya adalah Google Map, Arc Info, ILWIS, IDRIS, ARc View, Arc GIS dan Map Indo.
 
3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi
SIG sangat penting dalam era modern
b. Perangkat Keras
Perangkat keras atau hardware memiliki peran sebagai berikut:
1. Alat masukan (input) berfungsi untuk memasukkan data ke jaringan komputer. Alat masukannya berupa scanner, digitizer dan CD/DVD ROM.
2. Alat pemrosesan berfungsi mengolah, mengalisa dan menyimpan data yang masuk sistem komponen sesuai kebutuhan berupa central processing unit (CPU), tape drive dan hardisk.
3. Alat keluaran (output) berfungsi menayangkan informasi geografis sesuai data yang telah diproses melalui alat printer dan plotter.

c. Sumber Daya Manusia
Brainware merupakan kemampuan manusia dalam mengelola dan memanfaatkan SIG. Manusia sebagai pelaku mengendalikan seluruh sistem dituntut menguasai ilmu dan teknologi agar mampu menjalankan dan mengelola data SIG serta memanfaatkannya dalam berbagai bidang kehidupan.

Sistem Informasi Geografi saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Semua perangkat handphone kini memiliki fasilitasi berbasis SIG. Komentator olahraga seperti sepakbola menggunakan SIG untuk melihat pola permainan tim dalam sebuah pertandingan. 
Gambar: tnooz.com

Senin, Februari 27

Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli

Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli

Utara atau north adalah sebuah nama arah mata angin pada kompas. Dalam budaya barat, utara merupakan arah utama. Karena itulah utara selalu ditandai dengan panah. Utara biasa dicantumkan pada bagian atas sebuah peta. Dalam navigasi, utara dinyatakan sebagai titik awal 0⁰.

Dalam dunia kartografi atau ilmu pemetaan, dikenal tiga macam arah utara yaitu:
- utara peta (Grid North)
- utara sebenarnya (True North)
- utara magnetis (Magnetic North)
Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli
Perbedaan Utara Magentik dengan Utara Sebenarnya
Utara peta merupakan arah utara yang ditunjukkan dengan garis-garis tegak lurus vertikal (sumbu y). Garis ini dihasilkan dari proyeksi bujur dan lintang bumi pada peta sehingga menjadi sistem koordinat atau grid. Ini disebabkan bentuk bumi yang bulat sehingga saat dibuat datar, garis bujur yang harusnya bertmu di kutub tidak bisa terjadi. 

Utara sebenarnya merupakan kutub utara bumi yang pada peta disimbolkan dengan tanda arah panah atau bintang. Tanda tersebut mengarahkan pembaca ke arah utara sebenarnya sesuai garis lintang bumi.

Utara magnetis adalah arah yang dihasilkan oleh sudut kompas dari suatu lokasi tertentu ke arah kutub utara magnetis bumi yang terletak dekat Greenland. Sudut yang dihasilkan antar utara sebenarnya dinamakan sudut deklinasi. 

Sumber: sailtrain.co.uk, met.sysu.edu.cn

Sabtu, Februari 18

Macam-Macam Peta Tanah

Macam-Macam Peta Tanah

Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk menggambarkan sebaran taksa tanah dalam kaitannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Pada setiap peta tanah akan digambarkan garis-garis batas (delineasi) tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. 

Garis batas tersebut berupa poligon-poligon yang digambarkan pada peta tanah yang biasa disebut satuan peta tanah, merupakan tubuh tanah yang mewakili keadaan sebenarnya di lapangan.

Menurut cara penyajiannya, peta tanah dibedakan menjadi empat jenis yaitu:
1. Peta tanah bersimbolkan titik (Point soil maps)
Peta yang menunjukkan lokasi titik-titik pengamatan yang sesungguhnya dilakukan, disertai dengan nama taksa (kelas) tanah atau satu atau lebih sifat-sifat tanah. Peta ini memberikan beberapa keuntungan yaitu dapat menyajikan secara langsung apa saja dan dimana telah dilakukan pengamatan. 

Pengamatan hanya dilakukan pada beberapa lokasi, sehingga tidak seluruh daerah survey diamati. Dalam peta ini tidak dapat diberlakukan pemodelan keragaman spasial.

2. Peta tanah poligon kelas-areal
Daerah survey dibagi atas beberapa poligon dengan menggunakan garis batas secara tegas. Masing-masing poligon diberi simbol dengna nama kelas dan tiap-tiap kelas dijelaskan dalam legenda. Hampir semua peta survey tanah disajikan dalam bentuk peta dalam kelompok ini dan dapat disajikan dengan model vektor dalam Sistem Informasi Geografi. 

Secara konseptual, peta ini memenuhi model diskrit dari variasi spasial. Variasi yang memotong lanskap dapat dibedakan dengan batas tegas dalam daerah yang relatif homogen. Variasi ini menentukan pembagian hierarki dari daerah yang dipetakan ke dalam masing-masing kelas dan kemudian ke dalam delineasi individual. Masing-masing delineasi termasuk dalam hanya satu kelas legenda.

Nama lain peta ini adalah peta tanah chrolopleth, yaitu peta yang menggunakan gradasi rona atau warna yang berbeda untuk menyajikan perbedaan satuan peta. Contohnya peta kesesuaian lahan untuk tanaman tertentu.
Macam-Macam Peta Tanah
Contoh Peta Tanah
3. Peta Lapangan Kontinyu yang dibuat dengan metode interpolasi.
Peta ini umumnya disajikan dengan isoline atau pada grid halus model raster. Peta ini memerlihatkan kontinuitas sebaran sifat tanah yang diduga dengan jalan interpolasi. Secara konseptual peta ini memenuhi model kontinyu dari variasi spasial. Tidak ada batas yang tegas, semua variasi yang memotong lanskap dianggap kontinyu.

4. Peta Lapangan Kontinyu yang dibuat melalui pengamatan langsung di seluruh daerah survey.
Pada peta ini terdapat pengukuran aktual yang dilakukan pada tiap-tiap titik. Peta ini umumnya disajikan dalam peta grid. Peta ini memerlihatkan sebaran sifat tanah kontinyu yang diukur. 

Peta semacam ini sudah jarang digunakan dan saat ini hanya digunaka dari parsel individu untuk "precision farming". Contoh umum adalah peta elevasi, indeks vegetasi (bukan peta tanah) yag menggunakan bantuan wahana satelit atau pesawat terbang atau survey lapangan. 
Sumber: http://fyi.uwex.edu/

Kamis, Februari 16

Manfaat SIG Menganalisa Permainan Sepak Bola

Manfaat SIG Menganalisa Permainan Sepak Bola

SIG atau Sistem Informasi Geografi merupakan suatu alat bantu geografi yang sangat penting saat ini. Tidak ada fenomena yang tidak bisa dianalisa dengan SIG tak terkecuali sepakbola. Sepakbola merupakan permainan taktikal yang didalamnya ada perpindahan pemain dalam satu ruang lapangan dalam 2 x 45 menit. 

Dalam hal ini sepakbola merupakan strategi keruangan dan SIG memiliki peran vital dalam mengetahui pola permain sebuah tim sepak bola diatas lapangan.

Analisis permainan telah menjadi kebutuhan dalam sebuah klub profesional, tim nasional dan dalam saebuah turnamen. Penggunaan Global Positioning System (GPS) telah digunakan dalam pelatihan, dimana ruang lapangan dioptimalkan untuk penempatan pemain yang tepat, melacak gaya permainan dan melihat posisi rekan atau lawan saat menyerang atau bertahan misalnya.

Data statistik dapat berupa cluster atau pola garis pemain yang dapat melihat seberapa dekat atau jauh pemain satu sama lain selama pertandingan berlangsung. Data teknik juga memungkinkan tim memantau pemain mereka sendiri selama satu musim sehingga akan muncul hasil atau skor akhir untuk pemain bersangkutan dalam satu musim.
Manfaat SIG Menganalisa Permainan Sepak Bola
Peta Alur Pemainan Sepak Bola
Cara lain untuk menganalisa efektifitas permainan adalah dengan memantau perubahan posisi seorang pemain terhadap lawannya yang sedang memegang bola. SIG dapat melihat kecenderungan alur serangan sebuah tim sehingga akan mendapatkan jalan keluar untuk mengatasinya. 

Data statistik pola gerak pemain di atas lapangan juga bisa menandakan seberapa kuat lawan, seberapa efektif serangan dan dimana letak keunggulan dan kelemahan lawan. Inilah sumbangsih SIG di bidang olahraga khususnya sepakbola yang kini semakin maju. 

Saat anda menyaksikan pertandingan di Liga Top Eropa tentu pasti akan disajikan statistik pertandingan hingga pola pergerakan pemain di lapangan menit per menit. 

SIG sudah menjadi bagian dari bagaimana cara membangun sebuah tim sepakbola yang besar. Hal ini terkait dengan investasi tim tersebut di masa depan. Pemain yang sekiranya punya kecerdasan ruang gerak yang baik di lapangan tentu menjadi pilihan pelatih. 

Tidak ada saat ini prestasi hanya dibangun dengan bakat alamiah saja. Semua ada bantuan teknologi untuk membuat pemain menjadi lebih cerdas secara spasial dan bisa mengembangkan permainan di atas lapangan.

Jumat, Januari 20

Sistem Koordinat Geografi: Longitude dan Latitude

Sistem Koordinat Geografi: Longitude dan Latitude

Dalam geografi khususnya teknik pemetaan, tentu kita harus mengenal tentang sistem koordinat geografi. 

Sistem Koordinat Geografi terdiri dari Latitude dan Longitude. Latitude (lintang) dan longitude (bujur) adalah unit yang mewakili koordinat geografi. 

Sama halnya seperti rumah kita memiliki alamat yang mencakup nomor, nama jalan, kecamatan dll. Setiap titik di permukaan bumi dapat ditentukan  oleh koordinat lintang dan bujur. 

Oleh sebab itudengan menggunakan garis lintang dan bujur, kita dapat menemukan posisi hampir setipa titik di bumi. Baca juga: Geografi kota Yerusalem

Lintang memiliki symbol phi dan menunjukkan sudut antara garis lurus di titik tertentu dengan bidang ekuator. Lintang ditentukan dalam angka derajat mulai dari 0⁰ dan berakhir dengan 90⁰.

Garis lintang ini membagi bumi menjadi belahan bumi utara dan selatan. Garis ekuator atau khatulistiwa berada di lintang 0⁰. Garis lintang biasa digunakan untuk melihat penyebaran iklim di bumi.

Longitude atau garis bujur memiliki symbol lamda. Garis bujur ini merupakan garis yang menunjukkan bagian barat dan timur dilihat dari titik pangkal yaitu di Greenwich Meridian. 

Garis bujur memiliki batas maksimum yaitu 180⁰ ke arah timur dari GMT dan 180⁰ ke arah barat dari GMT. Keduanya bertemu di garis International Date Line di sekitar Pasifik.
Sistem Koordinat Geografi
Baik Lintang maupun Bujur diukur dalam derajat dan dibagi lagi dalam menit dan detik. 1⁰ garis bujur jika diukur lapangan sama dengan 111,32 km. Satuan derajat bisa juga disebut jam sehingga setiap derajat terbagi menjadi 60 menit dan setiap menit terbagi menjadi 60 detik. 

Dalam penulisan letak astronomis contohnya 60ยบ 23′ 15”S, maka dibaca sebagai 60 derajat 23 menit 15 detik Lintang Selatan. Pada sistem pemetaan internasional huruf U sebagai Lintang Utara diganti dengan huruf N (North). 

Kombinasi antara garis lintang dan garis bujur akan membentuk suatu koordinat lokasi di permukaan bumi dengan sumbu x sebagai garis lintang dan sumbu y sebagai garis bujur dalam koordinat kartesius.

Untuk memahami cara kerja sistem koordinat geografi, banyak tools yang bisa diguakan dan salah satunya adalah Latlong.net. Web tersebut merupakan salah satu tools geografi yang dapat digunakan untuk mencari posisi lintang dan bujur suatu tempat atau mendapatkan koordinat peta. 

Kamu dapat mencari posisi lokasi-lokasi favorit di web tersebut secara otomatis. Itulah sedikit pengenalan tentang Sistem Koordinat Geografi. Baca juga: Beda gerak semu harian dan tahunan matahari
Sumber: http://images.slideplayer.com

Selasa, Desember 20

Perbedaan Pixel, Contrast dan Resolusi Citra Inderaja

Perbedaan Pixel, Contrast dan Resolusi Citra Inderaja

Data citra satelit atau citra inderaja akan dikirim ke penerima dalam bentuk digital yang merupakan kumpulan data numerik. Unit terkecil data digital adalah bit yatu angka biner 0 atau 1. Kumpulan data sejumlah 8 bit data adalah sebuah unit data yang dinamakan byte dengan nilai antara 0 - 225. Kumpulan byte ini dengan struktur tertentu bisa dibaca oleh software dan disebut digital 8-bit. 

a. Pixel
Pixel atau picture element adalah sebuah titik yang merupakan elemen dasar paling kecil dari sebuah citra satelit. Angka numerik (1 byte) dari pixel disebut digital number atau DN. DN bisa ditampilkan dalam warna kelabu berkisar antara putih dan hitam tergantung dari level energi yang terekam. Pixel yang disusun dalam order yang benar akan membentuk sebuah citra.

Kebanyakan citra satelit yang belum diproses akan disimpan dalam bentuk gray  scale. yang merupakan warna skala dari hitam ke putih dengan derajat keabuan yang bervariasi. Untuk citra multispektral, masing-masing pixel punya beberapa DN sesuai dengan jumlah band yang dimiliki contohnya untuk Landsat 7, masing-masing pixel punya 7 DN dari 7 band yang dimiliki. Citra bisa ditampilkan untuk masing-masing band dalam bentuk hitam dan putih maupun kombinasi 3 band sekaligus yang disebut color composite.
Perbedaan Pixel, Contrast dan Resousi Citra Inderaja
Perbedaan Resolusi Citra, pic: slideshare
b. Contrast
Contrast merupakan perbedaan antara brightness antara sebuah benda dengan sekelilingnya pada citra. Sebuah bentuk tertentu mudah terdeteksi bila pada sebuah citra contrast antara bentuk tersebut dengan backgroundnya tinggi. Teknik pengolahan citra bisa dipakai untuk mempertajam kontras. Citra sebagai data set bisa dimanipulasi menggunakan algorithm.

Manipulasi bisa merupakan pengkoreksian error, pemetaan kembali pada data atau mengekstrak informasi yang tidak lanngsung terlihat dari data.
c. Resolusi
Resolusi dari sebuah citra adalah karakteristik yang menunjukkan level detail yang dimiliki sebuah citra. Resolusi didefinisikan sebagai area dari permukaan bumi yang diwakili oleh sebuah pixel sebagai elemen terkecil dari sebuah citra. Resolusi citra dengan ketinggian sensor 1 km akan berbeda dengan 10 atau 100 km. Semakin dekat sensor ke objek maka resolusi akan semakin besar.
8 Unsur Interpretasi Citra Penginderaan Jauh

8 Unsur Interpretasi Citra Penginderaan Jauh

Produk penginderaan jauh pada dasarnya adalah foto udara. Foto udara atau citra ini kemudian dianalisa atau ditinterpretasi oleh pengguna untuk berbagai kepentingan. 

Bagaimana kita bisa mengetahui objek-objek pada sebuah citra inderaja?. Kamu harus memahami terlebih dahulu 8 unsur utama citra inderaja. Berikut ini penjelasannya:

1. Ukuran
Setiap objek di permukaan bumi ini memiliki ukuran tertentu jika dilihat dari udara. Misalnya jika lapangan bola tentu ukurannya akan lebih besar dibanding lapangan sekolah. Ukuran perumahan akan lebih luas dibanding sekolah. Dengan melihat ukuran kita bisa mencoba mentafsirkan objek di peta tersebut.  
2. Bentuk
Bentuk suatu objek di permukaan bumi jika dilihat dari foto udara akan bermacam-macam. Contohnya perkebunan sawit akan memiliki bentuk seragam sedangkan hutan bakau memiliki bentuk tidak teratur. Bentuk mesjid dapat dilihat dari adanya kubah sedangkan bentuk jalan adalah lurus dengan berbagai percabangan.
3. Bayangan
Bayangan tercipta karena adanya sinar matahari terhalang oleh suatu objek. Bayangan dapat memberikan informasi tentang menara, ketinggian bangunan dan lainnya. Bayangan dipengaruhi juga oleh sudut perekaman. 
4. Warna
Warna memegang peranan penting terhadap pengenalan sebuah objek di foto udara. Contohnya dalam foto udara pankromatik, ladang jagung yang telah siap panen akan berwarna kuning sedangkan sungai hutan hujan akan berwarna hijau gelap. Jika menggunakan infrared, tumpahan minyak di laut dapat dikenali dari warnanya yang gelap.  
5. Tone
Tone merupakan variasi warna putih ke hitam. Dalam foto pankromatik, beberapa objek khusus dapat dilihat dari perbedaan tone ini. Contohnya pasir kering akan merefleksikan warna putih sedangkan tanah yang basah akan merefleksikan warna kehitaman.
8 Unsur Interpretasi Citra Penginderaan Jauh
Foto Citra Ladang Panel Surya, pic: geoimage
6. Tekstur
Tekstur adalah ukuran kekasaran sebuah objek. Padang rumput luas akan mencitrakan tekstur halus di foto sedangkan hutan konifer akan mencitrakan tekstur cenderung kasar di foto. Tekstur dipengaruhi oleh skala foto juga. 
7. Pola
Pola adalah kecenderungan sebuah objek. Contohnya rel kereta akan berpola memanjang, padang gandung akan berpola teratur, perumahan akan berpola seragam dan lainnya. 
8. Asosiasi 
Kombinasi dari berbagai elemen objek di permukaan bumi dinamakan asosiasi. Jika kamu melihat cerbong asap di foto tentu asosiasinya adalah dengan pabrik, jika melihat hutan bakau tentu asosiasinya adalah dengan pantai.

Itulah 8 unsur spasial citra inderaja. Kepekaan daya citra masing-masing orang berbeda-beda oleh karena itu dalam menerjemahkan foto udara harus dilakukan secara bersama-sama. 

Baca juga: Terbentuknya awan di langit
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close