Guru Geografi: SIG | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIG. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 24

Memahami Keunggulan Sistem Informasi Geografi

Memahami Keunggulan Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG bisa dibilang sebagai pengembangan dari peta konvensional. Peta dikombinasikan dengan komputer maka jadilah SIG. SIG saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat. 

Coba lihat di smartphone anda pasti ada aplikasi map bukan?. Itulah bagian dari SIG. Semua wilayah atau fenomena apapun di permukaan bumi ini bisa disajikan dalam bentuk peta digital. 

Baca juga:
Gunung api strato, shield dan cone
Formasi geologi pulau Jawa

Lokasi kini menjadi suatu istilah geografi yang sangat penting dalam kehidupan kita. Ada keunggulan dan kelemahan dari SIG sebagai sebuah sistem. Kali ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang keunggulan SIG. Berikut ini beberapa keunggulan SIG:
Tampilan peta 3D
1. Pemrosesan Data Lebih Cepat
Dengan menggunakan bantuan komputer, maka pemrosesan data spasial maupun atribut lebih cepat. Anda bisa memanipulasi data atau mengolah data dengan cepat dengan komputer masa kini. Jika sebelumnya kita mengolah data secara manual maka kini hanya membutuhkan data/file saja dan menginputnya dalam komputer. 
2. Penanganan Data Spasial Lebih Baik
Untuk menampikan data spasial dalam komputer, kini telah tersedia berbagi macam software yang memudahkan kita untuk membuat sebuah peta digital. Data spasial dapat kita edit, rubah dan analisa sesuka hati. Baca juga: Geografi benua Eropa
3. Data Geospasial Lebih Mudah Ditampilkan
Jika dulu membaut peta harus diprint dalam ukuran besar maka kini hanya bermodal layar smartphone saja, semua wilayah dunia bisa kita dapatkan. Tanpa diprint dan menghabiskan tempat. 
4. Kemampuan Menukar Data Spasial
Hadirnya SIG membuat kita bisa menukar data geospasial dengan mudah di komputer.
5. Hemat Waktu dan Biaya
SIG meskipun memakan investasi mahal di awal, namun dalam produknya dapat digunakan dengan efisien dan hemat biaya. Kita bisa mengolah data spasial atau mencari informasi wilayah tak terbatas ruang dan waktu.
6. Pengambilan Keputusan Lebih Akurat
Produk SIG seperti google map menghasilkan gambaran nyata permukaan bumi persis. Hal ini akan membuat seorang geografer dapat dengan mudah menganalisa fenomena keruangan yang terjadi lebih akurat.
7. Gambaran Visual Menyerupai/Sesuai Asli
Gambaran keruangan dalam SIG menyerupai gambaran asli dari permukaan bumi itu sendiri. Bahkan kini ada fitur 3D di dalamnya. Dunia seperti berada di genggaman kita. 

Masih banyak lagi keunggulan SIG yang lain dan kehadiran SIG membuat manusia semakin memahami akan pentingnya geografi dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga:  
Geologi Patahan Lembang Bandung
Gambar: disini

Jumat, Mei 5

5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi atau SIG merupakan suatu sistem komputer yang terintegrasi dengan geografi atau fenomena keruangan. Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat membuat geografi kini menjadi disiplin ilmu yang begitu penting. 

SIG memiliki 5 komponen yaitu hardware, software, data, metode dan manusia. Berikut pembahasan lengkapnya.

Hardware
Hardware merupakan perangkat komputer yang mampu mengoperasikan SIG. Software SIG dapat diinstal dan bekerja dalam berbagai tipe komputer. Hardware diantaranya monitor, CPU, RAM, Hardisk, printer dan keyboard. 

Software SIG banyak dijual di pasaran dan bisa diinstal sendiri di komputer rumah. Untuk menjalankan program SIG dengan lancar maka dibutukan kompter dngan 

Software
Software SIG menyediakan berbagai tools dan fungsi untuk menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi keruangan. Komponen software berfungsi:
- meng input dan memanipulasi data geografis.
- sebagai database manajemen
- alat untuk menganalisa, mengelompokan, dan visualisasi data keruangan
- menampilkan data grafis keruangan
Contoh software SIG diantaranya Google Map, Arc View, Map Info.
5 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi
Pemrosesan SIG
Data
Bisa jadi, data merupakan komponen paling penting dalam SIG. Data keruangan dan tabel dapat dikumpulkan melalui observasi atau membeli dari pusat penyedia data komersil. SIG dapat mengintegrasikan data spasial dengan data lainnya dan diolah dalam basis data sistem manajemen. Data ini diinput lalu diolah dan ditampikan hasilnya oleh software SIG.

Manusia
Teknologi SIG sangat tidak akan berfungsi jika tidak ada manusia yang menjalankan sistem dan mengembangkannya. SIG membutuhkan tenaga terampil atau ahli yang mampu membuat sistem, aplikasi dan menganalisa data keruangan agar bisa digunakan di dunia nyata. 

Metode
Sukses tidaknya pengoperasian SIG sangat bergantung pada perencanaan dan alur kerja yang jelas. Berbagai metode pengembangan dan pengoperasian sangat memengaruhi terhadap sistem kerja SIG. 

Gambar: en.ugi.ru

Sabtu, April 22

Jenis Citra Foto Inderaja

Jenis Citra Foto Inderaja

Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh adalah citra. Citra ini dapat berwujud citra foto dan citra non foto. Kali ini kita akan bahas dulu tentang jenis-jenis citra foto inderaja. 

Citra foto dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan dan wahana yang dipakai.

Menurut spektrum elektromagnetik
a. Foto pankromatik, merupakan foto menggunakan semua spektrum cahaya tampak sehingga objek yang terekam sesuai dengan kepekaan mata manusia. Oleh karena itu foto pankromatik disebut juga foto udara konvensional. Jadi hasilnya seperti foto yang biasa kita cetak sehari-hari.

b. Foto ortokromatik, merupakan foto yang menggunakan spektrum dari 0,4 - 0,56 mikrometer dengan dominasi warna biru hingga hijau. 

Foto ini memiliki kemampuan untuk mengenali objek yang ada di bawah permukaan air jernih hingga kedalaman 20 m. Jadi foto ini cocok untuk survei perairan dangkal.

Baca juga:
Seri reaksi bowen batuan beku, mau tahu?
Perambatan panas di permukaan bumi

c. Foto ultraviolet, merupakan foto yang menggunakan spektrum ultraviolet dari 0,29 - 0,4 mikrometer. Foto ini paling baik untuk mendekteksi tumpahan minyak di laut karena lapisan minyak akan memantulkan radiasi matahari dan membentuk rona cerah dengan kontras yang besar.

d. Foto inframerah, merupakan foto yang merekam spektrum inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang antara 0,7 - 0,9 mikrometer. Umumnya foto ini cocok untuk melihat perbedaan kondisi vegetasi yang sehat dengan yang tidak sehat. Jadi sangat baik untuk keperluan pertanian dan kehutanan.
Jenis Citra Foto Inderaja
Citra foto warna dan hitam putih
Menurut posisi sumbu kamera
a. Foto vertikal, dibuat dengan sumbu tegak lurus dengan permukaan bumi. Foto tegak akan memiliki ciri yaitu tidak adanya bayangan benda dan gambar yang dihasilkan mirip dengan peta dan punya skala yang konsisten. 

Kekurangannya foto hanya menampikan bagian atas objek saja. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

b. Foto miring, dibuat dengan sumbu kamera yang miring terhadap objek di permukaan bumi. Ciri dari foto miring atau condong memiliki karakter yaitu adanya bayangan dari objek di permukaan bumi. Gambaran yang didapat lebih detail karena tidak hanya nampak bagian atas nya saja.

Menurut sudut liputan kamera
1. Foto sudut kecil, panjang fokus 304,8, sudut liputan < 60⁰
2. Foto sudut normal, panjang fokus 209,5, sudut liputan 60-70⁰
3. Foto sudut lebar, panjang fokus 152,4, sudut liputan 75-100⁰
4. Foto sudut sangat lebar, panjang fokus 88,8, sudut liputan >100⁰

Menurut jneis kamera yang digunakan
a. foto tunggal, merupakan foto yang dibuat dengan kamera tunggal.
b. foto jamak, merupakan foto yang dibuat dengan menggunakan beberapa jenis spektrum elektromagentik berbeda.

Jenis Citra Foto Inderaja
Variasi citra foto inderaja
Menurut warna yang digunakan
a. Citra foto semu/inframerah (false color), warna objek tidak sema dengan warna foto. Contohnya vegetasi yang berwarna hijau tampak merah pada foto karena menggunakan sinar inframerah.
b. Citra fot asli (true color), warna objek sesuai dengan aslinya karena menggunakan spektrum warna tampak.

Menurut wahana yang digunakan, citra foto dibagi menjadi citra dirgantara (balon udara, pesawat terbang, drone, helikopter) dan citra satelit (di luar angkasa). 

Baca juga: 
Memahami ciri tanah podzolik
Teknik interpretasi citra inderaja 

Gambar: physicalgeography.net, tankonyvtar.hu

Senin, April 10

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Inderaja dibagi menjadi inderaja aktif dan inderaja pasif. Inderaja pasif menggunakan sinar matahari sebagai tenaga utamanya sementara inderaja aktif menggunakan berbagai gelombang elektromagentik. 

Menurut teori elektromagnetik klasik, perambatan radiasi atau transfer energi merupakan gerak gelombang transversal periodik atau harmonik yang berfluktuasi oleh kekuatan medan listrik dan medan magnet yang saling berpotongan tegak lurus, bergerak searah dengan perambatannya. 

Arah perambatan tegak lurus bidang dibentuk oleh medan listrik dan medan magnet. Jadi gelombang elektromagnetik adalah gelombang hasil intervensi antara gelombang listrik dan gelombang magnetik yang saling berpotongan tegak lurus. Baca juga: Faktor cuaca suatu daerah

Secara keseluruhan, gelombang elektromagnetik menjalar di atmosfer dengan kecepatan yagn sama yaitu 3 x 10⁸m per detik namun punya panjang gelombang yang berbeda-beda dari panjang gelombang paling pendek hingga paling panjang.

Deretan panjang gelombang tersebut diklasifikasikan sesuai bentuk viusalisasinya sebagai sinar kosmis, sinat gamma, sinar X, cahaya ultraungu, cahaya tampak, cahaya inframerah, gelombang mikro dan gelombang radio dan televisi. Jenis gelombang tersebut akan menghasilkan citra yang berbeda.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Citra sensor infrared
Dalam inderaja aktif, beberapa sensor elektromagentik yang biasa digunakan saat ini adalah:
1. Sensor tampak visible, dengan panjang gelombang 0,4 - 0,7 ૫m, bekerja sesuai dengan cahaya tampak dengan prinsip kerja berdasarkan albeldo (radiasi pantul) pada siang hari. Albeldo sangat dipengaruhi oleh keberadaan awan dan uap air dalam atmosfer yang menghasilkan citra visible. Baca juga: Beda HIV dan AIDS itu apa?

2. Sensor inframerah terdiri dari inframerah dekat, tengah dan jauh. Sensor inframerah dekat dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m, dapat dideteksi dengan film dan dikenal dengan inframerah fotografi. 

3. Sensor inframerah, tengah dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m dan inframerah jauh dengan panjang gelombang 0,5-4,0 ૫m. Keduanya merupakan inframerah termal menggunakan prinsip jendela atmosfer pada daerah termal dan tidak dapat dideteksi dengan film. Perolehan citra dilakukan dengan scanner mekanik-optik.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Pita Spketrum elektromagnetik
4. Baik cahaya inframerah pantul maupun termal dapat diperoleh secara langsung dari spektral radiasi matahari. Sensor inframerah bekerja ebrdasarkan perambatan cahaya inframerah dengan dua jenis prinsip kerja. Sensor inframerah pantul bekerja berdasarkan albeldo pada siang hari sedangkan inframerah termal berdasarkan perbedaan suhu objek/sasaran baik pada siang maupun malam hari.

5. Sensor gelombang mikro, dengan panjang gelombang 0,3-300 cam dapat menembus awan dan kabut. Gelombang mikro tidak dapat diperoleh secara lansung di alam sehingga harus dipancarkan oleh sistem pemancar ke objek/sasaran. 

Sensor ini biasanya digunakan pada sistem radar namun kemudian menjadi inspirasi untuk melengkapi sistem satelit. Sensor ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan data permukaan tanpa gangguan awan dan kabut di atmosfer. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Sumber: PJ dan Pengenalan SIG Untuk Bidang Ilmu Kebumian. Sri Hartati Soenarmo.
Gambar: seos-project.eu, NASA

Kamis, Maret 9

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Tidak selamanya kualitas foto inderaja dapat diamati secara jelas, ada beberapa faktor yang memengaruhi kualitas citra dalam hal hambatan-hambatan untuk melakukan interpretasi dan klasifikasi yang diperlukan. Berikut ini hambatan yang memengaruhi kualitas citra inderaja:

a. Tutupan awan
Terutama untuk tipe sensor pasif, awan dapat menutupi bentukan yang ada di bawahnya sehingga interpretasi tidak dimungkinkan. Masalah ini sangat sering dijumpai di daerah tropis dan mungkin diatasi dengan mengkombinasikan sensor pasif dengan sensor aktif agar keduanya saling melengkapi.
b. Bayangan topografi
Metode pengkoreksian yang ada untuk menghilangkan pengaruh topografi pada radiometri belum terlalu maju perkembangannya saat ini.
c. Pengaruh atmosfer
Unsur seperi ozon, uap air dan aerosol sangat mengganggu pada band nampak dan infrared. Penelitian akademis tengah berjalan saat ini untuk mengatasinya.
d. Derajat kedetailan
Semakin detail peta yang ingin dihasilkan maka semakin rendah akurasi dari klasifikasi. Hal ini salah satunya bisa diperbaiki dengan adanya resolusi spektral dan spasial dari citra komersial yang tersedia. Setelah citra diperoleh dan dipilih, langkah pemrosesan selanjutnya tidak bergantung pada sistem sensor juga software pengolahan yang dipakai.
Faktor Kualitas Citra Inderaja
Penginderaan Jauh, pic: slideshare
Langkah selanjutnya adalah:
- mengukur kualitas data dengan tampilan citra atau deskriptif
- mengoreksi kesalahan baik radiometrik maupun geometrik
- menajamkan citra baik untuk analisa digital atau visual 
- melakukan survei lapangan
- mengambil sifat tertentu dari citra dengan proses klasifikasi dan pengukuran akurasi dan hasil klasifikasi
- memasukan data hasil olahan ke dalam software SIG
- menginterpretasikan hasil 

Mengamati citra pada layar adalah proses paling efektif dalam mengidentifikasi masalah yang ada di citra misalnya tutupan awan, kabut dan kesalahan sensor. Citra bisa ditampilkan oleh sebuah komputer baik per satu band dalam hitam dan putih maupun dalam kombinasi tiga band yang disebut komposit warna. Mata manusia hanya bisa membedakan 16 derajat keabuan dalam sebuah citra tapi bisa membedakan berjuta warna yang berbeda.

Selasa, Maret 7

Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

Pemanfaatan SIG Di Kehidupan

SIG atau Sistem Informasi Geografi kini sudah menjadi kebutuhan manusia dan menjadi disiplin ilmu bantu geografi yang sangat modern. Keunggulan atau kelebihan SIG ialah mampu menyajikan dunia nyata atau real world pada layar komputer seperti lembaran peta. 

SIG menyimpan semua informasi berkenaan dengna unsur geografis ke dalam basis data digital. SIG dapat menyimpan data keruangan dalam bentuk tabel dan disimpan dalam hardisk. 

Data tersebut dapat dipanggil kembali, diedit dan dimanipulasi sessuai keinginan penggunanya. SIG dapat digunakan luas di berbagai bidang kehidupaan diantaranya:
1. Bidang Pendidikan
SIG dapat dimanfaatkan untuk menentukan lokasi sekolah, untuk membuat sistem informasi pendidikan dan sebagai alat bantu pemahaman siswa saat pembelajaran geografi.

2. Bidang Geologi, Petambangan dan Perminyakan
SIG di bidang ini dilakukan untuk menentukan lokasi keterdapatan mineral/cebakan bahan galian yang akan dieksploitasi. SIG juga dipergunakan untuk menganalisa limbah yang merupakan hasil buangan industri tambang.

3. Bidang Sumber Daya Alam
SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, analisa daerah rawan bencana alam, dan pemantauan daerah kebakaran hutan dan lahan.

4. Bidang Perencanaan Wilayah
SIG dapat dijadikan media yang tepat untuk perencanaan pemukiman dan transmigrasi, perencanaan kota, pengembangan desa tertinggal, perencanaan lokasi industri, pasar, pemukiman dan lainnya.

5. Bidang Lingkungan
SIG dapat dijadikan alat untuk menganalisa dan pemantauan pencemaran udara, limbah berbahaya, pencemaran air, sunga, laut, tanah, evaluasi pengendapan lumpur dan sedimen di pantai dan pemantauan pencemaran minyak di laut.
Pemanfaatan SIG Di Kehidupan
Pemanfaatan SIG semakin pesat, pic:ww.wrsc.org
6. Bidang Hidrologi dan Kelautan
SIG digunakan untuk kegiatan inventarisasi dan manajemen pengamatan pasang surut laut, manajemen daerah pesisir, manajemen kawasan wisata laut, taman laut dan hutan bakau.

7. Bidang Transportasi dan Perhubungan
SIG digunakan untuk manajemen pemeliharaan, perencanaan dan perluasan jaringan jalan tol, rel kereta dan jalan raya, penentuan jalur transportasi, analisa rawan kemacetan dan bahaya kecelakaan dan pemantauan jalur mudik.

8. Bidang Telekomunikasi
SIG dimanfaatkan pada saat perencanaan, pemeliharaan dan analisa perluasan jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem informasi pelanggan dan fasilitas umum telekomunikasi seperti, telepon umum, warnet dan lainnya. SIG juga dapat digunakan untuk menginventarisasi jaringan telekomunikasi dan pelanggan TV kabel, antene parabola dan jaringan internet.

9. Bidang Ekonomi, Bisnis dan Marketin
SIG dimanfaatkan untuk menentukan lokasi bisnis prospektif seperti bank, pasar, mall, ATM, kantor cabang, showroom, outlet makanan, gudang dan lainnya dengan memerhatikan lokasi konsumen dan pelanggan di sekitar. SIG juga dapat menganalisa rute terpendek yang harus dilalui oleh salesmen.

10. Bidang Perpajakan
SIG dapat dimanfaatkan untuk memprakirakan potensi pendapatan dari sektor pajak dengan membuat sistem informasi untuk penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.

11. Bidang Militer
SIG diperlukan untuk penyediaan data spasial untuk analisa rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang, pembuatan peta elektronik yang dihubungkan dengan radar yang mampu mendeteksi kendaraan atau pesawat musuh di wilayah teritorial negara.

12. Bidang Kesehatan
SIG dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderitan suatu penyakit, pola atau sebaran pandemi penyakit serta penentuan lokasi unit-unit pelayanan kesehatan beserta tenaga medisnya.

13. Bidang Utilitas
SIG dimanfaatkan dalam proses inventarisasi dan manajemen informasi jaringan pipa air minum, sistem informasi pelanggan, perencanaan jaringan tiang listrik, gardu listirk, tower BTS dan lainnya. 

Sumber: Iwan Hermawan, Geografi Sebuah Pengantar.
3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan suatu integrasi antara pemetaan dengan peranti komputer. 

SIG merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, mengelola, menganalisa dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai unsur keruangan untuk berbagai tujuan dengan pemetaan dan perencanaan.

Informasi geospasial yang dihasilkan melalui analisa SIG berasal dari integrasi antar komponen SIG. Komponen-komponen SIG adalah sebagai berikut:

a. Perangkat Lunak
Perangkat lunak atau software merupakan sistem operasi untuk pemrograman komputer yang berfungsi memasukan, menyimpan dan mengeluarkan data. Contoh software SIG diantaranya adalah Google Map, Arc Info, ILWIS, IDRIS, ARc View, Arc GIS dan Map Indo.
 
3 Komponen Utama Sistem Informasi Geografi
SIG sangat penting dalam era modern
b. Perangkat Keras
Perangkat keras atau hardware memiliki peran sebagai berikut:
1. Alat masukan (input) berfungsi untuk memasukkan data ke jaringan komputer. Alat masukannya berupa scanner, digitizer dan CD/DVD ROM.
2. Alat pemrosesan berfungsi mengolah, mengalisa dan menyimpan data yang masuk sistem komponen sesuai kebutuhan berupa central processing unit (CPU), tape drive dan hardisk.
3. Alat keluaran (output) berfungsi menayangkan informasi geografis sesuai data yang telah diproses melalui alat printer dan plotter.

c. Sumber Daya Manusia
Brainware merupakan kemampuan manusia dalam mengelola dan memanfaatkan SIG. Manusia sebagai pelaku mengendalikan seluruh sistem dituntut menguasai ilmu dan teknologi agar mampu menjalankan dan mengelola data SIG serta memanfaatkannya dalam berbagai bidang kehidupan.

Sistem Informasi Geografi saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Semua perangkat handphone kini memiliki fasilitasi berbasis SIG. Komentator olahraga seperti sepakbola menggunakan SIG untuk melihat pola permainan tim dalam sebuah pertandingan. 
Gambar: tnooz.com

Senin, Februari 27

Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli

Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli

Utara atau north adalah sebuah nama arah mata angin pada kompas. Dalam budaya barat, utara merupakan arah utama. Karena itulah utara selalu ditandai dengan panah. Utara biasa dicantumkan pada bagian atas sebuah peta. Dalam navigasi, utara dinyatakan sebagai titik awal 0⁰.

Dalam dunia kartografi atau ilmu pemetaan, dikenal tiga macam arah utara yaitu:
- utara peta (Grid North)
- utara sebenarnya (True North)
- utara magnetis (Magnetic North)
Pebedaan Utara Peta, Magnetik dan Asli
Perbedaan Utara Magentik dengan Utara Sebenarnya
Utara peta merupakan arah utara yang ditunjukkan dengan garis-garis tegak lurus vertikal (sumbu y). Garis ini dihasilkan dari proyeksi bujur dan lintang bumi pada peta sehingga menjadi sistem koordinat atau grid. Ini disebabkan bentuk bumi yang bulat sehingga saat dibuat datar, garis bujur yang harusnya bertmu di kutub tidak bisa terjadi. 

Utara sebenarnya merupakan kutub utara bumi yang pada peta disimbolkan dengan tanda arah panah atau bintang. Tanda tersebut mengarahkan pembaca ke arah utara sebenarnya sesuai garis lintang bumi.

Utara magnetis adalah arah yang dihasilkan oleh sudut kompas dari suatu lokasi tertentu ke arah kutub utara magnetis bumi yang terletak dekat Greenland. Sudut yang dihasilkan antar utara sebenarnya dinamakan sudut deklinasi. 

Sumber: sailtrain.co.uk, met.sysu.edu.cn
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close