Guru Geografi: Sertifikasi Guru - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 3

24 Modul PPG Daljab Geografi Profesional Lengkap

24 Modul PPG Daljab Geografi Profesional Lengkap

Rekan-rekan guru geografi sebangsa dan setanah Indonesia, kali ini saya akan membagikan contoh modul geografi PPG Daljab yang telah saya lalu di tahun 2019.
 
Bagi seorang guru, program PPG wajib diikuti untuk mendapatkan lisensi mengajar dan mendapat tunjangan profesi guru.

Program Pendidikan Profesi Guru ini adalah bagian dari peningkatan kompetensi guru Indonesia agar menjadi guru yang profesional.

Saya akan cerita sedikit tentang PPG yang telah saya lalui dan alhamdulillah lulus dengan baik setelah berjuang selama kurang lebih 1 semester.

Program PPG ini terbagi menjadi pembelajarna daring dan workshop. Nah saat daring ini kita akan disuguhi modul-modul pembelajaran yang wajib kita baca lalui dikerjakan evaluasinya.

Khusus di postingan ini akan dibagikan modul materi profesional geografi. Materi geogafi ini sama dengan materi yang kita ajarkan ke siswa di sekolah pada umumnya.

Akan tetapi karena yang diuji adalah guru maka konten modul lebih dalam dan banyak terdapat soal penalaran hots.

Level materi ada di modul lebih tinggi dibandingkan materi kurikulum SMA. Jadi untuk guru-guru geografi sekalian harus menguasai materi PPG ini agar bisa lulus di UP.

Niatkan dalam diri kita untuk belajar meningkatkan diri sehingga modul yang kita baca akan terasa ringan dan bukan beban.

Modul ini juga bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran di kelas bersama siswa atau bahan materi olimpiade karena saya lihat cukup dalam pembahasannya.
 
Saya ucapkan terimakasih kepada dosen-dosen yang telah menyusun materi modul geografi ini untuk guru-guru Indonesia. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat dan menjadi amal jariyah yang tak terputus.

Jika berkenan jangan lupa share postingan ini ke guru-guru lainnya agar bisa lebih bermanfaat. Selamat membaca. Link modul geografi ada di bawah, saya simpan di google drive, tinggal download saja.
Modul PPG Geografi Gratis
Kumpulan Modul Belajar Geografi PPG Daljab

Sabtu, November 21

Sertifikasi Guru Sekolah SPK Tidak Cair, UU Pendidikan Ugal-Ugalan

Sertifikasi Guru Sekolah SPK Tidak Cair, UU Pendidikan Ugal-Ugalan

Dalam salah satu kajian Aa Gym, beliau pernah berkata "janganlah berharap kepada mahluk, berharaplah kepada Allah SWT sang penguasa mahluk".

Nampaknya kata-kata itulah yang sekarang menjadi pegangan hidup paling paten dan "ultimate" dalam menjalani kehidupan.

Dalam postingan ini saya hanya akan sedikit bercerita tentang salah satu kabar bahwa tunjangan guru sekolah perjanjian kerjasama alias SPK itu akan dihapus.

Saya lalu coba cek kabar di berita-berita ternyata memang sudah gaduh gak karuan. Ada salah satu teman saya juga yang bertanya via WA "pak sertifikasi di sekolah cair gak?".

Ternyata memang biang keroknya adalah ada mafia DPR yang mencoba menzalimi rakyatnya. Jadi apa sih yang dimaksud sekolah SPK itu?

Gini aja deh gampangnya, di kota-kota besar itu sekarang kan banyak sekolah yang berlabel Cambridge, IB dan kurikulum luar. Nah sekolah yang pakai gituan itu menurut DPR katanya gaji gurunya sudah tinggi jadi gak perlu sertifikasi.

Lah itu pendapat ngawur dan saya yakin itu anggota DPR yang bilang pasti cuma melihat dari salah satu sekolah kaya sekolah Jakarta Intercultural School di Jakarta yang gaji guru bulenya aja bisa 20 puluhan juta ke atas dan gaji guru Indonesia bisa 10 jutaan keatas,

Di luar sana banyak sekolah-sekolah berembel-embel SPK yang gaji guru lokal itu beda dengan yang sekolah JIS tadi. Malah gaji guru luar yang kebanyakan Filipina itu bisa puluhan juta. Perbandingan kerjanya jauh banget. Mereka cuma modal bahasa Inggris doang, soal etos kerja dan pengabdian kalah kelas dari guru Indonesia.

Saya sendiri mengalami hal tersebut. Jadi memang negeri kita itu benar adanya tidak menghargai bangsanya sendiri. Jadi jangan harap ini bangsa akan maju.

Sebenarnya saya tidak begitu peduli sertifikasi cair atau tidak, tapi kalau berpedoman pada payung hukum UUD Guru dan Dosen maka ada hak guru yang tidak terpenuhi. Negara kita berdasar hukum, maka untuk apa UU tersebut jika dilanggar.

Gaji guru PNS + sertifikasi saja bisa lebih besar daripada gaji guru lokal di sekolah SPK. Kalaupun memang para anggota dewan yang terhormat tidak ikhlas mengaplikasikan UU ini harusnya bilang di awal bahwa guru di SPK tidak akan dapat sertifikasi.

Bagi saya profesionalnya seorang guru tidak hanya diukur dari adanya sertifikat. Kurikulum Indonesia memang masih tidak tangguh, buktinya masih ada sekolah-sekolah yang membeli lisensi kurikulum luar. Satu-satunya kurikulum Indonesia yang paten menurut saya adalah kurikulum pendidikan pesantren. 
 
Carut marut dunia pendidikan di Indonesia memang sudah kronis, belum ditambah urusan guru honorer yang dari dulu tidak pernah beres-beres.  

Teman saya yang ngajar di sekolah dengan label embel-embel SPK tidak mendapatkan sertifikasi padahal sudah mendapat sertifikat pendidik. Memang parah sekali.

Kamis, Agustus 6

Pengalaman Membuat Rekening Bank Khusus Sertifikasi Guru

Pengalaman Membuat Rekening Bank Khusus Sertifikasi Guru

Halo teman-teman guru yang berbahagia, gimana kabarnya hari ini?. Semoga senantiasa sehat selalu dan tetap produktif.

Kali ini saya akan share pengalaman saya saat mencoba membuat rekening bank baru khusus sertifikasi guru. Memangnya tidak bisa pakai rekening yang sudah ada ya?.

Nah untuk itu saya akan coba berikan sedikit ceritanya. Jadi pada tahun lalu saya sudah mengikut program pendidikan profesi guru atau PPG di salah satu perguruan tinggi negeri.

Program PPG dalam jabatan ini bersubsidi jadi kita itu dibantu pemerintah untuk sekolah lagi (profesi). Besaran tunjangan biaya pendidikan profesi waktu itu 7,5 juta rupiah untuk satu semester.

Terus biaya lainnya gimana?. Nah yang lainnya ditanggung sendiri seperti kost, makan dan lainnya. Dana subsidi PPG tersebut dibayarkan langsung pemerintah pusat ke perguruan tinggi pelaksanan, tapi kita harus buat rekening bank dulu.

Bank yang ditunjuk pemerintah untuk sertifikasi adalah BNI. Jadi harus buat tabungan khusus lagi di BNI. Nanti dana akan dikirim otomatis kemudian ditransfer lagi otomatis ke perguruan tinggi.

Jadi istilahnya kita buat rekening transit, setelah itu rekening kemanain?. Saya biarkan aja biar hangus, karena udah punya BNI sebelumnya. Masa harus nyimpen 2 no rekening bank yang sama.
Rekening bank khusus sertifikasi guru
Singkat cerita saya lulus PPG alhamdulillah dan menunggu untuk mendapatkan pencairan tunjangan sertifikasi. Nunggunya hampir 6 bulanan pemirsa semenjak lulus UP PPG.

Lalu bagaimana proses pencairan dana sertifikasi itu?. Ternyata pemerintah akan membuatkan rekening khusus kepada setiap guru untuk pencairan tunjangan triwulan.

Syarat pencairan adalah harus memenuhi 24 jam mengajar linier. Untuk mengetahui valid tidaknya tunjangan bisa cek di dapodik sendiri. Baca juga: Cara cek status sertifikasi

Di akun dapodik nanti akan tertera bank yang ditunjuk untuk mencairkan dana sertifikasi. Kebetulan saya dapat bank BNI sementara teman-teman lain di Jawa Barat adalah Bank BJB.

Setelah itu saya bawa KTP dan print screenshoot dapodik ke bank BNI yang ditunjuk khusus untuk pembuatan rekening sertifikasi guru. Di kota Bekasi bank BNI yang ditunjuk adalah BNI Kemang Pratama.

Pagi hari lalu saya ke CS BNI untuk membuat rekening baru dan tidak lebih dari 1 jam, rekening sudah jadi.

Tinggal menunggu tunjangan cair, silahkan cek pakai mobile banking saja biar mudah. Ingat jangan sampai saldonya habis karena nanti akan lebih sulit lagi buatnya.

Selasa, Agustus 4

Cara Cek Validasi Tunjangan Profesi Guru/Sertifikasi

Cara Cek Validasi Tunjangan Profesi Guru/Sertifikasi

Halo teman-teman guru sebangsa dan setanah air Indonesia, kali ini saya membagikan sedikit info tentang sertifikasi nih.

Bagi guru Indonesia entah itu swasta atau PNS tentu sangat mendambakan tunjangan profesi alias sertifikasi. Sertifikasi adalah program pemerintah yang mulai digulirkan tahun 2004.

Guru yang sudah sertifikasi berhak mendapatkan tunjangan sesuai dengan amanah UUD Guru dan Dosen. Saat ini sertifikasi guru harus melalui Pendidikan Profesi Guru baik pra jabatan maupun dalam jabatan.

Saya ucapkan selamat bagi bapak ibu yang sudah lulus sertifikasi atau PPG dan akan mendapatkan tunjangan profesi. Tunjangan profesi adalah hak guru yang sudah berlabel profesional dalam arti ikut serta dan lulus program PPG.

Setelah lulus PPG tentunya kita akan menunggu tunjangan cair bukan?. Nah bagaimana syaratnya agar tunjangan ini cair?. Anda harus cek ke akun dapodik masing-masing untuk melihat valid tidaknya tunjangan profesi.

Oleh sebab itu rajinlah berkomunikasi dengan guru TU di sekolah anda. Selain itu anda juga harus bisa cek akun masing-masing melihat status kevalidan sertifikasi atau melihat rekening mana yang harus dibuat.

Ingat guru yang sertifikasi akan mendapatkan no rekening baru dari pusat, jadi anda harus lihat di dapodik dan membuat rekening baru ke Bank yang sudah direkomendasikan di akun anda. Setiap guru bisa beda lho, ada yang BJB atau BNI kalau yang domisili Jawa Barat.

Berikut ini panduan melihat status valid sertifikasi guru.
1. Pertama login ke akun dapodik SIM PKB anda. Tampilan login seperti di bawah ini.
2. Setelah itu akan akan masuk ke akun dapodik, gulir atau scroll ke bawah dan pilih menu Layanan Info GTK yang warna ungu
3. Anda kemudian akan masuk ke tautan baru seperti di bawah ini. Isi akun login dengan email anda yang sama seperti tercantum di SIM PKB dan password biasanya tanyakan dulu ke TU di sekolah anda.
4. Setelah masukan kode keamanan, kemudian klik Login. Maka akan muncul info tentang dokumen kevalidan sertifikasi sebagai berikut

5. Jika status anda sudah VALID maka anda tinggal menunggu pencairan sertifikasi, tapi ingat harus pergi dulu ke bank yang ditunjuk pemerintah. Caranya scroll ke bawah lalu liat ada menu bank yang ditunjuk, seperti saya BNI. Nah tidak semua BNI tapi ada beberapa bank yang memang ditunjuk khusus untuk melayani sertifikasi ini. Jadi pantau dan komunikasi dengan sesama guru di daerah kamu kuncinya, jangan main sendiri nanti bingung gak tau arah kemana.
Jangan lupa untuk bawa persyaratan yang diminta dan print screen shoot halaman dapodik ini. Ada menu print kanan atas nanti. Kalau tidak bisa, nanti bisa pakai mode screen shoot aj. Klik kanan dan nanti ada screen shoot.

Jadi itulah sedikit tutorial cara melihat valid tidaknya tunjangan profesi guru kita. Selamat bagi yang sudah lulus dan bagi belum mendapat kesempatan, semoga segara mendapatkannya. Jangan menyerah dan tetap semangat memberikan pendidikan bagi anak bangsa. 

Wajib baca: Cara membuka rekening khusus sertifikasi

Rabu, Januari 15

Nominal Tunjangan Profesi Guru Negeri dan Swasta

Nominal Tunjangan Profesi Guru Negeri dan Swasta

Halo teman-teman sekalian sebangsa dan se tanah air Indonesia, bagaimana kabarnya hari ini?. 

Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif menjalani hari. Kali ini kita akan sedikit mengulas topik tunjangan profesi guru alias sertifikasi yang tentunya diidam-idamkan oleh guru.

Hal paling penasaran tentu adalah berapa sih besar nominal tunjangan profesi guru itu?. Apakah berbeda antara guru negeri dengan guru swasta?. 

Sebelum melihat nominalnya, ijinkan saya sedikit memberikan gambaran singkat tentang proses sertifikasi alias Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan pemerintah.

Alhamdulilah saya baru saja lulus PPG di akhir tahun 2019 di UPI Bandung. PPG itu adalah program peningkatan kompetensi guru yang bisa dilakukan dalam jabatan (jika anda sudah jadi guru) dan pra jabatan jika anda belum jadi guru. 

Untuk PPG Daljab ini disubsidi pemerintah 7,5 juta per guru dan untuk yang pra jabatan bayar mandiri.
Tunjangan Guru Dalam Jabatan
Jadi bagi yang sudah lulus pretes PPG maka jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan, sayang jika gagal. Tidak apa-apa berkorban sedikit di awal karena akan ada kebahagiaan di akhir nanti. Lalu bagaimana tahapan untuk mendapat tunjangan profesi guru itu?

Dulu sertifikasi guru hanya menggunakan format portofolio (ngumpulin berkas sampai sampai angka kredit), lalu diubah ke PLPG (sekitar hanya 2 minggu). 

Nah kemudian pemerintah nampaknya gak puas dengan kinerja guru sehingga diubah lagi menjadi PPG yang terdiri dari rangkai UKG, Pretes, Daring sampai Workshop, PPL, Uji Kinerja dan UP. Woow panjang juga ya!. 

Tapi saya sendiri awalnya merasa berat namun karena banyak teman-teman baru jadi serasa punya saudara baru dan kegundahan pun hilang.

Jadi sertifikasi guru paling enak itu angkatan pertama pas jaman SBY. Ibu saya termasuk angkatan pertama, gak pake kuliah ama PPL dan lain-lain pokonya kumpulin sertifikat aja sebanyak-banyaknya. 

Nah yang PLPG udah lumayan seperti workshop tapi cuma 2 minggu aja. Sekarang aja yang modelnya seperti kuliah 1 semester. Intinya kalau anda mau dapat tunjangan sertifikasi maka harus lulus dulu PPG ya teman-teman.

Nah, lalu berapa sih nominal tunjangan profesi guru itu?. Untuk guru PNS dan swasta berbeda ya teman-teman. Nih saya kasih screenshot dari lampiran peraturan pemerintah yang mengatur tunjangan profesi ini. Gimana udah paham kan sekarang?. Selamat berjuang!.
Tunjangan Profesi Guru

Sabtu, November 9

Sintak Model Project Based Learning

Sintak Model Project Based Learning

Salah satu kegiatan belajar yang bisa dilakukan sesuai kaidah saintifik adalah project based learning. 

Seperti apa model pembelajaran berbasis proyek tersebut dan apa kata kunci dalam pembelajaran tersebut sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya?.

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai sarananya. 

Peserta didik melakukan eksplorasi, interpretasi, sintesis, penilaian, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. 

PjBL menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara  nyata.  PjBL  dirancang untuk  digunakan   pada permasalahan kompleks yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi. 

PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata yang berharga bagi atensi dan usaha peserta didik, memberikan kesempatan untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Alur kerja project based learning
Berikut ini langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek yang bisa anda lakukan di sekolah:
1)    Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.
Pertanyaan harus dapat mendorong peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas atau proyek yang berkaitan dengan KD dan ada dalam kehidupan nyata (real world). Jadi dalam satu pertemuan buatlah rencana proyek di kelas, khusus untuk menemukan permasalahan saja. Contoh dalam mapel geografi KD lingkungan hidup bisa mencari masalah seputar limbah di selokan perumahan, polusi suara, ruang terbuka hijau dan lainnya.

2)    Mendesain atau membuat perencanaan untuk proyek.

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif sehingga akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang kegiatan mendukung yang akan dilakukan, alat dan bahan yang berguna untuk penyelesaian proyek.

3)    Menyusun jadwal pelaksanaan penyelesaian proyek.

Aktivitas pada tahap ini: (a) membuat timeline, (b) menentukan target akhir penyelesaian proyek (deadline); (c) merencanakan cara pemecahan yang baru; (d) membuat penjelasan alasan tentang pemilihan suatu cara baru tersebut.

4)    Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek, sehingga berperan sebagai mentor agar mempermudah proses monitoring, maka dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Peserta didik melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri, sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya, sehingga memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan dan akhirnya diperoleh suatu proyak yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan.

5)    Menguji hasil.
Pengujian hasil dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek. Pada kegaiatan ini, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya, dan peserta didik dapat melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan berdasarkan masukan dari peserta didik, kelompok lain atau dari guru.

6)    Mengevaluasi kegiatan atau pengalaman.
Refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok pada akhir penyelesaian proyek. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. 

Guru dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja scelama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran dan permasalahan lain yang serupa.

Selasa, Oktober 29

Komponen Minimal RPP Permendikbud No 22 Tahun 2016

Komponen Minimal RPP Permendikbud No 22 Tahun 2016

Dalam kegiatan belajar pastinya guru wajib membuat lesson plan alias RPP bukan. Tapi gak semua guru paham lho tentang apa sih konten atau isi utam RPP di Indonesia itu. Memang sih isi RPP di Indonesia agak ribet beda dengan di luar negeri.

Tapi bagi guru yang sedang sertifikasi alias PPG hukumnya wajib menguasai konten RPP. Karena pas UKIN atau UP akan ditanya satu per satu oleh penguji. Hayo siapa aja yang masih kopas RPP, acungkan jarinya?. Kopas gak masalah kok asal sambil dibaca dan dipahami ya guys isinya.

Nah terkait RPP, kementerian pendidikan udah mengeluarkan aturan dasarnya ya alias rambu-rambunya. Dialah Permendikbud no 22 tahun 2016 yag mengatur isi dalaman RPP. Simak di bawah ini penjelasannya.

Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Komponen RPP Kurikulum 2013
RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan komponen minimal RPP terdiri atas:

1.  Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi pokok, dan 3) alokasi waktu ditentukan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi pokok, dan 3) alokasi waktu ditentukan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 

3. Kompetensi Dasar, adalah sejumlah kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator pencapaian kompetensi. Kompetensi dasar dalam RPP, merujuk kompetensi dasar yang tercantum dalam silabus;

4. Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu. Indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi disusun guru dengan merujuk kompetensi dasar. Dengan pertimbangan tertentu, guru dapat menentukan tingkatan indikator lebih tinggi dari kompetensi dasar (kemampuan minimal) yang ditentukan silabus. 

Pertimbangan tertentu yang dimaksud, antara lain: agar lulusan memiliki nilai kompetitif, atau kelengkapan fasilitas laboratorium lebih baik dari satuan pendidikan sejenis. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan/atau diukur, yang mencakup kompetensi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor);

5.  Tujuan Pembelajaran dirumuskan lebih spesifik atau detail dengan merujuk indikator pencapaian kompetensi. Jika cakupan dan kedalaman materi pembelajaran sudah tidak dapat dijabarkan lebih detail dan spesifik lagi, maka tujuan pembelajaran disusun sama persis dengan indikator pencapaian kompetensi.

6.  Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir pokok bahasan/sub pokok bahasan sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran secara lengkap dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik dapat dilampirkan.

7. Model/Metode pembelajaran, model pembelajaran (lebih luas dari metode, dan mempunyai sintak jelas) digunakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar. Penggunaan model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan karakteristik peserta didik, dan karakteristik materi pembelajaran. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik  (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/ penelitian (model pembelajaran discovery/inquiry). 

Untuk mendorong kemampuan berpikir peserta didik abad 21, baik secara individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Untuk menstimulan kemampuan ketrampilan dan berkarya peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, maka pemilihan model pembelajaran berbasis proyek sangat tepat. Tentunya para guru harus memahami berbagai model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan pengalaman belajar peserta didik.

8.  Media Pembelajaran, berupa alat bantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik termotivasi, menarik perhatian, dan berminat mengikuti pelajaran. Jenis-jenis media pembelajaran dan karakterisnya, perlu dipahami pada guru, sehingga pemilihan media pembelajaran dapat mengoptimalkan perhatian dan hasil belajar peserta didik.

9. Sumber belajar, dapat berupa buku cetak, buku elektronik, media yang berfungsi sebagai sumber belajar, peralatan, lingkungan belajar yang relevan; Ingat ya tulis sumber referensi dengan jelas misal nama buku atau link webnya.

10. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serangkaian aktivitas pengelolaan pengalaman belajar siswa, melalui tahapan pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahapan pendahuluan, guru melakukan kegiatan: 
1) memimpin doa dan mempresensi kehadiran peserta didik, 
2) memberikan apersepsi, 
3) menyampaikan tujuan pembelajaran, dan
4) memotivasi peserta didik. 

Pada tahapan inti, guru mengelola pembelajaran merujuk pada sintak (prosedur) model pembelajaran yang dipilihnya. Tahapan penutup, guru melakukan kegiatan: 
1) rangkuman materi pembelajaran,
2) penilaian, dan 
3) tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

11. Penilaian, penilaian proses belajar dan hasil belajar dikembangkan oleh guru, dilakukan dengan prosedur:

12.  Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;

13.  Menyusun kisi-kisi penilaian;
a.    membuat instrumen penilaian serta pedoman penilaian;
b.    melakukan analisis kualitas instrumen penilaian;
c.    melakukan penilaian;
d.    mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
e.    melaporkan hasil penilaian; dan
f.    memanfaatkan laporan hasil penilaian.
Jenis-Jenis Penilaian Belajar PPG Daljab

Jenis-Jenis Penilaian Belajar PPG Daljab

Masih bingung bedakan jenis-jenis penilaian dalam pembelajaran?. Nah sobat guru tentunya yang sedang PPG alias sertifikasi harus berjibaku untuk memahami materi pedagogik ini. 

Berikut ini saya berikan simpulan alias rangkuman tentang penilaian-penilaian dalam belajar. Pastikan anda pahami perbedaannya.

Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. 

Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. 

Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan anekdot/narasi, skala penilaian (rating scale).

Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) adalah bentuk penilaian yang diwujudkan dalam bentuk pemberian tugas kepada peserta didik secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada penilaian terhadap tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode/ waktu tertentu. 

Penilaian proyek dapat juga dikatakan sebagai penilaian berbentuk penugasan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya  tertentu yang dilakukan secara berkelompok. 

Dengan menggunakan penilaian proyek pendidik dapat memperoleh informasi berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam hal pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis informasi atau data, sampai dengan pemaknaan atau penyimpulan
Jenis penilaian belajar
Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan karya peserta didik yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. 

Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terogansir. Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara peserta didik dan guru. 

Hal ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta peserta didik dan proses bagaimana fakta-fakta tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut ini, yaitu: kesesuaian, saling percaya antara pendidik dan peserta didik, kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara pendidik guru dan peserta didik, penilaian proses dan hasil.

Jurnal
Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik berkaitan dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal belajar ini dapat digunakan untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. 

Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar yang dibuat siswa.

Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas.

Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek dan uraian. Penilaian tertulis yang termasuk dalam model penilaian otentik adalah penilaian yang berbentuk uraian atau esai yang menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang telah dipelajari. 

Penilaian ini sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal seperti kesesuaian soal dengan indikator pada kurikulum, konstruksisoal atau pertanyaan harus jelas dan tegas, dan bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Penilaian Diri
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. 

Dalam proses penilaian diri, bukan berarti tugas pendidik untuk menilai dilimpahkan kepada peserta didik semata dan terbebas dari kegiatan melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah penilaian yang telah dilakukan pendidik.

Untuk melaksanakan penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu memperhatikan hal-hal seperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspek apa yang akan dinilai; langkah berikutnya menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan; merancang format penilaian yang akan digunakan seperti pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian; peserta didik diminta untuk melakukan penilaian diri; pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif; dan pendidik menyampaikan umpan balik kepada peserta didik yang didasarkan pada hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close