Guru Geografi: Sertifikasi Guru | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertifikasi Guru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 9

Sintak Model Project Based Learning

Sintak Model Project Based Learning

Salah satu kegiatan belajar yang bisa dilakukan sesuai kaidah saintifik adalah project based learning. 

Seperti apa model pembelajaran berbasis proyek tersebut dan apa kata kunci dalam pembelajaran tersebut sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya?.

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai sarananya. 

Peserta didik melakukan eksplorasi, interpretasi, sintesis, penilaian, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. 

PjBL menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara  nyata.  PjBL  dirancang untuk  digunakan   pada permasalahan kompleks yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi. 

PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata yang berharga bagi atensi dan usaha peserta didik, memberikan kesempatan untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Alur kerja project based learning
Berikut ini langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek yang bisa anda lakukan di sekolah:
1)    Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.
Pertanyaan harus dapat mendorong peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas atau proyek yang berkaitan dengan KD dan ada dalam kehidupan nyata (real world). Jadi dalam satu pertemuan buatlah rencana proyek di kelas, khusus untuk menemukan permasalahan saja. Contoh dalam mapel geografi KD lingkungan hidup bisa mencari masalah seputar limbah di selokan perumahan, polusi suara, ruang terbuka hijau dan lainnya.

2)    Mendesain atau membuat perencanaan untuk proyek.

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif sehingga akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang kegiatan mendukung yang akan dilakukan, alat dan bahan yang berguna untuk penyelesaian proyek.

3)    Menyusun jadwal pelaksanaan penyelesaian proyek.

Aktivitas pada tahap ini: (a) membuat timeline, (b) menentukan target akhir penyelesaian proyek (deadline); (c) merencanakan cara pemecahan yang baru; (d) membuat penjelasan alasan tentang pemilihan suatu cara baru tersebut.

4)    Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek, sehingga berperan sebagai mentor agar mempermudah proses monitoring, maka dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Peserta didik melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri, sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya, sehingga memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan dan akhirnya diperoleh suatu proyak yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan.

5)    Menguji hasil.
Pengujian hasil dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek. Pada kegaiatan ini, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya, dan peserta didik dapat melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan berdasarkan masukan dari peserta didik, kelompok lain atau dari guru.

6)    Mengevaluasi kegiatan atau pengalaman.
Refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok pada akhir penyelesaian proyek. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. 

Guru dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja scelama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran dan permasalahan lain yang serupa.

Selasa, Oktober 29

Jenis-Jenis Penilaian Belajar PPG Daljab

Jenis-Jenis Penilaian Belajar PPG Daljab

Masih bingung bedakan jenis-jenis penilaian dalam pembelajaran?. Nah sobat guru tentunya yang sedang PPG alias sertifikasi harus berjibaku untuk memahami materi pedagogik ini. 

Berikut ini saya berikan simpulan alias rangkuman tentang penilaian-penilaian dalam belajar. Pastikan anda pahami perbedaannya.

Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. 

Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. 

Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan anekdot/narasi, skala penilaian (rating scale).

Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) adalah bentuk penilaian yang diwujudkan dalam bentuk pemberian tugas kepada peserta didik secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada penilaian terhadap tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode/ waktu tertentu. 

Penilaian proyek dapat juga dikatakan sebagai penilaian berbentuk penugasan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya  tertentu yang dilakukan secara berkelompok. 

Dengan menggunakan penilaian proyek pendidik dapat memperoleh informasi berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam hal pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis informasi atau data, sampai dengan pemaknaan atau penyimpulan
Jenis penilaian belajar
Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan karya peserta didik yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. 

Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terogansir. Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara peserta didik dan guru. 

Hal ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta peserta didik dan proses bagaimana fakta-fakta tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut ini, yaitu: kesesuaian, saling percaya antara pendidik dan peserta didik, kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara pendidik guru dan peserta didik, penilaian proses dan hasil.

Jurnal
Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik berkaitan dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal belajar ini dapat digunakan untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. 

Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar yang dibuat siswa.

Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas.

Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek dan uraian. Penilaian tertulis yang termasuk dalam model penilaian otentik adalah penilaian yang berbentuk uraian atau esai yang menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang telah dipelajari. 

Penilaian ini sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal seperti kesesuaian soal dengan indikator pada kurikulum, konstruksisoal atau pertanyaan harus jelas dan tegas, dan bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Penilaian Diri
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. 

Dalam proses penilaian diri, bukan berarti tugas pendidik untuk menilai dilimpahkan kepada peserta didik semata dan terbebas dari kegiatan melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah penilaian yang telah dilakukan pendidik.

Untuk melaksanakan penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu memperhatikan hal-hal seperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspek apa yang akan dinilai; langkah berikutnya menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan; merancang format penilaian yang akan digunakan seperti pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian; peserta didik diminta untuk melakukan penilaian diri; pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif; dan pendidik menyampaikan umpan balik kepada peserta didik yang didasarkan pada hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.
Kelebihan dan Kekurangan Tes Objektif Pilihan Ganda

Kelebihan dan Kekurangan Tes Objektif Pilihan Ganda

Dalam kegiatan belajar tentunya seorang guru pasti aka melakukan sebuah penilaian. 

Salah satu penilaian yang banyak dilakukan tentu adalah tes objektif atau pilihan ganda. Ada beberapa analisis terhadap bentuk tes objektif dalam pendidikan.

Dalam ujian semisal Ujian Nasional dan UTBK pun masih menggunakan model objektif. Mengapa demikian?. 

Alasan utama sih pastinya praktis dalam hal koreksi. Tapi ada hal lain tentang kelebihan dan kekurangan tes objektif ini. 

Analisis secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Penelaahan kualitas soal bentuk obyektif pada aspek materi dimaksudkan untuk mengetahui apakah materi yang diujikan sudah sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang ditetapkan, dan apakah materi soal sudah sesuai dengan tingkat atau jenjang kemampuan berpikir peserta tes, serta apakah kunci jawaban sudah sesuai dengan isi pokok soal. 

Telaah kualitas soal pada aspek konstruksi dimaksudkan untuk mengetahui teknik penulisan butir- butir soal sudah merujuk pada kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pada aspek bahasa, telaah soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahasa yang  digunakan  cukup jelas  dan mudah dimengerti, tidak menimbulkan multi interpretasi, serta sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang berlaku.
Kelebihan dan kekurangan tes objektif
Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan
2. Hanya ada satu jawaban yang benar
3. Pengecoh homogin, dan berfungsi

Kelebihan tes bentuk obyektif
•    Lingkup materi yang diujikan luas sehingga dapat mewakili materi yang sudah diajarkan (representatif)
•    Tingkat validitas isi relatif tinggi
•    Proses koreksi dan penyekoran mudah dan obyektif
•    Tidak memungkinkan peserta tes untuk mengemukakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pertanyaan
•    Informasi hasil tes dapat lebih cepat
•    Tingkat reliabilitas tinggi
•    Memungkinkan penyelenggaraan tes bersama pada wilayah yang luas


Kelemahan tes obyektif

•    Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes
•    Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka
•    Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek
•    Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama
•    Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehinnga mengurangi waktu ujian


Salah satu bentuk tes obyektif yaitu tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda adalah bentuk tes yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Pembuatan soal seperti ini lebih efisien dalam hal koreksi karena cepat.

Selasa, Agustus 27

Cara Cek Status NUPTK Aktif GTK

Cara Cek Status NUPTK Aktif GTK

Halo kawan-kawan yang berbahagia sebangsa dan se tanah air Indonesia, kali ini saya akan coba berikan sedikit tutorial cara cek aktif tidaknya NUPTK di Kemdikbud.

Apa sih NUPTK itu dan seberapa besar keuntungannya bagi seorang pendidikan?.

Dikutip dari halaman kemdikbud, Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS. 

Guru yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK mendapat NUPTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap. NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.

GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah di-input dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi Dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 


Setelah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) GTK oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud, bagi GTK yang memang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan untuk dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat melalui sistem Aplikasi Verval GTK untuk di verifikasi. 

Setelah lolos verifikasi oleh Disdik selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh LPMP dan bila selanjutnya dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK bagi GTK tersebut. 
Cara mengecek status NUPTK

Lalu bagaimana caranya bisa dapat NUPTK?. Silahkan cek di link berikut
ALUR PENGAJUAN NUPTK BARU

Apa saja keuntungan jika guru sudah punya NUPTK?
1. Bisa ikut sertifikasi
2. Bisa ikut lomba-lomba skala nasional dan internasional
3. Diutamakan saat daftar guru di sekolah kedubes SILN
4. dll

Saya sendiri dapat NUPTK setelah hampir 9 tahun mengajar, dan saat akan ikut PPG syaratnya adalah punya NUPTK. Jika kamu sudah merasa punya NUPTK tapi tidak tahu status keaktifannya silahkan cek di link berikut: CEK STATUS NUPTK GTK

Kamis, Juli 25

Soal dan Jawaban Tes Sumatif Modul 6 Nilai 83

Soal dan Jawaban Tes Sumatif Modul 6 Nilai 83

Halo kawan-kawan seperjuangan akhirnya kita sudah tiba di tahap akhir modul daring 1 nih yaitu Sumatif  M6. 

Gimana nih perasaan teman-teman, tentu sudah agak lega kan? Eits..tapi jangan terlalu bahagia dulu karena masih ada lanjutan daring 2 profesional.

Materi modul 6 ini seputar penilaian peserta didik. Jangan lupa untuk buka modul dan share blog ini jika bermanfaat ke teman-teman lainnya. 

Jadi usahakan paham materinya jangan hanya kuncinya, soalnya nanti di UP alias ujian akhir tidak bisa lihat modul jadi harus sudah paham sebaik mungkin.

Sumatif M6 PPG Pedagogi
1. Penilaian otentik dapat digunakan untuk mengukur aspek sikap peserta didik. Penilaian kemampuan peserta didik untuk memiliki sistem nilai yang telah mengontrol tingkah lakunya dalam waktu yang cukup lama dan menjadi suatu filosofi hidup yang mapan adalah penilaian pada aspek
menghayati
2. Evaluasi program pendidikan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program pendidikan. Evaluasi program pendidikan dapat dilakukan secara mikro yaitu adalah evaluasi yang difokuskan pada
kegiatan pembelajaran di kelas
3. Penggunaan tes bentuk objektif untuk mengukur hasil belajar juga lebih menguntungkan dari pada tes bentuk uraian. Namun demikian tes objektif juga memiliki beberapa kelemahan salah satunya adalah
kurang dapat mengukur kemampuan penalaran
4. Parameter kualitatif berkaitan dengan analisis butir soal berdasarkan atas
Pertimbangan ahli (expert judgement)
5. Hasil belajar peserta didik juga dapat dikomunikasikan dalam bentuk kualitatif. Proses memberi makna kualitatif pada hasil belajar tersebut dinamakan
penilaian
6. Bentuk soal yang terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama umumnya ditulis sebelah kiri, merupakan pernyataan stimulus. Kelompok kedua umumnya ditulis di sebelah kanan, merupakan pernyataan respon. Bentuk soal tes tersebut adalah
Menjodohkan
7. Dalam penulisan soal tes, perumusan tujuan tes harus memperhatikan
Kompetesi dasar sesuai kurikulum yang berlaku
8. Salah satu model evaluasi yang juga banyak digunakan dalam pelaksanaan program pendidikan adalah model evaluasi Countenance dikembangkan oleh Stake yaitu model yang difokuskan pada evaluasi bagian awal (antecedent) tahap transaksi (transaction) dan pada hasil (outcomes). Untuk mengevaluasi tahap transaksi (transaction) pada pelaksanaan program PPG dalam jabatan salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah
Kinerja dosen/instruktur
9. Tes uraian memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tes bentuk objektif. Berikut ini salah satu kelebihan te uraian dibanding tes objektif yakni
dapat mengukur kemampuan penalaran peserta didik
10. Penilaian hasil belajar juga dapat dilakukan berdasarkan atas acuan patokan. Analisis penilaian pada acuan patokan bertujuan
menentukan sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetensi hasil belajar
11. Proporsi peserta tes yang tidak menjawab pada semua alternatif jawaban adalah
Omit
12. Soal tes yang mampu memberikan konsistensi hasil pengukurannya adalah soal tes yang memenuhi aspek
Reliabilitas
13. Penilaian hasil belajar dapat dilakukan berdasarkan acuan norma dan acuan patokan. Penilaian acuan norma memiliki asumsi bahwa
kemampuan peserta didik beda untuk periode waktu yang sama
14. Salah satu bentuk penilaian otentik adalah portofolio. Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memerhatikan beberapa hal salah satunya adalah
Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
15. Dalam lingkup pengujian hasil belajar yang luas penggunaan tes objektif lebih menguntungkan daripada tes bentuk uraian. Salah satu keuntungan atau kelebihan tersebut adalah
Tingkat validitas soal tinggi
16. Contoh bentuk penilaian yang terkait dengan assessment of learning adalah
Pertanyaan/quiz selama pembelajaran
17. Telaah soal yang difokuskan pada aspek materi konstruksi dan bahasa adalah analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar secara
Teoritis
18. Penilaian otentik memberikan keuntungan pada proses penilaian hasil belajar. Oleh karena itu penilaian otentik penting dilakukan dalam pembelajaran karena penilaian otentik
merupakan penilaian secara langsung terhadap kemampuan peserta didik
19. Contoh bentuk penilaian yang terkait dengan assessment as learning dalam pembelajaran
Penilaian diri
20. Analisis kualitas soal tes pilihan ganda pada aspek materi antara lain
Soal harus sesuai dengan indikator
21. Berikut yang merupakan contoh pemanfaatn hasil penilaian oleh Guru adalah
Menyelenggarakan program remedial bagi siswa yang hasilnya rendah
22. Kualitas soal tes pilihan ganda secara teoritis pada aspek konstruksi antara lain
Pokok soal harus dirumuskan secara jelas
23. Jika butir soal memiliki tingkat kesukaran 0,001 berarti
Butir soal terlalu sulit
24. Salah satu model evaluasi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan program Pendidikan adalah model Context Input Process Product (CIPP). Untuk mengevaluasi aspek input pada pelaksanaan program PPG dalam jabatan salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah
kualitas fasilitas pembelajaran
25. Kemantapan, ketepatan dan homogenitas merupakan tiga aspek yang terkait dengan alat ukur. Hal tersebut merupakan makna dari
Reliabilitas
26. Penilaian otentik dapat juga digunakan untuk mengukur aspek keterampilan peserta didik. Penilaian kemampuan peserta didik untuk melihat kemampuan melaksanakan keterampilan yang meliputi beberapa komponen dengan lancar, tepat, urut dan efisien adalah penilaian pada aspek
gerakan kompleks (complex response)
27. Penilaian otentik memiliki beberapa tujuan. Salah satu tujuan dilakukannya penilaian otentik adalah
menciptakan situasi belajar yang kondusif
28. Hasil belajar peserta didik selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Proses pengkuantifikasian. Hasil belajar tersebut dinamakan
pengukuran
29. Alternatif pilihan jawaban salah atau pengecoh (distractor) dalam suatu butir soal pilihan ganda dikatakan tidak baik jika
tidak satupun peserta tes yang memilih jawaban pengecoh
30. Sesuai dengan kaidah yang benar dalam penulisan soal tes, penulisan butir soal dilakukan setelah langkah
penyusunan kisi-kisi tes

BACA JUGA: SOAL UP PROFESIONAL GEOGRAFI

Senin, Juli 22

Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 4

Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 4

Halo teman-teman pejuang PPG setanah air, kita sudah berada di penghujung formatif daring pedagogi nih. 

Modul 6 KB 4 berisi tentang tata cara penelaahan hasil belajar peserta didik. Telaah atau analisis soal dilakukan untuk mengetahui berfungsi tidaknya sebuah soal. 

Analisis pada umumnya dilakukan melalui dua cara, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. 

Analisis kualitatif atau validitas teoritis yang dilakukan sebelum soal digunakan untuk melihat berfungsi atau tidak berfungsinya sebuah soal. 

Analisis soal secara kuantitatif atau validitas empiris yang dilakukan untuk melihat berfungsi tidaknya sebuah soal, berdasarkan hasil ujicoba dari sampel yang representatif.
 
Formatif M6 KB4


1. Salah satu model evaluasi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan program pendidikan adalah model Context Input Process Product (CIPP). Untuk mengevaluasi aspek input pada pelaksanaan program PPG dalam jabatan salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah
Kualitas fasilitas pembelajaran
2. Evaluasi program pendidikan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program pendidikan. Evaluasi program pendidikan dapat dilakukan secara mikro yaitu adalah evaluasi yang difokuskan pada
Kegiatan pembelajaran di kelas
3. Jika butir soal memiliki tingkat kesukaran 001 berarti
Butir soal terlalu sulit
4. Analisis kualitas soal tes pilihan ganda pada aspek materi antara lain
Soal harus sesuai dengan indikator
5. Penilaian otentik dapat digunakan untuk mengukur aspek sikap peserta didik. Penilaian kemampuan peserta didik untuk memiliki sistem nilai yang telah mengontrol tingkah lakunya dalam waktu yang cukup lama dan menjadi suatu filosofi hidup yang mapan adalah penilaian pada aspek
Menghayati
6.  Contoh bentuk penilaian yang terkait dengan assessment as learning dalam pembelajaran adalah
Penilaian diri
7. Dalam penulisan soal tes, perumusan tujuan tes harus memperhatikan
Kompetensi dasar sesuai kurikulum yang berlaku
8. Berikut yang merupakan contoh pemanfaatan hasil penilaian oleh guru adalah
Menyelenggarakan program remedial bagi siswa yang hasilnya rendah
9. Salah satu bentuk penilaian otentik adalah portofolio. Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan beberapa hal salah satunya adalah
Kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik
10. Dalam lingkup pengujian hasil belajar yang luas penggunaan tes objektif lebih menguntungkan daripada tes bentuk uraian. Salah satu keuntungan atau kelebihan tersebut adalah
Tingkat validitas soal tinggi

Lanjut>>>>>>Sumatif Akhir M6
Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 3

Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 3

Halo teman-teman guru seperjuangan, kali ini saya akan coba lagi berikan contoh kunci formatif M6 KB3.

Materi modul 6 kb 3 adalah tentang menulis tes hasil belajar. Tes merupakan suatu bentuk alat evaluasi untuk mengukur seberapa jauh tujuan pengajaran telah tercapai, jadi berarti evaluasi terhadap hasilbelajar. 

Tes yang baik harus memenuhui beberapa persyaratan, yaitu; harusefisien, harus baku, mempunyai norma, objektif, valid (sahih), dan reliabel (andal). 

Untuk memperoleh tes yang memenuhi persyaratan tersebut makates yang telah dibuat perlu dianalisis.

Jangan lupa untuk buka modul dan baca materinya supaya dapat ilmunya. Ingat untuk selalu berdoa dan sedekah agar berkah hasilnya.
Formatif Modul 6 KB 3
1. Berikut merupakan langkah-langkah dalam penulisan soal tes
a) perumusan tujuan tes
b) penyusunan kisi-kisi tes
c) uji coba/analisis
d) penentuan bentuk pelaksanaan tes
e) penelaahan butir soal
g) perakitan soal/perangkat tes
Langkah-langkah secara runtut dalam penulisan soal tes yang benar adalah
a), e), c), b), f), d), g)
2. Perumusan tujuan tes dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, kecuali
Kompetensi guru penyusun soal
3. Rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan konsep tertentu, dan dapat diidentifikasi kata-kata kunci jawabannya, adalah soal tes bentuk..
Uraian objektif
4. Analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek..
Materi, konstruksi, dan bahasa
5. Guru dalam menentukan bentuk tes harus mempertimbangkan beberapa hal, kecuali..
Kebiasaan bentuk tes selama ini
6. Analisis kualitas soal tes pilihan ganda secara teoritis pada aspek materi antara lain
Soal harus sesuai dengan indikator
7. Parameter kualitatif berkaitan dengan analisis butir soal berdasarkan atas..
Pertimbangan ahli (expert judgement)
8. Berikut merupakan salah satu parameter kuantitatif berkaitan dengan analisis butir Soal..
Tingkat kesulitan soal
9. Untuk lebih memahami makna reliabilitas dapat didekati dengan memperhatikan tiga aspek yang terkait dengan alat ukur, yaitu..
Kemantapan, ketepatan, homogenitas
10. Daya butir soal adalah indeks yang menggambarkan tingkat kemampuan butir soal untuk..
Membedakan kelompok yang pandai dan kelompok kurang pandai

Lanjut>>>>>Formatif M6 KB4

Sabtu, Juli 20

Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 2

Soal dan Jawaban Tes Formatif Modul 6 KB 2

Halo kawan-kawan guru seperjuangan yang senantiasa berbahagia, kali ini saya akan kembali memberikan pembahasan formatif m6 kb2. 

Modul 2 ini membahas seputar penilaian otentik nih teman-teman. Penilaian otentik adalah salah satu penilaian khas abad 21 dan sesuai dengan kurikulum 2013.

Dalam penilaian otentik setiap aspek pembelajaran diukur dan tidak hanya bertumpu pada nilai akhir ujian saja. 

Proses-proses pembelajaran siswa dari awal sampai akhir akan dinilai sehingga lebih holistik dan terukur. Jangan lupa untuk membuka modul selama mengerjakan formatif ini.
Pembahasan Formatif M6 KB2 Penilaian Otentik
1. Penilaian otentik dirasakan mampu meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik. Namun demikian, penilaian otentik juga memiliki kelemahan salah satunya adalah
Proses penilain kurang praktis untuk jumlah peserta didik yang banyak
2. Dalam kegiatan penilaian otentik banyak model yang dapat digunakan. Pada suatu penilaian seorang pendidik meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu. Bentuk penilaian otentik tersebut merupakan contoh penilaian otentik berbentuk
Penilaian kinerja
3. Seorang pendidik melakukan penilaian otentik yang ditujukan untuk menilai kemampuan melaksanakan keterampilan yang meliputi beberapa komponen dengan lancar, tepat, urut dan efisien. Aspek keterampilan yang dinilai pendidik tersebut adalah aspek
Gerakan kompleks
4. Menentukan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan memperhatikan keterkaitan antara kompetensi belajar dan dunia nyata merupakan langkah pengembangan penilaian otentik
Penentuan tugas-tugas belajar
5. Kemampuan peserta didikpada penilaian otentik ditentukan dengan mencocokan kinerja peserta didik terhadap seperangkat kriteria untuk menentukan sejauh mana kinerja peserta didik memenuhi kriteria untuk tugas tersebut. Hal berkaitan dengan langkah penilaian otentik
Penilaian kriteria
6. Penilaian otentik memiliki kelebihan dan kelemahan dibandingkan dengan penilaian tradisional. salah satu kelebihan penilaian otentik adalah
Meningkatkan kreatifitas dan kerja yang bersifat kolaboratif
7. Penilaian otentik pada hakekatnya berbeda dengan penilaian tradisional yang bisa dilakuan oleh pendidik di kelas. Salah satu karakteristik penilaian otentik adalah
Peserta didik diminta untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari
8. Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peserta didik mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja tersebut adalah
Skala penilaian (rating scale)
9. Penilaian berbentuk penugasan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya tertentu yang dilakukan secara berkelompok merupakan contoh penilaian otentik berbentuk
Penilaian proyek
10. Bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk menulis teks narasi, ekspositori, persuasi atau kombinasi berbedadari teks-teks tersebut merupakan contoh penilaian otentik berbentuk
Menulis sampel teks

Baca juga>>>>>>Formatif M6 KB3
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close